MANCHESTER-KEMPALAN: Paul Pogba akhirnya angkat bicara terkait kartu merah yang dia peroleh saat Manchester United kalah 5-0 dari Liverpool.
Dalam pernyataan singkat yang diposting di akun Instagramnya, bersama foto dirinya saat meninggalkan lapangan Old Trafford setelah diganjar kartu merah, Pogba menulis: “Tidak ada waktu untuk menyalahkan diri sendiri… Bangun, melangkah, dan jalani hari-hari berikutnya dengan lebih baik!”
Pad laga melawan Liverpool Minggu (24/10), Pogba masuk dari bangku cadangan untuk memberi bantuan kepada Man United yang telah dicabik-cabik oleh klub asuhan Jurgen Klopp.
Di menit awal babak kedua, saat The Reds unggul 4-0, Ole Gunnar Solskjaer memasukkan Pogba untuk menggantikan Mason Greenwood.
Namun, gelandang internasional Prancis itu hanya bertahan 15 menit di lapangan. Pogba langsung mendapat kartu merah usai melanggar gelandang Liverpool Naby Keita secara keras.
Pogba melakukan tekel keras ke pergelangan kaki gelandang Liverpool itu. Dia awalnya diberi hanya kartu kuning, namun setelah wasit melihat tinjauan VAR, dia merubah keputusannya dan pemain asal Prancis itu diberi kartu merah.
Sementara itu, gelandang Liverpool Keita menerima perawatan di lapangan dan akhirnya diangkat dengan tandu dan dibawa ke ruang medis.
Usai laga Mantan gelandang Manchester United Paul Scholes mengkritik Pogba dengan mengatakan bahwa gelandang asal Prancis itu telah menyebabkan “kekacauan” di Old Trafford.
“Paul Pogba datang ke lapangan pada babak pertama untuk mencoba dan membantu tim dan mungkin mendapatkan sedikit kehormatan tentang hal itu, mencoba untuk berdiri di atas bola, mencoba untuk menunjukkan seberapa kuat dia di tengah lapangan.” kata Scholes.
“Namun, kemudian dia dikeluarkan karena tekel yang konyol. Sekarang Anda tertinggal 5-0 dengan 10 pemain. Anda harus berpikir jika Ole masih menjadi manajer di sana, akankah kita melihat Pogba memakai seragam United lagi?” tambah mantan gelandang Man United itu.
“Dia menyebabkan kekacauan selama beberapa tahun terakhir. Semua orang tahu betapa berbakatnya dia, semua orang percaya padanya, setiap manajer mempercayainya, mencoba memberinya kebebasan dan membiarkan dia menjadi pemain seperti dulu.” tambah Scholes.
“Dengar, dia mungkin akan bermain (lagi) bukan? Tapi saya tidak berpikir tim akan kehilangan apapun jika dia tidak bermain.” tambahnya.
“Dia memiliki banyak peluang, tetapi dia tetap tidak konsisten, ini bukan masalah performa, ini adalah masalah (kurangnya) disiplin dan rasa tidak hormatnya kepada manajer dan rekan satu timnya, seperti apa yang dia lakukan hari ini.” tutup Scholes. (The Mirror, Edwin Fatahuddin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi