Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 16:58 WIB
Surabaya
--°C

Salam Baru

KEMPALAN: KALIMAT penutup salam ala NU itu memang sulit diucapkan. Pun oleh tokoh Banser seperti Erick Thohir yang menteri BUMN. Seperti yang terlihat saat ketua panitia itu menutup sambutannya di puncak acara satu abad NU Selasa lalu.

Dan itu disengaja.

Oleh penemunya.

Tujuannya: agar yang bukan NU-asli tidak mudah mengucapkannya. Begitulah menurut ensiklopedia NU.

Dulu, NU punya ciri khas tersendiri dalam menutup salam. Yakni memasukkan kalimat billahi taufiq wal hidayah. Itu diucapkan sebelum salam penutup wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang menciptakan kalimat tambahan penutup itu orang Kendal. Tokoh NU setempat. Kiai besar di sana. Imam masjid agung dekat alun-alun Kendal. Namanya: KH Ahmad Abdul Hamid. Beliau meninggal tahun 1998.

Kalimat tambahan itu lantas sangat populer. Sampai dipakai oleh siapa saja di luar lingkungan NU. Rasanya lebih terlihat Islam kalau salamnya didahului kalimat tambahan tersebut.

Maka pihak-pihak yang ingin terlihat lebih Islam menggunakan kalimat tambahan itu. Secara politik Golkar sangat ingin terlihat dekat dengan Islam. Maka kalimat tambahan itu sangat populer di pidato-pidato tokoh Golkar saat itu. Apalagi banyak tokoh Islam berada di Golkar.

NU pun seperti merasa ”kecurian”. Apalagi NU saat itu lebih dekat ke PPP dengan lambang Kakbahnya. Kiai Ahmad Abdul Hamid pun merasa masygul: kalimat tambahan itu tidak lagi khas NU.

Maka beliau menciptakan kalimat tambahan baru. Untuk menggantikan billahi taufik wal hidayah yang sudah milik Golkar atau Muhammadiyah. Dan kalimat baru itu memang lebih sulit diucapkan bagi lidah yang tidak akrab dengan bahasa Arab.

Cobalah Anda mengucapkannya: wallahul muwafiq ila aqwamit tharieq. Sulit kan?

Tapi bagi orang pesantren sama sekali tidak sulit. Maka jadilah kalimat tambahan itu ciri khas NU yang baru. Siapa yang menutup salam dengan tambahan kalimat itu pastilah ia NU. Yang tidak mengucapkannya berarti Muhammadiyah atau yang lain.

Tapi sejarah rupanya bisa terulang. Kini kalimat sulit itu mulai dihafal siapa saja. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang PDI-Perjuangan, sangat fasih mengucapkannya.

Akankah kalimat baru itu akan senasib dengan billahi taufiq wal hidayah? Rasanya begitu. Terutama karena suara NU di pemungutan suara Pemilu dianggap sangat penting. Orang mulai ingin terlihat lebih NU dengan mengucapkannya.

Itu sudah mirip dengan tokoh-tokoh PDI-Perjuangan harus membuka salam dengan pekikan heroik: ”M e r d e k a!”. Sampai tiga kali.

Kapan kalimat baru khas NU itu mulai dipakai?

Mas’ud Adnan, tokoh NU Jatim, mengatakan sudah lupa kapan pertama menggunakannya. “Saya terpengaruh oleh teman-teman PMII,” ujar Pemimpin Redaksi Harian Bangsa itu.

Menurut Mas’ud, anggota PMII-lah yang paling gencar menggunakannya. PMII adalah organisasi mahasiswa NU.

Setahu Mas’ud, Gus Dur sendiri tidak pernah menggunakan kalimat tambahan itu. “Sampai saya ketularan tidak pernah menggunakannya,” katanya. “Baru belakangan saya terpengaruh teman-teman PMII,” tambahnya.

Gus Dur juga tidak pernah menggunakan kalimat tambahan yang lama. Terutama, guraunya, sejak kalimat itu dipinjam oleh Golkar dan tidak pernah dikembalikan. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 8 Februari 2023: Balon Putih

Budi Utomo
Kemarin saya sempatkan waktu menyimak langsung pidato Biden yang membuat saya geli sendiri. Pingin ngakak bareng spirit Shinchan. Hampir semua point yang diorasikan Biden adalah sasaran empuk untuk ditertawakan spirit Shinchan yang rusuh, usil, nakal. Baiklah kita mulai satu per satu. Kalau terbentur batas panjang komentar akan kami sambung lagi. Bahasa yang akan kami pakai sesederhana mungkin agar mudah dipahami. Dan kalau campur sedikit English, Jawa, Betawi mohon dimaklumi. Pertama adalah Biden mengakui infrastruktur USA kini tertinggal jauh. Tidak disebut detail tertinggal jauh dari siapa tapi kita sudah tahu sama tahulah. Siapa lagi kalau bukan dari China alias Tiongkok. Negara yang katanya super power, developed, kalah infrastrukturnya dibandingkan negara yang berflower, eh berkembang alias developing yang pendapatan per kapitanya puluhan kali lipat jauh di bawah USA. Kok bisa? Ya iyalah. Saking getol membangun dan mengoperasikan pangkalan militer di seluruh penjuru bumi sambil jualan senjata palugada (apa yang elu mau gue ada) sampai-sampai menelantarkan infrastruktur dalam negeri sehingga disalip oleh “anak kemarin malam” (bukan lagi “kemarin sore”) yaitu Tiongkok. Program triliyunan USD yang disebut Build Back Better bertujuan mengejar ketertinggalan itu. Namun saya perhatikan Republiken tidak memberikan applause standing ovation. Samalah dengan para pembenci Jokowi di negeri ini. Mereka mungkin punya slogan: rakyat tidak makan infrastruktur. Duh terbentur batas.

bagus aryo sutikno
Disway itu manifesto kursus jurnalistik lvl moderat Mas Bro. Moderat, modal dengkul dan urat. Suhu’nya pol2an lek ngajari lek ngulang, ndilalah murid2e ndledex koyo telex. Wa akhiron yg muncul itu bukan brigade jurnalis tapi kompi perusuh bin pengacau. #salam jurnalis perusuh

Ahmad Zuhri
Inilah salah satu kecerdasan Tiongkok, pesawat Amerika tidak ditembak jatuh dan ditahan sampai sekarang karena dipelajari dulu teknologi yg ada didalam nya seperti apa.. Kok bisa ya mereka itu seperti ‘haus ‘ akan ilmu pengetahuan dan inovator seperti itu.. niat generasi muda nya untuk belajar ke luar negeri jg luar biasa. Harusnya Amerika jg melakukan hal yg sama terhadap balon Tiongkok tersebut, entah bagaimana caranya balon tersebut dibawa mendarat dan dipelajari teknologi nya hehehe.. Selamat Hari Jadi yg ke-5 untuk Disway, tetaplah sebagai sumber inspirasi dan harapan.. Seperti yg disampaikan beberapa teman2, jujur di Disway ini banyak yg hanya baca tulisan Abah aja.. saya kadang coba buka artikel yg lain karena tertarik dengan judulnya yg begitu bombastis, ternyata sering kecewa karena isi artikel/berita nya kurang sesuai dengan judulnya. Padahal kurang gimana lagi julukan Abah itu, ada yg bilang Suhu Jurnalistik, Begawan Media, tapi sayang banget ilmunya tidak bisa diturunkan dengan sempurna ke anak didiknya yg sekarang ini.. Entahlah.. mungkin karena zamannya udah berubah, atau kita sendiri yg malas untuk berubah..

Pakdhe joyo Kertomas
Amrik pola pikir bangsanya mulai seperti Yunani. Terlalu berbangga dg masa lalu. Mereka menang di PD ll dan perang dingin serta perang melawan islam. Disaat dia mabuk kemenangan China nyalip di tikungan. Namanya mabok mana bisa lari mengejar. Limbung kanan kiri. Nyampar kiwo tengen. Hampir mirip negara wakanda. Sebagian masih mabuk dengan kejayaan nusantara. Padahal kalo mau jujur sekarang di level Asean ajja medioker. Di semua aspek.

Liam Then
Sudah tau di bohongi, juga tetap merudu kesana. Karena barangnya murah, enak buat cuan, jadi basis produksi, bikin prototype pasti ditanya : “Anda mau yang modalnya berapa?” Orang asing yang di Tiongkok sering ngomong begitu bak gadis kasmaran, sudah tau dibohongi, tetap mau aja. Kwkwkwkwk

Budi Utomo
Zai Xunyuan. 在训练Sedang “training” or “learning” (jadi pembohong). Memang betul sih itu artinya. Humor itu sesungguhnya bisa diterapkan ke siapapun. Wakakaka. Contoh: kalau Anda seorang bawahan yang pernah dicacimaki boss Anda maka walaupun Anda menaruh dendam tetap saja harus memasang muka ramah terhadap boss Anda, kecuali Anda memang mau dipecut eh dipecat. Wakakaka. Selamat Pagi Nak. Pagi Boss. Sehat Selalu. Padahal dalam hati bilang: Pagi Ndasmu! Wakakaka. Kecuali Anda tak punya tata krama seperti Shinchan! Wakakaka. Mayoritas orang kalau sudah menyangkut uang, misal antara bawahan dan boss, atau antar sesama pedagang, basa-basi diperlukan, kecuali Anda sudah tak peduli dengan uang dan senakal Shinchan. Wakakaka

Budi Utomo
Wakakaka. Betul Koh. Fenomena politikus atau konglomerat licik dan suka bohong itu ada di negara manapun di dunia ini. Tapi Tiongkok bagaimanapun masih “mendingan” ketimbang USA. Minimal Xi Jinping berusaha mengendalikan konglomerat rakus macam Jack Ma. Saya tidak melihat itu di USA. Konglomerat akan selalu mengejar cuan. Politikus mengejar kekuasaan. Mayoritas tak peduli moralitas. Tujuan mengalahkan cara. Sampai dunia ini kiamat dan seluruh manusia punah akan selalu begitu. Karena itu bersyukurlah bila kita tinggal di negara yang pemerintahnya berusaha membela wong cilik dari eksploitasi horaang kuayaa buangeet alias konglomerat atau poli-tikus. Mereka itu memang tukang bohong. Pura-pura dan bersandiwara seolah punya empati untuk bantu rakyat miskin. Dalam hati mereka siapa yang tahu. Pencitraan. Negara yang betul-betul serius memberantas kemiskinan saat ini adalah negaranya Xi Jinping. Minimal pemimpinnya punya niat mulia. Sama seperti pemimpin negeri ini. Walau difitnah sebagai diktator. Hhhhh. Politikus oposan memang tukang fitnah, pembuat fake news dan hoax. Pian 骗

Everyday Mandarin
Di China sering mendengar ungkapan populer dari orang2 asing terhadap China, gini, “十个中国人九个骗,还有一个在训练”. Artinya: Dari 10 orang China, ada 9 pembohong, 1 lagi sedang belajar. Ini kata orang2 asing di sana. Mungkin cocok juga ungkapan yang sama terhadap orang Amerika.

Liam Then
Dari segi teknologi komunikasi, ketika Huawei duluan memasarkan teknologi 5G bikin Amerika semakin was-was. Bagi saya itu pertanda yang sangat fenomenal. Saya ada nonton video blogger berkebangsaan Jepang yang diundang berkunjung ke markas pusat Huawei, yang kemudian di ajak berjalan-jalan di kompleks perkantoran Huawei. Blogger itu diberikan kesempatan wawancara dengan pekerja asing , lanjut ke petinggi Huawei. Salah satu yang paling berkesan ,ketika pembuat konten asal Jepang itu di ajak masuk ke ruang khusus yang di namai “war room”. Lupa “war room” itu untuk apa, barusan saya google, kaget saya. Ternyata sudah sampai Indonesia. Dan sekilas terbaca , di klaim teknologinya sudah ada di 170 negara. Kecepatan perkembangan teknologi Tiongkok memang bikin pangling, bikin terkaget-kaget. Negara pertama yang kirimkan modul di sisi gelap bulan. Di saat semua negara patungan bikin ISS. Tiongkok yang merasa di kucilkan, bangun satu di atas sana sendiri secara swadaya. Kemudian terakhir, ketika dengan segala cara, mesin ASML buatan perusahaan asal Belanda, dilarang dijual ke China. Yang saya anggap kebijakan sia-sia saja. Karena yang namanya duit tidak akrab dengan nasionalisme, jika M16, Nitroglycerin bisa sampai di timur tengah. Mesin ASML bagaimanapun, tetap bakal sampai ke Tiongkok. Atau tak perlu, karena Taiwan sudah punya. Dan masih dikasih beli.

Everyday Mandarin
Jadi teringat pertanyaan di milis² Yahoogroups akhir abad 20 lalu: Benda apa yang kalau dilihat bentuknya kotak, tapi pas dipegang bentuknya jd kyk balon? Selamat ultah ke-5 & 6 utk Disway. Selamat ulang tahun ke-5

Johannes Kitono
HBD ke 5 untuk CHD. Biarpun Tiongkok paling depan di bidang Balon tapi lebih hebat lagi Indonesia. Seniman A.T. Machmud tahun 1963 sudah menciptakan lagu ” Balonku Ada Lima ” Seolah sudah tahu bahwa suatu hari balon bakal bawa masalah didunia. Balon A.T. Machmud berwarna : Hijau, Kuning, Kelabu, Merah Muda dan Biru. Dan ketika yang warna Hijau meletus hanya membuat hatinya kacau sebentar saja. Bandingkan dengan Balon Tiongkok yang warna Putih.Saat terbang diatas Montana sempat bikin heboh para politisi Amerika. Tentu termasuk juga para politbiro di China. Seandainya Balon Tiongkok tidak berwarna Putih dan ikuti warna balon A.T. Machmud. Bisa jadi tidak jadi ditembak oleh Amerika. Ternyata dalam hal warna balon Indonesia lebih maju dari Tiongkok, Amerika bahkan di dunia.

Handoko Luwanto
Sepertinya balon RRC yg ‘nyasar’ itu untuk survey awal di atmosfir AS. Rencananya mau merekayasa pembentukan gumpalan awan yg unik. Yaitu awan yang menyerupai wajah Joe Biden dan Xi Jinping.

Nimas
Selamat ulang tahun Disway… Di sini saya bertemu banyak orang2 cerdas dengan berbagai disiplin ilmu. Di ultah Disway sy haturkan terima kasih Kepada. Abah DI, pak Mirza, Pak Budi Utomo, pak Parikesit, Pak KS, Pak Jo Neka, Koh Liam, Koh Liang, koh EM, Pak Pry, Pak Az, Pak Thamrin Dahlan, mbah Mars, mbah Kliwon, Koh Johannes K, pak Juve, Pak Jimmy M,Pak Amat, Pak Udin S, pak yei aina, kang sabar Ikhlas, pak LP, pak Aryo, mas Lbs Mbk Ru, ibu Yb dan semua jamaah Disway yg tdk bisa sy absen satu persatu. Untuk Pak Leong, pak Aryo, terima kasih untuk humor2nya, tidak semua semua orang memiliki selera humor yg menarik. Rasanya menyenangkan berada di sekitar orang humoris. Seringkali mengundang gelak tawa yg buat orang sekitarnya terhibur lewat candaan. Memiliki sahabat humoris tdk hanya buat kita terhibur, mereka mampu menyelesaikan masalah dg cara lebih santai.Dan orang humoris awet muda pasti. Untuk mas Aat semoga segera bertemu jodohnya. Aamiin

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Balon Putih

KEMPALAN: KALAU pun ada yang membawa balon itu bukan untuk merayakan HUT ke-6 (atau ke-5?) Disway hari ini. Yang membawa balon itu Marjorie Taylor Greene. Warna putih. Dibawa masuk ke gedung DPR Amerika Serikat. Dia pegang tali balon besar itu. Balonnya sendiri menjulang di atas kepalanyi.

Semua anggota DPR dan Senat memenuhi ruang sidang kemarin: mendengarkan pidato tahunan State of Union. Marjorie ingin mengejek Presiden Joe Biden dengan balonnyi itu. Biden dianggap lambat mengambil keputusan menembak balon Tiongkok itu.

Balon itu akhirnya memang ditembak jatuh. Dua pesawat tempur AS yang menembaknya dari ketinggian 55.000 kaki. Serpihan balon itu jatuh ke laut dekat pantai selatan Carolina.

“Bukan lambat ambil putusan. Tunggu dulu sampai balon itu bergeser ke timur. Sampai posisinya di atas laut”. Begitulah keterangan dari pemerintah Biden. “Kalau ditembak saat masih di atas daratan, khawatir membahayakan penduduk,” tambahnya.

Reruntuhan balon itu diambil dari laut. Yang mengambil armada kapal angkatan laut Amerika. Belum ada penjelasan apa saja yang ditemukan di laut dangkal itu. Yang diperlihatkan baru lapisan luar balon warna putih. Dari situ bisa disimpulkan bahwa ukuran tinggi balon tersebut sampai 60 meter.

Kementerian pertahanan Amerika lantas membuat sambungan komunikasi dengan partnernya di Tiongkok. Yang dihubungi tidak mau mengangkat telepon. Tiongkok memang marah kenapa balon itu ditembak jatuh. Tiongkok sudah menjelaskan balon itu berstatus sipil. Untuk ilmu pengetahuan. Khususnya untuk menyelidiki cuaca.

Tiongkok pun mengungkit kejadian tahun 2019. Yakni ketika pesawat pengintai Amerika terbang di atas wilayah Tiongkok. Tertangkap basah. Tiongkok tidak menembak jatuh pesawat tersebut.

Yang dilakukan Tiongkok saat itu: mengirim beberapa pesawat tempur untuk mengapit pesawat pengintai Amerika itu. Lalu memintanya mendarat.

Amerika minta agar pesawat itu dikembalikan. Tiongkok masih belum melepaskannya. Harusnya, kata Tiongkok, Amerika tidak menembak balon itu. Tapi tekanan politik di dalam negeri Amerika luar biasa. “Kalau saja presidennya Donald Trump, balon itu langsung ditembak,” ujar Greene.

Rupanya Greene kurang cermat. Di masa pemerintahan Trump diketahui ada tiga balon Tiongkok melintasi Amerika. Tidak ada yang ditembak jatuh. Begitulah media Amerika memberitakan berkali-kali.

Saya pun menghubungi Sahabat Disway yang ahli pesawat terbang dan balon udara. Ia tinggal di Alabama, Amerika Serikat. Ia beberapa kali datang ke Indonesia. Termasuk ke rumah saya.

Ia bercerita kini perusahaan pesawat terbang terkemuka, Airbus, juga memproduksi balon.

Anda sudah tahu: Airbus juga punya industri pertahanan dan militer. Yang memproduksi balon udara adalah Airbus yang di bidang pertahanan dan militer.

Pesawat balon udara punya banyak kelebihan dibanding pesawat militer. Tentu ada juga kelemahannya. Ia pun menyarankan agar Indonesia juga mulai melirik balon. Beda dengan pesawat balon bisa tinggal menetap di suatu lokasi. Sampai pun bertahun-tahun. Ini sangat tepat untuk menjaga laut Indonesia yang begitu luas.

Mengapa balon Tiongkok itu bisa terbang sampai melintasi Amerika? “Banyak hal yang bisa menjadi penyebab. Bisa karena ada masalah di autopilot, engine, dan electrical,” katanya. “Bisa juga sensor location-nya error,” tambahnya.

Ia mengatakan teknologi balon Tiongkok sudah sangat maju. Di Airbus masih menggunakan bahan bakar fosil. Tiongkok sudah pakai solar cell. “Airbus baru akan memulai dengan solar cell,” katanya.

“Di Airbus kini sedang dalam masa peralihan untuk meninggalkan energy fosil ke energi hidrogen. Tujuannya untuk mengurangi CO2,” ujar sahabat Disway itu.

“Langka berikutnya baru menuju ke solar cell. Khususnya di proyek LTA (Lighter Than Air) yang relatif lebih kecil kebutuhan energinya,” katanya.

Energi yang didapat dari solar cell sama dengan energi yang dipasok dari baterai. Yakni berupa listrik untuk menggerakkan motor seperti di Tesla.

Setidaknya, Amerika kini dapat info itu: teknologi balon Tiongkok sudah menggunakan solar cell. Itu berarti berat balon tersebut sudah sangat minimal. Amerika juga mengetahui bahwa balon tersebut ternyata diluncurkan dari pulau Hainan. Dari sinilah Amerika menduga bahwa balon tersebut ”balon militer yang diberi baju sipil”. Hainan adalah pangkalan angkatan laut Tiongkok yang terbesar.

Di bidang balon pun Tiongkok sudah di barisan paling depan. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 8 Februari 2023: Abad Banser

bagus aryo sutikno
Andai benar kemarin SDA kedatangan 1juta warga nahdliyin maka kira2 ada 1jt liter urin yg terbuang. Kalau pakai truk tangki 5000L butuh 200 unit truk tangki. Atau 50 unit truk tangki tapi over. rate 4x. Ndak kelihatan tho truk tangki wira-wiri membuang sampah urinoir. SO YOU KNOW dimana urin itu dibuang. Tapi saya positif thinking. Mungkin kali ini urinnya seharum mawar semerbak melati. Dan inilah peradaban yg sedang dibangun. #peace

Ulil Abshor
Salah tgl check in. Spt jutaan warga NU lain, sy jg ingin tabarukan dg datang lgsg ke acara di stadion Delta. 4 hr sblm hari H hunting hotel yg dkt venue. Buka 3 aplikasi sekaligus, 2 app full dan yg 1 msh ada kamar. Alhmdllh jarak hotel hny 500m dari stadion. Sebuah hotel di kompleks sebuah mall. Tgl 6 jam 11.45 kereta sy brgkt dari kediri. Nyampe kts, krn kepala kereta hrs di oper, sy pergunakan buat cek kamar yg sudah sy order. LOH! Sy salah tgl. Check in di hotel tsb tgl 5. Ya Alloh piye iki. Trlanjur ajak bpk yg sudah sepuh. Nyari2 hotel dkt stadion smw full. Klpun ada, hny tersisa re**orz. Itupun hrgny melambung ngeri. Makin panik. Akhirny keyword sy ubah jd sidoarjo. Dan dpt hotel lmyn nyaman. Lokasi strategis tepat di pintu keluar terminal Bungur. Saat buka jendela kamar, pemandangan bus2 berbagai jurusan sedang antri keluar. Senang saja lihat bus2 dan calon penumpang. Jam 00.30 kami brgkt ke stadion delta dg memesan ojek online motor. Ga berani pesan mobil krn sblmny ada himbauan jgn pake mobil. Bnyk jln d tutup. Kl bawa mobil jd kurang lincah. Perjalanan lancar dari hotel. Sampai akhirny mendekati venue kendaraan mulai menumpuk. Tp utk motor msh bisa meliuk2 jalan. Perjuangan motor ojek sy akhirny terhenti di sebuah POM bensin. Kami dh ga mgkn lg naik motor. Mas driverny sambat nyari jln balik. Sy dan bpk turun di situ. Jalan mengikuti org2 melewati bus2 dan kendaraan lain yg berhenti. Sepanjang jln sy lihat bnyk yg kekuar dari bus dan menikmati makanan dan minuman.

Kz It is
NU online tampilannya bagus. Aplikasi kumplit. Semua wirid sepertinya ada beserta text terjemah. Begitu juga Maulid, dan Al-Quran. Bahkan Dalail Khairot, Maroko. Kecuali hidzib magribi dan jaljalut hehe. Tidak heran kalau Maroko pada Piala Dunia beberapa waktu lalu namanya bersinur. Menginstal aplikasi lain tentu ada ketakutan tersendiri. Terutama kalau-kalau hurufnya di ganti. Terjemahannya di ganti. Siapa yang tau. Kedepan sepertinya perlu ada pengelompokan untuk bab wirid ini. Misalnya, bab wirid untuk banser, dst. Tapi yang paling menarik dari aplikasi NU online pas tak install adanya foto guru sekumpul. Padahal sudah rencana tak unistall setelah coba tak install, tapi nggk jadi.

Amat K.
Samvah-samvah sudah dibersihkan oleh pasukan semut. Jumlah mereka ribuan. Beres. Sekarang, lanjutkan lagi fikih peradaban.

thamrindahlan
Liputan Abah gagal sepanggung dengan Habib Syech menjadi catatan harian paling mengenaskan. Ratusan ribu bahkan jutaan umat mendambakan ingin selalu hadir di Acara Salam dan Shalawat Rasulullah Nabi Muhammad SAW dipimpin Habib Syech. Perihal Banser jadi lupa apa kepanjangannya. Semoga Bapak Erick Thohir mampu mendudukan sesuatu pada tempat duduk yang pantas dan bermanfaat bagi kemaslahatan Nahdiyin dan Rakyat Indonesia Raya. Salamsalaman.

Leong putu
Sebagai sebuah negara, Indonesia termasuk negara (sok) kaya. Membangun apa pun (pasti) jadi. Asal telah disetujui “wakil” rakyat. Uangnya ada. Banyak contohnya, mulai dari Bandara baru, jalan Tol baru, stadion baru, jalur kereta cepat baru sampai IKN baru. Yang memperihatinkan adalah pemeliharaan. Bagaimana kita menghargai apa yang telah ada, merawatnya, menjaga agar berfungsi maksimal dalam jangka waktu yg diharapkan. Banyak contoh sarana dan prasarana yang dibangun (terlihat) begitu megahnya, namun belum hitungan tahun sudah tampak lusuh. Tak terawat. Satu contoh : JPO. Setelah acara di Sidoarjo ini, saya teringat kembali akan hal tsb. Bagaimana taman kota yang dibuat indah, disiram tiap pagi. Hancur dalam satu hari, karena terinjak ( bukan diinjak) oknum yang banyak. Sedih, geram dan marah jadi satu. Untung Bupati Sidoarjo bukan Bu Risma. Kalau beliau yang jadi bupatinya saya takut membayangkan, Microphone di.panggung utama akan direbutnyi seraya berteriak :” Jiancuuuuuk tanduran ku ojo diidek-idek cuuuuk”. —–Tamat—- … #efek berbalas komen dg Om Budi utomo. Jadi ketularan duarius.

Rihlatul Ulfa
Kasian Abah melihat komentar2 dari para komentator pagi ini, 70 persen isinya ‘ngeledek Abah’ hahaha. ada yg bilang tabungan udh banyak, harusnya pake taxi drone, ada yg bilang makanya lihat maps dulu, biar tahu jalan yg mau dilalui lancar atau macet, ada yg ngeledek Abah kurang ide padahal banyak uangnya. wkwkwk hiburan komentar2 seperti itu yg juga membuat saya turut menertawai Abah.

Lagarenze 1301
Wkwkwk…. Saya jadi kepikiran, kok undangan VVIP lainnya bisa hadir di lokasi tepat waktu? Bahkan, begitu banyak nahdliyin yang bukan tamu VVIP juga bisa hadir. Mungkin karena mereka lebih “niat”…. (ampuuun, Pak Dis)

Kg Adna
Penulis Disway: “Besok, genap lima tahun saya menulis di Disway. Setiap hari. Tanpa absen satu hari pun.” —Baru lima tahun Bah…yang dua periode (sepuluh tahun) banyak. Bahkan kalau gairah dan staminanya tinggi, masih berminat untuk lanjut hingga tahun ke-15 lho Bah… Penulis Disway : Pun ketika saya di pedalaman Amerika. Atau Tiongkok. Atau India. Atau Pakistan. Atau pun ketika sedang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19. —itu semua bukan tempat terlarang (haram) untuk menulis. Kurang ciamik buat Abah kalau hanya untuk menunjukkan kehebatan Abah sebagai penulis. Penulis Disway : Anda pun sudah hafal gaya tulisan saya. Mungkin anda sudah bosan. Atau terganggu. Atau ketagihan. —emmm…yah. cukup mengerti tapi tidak sampai hafal. Kalau terganggu kayaknya enggak. Beberapa orang yang dirugikan oleh tulisan Abah mungkin ada yaitu orang-orang yang namanya disebut dalam tulisan. Tapi buat para komentator dan para cucuk lampah, pengikut, penjilat dll rasanya Abah tidak pernah mengganggu. Penulis Disway : Mulailah muncul komentar-komentar yang isinya seperti masakan Thailand: pedas, kecut, renyah, gurih, hambar jadi satu. —Rasa seperti itu mewarnai tulisan Abah dari dulu. Penulis Disway : Dan yang paling menghibur ini : banyak komentar yang lucunya m3mbuat saya tertawa sendiri. Pun dengan penumpang sebelah saat di dalam pesawat. —yang lucu buat Abah, juga lucu buat saya dan yang lain. Sepertinya.

Pryadi Satriana
Saya ‘tawakal’ (baca: saya ‘berserah diri sepenuhnya kepada Allah’) … Apa boleh buat (baca: saya ‘nggrundhel’). ‘Tawakal’ bisa dipakai dg ‘Apa boleh buat’? Yang pakai bergelar ‘Prof. Dr.’? Sudah diberi undangan VVIP – ndhak ‘diundang online’ pakai diundi – ndhak keliatan batang hidungnya di acara, ndhak tau arti VVIP, ‘sangat sangat dipentingkan oleh yg mengundang’? ‘Tawakal’ di-‘glethakno’ di jalan tol oleh ‘Yang Di Atas’? Cuma bisa bilang ‘Apa boleh buat’? Bisa nulis CHDI 5 th tanpa jeda ndhak bisa menghadiri undangan? Merasa orang penting? Karena disebut ‘Raja Media’? Mantan menteri BUMN? Bergelar Prof. Dr.? Sering menguji ujian doktor? Sampai pun ‘cerita’ di CHDI? Sering memberi kuliah umum di banyak perguruan tinggi? Pun diceritakan di CHDI? Apa ‘kejadian’ ini semacam ‘pengingat’? Bahwa MERASA JADI ORANG PENTING bisa ‘menyepelekan orang lain’/’saran orang lain’/’acara orang lain’ tanpa menyadarinya? Apa hikmah kejadian ini? Hanya Pak Dahlan Iskan yang tahu. Salam. Rahayu.

Kg Adna
EDISI 5 TAHUN Penulis Disway : Suasana sarasehan para “Perusuh” Disway dengan Dahlan Iskan di kampung Agrinek, Cikeusik, Pandeglang, Banten, 31 Desember 2022. -Raka Denny for Disway- berarti pembaca Disway sudah pada tingkat tidak layak didikte. —Anak TK pun sebenarnya jangan diajari dengan cara didikte. Penulis Disway : Terutama oleh opini saya. Berarti Anda dengan latar belakang seperti itu adalah orang-orang yang berpikir sangat independen. Berarti sudah waktunya saya merenungkan suara-suara di komentar Disway. Terutama suara ini: berikanlah wadah ekspresi bagi pembaca. Diwadahi hanya di kolom komentar tidak lagi memadai. Saya serius sekali memperhatikan suara itu. —suara-suara yang minta wadah ekspresi adalah suara-suara biasa. Karena hak berekspresi adalah hak siapa saja. Penulis Disway : Maka mulai terbitan 9 Februari ini, akan ada rubrik baru di Disway: ekspresi pembaca. —Yang serius di sini: apakah Abah akan menyelinap lalu kabur di balik munculnya rubrik opini ini, dengan berhenti menulis rutin setiap hari?

Leong putu
Dengan pakaian seperti itu, pak Bos DI terlihat keren. Akan lebih keren lagi kalau di jari tangan kanan memakai cincin akik sebesar setengah bola bekel warna merah. Jari tangan kanan memakai cincin akik setengah bola bekel warna hijau. Pergelangan tangan memakai gelang kayu hitam yang melilit seperti ular itu. Lebih sip kalau sekalian membawa tongkat model pegangan payung (melengkung) …. #edisi nasehat.

Kg Adna
EDISI 5 TAHUN Penulis Disway : Suasana sarasehan para “Perusuh” Disway dengan Dahlan Iskan di kampung Agrinek, Cikeusik, Pandeglang, Banten, 31 Desember 2022. -Raka Denny for Disway- berarti pembaca Disway sudah pada tingkat tidak layak didikte. —Anak TK pun sebenarnya jangan diajari dengan cara didikte. Penulis Disway : Terutama oleh opini saya. Berarti Anda dengan latar belakang seperti itu adalah orang-orang yang berpikir sangat independen. Berarti sudah waktunya saya merenungkan suara-suara di komentar Disway. Terutama suara ini: berikanlah wadah ekspresi bagi pembaca. Diwadahi hanya di kolom komentar tidak lagi memadai. Saya serius sekali memperhatikan suara itu. —suara-suara yang minta wadah ekspresi adalah suara-suara biasa. Karena hak berekspresi adalah hak siapa saja. Penulis Disway : Maka mulai terbitan 9 Februari ini, akan ada rubrik baru di Disway: ekspresi pembaca. —Yang serius di sini: apakah Abah akan menyelinap lalu kabur di balik munculnya rubrik opini ini, dengan berhenti menulis rutin setiap hari?

Liam Then
Ngarangnya on the spot, karena memang sudah sering jadi pikiran dari dulu, jadi enak saja, apa adanya kepikiran tinggal di ketik. Makanya banyak yang salah. Hahaha. Pertama A Peng pusing. Kok terakhir malah bilang sudah riset satu tahun. Semoga di maklumi, saya bukan penulis, kuliah pun D3 tak tamat. Cuma saya memang dari kecil suka membaca.Apa saja saya baca. Levelnya ketagihan membacanya sudah sampai level begini, di Taiwan dulu waktu jadi TKI karena semua bacaan huruf china, begitu ketemu koran berbahasa Inggris disana, senangnya minta ampun, walau bahasa inggris pas-pasan.Akibatnya penguasaan pasif makin bagus.

ALI FAUZI
Pada acara peringatan Satu Abad NU di Sidoarjo, Selasa (7/2), tampak betul kekuatan slogan “mati urip nderek kyai” yang cukup kental di kalangan santri. Semoga yang hadir, termasuk yang terjebak di jalanan di luar Stadion Sidoarjo, mendapatkam berkah –seperti yang mereka harapkan melalui slogan tersebut.

imau compo
Pagi-pagi mau komentar. Boro-boro komentar, lagi enak-enak baca CHDI tetiba aplikasinya nutup, seperti tekan tombol back. Berkali-kali. Jadi ingat Bli Leong Putu, aplikasinya seperti laki-laki salah minum jamu, pengin strong keseduh daun putri malu. Dengar kokok ayam saja langsung mati. Perusuh sejatinya punya DNA complain, tapi ingat partisi yg coba dibangun Pak DI yg bernama camp akhir tahun. Tidak ingin proyek ini gagal dalam melunakkan hati perusuh. Malahan perusuhnya dibuatkan WAG. Hasrat complain juga pudar ingat nasib Kang Riki Gana yg konon hanya bisa baca. Ya sudah…CHDI bebas berekspresi, bebas delivery.

yea aina
Insyaa Allah besok 9 Februari 2023, ultah Disway ke 5. Hari ini tulisan CHD masih terkait harlah NU ke 100. Kalau NU mewacanakan fikih peradaban, maka CHD Disway membuka rubrik baru: Perusway. Lebih muda kalah umur, tak mau kalah inovasi. #isikomenkosong

Johannes Kitono
Apeng 78 T. Chd 06/08/2022 dengan judul Rp.7,88 T menghimbau Apeng alias Surya Darmadi pemilik Darma Group untuk segera pulang ke Indonesia.Gegara alih fungsi hutan 37.000 ha jadi lahan Sawit di Indragiri Hilir dituduh merugikan negara sebesar Rp.78,8 T. Apeng ternyata pulang dan bersama kuasa hukum langsung lapor ke Kejagung. Dan JPU mungkin nyontek CHD dan menuntut Apeng dengan pidana seumur hidup dan tambah denda 73,9 T. Dengan alasan terjadi kerugian negara karena sudah 40 tahun hutan dijadi lahan sawit. Ironisnya, justru komoditi sawit yang sudah menciptakan lapangan kerja dan devisa dituduh merugikan negara.Gubernur yang terima uang admin Rp.3 mily dihukum 1 tahun penjara dan Bupati juga kena 10 th dan denda Rp.1 mily. Apeng tentu kecewa dan marah dituduh Mega Koruptor dan melakukan pencucian uang.Pengusaha shio Naga itu justru berani kembali dari Taiwan dengan harapan bisa mencari solusi atas masalahnya.Konon, pelanggaran yang dilakukan adalah tidak bayar Dana Reboisasi dan PSHD. Pola kemitraan inti plasma ikut dijadikan tuduhan. Pada hal waktu itu ( 2014 ) belum ada kewajiban.Dan UU kan tidak bisa berlaku surut. Biarpun sangat kecewa Apeng masih sempat kasih kiat bgmn elunaskan utang negara.” Tangkap saja100 pengusaha, cari kesalahannya dan kasih hukuman denda 75 T. Langsung lunas hutang negara Rp 7.300 T. “, kesal Apeng yang didampingi Juniver Girsang, kuasa hukumnya.Kalau itu terjadi devisa bertambah dan Kejagung jadi DC terbesar didunia.Malu or bangga.

Udin Salemo

#everyday_berpantun Di Malaysia ada cerita Pak Man Telo/ Seorang master ponzi di zamannya/ Hari ini terasa adem di Gorontalo Matahari tak seganas biasanya Kalau tuan pergi ke Solok/ Jangan lupa membeli beras/ Jika tuan suka mengolok/ Tunggulah pembalasan yang keras/ Kelapa puan berpuluh-puluh/ Mau dibawa ke Surabaya/ Kalau gajian lewat tanggal sepuluh/ Namanya tuan menyiksa saya/ #derita_orang_gajian

Leong putu
Memang orang tua yang ngaku banyak salah namun tabungannya gak sedikit itu selalu begitu. Mau terdampar, tersesat, Hp ilang, obat ketinggalan sampai terjebak macet pun kelakuannya tetap sama. Santai, pamer dan juga setengah ngece. Mungkin dalam hatinya Ia berkata :”sak sara – sara urip ku, tas sik pancet penak Pry…wkwkwk”. (Ketawanya pun pakai wkwkwk…) …. #edisikompor #kompormbleduk

Liáng – βιολί ζήτα
Comment-nya Mbah Pry koq melebar terlalu jauh ya. Diksi yang dipakai Abah DI wajar koq. Abah DI menuliskan “SAYA tawakal di tengah jalan tol.” Tawakal karena no way out, tidak ada pilihan lain, ya sudah menerima dan menjalani apa yang sedang terjadi, whatever will be will be. Disambung dengan “Apa boleh buat.” lebih merefleksikan penyesalan Abah DI sendiri, seolah-olah Abah DI menyalahkan diri sendiri “kenapa tidak diantisipasi kemungkinan macet parah seperti ini dan berangkat lebih awal atau bahkan sudah berada dan menginap di Sidoarjo sehari sebelumnya”. Tidak ada seorangpun yang sempurna, hal yang dialami Abah DI, kita semua pernah mengalaminya juga. Akan lebih bijaksana ketika kita mengkritisi kejadian tertentu yang dialami orang lain tanpa harus mengaitkan dengan hal-hal lain yang tidak ada hubungannya secara langsung. “ngono yo ngono… ojo ngono, Mbah Pry” Sehat selalu Mbah Pry. Terimakasih.

Kg Adna
EDISI 5 TAHUN Penulis Disway : Sampai-sampai saya sering terpikir: akan saya coba Disway terbit tanpa tulisan saya. Atau hanya berisi judul saja, tanpa isi. Pasti tidak ada yang terasa hilang. Toh banyak pembaca yang memulai membaca Disway dari komentarnya dulu. Ini penghinaan yang jujur sebenarnya. Tapi kalau faktanya begitu maka saya tidak bisa mengenakan pasal penghinaan. Penghinaan yang benar adalah kebenaran. Maka pasal yang harus dikenakan bukanlah pasal penghinaan tapi pasal introspeksi. —kata terakhir adalah kunci: in… tro.. spek.. si.. Apakah perlu masuk periode lima tahun kedua CHD, kalau hasilnya ya hanya seperti ini? Hanya menjadi media penghiburan beberapa detik dalam sehari. Tidak bisa menyelesaikan masalah perusahaan energi yang menguras energi… Penulis Disway : Dari pertemuan “Perusuh” Disway di Agrinex, Banten Selatan, tutup tahun lalu saya pun sadar: level pembaca Disway ternyata begitu tingginya. Tanpa pertemuan itu sebenarnya sudah bisa diketahui: dari membaca kualitas komentar di Disway. Pertemuan Agrinex hanyalah konfirmasi belaka. —Sangat sulit menemukan komentar tidak lucu dalam media online dan medsos apapun di negeri anakonda kita. Rakyat Indonesia memang jago-jago. Yang tidak jago konon pejabatnya saja. Kecuali pas Abah jadi pejabat.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Abad Banser

KEMPALAN: SAYA tawakal di tengah jalan tol. Apa boleh buat. Harapan bisa satu panggung lagi bersama Habib Syech, kemarin pagi, kandas. Saya pun hanya bisa mengikuti puncak acara Hari Lahir ke satu abad Nahdlatul Ulama dari layar handphone di dalam mobil.

Dalam keadaan normal jarak rumah saya ke Qstadion Sidoarjo itu 20 menit. Lewat tol. Kalau saya berangkat 04.15 (habis Subuh) mestinya sempat ikut salawatan bersama Habib Syech pukul 05.00.

Begitu masuk pintu tol Waru, kendaraan sudah padat. Lalu berhenti total sekitar 3 km dari rest area Sidoarjo.

Di depan saya terlihat mobil pakai sirine. Tidak ada gunanya. Di belakang saya juga ada mobil bersirine. Tidak berkutik. Penumpang di mobil depan saya turun: seorang jenderal bintang satu. Ia putuskan untuk meninggalkan mobil: jalan kaki.

Saya pun ingin memutuskan hal yang sama: toh tinggal sekitar 6 km lagi. Dengan jalan cepat, bisa ditempuh dalam satu jam. Jam sudah 06.00 bisa tiba di stadion. Toh acara intinya jam 07.00.

Saya tidak mungkin meninggalkan mobil. Kalau saja yang  mengemudikan mobil Kang Sahidin saya bisa lakukan itu. Tapi yang memegang kemudi kemarin adalah Dirut Harian Disway, Tomy C. Gutomo. Tidak mungkin saya tinggalkannya sendirian.

Toh saya hanya undangan biasa, meski ada stempel VVIP. Saya bukan petugas keamanan atau petugas acara. Saya harus menerima keadaan apa adanya. Toh tidak sendirian. Berpuluh-puluh bus juga berhenti total di jalan tol ini. Sampai berjajar tiga. Banyak penumpangnya turun. Duduk-duduk di bawah pohon di dekat pagar jalan tol.

Saya juga turun dari mobil: menghilangkan penat. Di situ, di tengah jalan tol itu, bertemu banyak pengurus wilayah dari berbagai daerah. Juga bertemu warga NU dari berbagai cabang dan ranting: Trenggalek, Ngawi, Ponorogo, Bojonegoro, Lamongan, Tuban….

Saya lihat ada taksi di tengah lautan mobil macet itu. Alangkah mahalnya ongkos taksi itu nanti. Argo jalan terus. Sudah dua jam. Masih ada tiga atau empat jam lagi.

Pak Tomy menawari penumpangnya masuk ke mobil kami. Bisa. Mau. Ternyata dua orang Wakil Ketua PW NU Kaltim. Mereka kirim 200 Banser ke Sidoarjo: naik kapal laut.

Ketika Wapres KH Ma’ruf Amin membaca doa penutupan: kami masih di tengah jalan tol yang sama. Satu jam kemudian jalur paling kanan tol itu bisa bergerak. Pelan-pelan kami bisa sampai pintu keluar tol di dekat stadion. Tapi pintu itu ditutup. Kami harus melaju ke arah Porong/Malang.

Kami pun meninggalkan Sidoarjo tanpa mampir stadion. Toh acara sudah selesai. Toh saya sudah bisa mengikuti seluruh acara lewat HP. Memang layar HP itu kecil sekali. Atraksi Banser yang paling saya tunggu tidak tergambar terlalu jelas.

Yang terdengar sangat jelas adalah pidato ketua panitia satu abad NU: Menteri BUMN Erick Thohir. Dengan baju Bansernya. Ia memang anggota Banser. Anggota beneran. Banser besertifikat. Bagi saya yang paling menarik adalah bagian akhir pidatonya: satu kalimat itu. Yang Anda juga pasti mengingat kalimat itu dan memperhatikan.

Tentu saya juga memperhatikan Ibu Megawati Sukarnoputri. Yang wajahnya sering tampil di layar. Yang kali ini, tumben, tidak pakai kerudung sama sekali.

Saya tidak bisa menebak makna ekspresi wajah Ibu Megawati Sukarnoputri kemarin pagi. Yakni saat beliau menyaksikan 12.000 personil Banser in action di stadion itu.

Ibu Mega, sebagai ketua umum PDI Perjuangan juga dikenal punya pasukan Merah-Hitam. Yang juga disebut Satgas Banteng. Saya pun berdoa di dalam hati: semoga Banser in action ini tidak menggerakkan hati Ibu Mega untuk juga mengadakan apel besar Satgas Banteng. Toh belum ada momentum 100 tahun.

Atraksi Banser memang terlihat sangat dominan di acara puncak satu abad NU ini. Mungkin penampilan Banser inilah yang paling diingat dari Satu Abad NU.

Urutan kedua: sosok yang membaca Alquran di awal acara. Bacaannya, lagunya dan kemerduan suaranya hebat sekali: Sayyid Zulfikar Basyaiban. Orang Sidoarjo.

Stadion ini terlalu kecil untuk perhelatan begitu besar. Kalau hanya dilihat di dalam stadion kesannya: kurang massal. Tribun keliling itu terlihat tidak banyak orang. Padahal sudah terisi penuh. Seandainya antara tribun dan pasukan Banser itu dibolehkan diisi 10.000 Nahdliyin kesan massalnya akan kuat.

Padahal di luar stadion itu setidaknya ada 1 juta orang. Warga Nahdliyin dari segala penjuru. Mereka tidak terjangkau oleh kamera di dalam stadion. Untung kamera juga tidak bisa menjangkau banyaknya sampah yang berserakan.

Presiden Jokowi menyampaikan pidato yang pendek. Mungkin Pak Jokowi ikut merasakan matahari sudah kian menyengat. Tentu saya juga menunggu acara paling penting di mata saya: Fikih Peradaban. Yakni laporan hasil Muktamar I Fikih Peradaban (lihat Disway 4 Februari 2023). Ternyata hasil Muktamar itu dibacakan oleh dua orang: kiai cum penyair KH Mustofa Bisri dan Yenny Wahid. Kiai Mustofa Bisri membacakan versi bahasa Arabnya, Mbak Yenny membaca versi bahasa Indonesia.

Cara penyampaian seperti itu rasanya karena PBNU ingin hasil Muktamar Fikih Peradaban itu harus dipahami juga oleh dunia Islam di Timur Tengah.

Saya pun keluar dari tol di exit Tanggulangin. Lalu sebelum masuk kota Sidoarjo saya belok ke timur. Ke arah jalan lingkar timur Sidoarjo. Tembus di bundaran Aloha. Saya pun sampai rumah lagi pukul 12.00.

Saya hitung, 8 jam saya di dalam mobil kemarin pagi itu. Saya gagal masuk acara satu abad NU, tapi saya simpan undangan VVIP itu. (*)

Komentar Pilihan Disway
Edisi 7 Februari 2023: Bakar 1.500 T

alasroban

Meletus balon hijau dar Terbakar balon Hindenburg,… Tehnik merampok nan canggih & kedjam

bagus aryo sutikno

Pagi ini kekayaanku turun Rp 8.000,- tersebab makan nasi pecel iwak kali. Jan nyamleng tenan. Walau kekayaan turun tapi perut kenyang. #bang Mirza tanpa WAINI kok kurang menggigit yaa.

Komentator Spesialis

Di era PM narendra modi ini, India menjadi tempat yang berbahaya buat muslim. Berbagai tindak pelanggaran HAM terhadap ummat Islam dibiarkan terjadi. Dari 1.35 milyar, penduduk Islam hanya 13% saja. Memang banyak secara jumlah. Tetapi tetap statusnya minoritas. Diyakini modi dipilih karena memainkan isu anti Islam, didukung Bharatiya Janata Party (BJP) yang diduga anti Islam. Hal yang sama terjadi di Myanmar saat dibawah pemerintahan aung san suu kyi saat menindas muslim Rohingya. Alhamdulillah tak lama kemudian dia di kudeta.

Purnomo Inzaghi

Politisi dan konglomerat, konglomerat dan politisi… mau di bolak balik, dua orang ini selalu berhubungan dekat. Saling tidak mengaku, itu wajar… kedekatan mereka ibarat anak ABG baru jatuh cinta, malu tapi mau, mau tapi malu. Politisi butuh konglomerat, konglomerat butuh politisi klop kayak “tumbu ketemu tutup” (pepatah jawa). Kasus Grup Adani ini kok menurut saya mirip mirip kasus Bank Century ya? heboh, ramai, meledak lalu lenyap. Narendra Modi orang kuat, paling berkuasa di India, mungkinkah dia akan men “century” kan kasus Adani? sruput kopi dulu sambil nonton film India…hehe

imau compo

Ingat waktu itu, sekitar 2014, di Ahmadebad. Mitra kerja saya, seorang Sikh tapi tidak berjilbab di kepalanya, membanggakan calon PM Narendra Modi, dengan kata-kata young, bachelor…dstnya tentang kehebatan dan kebaikan Modi. Setelah terpilih, saya cermati lagi umurnya, seingat saya waktu itu di atas 60 tahun. Terserahlah, definisi muda utk setiap orang mungkin beda. Berita gembira untuk Kang Aat, jomblo sampai 60 tahun bisa jadi PM. Sedihnya, kebaikan yg dikampanyekan tidak terbukti, setelah Modi jadi PM lahir UU anti Islam. Tidak pernah orang India serasis sekarang, meskipun thd Syahrukh Khan tidak, film terbarunya mencatatkan rekor.

Liáng – βιολί ζήτα

Brunei Darussalam. Ada negara-negara kecil di dunia yang tidak memiliki pasar modal, seperti Liechtenstein, Monako, Kepulauan Solomon, dlsb. Ada juga negara-negara ter-isolasi sehingga mereka tidak memiliki pasar modal, seperti Korea Utara dan Kuba. Negara-negara yang belum begitu lama merdeka juga ada yang belum memiliki pasar modal, seperti Sudan Selatan dan Timor Leste. Bagaimana dengan Brunei Darussalam ?? Walaupun negara kecil tetapi sangat kaya, dan pada umumnya orang-orang yang memiliki kekayaan (kelebihan dana) akan meng-investasi-kannya di pasar modal. Sepertinya Pemerintah Brunei Darussalam insist dengan prinsipnya bahwa Brunei Darussalam “tidak perlu dan tidak membutuhkan pasar modal”. Karena tujuan pasar modal adalah sebagai sarana perusahaan untuk memperoleh dana segar dalam rangka ekspansi usahanya. Sedangkan di Brunei Darussalam semua pihak sudah kaya, juga perusahaan-perusahaan yang ada di sana. Pemerintah Brunei Darussalam mempunyai perhitungan sendiri, bahwa perusahaan-perusahaan yang ada di sana dianggap memiliki modal sendiri yang lebih dari cukup untuk ekspansi.

Udin Salemo

Kalau niat sudah gak baik akan berakhir dengan kenestapaan. Persis seperti yang mandor mang Udin (bukan Udin Salemo) alami di tempat kerja now. Saya yakin para pemimpin contractor tempat mang Udin kerja niat awalnya gak baik. Masa ,sih, pekerjaan sudah berjalan selama empat bulan baru mencapai target 25% dari rencana 61%? Saya bilang ke mang Udin itu pemilik contractor gak punya duit untuk melanjutkan pekerjaannya. Kata mang Udin awal pekerjaan contractor diberi dp 15%. Lalu setiap pengajuan termin progress selalu dibayar oleh owner. Wow, di jaman ini sulit begini masih ada yang berani ngasih dp untuk memulai pekerjaan konstruksi. Sugoooiii… “Jika sistem pembayaran skbdn diberlakukan di proyek yang kamu kerjakan, gak bakalan berani tuh bossmu ambil pekerjaan itu,” kata saya kepada mang Udin. Mang Udin lagi galau mau lanjut kerja di tempat sekarang atau kembali ke usaha yang dulu: jualan nasi goreng keliling. Pesan saya ke mang Udin, “lebih baik jadi raja di kerajaan sendiri daripada jadi panglima di kerajaan besar.” Lalu saya bilang juga, tirulah salah seorang pemilik jawa pos grup (anda sudah tahu) yang berjuang bertungkus-lumus membesarkan perusahaannya. Lalu setelah perusahaan menggurita beliau “rela” meninggalkannya. Mang Udin lalu menjawab, “Lho, Uda Udin Salemo kok masih betah jadi orang gajian?” Saya speechless.

Leong putu

Dari ujung lari ke ujung / Tiba di ujung malah kecemplung / Niat hati cari banyak untung / Apalah daya yang didapat malah buntung / … 365_mantun buntung

Jimmy Marta

Untuk berimbang nya, gk salah kalau pandangan kita arahkan ke Hindenburg Researh juga. Lembaga riset mestinya independen. Melakukan penelitian bebas kepentingan dg metode yg ilmiah. Untuk kepentingan publik. Nyatanya HR mengaku punya saham di Adani grup. Jangan2 HR pun dah IPO juga. Mungkinkah ada persaingan di bursa dan teknik mendapat saham murah..? HR pastilah lembaga yg bereputasi internasional. Proses riset nya mestinya pakai prinsip, teori dan prakek keuangan yg lazim. Bukan riset2an model survey balon putih. Diakui Cina itu miliknya, tp siapa yg tahu misinya apa..!. Meriset dan punya saham di tempat yg diriset, bisa diduga punya misi ganda. Satu sisi ingin membongkar praktek licik perusahaan, demi menyelamatkan investasinya. Disisi lain juga bisa digunakan untuk mengeruk keuntungan. Kata ahli persahaman, jika anda punya dana “aman”, belilah saham yg anjlok kedasar laut. Biarkan waktu berjalan. Anda jgn mikir kapan terima pembagian deviden. Harga dasar jurang itu adalah nilai aset sebenarnya. Jk pailitpun anda masih bisa berharap ada yg kembali. #komentatorsahamamatiran..

mz arifinuz

Di fatwa DSN-MUI no 135/V/2020, ada kaidah: al-balwa & al-katsrah wa al-qillah wa al-ghalabah, boleh bertransaksi saham dg syarat2: Total utang yg berbasis bunga dibanding dg total aset tak lebih dari 45%. Total pendapatan tak halal dibanding dg total pendapatan usaha & pendapatan lain2 tak lebih dari 10%.

imau compo

Saya punya kenalan, doktor ekonomi lulusan Australia. Bekerja di bidang saham, sampai tahun 2008, terjadi turbulensi ekonomi, yg bekerja di saham begitu mudahnya ngumpulin uang, seperti ngumpulin durian di hutan Kalimantan waktu masih ada hutan. Justru ini yg bikin dia terguncang, dapat uang kok mudah bangat? Dia tinggalkan…. Sebaliknya berkali-kali saya mempertanyakan kehalalan pasar saham, teman saya yg lain selalu bisa jawab. Jawaban pertama, sudah ada fatwa MUI, katanya. Itu kan metoda cari modal usaha. Saya tanya lagi, mereka bukan mau investasi nunggu deviden, dia jawab lagi, pasar saham seperti sajam atau pistol, netral, bisa dipakai bunuh 6FPI, bisa juga utk belah durian. Halah! Seribu pertanyaan saya sdh tersedia seribu satu jawabannya. Halal!

Movie Malang

“binal, kronologi mama muda cabuli belasan anak..” “bukan hanya cabul dan haus seks, ini 4 fakta ibu muda cabuli..” “nafsu liar ibu muda pelaku pelecehan..” “beredar wajah tampak tersangka pelecehan tampak cantik dan alim..” “bakar 1.500 t” 4 dari 5 artikel terpopuler di disway hari ini, judulnya penuh dengan kata binal. mohon sedikit kebijakan dari abah mengingat yang baca artikel disway bukan cuma orang dewasa tapi saya temui anak2 tahun pertama SMA juga pada baca. judul2 artikel seperti di atas bisa mengalihkan perhatian mereka yang awalnya niatnya ingin mendapatkan manfaat dari baca artikelnya abah. terima kasih

Komentator Spesialis

Ambruknya saham Adani tak lepas dari aksi short selling. Setahu saya aksi short selling tidak bisa dilakukan di IDX. Saham Adani diperdagangkan di NYSE, syurganya short selling. Bursa saham itu bisa jadi syurga pencetak uang, sebaliknya bisa juga jadi pembakar uang. Sekitar 25 tahunan yll. saya pemain bursa saham. Bukan di sini. Tapi di sono, nggak perlu saya sebutkan. Akun saya bisa trading di hampir semua bursa saham. Dari Nasdaq, Dow sampai JSE. Saya pernah “mandi” uang sehari sekitar Rp 250 jutaan dengan melakukan rush buying untuk saham IPO yang cornered. Cornered ini untuk sebutan saham yang jumlah saham yang diperdagangkan terbatas. Jadi bisa naik gila gilaan kalau kita rush buying. Pernah juga untung besar dari aksi short selling. SetTaidaknya puluhan juta sehari. Tapi pernah juga zonk yang luar biasa tahin 2008 saat Lehman Brothers ambrol. Padahal jam 9 nan malam opening Dow, saham saya naik. Lupa nggak set selling target, besoknya merah menyala semua.

Jimmy Marta

Kita ikut berduka terhadap bencana gempa di Turkiye. Gempa magnitudo 7,8 SR yg berpusat di kota Gaziantep Turki juga meluluh lantakkan Aleppo dan izlib di Suriah. Sampai siang ini korban tewas lebih 3800 jiwa. Menurut perkiraan badan geologi Amerika USGS, korban mungkin mencapai 10ribuan. Berdasarkan pemodelan yg dibuat usgs, dari bentuk patahan, kedalaman dan lokasi gempa (jalur patahan anatolya yg mematikan) ini tragedi yg buruk. Wilayah dg infrastruktur bangunan yg rapuh dan musim dingin yg membekukan, pertolongan sangat sulit dilakukan. Pemerintahan Erdogan sudah menetapkan bencana ini masuk level 4. Bantuan Internasional bisa segera ikut masuk menangulangi. Innalillahi wainna ilaihi rajiun.

Komentator Spesialis

Nyamannya short selling. Ini cerita 25 tahunan lalu. Giman nggak nyaman, saat market turun, kita bisa jual dulu saham yang tidak kita miliki, lalu membelinya di harga terendah yang kita mau. Selisih harga tsb. jadi keuntungan kita, tanpa keluar duit seperpun. Di Singapura dulu, SGX memberi kesempatan 7 hari untuk short selling. Jadi untuk membeli saham yang kita jual duluan tadi, ditunggu turunnya sampai 7 hari. Kalau turun duit buat kita, kalau naik kita harus keluarkan duit tentunya. Tetapi kalau tidak salah masa tenggang tsb. diperpendek jadi 3 hari. Entah mungkin kalau sekarang harus di hari yang sama. Pernah kejadian, nggak sampai 7 hari saham kena gembok. Lebih dari 7 hari. Kontan para pelaku perdagangan saham celingukan, wkwkwk….

Budi Utomo

Bung Mirza terima kasih atas informasinya. Saya sudah baca sekilas (baca cepat) laporan Hindenburg Research yang puanjaaang sekali itu. Intinya Adani melakukan insider trading terutama via 38 offshore shell entities dari Mauritius. Yang dikomandoi Vinod Adani kakak lelaki Gautam Adani. Lebih kurang begitu resume tersingkatnya.

Mirza Mirwan

Bagi yang penasaran kenapa saham Adani Group bisa ancur-ancuran, tengoklah website Hindenburgresearch.com. Laporan lembaga riset yang didirikan Nathan Anderson tanggal 24 Januari 2023 yang jadi pemicunya. Sepulang Dhuhuran dari masjid tadi saya baca laporan itu, “Adani Group: How The World’s 3rd Richest Man Is Pulling The Largest Con in Corporate History” — Adani Grup: Bagaimana orang terkaya ke-3 di dunia melakukan penipuan terbesar dalam sejarah perusahaan. Laporan itu, konon, hasil riset selama dua tahun. Sayangnya saya ada “pekerjaan”, jadi tak punya waktu untuk membuat resume laporan itu. Jadi silakan dibaca sendiri.

Liam Then

A Peng dan A Mei Part 4 “Harus jalan”!! Begitu tekad A Peng semakin kuat , ketika ia kembali memandang ke A Mei. Belum lagi kalo ia ingat janji nya ke Papa A Mei, kelihatannya sederhana. Tapi mana ada pesan orang seperti Papa A Mei sederhana. Bon macet orang 1,5 tahun lalu saja masih ingat. Apalagi ini cek kontan 100jt. Selama masa kerjanya menjadi sales, A Peng menjadi sadar. Bos-bos pedagang itu, menjadi kaya dengan proses akumulasi. Beberapa kelihatan gampang dan cepat, karena titik mulai, atau “starting point” ,begitu yang ditulis nara sumber yang terkontaminasi bacaan barat. Kadang A Peng juga mengira-ngira , kenapa banyak istilah barat lebih mudah di pahami, lebih mudah di adopsi, ketimbang istilah dari bahasa sendiri. “Apakah karena proses pendidikan? Sastra bahasa lokal yang kurang berkembang?” “Peng, fokus-fokus” !!! A Peng kembali tersadar, sedikit kesal pada diri sendiri, entah semenjak kapan ia punya kebiasaan begini. Sering hilang fokus. Lihat korek gas yang di jual 2rb , harga grosir sebiji rp 800 , ia mikir ini pabrik gimana untungnya, di potong agen kecil, besar,importir, agen pabrik, pabrik-nya di Tiongkok sana dapat berapa?”. A Peng semakin kesal, ia melantur lagi. Proses akumulasi, A Peng kembali, semangat, ia akhirnya bisa dapat kesempatan lebih awal, dengan titik awal yang lumayan di depan dengan cek kontan 100jt nya papa A Mei. Banyak usaha kecil sekarang trendnya minjam dari bank, kemudian di angsur perbulan. Bersambung

Fiona Handoko

pertama mengenal tragedi hindenburg dari edisi khusus (alm) majalah hai no 1 / viii. berjudul “petaka”. jaman belum ada internet, sangat mengasyikkan untuk dibaca. dipikir lagi, mungkin pim red majalah hai waktu itu “kulakan” ide dan borong buku2 di luar negeri, lalu ditulis dalam bahasa indonesia. seperti bpk eric samola selalu mendorong tempo untuk diversifikasi produk nya. untung ambisi beliau terpenuhi dan tercapai di jawa pos. edisi khusus majalah hai tersebut memuat artikel kecelakaan titanic, kapal morro castle, rakit medusa, kapal andrea doria, hindenburg, jumbo jet klm vs panam, uruguay air force flight 571 (kanibalisme utk hidup). menurut majalah hai, penyebab utama kecelakaan hindenburg adalah isi gas balon zeppelin. yg saharusnya helium diganti hidrogen. helium anti api, hidrogen mudah terbakar. saat itu produsen utama helium adalah amerika serikat, dan amerika mengembargo jerman.

Fiona Handoko

melihat PNM pemerintah untuk maskapai garuda th 2022 “hanya” 7.5 T. uang yg dibakar gautam adani 1.500 T. bisa dipakai untuk menyelamatkan 200 maskapai garuda.

Udin Salemo

Kaya dari dagang saham? Sangat mudah sekali bagi yang sudah menggelutinya bertahun-tahun. Mereka adalah orang yang sudah hafal permainan bandar. Sudah paham karakter saham. Sudah hafal musim apa harus dagang saham apa. Sudah khatam kapan entry buy kapan entry sell. Di luar kepala mana yang bid palsu mana yang bid beneran. Hafal saham apa yang “digoreng” sangat keterlaluan. Sudah tahu mana pengurus perusahaan Tbk yang benar-benar niatnya mau membesarkan perusahaan dan memberikan keuntungan bagi pemegang saham. Mahir analisis data dan fundamental perusahaan terbuka alia Tbk. Mereka yang kaya dari saham adalah orang yang sangat sabar. Orang yang terbiasa menghadapi roller coaster harga saham. Dan mereka adalah orang yang sangat bisa menata emosi. Dan juga mereka adalah orang yang mengendalikan psikologi dagang dengan sangat baik. Seorang pelaku pasar modal membuat buku. Dia seorang scalper fenomenal. Di tahun 2021, -kalau saya tidak salah- bermodal 220 juta dalam enam bulan dia bisa meraup uang tunai 14 miliar dari dagang saham. Bekti Sutikna dia punya nama. Saya beli buku karangannya. Saya baca dua kali. Sampai saat menulis ini saya tak ingat apa yang tersisa di otak saya dari membaca buku itu. Setidaknya dari membaca buku Bekti Sutikna saya berani membuka akun di M** A**t Sekuritas. Kalau alm KH. Zainudin MZ pernah dapat julukan kyai sejuta umat. Perusahaan sekuritas itu pernah disebut oleh seorang investor terkenal sebagai perusahaan sekuritas sejuta umat. -bersambung-

Budi Utomo

Betul Bung Leong. Membuang sampah pada tempatnya harus dilatih sejak taman kanak-kanak. Dliatih bukan dinasihati. Dibiasakan. Seperti di negara-negara Skandinavia (Finlandia, Denmark, Norwegia, Swedia) atau Jepang. Sampah macam botol plastik atau pembungkus makanan dimasukkan ke saku atau tas. Kalau di sini? Ibu-ibu bisa marah-marah bila menemukan saku atau tas anaknya ada sampah. Mereka akan mengomel: Mengapa tidak dibuang di jalan saja???!!!! Wakakakaka

Leong putu

“Besok berangkat lebih pagi, supaya tidak kena macet !”. Begitu pesan bagian personalia, hari Senin, saat jam kantor telah usai. Menyikapi pengalihan arus lalu lintas saat resepsi puncak satu Abad NU, hari ini. Saya akhirnya memang berangkat pagi, kena macet ? Ya, kena. Kok bisa ? Ya iya lah…wong saya berangkat pagi bukan untuk menghindari macet. Saya berangkat pagi, tapi bukan cari jalur alternatif, saya menuju pusat kota, nekat. Cari apa ? Ingin lihat-lihat. Lihat-lihat apa ? Mbak² yg cantik² ikut acara Harlah satu abad NU ? Bukan. Trus lihat² apa ? Sampah. Loh kok ? Iya, saya penasaran. Tidak terima dibanding – bandingke. Kapan hari ada acara di Solo, katanya tdk ada sampah berserakan sama sekali. Berhasil ? Gagal. Sudah tdk bisa masuk lebih jauh. Akhirnya saya balik kucing, ngebut. Cari jalan alternatif berangkat kerja. Macet. Terlambat. 3 menit. Sore ini, pulang kerja. Saya niatkan. Agar bisa lewat keramaian itu. Bisa. Ada sampah ? Banyak. Sedih ? ya. Kecewa ? ya. Malu ? ya. sekitar lokasi penuh sampah. Besar kecil, botol kertas, plastik karton. Banyak. Jorok. Di jalan, dimana-mana. Kantong plastik hanya jadi penonton.(andai seperti WA, bisa menyertakan foto) Pemikiran besar. Saya setuju. Pemikiran moderen. Ok. Tapi kalau bisa jangan dulu terlalu tinggi, nanti ketabrak pesawat. Masyarakat kita belum siap semua. Membuang sampah pada tempatnya adalah peradaban mulia. Kalau ini tidak bisa, kita tidak bisa ajarkan hal mulia lainnya ke anak cucu kita. Salam. End.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Fikih Berubah

KETIKA belum ada negara, alangkah bebasnya manusia. Bisa pergi ke mana saja. Orang Bugis sampai ke Afrika Selatan. Orang Fujian sampai ke Sumbawa.

Ketika ditanya akan ke mana, kakek Karmaka Suryaatmaja hanya menjawab: “xia nan yang”. Artinya: turun ke laut selatan. Tidak ada suatu negara yang dituju.

Kapalnya terus berlayar ke Selatan. Sampailah ke pelabuhan yang lantas dikenal sebagai Sunda Kelapa. Karmaka, yang masih bayi hampir dibuang ke laut. Bayi Karmaka menderita sakit parah. Takut menular.

Akhirnya Karmaka disembuhkan di dalam kapal. Baru bisa ke daratan Jawa. Akhirnya sampai ke Bandung. Kawin di Bandung. Ketika negara dibentuk, ia jadi warga negara Indonesia. Lalu berjuang untuk bisa hidup di rantau. Sukses. Jadi pemilik bank NISP –kini OCBC NISP.

Ketika dunia dikapling-kapling jadi negara, mulailah aturan hidup berubah total. Ketika ”kapling” itu masih dalam bentuk kerajaan atau kekaisaran, batas-batasnya masih lentur. Tapi begitu menjadi negara manusia terkurung di kurungan-kurungan negara. Apalagi setelah ada batas negara. Ada paspor. Ada visa. Ada imigrasi. Ada bea cukai.

Bagi kita yang, lahir setelah ada negara, kita tidak bisa membayangkan bagaimana hidup tanpa negara.

Apakah dunia kian tertib, aman, sejahtera, setelah ada negara-negara? Sudah pasti, perang antar suku, antar kelompok, antar kerajaan berkurang secara drastis. Ada aturan yang akan menjerat mereka yang berkelahi. Aturan itu yang kita sepakati ketika membentuk negara.

Lantas terbentuklah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB): mengatur hubungan antarnegara.

Secara internasional negara menjadi terikat pada aturan bersama di PBB.

Secara nasional warga negara mengikatkan diri pada aturan-aturan negara. Maka sejak itu lantas ada aturan pribadi, aturan keluarga, aturan agama, dan aturan negara.

Antarkeluarga ada aturannya. Antarpenganut agama ada aturannya.
Antarwarga negara juga ada aturannya.

Bahkan antarnegara sesama anggota PBB ada aturannya.

Bolehkah perseorangan mengingkari aturan-aturan bersama itu?

Dulu, ketika aturan hidup orang Islam dirumuskan dalam fikih, saat itu belum ada negara. Fikih bisa mengikat perilaku perseorangan secara sempurna. Tanpa ada kekhawatiran terbentur dengan  aturan lain di luar itu.

Demikian pula di Kristen.

Maka Muktamar Fikih Peradaban yang berlangsung di Surabaya hari ini sangat menarik. Itulah Muktamar I Fikih Peradaban. Yang akan merumuskan aturan-aturan fikih yang mampu mendukung kemajuan peradaban manusia. Yang akan disusul dengan muktamar ke II dan seterusnya. “Kalau bisa setiap tahun. Atau dua tahun sekali,” ujar KH Yahya Staquf, ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). “Harus selalu di Indonesia. Dan yang menyelenggarakan PBNU,” ujar

Kiai Staquf saat podcast bersama saya Sabtu lalu.

Prakarsa seperti ini dimaksudkan  agar Islam bisa menjadi agama rahmatan lil alamin. Bisa menghindarkan bumi dari kerusakan. Atau bahkan kehancuran.

Benturan peradaban, bisa datang dari benturan antar agama. “Kalau itu terjadi, kiamat akan datang lebih awal. Bukan kiamat yang datang seperti yang diajarkan,” ujar Kiai Staquf.

Pembahasan Fikih Peradaban itu ternyata sudah dimulai sejak Kiai Staquf terpilih sebagai ketua umum PBNU tahun lalu. Sampai saat ini sudah dilakukan 280 kali pembahasan. Di pesantren-pesantren terkemuka di lingkungan NU. Juga di lembaga kajian. “Kiai-kiai kita di kampung-kampung itu hebat-hebat. Mereka pemikir keagamaan yang mumpuni,” ujarnya.

Boleh dikata Muktamar Fikih Peradaban hari ini adalah muara dari 280 halaqah Fikih Peradaban di berbagai pesantren itu. Hasil Muktamar inilah yang akan dilaporkan di puncak acara Harlah ke-100 NU di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, 7 Februari lusa.

Yang sudah disepakati di 280 halaqah itu, salah satunya, adalah bahwa ajaran Islam itu ada yang harus tetap, tapi ada yang bisa berubah. Dan yang bisa berubah itu jauh lebih banyak. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi: 5/1/2023: Balon Putih

Everyday Mandarin
Di Foshan, Guangzhou, China, ada ksatria bernama Huang Feihong, sosok pendekar penguasa kungfu di masa lalu. Angkatan Susi Susanti jg ada seorang asal negeri Tirai Bambu yang bernama Huang Hua. Dia nikah dgn seorang pengusaha WNI di tahun 1993. Dia sosok pendekar badminton di masa lalu.

Everyday Mandarin
Ribuan tahun lalu, Sungai Huanghe hanya bernama He saja. Artinya sungai. Di utara He disebut Hebei, di selatan He dinamai Henan. Dua2nya kini menjadi 2 provinsi yang menjadi jantung kebudayaan China masa lalu. Henan diduga menjadi tempat lahirnya huruf2 China yang dipakai hingga hari ini. Di dalam 100 marga terbesar di China, 5 besar marga terbesar di China hari ini: Wang, Li, Zhang, Liu, dan Chen, semuanya berasal dari Henan. Dari Henan-lah, orang Tionghua dan seluruh kebudayaan China menyebar ke seantero China dan segala penjuru dunia. Jadi, tidak salah di buku sejarah disebutkan Sungai Huanghe adalah pusat di mana China bermulai.

Budi Utomo
Bung Bagus punya ide bagus untuk Tiongkok. Kirim lagi balon sebanyak-banyaknya biar bangkrut tuh Amrik. Yang “dite mbak” sangat MURAH harganya ketimbang “RUDAL” yang menembak. God Bless Perusuh Disway. Wakakakaka. By the way God Bless nya Achmad Albar tak ada kaitannya dengan Perusuh Disway. Terima kasih. Tertanda Shinchan.

bagus aryo sutikno
Balloon seharga $100rb ditembak dengan misil seharga $5jt. Sri Mulyani pasti ngamuk2 nich.

Everyday Mandarin
Malam ini malam Capgome. Di langit Pingxi, Taiwan akan dipenuhi balon lampion terbang. Lampionnya lampion kertas seukuran mesin cuci. Biasanya anak2 muda akan menulis harapan2 di kertasnya, lalu nyalain api, terus diterbangkan oleh min 2 orang. Indah sekali, langit hitam betaburan ratusan lampion terang di langit. Takutnya lampion2 ini besok terus terbang ke seberang selat di sebelah barat sana, terus ditembak oleh pesawat China. Dikira US jg tir-for-tat ke China.

bagus aryo sutikno
Kenapa ya menakerkraf Tiongkok tidak bilang kalau itu ballon imlek..? Atau biar lebih ngaco lagi bilang aja itu ballon thanks giving day. Pasti menlu amrik mR Bli – nKen bilang kamsia kamsia. #kwkwkwkw

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Saya membaca CHD hari ini, tersenyum ketika pas di bagian tulisan ini. “Montana adalah negara bagian yang indah. Berbukit bukit.” Secara kaidah bahasa, itu adalah dua kalimat sederhana. Artinya dua kalimat sederhana bisa dijadikan kalimat majemuk yg berisi induk kalimat dan anak kalimat. Dan setelah saya jadikan kalimat majemuk , membuat saya tersenyum. Begini kalimat majemuknya.”Seindah indahnya Montana masih lebih indah bukitnya Mbak Indah”. He he he…. sekian. Salam bahagia

Pryadi Satriana
Pryway: YANG “LUCU2” DARI PODCAST PAK DAHLAN – GUS YAHYA Saya senyum2 melihat podcast itu. Terhibur. Dua tokoh itu ‘ketok ndesit’, yg mereka ketahui ttg agama lain – dlm podcast itu – tampak masih di level ‘ibtidaiyah’. Pak Dahlan – yg dlm podcast itu tampil sarungan supaya “keliatan NU”-nya, tampak “ah..oh..” – ‘ketok culun’!- saat diberitahu bahwa PBNU sdh meninggalkan sebutan ‘kafir’ bagi WNI non-muslim! Gus Yahya – yg sdh ‘nginternasional’ – jg ‘ndesit tenan’ saat bilang Kristen evangelis menafsirkan Kitab Suci secara harfiah/literal. Kenapa? Ndhak mungkin Gereja meninggalkan doktrin “Extra Ecclesiam nulla salus” (Di luar Gereja tidak ada keselamatan) kalau masih menafsirkan Kitab Suci secara literal! Dlm “Hubungan Gereja dg Agama2 Lain” – salah satu dokumen hasil Konsili Vatikan II – disebutkan: “Gereja tidak menolak apa pun yg dlm Agama Hindu atau pun Budha dipandang serba benar dan suci. Kaidah2 & ajaran2 mereka memang berbeda dg yg diajarkan Gereja, tetapi toh tidak jarang memantulkan sinar kebenaran yg menerangi semua orang! Gereja jg menghargai umat Islam, yg mempunyai kesamaan dg umat Kristen dan Katolik: menyembah Allah satu-satunya! (cat.: dalam Islam, Kristen, dan Katolik, Allah disebut “Allah Ibrahim, Ishak, dan Yakub”). Gereja jg menyadari adanya “ikatan rohani” antara ‘Umat Perjanjian Baru’ dan ‘Umat Yahudi Keturunan Abraham’.” NU baru akan mengadakan Muktamar ‘Fikih Peradaban’, Gereja telah mengadakan hal serupa dalam Konsili Vatikan II th.’62-65. Salam.

Liam Then
Saya menonton video dokumenter tentang pembangunan Three Gorges Dam Tiongkok, yang huat kalau tak salah National Geographic. Proyek massal yang melibatkan pemindahan paksa 1.3 juta populasi yang turun temurun tinggal disitu. Semuanya dapat rumah pengganti di komplek rumah susun yang di bangun oleh pemerintah Tiongkok. Benarlah sudah kata pepatah, kalau memang niat gunung dan lembah pun bisa di pindah. Dalam hal ini pemerintah Tiongkok sudah benar-benar niat. Masa itu Tiongkok belum benar-benar kaya. Saya ingat ketika ada kerabat baru pulang dari Tiongkok, cerita bagaimana joroknya toilet disana, ketertinggalan kota-kota kecil nya di banding kota sejenis di Indonesia. Saya juga masih ingat di Dunia Dalam Berita dan headline koran-koran. Sering berjumpa berita banjir dahsyat di Tiongkok, hasil ngamuknya sungai yang meluap, korbannya selalu ratusan. Media barat terkait 3 gorges dam , selalu mengungkit bagaimana penderitaan 1.3 orang tercerabut dengan paksa dari cara mereka hidup dan lingkungannya. Tapi mereka tak pernah mengungkit berapa juta orang ,menjadi bebas banjir karenanya. Juga tak pernah menimbang berapa ribu orang tak jadi mati saban tahun karenanya. Media dan ahli barat, juga sering bilang bahaya laten 3 Georges Dam kalo jebol. Bagaimana jutaan orang bisa dibuat mati karenanya. Sampai sekarang tak jebol-jebol itu dam. Jadi mikir, sebenarnya apakah itu “kode” khusus?

Parikesit

#ijin_ngambil_sendal Diajak healing Abah, sementara. Naik balon udara, di atas langit pantura, melesat berpacu bak burung dara, amboy panorama elok tak terkira, pantai nan indah tiada tara, lidah kelu seakan sulit bicara, lihatlah wahai saudara, di bawah sana dekat gapura, sekelompok bujang dan dara, berjajar rapi tidak sedang upacara, juga tidak sedang dimabuk asmara, sedang apakah kira-kira? *** Nun jauh dibawah sana, pemuda pemudi usia remaja, melambai tangan pada kami berlima, sayup-sayup teriakan mereka, Hai balon…minta kuota….., kuota iya kuota….., tersenyum mendengar yg dipinta, tapi kami masih bertanda tanya, kuota paket data? Atau kuota haji yg ongkosnya lagi naik harga? **** grubrak, aku terbangung dari qailulah, mimpi yg aneh sulit diterjemah, naik balon bersama abah, mungkin cuma mimpi ya sudah, gitu aja kok susah. ILAL LiQO’ ma’as salamah.

Leong putu
Naik pesawat tak ada nikmat-nikmatnya Mas@KS, apalagi saat mengalami turbulensi . Naik ranjang bareng istri, jelas beda, semakin turbulensi semakin nikmat. Wkwkwk….

Komentator Spesialis
Saya nggak pernah naik concorde. Tapi pernah naik Sempati, Merpati, Bouroq, Mandala, Indonesia Airline, Adam Air dan Star Air. Kalau soal airline LN, dari Air france, Lufthansa sampai JAL dll pernah coba. Hayo..banyakan mana coba, wkwkwk…

Jhel_ng
Kenapa balon besar? Kenapa tidak satelit mini? Dalih menggunakan balon sebagai pengamatan cuaca justru kurang kuat dibanding menggunakan satelit mini. Satelit mini lebih powerfull, bisa menhamati lebih banyak hal. Juga resolusi gambar yang dihasilkan, beberapa satelit mini bisa mengenali plat mobil. Tentu satelit jenis itu juga mampu memetakan cuaca pada jarak berapapun dari atas muka bumi. Biaya pembuatan satelit mini juga lebih terjangkau daripada balon sebesar itu. Harus mencari material balon yang kuat dan tahan panas. Juga tidak mudah bocor. Itupun tidak bisa diarahkan. Beda dengan satelit. Eh lupa, satelit mini perlu biaya yang besar untuk mengorbitkannya dengan roket besar. Juga perlu izin untuk mengorbit. Jadi sekarang sudah apple to apple juga. Pertanyaannya ganti, kenapa balon besar? Kenapa dua? Jawaban pertanyaan ini dapat dijelaskan oleh Sigmund Freud… He he…

Budi Utomo
Kalau saya menyimak di Al Jazeera. Betul sekali Bung Mirza, media massa Tiongkok tak gaduh soal balon. Mau meletus mau tidak meletus tak jadi soal. USA saja yang parno (paranoid). Lebay (berlebihan). Baper. Emosian. Ngamukan (mudah mengamuk). Untuk hal-hal sepele macam begini. Lalu Blinken batal ke Tiongkok gegara balon sipil yang terbawa angin karena tak minum TOLAK ANGIN. Wakakaka. Politisi USA itu persis politisi Indonesia. Gampang amok! Buahahahaha. Politisi ngamukan lahir dari rakyat yang ngamukan juga. Yang tak punya sense of humor selevel Gus Dur. .

AnalisAsalAsalan
Prinsip dasar keamanan adalah semua ditolak kecuali yang diizinkan masuk. Ada dua tindakan tepat dalam keamanan, yaitu: 1. True negative. Diianggap tidak membahayakan lalu dibiarkan, ternyata memang tidak membahayakan. 2. True positive. Diamggap membahayakan lalu ditindak, ternyata memang membahayakan. Ada dua tindakan salah dalam keamanan, yaitu: 1. False negative. Dianggap tidak membahayakan lalu dibiarkan, ternyata membahayakan. Akibatnya sangat parah. 2. False positive. Dianggap membahayakan lalu ditindak, ternyata tidak membahayakan. Karena tidak mendapat informasi yang cukup, maka balon ditembak. Kalau pun ternyata balon itu tidak membahayakan, maka tindakan menembak balon termasuk false positive. Dan, ini lebih baik daripada fadlse negative.

Liáng – βιολί ζήτα
CHDI : “Itu tidak disengaja. Force Majeure . Terbawa angin,” ujar kementerian luar negeri Tiongkok. Sebagaimana kita ketahui, jarak Tiongkok dan Amerika Serikat dihitung antara pusat geografis-nya +/- hampir 12.000 km. Kita juga mengetahui, bahwa kecepatan angin kencang dikisaran +/- 60 km/jam. Dari data di atas, dapat kita simpulkan, bahwa : 1. Balon Putih itu “Tidak Mungkin diterbangkan dari Tiongkok !!” Membutuhkan waktu +/- 200 hari untuk sampai angkasa Amerika Serikat. 2. Sudah pasti Balon Putih itu akan melintasi banyak negara, baik wilayah daratnya maupun wilayah lautnya. 3. Mengapa “radar” negara-negara yang dilintasi Balon Putih itu tidak mendeteksinya ?? Padahal benda angkasa dengan ketinggian 60.000an kaki di atas permukaan laut tentu saja masih terdeteksi radar keamanan suatu negara. 4. Kemungkinan besar Balon Putih itu diterbangkan “dari wilayah yang tidak jauh dari Amerika Serikat” ; ada kemungkinan dari wilayah negara sekutunya Tiongkok, seperti Kuba, yang jaraknya relatif dekat dengan Amerika Serikat. 5. Ada kemungkinan juga dari negara-negara Amerika Latin – sekutunya Tiongkok, seperti Venezuela ; meskipun jaraknya cukup jauh tetapi masih jauh lebih dekat ketimbang diterbangkan dari Tiongkok. 6. Berdasarkan kemungkinan-kemungkinan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa “Ada Unsur Kesengajaan Misi Balon Putih Itu” untuk memata-matai Amerika Serikat !!

Penerbanan Perdana
CHDI : “Itu tidak disengaja. Force Majeure . Terbawa angin,” ujar kementerian luar negeri Tiongkok. Sebagaimana kita ketahui, jarak Tiongkok dan Amerika Serikat dihitung antara pusat geografis-nya +/- hampir 12.000 km. Kita juga mengetahui, bahwa kecepatan angin kencang dikisaran +/- 60 km/jam. Dari data di atas, dapat kita simpulkan, bahwa : 1. Balon Putih itu “Tidak Mungkin diterbangkan dari Tiongkok !!” Membutuhkan waktu +/- 200 hari untuk sampai angkasa Amerika Serikat. 2. Sudah pasti Balon Putih itu akan melintasi banyak negara, baik wilayah daratnya maupun wilayah lautnya. 3. Mengapa “radar” negara-negara yang dilintasi Balon Putih itu tidak mendeteksinya ?? Padahal benda angkasa dengan ketinggian 60.000an kaki di atas permukaan laut tentu saja masih terdeteksi radar keamanan suatu negara. 4. Kemungkinan besar Balon Putih itu diterbangkan “dari wilayah yang tidak jauh dari Amerika Serikat” ; ada kemungkinan dari wilayah negara sekutunya Tiongkok, seperti Kuba, yang jaraknya relatif dekat dengan Amerika Serikat. 5. Ada kemungkinan juga dari negara-negara Amerika Latin – sekutunya Tiongkok, seperti Venezuela ; meskipun jaraknya cukup jauh tetapi masih jauh lebih dekat ketimbang diterbangkan dari Tiongkok. 6. Berdasarkan kemungkinan-kemungkinan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa “Ada Unsur Kesengajaan Misi Balon Putih Itu” untuk memata-matai Amerika Serikat !!

Leong putu
“Maca berita apa Mas ? kok ngguya-ngguyu wae kaet mau..”. .”iki lho yaaang….berita balon Cina”. .”oowalaaaah dalaaah.. Awas ya, lek sampek awakmu konangan mbalon, ulih no aku nang wong tua ku…!!!!”. .”ealah yaaang…kok y kesusu nesu, iki balon udara, dudu balon lonte….!..”. .”ealaaah…ta pikir awakmu kape selingkuh Mas…, aku kan jadi cemburu, aku cemburu mergane aku sayang…” .”hmmmm…tanggal nom, mesti ae sayang….”.

Udin Salemo
Dibawah sana ada analisis kalau balon itu bukan terbang dibawa angin sampai ke Amerika. Balon itu sengaja diterbangkan sampai Amerika Serikat. Babak perlawanan terhadap polisi dunia itu dimulai secara terang-terangan. Selama ini Amerika Serikat sering bertindak sebagai polisi dunia. Sekarang China sudah menunjukkan keberaniannya terhadap Amerika Serikat. Ini bukan kaleng-kaleng. Para pemimpin China sudah bertindak nyata menghadapi hegemoni Amerika Serikat. Sugoooiii… Pendapat saya balon itu sengaja memata-matai Amerika. Wah, China emang wanian, hahaha…. #everyday_berpantun Bila tuan pergi ke kota/ Janganlah lewat Grobogan/ Bila kita lihat secara nyata/ Amerika hanya berani keroyokan/ Pengikut Gus Dur disebut gudurian/ Anggotanya sungguh banyak sekali/ Amerika itu bila sendirian/ Pastilah ciut dia punya nyali/ Ondeh nak urang dari Piaman/ Pai marantau ka tanah Jao/ Jiko taragak jo kampuang halaman/ Makan katupek lapeh salero/

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Balon Putih

KEMPALAN: ITU BINTANG!

Bukan.

Bulan!

Bukan.

Benda itu berkilau, pun di siang hari. Pasti bukan bintang atau bulan.

Dan lagi, tidak mungkin bulan bintang masih beredar di tahun politik ini. Ia sudah tidak bisa ikut Pemilu.

Tapi benda seperti bintang-bulan itu terlihat jelas bukan di Indonesia. Ia ada di daerah Billings, negara bagian Montana, Amerika Serikat.

Akhirnya diketahui: benda itu pasti balon udara. Besar sekali. Berukuran sekitar 3 sampai 5 bus besar jadi satu.

Yang bikin terkejut orang di sana adalah pemiliknya: Tiongkok!

“Pasti balon mata-mata!” tulis semua media di AS. Bahaya!

Balon itu ada berapa?

“Ada dua”.

Apa warnanya?

“Putih semua”.

Dor!

“Tembak balon itu!,” pinta Donald Trump, calon presiden AS tahun 2024.

“Jangan ditembak,” perintah Presiden Joe Biden.

Heboh. Ketegangan baru pun muncul menambah ketegangan lama antara Amerika dan Tiongkok. Padahal Senin depan Menlu AS Anthony Blinken dijadwalkan mendarat di Beijing. Itulah kunjungan pejabat tinggi pertama AS ke Tiongkok. Agar ketegangan dua negara bisa sedikit reda.

“Batalkan kunjungan Blinken!” ujar banyak anggota DPR dari Partai Republik.

Mendadak, kunjungan itu batal.

Biden, khususnya Partai Demokrat, lagi diincar habis oleh Republik. Tit-for-tat. Republik kini menguasai kursi DPR, meski tipis-tipis saja. Saatnya balas dendam.

Tit-for-tat pun dilakukan. Anggota DPR pertama berjilbab, Ilhan Omar, didepak dari komisi luar negeri DPR. Ilhan dianggap anti Israel. Ada jejak digitalnyi. Ilhan, dari dapil Minnesota, sudah minta maaf atas ucapannyi itu. Tapi dia memang sudah lama jadi sasaran tembakan Republik. Trump terang-terangan minta orang seperti Ilhan harus ”pulang kampung”. Ia lebih baik membangun negara asalnyi yang miskin di Somalia.

Ketika masih berkuasa di DPR, Demokrat memang berhasil mengucilkan seorang anggota DPR dari Republik yang dianggap rasialis dan ekstrem kanan. Anda sudah tahu namanyi: Marjorie Taylor Greene.

Ilhan dan Marjore seperti dua wanita di sayap yang berjauhan.

Banyak hal akan dilakukan Republik untuk menyerang Biden dan Demokrat. Termasuk masalah kenegaraan yang paling krusial di AS: plafon utang negara. Utang itu harus dinaikkan kalau Amerika masih mau hidup. Soal ini akan jadi medan tempur kedua partai.

Tak mustahil Republik juga akan melengserkan Biden di tengah jalan. Juga tit-for-tat: Trump pernah dilengserkan dari jabatan presiden oleh Demokrat pun setelah masa jabatannya selesai.

Maka kasus balon ini bisa ibarat bensin baru yang tersiram di atas bara menyala.

Tiongkok akhirnya mengakui: balon itu miliknya.

Bagaimana bisa menyeberangi Lautan Pasifik nyasar sampai ke atas Montana?

“Itu tidak disengaja. Force Majeure . Terbawa angin,” ujar kementerian luar negeri Tiongkok.

Tentu Amerika tidak percaya begitu saja. Ini akan jadi urusan besar dan panjang. Apalagi di tahun politik di sana.

Kenapa tidak ditembak jatuh saja?

Biden sudah minta pendapat kementerian pertahanan. Tiga pertanyaan diajukan:

Apakah membahayakan penerbangan sipil?

Jawabnya: tidak.

Apakah membahayakan penduduk Montana?

Jawabnya: tidak.

Apakah membahayakan keamanan dan kedaulatan negara?

Jawabnya: tidak.

Maka tidak perlu dijatuhkan.

Justru kalau ditembak jatuh bisa membahayakan penduduk: pecahan-pecahannya itu. Banyak benda padat di balon itu: panel tenaga surya, kamera, komputer dan alat penelitian lainnya.

Toh ketinggian balon itu di atas jalur penerbangan sipil yang paling tinggi: di atas 60.000 kaki. Pesawat Boeing 737 biasa terbang di 30.000 kaki. Boeing 747 sekitar 40.000 kaki. Saya ingat dulu, ketika naik Concorde, terbang di ketinggian 60.000 kaki. Tidak ada pesawat penumpang terbang lebih tinggi dari Concorde.

Balon raksasa itu kelihatannya memang sudah distel untuk aman bagi siapa saja. Kenapa bisa distel begitu tinggi tapi tidak bisa distel anti tiupan angin?

Itulah juga pertanyaan kecurigaan di Amerika. Kalau pertanyaan kita di sini sederhana: kenapa tidak membawa tolak angin.

Tiongkok sudah berusaha menjelaskan sebisa-bisanya: itu bukan balon militer. Itu balon sipil. Itu bagian dari penelitian cuaca. Terkait dengan perubahan iklim.

Tiongkok memang sangat agresif dalam penelitian cuaca.

Rekayasa cuaca adalah bagian sangat penting di sana. Di masa lalu negara itu sering kalah oleh banjir bandang. Rekayasa di darat sudah dilakukan. Dengan mahal: membangun begitu banyak bendungan. Termasuk bendungan Lembah Tiga Ngarai yang membebaskan Wuhan dari gagal panen secara masif. Sambil menghasilkan listrik sampai 28.000 MW.

Sungai Huanghe adalah ”buku sejarah” bencana cuaca di sana.

Kini rekayasa dari udara jadi fokus berikutnya. Kalau pun Tiongkok berhasil menemukan cara itu, dunia bisa meng-copy-nya. Kalau Tiongkok tidak merahasiakannya. Atau, jangan-jangan rekayasa di Tiongkok itu justru membuat bagian lain dunia kian menderita bencana.

Tentu ilmu cuaca tidak mirip pawang hujan: yang hanya bisa memindahkan hujan ke desa tetangga.

Di ketinggian balon seperti itu, apakah Amerika bisa menghentikannya, lalu menurunkannya? Tanpa menembaknya?

Kalau saja balon itu terlihat di atas Alaska, mungkin tidak akan seheboh ini. Tapi ini di Montana. Orang yang punya teleskop sederhana bisa memonitornya. Medsos di sana dipenuhi oleh pembicaraan soal balon ini. Dengan segala bumbu dan kuahnya.

Montana adalah negara bagian yang indah. Berbukit-bukit. Penduduknya sedikit. Berkali-kali saya berkendara di Montana. Termasuk di kota Billings. Meski jauh kini saya bisa ikut merasakan sensasi ”pertunjukan” balon putih itu.

Dan yang membuat balon tersebut sensitif adalah ini: di Montanalah terdapat gua rahasia: tempat peluncuran senjata balistik antar benua: Minuteman III. Tentu balon tersebut disangka mencari data soal persenjataan di bawah tanah itu. Rusia dan Tiongkok bisa dihancurkan dari Montana.

Maka fokus perhatian AS ditujukan ke balon di atas Montana. Bukan balon satunya yang melayang-layang di atas Amerika Latin. Tidak ada senjata berkepala nuklir antarbenua di sana.

Sampai tadi malam balon itu masih ada dua. Belum ada yang meletus salah satunya. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 4 Februari 2023: Abad Fikih

Jhel_ng
2 minggu lalu ditugasi untuk membuat narasi proposal, BAB 1, tentang urgensi alih bentuk suatu PTKIN dari IAIN ke UIN. Anda sudah tahu, banyak STAIN sudah menjadi IAIN. Meskipun di masyarakat masih sering menyebutnya sebagai STAIN. Pasti sudah tahu, meskipun lama menjadi UIN, kampus di dekat Jatim Expo itu tetap disebut IAIN. . Awalnya kebingungan. Mau dibawa kemana narasi ini. Waktu hanya 2 hari. Hari pertama lewat, saya belum menemukan konsep. Hari kedua, Jum’at, jam kerja berakhir pada 16.30. Di hari kedua setelah ashar, barulah mulai mengetik dengan yakin: moderasi beragama untuk memanajemen konflik, memastikan kestabilan masyarakat, baru kemudian membangun peradaban. Kajian mengenai moderasi beragama harus berjalan. Setelah beberapa tahun, prodi baru yg terkait peradaban akan dibuka. Itu rencana kami ketika menjadi UIN. Tepat pada pukul 16.30, narasi yang kurang lebih 1 halaman A4 itu saya serahkan ke penanggung jawab. . Saat ini proposal sudah diajukan ke kementerian. Semoga sejalan dengan alam pikiran Gus Menteri, Jenderal Bintang 9 itu. Semoga kami tahun ini jadi UIN. Mengingat berdasarkan webometrics, saat ini kami adalah kampus PTKIN terbaik di Luar Jawa. Meski masih IAIN. Meskipun di pedalaman orang masih menyebut sebagai STAIN. Selamat berakhir pekan untuk semua yang merayakannya…

Fiona Handoko
ada berita dari negeri uwak sam. bahwa gubernur texas (anda sudah tahu, dari partai republik) mendistribusikan ber bus bus imigran gelap ke chicago, washington dc dan new york (kota yg dikuasai demokrat) di new york. mereka sementara ditampung di hotel – hotel deerah stasiun port authority, di mana mereka diturunkan. eh, opo tumon. setelah mess penampungan darurat jadi, sang pengungsi minta tetap di hotel. dengan alasan dipan di penampungan terlalu keras. padahal konon di penampungan sudah ada makanan gratis, kamar mandi, dan ac / heater. bung mirza bisa menambahkan informasi?

bagus aryo sutikno
NU NO, Muhammadiyah NO, Persis NO, Al Irsyad NO Komunis NO, Kapitalis NO, Nasi padang YES.

Jo Neka
Sebuah peradaban cepat atau lambat akan musnah.Yang sisa cuma kenangan.Ada yang baik ada yang buruk.Semua tergantung pelaku peradaban itu.

mz arifinuz
Oh rokok. Aku butuh kamu. Aku mencintai mu? Tapi kau mengotori paru2 ku. Kalau aku batuk, aku tak cinta kamu lagi? Kalau aku sakit tbc, aku tak cinta kamu lagi?

bagus aryo sutikno
Agama itu berdasar kitab perusuh berasal dari bahasa Jawa, AGEMAN yg artinya pakaian. Selama masih waras, orang pasti berpakaian. Itulah AGAMA. Rupadhatu dan Arupadhatu di Borobudur adalah manifestasi umumnya manusia. Manusia beragana ki pasti tidak mencuri, tidak ngangremi istri orang lain dan tidak membunuh. Agama apapun itu kurang lebih ajarannya begitu. #perusuh khilaf

yohanes hansi
Waktu Tuhan ciptakan alam semesta dan manusia, tidak ada agama. Tuhan berinteraksi dengan manusia tanpa melalui agama. Sayang manusia berdosa hingga terputus hubungan dengan Allah. Meski manusia berdosa, Allah masih mengasihi manusia. Allah selalu berusaha agar manusia bertobat dan kembali kepada-Nya. Di dokumen yang sekarang dibilang Alkitab, tidak ditulis Allah bikin agama. Hingga datangnya Yesus. Dia menyerukan pertobatan kepada Allah. Tak pernah tertulis Yesus bikin agama. Para rasul yang diutus-Nya untuk memberitakan pertobatan pun tidak pernah membuat agama. Yang diberitakan adalah kasihilah Tuhan Allahmu (bertobatlah & dekatlah dengan Dia) dan kasihilah sesamamu manusia tanpa pandang bulu. Sangat sederhana, tapi sering dibuat rumit. Seandainya ini berlaku, dunia damai.

bagus aryo sutikno
Ketela itu bisa jadi ketela rebus, ketela goreng, jadi kolak dan atau gethuk. Lha ulama karo poro kyai itu lho yg sanggup dan mampu menyajikan Islam kepada ummat sesuai kapasitas ummat. Iki omongan rodhok dhuwur, mehh kesampluk pesawat iki, mugo2 paham. #paham ya bukan saham

bagus aryo sutikno
Fiqih bersetubuh itu ya, 1, tutup pintu kamar 2, matikan lampu kamar 3, terserah anda. Moro2 pegang tangan istri, lha wong morotuwo ijik gayeng jagongan karo morotuwi lho, hambok yaa sabar. #fiqih perusuh

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Di tulisan chd hari ini, tadi ada tulisan fiqih sholat, fiqih zakat dan fiqih bersetubuh atau fiqih making love. Saya penasaran tentang fiqih bersetubuh. Seingat saya, saya paling suka pas bahasan tata urutan bersetubuh. Ternyata macam macam madhab nya. Banyak perbedaan pendapat. Karena memang dikarang pada abad abad pertengahan. Waktu itu belum semudah saat ini dalam penelitiannya.contoh hasil penelitian abad pertengahan tentang urutan bersetubuh ,hasilnya, ada yg menyarankan untuk memulai dengan si suami pertama tama megang tangan istri. Tanganyg kiri. Ambil jari manisnya. Jari itu dipijat selembut mungkin. Setelah itu ciumlah keningnya dengan mesra. Turun ke mata dan pipi serta berhenti di telinga. Tiuplah telinga itu dengan lembut.Sampai tahap ini, katanya si istri sudah siap, sudah basah. Ada juga yg menyanggahnya. Urutan pertama yaitu, 3 atau 4 hari persiapan. Baik istri maupun suami. Si istri menyiapkan pakaian, tempat tidur sampai berhias cantik. Si suami olahraga atau minum jamu. Misalnya jamu jakarta bandung yg masyur itu. Pas saatnya tiba, belum apa apa saja, si istri sudah siap sudah basah. Menurutku, tehnik persiapan ini memang luar biasa. Bikin melayang layang.Semuanya itu bertujuan untuk kebahagiaan suami istri.Terutama kaum hawa. Karena kalau dia belum siap akan terasa sakit. Kalau istri bahagia, suami akan tambah bahagia. Demikian ingatan saya tentang fiqih urutan bersetubuh.Sekian. Salam bahagia

Ibnu Shonnan
Ah.. Abah ini apa kurang info atau memang buku karya Gus Yahya belum beredar di Surabaya. Gus Yahya sudah menuangkan unek-uneknya atau pikirannya dalam bukunya yang berjudul PBNU, Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama. Di dalam buku ini, beliaunya telah menginventarisir banyak masalah, baik terkait organisasi NU sendiri ataupun agama Islam. Jadi, bagi yang ingin mengetahui sudut pandang pemikiran beliau bisa baca bukunya. Setelah itu, monggo anda para komentar CHDI untuk mengkritisinya!

Fa Za
Di Indonesia ada ‘Islam Nusantara’ (NU) dan ‘Islam berkemajuan’ (Muhammadiyah), di Malaysia ada ‘Islam hadarah / Islam berkeadaban’. Semua istilah itu mempunyai maksud dan tujuan yg sama, yaitu membumikan ajaran Islam agar sesuai dengan konteks wilayah (dengan budaya dan tradisinya yang beragam) dan perkembangan iptek. Semua itu adalah ijtihad para ulama agar umat Islam tidak tertinggal oleh kemajuan zaman, dan menjadikan Islam sebagai agama yang berorientasi masa depan (tajdid) tanpa menghilangkan khazanah keilmuan dari masa lalu (turats).

imau compo
Perkiraan daftar isi Fikih Peradaban NU 1. Kitab Kuning sebagai Panduan Umum Fikih NU (oleh: Panitia Harlah NU ke-100) 2. Haji Bisa Dilaksanakan Sepanjang Tahun (oleh: Masdar F. Masudi) 3. Islam Nusantara (oleh: SAS) 4. Israil Bukan Musuh tapi Mitra yang Berbeda Pendapat (oleh: Yahya Staqub) 5. Aplikasi Hadis Cinta Negara Setengah dari Iman Melalui Moderasi Beragama (oleh: Yaqut Cholil Qaumas) 6. Takdir dan Jiwasraya, Mari KIta Mulai dari Nol (oleh: Erick Thohir) 7. MUI itu Makhluk Apa ? (oleh: Mustofa Bisri) 8. Gus Dur adalah Waliyullah (oleh: Yahya Staqub) 9. Menikahlah Sesama Muslim, kalau Terpaksa dari Muhammadiyah Dibolehkan (Oleh: Tim Muda NU) 10. Tangis dalam Puisi Toleransi (oleh: Yenni Wahid).

Johannes Kitono
Ultah 100 tahun NU di kota udang Sidoarjo mengingatkan seorang teman baik yang lahir disana. Namanya Sie Lin, MBA angkatan pertama dari Yayasan Prasetia Mulia.Satu angkatan dengan seorang mantu dari Konglo Ciputra. Sie Lin perempuan energitik sesuai dengan nama perusahaan Dinamic yang dibentuknya.Tentu sesudah resign dari PT Santos Jaya Abadi produsen kopi Kapal Api.Kabar terakhir ybs berusaha di bisnis Katering. Nah siapa tahu ikut jadi supplier juga saat Ultah NU di kampung halamannya. Habib Syech adalah bintang yang ditunggu tunggu para Syehmania. Kalau sebelum pandemi Habib Syech keliling Indonesia ketemu fansnya. Now, dengan digitalisasi Habib Syech bisa ketemu dan bertatap muka dengan fannya bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Yaitu dengan Radio Mixer atau You tube yang sudah bertahun tahun dilakukan Guru Merta Ada dari Bali Usada, Meditasi Kesehatan.Soal peralatan dan perlengkapannya pasti tidak masalah. Bukankah ada Eric Banser Tohir, Ketua panitia yang konon rupiahnya tidak berseri. Selamat Ultah 100 tahun bagi umat NU dan Selamat datang kedunia digital kepada Habib Syech dan para Syechmanianya. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Liam Then
Apakah pernah dipikirkan? Atau di analisa. Dari dulu kalau ada yang berniat menggunakan NU sebagai kendaraan politik, pasti gagal dalam ekspedisi politiknya. Hanya Gusdur yang bisa jadi presiden karena NU, tapi perlu diingat , itupun Gusdur tak ada unjuk aksi aktif untuk jadi penguasa. Malah Gusdur yang disorong naik , sungguh istimewa melihat sesuatu yang “istimewa” bekerja. Waktu itu Pak Amien Rais keliahatan ambisius, malah mengajujan Gusdur sebagai calon presiden. Coba dipikirkan , istimewa bukan? Saya analisa tujuan Gusdur membentuk PKB, bukan menjadikan NU sebagai alat atau kendaraan politik. Tetapi sebagai alat agar Nahdliyin sadar politik. Dengan sadar politik, Nahdliyin didorong menjadi aktif , turut serta sumbang pikir, unjuk aksi ,dalam perjuangan menuju Indonesia Raya. Jika 60jt Nahdliyin kompak sadar politik, sadar tujuan berbangsa dan bernegara, serta taat dalam beragama, “that’s a force to be reckoned with” . Begitu kata orang rambut kuning. Jadi pendapat pribadi saya ,benarlah sudah aksi-aksi gencar oleh KH Imam Jazuli. Beliau secara sadar mengambil tongkat estafet yang letakkan oleh Gusdur. Mendorong agar kaum Nahdliyin sadar politik.

Er Gham
Fiqih peradaban yang mendesak di negeri wakanda adalah masifnya pelaku korupsi. Beragama tetapi tetap korupsi. Korupsi dianggap lumrah. Dianggap wajar. Di negeri wakanda ya, bukan di sini.

Richolas Tjhai
Konon kata temannya teman yg sudah buka franchise yg ke-2, biaya franchise + sewa ruko di dki ini 700jt++, BEP sekitar 7bulan. Sisanya metik cuan…

Juve Zhang
Sedikit menyimpang Amerika punya KFC dan McD, Tiongkok tak mau kalah mereka mengekspor waralaba yg sukses di Indonesia yaitu MIXUE, kalau kota anda belum ada Mixue dan mau coba buka silakan, daftar konon pertama datang di Cihampelas Walk Bandung dan waralaba masih murah seratus jutaan , yg ambil outlet pertama sudah pada balik modal , cepat balik modalnya konon begitu gak sampai setahun sudah balik modal, usaha dahsyat BEP dibawah 1 tahun, saking ramai nya harga waralaba mulai naik konon sudah ARA mencapai 380 juta.sekarang. wkwkwkwk.

Yellow Bean
Pemerintah bikin pabrik minyak dong supaya bisa mengendalikan konsumsi rakyat nya. Dulu aku sempat dengar kabar, minyak curah sudah mau di setop dan harga minyak premium waktu itu masih di kisaran harga 22rb-25rb. Sekarang malahan seperti nya kembali ke masa lalu untuk rakyat biasa hanya bisa membeli minyak curah pun masih harus bersaing dengan yang berhasrat menjual ke pengusaha bio diesel

Jimmy Marta
Migor curah langka karena ada kebijakan dua harga beli cpo. Pabrik2 cpo lebih tertarik menjual produknya ke industri bio diesel B35. Harga beli yg lebih baik dan berbagai insentif, minyakita jadi langka. #mikirmigoraja

Komentator Spesialis
Masyarakat Indonesia yang prural itu bukan ada baru kemaren, sudah ada dari ratusan tahun yang lalu. Nggak pernah ribut, nggak pernah berkelahi dan saling menghormati. Kenapa baru 10 tahun terakhir ini dituduhkan kesan ada kelompok radikal dan tidak toleran ? Buat bangsa ini sangat penting saat ini adalah ummat Islam mempelopori pemberantasan korupsi sebagai penyakit akut bangsa. Harus menjadi contoh yang baik. Bukan sebaliknya menjadi pelopor korupsi. Atau dengan mengusulkan di gol kannya hukuman mati untuk koruptor. Saya kira itu lebih Islami. Dan saya kira ummat agama lain akan mendukungnya.

Muh Nursalim
Dalam islam memang ada yang tsawabit dan mutaghayirat. Tsawabit adalah yang harus tetap tidak boleh berubah. Adapun mutaghayirat itu bisa berubah sesuai dengan konteksnya. Sholat misalnya itu tsawabit, dalam keadaan apapun seorang muslim tetap harus sholat tetapi teknisnya bisa berubah sesuai dengan keadaan pelakunya. BIla safar boleh jamak qasar, bila tak bisa berdiri boleh duduk bila hujan boleh jamak dan lain-lain. Nah untuk peradaban memang lebih njjlimet, diperlukan kepekaan dan kemampuan dibidang ushul fikih yang mumpuni. Harus benar-benar fakih. Kyai tsaquf sendiri bukan seorang fakih. Beliau alumni sospol UGM bukan ahlinya fikih. Tetapi dengan kedudukannya bisa mengerahkan pakar fikih di NU yang jumlahnya ribuan. Gus Baha misalnya, ulama ini menurut saya the real fakih di Indonesia saat ini.

Udin Salemo
Bagi inyong memandang penganut agama lain biasa saja. Tak ada kebencian. Untuk inyong batasannya sudah jelas: bagiku agamaku bagimu agamamu. Tak mungkin aku mencampuri agamamu. Kamu juga jangan mencampuri agamaku. Aku tak menafsirkan ajaran agamamu karena aku memang bukan ahlinya. Kamu jangan menafsirkan ajaran agamaku karena kamu juga bukan ahlinya. Aku cukupkan dulu sampai disini. Aku takut nanti digolongkan ekstrim kanan, atau ekstrim kiri. Padahal aku itu sejatinya suka es krim. #everyday_berpantun Waktu liburan di Pulau Bali/ Kami membeli geprek bensu/ Hari ini aku galau sekali/ Karena rindu akan sibungsu/ Kami membeli geprek bensu/ Untuk disuguhkan buat tamu/ Rindu sekali akan sibungsu/ Karena sudah lama tak bertemu/ Untuk disuguhkan buat tamu/ Tamunya basah karena kehujanan/ Sudah lama tak bertemu/ Karena jarak yang berjauhan/

Liáng – βιολί ζήτα
Mengacu pada statistik tahun 2021, bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) sekitar 90-95 juta orang, sedangkan jumlah penduduk Indonesia di tahun yang sama sekitar 270 juta orang lebih. Ini berarti sepertiga penduduk Indonesia adalah warga NU. Implikasi dari kebijakan Pemerintah di bidang apapun, logikanya akan langsung berdampak kepada warga NU. Oleh karena itu, Pemerintahan yang berkuasa dari partai politik (koalisi partai politik) manapun sudah seyogyanya menampung aspirasi warga NU yang notabene sepertiganya warga Indonesia !! Kita sangat mengapresiasi calon-calon anggota Legislatif dan calon-calon Eksekutif (Bupati, Walikota, Gubernur hingga Presiden – beserta wakilnya) bersilaturahmi dengan NU. Sebaiknya kita jangan bersikap apriori, bahwa mereka mencari dukungan NU sebagai Organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan terbesar di dunia ; atau bahkan mencari simpati warga NU yang ujung-ujungnya pendulangan suara pemilih. Mendengar dan menampung aspirasi warga NU, yang kemudian dijadikan program kerja para politisi merupakan suatu keniscayaan. Ingat, jumlah mereka sepertiganya warga Indonesia. Semoga… para politisi memang berhati mulia untuk membawa Indonesia lebih baik di masa yang akan datang lewat pemahaman akan potret riil masyarakat Indonesia lewat NU.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Abad Fikih

KEMPALAN: 00.00 waktu Sidoarjo.

Di pukul 00.00 itulah rangkaian acara satu abad Nahdlatul Ulama dimulai. Di stadion sepak bola. Tanggal 7 Februari 2023.

Acara pertama itu adalah pembacaan Quran. Oleh para kiai terpilih di NU. Disusul dengan acara istighotsah kubro. Sampai pukul 03.00. Lalu disambung dengan acara ketiga: kiyamul-lail. Salat malam. Sampai menjelang datangnya waktu salat subuh.

Lapangan rumput stadion itu akan dilapisi karpet. Menjadi lantai masjid yang sangat luas.

Setelah salat subuh, acara yang Anda tunggu pun tiba: bersalawat masal, dengan pimpinan yang anda sudah kenal: Habib Syech dari Solo. Sekaligus Anda bisa melepas kerinduan akut pada Habib. Sebelum Covid-19 nyaris setiap malam Habib Syech keliling Indonesia melakukan konser salawat. Ngangeni.

Sekali ketemu, Syechermania –fans Habib Syech– bisa berpuas-puas di perayaan satu abad NU ini. Ada waktu sampai pukul 07.00. Yakni ketika puncak acara dimulai: dihadiri Presiden Jokowi.

Yang tampil pertama di puncak acara nanti adalah Erick Thohir, Menteri BUMN selaku ketua panitia. Lalu sambutan selamat datang dari Rais Aam PB NU. Lalu pidato Presiden Jokowi.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Staquf, tampil setelah presiden. Yakni untuk menyampaikan hasil Muktamar Fikih Peradaban.

Rupanya itulah ”gong” satu abad NU: bicara soal peradaban umat manusia di jagat raya.

Peringatan satu abad tentu tidak terasa bobotnya kalau hanya bicara persoalan-persoalan praktis. Maka ketum PBNU memanfaatkan peristiwa satu abad ini dengan monumen yang tinggi: bicara peradaban manusia.

Muktamarnya sendiri akan berlangsung Senin lusa. “Ini sebagai kelanjutan dari R-20,” ujar Kiai Staquf di depan media pekan ini. R-20 adalah forum ulama dari berbagai agama yang menyertai KTT G-20 di Bali tahun lalu.

Yang menarik, di muktamar peradaban ini disisipkan satu kata ”fikih”: Fikih Peradaban.

Fikih adalah pedoman untuk menjalankan peribadatan dalam Islam. Ada fikih salat. Fikih zakat. Fikih bersetubuh. Apa pun yang terkait dengan hidup manusia sehari-hari ada fikihnya.

Tapi istilah ”fikih peradaban” baru dimunculkan sekarang ini. Tentu setiap orang akan menebak-nebak: seperti apa bunyi fikih peradaban itu nanti. Kita baca isinya. Lalu kita akan hidup mengikuti fikih itu.

Kiai Staquf belum banyak membocorkan kisi-kisi isi fikih peradaban itu. Mungkin masih harus dibahas dulu dalam muktamar fikih peradaban Senin depan.

Salah satu kisi yang diperlihatkan, misalnya, bagaimana umat Islam memandang penganut agama lain. Katakanlah terhadap Kristen. Selama ini ada sikap anti, benci, bahkan bermusuhan. Apakah memelihara sikap seperti itu akan menghasilkan peradaban manusia yang tinggi.

Setelah NU satu abad memperjuangkan ahli sunnah wal jamaah, maka pekerjaan besar abad berikutnya ini adalah membangun peradaban. Bukan main. Pekerjaan yang amat besar. Mendasar. Juga sensitif.

Tentu di puncak acara satu abad nanti baru akan dicanangkan bidang garap itu. Jangan harap minggu depan sudah akan terbit fikih peradaban yang bisa dibaca.

Merumuskan jenis fikih itu saja akan memakan waktu bertahun-tahun. Bahkan puluhan tahun. Apalagi Kiai Staquf bukanlah tipe ulama yang radikal. Kiai Staquf juga belum dikenal sebagai ulama langitan –sekelas KH Bisri Syansuri atau pun KH Wahab Chasbullah. Ia juga belum dikenal sebagai pemikir yang pernah melahirkan teori-teori pemikiran dalam Islam. Semuanya masih seperti ia simpan di otaknya.

Mungkin kini saatnya Kiai Staquf muncul sebagai pembaharu pemikiran Islam yang baru. Seorang pembaharu cenderung akan terlibat dalam kontroversi besar. Apalagi ini menyangkut peradaban. Jabatannya sebagai ketua umum PBNU memberikan jaminan bahwa akan banyak yang mendengarkan dan mengikutinya.

Kiai Staquf mungkin sudah begitu banyak terlibat di seminar internasional. Di forum seperti itu keluhan terhadap banyaknya doktrin intoleransi dalam ajaran Islam banyak sekali. Sampai pun mereka punya daftar ajaran Islam yang mana yang dimaksudkan itu.

Tentu perdebatan fikih peradaban ini hanya akan melibatkan para ulama, ilmuwan, dan elite di dalam NU. Terlalu berat. Lebih baik ikut datang yang jam 05.00. Yakni untuk bersama Habib Syech mengalunkan salawat bernada. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 3 Februari 2023: Polda Bobol

Handoko Luwanto

Mungkin bom seberat itu disamarkan ke dalam tabung LPG 12kg. Atau bisa jadi disamarkan ke dalam galon air isi ulang. Hmm… atau dimasukkan ke dalam tanki truk muat air bersih. Dengan lebih dulu menyabotase kran air untuk wudu. Begitu melewati pos security-check, pelaku mengambil bomnya lalu masuk ke dalam masjid. Turut berduka bagi segenap korban bom di masjid Mapolda Peshawar.

Pryadi Satriana

Pryway: Islam ‘Kanan’ dan ‘Kiri’ Islam ‘kanan’. Sebutan lain untuk ‘Islam fundamentalis’, yang ‘literal’ dalam pembacaan teks Kitab Suci, karenanya cenderung ‘normatif’ (baca: ‘kaku’) – termasuk dalam ‘memaknai’ sunnah nabi, yang ‘ndhak dilakukan nabi’ ya ‘jangan dilakukan’, contohnya: ziarah kubur. ‘Jangan’-nya ditekankan, jadi ‘haram’. Makna ‘haram’ pun berubah: ‘yang dilarang Allah’ menjadi ‘yang tidak dilakukan nabi’. Kebablasan. ‘Pembacaan literal’ inilah yang jadi masalah, terutama kalimat: “Islam agama yang diridhoi Allah”, diartikan: agama lain ndhak diridhoi Allah, berarti “ndhak masalah jika dimusnahkan”. Pemahaman seperti inilah yang mendasari terorisme! Pemahaman ini ‘ahistoris’ – bertentangan dg sejarah – dan ‘ndhak logis’ (‘illogical’). Islam ndhak ‘ujug-ujug’ ada dan satu2nya ‘agama wahyu’. Ada Yudaisme, yg menyembah “Allah Ibrahim, Ishak, dan Yakub”. Ada Kekristenan (Christianity), yg jg menyembah “Allah Ibrahim, Ishak, dan Yakub”, yg jg disembah oleh umat muslim! Jadi, umat Yahudi, Kristen, dan Islam menyembah ALLAH YANG SAMA: “Allah Ibrahim, Ishak, dan Yakub”! ‘Islam Kiri’ adalah ‘antitesis’ dari ‘Islam Kanan’. Islam yg “ndhak literal-tekstual”, yang “mengakomodasi tradisi” shg disebut “Islam tradisional”. Krn pengaruh “kiri” dalam politik, ‘Islam Kiri’ jg berarti ‘Islam yg menerima pemikiran2 demokrasi & segala konsekuensinya’, menjadikan ‘berbau sekuler’, shg disebut ‘Islam Liberal’, yg belakangan di-‘reposisi’-kan sbg ‘Islam Progresif’. Salam. Rahayu.

Handoko Luwanto

Tragedi di Pakistan sekali lagi mengingatkan kita betapa tak ternilainya “Bhinneka Tunggal Ika” di sini. Bayangkan di sana di dalam suatu faksi ada sub-sub faksi. Di dalam tiap sub faksi bisa jadi ada turunan sub faksi lagi. Wong sama-2 pakai nama Taliban tapi tak saling akur. Apa perlu Pakistan dijadikan negara kepulauan ? Dengan cara bikin terusan-2 yg melintasi daratannya. Lalu tiap “pulau” nya diserahkan ke masing-2 faksi.

Johannes Kitono

Botanical Garden. Beberapa hari ini cuaca di Adedaile sangat tidak ramah.Bulan Pebruari yang masuk Autum masih terasa dingin. Tiupan angin menusuk sampai ke tulang. Seandainya shooting film 007 disini yang super dingin justru membawa berkah.James Bond pasti tidak kekurangan Bond Girls untuk menghangatkan tubuhnya. Jelas nasib beda jauh antara James Bond dan komentator. Dengan long john, kaos berlapis dua dan jaket Anna Avantie nekat juga ke Central Market. Sesudah brunch Ayam kung pao dan telur terong, naik bus no 99 ke Adelaide Botanical Garden ( ABG ) yang terletak ditengah kota. ABG seluas 51 Ha didirikan tahun 1857 dengan Direktur pertama George Francis (1800- 1865 ).Tamannya teratur rapi dengan aneka pohon dikelilingi bunga warna warni. Hari ini sepi pengunjung.Bisa jadi cuaca yang on off antara panas dan dingin tidak mendukung. Penduduk kota 1,3 juta orang lebih senang ngopi atau menghangatkan tubuh dirumah. ABG mengadakan Kursus Hortikultura untuk umum. Seminggu hadir 2 x dapat teori dan sisanya langsung praktek.Ada Diggers Club bagi yang hobby cocok tanam.Dan pamplet petunjuk semua tanaman di SA, lengkap dengan musim tanam dan panennya.Dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor ( KRB) yang luasnya 87 Ha dengan koleksi 15 rb tanaman memang ABG lebih bersih dan rapih. Masuk ABG gratis dan ada toko kecil yang menjual bibit tanaman dan sapronaknya. Ada tanaman bernama Balinese Lady dengan foto wanitaJepang.Kalau di KRB ada Monumen Cinta Lady Raffles di ABG pasti tidak ada.

Fiona Handoko

happy holiday bpk johannes kitono. tentu nyaman bertetirah di adelaide. yang langganan masuk one of the worlds most liveable cities

doni wj

Terorisme muncul pertama kali akibat represi Inggris ke wilayah Irlandia Utara. Tahun 60an. Tikus saja kalau terpojok akan menggigit, apalagi sesama manusia. Dulu perang biasa terjadi antara 2 pihak yang relatif setara. Entah dalam jumlah personel, ataupun dalam hal kedaulatan. Perlawanan IRA ini menginspirasi kelompok tertindas lain untuk melakukan bentuk perlawanan baru. Terhadap pihak yang dianggap lebih superior. Dengan cara teror. Perlawanan IRA itu yang menginspirasi Hariri, salah satu sayap PLO. Untuk meluncurkan serangan keji ke kontingen Israel. Di Olimpiade Munich 1972. Lama tidak ada “inovasi”, sampai muncul terorisme versi baru. Sebuah kelompok yang dipimpin negara Adikuasa mensponsori kelompok Mujahidin yang sedang berkonflik di perbatasan Afghanistan dengan Uni Soviet yang memback up Republik Demokratik Afghanistan. 10 tahunan perang berlangsung. Mujahidiin menang. Namun perang saudara Afghanistan kemudian terjadi. Lagi-lagi diakhiri dengan Pak Pulisi Dunia membentuk Taliban di tahun 1994. Selanjutnya menggelinding hingga sekarang. Taliban. Al Qaeda. ISIS. Akhirnya berujung pada pihak yang sama. Nha kalau sekarang Ukraina kembali disponsori pihak yang sama. Ini ibarat seorang produser yang mempunyai hak cipta, mengorbitkan penyanyi yang berbeda-beda, untuk menyanyikan cover version dari lagu hits yang sama. Di beberapa penyanyi muncul versi minyak. Di penyanyi lain versi ideologi. Lagu hits sepanjang masa. Lagu berjudul jualan senjata

Lukman bin Saleh

Kenapa Yahudi? Apa tidak ada yang lain? Kata 30 orang Afghanistan itu saat tau yang akan melatih mereka adalah 5 orang Yahudi. Yang di datangkan juga ke Thailand seperti orang2 Afghanistan itu. Begitu berat mereka menerima orang Yahudi, yang dianggap sebagai musuh. Tapi tuan rumah (Khun Chai) berhasil membujuk mereka agar mau diajar orang Yahudi. Karena merekalah yang paling ahli di dunia dalam hal pertanian tetes. Awalnya kaku, lama2 cair. Kemudian akrab. 45 hari mereka bersama. Transfer ilmu. Tiba saatnya pelatihan itu berakhir. Sesuatu yg dramatik terjadi. Saat perpisahan, si Afghanistan dan si Yahudi berangkulan lama dan saling menitikkan airmata. Rasanya akan bagus jika cara di atas dipakai untuk menghilangkan kebencian dan permusuhan yang terjadi di India dan Fakistan itu. Begitu juga yang di tanah air. Antara Cebong-Kadrun. Antara Wahabi dan Islam tradisional. Antara China dan Pribumi. Islam, Hindu, Kristen, dan semua perbedaan yg kadang mendatangkan prasangka dan kebencian. Yg berbeda dipertemukan. Dalam situasi yg menimbulkan rasa kebersamaan. Maka bersemilah benih2 cinta dan kasih sayang. Perbedaan itu bukan lagi menjadi bahan bakar permusuhan. Tetapi menjelma menjadi suatu yang indah dan berharga… (Cerita di atas saya kutip dari tulisan Abah: Bank Kambing untuk Wilayah Golden Crescent)

Jimmy Marta

Peshawar itu jgn dianggap mengerikan. Disana banyak juga kok yg menggiurkan. Saat selesai shubuh, cobalah anda jalan jalan seputar kota dan pertokoan. Anda akan banyak menemukan kedai kecil sampai besar yg penuh asap dg aroma membangkitkan selera. Itu para pedagang sarapan yg sudah bersiap sejak hr masih gelap. Untuk kesana yg paling utama adalah persiapan mindset pola makan anda. Jgn sesekali membayangan spt makan di warteg apalagi bak restoran disini. Mulai dari tempat duduknya aja kita sudah harus siap jk yg tersedia hanya gelaran tikar. Lesehan. Dan kalau datang lebih awal, anda mungkin bisa mendapatkan tongkahan. Itu tempat duduk emak emak ngulek sambel di dapur. Siap mental yg lain adalah, anda jangan gerah jika melihat orang2 sarapan duduknya mengelilingi pilaf tara bong siri paye berasap. Disitu memang dingin. Duduk bersempit ria itu biasa. Yang anda juga harus robah adalah soal biji padi. Jangan nanya nasi. Mereka cuma sedia roti bakar chanay. Disitu juga gk ada layar sentuh bak di warteg. Milih2 dan nunjuk2 itu gk perlu. Lauknya hanya sejenis, kare daging, kikil dan sumsum. Di kedainya ustad Mano Siri Paye kita tinggal bilang pahe 1, pahe 2 atau kelas bisnis…hehe..

Yellow Bean

Kupikir Polda siapa yang bobol, eeh ternyata Polda nya Pakistan. Lagi lagi teror Bom di Negeri dengan mayoritas muslim. Bahkan ketika seorang kepala negara baru mendapatkan laporan situasi kondusif, tiba tiba ada suara keras yang menghebohkan dunia. Sebagai seorang muslim pasti sedih mendengar berita sesama muslim berlalu dzolim dan kalimat kutukan muncul di mana mana. Yang saya heran kan adalah orang orang yang di tangkap dan di nyatakan bagian dari jaringan seperti tidak merasa bersalah. Dengan penampilan yang nampak alim mengapa bisa berbuat bengis. Bahkan seperti dengan mudahnya merekrut Anak muda yang mestinya sedang asyik merancang masa depan yang gemilang dengan karya yang punya manfaat baik untuk orang banyak tanpa merusak yang sudah ada. Ayolah sodara muslim ku tidak kah kalian malu dengan ilmuwan muslim yang bahkan Ilmunya di adopsi oleh seluruh dunia seperti Ibnu Sina .

thamrindahlan

Merah segar si buah tomat/ Beli sekeranjang di warung Amat/ Sesungguhnya antara dua Jum’at / Diampuni dosa umat berkhidmat/ Berdoa dulu sebelum bepergian/ Agar tiba di tujuan anda selamat/ Sesibuknya tuan dalam pekerjaan/ Jangan tinggalkan Shalat Jum’at/ Delman dokar beda nama/ Kuda Sumbawa kuat menjelajah/ Jum’at jangan kemana mana/ Saatnya Pria Shalat berjamaah/ Salam Jum’at Penuh Berkah

Amat K.

Rumah bambu atap rumbia/ Kala senja surya terbenam/ Musim penghujan sudahlah tiba/ Ini saatnya bercocok tanam. Mari membajak sawah punya kita. Bukan sawah orang.

Purnomo Inzaghi

“Pakistan adalah contoh negara yang punya banyak persoalan, makan roti tapi tidak punya terigu” Di scope yang sedikit lebih kecil Indonesia pun punya problem yang sama, kita ini begitu gemar makan mi dan roti meskipun bukan makanan pokok tapi kita pun tak punya terigu, tak punya gandum pun tak bisa menanam gandum di negeri tropis seperti di negeri kita biarpun di sini “tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman”. Tapi kan Indonesia punya energi yang melimpah, tidak seperti Pakistan…ya boleh saja, tapi energi bisa habis suatu saat nanti atau ada energi terbarukan yang akan menggantikannya dengan lebih murah dan lebih melimpah. Saya inget buku Manufacturing Hope karya Pak Dahlan, saya baca puluhan kali dan masih terus ingin membacanya meski sudah hampir hafal isinya. Betapa negeri kita punya banyak Hope alias harapan, begitu banyak potensi, begitu banyak peluang…tinggal eksekusinya yang sulit, terhalang birokrasi, terhalang aturan, terbentur undang-undang. Mudah mudahan para pemimpin dan stakeholder negeri ini mengerti, negeri kita punya potensi tapi tidak bisa hanya di urus dengan modal janji.

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Kalau saya baca chd ini, kelompok yg ngebom bertujuan agar waziristan merdeka dari pakistan. Dari dulu kallau ingin merdeka ya mengadakan pemberontakan. Contoh, Mexico ingin merdeka dari spanyol. Maka terjadi pemberontakan dan perang pada tahun 1810. Di negara kita, juga ada gerakan papua merdeka makanya memberontak. Dulu fretilin juga memberontak dan juga perang. Akhirnya bisa merdeka. Pemberontakan mengakibatkan perang. Perang ya saling bom, saling serang, saling bunuh dan juga saling tembak. Ya begitulah. Kalau saling cium dan saling raba meraba juga namanya perang. Tapi perang dibidang yg lain. Perang ini yg bikin bahagia. Sekian. Salam bahagia.

Jimmy Marta
Bakubom, bakubunuh, bakutemba..ah.. Bakuraba, bakucium, bakunae’..oh..

Johannes Kitono

Pagi ini Kapolri dan Kapolda seluruh Indonesia kaget dan heboh membaca judul Polda Bobol di Disway. Urusan Sambo dan Tedy Minahasa belum tuntas Polda mana lagi yang kebobolan,gumam mereka. Then, tersenyum kecut ketika tahu itu Polda Peshawar, Pakistan kota yang dekat Aghasnistan. Daerah kekuasaan Taliban. Tentu juga ikut dukacita, ratusan polisi telah tewas kena bom di mesjid kantor Polisi. Sungguh ganas dan biadad si Huzaifa ( ( 25 th ) pelaku bom dari TTP. Dengan bom 12 kg telah membunuh ratusan polisi yang tidak bersalah. Pasti banyak janda dan anak- anak yang sengsara, kehilangan seorang ayah pencari nafkah. Bom 12 kg bisa lolos dan meledak di Mesjid di kantor Polisi, tentu ada yang salah dengan SOP securitynya. Seperti di Indonesia, Kepolisian Pakistan juga segera perlu di reformasi. Supaya jangan terulang lagi Polda-Polda disana kena bom karena kebobolan lagi.

Komentator Spesialis

Ini harus dicek kebenarannya. Pagi ini saya dapat info dari WAG. Ada kabar bahwa pemerintah Saudi berencana membebaskan visa on transit selama 4 hari dengan syarat tertentu. Seperti pakai penerbangan SV, pakai kereta cepat dll. Jadi kita bisa umroh mandiri nantinya kalau benar begitu. Dan pemerintah Saudi akan membuka semacam undian untuk kuota haji. Harus mendaftar di website pemerintah Saudi langsung. Kalau itu benar, wah..wah..biro travel bakal banyak yang gulung tikar. Sebagai info, economy Saudi tumbuh 8.8% tahun lalu. Dan diramalkan tahun ini masih tertinggi diantara negara negara G20. Jadi kalau kemaren ada yang klaim ekonomi Indonesia tumbuh nomer 1 atau 2 diantara negara negara G20, disenyumi saja. Wong India saja 6.8%. Kita cuman di level auto pilot 5% karena pertumbuhan konsumsi domestik.

JIM vsp

Kata TALIBAN ini mengingatkan kepada Guru Bhasa Arab Dulu, namanyan Pak Bikis, Abah Sudah Tahu, Alm. Sering berkata ” KUN TOLIBAN MUJTAHIDAN, WA LAA TAKUN THOLIBAN KASLANAN ” nah bung Parikesit monggo dimaknai..

Fa Za

Soal kanan dan kiri, saya jadi ingat cerita Kiyai Hasyim Muzadi (Allahu yarham). Saat dipimpin Gus Dur. NU dipandang condong ke kiri. Namun, saat NU dipimpin Kiyai Muzadi yang menggantikan Gus Dur, NU dipandang condong ke kanan. Kiyai Muzadi pun dengan enteng menjawab “saya hanya menggeser NU dari kiri ke tengah, jadi nampaknya saja ke kanan”.

rid kc

Ini kejadian baru kemarin ya…begitulah stabilitas keamanan di negeri yang mayoritas muslim itu. Banyaknya faksi Islam ternyata bukan menjadi rahmat tetapi menjadikan umat islam terkoyak. Semiga Pakistan segera normal dan aman kembali

Mbah Mars

Dulu saat ngaji shorof, menghafal tashrifan dengan kitab kecil Amtsilatu Tashrifiyyah terjadi sahut-sahutan gini: Muin: “Kawwana” Jalil: “Yukawwinu” Muin: “Kawwin” Jalil: “Kawin karo sapa ?”

Haruntri Purnomo
Apakah Pak Pry mengomentari artikel di atas?Karena biasanya seorang bomber diistilahkan dengan pengantin yang mau menemui bidadari di surga. Tapi lihat foto profilnya koq seorang pria yang berjongkok pegang cincin di hadapan seorang perempuan. Apakah salah satu dari keduanya anak Pak Pry ? Seperti Pak JK yang bahagia karena Putrinya baru menikah? Apakah Pak Pry sendiri yang mau melamar seseorang? Jadi ,selama ini beliaunya sorangan wae alias Du** **ren?? Makanya koq komennya selama ini keras karena jablay? Ngapunten Pak Pry atas pikiran liar saya. Tolong konfirmasinya agar imajinasi saya tidak semakin kurang ajar..☕????????

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Polda Bobol

KEMPALAN: ”Allahu Akbar…” imam pun memulai salat duhur dengan gerakan takbiratul ikram, Senin lalu. Sekitar 300 jamaah berbaris di belakang sang imam. Mereka lagi khusuk-khusuknya berkonsentrasi ingin menghadap Allah.

BLAAAARRRR….!!!

Bom besar meledak. Persis di barisan pertama di belakang imam. Ruang dalam masjid itu hancur. Lebih 100 orang meninggal, hanya tiga yang bukan polisi. Lebih banyak lagi yang luka-luka: 220 orang.

Masjid itu memang masjid polisi. Di dalam markas polisi. Semacam di Mapolda. Detasemen antiteror pun bermarkas di situ. Dilengkapi pula asrama polisi. Sekitar 600 polisi tinggal di asrama itu.

Begitu banyak polisi yang salat duhur berjamaah. Tepat waktu pula: 13.30 waktu Pakistan. Hanya sedikit yang agak telat. Mereka masih ambil air wudu: berkumur, cuci muka, cuci tangan, cuci lubang hidung dan telinga, membasahi rambut dan cuci kaki.

Mereka yang sedang wudu itu terlempar sampai ke halaman. Bom itu begitu dahsyatnya: 12 kg.

Semua itu terjadi di Peshawar, kota paling dekat dengan perbatasan Afghanistan. Peshawar kota transit menuju bagian selatan Afghanistan.

Bom meledak di Peshawar bukan barang baru. Tapi bahwa bom itu meledak di markas polisi, di masjid pula, sulit di mengerti: bagaimana pengebom membawa amunisinya masuk ke markas polisi.

Memang peristiwa mirip itu pernah terjadi di markas polisi di Indonesia. Di masjid juga: masjid Polres Cirebon. Korbannya juga polisi: 25 orang terluka, termasuk kapolresta Cirebon. Tidak ada yang meninggal di peristiwa tahun 2019 itu.

Tidak sulit menebak siapa pelaku bom di masjid Mapolda Peshawar itu: Tariq Taliban Pakistan (TTP). Tahun lalu pimpinan baru TTP sudah mengeluarkan fatwa: “musuh kita adalah polisi dan pemerintah Pakistan”. Sang Amir, Noor Wali Meshud, melarang tentaranya menyerang sasaran sipil. Tujuannya: untuk memperbaiki citra TTP yang bengis.

Dari nama belakangnya, Meshud, Noor Wali adalah etnis Pashtun suku Meshud. Yakni suku minoritas yang dominan di wilayah tenggara Afghanistan. Mereka ini menghendaki provinsi Waziristan dan tetangganya merdeka. Noor Wali berumur 45 tahun. Ia menggantikan Amir sebelumnya yang tewas ditembak polisi. Bom masjid Polda ini semacam tindakan balas dendam.

Di zaman pemerintahan Imran Khan yang juga suku Pashtun, hubungan pemerintah Pakistan dan TTP membaik. Ledakan senjata mereda. Mereka sepakat genjatan senjata.

Pemerintah Pakistan berganti. Gencatan senjata berakhir. Tidak ada perpanjangan masa gencatan senjata. Ketegangan baru pun memanas di sepanjang perbatasan Pakistan-Afghanistan.

Pemerintah Pakistan tentu minta tolong pemerintah Taliban di Kabul: agar melunakkan sikap mereka. Tapi pemerintahan Taliban menolak. Sama-sama bernama Taliban keduanya justru bermusuhan.

Tazzz Amerika.

TTP sendiri awalnya mengaku bertanggung jawab atas bom di masjid Polda itu. Beberapa menit kemudian pernyataan itu dicabut. Pelakunya adalah salah satu faksi dalam TTP: Huzaifa, 25 tahun. Kepalanya ditemukan dengan tubuh berserakan di dalam masjid.

Memang mengherankan bagaimana Huzaifa bisa masuk markas Polda itu. Padahal penjagaan ketat. Pintu masuk hanya satu. Pemeriksaan sangat teliti.

Itu bukan Polda biasa. Itu Polda terpenting. Termasuk pusat security Koridor Ekonomi Pakistan-Tiongkok pun berpusat di Polda ini. Koridor itu memang melewati wilayah provinsi Khybar ini, menuju pelabuhan Gwardar di pantai Samudra Hindia.

Pakistan adalah control negara yang punya begitu banyak persoalan. Tidak punya sumber energi. Makannya roti tapi tidak punya terigu. Ia punya kapas tapi harganya kian merosot: terlalu banyak pengganti kapas yang lebih murah.

Pakistan yang Islam kian jauh saja tertinggal dari India yang Hindu. Dua-duanya sangat fanatik beragama. Tunggal siapa yang lebih punya masa depan. Toh tidak mungkin keduanya bersatu kembali. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 2 Februari 2023: Kaya Aset

Suardi Mengikat Hikmah
Pernah dengar cerita lucu. Ketika ada Banser ganteng dan gagah ikut mengatur tertib parkir, ibu-ibu Muslimat NU nyelutuk, “Wuih, Cak Bangser gagah yo, koyok tentara….” Giliran menjumpai tentara yang agak tambun sedang mengatur lalu lintas, ganti mereka nyelutuk, “Walah, tentara kok kayak Bangser…” Nah.., giliran ketemu “stering komite” berseragam Banser nanti?kok saya malah penasaran, kira-kira celetuk ibu-ibu Muslimat nanti apa ya?

Mbah Mars
Banyak orang salah paham terhadap Muhammadiyah terkait ziarah kubur, seperti salah paham mereka dalam masalah sholawat. Muhammadiyah tidak anti ziarah kubur. Dalam Himpunan Putusan Tarjih, kitab jenazah, bab ziarah kubur sudah dijelaskan secara gamblang. Tarjih mendasarkan keutamaan ziarah kubur berdasarkan hadits riwayat Muslim: Rasulullah SAW bersabda, “Dahulu aku melarang ziarah kubur, maka telah diijinkan bagi Muhammad berziarah kubur bundanya. Maka berziarahlah kubur, sebab hal itu mengingatkan akhirat”. Bagi Muhammadiyah ziarah kubur adalah amalan yang baik sepanjang dilakukan sesuai tuntunan: 1. Luruskan niat. Jangan dilakukan untuk tujuan yang dilarang syariat. 2. Mengucapkan salam kepada seluruh ahli kubur di area pekuburan. 3. Melepas alas kaki ketika masuk pekuburan. 4. Mendoakan ahli kubur. 5. Dilarang meminta-minta kepada ahli kubur dan menjadikannya wasilah kepada Allah.

bagus aryo sutikno
Dan cukuplah di Disway 1 Aryo, Aryo mBediun. Aryo nGanjuk, Aryo Wiyung, Aryo Tuban dan Aryo Jipang ndak usah muncul atau dimunculkan.

Mbah Mars
Dulu Empat Mata. Itu lho acaranya Thukul Arwana. Belakangan berubah menjadi Bukan Empat Mata. Sekarang Catatan Harian Dahlan Iskan. Kapan-kapan besok jadi Bukan Catatan Dahlan Iskan

Liáng – βιολί ζήτα
*dalam rangka ulang tahun CHDI. Dilematik CHDI di mata seorang pembaca. Pertanyaan yang pernah terlintas di benak saya adalah: mengapa tidak menggunakan nama kolom yang berbeda dengan nama penulisnya?? Bukankah keterikatan dengan nama seseorang itu pada umumnya bersifat temporary, hanya akan exist selama sang penulisnya masih mampu menulis?? Penulis sebagaimana umumnya, suatu saat nanti akan silih-berganti, tetapi nama kolom memungkinkan untuk bertahan lebih lama. Apa yang akan terjadi kelak; katakanlah 5, 10, 15 atau 20 tahun yang akan datang ketika Pak Dahlan Iskan sudah tidak lagi menulis CHDI?? Bukankah selama ini sudah terbentuk image yang kuat di pikiran para pembacanya, bahwa CHDI itu identik dengan Pak Dahlan Iskan, sudah menjadi satu-kesatuan yang tak terpisahkan dan memang menjadi daya-tarik tersendiri bagi para pembacanya?? Bagaimana nasib CHDI selanjutnya ketika satu dan lain hal Pak Dahlan Iskan tidak lagi menulis?? Tentu saja, sesuatu mesti terjadi, yaitu perubahan nama kolom!! Perubahan nama kolom tampaknya akan menjadi cerita baru, karena semuanya mesti dimulai dari awal lagi. Sungguh amat disayangkan, apa yang sudah dicapai CHDI akan tergerus oleh waktu dan kelak hanya akan menjadi kenangan semata. [1].

Budi Utomo
Shinchan pesan pizza. Youtube kocak satu menit. https://m.youtube.com/watch?v=PEHoG6GeK_k. Transkripnya sbb: Terima kasih sudah menghubungi bagian delivery pizza, mau pesan sesuatu? Shinchan (S): Tidak, saya hanya mau pesan pizza saja. Tukang Pizza (TP): itu namanya mau pesan. Tolong nama, alamat dan nomor telepon. S: Namaku Nohara Shinosuke tapi alamat dan nomor teleponnya tidak tahu. TP: Kalau begitu pizza nya tidak bisa diantar. S: Kalau alamat Masao aku tahu. TP: Kalau begitu pizzanya akan diantar ke rumah Masao. S: Hmmm susah juga kalau begitu ya. TP: Mestinya saya yang bilang begitu. S:Tolong telepon lagi nanti ya. TP: Yang telepon khan Anda. S: Ya sudah. TP: Baiklah. S: Hhhh tukang pizza zaman sekarang memang kurang pendidikan.

Budi Utomo
Jadi ingat lelucon almarhum Dalang ternama Ki Enthus mantan Bupati Tegal. Yang membedakan NO (Nahdlatoel Oelama) dengan Muhammadiyah. Yang satu hobi merokok. Yang lain anti merokok. Seorang santri NU sedang merokok di SPBU diperingatkan petugas SPBU untuk mematikan rokoknya lalu dilawan sang santri. Lha itu khan tulisannya NO Smoking. Nahdlatoel Oelama Smoking. Wakakaka

Mbah Mars
Resepsionis: “Nama Bapak ?” Baroto: “Baroto. Tidak pakai bh ya mbak” Resepsionis: “Aduh Bapak kok tahu sih ? Habis gerah banget. Udara panas” Baroto: “Ealaahhhh. Baroto Mbak. Bukan Bharoto”
Sri Wasono Widodo
Lebih bijak jika ponpes-ponpes NU tetap mandiri, baik dari aspek kepemilikan asetnya, diferensiasi “manhaj” nya, maupun kekhususan “prodi”nya. Biar saling ber “fastabiqul khoirot”. Yang penting tidak lagi di “polarisasi” seperti era Orba, ada dua kubu yang saling bertolak belakang karena berbeda kepentingan. Demikian juga perbedaan furu’iyah NU dengan ormas lain, yang penting tetap saling menghormati. Jika perlu diadakan “bahtsul masail” antar ormas Islam untuk mencari benang merahnya.

Parikesit
Kebangkitan Bersama Sebagai seseorang yang pernah masuk NU secara Struktural dan terlahir sebagai NU Kultural, saya merasa terharu atas artikel Abah hari ini. Thanks, Abah. Sebuah coretan dan harapan, ketika masih aktif di Lembaga Dakwah PCNU Lasem, (Anda pasti belum tahu, PCNU Lasem adalah PCNU ke-11, dan satu-satunya kecamatan yang memiliki pengurus cabang, inilah istimewanya Lasem), saya membuat coretan2 untuk NU ke depan. Coretan itu saya tulis, ketika saya dan empat orang kawan lainnya, sedang ditugaskan selama beberapa minggu di daerah pedalaman, terletak di lereng gunung AP, ditemani lampu teplok/uplik, diselingi sahutan dan lolongan anjing setiap malam (karena warga desa masih banyak yg memeliharanya), coretan panjang berisi harapan, untuk NU tercinta ke depan, dan di usia satu Abad, beberapa sudah terwujud. Inilah cuplikan daripada coretan panjang itu : – NU memiliki media penyiaran, dan sekarang memiliki Aswaja TV, TV9. – NU mempunyai rumah sakit sendiri di setiap kabupaten, boleh bergandeng tangan, ngangsu kawruh kepada Muhammadiyah dalam tata kelola dan konsistensinya. – Contoh yang keren Pendidikan di Malang, ada UNISMA yang juga ada UMM. Satunya adalah representasi NU dan satunya lagi representasi Muhammadiyyah, semakin banyak “UNISMA-Unisma” lain di setiap kabupaten, semakin keren. – Dan masih banyak lagi, sementara itu dulu, namanya juga cuplikan. Hehehe.. Oh iya, Pagar Nusa mugi tansah guyub, bersama PSHT dan juga anggota IPSI lainnya.

Lukman bin Saleh
Saya kadang sedih mendengar khotib atau ustaz yg menguraikan bagaimana mulianya hidup miskin. Orang miskin masuk surga lebih dahulu, nilai pahala amalnya lebih besar, hisab lebih cepat, di akhirat terjadi penyesalan biar tidak banyak urusan, orang kaya ingin menjadi miskin sedang org miskin tdk ingin menjadi orang kaya, dan seterus2nya. Semua itu tidak salah. Tp hendaknya doktrin itu lebih proporsional. Dan liat situasi dan kondisi jamaah. Jika khutbah atau ceramah di tengah2 masyarakat yang miskin dan masih jauh dari budaya kerja keras. Pemuda2nya lebih senang nongkrong dan main game online. Apa iya isi ceramah harus seperti itu? Knapa tidak diutamakan dulu tentang mulianya ikhtiar atau bekerja keras, mulianya tangan yg di atas, hinanya seorang pemalas, dan seterusnya? Harapan saya sama dg alenia terakhir tulisan Abah hari ini. Dan itu harapan sy sejak lama…

Ferdy Holim
Kalender Hijriah didasarkan pada peredaran bulan (lunar calendar). 1 tahun = 12 bulan lunar = 353, 354 atau 355 hari. Kalender Masehi didasarkan pada peredaran matahari (solar calendar). 1 tahun = 12 bulan kalender = 365 atau 366 hari. Kalender Imlek didasarkan pada peredaran bulan dan matahari (lunisolar calendar). 1 tahun = 12 bulan lunar = 353, 354 atau 355 hari; tapi setiap 2 atau 3 tahun sekali ada tahun kabisat di mana 1 tahun = 13 bulan lunar = 383, 384 atau 385 hari.

Haruntri Purnomo
Mohon ijin bertanya,serius dua rius. Mengapa penanggalan Imlek yang lunar, awal tahunnya menurut penanggalan Masehi yang solar,hanya bergeser antara Januari sampai Februari? Tidak seperti penanggalan Hijriyah yang berdasar pergerakan bulan.Awal tahunnya bergeser terus.Yang sangat terasa bahwa idul Fitri selalu’bergeser’.Pernah bertepatan dengan semua bulan dari Januari sampai Desember.

Agus Suryono
ANTARA NU DAN MUHAMMADIYAH.. Yang pasti keduanya adalah Islam. Itu yang paling UTAMA. Bedanya apa dong kalau begitu..? Dan inilah jawabannya.. 1). NU. Atau Nadhatul Ulama = 13 huruf. 2). Muhammadiyah = 12 huruf. Jadi beda keduanya adalah 13 vs 12 huruf. Dengan kata lain, keduanya sama- sama Islam. Yang berbeda hanya naungan organisasinya. Yang selisih 1 huruf itu. Karena itu mari kita bersatu. #bersatu kita “uenak”, bercerai itu kita sedih..

daeng romli
Untuk masalah aset yg saat ini sdh tertata, memang aset Muhammadiyah lebih banyak. Hal ini pula yg ditanyakan oleh seorang pejabat Arab saudi ketika datang ke Indonesia. Saat itu yg menemani pejabat tsb kebetulan Hasyim Muzadi. Beliau tanya kepada Hasyim Muzadi. Anggota NU di Indonesia lebih banyak drpd Muhammadiyah, tetapi saya lihat tadi banyak sekolah2 Muhammadiyah. Sekolah2 NU kok tdk ada. Setelah berfikir……Hasyim Muzadi menjawab….iya memang banyak sekolah2 Muhammadiyah tp yg tdk ada tulisannya itu semua milik NU…… wes ngono ae….salam

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Saya lihat istri saya, begitu zuhudnya. Selalu berharap pada rahmat dan ridho Allah. Contohnya apa? Kalau dirumah ada buah pisang. Sebelum kulit pisang dilempar ke kandang kambing. Istri akan memanfaatkan kulit pisang itu. Dibuat lulur. Digosok gosokkan ke kulitnya. Untuk apa? Agar kulitnya halus, untuk menyenangkan suami kalau meraba kulitnya. Kalau niat itu, nanti di ridhoi Tuhan Allah. Begitulah pikiran si istri. Tangan saya jadi hafal. Kalau habis luluran kulut pisang, betul kulitnya halus banget sehalus jalan tol semarang batang itu. Kalau kulitnya halus seperti suteranya cleo patra, saya bisa menebak. Tadi luluran pakai parutan buah bengkoang ya? Si istri akan menjawab, kok tahu. Tangan saya sudah hafal seberapa halus kulit dan luluran buah buahan. Bagitulah zuhud nya istriku, menghaluskan kulit untuk menggapai kebahagiaan akherat. Saya pun kebagiaan surga dunianya h e he he….. terima kasih zuhud.

Johannes Kitono
Mdm Po Po Setelah puas mampir di South Australia Art Galery langsung ke taman Adedaile Central Plaza. Dengan harapan bisa menikmati lagi lagu lagu cinta Gitaris Leon. Gerimis dan angin yang menusuk membuat taman lenggang.Terlihat seorang wanita Tionghoa setengah baya sedang menari.Diiringi lagu Mandarin dari tape recorder tua.Tentu suaranya tidak serak-serak basah dan s seperti Madonna. Lenggang lenggoknya asal goyang saja, tidak nehi nehi cha chi seperti film India.Hamparan kain didepan gerobak terlihat hanya menampung beberapa keping coin saja. Setelah kasih lembaran 5 $ yang membuatnya sangat happy mulailah dia bicara. Namanya Po Po marga Hung dari mainland China,suku Canton tapi bisa juga Hakka. Sudah 4 tahun tinggal di Adedaile. Setelah suami bulenya meninggal terpaksa jadi pengamen untuk biaya hidupnya.Sewa apart 130 $/ minggu bisa ditutupi dari hasil ngamennya.Satu hari boleh ngamen di 3 lokasi di taman Central Adedaile. Now umurnya sudah 70 tahun dan shio Ular yang biasanya penuh dengan misteri. Lagu-lagu cinta yang diputar adalah lagu di film seperti Shanghai Bun. Po Po menyadari penghasilannya tidak mungkin tinggi karena keterbatasan bahasa. Heran juga kok bisa jatuh cinta sama suami yang British dan duda 2 anak. Itulah kehebatan bahasa Cinta. Po Po, janda 2 anak asal Kwang Tung,China. Bisa jatuh cinta dan hidup bersama dengan suami barunya di Adedaile.Matahari sore mulai menghalau gerimis dan bangku mulai kering. Po Po pamit mau pindah lokasi lagi. Cia Yu Po Po.

AnalisAsalAsalan
Katanya, yang ideal adalah 70% calon haji, 30% dana manfaat. Berarti 25 juta diendapkan 15-20 tahun jadi 55juta. Calon haji menambah 45 juta, sehinggal total dari calon haji 70 juta.

Jimmy Marta
ONH kalau dikelola menggunakan skema ponzi, kt gk setuju. Yg berada diujung, pasti nanti gk kebagian subsidi lg. Memang agak heran, kenapa ada setoran awal 25 jt kalau ngantrinya 15-20 th. Apa gk sebaiknya mendaftar dg 1-5 jt sj. Dibuat daftar. Sesuai antrian, 1 th sebelum brkt, yg sudah dlm kuota baru melunasi. Kalau calhaj itu tahu antriannya 15-20 th, itulah saatnya mereka mulai menabung dg caranya masing2. Jika 170 T (2022) dana manfaat yg dikelolola bpkh ditabung dg pola apapun, mestinya subsidi tdk perlu memakan pokok setoran.

Haruntri Purnomo
Ada kisah tentang jamaah umrah nusantara.Muslim Indonesia yang tidak bisa dilepaskan dari NU atau MU.Nahdhatul Ulama atau Muhammadiyah. Ketika datang saat sholat taraweh,karena umrah pas bulan ramadhan.Dimana jumlah rakaatnya 20 plus 3 rakaat witir,jamaah berpikir: “Ohh ,di Mekkah NU.Sama dengan taraweh di Musholla di kampung”. Ketika esoknya ikut jamaah subuh.Dan ternyata nggak pakai do’a qunut,jama’ah tadi berkesimpulan.”Ohh,disini Islamnya ,Islam Muhammadiyah.Seperti kalau subuh diimami Mas Ustaz yang kuliah di kota. Kesimpulannya?Entahlah.Apakah orang tadi berkesimpulan di pusat dan asal mula agama Islam komplet .Ada semua. Atau malah jadi bingung.

Haruntri Purnomo
Islam dari masa ke masa. Ada Syi’ah ada Sunni. Ada Syarif ada Habib. Islam di Nusantara, Ada NU ada Muhammadiyah. NU, Ada PPP ada PKB. Muhammadiyah, Ada PAN ada Partai Ummat. PKB, Ada Gusdurian ada Cak Iminisme. PPP, Ada Surya Darma Ali ada Romahurmuzy. Ketika solid ada yang julid. Membuat sesuatu untuk bisa diadu. #komen ala Pak MZ Arifin UZ (*)

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Kado Leopard

KEMPALAN: INILAH kado ulang tahun kelas berat: tank Abrams. Yang ulang tahun Ukraina. Tepat tanggal 24 Februari depan perangnya lawan Rusia genap satu tahun.

Awalnya Amerika tidak ingin kirim tank terbaiknya itu. Amerika sudah begitu banyak mengirim angpao: uang kontan. Jumlahnya, di tahun 2022 saja hampir Rp 200 triliun. Tepatnya USD 12 miliar.

Dalam hal kado senjata, Ukraina sendiri sebenarnya lebih menginginkan kado dari tetangganya: Jerman. Wujudnya sama: tank. Tapi buatan Jerman: Leopard seri 2. Leopard dinilai lebih cocok untuk melawan Rusia di belahan timur dan selatan negeri itu.

Jerman alot. Negara yang pernah berperang lawan Rusia itu tidak mau membuka luka masa lalu. Jerman keberatan mengirim Leopard 2. Tapi Jerman juga terikat komitmen sebagai sesama anggota NATO. Akhirnya terjadi kompromi di antara anggota NATO. Jerman akan kirim Leopard kalau Amerika juga kirim Abrams. Ukraina dapat dua kado istimewa.

Tentu Rusia marah (lagi). Dengan bantuan Abrams dan Leopard, perlawanan Ukraina akan lebih seru. Sebenarnya Ukraina sudah minta Leopard 2 sejak perang dimulai. Tapi Jerman ogah-ogahan. Jerman tidak mau dibaca sebagai musuh utama Rusia. Setelah Amerika akhirnya memutuskan mengirim Abrams, barulah Jerman setuju kirim Leopard 2.

Duh, berarti perang ini masih akan lama?

Di dalam negeri sendiri, Presiden Zelenskyy harus menghadapi dua front. Front satu bisa dilawan dengan Leopard 2: serangan Rusia. Front kedua lebih sulit: serangan pada koruptor yang dibekingi oleh oligarki.

Pers independen di Ukraina gencar menggali berita di dua front itu sekaligus. Para wartawan investigasi terus mengungkap terjadinya korupsi di masa perang ini.

Begitu gencar pemberitaan korupsi itu sampai akhirnya Zelenskyy memberhentikan banyak pejabat tinggi. Termasuk wakil menteri pertahanan.

Presiden Zelenskyy memang didesak oleh Amerika untuk mengusut korupsi dana perang. Terutama dana yang berasal dari bantuan Amerika.

Mungkin korupsinya sulit dibuktikan, tapi seorang wakil menteri berlebihan. Di tengah perang ini sang wamen berlibur ke Spanyol. Bersama dengan seluruh keluarga. Pakai mobil pinjaman dari oligarki di sana.

Ada juga pejabat tinggi yang diberhentikan karena mobil bantuan. Mestinya mobil itu untuk melayani korban perang. Justru dipakai sendiri ke mana-mana setiap hari.

Ada juga yang me-markup bantuan untuk rakyat. Sampai 30 persen.

Korupsi memang bagian yang paling sulit diatasi di Ukraina. Zelenskyy sendiri berhasil terpilih jadi presiden karena rakyat sudah muak pada korupsi.

Waktu masih jadi bintang komedi dulu, Zelenskyy bikin semacam sinetron serial. Lakon utamanya tentang seorang presiden ideal impian mata rakyat. Pemeran presiden ideal itu Zelenskyy sendiri. Sinetron ini begitu sukses. Orang mengidolakan sosok presiden seperti dalam sinetron itu.

Kian dekat Pemilu, popularitas Zelenskyy kian tinggi. Ia pun nyapres. Tidak lewat partai. Rakyat sudah muak kepada partai. Ia calon independen. Zelenskyy pun terpilih.

Tentu Zelenskyy harus melakukan reformasi. Rakyat menuntut agar Zelenskyy sebagai presiden beneran, sama dengan Zelenskyy sebagai presiden di sinetron. Harus serba ideal.

Usaha pertama yang dilakukan Zelenskyy adalah mengubah sistem Pemilu legislatif. Dari terbuka menjadi tertutup.

Ketik dibawa ke DPR, usul Zelenskyy ini ditolak. Pileg di Ukraina tetap terbuka: calon yang mendapat suara terbanyak yang terpilih. Partai tidak bisa menentukan calon mana yang harus duduk di DPR.

Zelenskyy juga mengajukan perubahan lainnya: sistem pembuktian terbalik. Yakni agar pejabat yang hartanya naik di luar kewajaran harus membuktikan asal-usul pertambahan kekayaan tersebut.

Usul itu juga ditolak DPR.

Itulah realitas politik. Di sinetron tidak ada penolakan oleh parlemen seperti itu.

Maka Zelenskyy ingin menguasai parlemen. Ia membentuk partai baru: Partai Pelayan Rakyat. Ikut Pemilu. Pileg. Berhasil. Partai ini menguasai kursi di parlemen. Dari 424 kursi DPR partainya mendapat 254 kursi.

Zelenskyy pun mengajukan rancangan UU baru. Yakni mencabut kekebalan hukum bagi anggota DPR, hakim, jaksa dan pejabat tinggi lainnya: berhasil. Pencabutan kekebalan itu pun jadi undang-undang.

Masih banyak yang ingin diubah Zelenskyy. Tapi Rusia menyerang Ukraina: 24 Februari 2022. Zelenskyy pun tidak bisa melanjutkan reformasi. Di sinetron, sang presiden selalu berhasil menjalankan program. Di sinetron tidak ada skenario serangan Rusia tiba-tiba.

Ada satu langkah Zelenskyy yang sempat berhasil. Tidak memerlukan persetujuan parlemen. Yakni mengubah cara memperingati hari kemerdekaan Ukraina. Dulunya peringatan kemerdekaan itu selalu ditandai parade besar-besaran di pusat kota. Begitu Zelenskyy jadi presiden, parade itu ditiadakan. “Dana besar untuk parade dialihkan untuk kesejahteraan veteran perang,” ujarnya.

Parade itu selalu menunjukkan kekuatan besar Ukraina. Termasuk di bidang persenjataan. Zelenskyy benar menghapusnya. Toh kehebatan di parade ternyata tidak mencerminkan hasil di medan perang sungguhan.

Wartawan antikorupsi begitu gigihnya di Ukraina: pun ketika di masa perang yang berlaku UU Darurat. Artinya, banyak data dianggap rahasia perang.

Pengusaha memang pintar menangkap peluang. Perang pun melahirkan peluang usaha. Apalagi kalau bisa kerja sama dengan penguasa anggaran. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 31 Januari 2023: Roys Mahkota

ACEP YULIUS HAMDANI
Ketika semua berdasarkan napsu duniawi, maka yang nampak indah adalah dunia, dengan segala cara untuk menggapai dunia, dengan menipu, akal licik dan mengorbankan akal budi, sebagai anak yang baik harusnya bisa melihat kehadirannya di dunia adalah hasil dari jerih payah orang tua, mendidiknya, memberikan usaha, dan gen yang baik untuk bisa berbisnis dengan cerdik dan cerdas, sehingga tidak layak untuk memusuhi orang tua, sebesar apapun kesalahannya, dan selayaknya Roy harus intropeksi diri apa yang menjadi keslahan dirinya sehingga orang tuanya bersikap seperti itu,… atau ini karma ?……entahlah….

Budi Utomo
Bung AAA. Waduh ga bisa diajak bercanda. Wakakaka. Kalau ada orang tenggelam jelas money even prayer can’t help. You must do something. Go swimming to help him/her if you can swim. Jika tak bisa berenang ya jangan nekad mau nolong. Bisa ikut tewas. Jadi quote nginggris saya ga berlaku untuk kasus orang yang tenggelam. Lagipula quote saya itu konteks nya ke kasus sengketa duit atau harta antara ayah dan putranya. Tapi mengutip kata bijak Abah Dahlan, para perusuh Disway ini sudah pada level independen. Nah itu dia! Semua perusuh di sini punya pikiran yang independen karena dari berbagai latar belakang. Setelah “semedi” sekian lama, saya kembali dengan filosofi Jawa untuk para perusuh di Disway: SakarepmuUrip uripmu dhewe. Wakakaka. Mengapa? Karena pada dasarnya komentar atau saran atau nasihat tak akan pernah bisa mengubah mentalitas / cara berpikir para perusuh yang independen dan unik. Jadi cara paling jitu adalah cara Bung Leong! Wakakaka. Dan cara saya adalah cara Shinchan yang mirip-miriplah rusuhnya (baca: humor lingga yoni nya), usilnya, nakalnya. Wakakakaka

Budi Utomo
Bung Otong. Apa kabar sehat selalu. Saya punya quote “nginggris”(sok English) membalas komentar Anda. Helping someone with only prayer without giving money is like a feeling already given someone a great contribution with doing nothing. Wakakaka
Budi Utomo
Uang adalah sumber segala kejahatan. Demikian sebagian besar filsuf/agamawan berkomentar atas kasus ayah putra ini. Tapi bagi seorang ekonom, uang adalah sumber kebaikan karena dengan uang sebuah transaksi bisa dilakukan dan sebuah infrastruktur maupun suprastruktur negara bisa dibangun. Beatles bilang money can’t buy me love. Sedangkan banyak playboys bilang: who says that? Duit tak bisa membeli kebahagiaan, kata orang yang tak punya banyak uang untuk menghibur diri. Tentu saja dibantah dalam hati oleh sebagian besar konglomerat super kaya tujuh turunan delapan tanjakan: betul kalau uangnya sedikit, kalau banyak rasanya bisa tuh. Solusi untuk kasus Roys dengan Papanya setelah saya diskusikan dengan roh Shinchan, bocah langka Jepang yang suka r-u-n (rusuh, usil, nakal) ternyata cukup mudah walau terdengar gila. Kata Shinchan begini. Ini khan masalah uang. Jadi solusinya juga uang. Saya bertanya: gimana caranya? Minta orang-orang kaya di Surabaya urunan uang senilai yang katanya diambil Papanya lalu berikan ke Roys. Ketika saya sedang termangu atas ide bocah langka Jepang, Shinchan nyeletuk: yang urunan termasuk orang kaya yang bisa-bisanya nulis kasus keluarga ini di Disway. Cabut ah. Run, run, run.Wakakaka.

Jimmy Marta
Diakui, tulisan abah kali ini dangkal. Dari sisi berita berimbangnya pun jauh. Abah tunggu aja ntar ada yg misuh2… Ampuuun pak bos…

Pakdhe joyo Kertomas
Putra Mahkota. Ada 2 kata disitu. Putra dan mahkota. Putra menunjuk ke turunan biologis. Sedang mahkota berkaitan dg tahta atau kedudukan. 2 hal ini kalo dipisah tinggi mana kedudukannya? Sang Putra atau sang Mahkota?. Putra tanpa mahkota bakal garing. Tapi itu cinta sejati yang ikhlasnya sundul langit. Mahkota tanpa putra namanya pemberontakan. Dimana mana puta mahkota selalu gayeng. Maka kalo kita masih suka gayeng dg putra mahkota disitulah nepotisme selalu terkait. Sama seperti yg lagi rame. Sebelum turun gunung mulailah menciptakan putra mahkota. Well sah sah saja. Tapi ingat tdk semua putra mahkota setia. Banyak pula yg akhirnya menjadi Brutus. Kejarlah dunia wahai pecinta mahkota. Karena mahkotamu ada duri racun yg tersembunyi.

Budi Utomo
Kalau betul begitu, maka berlaku hukum fisika sebagai berikut. A PRESSURE is directly proportional to FORCE. TEKANAN berbanding lurus dengan GAYA. Dicocoklogi dengan filosofi sebagai berikut. A life full of STRESS is a life full of STYLE. Hidup penuh TEKANAN adalah hidup penuh GAYA. Dilarang tertawa!

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Saya akan coba menilai dari sudut pandang tasawuf. Mengapa? Karena tujuan tasawuf untuk membuat manusia hidup bahagia. Ya sebahagia malam pertama. Asyik ya? Baiklah saya mulai. Dalam chd hari ini, secara umum ada 2 perbuatan yaitu 1. Si anak meminta agar bapaknya menyerahkan usaha dagangnya kepada anak. Karena si anak sudah berbuat banyak untuk memajukan usaha itu. 2. Si bapak belum mau menyerahkan mahkotanya kepada anaknya karena kelakuan anaknya. Dari situlah sudut pandang tasawuf. Bahwa orang yg selalu mendasarkan perbuatan atau amal, selalu berharap pada perbuatannya, tidak akan membuat hidupnya bahagia dan tenteram. Jadilah emosi dan melawan. Begitulah hasilnya karena mendasarkan pada perbuatan. Saling serang,emosi dan caci maki. Yg benar, pikiran harus mendasar pada Tuhan Allah. Maknanya si anak harusnya bahagia karena telah membuat usaha maju, usahanya lancar. Semoga perbuatannya bisa dinilai kebaikan oleh Tuhan. Demikian juga bapaknya. Harusnya bahagia karena punya anak bisa bekerja keras dan mau bekerja demi keberhasilan usaha dagangnya. Semoga perbuatan selama membesarkan anak dari kecil sampai dewasa bisa dinilai oleh Tuhan sebagai amal kebaikan. Itulah makna dari,”orang yg selalu berharap pada perbuatannya menandakan kurang berharap pada Tuhan Allah”. Maka orang itu akan merasakan,”durian musang king rasa brotowali.”. Sekian. Salam bahagia.

Rihlatul Ulfa
Melihat bagaimana Ridwan Kamil bermanuver dalam politik, sangat seru untuk dilihat. ia masuk kedalam partai Golkar, mengguncang dan ancaman baru bagi Nasdem dan PDIP. dan setelah baru2 ini Jokowi bertemu dengan Surya Paloh, apakah PDIP sebenarnya merasa tergunjang dengan penetapan Anies Baswedan. pilpres 2024 akan sangat seru.

Nurmogati
Dear , Sons of Idea Man Mr. jim… Ur daiying Distrik gove , max rule , is BOT… Bought Propherty , is denied… I m so sorry , I yus Google Translet… But , I hop , U R more understood… ???????????? When U ‘ll ❤???????? like Ur Father…??? & ❤❤❤???????????? Kontribut mine ( Pendirian) MEP Moslem Economic Power… ????????????

Johannes Kitono
Ini adalah cerita sedih dari keluarga etnis Tionghoa. Bapa dan anak berantem hanya masalah harta. Saling tuntut menuntut hak yang biasanya akan berakhir di Pengadilan. Ajaran Kong Hu Cu bahwa anak harus berbakti kepada orang tua rupanya tidak berlaku di keluarga ini. Tidak jelas apakah ortu yang salah mendidik atau anak sulung yang egonya terlalu tinggi. Dan juragan disway yang sudah kenal baik bapa anak masih punya peluang untuk menjadi Mediator. Misalnya, minta kakak ipar papa Roy yang masih dihormati Roy. Dan tentu dengan seizin papa Roy, bilang saja bahwa Roy diundang papanya untuk Sin Cia. Roy biarpun anggap dirinya benar tetapi kesan sesama pengusaha Tionghoa, Roy tetap akan dianggap anak Puthau, tidak berbakti. Bisnisman atau banker akan super hati-hati menjalin bisnis dengan Roy. Seandainya, Roy bersedia Pay Cia kerumah papanya hindari dulu bicara masalah bisnis dan harta. Sesudah pay cia urusan akan mulai cair kembali. Kemudian pilih hari baik dan bulan baik untuk bicarakan baik-baik masalah bisnis.Disini diperlukan lagi Mediator profesionil yang bisa pilah pilah aset mana wajar untuk bapa dan anak ini. Pepatah mengatakan : Tidak ada Macan yang makan anaknya. Seorang anak harus dan wajib memaafkan ortu yang telah melahirkan dan membesarkannya. Semoga Semuanya Hidup Bahagia.

Fa Za
Beberapa hari belakangan ini Pak LBS dan Pak PS seperti “Tom and Jerry”, tp entah siapa yg jadi Tom dan siapa yg jd Jerry… wkwkkkk

hariri almanduri
Roy lupa dg pepetah leluhurnya;”jangan meminta kalau tidak diberi.”

Liáng – βιολί ζήτα
Mungkin banyak di antara kita yang sudah berkeluarga mengenal istilah “First Born Syndrome (Sindrom Anak Pertama)”. Secara singkat, First Born Syndrome adalah sikap kompetitif anak pertama yang tidak sehat dengan kecenderungan berpola-pikir bahwa ia harus selalu menjadi “aku yang pertama”. Istilah Putra Mahkota di dalam keluarga masyarakat biasa jelas ngawurnya minta ampun…pun…pun…pun… Orang tua sudah salah kaprah dengan menggunakan istilah Putra Mahkota, bahkan memicu First Born Syndrome ke level yang lebih parah. Bukankah sebagai orang tua wajib memperlakukan semua anaknya secara adil dengan penuh kasih sayang. Memangnya keluarga Kerajaan… pakai istilah Putra Mahkota segala !! (lha koq keterusan ya saya berlagak jadi orang tua… hahahahaha. maaf… tulisan di atas hasil contekan dari buku, wkwkwkwkwk).

Johannes Kitono
Berita sengketa harta warisan selalu menarik. Dan ternyata bukan hanya monopoli etnis Tionghoa saja.Di Medan ada anak-anak Konglo Batak era Presiden Soekarno yang ribut masalah aset ortunya. Di Bali anak sulung keluarga Puri menikam adik tirinya juga karena urusan harta. Selain rebutan harta ada yang menarik lagi saat mau beli peti mati bagi ortu Tionghoa. Setiap anak merasa wajib memberikan kontribusi biarpun tidak harus bagi rata. Misalnya,harga peti 50 juta tapi anak yang miskin bisa ikut sumbang 1 juta juga sudah happy.Dan percaya dengan adanya sumbangan itu tidak akan menutup pintu rezeki untuk anak cucunya. Kalau 1 juta itu berasal dari hutang juga wajib diganti supaya tidak pamali dan menutup pintu rezeki. Hukum waris Tionghoa ikut hukum Belanda. Hukum waris di Bali ada yang pakai Hukum Adat dan ada yang pakai Nasional. Kalau Hukum Adat yang dapat warisan hanya anak laki-laki saja. Anak-anak perempuan hanya tergantung belas kasihan kakak atau adik laki-lakinya. Ada cerita, anak sulung laki dapat warisan banyak tapi bangkrut, salah urus asetnya. Saat ortu wafat dan Ngaben terpaksa pinjam duit adik perempuannya yang baru saja jual rumah. Ironis sekali, ketika bicara warisan pakai hukum Adat domainnya anak laki-laki.Nah saat Ngaben ortu pinjam uang adik perempuannya. Ini pasti juga Pamali dan akan menutup pintu rezeki anak cucu kalau pinjaman tsb jadi Bodong alias tidak dikembalikan.

Pryadi Satriana
Dari konteksnya kita bisa tahu artinya, Bli. “Kalau ML spt sama robot”. “Kalau saya ML sama dia spt diperkosa”. Nah, kalau lihat konteksnya, “ML” itu artinya “Makan Lumpia”. “Kalau Makan Lumpia spt sama robot”, maksudnya,”Kalau Makan Lumpia ndhak dipotong-potong trus diberi bumbunya lalu disantap. Robot makannya ndhak dipotong-potong, langsung ‘diuntal’, bumbunya ‘disruput’ sampai habis”. “Kalau saya Makan Lumpia sama dia spt diperkosa”, maksudnya “Kalau saya Makan Lumpia sama dia spt diperkosa, DIPAKSA menghabiskan walaupun sudah kenyang”. Gitu Bli artinya, “ML”-nya huruf besar karena ‘singkatan’. Salam. Rahayu.

Mirza Mirwan
Siang di warung Yu Jenap. Tumben, sehabis makan siang Marsudi, SSTP. yang Sekretaris Kecamatan, sempat-sempatnya ikut gabung geng ojol di bangku depan warung. “Dari dalam tadi saya dengar kok diskusinya asyik, pasti tentang CHD. Ya ‘kan, Mas?” tanya Marsudi, SSTP. masih sambil menyeka bibir dan sekitarnya dengan tisu. “He-he-he, benar, Pak Sekcam,” Arjun yang menjawab. “Kata Mas Dul, Roys dan papanya sama-sama salahnya.” “Kok gitu, Mas Dul. Nalarnya gimana?” “Kan jelas, Pak. Roys nggak mungkin durhaka kayak gitu kalau dari kecil sudah diajari sopan-santun.” “Tapi mereka itu etnis Tionghoa,, Mas Dul.” “Mau Tionghoa, India, Arab, Eropa, Amerika, Melayu, Jawa, saya kira sama saja, Pak. Apalagi kalau ditambah pendidikan agama. Memangnya ada agama yang mengajarkan pemeluknya untuk durhaka kepada orang tua?” “Iya juga, sih. Tapi mungkin karena pengaruh lingkungan pergaulan Roys, Mas, yang membuatnya begitu.” “Kalau lingkungan pergaulan membuat kepribadian anak menjadi buruk, ya kembali ke kesalahan pendidikan sewaktu kecil, Pak. Sesederhana itu, menurut saya.” Marsudi, SSTP. mengangguk-angguk. Tetapi kata-kata Abdullah tentang berubahnya kepribadian akibat pergaulan barusan seperti menyodok jantungnya. Soal adab, sopan-santun, ia memang dididik ayah-ibunya. Tetapi soal pendidikan agama ia baru memperolehnya sewaktu SD. Religiositasnya rapuh. Dhuhur dan Jumatan aktif dilakukannya di masjid depan kantor. Selebihnya “edan-eling”.

Budi Utomo
Koh Mail. Panggilan mesra ala kera ngalam (arek Malang) Ralat. Ralat. Sperma atau sel PROTEIN? Satu sel sperma yang membuahi satu sel TELUR maksudnya??? Dalam hal ini Bung Leong tidak boleh jadi DIKTATOR (ditakdirkan berpikir kotor)!!! Xixixixi

Liam Then
Papa Liek salah, Ko Roys lebih salah. Lupakah sudah waktu bayi tak bisa apa-apa. Apakah Ko Roys sudah pandai bisnis sejak masih dalam bentuk sperma atau sel protein? Ko Roys nikmati hiduplah, lepas sepatu golfnya, rasakan embun di bilah rumput basah padang golf di pagi hari. Dari satu “cup” ke “cup” yang lain, dari awal “par” ke “par” berikut. Rasakan hentakan kaki kuda, guncangan ritme lari kuda. Ingat rasanya waktu Ko Roys pertama timang anak sulung Ko Roys, perasaan Ko Roys waktu itu, yang pasti kira-kira begini : “Jangankan dunia, nyawa-pun papa kasih buat kamu nak” Ko Roys, duit bisa tak terhitung lembaran kertasnya, tapi papa kandung ,seumur hidup cuma satu. Ko Roys, berubah yah. Cobalah sayang Papa Liek. Papa Liek pasti tak perlu Ko Roys punya nyawa, cukup Ko Roys ke rumah papa , panggil dia satu kata “Papa” dengan tulus. Papa Liek sudah pasti sangat bahagia.

imau compo
Ribut-ribut orang yg sangat dekat, seperti ribut-ribut Steve Job dan Steve Wozniak. Kata Wozniak, “saya insinyur yg mendesain apple ini, kamu bisa apa?” Jobs jawab, “kamu hanyalah seorang pemain biola yg mumpuni, tapi sayalah yg jadi dirijen orkesra ini.” Waktu membangunnya, ikhlas yg penting sukses toh kita ini teman atau keluarga sehingga semuanya fokus pada sukses tidak peduli deployment share-nya. Untuk menyelesaikannya, kembali ke semula, status teman atau keluarga tadi. Tidak ada sistem hukum yg bisa menyelesaikannya. In sya Allah barokah.

Leong putu
Om Liam ngomong kondom, saya jadi ingat cerita ini. Ini cerita betulan dari teman saya yang berprofesi sebagai dokter kandungan. Dia punya pasien, umur 40 hamil anak ke empat. Sudah capek katanya. Ndak mau tambah anak lagi. Maka, setelah anak ke 4 lahir, suami istri itu dianjurkan memakai alat kontrasepsi. Karena dulu pernah KB suntik, tapi pendarahan. Pil, dia muntah-muntah. Akhirnya pilihan jatuh pada kondom. Sang suami mungkin terlalu “lurus” lakunya semasa bujang dulu, sehingga tak mengerti cara memakai kondom. Akhirnya, teman saya menggunakan jempol tangannya sebagai alat peraga cara mamakai kondom, jempol itu dimasukkan ke dalam kondom, pikir teman saya, sang suami bakal mengerti. Eeeeeh ternyata, enam bulan kemudian, istrinya positif hamil anak ke 5. Hmmmm…..

Liam Then
Adalagi Bang BU. Humor pertengkaran orang tua dan anak punya orang rambut kuning : “You’re a disgrace of a father”!!!! “Godamnn…!! Your entire existance exist because i forget to pull up that night”!!!

Johan
Seperti humor zaman dulu lupa di buku apa. Seorang anak Indian bertanya pada ayahnya soal nama dirinya. Anak: Ayah, kenapa nama teman-teman pada lebih keren dari namaku? Ada Elang perkasa, Awan putih, Tongkat Hitam, dll. Ayah: Begini Nak. Kita orang Indian menamai anak sesuai nama sesuatu yang dilihat seusai bersetubuh. Inilah tradisi kita turun temurun. Anak: Oh begitu ya. Ayah: Ngomong ngomong, kenapa kamu menanyakan hal itu, Kondom bocor?

Liam Then
Saya pernah baca hunor pertengkaran antara orang tua dan anak. “Bapak orang tak seperti bapak, pilih kasih” “Kalau papa tahu kamu bakal ngomong begini, malam itu papa pakai kondom”

mz arifinuz
Sri sering diomeli oleh ibu nya. Sri berkata: Kalau ibu sudah tak sayang pd Sri, kembalikan saja Sri ke perut ibu.

Eyang Sabar56
HASRAT UNTUK BERUBAH Ketika aku masih mudah dan bebas berkhayal, Aku bermimpi ingin mengubah dunia, Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku, Kudapati bahwa dunia tak kunjung berubah. Maka cita-cita itu pun agak kupersempit, Lalu kuputuskan hanya untuk mengubah negeriku. Namun, tampaknya hasrat itu pun tiada hasil. Takkala usiaku makin senja, dengan semangatku yang masih tersisa, kuputuskan untuk mengubah keluargaku, orang-orang yang paling dekat denganku. Sayangnya, mereka pun tak mau diubah. Kini, sementara aku berbaring menunggu ajal menjelang, Tiba-tiba kusadari ; Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku, Maka dengan menjadikan diriku sebagai teladan, Mungkin aku bisa mengubah keluargaku. Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka, Bisa jadi aku pun bisa memperbaiki negeriku. Kemudian siapa tahu, aku bahkan bisa mengubah dunia.

Richolas Tjhai
Setuju, dalam ajaran Buddhadhamma orang tua kita adalah Bodhisattva / Buddha hidup. Sekiranya percuma bernamaskara ribuan kali didepan rupang Buddha, tapi absen untuk menghormat kepada orangtua yang mengantarkan kita ke dunia ini.

Mbah Mars
Ayolah Roys. Mungkin memang papamu punya salah. Kamu juga mungkin punya salah. Ayo yg muda mengalah. Sowanlah ke papamu. Peluk dan minta maaflah. Yg muda harus ingat UU Interaksi Anak-Ortu Pasal 1: Orang tua tidak pernah salah. Pasal 2: Jika orang tua salah lihatlah pasal 1. Kembalilah pada papamu. Pasti hidupmu tambah bahagia.

Johannes Kitono
Gitaris Leon Siang ini ketika sedang duduk di bangku taman depan outlet Uniqlo, Adedaile. Menikmati suara gitar yang merdu dipetik oleh Leon dengan fasihnya. Seolah-olah jiwa dan nadanya sudah bersatu padu menyanyikan lagu-lagu nostalgia. Tanpa menghiraukan manusia lalu lalang Leon terus memetik gitar sembari menghentakkan jari kakinya. Didepannya ada hamparan kain yang menampung coin. Dari pejalan kaki yang mungkin tersentuh dengan lagu lagu cintanya. Ketika ada yang minta lagu California, bisa juga dilantunkannya. Leon entah belajar gitar dari mana dan bisa jadi dari you tube saja. Tentu tidak perlu ditanya, nikmati saja petikan gitar dan lagunya. Penggemar Leon bukan hanya orang dewasa. Lihat, ada bocah kecil bergoyang ikuti irama musik sambil melambai ke burung merpati didekatnya. Gitaris Leon telah berjasa menghidupkan suasana di taman kota. Setelah menikmati 10 lagu tentu tidak tega kalau hanya kasih coin saja. Kasih lembaran 5 $. Dengan senyum senang Leon say thx you. Penikmat lagu langsung menyusul ibu negara dan dr Ayugita menikmati lunch di Warong Indonesia.

Sri Wasono Widodo
Pilihlah jawaban yang tepat: A. Siapa berani mengalah, akan bahagia di akhirnya B. Siapa berani mengalah, menderita di akhirnya C. Ayah berbuat tidak baik, anak menderita D. Anak berbuat tidak baik, ayah menderita E. Kerbau menyusu anak kerbau

bagus aryo sutikno
Laki2 bijaksana lahir dari keluarga yg penuh prahara. Contohnya Raden Airlangga putra Dharmaeangsa. Prahara itu cara Tuhan mencari bakat dan minat.

hilman g
Ada 3 hal yang membuat rusaknya hubungan silaturahmi antar manusia bahkan menyebabkan hancurnya hubungan keluarga, yaitu: haus kekuasaan, harta warisan, dan hutang piutang. Dari ketiganya hanya ada 1 penyebabnya, yaitu UANG, UANG dan UANG. Bersyukurlah dan berbahagialah manusia yang bisa menjauhkan diri dari daya tarik uang yang berlebihan

Lukman bin Saleh
Membenci ayah sampai ke tulang sumsum. Tapi setiap tahun berharap undangan datang. Berharap sikap ayah berubah. Tulang sumsum macam apa ini? Sudahlah. Buang gengsi itu. Datangi ayah. Minta maaf. Bersimpuh. Peluk dia. Dimaafkan ataupun tidak, itu sudah mendatangkan rasa lega di dada. Dan saya percaya, sekeras2 Bapaknya Roys, masih jauh lebih jahat P Pry…

Kliwon
Kesekian kalinya pak Dahlan menulis konflik keluarga ini hanya dari sisi Royce. Coba sesekali pak Dahlan tulis dari sisi adik kandungnya. Dari versi Charmant atau Cresta. Sebenarnya The King (sebutan Royce untuk papanya) dulu sempat pensiun saat Royce diberi kesempatan pegang langsung Liek Motor selama bertahun². Seperti halnya Charmant yang dipegangin dealer motor Honda sampe sekarang. Banyak yang bilang Royce itu rada “aneh”. Saya ngga tahu apakah pak Dahlan juga menangkap kesan yang sama saat ngobrol dengannya. Kalau pak Dahlan lagi gabut, coba sesekali main ke kantor Liek motor yang di Ketintang situ. Dulu Mr. President (sebutan Royce untuk dirinya sendiri) bikin semacam penjara atau rumah tahanan pribadi. Karyawan yang dianggap nakal akan di sel di penjara itu selama jam kerja. Sekarang kayaknya udah jadi kandang kura-kura.
ACEP YULIUS HAMDANI
Ketika semua berdasarkan napsu duniawi, maka yang nampak indah adalah dunia, dengan segala cara untuk menggapai dunia, dengan menipu, akal licik dan mengorbankan akal budi, sebagai anak yang baik harusnya bisa melihat kehadirannya di dunia adalah hasil dari jerih payah orang tua, mendidiknya, memberikan usaha, dan gen yang baik untuk bisa berbisnis dengan cerdik dan cerdas, sehingga tidak layak untuk memusuhi orang tua, sebesar apapun kesalahannya, dan selayaknya Roy harus intropeksi diri apa yang menjadi keslahan dirinya sehingga orang tuanya bersikap seperti itu,… atau ini karma ?……entahlah….

Johannes Kitono
Ini adalah cerita sedih dari keluarga etnis Tionghoa. Bapa dan anak berantem hanya masalah harta. Saling tuntut menuntut hak yang biasanya akan berakhir di Pengadilan. Ajaran Kong Hu Cu bahwa anak harus berbakti kepada orang tua rupanya tidak berlaku di keluarga ini. Tidak jelas apakah ortu yang salah mendidik atau anak sulung yang egonya terlalu tinggi. Dan juragan disway yang sudah kenal baik bapa anak masih punya peluang untuk menjadi Mediator. Misalnya, minta kakak ipar papa Roy yang masih dihormati Roy. Dan tentu dengan seizin papa Roy, bilang saja bahwa Roy diundang papanya untuk Sin Cia. Roy biarpun anggap dirinya benar tetapi kesan sesama pengusaha Tionghoa, Roy tetap akan dianggap anak Puthau, tidak berbakti. Bisnisman atau banker akan super hati-hati menjalin bisnis dengan Roy. Seandainya, Roy bersedia Pay Cia kerumah papanya hindari dulu bicara masalah bisnis dan harta. Sesudah pay cia urusan akan mulai cair kembali. Kemudian pilih hari baik dan bulan baik untuk bicarakan baik-baik masalah bisnis.Disini diperlukan lagi Mediator profesionil yang bisa pilah pilah aset mana wajar untuk bapa dan anak ini. Pepatah mengatakan : Tidak ada Macan yang makan anaknya. Seorang anak harus dan wajib memaafkan ortu yang telah melahirkan dan membesarkannya. Semoga Semuanya Hidup Bahagia.

hariri almanduri
Roy lupa dg pepetah leluhurnya;”jangan meminta kalau tidak diberi.”

Liáng – βιολί ζήτα
Mungkin banyak di antara kita yang sudah berkeluarga mengenal istilah “First Born Syndrome (Sindrom Anak Pertama)”. Secara singkat, First Born Syndrome adalah sikap kompetitif anak pertama yang tidak sehat dengan kecenderungan berpola-pikir bahwa ia harus selalu menjadi “aku yang pertama”. Istilah Putra Mahkota di dalam keluarga masyarakat biasa jelas ngawurnya minta ampun…pun…pun…pun… Orang tua sudah salah kaprah dengan menggunakan istilah Putra Mahkota, bahkan memicu First Born Syndrome ke level yang lebih parah. Bukankah sebagai orang tua wajib memperlakukan semua anaknya secara adil dengan penuh kasih sayang. Memangnya keluarga Kerajaan… pakai istilah Putra Mahkota segala !! (lha koq keterusan ya saya berlagak jadi orang tua… hahahahaha. maaf… tulisan di atas hasil contekan dari buku, wkwkwkwkwk).

Pryadi Satriana
Dari konteksnya kita bisa tahu artinya, Bli. “Kalau ML spt sama robot”. “Kalau saya ML sama dia spt diperkosa”. Nah, kalau lihat konteksnya, “ML” itu artinya “Makan Lumpia”. “Kalau Makan Lumpia spt sama robot”, maksudnya,”Kalau Makan Lumpia ndhak dipotong-potong trus diberi bumbunya lalu disantap. Robot makannya ndhak dipotong-potong, langsung ‘diuntal’, bumbunya ‘disruput’ sampai habis”. “Kalau saya Makan Lumpia sama dia spt diperkosa”, maksudnya “Kalau saya Makan Lumpia sama dia spt diperkosa, DIPAKSA menghabiskan walaupun sudah kenyang”. Gitu Bli artinya, “ML”-nya huruf besar karena ‘singkatan’

Liam Then
Saya pernah baca hunor pertengkaran antara orang tua dan anak. “Bapak orang tak seperti bapak, pilih kasih” “Kalau papa tahu kamu bakal ngomong begini, malam itu papa pakai kondom”

mz arifinuz
Sri sering diomeli oleh ibu nya. Sri berkata: Kalau ibu sudah tak sayang pd Sri, kembalikan saja Sri ke perut ibu.

hilman g
Ada 3 hal yang membuat rusaknya hubungan silaturahmi antar manusia bahkan menyebabkan hancurnya hubungan keluarga, yaitu: haus kekuasaan, harta warisan, dan hutang piutang. Dari ketiganya hanya ada 1 penyebabnya, yaitu UANG, UANG dan UANG. Bersyukurlah dan berbahagialah manusia yang bisa menjauhkan diri dari daya tarik uang yang berlebihan

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Roys Mahkota

KEMPALAN: KECUALI Roys. Semua anak mestinya kumpul di rumah orang tua. Kalau orang tua sudah tidak ada, mereka kumpul di rumah kakak laki-laki tertua. Itulah inti malam tahun baru Imlek: malam Minggu pekan lalu.

Roys, malam itu, tidak ke mana-mana. Ia tidak berani ke rumah ayahnya. Atau tidak mau. Anak ini seperti memusuhi ayahnya sampai ke tulang sumsumnya.

Datangnya Imlek biasanya dimanfaatkan untuk wawuhan. Mumpung ada momentum. Roys tidak memanfaatkannya. “Saya hanya tunggu undangan. Ternyata tidak ada undangan. Saya di rumah saja bersama istri dan anak,” ujar Roys. “Besok pagi, kalau juga tidak ada undangan saya ke rumah kakak papa yang tertua. Di Mojosari, Mojokerto,” tambahnya waktu itu.

Kakak tertua papanya itu sudah meninggal. Tapi istrinya masih ada.

Ini Imlek ketiga Roys tidak kumpul dengan papa, mama, dan dua adiknya. Tahun lalu ia juga hanya menunggu undangan. Tidak ada. Memang perlu undangan? Tentu Imlek bersama keluarga tidak perlu undangan. Tapi Roys memerlukannya.

Undangannya sendiri mungkin tidak penting. Tapi, kalau papanya minta anaknya itu datang, Roys merasa hati papanya sudah berubah.

Perubahan hati itu yang ditunggu Roys. Bukan undangan. Tentu sang papa juga sama: mengharapkan Roys berubah pikiran. Tidak lagi memusuhi sang papa. Apalagi secara sangat terbuka: Roys sampai mengunggah kemarahannya itu ke YouTube. Lengkap dengan nama-nama penghuni kebun binatang.

Tidak hanya sekali dua kali Roys posting di YouTube. Selalu. Banyak sekali. Sampai sekarang sudah lebih 30 video ia unggah ke YouTube. Selama dua tahun terakhir. Semua berisi kemarahan pada papanya.

Ia datangi rumah papanya ketika lagi kosong: bikin video di rumah itu. Untuk YouTube. Ia datangi restoran milik papanya ketika sang papa tidak di situ. Ia bilang, di video, restoran itu dibeli dari uang Roys. Dari hasil usaha dealer dan bengkel mobil. Resto terkenal di pusat kota itu, katanya, harus diserahkan ke Roys. Ia juga datangi bengkel mobil Liek Motor di Ketabang Surabaya. Ia bilang itu ia yang membangun. Harus dikembalikan kepadanya.

Ia juga menuntut haknya sebagai anak pertama, laki-laki pula. Ia itu mestinya ibarat putra mahkota. Papanya sudah harus menyerahkan semua aset dealer mobil itu padanya. Ia yang akan atur. Ia bilang: adik-adiknya pun harus ikut si kakak sulung.

Tapi, sang adik telah bersikap tegas: ikut papa mereka.

Maka Roys juga memusuhi adiknya.

Malam Imlek dua tahun lalu Roys juga tidak bisa berkumpul dengan papa, mama, dan adik-adiknya. Di malam Imlek yang penuh kekeluargaan itu Roys berada di sel tahanan polisi. Lebih sial lagi di dalam tahanan ia digebuki tahanan lain: tulang rusuknya patah.

“Mana ada seorang ayah memasukkan anaknya ke tahanan di malam Imlek,” ujar Roys suatu ketika. “Saya kan menuntut hak saya. Kenapa sampai dimasukkan tahanan seperti ini,” tambahnya.

Mungkinkah perlu Imlek sekali lagi lagi? Agar urusan keluarga ini selesai?

Menyelesaikan pertengkaran keluarga tentu tidak harus menunggu Imlek tahun depan. Bisa kapan saja.

Sebenarnya saya juga sudah tidak ingin menulis ini lagi. Tapi restoran itu persis di sebelah kantor saya: hanya dipisahkan pagar tembok.

Roys sendiri kini lebih bersama istri dan anak tunggalnya, umur 10 tahun. Anak keduanya meninggal di dalam kandungan. Ia juga dua kali seminggu main golf. Lalu naik kuda. Ia menyukai kuda.

Ia merasa dirinya putra mahkota. Tapi takhta itu masih begitu jauhnya. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 30 Januari 2023: Bebas 16 T

bagus aryo sutikno
Maafkan daku wahai nasabah Indosurya. Maafkan daku yg senyum2 saja saat berita bebasnya Boss Indosurya meledak. Saya tersenyum, sebab saya paham, itulah dunia investasi. Hiu kecil dimakan hiu besar. Hiu besar dimakan hiu raksasa. Nasabah Indosurya itu, “menurut itung2an saya”, invest retata 1M rupiah. Anda kaya brO. Anda itu hiu. Anda hiu dan dimakan paus. Dah totally finished. Tersenyumlah dan balik kanan, ayoo cari 1M yg lain. Lupakan paus lupakan hiu. Anda teri sekarang. Sebagai kelas teri, anda harus rajin ngarit. Be strong nasabah Indosurya. Ayoo SGR ngarit.

Liáng – βιολί ζήτα
Berdasarkan data OJK (2019) ada ketimpangan yang mencolok antara Financial Inclusion masyarakat dengan Financial Literacy nya, hal ini tergambar dengan jelas pada index-nya yang berbanding 76,19% dengan 30,03%. “Financial Inclusion” secara singkat berarti bahwa individu dan bisnis memiliki akses ke produk dan layanan keuangan. Sedangkan “Financial Literacy” adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan berbagai keterampilan keuangan secara efektif, termasuk pengelolaan keuangan pribadi, penganggaran, dan investasi. Financial Inclusion Index yang tinggi berbanding dengan Financial Literacy Index yang rendah menunjukkan “potensi risiko yang sangat tinggi”. Karena, meski masyarakat memiliki akses ke produk dan layanan keuangan, sebenarnya mereka tidak memahami fungsi dan risikonya. Celah ini seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang berkedok investasi, koperasi simpan-pinjam, dlsb – untuk mengeduk dana masyarakat lewat berbagai produk jasa keuangan yang seakan-akan lebih profitable, namun ujung-ujungnya malah amblas.

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Kalau dilihat secara tasawuf. Tertipu adalah suatu takdir. Mengapa? Karena sudah terjadi. Sudah ditipu indosurya. Kalau belum takdir, ya, nggak tertipu. Penduduk Indonesia 275 juta, yg tertipu katakanlah 25 ribu orang. Jadi yg nggak tertipu indosurya 274,975 juta orang. Karena belum takdirnya. Takdir akan memberi 3 opsi, yaitu: 1 usaha. Yaitu usaha untuk menuntut keadilan. Usaha untuk lapor polisi. Usaha untuk buat grup sesama korban sehingga terjadi silaturahmi. Dalam pikiran, usaha seperti itu, semoga bisa dinilai amal baik oleh Tuhan Allah yg akan mendatangkan kebahagiaan keoada dirinya. 2 doa. Dengan tertipu, sehingga menggerakkan dirinya untuk berdoa kepada Tuhan Allah. Berharap kepada Tuhan Allah agar diberi rizki yg lebih banyak. Sehingga lebih dekat kepada Tuhan Allah dan inimembuat dirinya bahagia. 3 tawajuh. Yaitu tidak berusaha dan juga tidak berdoa. Ada kan yg seperti itu. Mungkin banyak. Apa maknanya? Yaitu hanya berpikiran dengan sangat kuat dan yakin bahwa Tuhan Allah berkuasa untuk mengganti uang yg telah tertipu. Kan Tuhan Maha kaya. Dengan pikiran kuat seperti itu, hatinya menjadi bahagia. Itulah makna “sehebat hebatnya usaha, tidak akan bisa merobek tirai tirai takdir. Sekian. Salam bahagia.

Pryadi Satriana
Hakim dalam perkara KSP Indo Surya ‘guoblok’? Dalam UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian TIDAK diatur tentang pertanggungjawaban pidana pengurus koperasi. Namun, tidak berarti PENIPUAN TERBESAR DENGAN KERUGIAN 106 TRILIUN ini tidak bisa dipidana! Di FHUI, setahu saya ada mata kuliah wajib “Etika dan Tanggung Jawab Profesi Hukum”. Dg dasar etika, hakim BERKEWAJIBAN mewujudkan keadilan substantif, dg mempertimbangkan ‘niat baik’, ‘fairness’, dan ‘rasa keadilan’ sehingga dapat melakukan ‘penemuan hukum’ dan ‘terobosan hukum’. DENGAN ADANYA 23.000 KORBAN DENGAN KERUGIAN 106T, hakim ‘seharusnya’ melihat bahwa ‘bentuk koperasi SENGAJA dipilih untuk menghindari tuntutan pidana sehingga tidak dapat dipidana di LP, tetap bebas dan dapat mengamankan uang hasil PENIPUAN TERBESAR ITU’. ‘Terobosan hukum’ bisa dilakukan dg ‘menempatkan delik penipuan DI ATAS wadah koperasi’, sehingga ‘penipuan tersebut bisa dipidana’, agar pelaku tidak kabur bersama hasil tipuannya! Penahanan juga mempermudah penegak hukum untuk menelusuri hasil tindak kejahatan, mengamankan, dan menyita seluruh aset pelaku kejahatan. Dengan ETIKA, kita bisa MENILAI tidaklah ‘fair’ membiarkan orang yang merugikan 23.000 orang dg nilai kerugian 106T melenggang bebas, sedangkan ‘maling ayam yang mencuri karena lapar’ harus mendekam di penjara! ‘Rasa keadilan’ bisa didapatkan hakim dg ‘wawancara mendalam’ terhadap korban2 penipuan, shg hakim dpt ‘berada di posisi korban penipuan & merasakan penderitaan mereka’. Salam.

Kliwon
Dek Ulfa jangan capek². Biar Abang aja yang capek gpp. Yang penting dek Ulfa tiap hari bisa istiqomah komen disini. Cuma baca komenan dek Ulfa doank, badan Abang jadi segar lagi dan semangat lanjut mbecaknya.

Rihlatul Ulfa
Siang itu saya mendapat tlp dari telemarketing bank BCA. ia mengetahui saya mempunyai 2 rekening. yang satu arus keluar masuk. yg satu uang terus mengendap. ditawarilah asuransi dengan potongan 500 ribu perbulan selama 20 tahun. sangat memaksa sekali. akhirnya saya tanya ‘anda tahu berapa harga saham bank BCA hari ini? tele menjawab. maaf ibu saya belum cek kebawah jadi saya belum tahu. saya katakan saat itu, lebih baik saya membeli saham perusahaan anda, untungnya akan berkali2 lipat. dan berakhir tele itu menjawab ‘apakah ibu lulusan sarjana ekonomi? telepon itu berakhir di menit 30.

Nurkholis Marwanto
Melihat kasus ini, jadi kasihan sama Beny Tjokro, alias Bentjok. Seperti tidak adil sekali. Bentjok sudah dihukum seumur hidup dan dimiskinkan. Untuk 2 kasusnya, di Jiwasraya dan Asabri. Sedangkan yang ini bebas. Harta yang tidak terkait dengan Jiwasraya dan Asabripun ikut disita.

Jimmy Marta
Ada perdebatan yg tak kalah seru dari kasus indosurya. Itu masalah tabrak lari di ci asa njur dg korbannya seorang mahasiswi. Kemaren2 pihak polres cianjur dan polda jabar menyatakan penabraknya mobil audi 8 yg bukan rombongan polisi. Itu mobil yg maksa masuk iring2 an. Sugeng teguh dan majikannya Nur dah membantah gk nabrak. Mereka dapat izin dari suami Nur yg polisi dalam rombongan. Mereka berhenti dan gk goresan apapun dimobil. Hari ini ST dah ditetapkan jd tersangka. Dan bu N dinyatakan bukan istri, hanya teman dg polisi D. Debat 23rb nasabah lawan 1 orang Henri Surya spt nya berlanjut ke tingkat kasasi. Debat keluarga mahasiswi dg polisi spt nya lanjut dibawah atensi kapolri.

Liam Then
“Peng,om mau bicara” “Iyah om” “Om setuju kamu nikah dengan A Mei, cepat cari tanggal, om tidak liat kamu punya apa ngga, yang penting kamu serius sama A Mei,masalah modal usaha, kamu tak usah banyak pikir, liat nanti kemampuanmu sampai mana!” “Makasih Om, saya janji, saya sayang A Mei Om” “Om, ingatkan terakhir kali ya, pesan Om cuma satu, jangan sampai Om dengar A Mei , buat makan pun susah” “Saya janji Om” A Peng dan A Mei pun menikah. Setahun berlalu……. “Peng, sini !!!” , Mei, kamu ke dapur sana bantu mamamu” “Peng , papa mau ngomong sama kamu” “Iyah Pa” “Peng , tolong papa lah, jangan kau kasih makan si A Mei terus, cobalah kau lihat , dulu dia 55 kilo, sekarang 83 kilo, gimana kau ini” “Loh, kan papa yang pesan, saya sudah janji sama Papa” “……Aduhh Peng….!!!”

Liam Then
Saya ulangi pepatah komunitas Tionghoa Tio Ciu yang tinggal di tepian sungai. “Ho cha bo phu kau meng kha” Kurang lebih terjemahannya seperti ini . “Kayu yang bagus tak kan mengambang hanyut sampai depan rumahmu” (karena yang bagus-bagus sudah tentu dinaikan duluan oleh orang ) Pepatah ini pernah saya analisa begitu lama, sangat penuh logika. Piara sapi supaya beranak sapi, tinggal kasih rumput saja ,lumayan susah. Apalagi duit beranak duit ,lebih susah. “Bang ,bolehlah kau jadi anggota, tiap bulan tinggal kau cek saja setoran masuk” “Bolehlah, tapi aku tak mau simpan, tapi pinjam” “Abang punya sertifikat rumah?” “Loh ,buat apa” “Jaminan pinjaman” “Bos kamu punya sertifikat kantor?” “Loh buat apa”? “Jaminan simpanan” “Ah , abang bercanda” “Iyah, hahaha, abang kasih tau ya ini ilmu kehidupan, jangan kau liat muka abang ,muka orang kaya, langsung kau kira abang banyak duitnya” “Loh ,toko abang ini besar, barangnya banyak” “Kau ini, abang kasih satu lagi ilmu kehidupan, pernah mau liat bebek berenang”? “Pernah bang” “Nah yang kau liat itu badannya santai saja ngambang meluncur, dibawah kakinya tak henti ngodak, coba kau lihat ke-yutub” “Yah,namanya juga usaha bang” “Sama, abang juga lagi usaha,bos toko ini bukan abang” “Loh” “Iyah, liat amoy di sana, itu anak bos abang”

Pryadi Satriana
Ada apa di Disway terbitan 9 Februari depan? Ada rubrik baru. Ada moderator. Pak Dis sempat menyebut ‘Ekspresi Publik’. Saya usul ‘Suara Publik’. Mirip2 ‘Suara Pembaca’. Tapi beda. Yang disuarakan adalah kepentingan publik, bukan kepentingan pribadi. Kebermanfaatannya untuk publik. Berikan rambu2 penulisan. Berikan pula honor. Itu wajar. Tulisan yg bermanfaat bagi publik akan dibaca orang banyak. Mereka akan mau bayar. Tidak usah mahal. Cukup 15 ribu rupiah per bulan. Itu harga sebungkus rokok. Lima belas ribu dikalikan sejuta pembaca. Jumlah yg cukup untuk membayar karyawan, kontributor, dan memberi ‘ucapan terima kasih’ kepada ‘perusuh’ Disway. Saya pun mulai bosan ‘beramal’ di Disway, ‘amal’ komen. Ndhak perlu ‘moderator’ untuk rubrik ‘Suara Publik’. Perlu ‘editor’, baik substansi maupun bahasa tulisan. Yang perlu ‘moderator’ justru ‘kolom komentar’, supaya lebih bermanfaat & ndhak ‘nggladrah’. Saya usul ada “Students’ Corner”, menampung gagasan siswa/mahasiswa yg disampaikan dlm bhs. Inggris. Usul ini sebenarnya sdh saya sampaikan ke Ust. Puji, Kepala Sekolah ‘Islamic International School’ PSM Magetan, salah satu pesantren dg kurikulum ‘national plus’ yg didirikan Pak DI. “Jangan hanya ajarkan TOEFL. Ajarkan pula ‘Creative Writing’. Kirim tulisan siswa terseleksi ke Disway. Itu baik utk pesantren maupun Disway.” Usul itu saya perluas: untuk semua siswa/mahasiswa, untuk menambah pembaca sekaligus mencerdaskan bangsa. Demikian usul saya. Salam. Rahayu.

Johannes Kitono
Menurut AD dan ART tujuan utama koperasi adalah untuk kesejahteraan para anggotanya. Dalam kenyataannya di Indonesia. Saat koperasi bangkrut para pengurusnya kaya raya dan tentu saja sejahtera. Dulu pernah KSO dengan Koperasi dibidang peternakan ayam. Dengan gagah berani pengurus koperasi berkata : ” Now saatnya company harus kasih kesempatan kepada koperasi untuk membayar kewajibannya” Satu dua crop semuanya berjalan lancar. Pada crop ketiga saat mau tangkap ayam di kandang. Ternyata kandang sudah kosong dan ayamnya sudah dijual saat mau sunatin anaknya. Itu hanya salah satu contoh kelakuan anggota koperasi di Indonesia.Tentu tidak seperti yang diinginkan Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia. Apa yang terjadi dengan KSP Indo Surya, tentu tergolong Mega Korupsi. Anehnya sudah tilap uang 106 T dari 23 ribu nasabah kok bisa bebas murni. Apakah para APH masih punya hati nurani ? Juragan disway dan para komentatornya pasti tahu atau pura pura tak tahu.

Jimmy Marta
Tahukah anda, sekarang biaya tarik tunai dg kartu atm bri dikenai Rp.7500 per transaksi. Dan transfer Rp.6500 setiap transaksi. Jadi anda2 yg punya anak yg ngekos harap mulai mikir untuk ngirim via bank. BRI yg selama ini sahabat akar rumput tetaplah sebuah bank.

Pryadi Satriana
Tahu saya memang gitu: ‘narik tunai’ mbayar, ‘narik becak’ dibayar …

Liam Then
Pakai BI fast kalo transfer antar bank, cukup 2500. Kwkwkwkw, saya heran, ada satu dompet digital investasi asing, otomatis berubah ongkos transfer ngikut BI Fast , dari 6500 ke 2500. Sekali saya kirim lewat m-banking antar bank, loh tetap kena 6500, bank BUMN kalah responsif dengan dompet digital, dalam hal pelayanan. Saya jadi misuh-misuh di buat nya. Bukan masalah 6500nya. Wong merokok tiap hari juga bakar uang kok, tapi karena dibuat bertanya-tanya. Bank BUMN apakah segitu susahnya, sampai biaya transfer susah auto ikut BI fast. Sehingga tak harus pilih-pilih menu khusus BI-fast di aplikasi M-banking. Bang Jimmy, di ATM, transfer antar bank, apakah gak ada menu BI FAST? Saya belum pernah coba soalnya.

Mbah Mars
Pengiriman uang antar Bank 5 juta ke bawah per hari free.

Alon Masz Eh
Namanya pohon buah mbah. Walau pake bh ga pake celana, tetap aja ga berbuah duren selama ga dibuahi…

Otong Sutisna
Waktu itu saya langsung protes ke teman yang ngasih saran, Bro….saran sudah saya laksanakan tapi kenapa itu pohon durian tetap ga berbuah. Teman malah balik tanya….kamu itu pakai bh siapa, apakah sudah menikah atau perawan ….saya jawab, ya jelas pakai punya istri saya, soalnya saya ga punya anak cewek, anak saya cowok semua…. Dia hanya bilang, oh …. pantesan, ganti bro ….. Bersambung….

Jokosp Sp
Mbah Kliwon …………cuma diketawain saja. Padahal ngarep mbecak bareng. Mbah kliwon jadi supirnya, Mbak Ulfa jadi penumpangnya. Muter keliling Embongan sampai surup.

Kliwon
Setuju Eyang. Abah kudu kita kasih contoh opini & analisis ala perusuh. Ntar kalo rubrik NoWay udah ada, Eyang harus ikut berkontribusi menyumbang tulisan. Ceritakan aja kisah Eyang kapan hari. Upaya membuat 100 pohon duren biar mau berbuah. Dengan cara mengikat 100 pohon duren dengan BH. Itu akan jadi kisah kolosal yang sangat epik & penuh perjuangan. Saya bayangin BH ibu² PKK satu RT bisa ludes demi menghangatkan 100 pohon durian di kebun. Trus panggil sini teman yang kemarin saranin ide briliant itu. Suruh ikut komentar sini. Biar tercerahkan para perusuh.

Pryadi Satriana
Bagaimana kualitas hakim kita? Saya ndhak tahu. Tapi saya punya pengalaman ‘berurusan’ dg hakim, pada suatu perkara perdata. Saya mengajukan ‘bukti rekaman’. Hakim ke-1: “Tolong dibuatkan ‘photocopy’-nya.” Saya: “Maksud Yang Mulia ‘transkrip’-nya?” Hakim ke-2: “Terjemahannya.” Hakim ke-3: “Yang membuat harus ‘penerjemah tersumpah’ (sworn translator)”. Saya: “Photocopy itu ‘salinan’ (copy) yg dibuat dg bantuan ‘sinar’ (photo). Terjemahan itu hasil ‘alih bahasa’ dari ‘bahasa asing’ ke ‘bahasa ibu’ atau sebaliknya. Transkrip itu ‘salinan tertulis’ (written copy) dari ‘rekaman suara’ (recorded material). Untuk membuat transkrip rekaman suara tidak perlu harus menggunakan jasa penerjemah tersumpah”. Hakim ke-1: “POKOKNYA saya minta salinan tertulis rekaman itu”. Saya tercenung. Istilah2 di atas adalah ‘kata2 yg sering dipakai’ (high-frequency words) di bidang ilmu hukum. Dari kejadian di atas, saya bisa menduga-duga ‘wawasan dan literasi para hakim tersebut di bidang hukum’. Itu memprihatinkan. Hakim ‘seharusnya’ punya ‘penguasaan bahasa yg memadai’, mengingat argumentasi2 hukum pastilah menggunakan bahasa, bukan dg isyarat! Semoga hakim2 lainnya mempunyai wawasan yang lebih luas dan penguasaan bahasa yg memadai. Aamiin. Salam. Rahayu.

Mirza Mirwan
Semula saya menengok Disway.id untuk mengacak baca komentar di CHD. Tetapi batal gegara membaca headline Kapolda menyatakan berduka atas meninggalnya M. Hasya Attalah (MHA). Sebuah pernyataan yang sangat-sangat terlambat, karena almarhum tewas sejak 6 Oktober 2022. Dan hari ini sudah 30 Januari 2023. Kasus tewasnya MHA, juga mahasiswi di Cianjur itu, kian meneguhkan citra bahwa lembaga Polri “mendung aib” (cloud of disgrace/dishonor). Di mana logikanya MHA yang sudah tewas tgl. 6 Oktor 2022 kok malah tiga bulan kemudian, 6 Januari 2023, dijadikan tersangka?. Maaf kalau saya memuji langkah cepat Departemen Kepolisian Memphis (MDP), Tennesse, AS. Tgl. 7 Januari 2023 yang lalu lima orang polisi MDP dari unit SCORPION, memukul dan menendang Tyre Nichols di sebuah lampu merah. Nichols, 29, yang pegawai perusahaan ekspedisi FedEx dan ayah seorang balita 4 tahun, itu tidak salah apa-apa. Tetapi polisi berdalih ia ngebut. Nichols dilarikan ke RS dan meninggal tiga hari kemudian, 10/1/2023. Publik marah. Direktur MDP, Cerelyn Davis, langsung memecat lima polisi tadi, semuanya berkulit hitam — Tyre Nichols juga berkulit hitam, dan menjadikan mereka tersangka. Ke-5 polisi itu adalah: Tadarrius Bean, Demetrius Haley, Emmit Martin III, Desmond Mills Jr, dan Justice Smith. Bukan sekadar itu, MDP juga membubarkan unit SCORPION — Street Crimes Operation to Restore Peace in Our Neighborhoods. Respons cepat dan tegas itulah yang tak pernah dimiliki kepolisian kita.

Mbah Mars
Penyesalan memang selalu datang di belakang. Kalau di awal namanya pendaftaran.

Udin Salemo
Benar kata seorang investor kawakan di bursa saham. Kalau mau menyerahkan uang untuk dilipatgandakan (tabungan, saham, dll) lihat dulu siapa pengelolanya. Yang penting itu adalah keselamatan uang yang kita serahkan tidak akan ditilep, tidak akan dikorupsi dan tidak akan dibawa lari. Buat apa tergiur bunga atau imbal balik berlipat-lipat, ternyata uangnya dibawa kabur. Penyesalan itu memang belakangan datangnya. Sifat tamaklah yang membuat penyesalan itu terjadi. #everyday_berpantun Di tempat sampah banyak belatung/ Belatung kuambil dibuang ke kali/ Niatnya mau mengejar untung/ Nyatanya dikibulin berulang kali/ Buat masakan Padang sambil berdiri/ Pembeli datang terus dan mampir/ Tampak bersedih adik hari ini/ Abang beri uang untuk ditraktir/

yea aina
Perjalanan ksp indi suryo (imajiner): Hanri Suryo adalah anak kandung Apendi Suryo. Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Setelah mempelajari sepak terjang bapaknya. Muncullah ide mendirikan KSP Indi Suryo. Simpanan pokok dan simpanan wajib didapatkan dari si bapak, karena memang ksp ini adalah fiktif belaka. Jangan tanya siapa saja anggotanya, mungkin saja semua karyawan serta para penghubung KSP ini adalah anggota fiktif koperasi. Hanri berstrategi jitu, menyasar pihak ketiga (non perbankan) sebagai penabung KSPnya. Simpanan pihak ketiga semakin membesar, hingga Hanri Suryo makin sejahtera, sejumlah apartemen di negeri jiran terbeli. Bermodal menaikkan “sedikit” bunga simpanan di KSPnya, nasabah semakin membludak juga jumlah tabungannya. 105,9 T. Naluri penipu demikian adanya, disaat jumlah penarikan simpanan nasabah membesar, itulah saat tepat untuk membuka semua kegiatan KSPnya. Pun di bawa ke pengadilan, penanggung jawab dan “pemilik” KSP bisa lolos jeratan hukum. Dana pihak ketiga apakah bisa dikembalikan? anda sudah tahu: uang masuk tidak mudah keluar lagi, dari kantong si penipu. Lhawong “perbuatannya” saja tidak salah di mata hukum kok.

Jimmy Marta
Koperasi simpan pinjam awalnya hanya hidup dari simpanan pokok dan simpanan wajib. Pinjaman sangat terbatas. Kemudian berkembang dg penyertaan modal pihak ketiga yg biasanya itu perbankan juga. Pinjaman per anggota meningkat drastis. Jadilah anggota mulai membeli yg lebih mahal. Rumah, kendaraan dan isi rumah. Anggota makin sejahtera, koperasi harus mulai inovasi. Muncul simpanan sukarela dan simpanan berjangka. Dikelola model bank modern. Mendapat simpanan makin besar dan diberi kepercayaan penuh, pengurus makin berani ekspansi. Diputar ke anggota yg berani buka usaha. Sebagian untuk beli saham bukopin. Dan sebagian lg untuk pengurus yg bernaluri bisnis. -perjalanan koperasi, bukan sejarah koperasi.

Budi Utomo
106 T Rupiah, 23 ribu orang. Berarti rerata 4,6 M per orang. Korbannya rerata golongan menengah atas dong. Benar kata Koh Liang Yang An, literasi finansial para korban ini “very poor”. Mengapa mereka tidak beli Government Bonds saja? Dengan modal Rp 4 M lebih itu mereka bisa dapat kupon minimal Rp 20 juta per bulan. Pemerintah Jepang atau Tiongkok misalnya gencar mendorong warga negaranya membeli obligasi/bonds yang diterbitkan tentunya dalam mata uang lokal. Tentu dengan iming-iming imbalan yang relatif lebih besar dari bunga bank. Tiongkok misalnya berhasil “menjual” government bonds setara dengan dua pertiga PDB/GDP. Sebuah sukses besar. Dengan demikian pemerintah efektif mengendalikan peredaran uang sekaligus punya modal membangun infrastruktur maupun suprastruktur. Harapan saya adalah ke depan pemerintah kita bisa meniru pemerintah Jepang atau Tiongkok. Agar tidak terjadi lagi kasus investasi yang menyedihkan macam ini.

AnalisAsalAsalan
Dugaan saya, sebenarnya polisi dan jaksa juga ragu tentang tindak pidana kasus ini. Namun, karena ini kasus dengan uang besar dan berdampak besar, maka polisi dan jaksa mencari-cari pasal pidana. Setidaknya mereka sudah berusaha maksimal. Hukum tetaplah hukum. Kalau tidak puas bisa banding. Jangan menghakimi hakim yang telah memutus perkara — tidak empati lah; dapat uang berapa lah, dst. Pelajaran berharga — beberapa waktu lalu diulas para perusuh: Hasil tidak akan mengkhianati proses. Nasabah harus jeli, teliti, dan waspada. Kalau tidak tahu bahkan tidak mau tahu proses — kok bunganya bagus — ya jangan berharap hasilnya bagus. Btw, tulisan selisih bunga hanya 2% dari bunga deposito bank yang paling tinggi kok tidak sesuai berita yang beredar di semua media. Bunga yang ditawarkan adalah 9-12%, sedangkan bunga deposito bank konvensional 5-7%. Berarti, 2% adalah selisih bunga terendah KSP Indosurya (9%) dikurangi bunga tertinggi deposito (7%).

Fa Za
Bungur kada ba akar, bungul kada ba akal

Yogha 1988
Hmmmm… Biasanya ada udang dibalik Bakwan. Org2 KSP pasti punya backup ke semua lini. Beda sama Bentjok ame temennye yg ndak mau bagi2 ke oknum. Ini kasus sakti. Dana jebol karena pas covid semua sistem ponzi akan gelundung karena aliran sungai cashflow kering. Itulah riba… Akan meletus saat tiba. Sedunia. Bukan hanya Indonesia.

Otong Sutisna
Hehehe mungkin banyak juga ikan teri lagi belajar menjadi hiu, atau ikan teri yang pingin terlihat seperti ikan hiu….maka siteri memoles dirinya seperti hiu…. Ah udah dulu membahas ikan, takut dapat sepeda dari pak presiden.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.