Salam Baru

waktu baca 10 menit
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berpidato pada peringatan 1 Abad NU di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, 7 Februari 2023. (FOTO: JULIAN ROMADHON-HARIAN DISWAY)

KEMPALAN: KALIMAT penutup salam ala NU itu memang sulit diucapkan. Pun oleh tokoh Banser seperti Erick Thohir yang menteri BUMN. Seperti yang terlihat saat ketua panitia itu menutup sambutannya di puncak acara satu abad NU Selasa lalu.

Dan itu disengaja.

Oleh penemunya.

Tujuannya: agar yang bukan NU-asli tidak mudah mengucapkannya. Begitulah menurut ensiklopedia NU.

Dulu, NU punya ciri khas tersendiri dalam menutup salam. Yakni memasukkan kalimat billahi taufiq wal hidayah. Itu diucapkan sebelum salam penutup wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang menciptakan kalimat tambahan penutup itu orang Kendal. Tokoh NU setempat. Kiai besar di sana. Imam masjid agung dekat alun-alun Kendal. Namanya: KH Ahmad Abdul Hamid. Beliau meninggal tahun 1998.

Kalimat tambahan itu lantas sangat populer. Sampai dipakai oleh siapa saja di luar lingkungan NU. Rasanya lebih terlihat Islam kalau salamnya didahului kalimat tambahan tersebut.

Maka pihak-pihak yang ingin terlihat lebih Islam menggunakan kalimat tambahan itu. Secara politik Golkar sangat ingin terlihat dekat dengan Islam. Maka kalimat tambahan itu sangat populer di pidato-pidato tokoh Golkar saat itu. Apalagi banyak tokoh Islam berada di Golkar.

NU pun seperti merasa ”kecurian”. Apalagi NU saat itu lebih dekat ke PPP dengan lambang Kakbahnya. Kiai Ahmad Abdul Hamid pun merasa masygul: kalimat tambahan itu tidak lagi khas NU.

Maka beliau menciptakan kalimat tambahan baru. Untuk menggantikan billahi taufik wal hidayah yang sudah milik Golkar atau Muhammadiyah. Dan kalimat baru itu memang lebih sulit diucapkan bagi lidah yang tidak akrab dengan bahasa Arab.

Cobalah Anda mengucapkannya: wallahul muwafiq ila aqwamit tharieq. Sulit kan?

Tapi bagi orang pesantren sama sekali tidak sulit. Maka jadilah kalimat tambahan itu ciri khas NU yang baru. Siapa yang menutup salam dengan tambahan kalimat itu pastilah ia NU. Yang tidak mengucapkannya berarti Muhammadiyah atau yang lain.

Tapi sejarah rupanya bisa terulang. Kini kalimat sulit itu mulai dihafal siapa saja. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang PDI-Perjuangan, sangat fasih mengucapkannya.

Akankah kalimat baru itu akan senasib dengan billahi taufiq wal hidayah? Rasanya begitu. Terutama karena suara NU di pemungutan suara Pemilu dianggap sangat penting. Orang mulai ingin terlihat lebih NU dengan mengucapkannya.

Itu sudah mirip dengan tokoh-tokoh PDI-Perjuangan harus membuka salam dengan pekikan heroik: ”M e r d e k a!”. Sampai tiga kali.

Kapan kalimat baru khas NU itu mulai dipakai?

Mas’ud Adnan, tokoh NU Jatim, mengatakan sudah lupa kapan pertama menggunakannya. “Saya terpengaruh oleh teman-teman PMII,” ujar Pemimpin Redaksi Harian Bangsa itu.

Menurut Mas’ud, anggota PMII-lah yang paling gencar menggunakannya. PMII adalah organisasi mahasiswa NU.

Setahu Mas’ud, Gus Dur sendiri tidak pernah menggunakan kalimat tambahan itu. “Sampai saya ketularan tidak pernah menggunakannya,” katanya. “Baru belakangan saya terpengaruh teman-teman PMII,” tambahnya.

Gus Dur juga tidak pernah menggunakan kalimat tambahan yang lama. Terutama, guraunya, sejak kalimat itu dipinjam oleh Golkar dan tidak pernah dikembalikan. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 8 Februari 2023: Balon Putih

Budi Utomo
Kemarin saya sempatkan waktu menyimak langsung pidato Biden yang membuat saya geli sendiri. Pingin ngakak bareng spirit Shinchan. Hampir semua point yang diorasikan Biden adalah sasaran empuk untuk ditertawakan spirit Shinchan yang rusuh, usil, nakal. Baiklah kita mulai satu per satu. Kalau terbentur batas panjang komentar akan kami sambung lagi. Bahasa yang akan kami pakai sesederhana mungkin agar mudah dipahami. Dan kalau campur sedikit English, Jawa, Betawi mohon dimaklumi. Pertama adalah Biden mengakui infrastruktur USA kini tertinggal jauh. Tidak disebut detail tertinggal jauh dari siapa tapi kita sudah tahu sama tahulah. Siapa lagi kalau bukan dari China alias Tiongkok. Negara yang katanya super power, developed, kalah infrastrukturnya dibandingkan negara yang berflower, eh berkembang alias developing yang pendapatan per kapitanya puluhan kali lipat jauh di bawah USA. Kok bisa? Ya iyalah. Saking getol membangun dan mengoperasikan pangkalan militer di seluruh penjuru bumi sambil jualan senjata palugada (apa yang elu mau gue ada) sampai-sampai menelantarkan infrastruktur dalam negeri sehingga disalip oleh “anak kemarin malam” (bukan lagi “kemarin sore”) yaitu Tiongkok. Program triliyunan USD yang disebut Build Back Better bertujuan mengejar ketertinggalan itu. Namun saya perhatikan Republiken tidak memberikan applause standing ovation. Samalah dengan para pembenci Jokowi di negeri ini. Mereka mungkin punya slogan: rakyat tidak makan infrastruktur. Duh terbentur batas.

bagus aryo sutikno
Disway itu manifesto kursus jurnalistik lvl moderat Mas Bro. Moderat, modal dengkul dan urat. Suhu’nya pol2an lek ngajari lek ngulang, ndilalah murid2e ndledex koyo telex. Wa akhiron yg muncul itu bukan brigade jurnalis tapi kompi perusuh bin pengacau. #salam jurnalis perusuh

Ahmad Zuhri
Inilah salah satu kecerdasan Tiongkok, pesawat Amerika tidak ditembak jatuh dan ditahan sampai sekarang karena dipelajari dulu teknologi yg ada didalam nya seperti apa.. Kok bisa ya mereka itu seperti ‘haus ‘ akan ilmu pengetahuan dan inovator seperti itu.. niat generasi muda nya untuk belajar ke luar negeri jg luar biasa. Harusnya Amerika jg melakukan hal yg sama terhadap balon Tiongkok tersebut, entah bagaimana caranya balon tersebut dibawa mendarat dan dipelajari teknologi nya hehehe.. Selamat Hari Jadi yg ke-5 untuk Disway, tetaplah sebagai sumber inspirasi dan harapan.. Seperti yg disampaikan beberapa teman2, jujur di Disway ini banyak yg hanya baca tulisan Abah aja.. saya kadang coba buka artikel yg lain karena tertarik dengan judulnya yg begitu bombastis, ternyata sering kecewa karena isi artikel/berita nya kurang sesuai dengan judulnya. Padahal kurang gimana lagi julukan Abah itu, ada yg bilang Suhu Jurnalistik, Begawan Media, tapi sayang banget ilmunya tidak bisa diturunkan dengan sempurna ke anak didiknya yg sekarang ini.. Entahlah.. mungkin karena zamannya udah berubah, atau kita sendiri yg malas untuk berubah..

Pakdhe joyo Kertomas
Amrik pola pikir bangsanya mulai seperti Yunani. Terlalu berbangga dg masa lalu. Mereka menang di PD ll dan perang dingin serta perang melawan islam. Disaat dia mabuk kemenangan China nyalip di tikungan. Namanya mabok mana bisa lari mengejar. Limbung kanan kiri. Nyampar kiwo tengen. Hampir mirip negara wakanda. Sebagian masih mabuk dengan kejayaan nusantara. Padahal kalo mau jujur sekarang di level Asean ajja medioker. Di semua aspek.

Liam Then
Sudah tau di bohongi, juga tetap merudu kesana. Karena barangnya murah, enak buat cuan, jadi basis produksi, bikin prototype pasti ditanya : “Anda mau yang modalnya berapa?” Orang asing yang di Tiongkok sering ngomong begitu bak gadis kasmaran, sudah tau dibohongi, tetap mau aja. Kwkwkwkwk

Budi Utomo
Zai Xunyuan. 在训练Sedang “training” or “learning” (jadi pembohong). Memang betul sih itu artinya. Humor itu sesungguhnya bisa diterapkan ke siapapun. Wakakaka. Contoh: kalau Anda seorang bawahan yang pernah dicacimaki boss Anda maka walaupun Anda menaruh dendam tetap saja harus memasang muka ramah terhadap boss Anda, kecuali Anda memang mau dipecut eh dipecat. Wakakaka. Selamat Pagi Nak. Pagi Boss. Sehat Selalu. Padahal dalam hati bilang: Pagi Ndasmu! Wakakaka. Kecuali Anda tak punya tata krama seperti Shinchan! Wakakaka. Mayoritas orang kalau sudah menyangkut uang, misal antara bawahan dan boss, atau antar sesama pedagang, basa-basi diperlukan, kecuali Anda sudah tak peduli dengan uang dan senakal Shinchan. Wakakaka

Budi Utomo
Wakakaka. Betul Koh. Fenomena politikus atau konglomerat licik dan suka bohong itu ada di negara manapun di dunia ini. Tapi Tiongkok bagaimanapun masih “mendingan” ketimbang USA. Minimal Xi Jinping berusaha mengendalikan konglomerat rakus macam Jack Ma. Saya tidak melihat itu di USA. Konglomerat akan selalu mengejar cuan. Politikus mengejar kekuasaan. Mayoritas tak peduli moralitas. Tujuan mengalahkan cara. Sampai dunia ini kiamat dan seluruh manusia punah akan selalu begitu. Karena itu bersyukurlah bila kita tinggal di negara yang pemerintahnya berusaha membela wong cilik dari eksploitasi horaang kuayaa buangeet alias konglomerat atau poli-tikus. Mereka itu memang tukang bohong. Pura-pura dan bersandiwara seolah punya empati untuk bantu rakyat miskin. Dalam hati mereka siapa yang tahu. Pencitraan. Negara yang betul-betul serius memberantas kemiskinan saat ini adalah negaranya Xi Jinping. Minimal pemimpinnya punya niat mulia. Sama seperti pemimpin negeri ini. Walau difitnah sebagai diktator. Hhhhh. Politikus oposan memang tukang fitnah, pembuat fake news dan hoax. Pian 骗

Everyday Mandarin
Di China sering mendengar ungkapan populer dari orang2 asing terhadap China, gini, “十个中国人九个骗,还有一个在训练”. Artinya: Dari 10 orang China, ada 9 pembohong, 1 lagi sedang belajar. Ini kata orang2 asing di sana. Mungkin cocok juga ungkapan yang sama terhadap orang Amerika.

Liam Then
Dari segi teknologi komunikasi, ketika Huawei duluan memasarkan teknologi 5G bikin Amerika semakin was-was. Bagi saya itu pertanda yang sangat fenomenal. Saya ada nonton video blogger berkebangsaan Jepang yang diundang berkunjung ke markas pusat Huawei, yang kemudian di ajak berjalan-jalan di kompleks perkantoran Huawei. Blogger itu diberikan kesempatan wawancara dengan pekerja asing , lanjut ke petinggi Huawei. Salah satu yang paling berkesan ,ketika pembuat konten asal Jepang itu di ajak masuk ke ruang khusus yang di namai “war room”. Lupa “war room” itu untuk apa, barusan saya google, kaget saya. Ternyata sudah sampai Indonesia. Dan sekilas terbaca , di klaim teknologinya sudah ada di 170 negara. Kecepatan perkembangan teknologi Tiongkok memang bikin pangling, bikin terkaget-kaget. Negara pertama yang kirimkan modul di sisi gelap bulan. Di saat semua negara patungan bikin ISS. Tiongkok yang merasa di kucilkan, bangun satu di atas sana sendiri secara swadaya. Kemudian terakhir, ketika dengan segala cara, mesin ASML buatan perusahaan asal Belanda, dilarang dijual ke China. Yang saya anggap kebijakan sia-sia saja. Karena yang namanya duit tidak akrab dengan nasionalisme, jika M16, Nitroglycerin bisa sampai di timur tengah. Mesin ASML bagaimanapun, tetap bakal sampai ke Tiongkok. Atau tak perlu, karena Taiwan sudah punya. Dan masih dikasih beli.

Everyday Mandarin
Jadi teringat pertanyaan di milis² Yahoogroups akhir abad 20 lalu: Benda apa yang kalau dilihat bentuknya kotak, tapi pas dipegang bentuknya jd kyk balon? Selamat ultah ke-5 & 6 utk Disway. Selamat ulang tahun ke-5

Johannes Kitono
HBD ke 5 untuk CHD. Biarpun Tiongkok paling depan di bidang Balon tapi lebih hebat lagi Indonesia. Seniman A.T. Machmud tahun 1963 sudah menciptakan lagu ” Balonku Ada Lima ” Seolah sudah tahu bahwa suatu hari balon bakal bawa masalah didunia. Balon A.T. Machmud berwarna : Hijau, Kuning, Kelabu, Merah Muda dan Biru. Dan ketika yang warna Hijau meletus hanya membuat hatinya kacau sebentar saja. Bandingkan dengan Balon Tiongkok yang warna Putih.Saat terbang diatas Montana sempat bikin heboh para politisi Amerika. Tentu termasuk juga para politbiro di China. Seandainya Balon Tiongkok tidak berwarna Putih dan ikuti warna balon A.T. Machmud. Bisa jadi tidak jadi ditembak oleh Amerika. Ternyata dalam hal warna balon Indonesia lebih maju dari Tiongkok, Amerika bahkan di dunia.

Handoko Luwanto
Sepertinya balon RRC yg ‘nyasar’ itu untuk survey awal di atmosfir AS. Rencananya mau merekayasa pembentukan gumpalan awan yg unik. Yaitu awan yang menyerupai wajah Joe Biden dan Xi Jinping.

Nimas
Selamat ulang tahun Disway… Di sini saya bertemu banyak orang2 cerdas dengan berbagai disiplin ilmu. Di ultah Disway sy haturkan terima kasih Kepada. Abah DI, pak Mirza, Pak Budi Utomo, pak Parikesit, Pak KS, Pak Jo Neka, Koh Liam, Koh Liang, koh EM, Pak Pry, Pak Az, Pak Thamrin Dahlan, mbah Mars, mbah Kliwon, Koh Johannes K, pak Juve, Pak Jimmy M,Pak Amat, Pak Udin S, pak yei aina, kang sabar Ikhlas, pak LP, pak Aryo, mas Lbs Mbk Ru, ibu Yb dan semua jamaah Disway yg tdk bisa sy absen satu persatu. Untuk Pak Leong, pak Aryo, terima kasih untuk humor2nya, tidak semua semua orang memiliki selera humor yg menarik. Rasanya menyenangkan berada di sekitar orang humoris. Seringkali mengundang gelak tawa yg buat orang sekitarnya terhibur lewat candaan. Memiliki sahabat humoris tdk hanya buat kita terhibur, mereka mampu menyelesaikan masalah dg cara lebih santai.Dan orang humoris awet muda pasti. Untuk mas Aat semoga segera bertemu jodohnya. Aamiin

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *