Balon Putih

waktu baca 16 menit
Foto: disway.id

KEMPALAN: ITU BINTANG!

Bukan.

Bulan!

Bukan.

Benda itu berkilau, pun di siang hari. Pasti bukan bintang atau bulan.

Dan lagi, tidak mungkin bulan bintang masih beredar di tahun politik ini. Ia sudah tidak bisa ikut Pemilu.

Tapi benda seperti bintang-bulan itu terlihat jelas bukan di Indonesia. Ia ada di daerah Billings, negara bagian Montana, Amerika Serikat.

Akhirnya diketahui: benda itu pasti balon udara. Besar sekali. Berukuran sekitar 3 sampai 5 bus besar jadi satu.

Yang bikin terkejut orang di sana adalah pemiliknya: Tiongkok!

“Pasti balon mata-mata!” tulis semua media di AS. Bahaya!

Balon itu ada berapa?

“Ada dua”.

Apa warnanya?

“Putih semua”.

Dor!

“Tembak balon itu!,” pinta Donald Trump, calon presiden AS tahun 2024.

“Jangan ditembak,” perintah Presiden Joe Biden.

Heboh. Ketegangan baru pun muncul menambah ketegangan lama antara Amerika dan Tiongkok. Padahal Senin depan Menlu AS Anthony Blinken dijadwalkan mendarat di Beijing. Itulah kunjungan pejabat tinggi pertama AS ke Tiongkok. Agar ketegangan dua negara bisa sedikit reda.

“Batalkan kunjungan Blinken!” ujar banyak anggota DPR dari Partai Republik.

Mendadak, kunjungan itu batal.

Biden, khususnya Partai Demokrat, lagi diincar habis oleh Republik. Tit-for-tat. Republik kini menguasai kursi DPR, meski tipis-tipis saja. Saatnya balas dendam.

Tit-for-tat pun dilakukan. Anggota DPR pertama berjilbab, Ilhan Omar, didepak dari komisi luar negeri DPR. Ilhan dianggap anti Israel. Ada jejak digitalnyi. Ilhan, dari dapil Minnesota, sudah minta maaf atas ucapannyi itu. Tapi dia memang sudah lama jadi sasaran tembakan Republik. Trump terang-terangan minta orang seperti Ilhan harus ”pulang kampung”. Ia lebih baik membangun negara asalnyi yang miskin di Somalia.

Ketika masih berkuasa di DPR, Demokrat memang berhasil mengucilkan seorang anggota DPR dari Republik yang dianggap rasialis dan ekstrem kanan. Anda sudah tahu namanyi: Marjorie Taylor Greene.

Ilhan dan Marjore seperti dua wanita di sayap yang berjauhan.

Banyak hal akan dilakukan Republik untuk menyerang Biden dan Demokrat. Termasuk masalah kenegaraan yang paling krusial di AS: plafon utang negara. Utang itu harus dinaikkan kalau Amerika masih mau hidup. Soal ini akan jadi medan tempur kedua partai.

Tak mustahil Republik juga akan melengserkan Biden di tengah jalan. Juga tit-for-tat: Trump pernah dilengserkan dari jabatan presiden oleh Demokrat pun setelah masa jabatannya selesai.

Maka kasus balon ini bisa ibarat bensin baru yang tersiram di atas bara menyala.

Tiongkok akhirnya mengakui: balon itu miliknya.

Bagaimana bisa menyeberangi Lautan Pasifik nyasar sampai ke atas Montana?

“Itu tidak disengaja. Force Majeure . Terbawa angin,” ujar kementerian luar negeri Tiongkok.

Tentu Amerika tidak percaya begitu saja. Ini akan jadi urusan besar dan panjang. Apalagi di tahun politik di sana.

Kenapa tidak ditembak jatuh saja?

Biden sudah minta pendapat kementerian pertahanan. Tiga pertanyaan diajukan:

Apakah membahayakan penerbangan sipil?

Jawabnya: tidak.

Apakah membahayakan penduduk Montana?

Jawabnya: tidak.

Apakah membahayakan keamanan dan kedaulatan negara?

Jawabnya: tidak.

Maka tidak perlu dijatuhkan.

Justru kalau ditembak jatuh bisa membahayakan penduduk: pecahan-pecahannya itu. Banyak benda padat di balon itu: panel tenaga surya, kamera, komputer dan alat penelitian lainnya.

Toh ketinggian balon itu di atas jalur penerbangan sipil yang paling tinggi: di atas 60.000 kaki. Pesawat Boeing 737 biasa terbang di 30.000 kaki. Boeing 747 sekitar 40.000 kaki. Saya ingat dulu, ketika naik Concorde, terbang di ketinggian 60.000 kaki. Tidak ada pesawat penumpang terbang lebih tinggi dari Concorde.

Balon raksasa itu kelihatannya memang sudah distel untuk aman bagi siapa saja. Kenapa bisa distel begitu tinggi tapi tidak bisa distel anti tiupan angin?

Itulah juga pertanyaan kecurigaan di Amerika. Kalau pertanyaan kita di sini sederhana: kenapa tidak membawa tolak angin.

Tiongkok sudah berusaha menjelaskan sebisa-bisanya: itu bukan balon militer. Itu balon sipil. Itu bagian dari penelitian cuaca. Terkait dengan perubahan iklim.

Tiongkok memang sangat agresif dalam penelitian cuaca.

Rekayasa cuaca adalah bagian sangat penting di sana. Di masa lalu negara itu sering kalah oleh banjir bandang. Rekayasa di darat sudah dilakukan. Dengan mahal: membangun begitu banyak bendungan. Termasuk bendungan Lembah Tiga Ngarai yang membebaskan Wuhan dari gagal panen secara masif. Sambil menghasilkan listrik sampai 28.000 MW.

Sungai Huanghe adalah ”buku sejarah” bencana cuaca di sana.

Kini rekayasa dari udara jadi fokus berikutnya. Kalau pun Tiongkok berhasil menemukan cara itu, dunia bisa meng-copy-nya. Kalau Tiongkok tidak merahasiakannya. Atau, jangan-jangan rekayasa di Tiongkok itu justru membuat bagian lain dunia kian menderita bencana.

Tentu ilmu cuaca tidak mirip pawang hujan: yang hanya bisa memindahkan hujan ke desa tetangga.

Di ketinggian balon seperti itu, apakah Amerika bisa menghentikannya, lalu menurunkannya? Tanpa menembaknya?

Kalau saja balon itu terlihat di atas Alaska, mungkin tidak akan seheboh ini. Tapi ini di Montana. Orang yang punya teleskop sederhana bisa memonitornya. Medsos di sana dipenuhi oleh pembicaraan soal balon ini. Dengan segala bumbu dan kuahnya.

Montana adalah negara bagian yang indah. Berbukit-bukit. Penduduknya sedikit. Berkali-kali saya berkendara di Montana. Termasuk di kota Billings. Meski jauh kini saya bisa ikut merasakan sensasi ”pertunjukan” balon putih itu.

Dan yang membuat balon tersebut sensitif adalah ini: di Montanalah terdapat gua rahasia: tempat peluncuran senjata balistik antar benua: Minuteman III. Tentu balon tersebut disangka mencari data soal persenjataan di bawah tanah itu. Rusia dan Tiongkok bisa dihancurkan dari Montana.

Maka fokus perhatian AS ditujukan ke balon di atas Montana. Bukan balon satunya yang melayang-layang di atas Amerika Latin. Tidak ada senjata berkepala nuklir antarbenua di sana.

Sampai tadi malam balon itu masih ada dua. Belum ada yang meletus salah satunya. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 4 Februari 2023: Abad Fikih

Jhel_ng
2 minggu lalu ditugasi untuk membuat narasi proposal, BAB 1, tentang urgensi alih bentuk suatu PTKIN dari IAIN ke UIN. Anda sudah tahu, banyak STAIN sudah menjadi IAIN. Meskipun di masyarakat masih sering menyebutnya sebagai STAIN. Pasti sudah tahu, meskipun lama menjadi UIN, kampus di dekat Jatim Expo itu tetap disebut IAIN. . Awalnya kebingungan. Mau dibawa kemana narasi ini. Waktu hanya 2 hari. Hari pertama lewat, saya belum menemukan konsep. Hari kedua, Jum’at, jam kerja berakhir pada 16.30. Di hari kedua setelah ashar, barulah mulai mengetik dengan yakin: moderasi beragama untuk memanajemen konflik, memastikan kestabilan masyarakat, baru kemudian membangun peradaban. Kajian mengenai moderasi beragama harus berjalan. Setelah beberapa tahun, prodi baru yg terkait peradaban akan dibuka. Itu rencana kami ketika menjadi UIN. Tepat pada pukul 16.30, narasi yang kurang lebih 1 halaman A4 itu saya serahkan ke penanggung jawab. . Saat ini proposal sudah diajukan ke kementerian. Semoga sejalan dengan alam pikiran Gus Menteri, Jenderal Bintang 9 itu. Semoga kami tahun ini jadi UIN. Mengingat berdasarkan webometrics, saat ini kami adalah kampus PTKIN terbaik di Luar Jawa. Meski masih IAIN. Meskipun di pedalaman orang masih menyebut sebagai STAIN. Selamat berakhir pekan untuk semua yang merayakannya…

Fiona Handoko
ada berita dari negeri uwak sam. bahwa gubernur texas (anda sudah tahu, dari partai republik) mendistribusikan ber bus bus imigran gelap ke chicago, washington dc dan new york (kota yg dikuasai demokrat) di new york. mereka sementara ditampung di hotel – hotel deerah stasiun port authority, di mana mereka diturunkan. eh, opo tumon. setelah mess penampungan darurat jadi, sang pengungsi minta tetap di hotel. dengan alasan dipan di penampungan terlalu keras. padahal konon di penampungan sudah ada makanan gratis, kamar mandi, dan ac / heater. bung mirza bisa menambahkan informasi?

bagus aryo sutikno
NU NO, Muhammadiyah NO, Persis NO, Al Irsyad NO Komunis NO, Kapitalis NO, Nasi padang YES.

Jo Neka
Sebuah peradaban cepat atau lambat akan musnah.Yang sisa cuma kenangan.Ada yang baik ada yang buruk.Semua tergantung pelaku peradaban itu.

mz arifinuz
Oh rokok. Aku butuh kamu. Aku mencintai mu? Tapi kau mengotori paru2 ku. Kalau aku batuk, aku tak cinta kamu lagi? Kalau aku sakit tbc, aku tak cinta kamu lagi?

bagus aryo sutikno
Agama itu berdasar kitab perusuh berasal dari bahasa Jawa, AGEMAN yg artinya pakaian. Selama masih waras, orang pasti berpakaian. Itulah AGAMA. Rupadhatu dan Arupadhatu di Borobudur adalah manifestasi umumnya manusia. Manusia beragana ki pasti tidak mencuri, tidak ngangremi istri orang lain dan tidak membunuh. Agama apapun itu kurang lebih ajarannya begitu. #perusuh khilaf

yohanes hansi
Waktu Tuhan ciptakan alam semesta dan manusia, tidak ada agama. Tuhan berinteraksi dengan manusia tanpa melalui agama. Sayang manusia berdosa hingga terputus hubungan dengan Allah. Meski manusia berdosa, Allah masih mengasihi manusia. Allah selalu berusaha agar manusia bertobat dan kembali kepada-Nya. Di dokumen yang sekarang dibilang Alkitab, tidak ditulis Allah bikin agama. Hingga datangnya Yesus. Dia menyerukan pertobatan kepada Allah. Tak pernah tertulis Yesus bikin agama. Para rasul yang diutus-Nya untuk memberitakan pertobatan pun tidak pernah membuat agama. Yang diberitakan adalah kasihilah Tuhan Allahmu (bertobatlah & dekatlah dengan Dia) dan kasihilah sesamamu manusia tanpa pandang bulu. Sangat sederhana, tapi sering dibuat rumit. Seandainya ini berlaku, dunia damai.

bagus aryo sutikno
Ketela itu bisa jadi ketela rebus, ketela goreng, jadi kolak dan atau gethuk. Lha ulama karo poro kyai itu lho yg sanggup dan mampu menyajikan Islam kepada ummat sesuai kapasitas ummat. Iki omongan rodhok dhuwur, mehh kesampluk pesawat iki, mugo2 paham. #paham ya bukan saham

bagus aryo sutikno
Fiqih bersetubuh itu ya, 1, tutup pintu kamar 2, matikan lampu kamar 3, terserah anda. Moro2 pegang tangan istri, lha wong morotuwo ijik gayeng jagongan karo morotuwi lho, hambok yaa sabar. #fiqih perusuh

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Di tulisan chd hari ini, tadi ada tulisan fiqih sholat, fiqih zakat dan fiqih bersetubuh atau fiqih making love. Saya penasaran tentang fiqih bersetubuh. Seingat saya, saya paling suka pas bahasan tata urutan bersetubuh. Ternyata macam macam madhab nya. Banyak perbedaan pendapat. Karena memang dikarang pada abad abad pertengahan. Waktu itu belum semudah saat ini dalam penelitiannya.contoh hasil penelitian abad pertengahan tentang urutan bersetubuh ,hasilnya, ada yg menyarankan untuk memulai dengan si suami pertama tama megang tangan istri. Tanganyg kiri. Ambil jari manisnya. Jari itu dipijat selembut mungkin. Setelah itu ciumlah keningnya dengan mesra. Turun ke mata dan pipi serta berhenti di telinga. Tiuplah telinga itu dengan lembut.Sampai tahap ini, katanya si istri sudah siap, sudah basah. Ada juga yg menyanggahnya. Urutan pertama yaitu, 3 atau 4 hari persiapan. Baik istri maupun suami. Si istri menyiapkan pakaian, tempat tidur sampai berhias cantik. Si suami olahraga atau minum jamu. Misalnya jamu jakarta bandung yg masyur itu. Pas saatnya tiba, belum apa apa saja, si istri sudah siap sudah basah. Menurutku, tehnik persiapan ini memang luar biasa. Bikin melayang layang.Semuanya itu bertujuan untuk kebahagiaan suami istri.Terutama kaum hawa. Karena kalau dia belum siap akan terasa sakit. Kalau istri bahagia, suami akan tambah bahagia. Demikian ingatan saya tentang fiqih urutan bersetubuh.Sekian. Salam bahagia

Ibnu Shonnan
Ah.. Abah ini apa kurang info atau memang buku karya Gus Yahya belum beredar di Surabaya. Gus Yahya sudah menuangkan unek-uneknya atau pikirannya dalam bukunya yang berjudul PBNU, Perjuangan Besar Nahdlatul Ulama. Di dalam buku ini, beliaunya telah menginventarisir banyak masalah, baik terkait organisasi NU sendiri ataupun agama Islam. Jadi, bagi yang ingin mengetahui sudut pandang pemikiran beliau bisa baca bukunya. Setelah itu, monggo anda para komentar CHDI untuk mengkritisinya!

Fa Za
Di Indonesia ada ‘Islam Nusantara’ (NU) dan ‘Islam berkemajuan’ (Muhammadiyah), di Malaysia ada ‘Islam hadarah / Islam berkeadaban’. Semua istilah itu mempunyai maksud dan tujuan yg sama, yaitu membumikan ajaran Islam agar sesuai dengan konteks wilayah (dengan budaya dan tradisinya yang beragam) dan perkembangan iptek. Semua itu adalah ijtihad para ulama agar umat Islam tidak tertinggal oleh kemajuan zaman, dan menjadikan Islam sebagai agama yang berorientasi masa depan (tajdid) tanpa menghilangkan khazanah keilmuan dari masa lalu (turats).

imau compo
Perkiraan daftar isi Fikih Peradaban NU 1. Kitab Kuning sebagai Panduan Umum Fikih NU (oleh: Panitia Harlah NU ke-100) 2. Haji Bisa Dilaksanakan Sepanjang Tahun (oleh: Masdar F. Masudi) 3. Islam Nusantara (oleh: SAS) 4. Israil Bukan Musuh tapi Mitra yang Berbeda Pendapat (oleh: Yahya Staqub) 5. Aplikasi Hadis Cinta Negara Setengah dari Iman Melalui Moderasi Beragama (oleh: Yaqut Cholil Qaumas) 6. Takdir dan Jiwasraya, Mari KIta Mulai dari Nol (oleh: Erick Thohir) 7. MUI itu Makhluk Apa ? (oleh: Mustofa Bisri) 8. Gus Dur adalah Waliyullah (oleh: Yahya Staqub) 9. Menikahlah Sesama Muslim, kalau Terpaksa dari Muhammadiyah Dibolehkan (Oleh: Tim Muda NU) 10. Tangis dalam Puisi Toleransi (oleh: Yenni Wahid).

Johannes Kitono
Ultah 100 tahun NU di kota udang Sidoarjo mengingatkan seorang teman baik yang lahir disana. Namanya Sie Lin, MBA angkatan pertama dari Yayasan Prasetia Mulia.Satu angkatan dengan seorang mantu dari Konglo Ciputra. Sie Lin perempuan energitik sesuai dengan nama perusahaan Dinamic yang dibentuknya.Tentu sesudah resign dari PT Santos Jaya Abadi produsen kopi Kapal Api.Kabar terakhir ybs berusaha di bisnis Katering. Nah siapa tahu ikut jadi supplier juga saat Ultah NU di kampung halamannya. Habib Syech adalah bintang yang ditunggu tunggu para Syehmania. Kalau sebelum pandemi Habib Syech keliling Indonesia ketemu fansnya. Now, dengan digitalisasi Habib Syech bisa ketemu dan bertatap muka dengan fannya bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Yaitu dengan Radio Mixer atau You tube yang sudah bertahun tahun dilakukan Guru Merta Ada dari Bali Usada, Meditasi Kesehatan.Soal peralatan dan perlengkapannya pasti tidak masalah. Bukankah ada Eric Banser Tohir, Ketua panitia yang konon rupiahnya tidak berseri. Selamat Ultah 100 tahun bagi umat NU dan Selamat datang kedunia digital kepada Habib Syech dan para Syechmanianya. Semoga Semuanya Hidup Berbahagia.

Liam Then
Apakah pernah dipikirkan? Atau di analisa. Dari dulu kalau ada yang berniat menggunakan NU sebagai kendaraan politik, pasti gagal dalam ekspedisi politiknya. Hanya Gusdur yang bisa jadi presiden karena NU, tapi perlu diingat , itupun Gusdur tak ada unjuk aksi aktif untuk jadi penguasa. Malah Gusdur yang disorong naik , sungguh istimewa melihat sesuatu yang “istimewa” bekerja. Waktu itu Pak Amien Rais keliahatan ambisius, malah mengajujan Gusdur sebagai calon presiden. Coba dipikirkan , istimewa bukan? Saya analisa tujuan Gusdur membentuk PKB, bukan menjadikan NU sebagai alat atau kendaraan politik. Tetapi sebagai alat agar Nahdliyin sadar politik. Dengan sadar politik, Nahdliyin didorong menjadi aktif , turut serta sumbang pikir, unjuk aksi ,dalam perjuangan menuju Indonesia Raya. Jika 60jt Nahdliyin kompak sadar politik, sadar tujuan berbangsa dan bernegara, serta taat dalam beragama, “that’s a force to be reckoned with” . Begitu kata orang rambut kuning. Jadi pendapat pribadi saya ,benarlah sudah aksi-aksi gencar oleh KH Imam Jazuli. Beliau secara sadar mengambil tongkat estafet yang letakkan oleh Gusdur. Mendorong agar kaum Nahdliyin sadar politik.

Er Gham
Fiqih peradaban yang mendesak di negeri wakanda adalah masifnya pelaku korupsi. Beragama tetapi tetap korupsi. Korupsi dianggap lumrah. Dianggap wajar. Di negeri wakanda ya, bukan di sini.

Richolas Tjhai
Konon kata temannya teman yg sudah buka franchise yg ke-2, biaya franchise + sewa ruko di dki ini 700jt++, BEP sekitar 7bulan. Sisanya metik cuan…

Juve Zhang
Sedikit menyimpang Amerika punya KFC dan McD, Tiongkok tak mau kalah mereka mengekspor waralaba yg sukses di Indonesia yaitu MIXUE, kalau kota anda belum ada Mixue dan mau coba buka silakan, daftar konon pertama datang di Cihampelas Walk Bandung dan waralaba masih murah seratus jutaan , yg ambil outlet pertama sudah pada balik modal , cepat balik modalnya konon begitu gak sampai setahun sudah balik modal, usaha dahsyat BEP dibawah 1 tahun, saking ramai nya harga waralaba mulai naik konon sudah ARA mencapai 380 juta.sekarang. wkwkwkwk.

Yellow Bean
Pemerintah bikin pabrik minyak dong supaya bisa mengendalikan konsumsi rakyat nya. Dulu aku sempat dengar kabar, minyak curah sudah mau di setop dan harga minyak premium waktu itu masih di kisaran harga 22rb-25rb. Sekarang malahan seperti nya kembali ke masa lalu untuk rakyat biasa hanya bisa membeli minyak curah pun masih harus bersaing dengan yang berhasrat menjual ke pengusaha bio diesel

Jimmy Marta
Migor curah langka karena ada kebijakan dua harga beli cpo. Pabrik2 cpo lebih tertarik menjual produknya ke industri bio diesel B35. Harga beli yg lebih baik dan berbagai insentif, minyakita jadi langka. #mikirmigoraja

Komentator Spesialis
Masyarakat Indonesia yang prural itu bukan ada baru kemaren, sudah ada dari ratusan tahun yang lalu. Nggak pernah ribut, nggak pernah berkelahi dan saling menghormati. Kenapa baru 10 tahun terakhir ini dituduhkan kesan ada kelompok radikal dan tidak toleran ? Buat bangsa ini sangat penting saat ini adalah ummat Islam mempelopori pemberantasan korupsi sebagai penyakit akut bangsa. Harus menjadi contoh yang baik. Bukan sebaliknya menjadi pelopor korupsi. Atau dengan mengusulkan di gol kannya hukuman mati untuk koruptor. Saya kira itu lebih Islami. Dan saya kira ummat agama lain akan mendukungnya.

Muh Nursalim
Dalam islam memang ada yang tsawabit dan mutaghayirat. Tsawabit adalah yang harus tetap tidak boleh berubah. Adapun mutaghayirat itu bisa berubah sesuai dengan konteksnya. Sholat misalnya itu tsawabit, dalam keadaan apapun seorang muslim tetap harus sholat tetapi teknisnya bisa berubah sesuai dengan keadaan pelakunya. BIla safar boleh jamak qasar, bila tak bisa berdiri boleh duduk bila hujan boleh jamak dan lain-lain. Nah untuk peradaban memang lebih njjlimet, diperlukan kepekaan dan kemampuan dibidang ushul fikih yang mumpuni. Harus benar-benar fakih. Kyai tsaquf sendiri bukan seorang fakih. Beliau alumni sospol UGM bukan ahlinya fikih. Tetapi dengan kedudukannya bisa mengerahkan pakar fikih di NU yang jumlahnya ribuan. Gus Baha misalnya, ulama ini menurut saya the real fakih di Indonesia saat ini.

Udin Salemo
Bagi inyong memandang penganut agama lain biasa saja. Tak ada kebencian. Untuk inyong batasannya sudah jelas: bagiku agamaku bagimu agamamu. Tak mungkin aku mencampuri agamamu. Kamu juga jangan mencampuri agamaku. Aku tak menafsirkan ajaran agamamu karena aku memang bukan ahlinya. Kamu jangan menafsirkan ajaran agamaku karena kamu juga bukan ahlinya. Aku cukupkan dulu sampai disini. Aku takut nanti digolongkan ekstrim kanan, atau ekstrim kiri. Padahal aku itu sejatinya suka es krim. #everyday_berpantun Waktu liburan di Pulau Bali/ Kami membeli geprek bensu/ Hari ini aku galau sekali/ Karena rindu akan sibungsu/ Kami membeli geprek bensu/ Untuk disuguhkan buat tamu/ Rindu sekali akan sibungsu/ Karena sudah lama tak bertemu/ Untuk disuguhkan buat tamu/ Tamunya basah karena kehujanan/ Sudah lama tak bertemu/ Karena jarak yang berjauhan/

Liáng – βιολί ζήτα
Mengacu pada statistik tahun 2021, bahwa warga Nahdlatul Ulama (NU) sekitar 90-95 juta orang, sedangkan jumlah penduduk Indonesia di tahun yang sama sekitar 270 juta orang lebih. Ini berarti sepertiga penduduk Indonesia adalah warga NU. Implikasi dari kebijakan Pemerintah di bidang apapun, logikanya akan langsung berdampak kepada warga NU. Oleh karena itu, Pemerintahan yang berkuasa dari partai politik (koalisi partai politik) manapun sudah seyogyanya menampung aspirasi warga NU yang notabene sepertiganya warga Indonesia !! Kita sangat mengapresiasi calon-calon anggota Legislatif dan calon-calon Eksekutif (Bupati, Walikota, Gubernur hingga Presiden – beserta wakilnya) bersilaturahmi dengan NU. Sebaiknya kita jangan bersikap apriori, bahwa mereka mencari dukungan NU sebagai Organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan terbesar di dunia ; atau bahkan mencari simpati warga NU yang ujung-ujungnya pendulangan suara pemilih. Mendengar dan menampung aspirasi warga NU, yang kemudian dijadikan program kerja para politisi merupakan suatu keniscayaan. Ingat, jumlah mereka sepertiganya warga Indonesia. Semoga… para politisi memang berhati mulia untuk membawa Indonesia lebih baik di masa yang akan datang lewat pemahaman akan potret riil masyarakat Indonesia lewat NU.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *