Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 16:00 WIB
Surabaya
--°C

Bahagia Sejahtera

KEMPALAN: DOA saya untuk Gautam Adani. Khususnya di proyek Dharavi. Semoga konglomerat India itu bisa meneruskan proyek tersebut: membangun daerah terkumuh terbesar di India. Bahkan di Asia.

Dharavi artinya Dewa Parwati. Begitu banyak gadis India dengan nama depan Dharavi. Tapi kampung Dharavi di tengah kota Mumbai ini jauh dari gambaran ratusan gadis telentang dicat hijau. Di seluruh Dharavi, yang ada, ratusan ribu rumah kumuh. Banyak yang tidak dicat. Inilah kampung termiskin di sana.

Oktober depan Grup Adani akan mulai merombak Dharavi. Kalau jadi. Secara bertahap. Penduduk kampung seluas hanya 200 hektare (2 km2) ini hampir 1 juta jiwa. Terpadat di dunia. Termiskin pula.

Waktu Covid melanda India, di sinilah penularan tertinggi terjadi.

Sudah sejak 1997 pemerintah merencanakan itu. Selalu gagal. Tidak ada investor yang berminat. Biaya terlalu besar. Persoalan sosialnya terlalu ruwet.

Tapi pemerintah terlalu malu memiliki kampung dengan gelar serba ”ter” tersebut. Apalagi ekonomi India lagi bagus-bagusnya. Mumbai sendiri sudah berkembang jadi kota metropolitan yang modern. Kok di tengahnya ada Dharavi yang tidak dicat. Itu ibarat ada tahi burung di dekat pusar gadis telentang.

Yang pernah berusaha membangun Dharavi dan gagal termasuk perusahaan raksasa dari berbagai negara: Lehman Brothers Amerika, Dubai Development, Capital Land Singapura.

Tahun lalu dilaksanakan tender lagi. Tiga perusahaan mendaftar. Satu tidak memenuhi syarat teknis. Satunya lagi menawar sangat murah. Adani yang menang. Adani berani dengan investasi dua kali lipat dari yang kalah.

Kalau Adani sudah berhasil financial closing, Oktober depan bisa groundbreaking.

Kenapa Oktober?

Juli-Agustus-September tidak boleh ada penggusuran. Itu bulan-bulan rawan: monsoon. Musim hujan dan banjir. Orang miskin paling menderita di musim monsoon (muson).

Mungkinkah proyek ini batal lagi? Akibat guncangan keras jatuhnya harga saham di grup Adani –kehilangan kekayaan hampir Rp 2.000 triliun dalam tiga minggu terakhir?

Kelihatannya Adani juga masih akan mengandalkan pendanaan dari bank pemerintah: Bank of Baroda. Inilah bank terbesar kedua di India, setelah Bank of India.

Kantor Pusat bank ini di sebuah kabupaten. Di provinsi nun jauh: Gujarat. Di Kabupaten Adodara.

Bank of Baroda tergolong bank tua. Umurnya sudah 114 tahun. Perputaran uangnya lebih dari Rp 3.000 triliun. Operasinya di luar negeri lebih dari 100 cabang. Itu menandakan Gujarat memang provinsi yang perekonomiannya maju. Perdana Menteri Narendra Modi orang Gujarat. Gautam Adani orang Gujarat. Mahatma Gandhi orang Gujarat.

Pimpinan Bank of Baroda, orang Gujarat, sudah mengindikasikan akan tetap menyalurkan kredit ke Grup Adani. Khusus untuk proyek Dharavi. “Kami tidak terlalu pusing dengan naik turunnya harga saham. Kami melihatnya per proyek,” ujar pimpinan bank tersebut seperti dilansir Times of India Jumat lalu.

Berarti Dharavi akan jalan. Inspirasi pembangunan daerah kumuh Dharavi ini datang dari Hong Kong. Tahun 1980 lalu masih ada daerah kumuh di metropolitan Hong Kong. Namanya Taihang ( 大坑). Yakni kawasan utara pulau Hong Kong. Dekat Causeway Bay yang terkenal itu.

Sejak Taihang dibangun tidak ada lagi kawasan kumuh di Hong Kong.

Ketika pemerintah India akan membangun Dharavi, 1997, biayanya baru sekitar Rp 100 triliun. Penundaan proyek ini berakibat biayanya naik. Terakhir sudah mencapai Rp 200 triliun.

Saya pernah ke Dharavi. Lebih tepatnya melihat Dharavi. Dari atas jalan layang. Sebelum pandemi. Saya sengaja berhenti di atas jalan layang itu: melihat sebagian Dharavi dari atas. Terlihat jelas rumah kumuh yang luar biasa. Saya lihat juga kolam pencucian pakaian yang membuat bulu roma bergidik.

Saya juga pernah masuk-masuk ke perumahan kumuh di Tanah Tinggi Jakarta. Kurang lebih serupa. Tapi Tanah Tinggi tidak seluas Dharavi. Tidak bisa ditonton dari atas jembatan layang.

Begitu luasnya Dharavi, sampai-sampai proyek ini baru akan selesai dalam 17 tahun. Tentu saat itu nanti kota Mumbai menjadi kota besar pertama bebas kawasan kumuh di India.

Begitu terkenal kekumuhan dan kemiskinan Dharavi sampai banyak film dibuat di lokasi ini. Puluhan film. Salah satunya sangat terkenal. Anda pasti pernah menontonnya: Slumdog Millionaire (2008).

Adani memang belum terlihat bisa keluar dari kesulitan. Tapi doa orang miskin di Dharavi mungkin bisa membantunya. Mereka nanti tidak akan digusur. Mereka tetap mendapat rumah di gedung-gedung tinggi yang baru. Seperti di Taihang.

Memang sudah ada suara yang menolak: para perajin gerabah. Mereka tidak akan bisa lagi membuat gerabah di rumah susun. Padahal itulah usaha mereka.

Keberatan lainnya: mereka sudah telanjur merasa bahagia di kampung kumuh itu. Di situ, rasa kekeluargaan mereka sangat tinggi. Angka kejahatan sangat rendah. Toleransi sangat baik: 30 persen Islam, 65 persen Hindu. Tidak ada konflik agama seperti di banyak wilayah lain India.

Mereka pilih hidup rukun dan bahagia di kampung lama. Pemerintah kelihatannya pilih membuat mereka enak dipandang mata. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 21 Februari 2023: Corpu Inspirasi

Juve Zhang

Kalau anda datang ke bank BUMN pasti dapat nomor urut nomor sepatu bisa 41,43 dst. Masuk BC# anda disambut petugas satpam yg menanyakan apa masalah nya, kadang satpam bawa kita ke ATM dan bisa beres di ATM, wow ini satpam dapat juga ilmu pengetahuan perbankan. satpam ilmu letnan .wkwkwk

Mirza Mirwan

General Electric memang yang pertama mendirikan corporate university (corpu/CU). Tetapi yang bertahan menjadi CU terbaik adalah Hamburger University(HU), CU milik McDonald’s. Hampir setengah dari pimpinan McDonald’s di seluruh dunia adalah alumni HU. Sejak berdiri, 1961, HU berkampus di Oak Brook, Illinois, sekitar 25 km di sebelah barat Chicago. Tetapi sejak 2018 menempati kampus baru di West Randolph Street, Chicago. Kampus itu dibangun di bekas Harpo Studio milik pesohor Oprah Winfrey. Ada ribuan CU di AS. Tetapi semua milik korporasi. Kalau yang milik negara kayaknya tidak ada, kecuali akademi kedinasan.

Juve Zhang

Corpu kepolisian sangat diperlukan segera, kemarin baca berita online, sangat terkejut, zaman berubah cepat, kita biasa mendengar ” aksesoris” para bintang (jenderal) , sekarang mayor pun sudah mengoleksi “aksesoris” para bintang, yaitu kecelakaan lalulintas yg menewaskan seorang mahasiswi, dan sang pengemudi ,wanita muda (bukan istri sah), sang mobil Audi, bukan kaleng kaleng ,ternyata milik seorang mayor saja. Wow. Aksesoris para bintang zaman purbakala sudah di tiru oleh mayor zaman now. Zaman gila kah? Dan di rumahnya masih ada mercy. Mayor selera Bintang. Sekalian nyapres saja bro.wkwkwkwk

Jokosp Sp

Kalau mau negara makmur, dan pemerintah bersih. Tinggal cek aliran uang masuk ke rekening pribadi dan keluarganya. Ada BPK, ada PPATK, ada KPK kurang apa?. Kurang greget, masih mikir perut sendiri menguntungkan tidak?

Budi Utomo

Setuju 100% Bung Juve. Harga properti di Jakarta dan di Jawa pada umumnya sudah tak masuk akal dan tak terjangkau rakyat kecil yang mayoritas. Padahal Indonesia ini luas. Kalimantan hampir 5 kali luas pulau Jawa. Sumatra sekitar 4 kali luas pulau Jawa, Papua luasnya lebih dari 3 kali luas pulau Jawa. Kalimantan adalah pilihan tepat. Pertama karena paling luas. Kedua karena lebih tidak rawan bencana alam terutama gempa bumi. Betul. Ada mafia properti yang tak suka ide ibukota Nusantara di Kalimantan. Dan Jokowi maju tak gentar. Karena Jokowi tak punya beban. Tak bisa diatur konglomerat ataupun koruptor ataupun pengasong politik identitas. Semoga Ganjar bisa meneruskan kerja dan perilaku tanpa beban ini demi kemajuan bangsa besar yang Bhinneka Tunggal Ika ini. Waduh hari ini saya jadi serius sekali. Shinchan senyum-senyum terus dari tadi. Wakakaka

Kz It is

Kalau cuma pintar iblis juga pintar. Dia pernah jadi dosennya jibril. Ngajar dari langit 7 sampai langit 1. Biasa saja.

Yuli Triyono

Saya jadi tahu, Rocky Gerung tidak serius paling tidak untuk dua hal : ketika tampil di TV dan ketika mencari pasangan hidup.

KEY
@mz kusirnya memang debat waktu kudanya kentut, kusir bilang kudanya masuk angin tapi temannya bilang kudanya keluar angin mereka berdebat dan akhirnya muncul debat kusir :()

Agus Suryono

Kalau DPR punya Corpu, yang ditanyakan orang DPR sendiri adalah.. PERTAMA, gelarnya apa..? KEDUA, bisa ngasih gelar PROFESOR honoris causa atau tidak.. KETIGA, ujiannya susah atau tidak.. #mungkin..

Handoko Luwanto

Sepertinya yg paling mendesak mendirikan corpu adalah institusi seperti DPR. Biar anggotanya gak mudah pelesiran ke luar negeri berkedok studi banding. Cukup undang pakar luar negeri, lalu kumpulkan smua anggota, maka terjadilah transfer ilmu. Masih ditambah adanya notulen materi acara sampai rekaman videonya di medsos. Bisa jadi sumber pustaka berharga di DPR bagi anggota2 berikutnya.

Lukman bin Saleh

Bukan saja tidak mau ambil wanita. Malah dia gak mau ambil ijazah. Tidak mau wisuda. Tidak mau ditawari lanjutkan kuliah di Prancis. Tapi ngajar mahasiswa S2. Dan dipanggil profesor doktor oleh mahasiswanya. Benar2 unik…

mat K.

RG memilih tidak berpasangan mungkin karena cinta itu kadang-kadang tak ada logika. Orang bercinta bisa membuat hilang kewarasan. Agar tetap waras itulah RG memilih hidup sendiri.

Purnomo Inzaghi

Abis baca Disway edisi ini saya langsung searching di youtube, ketemu juga kuliah Rocky Gerung yang dimaksud Pak Dahlan. Saya langsung tertarik dengan pembukaan materi yang berupa permainan kata, Rocky Gerung menuliskan sederet kalimat : There is three mistake in this sentence. Lalu para hakim muda di suruh mencari kesalahan di sederet kalimat tersebut. Rata-rata mengerti ada kesalahan di deretan kalimat tersebut, tapi jumlahnya hanya dua…ada yang sampai mencari-cari maksa ada kesalahan ketiga tapi semua tidak tepat menurut RG. Kesalahan pertama dan kedua sudah ketemu dan benar menurut RG, yaitu : kata “is” setelah There seharusnya adalah “are”, lalu “sentence” seharusnya “sentences”. RG sepakat dua kesalahan di deretan kalimat tersebut adalah kesalahan penulisan, lalu apa kesalahan ketiga?. Ternyata kesalahan ketiga tidak ditemukan di deretan kalimat itu, kesalahan ketiga itu muncul dari diri kita sendiri yang terpancing ikut berpikir bahwa ada tiga kesalahan, padahal sebenarnya memang hanya ada dua kesalahan. Jadi kesalahan ketiga adalah kita yang dibohongi oleh kalimat nahwa ada tiga kesalahan padahal hanya dua. Itulah yang sering terjadi meurut RG, kita terpaku untuk melihat sesuatu dari apa yang kita lihat bukan apa yang kita dan orang pikirkan. Saya belum sampai selesai nontonnya karena memang lama durasinya…hehe. Tapi dari pembukaan awalnya saja sudah menarik, meskipun saya kadang sulit mencerna kalimat kalimat RG, namun di video itu memang dia tampil beda.

Liáng – βιολί ζήτα

GlobalCCU. The Global Council of Corporate Universities (GlobalCCU) award untuk tahun 2021 yang diumumkan di Paris – pada tanggal 5 May, dua Corporate University dari Indonesia meraih Medali Emas. *2021 GlobalCCU Award winners. Best Overall Corporate University : – Gold Award : Russian Railways (Russia). – Silver Award : Caixa Econômica Federal (Brazil). – Bronze Award : Atos (France). Best Corporate University – Business impact & Agility in uncertainty : – Gold Award : Rosatom Corporate Academy (Russia). – Silver Award : Alstom (France). – Bronze Award : TVS Motor (India). Best Corporate University – Culture & Technologies : – Gold Award (ex aequo) : Aptar (USA) and Banco do Brasil (Brazil). – Silver Award : Tata Group (India). – Bronze Award : Aselsan (Turkey). Best Corporate University – Corporate Responsibility & Soft Power : – Gold Award : PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Indonesia). – Silver Award : EY (Latin) Dari komentar pembaca http://disway.id America South). – Bronze Award : Carrefour (France). Best Corporate University – Branding & Durability : – Gold Award : PT Bank Negara (Persero) Tbk (Indonesia). – Silver Award : DAU (USA). – Bronze Award : Rosatom Tech (Russia). Special prize for Environment & Society : – Governance presented to Ziraat Bankasi (Turkey).

Jimmy Marta

“Semuanya terasa seakan bumi ini terbelah dua..”, kata Muna Al Omar menangis sambil menggendong anaknya usia 7 th di tenda pengungsian kota Hatay. Sungguh derita yg terasa tiada henti bg saudara kita di Turki. Senin malam kemaren, terjadi lg gempa susulan yg kuat. Menurut catatan EMSC -pusat seismologi mediteranian eropa- gempa bermagnitudo 6,4 SR dg kedalaman 10km di kota Hatay terasa hingga Suriah. Kota Hatay yg baru saja porak poranda, seakan makin mencekam. Bangunan yg sebelumnya masih berdiri dan jadi tempat hunian darurat-karena cuaca dingin ekstrim-, bbrp runtuh. Untuk sementara puluhan korban bertambah, terhimpit reruntuhan bangunan. Innalillah… Sungguh prihatin untuk warga Turkiye….

Rihlatul Ulfa

Melihat berita bertubi2 tentang dosen UII Jogja yg ‘katanya hilang’ sungguh benar2 lucu. yg pertama ia adalah dosen, tentu pasti sudah dewasa dan pintar. mosok iya tau2 hilang? yg bener aja. gak mungkin lah. eh tau2nya bener, dia mengubah rute perjalanan ke USA. hahaha sampe skrg blm tau apa motif dia mengubah rute perjalannya itu. umur di atas 18 tahun bukan hilang, tapi kaaboorrr wkwkwk.

andi syarmi

Ada 1 fenomena yang terlintas dalam benak saya. RG dan Abah DI jadi mentor untuk orang -orang yang pendidikannya di atas mereka. RG pernah jadi dosen Pasca Sarjana Di UI, padahal Doi cuma S1. Begitu juga dengan Abah DI yang bahkan tidak menyelesaikan S1 nya. Pendidikan pak Pry atau pak Mirza mungkin lebih tinggi dari 2 tokoh ini. Tetapi mereka di akui dan laku jadi mentor dimana- mana. Terbukti pendidikan tinggi tidak jd jaminan untuk diakui. Kuncinya menurut sy adalah pengalaman dan wawasan. Jam terbang dan jumlah bacaan. ” Takdir jg menentukan lo ” kata teman sy yg ikutan baca Disway.Dan kebetulan ia perjaka tua. ” Soalnya sy jg punya jam terbang tinggi dalam percintaan, Jumlah bacaan sy juga banyak , tetapi takdir menentukan sy belum punya isteri sampai sekarang ” tambahnya. ” Emangnya buku apa sj yg Lu baca ? ” Tanya saya. ” Buku pakar-pakar keuangan, tentang bagaimana membuat orang lain mau mengeluarkan uangnya untuk kebutuhan kita, bagaimana dengan pengeluaran yg se-kecil2nya bisa menghasilkan kesenangan yg se-besar2nya ” ia menjawab dan kemudian menambahkan ” Kopi dan nasgor gua hari Elu yg bayar ya ! kan sudah gajian ” Sy membatin, pantesan jd bujang lapuk, pelit sii….

Agus Suryono

SEBAGAI PANGSIUNAN TELKOM SAYA BARU TAU, TERNYATA TELKOM YANG PERTAMA PUNYA CORPU.. Memang Telkom adalah perusahaan yang (mungkin), punya.. 1. Kursus Kepemimpinan: SUSPIM 1, 2 dan 3. Dengan dosen dari UI, ITB, Seskogab, Seskoad. Ini dulu tahun 80an. 2. Sekolah MBA. Tahun 80an juga. Jaman pak Cacuk Sidarijanto. Kemudian berubah menjadi STMB – Sekola Tinggi Manajemen Bandung. 3. STTT (Sekolah Tinggi Teknik Telekomunikasi). Idem tahun 80an. Juga jaman pak Cacuk Sudarijanto. 4. Digabungkannya MBA Bandung/STMB – menjadi Telkom University (Tel U). 5. Dan masih ada Corporate University. 6. Selain itu, Telkom termasuk perusahaan yang “rajin” menyekolahkan karyawannya ke lembaga pendidikan di “luar”. Khususnya untuk alih “profesi”, dari kompetensi jadul yang sudah tidak dibutuhkan lagi. Contohnya adalah saya sendiri, yang tahun 70an masuk untuk mengisi “posisi” OPERATOR MORSE, yang saat itu hanya dipersyaratkan ijasah SMP ditambah pendidikan kedinasan 1 tahuh, maka setelah MORSE “dimakan pager, SMS dan WA”, maka kemudian saya disekolahkan oleh Telkom ke SMA, S1 dan S2. Ke UGM. Satu lagi, meski Telkom SUKA menyekolahkan karyawannya, tetapi Telkom MELARANG mencantumkan gelar dalam komunikasi internal perusahaan. Penilaian prestasi tidak didasarkan gelar pendidikan, tetapi atas dasar UNJUK KERJA, tanpa melihat ijasah formal lagi. Jarang kan yang begitu..?

Liam Then

Di dunia industri perlengkapan plastik, komponen mesin yang paling utama adalah molding, dan screw ( batang ulir pendorong biji plastik yang sudah di lelehkan ). Seingat saya sampai pada beberapa tahun lalu, bahkan hanya untuk reparasi screw rusak, item nya harus di kirim ke Tiongkok untuk di perbaiki disana. Sementara untuk molding mesin press sederhana seukuran baskom diameter 25 cm , saya pernah iseng tanya ke pelaku langsung, puluhan juta harganya. Kalo yang injeksi? Yang punya pabrik golongan home industri itu, cuma senyum saja. Kata yang selalu terdengar waktu sekolah dulu. “Nanti……..kerja”. “Tamat…….kerja” Sekolah untuk cetak tenaga kerja ,atau untuk mencerdaskan manusia? Kata “kerja” menjadi sugesti dalam sadar, otak menjadi kebas, tidak lentur. Bahwa sehabis sekolah, harusnya bekerja menjadi karyawan, menjejak jenjang karir. Siswa tidak pernah di beri gambaran, bahwa dalam satu perusahaan, direktur kebanyakan 1, wakilnya satu, manajer beberapa, wakil manajer beberapa. Semuanya terbuai ilusi akan karier. Coba ada guru, hari pertama sekola ajak study tour ke kebon duren. “Coba lihat, duren saja yang sudah di “penthil” oleh petaninya, masih ada yang besar dan kecil.” Kamu harus pikirkan ,di masa depan , mau di posisi mana, mau di “penthil”, mau “menthil”, atau yang terbaik, jadi pembeli kebon duren nya sekalian”

Mahmud Al Mustasyar

Menurut saya, masih ada hal lain yg RG kelihatan serius; yaitu sewaktu menjadi saksi ahli di persidangan pengadilan. Bahkan saking seriusnya, RG seperti memberi kuliah saja kpd mahasiswanya.

andrias bambang setiawan

SALAH. ROCKY GERUNG SERIUS DALAM 3 HAL YAITU : Memberi kuliah, Mendaki gunung, dan Menggoda presenter wanita !!!. Hanya yang terakhir hasilnya selalu becanda!!!

Liam Then

Membangun peradaban : Pria Menjaga peradaban : Wanita

Pryadi Satriana

Pryway: Benarkah “yang melahirkan kecerdasan itu wanita”? ITU PENDAPAT. Didasarkan ‘teori’ bahwa ‘kecerdasan diwariskan melalui kromoson X’. Wanita memiliki DUA KROMOSOM X, dibandingkan dg pria yg hanya memiliki SATU KROMOSOM X, sehingga bisa dikatakan “wanita memiliki DUA KALI KESEMPATAN DIBANDINGKAN PRIA dalam mewariskan kecerdasan. Itu kalo tentang kecerdasan, tapi kalo soal kekayaan, bisa jadi terbalik: PRIA MEMILIKI DUA KALI KESEMPATAN DIBANDINGKAN WANITA DALAM MEWARISKAN KEKAYAAN. Kalo ini kayaknya Abah setuju. Penerawangan saya begitu. Salam. Rahayu.

Budi Utomo

Religionist knows all, scientist doesn’t know all, philosopher doesn’t know himself/herself at all because he/she always asks: “Who Am I?” Wakakaka
Otong Sutisna
Memang hanya 2 yang disekolahkan tidak naik – naik yaitu sertifikat tanah dan BPKB kendaraan.

Warung Faiz

Oh ternyata sekarang gitu yach.. Karyawan perusahaan atau pegawai pemerintahan sekarang di sekolahkan lagi di corpu masing2… Tujuannya utk memecahkan masalah yg berat2… Beda dgn saya,yg sering saya sekolahkan justru sertipikat tanah… Sudah lulus berapa kali tapi kok sepertinya tak pintar2… Sekarang merengek rengek minta sekolahin lg…

Komentator Spesialis

Karena perusahaan saya perusahaan Engineering. Tidak high tech high te h amat. Jadi kami lebih memilih lulusan SMK saja. Mentok mentoknya Poltek. Mereka gaji nggak terlalu minta tinggi tinggi, tapi kerja lapangan bisa. Beda dengan lulusan PT yang gaji minta tinggi, praktek kerja lapangan nggak pengalaman.

mz arifinuz

Hakim=wakil Tuhan? Wakil= yg diserahi segala urusan. Semua manusia= pengganti (kholiifah) Tuhan. Tugas pengganti Tuhan, adalah melaksanakan petunjuk2 Tuhan. Yg melanggar, ada risiko nya. Hakim diberi wewenang untuk mutuskan benar/salah, hukuman bagi yg salah. Yg benar diberi hadiah apa?

Amat K.

Lanjut ke testis lagi. Jadi, sejarahnya, testimoni itu sumpah kesatria para perwira Romawi di hadapan kaisar dengan mempertaruhkan testis. Testis itulah simbol kejantanan. Semua yang memiliki testis harusnya tampil berani dengan terjun ke medan perang. Yang bertestis tapi tidak berani, lari dari peperangan, potong saja tititnya, hancurkan, gak guna. Apa bedanya dengan perempuan yang tidak punya titit. Karena perempuan tidak bertitit, mereka tidak diwajibkan terjun ke medan perang. Jadi ingat dalam pergaulan dulu di kampung. Lelaki tak boleh penakut karena punya titit. Itu kejantananmu, senjatamu untung berperang. Wkwkwk

Amat K.
Mengapa saksi harus dua? Karena ada asas “unnus testis nullus testis” ‘satu saksi bukan saksi’. Hebat juga ya para pemikir zaman dulu. Terinspirasi dari biji bergantung yang dua itu, jadilah asas hukum. Ada apa dengan dua? Dua kaki, dua tangan, dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, dua biji bergantung, dua gunung. Ahhh saya mau merenungi semua dua itu dulu. Ada apa hikmah di baliknya?

Mirza Mirwan

Yang di maksud Bung Denik, mungkin “Darul Arqam”, sistem pengkaderan dalam Ikatatan Mahasiswa Muhammadiyah. Juga Pemuda Muhammadiyah. Darul Arqam memang mengemban misi seperti corpu itu, “a strategic tool designed to assist its parent organization in achieving its mission by conducting activities that cultivate individual and organizational learning, knowledge, and wisdom.” — suatu alat strategis yang dirancang untuk membantu organisasi induknya dalam mencapai misinya dengan melakukan kegiatan yang menumbuhkan pembelajaran, pengetahuan, dan kebijaksanaan individual dan organisasi. Saya tahu tentang Darul Arqam karena pernah menjadi Ketua Pengurus Cabang

bagus aryo sutikno

Aryo mBediun Corporate University. Kegiatannya mengentaskan kemiskinan. Salah satu aksinya, kéré munggah balé, sayur rebung bumbu gule. Jadi masio kuli minimal paham metaverse. Aksi kedua, nasi pecel srondhéng rawon. Jadi masio makelar sepeda motor minimal paham bursa efek sekunder. Mohon doa’nya, semoga aksi gethuk bersanding dengan sate tak diperkusi kaum berdasi. Soalnya gethuknya thelo bersanding dengan sate tahu. Walau cuman marbot masjid tapi paham dunia cryptho. #peace

ACEP YULIUS HAMDANI

Alhamdulillah, meski tidak terlalu diharapkan hasilnya, mudah-mudahan dengan program Corpu di Mahkamah Agung semua hakim bisa paham mana yang menjadi kepentingan bangsa dan negara mana kepentingan pribadi dan golongan Tidak ada yang salah dengan kepentingan pribadi maupun golongan, yang sering salah adalah aplikasinya serta dengan menyamarkan dengan kepentngan Bangsa dan Negara Tidak mudah membentuk karakter Pancasilais yang berdasarkan SILA-SILA dalam pancasila, karena setiap individu mempunyai interpretasi . Hakim ? salah satu yang rada sulit diprediksi kadang bening bercahaya kadang bercaya tapi dengan warna yang menyilaukan dirinya maupun olrang lain. Hati-hati terpeleset… sekang masih musim hujan…..

Budi Utomo

Paradox. Itulah fakta di dunia modern ini. Semakin secular suatu negara semakin rendah tingkat korupsinya. Sebaliknya semakin ah sudahlah. Mungkin karena aparat penegak hukum takut terjadi kerusuhan bila menindaktegas otak perusuh berbasis ah sudahlah. Tegaknya hukum sangat penting di negara bangsa modern. Tanpa memandang race or religion. Intinya di situ. Hukum tidak boleh kalah terhadap konglomerat, koruptor ataupun pengasong politik identitas. Itu semua bisa ditemukan di Skandinavia yang demokratis ataupun Tiongkok yang otoriter. Secular Law Enforcement yang tegak. Setegak anu nya para perusuh di Disway in. Wakakaka

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Corpu Inspirasi

KEMPALAN: CORPORATE University kini tidak hanya dimiliki oleh perusahaan sekelas Astra atau Indofood. Mahkamah Agung pun kini punya Corpu. Namanya: Mahkamah Agung Corporate University. Di Megamendung, kawasan Puncak.

Istilah Corpu, kali pertama lahir di Amerika Serikat. Di perusahaan kelas dunia: General Electric (GE). Lalu ada anggapan kejayaan GE berkat Corpu-nya. Perusahaan Indonesia seperti PLN pun mendapat jatah tahunan. Bisa menyekolahkan para calon pimpinan ke GE Corpu.

Maka wabah ber-Corpu menjalar ke berbagai penjuru dunia. Telkom membangun Corpu pertama di Indonesia. Di Bandung. Lalu Pelindo. Di Cipanas. Yang lain-lain pun menyusul. Ketika reputasi GE sudah tidak sehebat dulu pun, Corpu jalan terus.

Bahkan, di Indonesia, menjalar ke instansi pemerintah.

Kementerian keuangan mencatatkan diri sebagai pemilik Corpu pertama di lingkungan pemerintah. Saya pun kaget: Mahkamah Agung kini juga punya Corpu.

Model pendidikan dan latihan (Diklat) kelihatannya dianggap sudah kuno. Tidak relevan lagi. Maka datanglah era Corpu.

Lalu apakah Corpu?

Definisinya begitu banyak. Anda bisa memilih yang ini: Corpu adalah lembaga pendidikan yang dijadikan alat strategis oleh perusahaan dalam mengembangkan karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Kurikulumnya pun bisa dibuat sendiri-sendiri. Disesuaikan dengan kepentingan perusahaan. Corpu seperti milik Pelindo misalnya, memakai kurikulum 70-20-10.

Yang dominan adalah mentoring. Terutama yang terkait dengan penugasan di perusahaan. Hampir tidak ada pelajaran teori. Kalau pun ada diselip-selipkan di sela-sela mentoring.

Dua tahun terakhir saya dipilih menjadi mentor di Pelindo Corpu. Muridnya adalah pejabat-pejabat setingkat direksi. Terutama di anak-anak perusahaan. Mereka membawa ”kurukulum” sendiri: bagaimana memecahkan persoalan yang berat-berat.

Lalu bagaimana Mahkamah Agung sampai punya Corpu sendiri?

Sama. Meski bukan perusahaan persoalan yang dihadapi Mahkamah Agung tidak lebih ringan dari perusahaan besar.

Mahkamah Agung punya begitu banyak hakim. Yang harus selalu berhadapan dengan perkara baru. Apalagi hakim memiliki independensi mutlak untuk membuat keputusan. Mereka wakil Tuhan di ruang pengadilan.

“Lewat Corpu kami akan membangun hakim yang cadas,” ujar Syamsul Arief, kepala Pusdiklat Teknis Mahkamah Agung.

Cadas?

“Cerdas dan Berintegritas,” jelasnya. “Dengan tagline Cadas, salamnya bisa berupa jari dibentuk huruf C atau dibentuk simbol metal,” tambahnya.

Minggu ini Corpu Mahkamah Agung menarik perhatian publik. Salah satu pengajar pekan lalu adalah Rocky Gerung. Materi pelajarannya: filsafat hukum.

Saya pun membuka YouTube. Ups… Panjang sekali: hampir tiga jam. Syamsul sendiri yang jadi moderator.

Di situ saya melihat Rocky Gerung yang berbeda dengan yang biasa Anda lihat di TV. “Kalau memberi kuliah saya harus serius. Kalau di TV saya memang tidak serius. Saya suka mengejek dan godain orang,” katanya.

Mahasiswa program Corpu pekan lalu itu para hakim yang masih muda-muda. Dari berbagai penjuru Nusantara: Kerinci, Tanjung Jabung, Barru, Timika….

“Mereka adalah yang punya masa kerja sebagai hakim antara 1 sampai 5 tahun,” ujar  Syamsul. “Kami ingin membangun integritas sejak para hakim masih muda,” ujar Syamsul.

Syamsul Arief, Kepala Pusdiklat Teknis Mahkamah Agung.(Foto: Istimewa)

Malam itu ada pertanyaan bagus dari seorang hakim muda: mengapa berintegritas selalu dikaitkan dengan miskin dan menderita.

Maksudnya: mengapa hakim yang berintegritas ditakut-takuti akan menjadi miskin dan menderita. Tidak adakah berintegritas itu disamakan diasosiasikan dengan  kebahagiaan.

Maka diskusi soal integritas sangat dalam malam itu. Demikian juga soal filsafat keadilan. Sampai  membahas soal wanita dan keadilan. Terutama karena hukum ini dikuasai laki-laki.

Dulu, kata RG, wanita itu jadi saksi pun tidak bisa. Sampai istilah testimoni pun diambil dari kata testis. “Termasuk mengapa saksi itu harus dua, karena kalau satu bukan testis, bukan buah zakar,” ujar RG.

Saya baru tahu dari forum itu: yang melahirkan kecerdasan itu wanita. Bukan laki-laki. Saya juga baru tahu: laki-laki bisa merasakan sakit, tapi hanya wanita yang bisa merasakan penderitaan.

Rocky Gerung ternyata sangat serius kalau mengajar.

“Saya berani mengundang RG karena saya tahu kalau memberi kuliah beliau tidak memprovokasi,” ujar Syamsul.

Syamsul sendiri memang seorang aktivis tulen. Waktu menjadi mahasiswa hukum Universitas Lampung (Unila) ia sudah menerbitkan majalah kampus: Saksi Keadilan. Syamsul menjabat pemimpin redaksi.

Majalah itu dibredel. Gara-gara Syamsul  menulis: Siapa Bilang
Golkar Tidak Curang.

Itu bersamaan dengan dibredelnya majalah kampus UGM yang dipimpin Andi Arief: Sintesa.

Waktu itu Indonesia berulang tahun ke-50. Ultah emas. Sintesa menulis: Indonesia Cemas.

Syamsul juga diincar untuk  ditangkap. Tapi intelnya salah: yang akan ditangkap Habiburrahman, yang kini aktivis Gerindra.

Setelah lulus, Syamsul menjadi pengacara. Lurus. Ia memang sempat jadi relawan di YLBHI-nya Adnan Buyung Nasution.

Akhirnya Syamsul jadi hakim. “Saya ingin membahagiakan ayah,” ujarnya. Ia menyadari hati ayahnya tidak tenang. Anak bungsu ini selalu dicari petugas keamanan. “Sering ada mobil tidak dikenal parkir di depan rumah,” ujar sang ayah kepadanya.

Maka Syamsul ikut tes hakim dan jaksa. Ayahnya senang sekali.

“Lulus?” tanya sang ayah.

“Lulus dua-duanya”.

“Anak hebat…”.

“Pilih yang mana?” tanya Syamsul pada sang ayah.

“Tanya emakmu,” jawab sang ayah.

Syamsul pun bertanya ke sang ibu.

“Hakim…” jawab sang ibu.

Syamsul pun jadi hakim. Tugas pertamanya di Arga Makmur, Bengkulu Utara. Lalu Palopo. Lubuk Linggau. Bengkulu. Rejang Lebong.

Setelah itu ia minta pindah ke kampung halaman: Tanjung Karang, Lampung. “Ayah saya sakit. Stroke. Saya ingin dekat ayah. Merawat beliau,” katanya. “Waktu ibu meninggal saya di Palopo. Kali ini saya tidak mau kecolongan lagi,” tambahnya.

Dari pengalamannya yang panjang itu Syamsul ingin hakim mendapatkan inspirasi filsafat keadilan. Kalau teknis hukum bisa dipelajari sendiri. Karena itu ia menyelipkan mata kuliah seperti itu di Corpu.

Ia ingat waktu mahasiswa hukum. Buku pelajaran sampai semester akhir sudah ia selesaikan di tahun pertama kuliah. Selebihnya ia banyak membaca buku sosiologi dan filsafat. “Kadang saya harus ke gereja untuk membaca buku filsafat di gereja,” katanya.

Para hakim itu juga terlihat antusias. “Malam itu kalau RG tidak kelelahan bisa sampai jam 1 atau 2 malam,” ujar Syamsul.

Saya pun tahu RG itu ternyata hanya serius untuk dua hal: memberi kuliah dan mendaki gunung. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 20 Februari 2023: Paranjoy Kerikil

Mirza Mirwan
Bung Amat, selain sohor sebagai linguis lewat “Transformational Analysis” dan “Syntactic Structure”, Noam Chomsky juga terkenal di bidang kritik sosial dan kritik politik. Chomsky, 94, terkenal sebagai anti-kapitalisme dan anti-imperialisme. Itulah kenapa, meskipun ia Yahudi, ia gigih membela Palestina terkait okupasi Israel di wilayah Tepi Barat Sungai Yordan dan Jalur Gaza. Hubungan Chomsky dengan Gautam Adani jelas tak ada. Tetapi hubungan dengan Paranjoy Guha Thakurta tentu saja dalam konteks anti-kapitalisme. Dan Chomsky tak punya darah India. Kalau Amartya Sen, 89, memang orang India, meski lebih banyak mengajar di AS, dari Harvard sampai Berkelay. Amartya Sen juga penerima Nobel Ekonomi 1989.

Leong Putu
Selamat Pagi semua… … Saya malah masih penasaran, gadis – gadis yang dicat hujau kemarin itu bagaimana ya nasibnya ? Apakah catnya sudah dibersihkan ? Yang mbantu membersihkan sapa ya ? Laki-laki atau perempuan yang membantu membersihkan ? Hmmm…. penasaran..

Mirza Mirwan
Megawati Sukarnoputri yang Ketua Dewan Pengarah BPIP membuat statemen yang membuat saya uring-uringan. Presiden ke-5, putri proklamator, yang bangga karena sudah melaksanakan ibadah haji dua kali dan umrah tiga kali itu mengritik ibu-ibu yang rajin mengikuti pengajian. Bagaimana ngurusin anaknya? Astaghfirullahal ‘adhiiim. Bu Mega, pengajian ibu-ibu itu hanya sekali seminggu, atau malah dua minggu sekali. Mayoritas jamaah majelis taklim itu ibu-ibu yang anaknya sudah besar, bahkan sudah punya cucu. Setidaknya begitulah jamaah beberapa majelis taklim yang biasa saya isi — dan saya ogah menerima amplop. Jangan dikira di majelis taklim itu yang dibahas cuma masalah surga dan neraka, Bu. Saya lebih sering memberi nasehat tentang bagaimana mendidik anak menurut tuntunan Rasulullah. Bagaimana adab anak terhadap orangtua, menantu terhadap mertua atau sebaliknya. Bagaimana adab bertetangga, adab menerima tamu, dsb. Tak usahlah ngurusin ibu-ibu pengajian, Bu Mega. Di otak anda yang ada cuma politik, politik, dan politik.

kritikItuSehat
mirip paranjoy gegara tulisan ditahan…. disini juga. peternak di blitar bentangkan tulisan “pak jokowi bantu peternak beli pakan jagung dgn harga wajar” … eh peternak ditangkap aparat…. kejadian 21 agustus 2021 (bukan hoax yah)… demokrasi apa ini? kok spt orba?

Jimmy Marta
Ia bisa berfikir tp pasti gk punya hati. Rasa. Atau jangan2 ia nya diciptakan untuk jadi politisi…

Leong Putu
Mbah Mars bisa coba ketik di Chat GPT itu : trik selingkuh tanpa ketahuan istri . Kalau dijawab : maaf tidak ada pengalaman, berarti aplikasi tersebut buatan AAt.

Mbah Mars
Pagi ini saya mencoba kecanggingan Kecerdasan Buatan produknya Elon Mask. Saya mencoba Chat GPT nya. Saya ketikkan peritah: Buatkan puisi berjudul Perusuh. Inilah jawab si AI (Artificial Intelligence): Perusuh, bagaimana kau bisa begitu/Menciptakan kekacauan di mana-mana/Menghancurkan apa yang telah dibangun/Mengubur harapan dengan kejahatan. Kau datang dengan niat yang gelap/Membawa kegelapan dan ketakutan/Mengambil kebebasan yang telah ada/Menghancurkan segala yang telah terbina. Masih ada seterusnya. Pak Guru dan Bu Guru benar-benar harus bersaing berat dengan AI. Ketika saya ketikkan “Buatkan humor tentang perusuh”, AI menjawab: “Maaf sebagai AI saya tidak menjamin bahwa humor tentang perusuh akan pantas dan sesuai karena perusuh adalah masalah yang serius. Namun jika anda menginginkannya akan saya buatkan yang ringan dan tidak sensitif. Saya jawab ya. Maka muncul humor tentang perusuh: “Kenapa kuda tidak pernah jadi perusuh ? Karena dia selalu punya kuda-kudanya”. “Mengapa pohon tidak pernah jadi perusuh ? Karena ia selalu bertahan dalam keadaan tegak dan damai”

Lukman bin Saleh
Abah pernah berkata: Ada tiga orang yang tak boleh di lawan. Pertama atasan. Dua orang kaya. Tiga orang gila. Dan inilah contoh bagaimana nasib orang yang melawan orang kaya. Jangankan kalah. Menang saja sudah membuat menderita. Diperiksa 5 pengadilan. Di lima kota berbeda pula. Betapa melelahkan dan menguras energi. Stress sudah pasti. Semoga Paranjoy tidak bunuh diri…

thamrindahlan
Wayang orang perankan Cakil/ Adegan kocak penonton suka/ Wartwan Paranjoy setajam kerikil/ Bersepatupun kaki Adani terluka/

Liáng – βιολί ζήτα
Oom Amat K. Berdasarkan konteks-nya : “batu besar” yang dimaksud Abah DI – ya… Hinderburg, sedangkan Paranjoy digambarkan sebagai “kerikil”. Terkait gambaran serupa sebelumnya… Paranjoy sebagai “kucing” dan Hinderburg sebagai “singa raksasa”. Sepertinya gambaran Abah DI lebih berdasarkan kerugian finansial, karena “ulah” Hinderburg – Adani mengalami kerugian hingga Rp 2.000 triliun. Sedangkan Amartya Sen dan Noam Chomsky, oleh Abah DI “digambarkan sebagai “antitesis-nya” Economic and Political Weekly yang tidak berpihak kepada Paranjoy.

Amat K.
Duh, gara-gara paragraf terakhir CHD hari ini otak saya yang mahal ini jadi terpaksa terpakai. “Ternyata masih ada wartawan seperti Paranjoy. Intelektual terkemuka India seperti Profesor Amartya Sen dan Noam Chomsky pun berada di belakangnya. Mungkin Paranjoy hanya dianggap kerikil di sepatu Adani. Kini ada batu besar di depan matanya.” Kalimat terakhir “Kini ada batu besar di depan matanya” ini inti permasalahan. Klitik -nya saya pikir referennya adalah Adani. Matanya berarti mata Adani. Ada batu besar di depan mata Adani. Jika Paranjoy dianggap kerikil, Amartya Sen dan Noam Chomsky adalah batu besar. Nah, tadi saya sudah menanyakan pada Pak Mirza, ada hubungan apa Noam Chomsky dengan Adani? Pun Amartya Sen. “Hubungan Chomsky dengan Gautam Adani jelas tak ada,” jawan Pak Mirza. Lantas saya tak berhenti sampai di situ, coba lagi berbincang dengan ChatGPT, si AI. Jawabnya, dia tidak menemukan hubungan secara langsung antara Amartya Sen, Noam Chomsky, dengan Adani. Jadi makin bingung saya. Maksud saya, tidak ada yang harus dikhawatirkan jika batu besar di depan mata tersebut tidak menghalangi jalan Anda wahai Adani. Terus saja jalan. Saya juga pernah berjalan di depan batu besar. Batu besar tidak akan membayakan selama tidak jatuh mengenai Anda.

Purnomo Inzaghi
Dalam satu kesempatan di acara televisi, Prof Mahfud MD pernah memberikan statement (susunan kata mungkin beda, isinya kurang lebih begini) : satu satunya yang tidak ditemukan dari Pak Jokowi oleh lawan politiknya adalah korupsi, mereka berupaya mencari titik lemah korupsi Pak Jokowi tapi tidak ditemukan. Makanya Pak Jokowi tidak tumbang meski di cerca sana sini, di serang habis habisan. Jika grup Adani terbukti mendapat fasilitas dari kebijakan pemerintah India, bisa jadi akhir kekuasaan Narendra Modi sudah dekat. Korupsi adalah senjata ampuh untuk menumbangkan seorang politikus dari kursi empuk kekuasaannya. Ketika ada celah dan ditemukan setitik saja noda korupsi seorang politikus maka akan di ekspos habis sampai ke akarnya. Pemerintahan sekuat Modi pun bisa tumbang, minimal popularitasnya merosot gegara Adani. Kerikil di sepatu kini sudah menjadi batu besar merintang jalan kekuasaan.

Rihlatul Ulfa
Jika anda berfikir, hukuman dari para hakim di sidang pembunuhan brigadir J karena para hakim merasa takut ada benarnya. Jika saja hakim memvonis Sambo mengikuti tuntutan jaksa atau lebih rendah dari itu. Bagaimana senitimen publik? apalagi diawal kasus ini pun penuh dengan kebohongan. Akan berapa angka jeblok untuk kepuasan masyarakat terhadap aparat negara. tapi jika para hakim memvonis Sambo lebih berat dari tuntutan jaksa, yg ia lakukan pun sangat berani. Perlu banyaknya jam terbang seorang hakim sampai bisa tidak terintimidasi dan netral dalam memutuskan sebuah perkara dengan mempertimbangkan bukti2 yg ada di persidangan juga keteranga dari para saksi. Biasanya ancaman kepada diri seorang hakim, biasanya setelah itu berambat ancaman ke anak atau istri. turbelnsi itu pasti terjadi. tapi para hakim di sidang Sambo dengan keberaniannya perlu diancungi jempol. sangat sulit untuk mendapatkan skenario tersebut jika ditulis oleh penulis untuk dijadikan serial di televisi. drama sidang Sambo serta pembunuhan berancananya dan menghilangkan segala alat bukti, setidaknya seperti menjadi serial di Indonesia yang paling memuaskan.

Rihlatul Ulfa
Kebanyak memang menulis itu langsung pada point, apa yg mau dibicarakan, tentang apa. semuanya vulgar saja. jadi kalau ada yg nulis pake skema manuver2, gak ngerti. hah hooh hah hooh ujung2nya ngereog sendiri hahahaha

Mbah Mars
Biar tambah seru tengkarnya, mustinya Ulfa panggilnya bukan Pak Bagus dong. Mosok: “Anda benar-benar tolol Pak Bagus”. Harusnya, “Anda benar-benar tolol Pak Jelek”

andi syarmi
Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan dalam menghadapi tuduhan yang dilayangkan oleh orang-orang. Yang pertama adalah dgn melawan tuduhan itu secara langsung jika Ybs merasa bahwa tuduhan itu fitnah. Seperti Adani, keluarga mantan Presiden Suharto pernah memperkarakan Majalah Time ke Pengadilan. Hasilnya Keluarga Presiden Suharto Kalah, yg berarti menyiratkan apa yg ditulis oleh majalah Time adalah kebenaran adanya. Yang kedua adalah melawan tuduhan itu tidak secara langsung. SBY tidak memperkarakan pengarang buku Gurita Cikeas, tapi melawan tuduhan buku tersebut lewat buku lainnya yang berjudul Cikeas Menjawab. Hasilnya elektabilitas SBY tetap tinggi. Ini menyiratkan tuduhan buku Gurita Cikeas hanya dipercaya oleh sedikit masyarakat. Yang ketiga adalah tidak melawan tuduhan itu dan berharap pada saatnya tuduhan tersebut akan hilang dgn sendirinya. Donald Trump pernah dituduh punya ” Kaki ketiga ” yg kecil. Yang Mungkin dianggap bukan pria sejati, jd tidak pantas jadi penguasa negara adidaya. Tapi trump tidak memperkarakannya. Hasilnya Trump menang dan jadi presiden USA selanjutnya. Sy pikir memperkarakan suatu tuduhan sebaiknya menjadi jalan terakhir, mengingat panjangnya waktu dan besarnya biaya yg harus dikeluarkan. Membalas tuduhan dgn cara elegan mestinya lebih baik dilakukan. Jika sy jadi Trump misalnya, maka saya akan membalas tuduhan tersebut dgn bergabung dengan organisasi pria yg punya moto ” Keras & tahan lama lebih penting dari besar & panjang tapi memble ”

Mirza Mirwan
Paranjoy Guha Thakurta bukanlah “yesterday evening journalist”. Ia sudah menjadi wartawan sejak 1975 — kayaknya seangkatan Pak DI. Selama 47 tahun kewartawanannya ia pernah bekerja di berbagai media bergengsi: Business India, Businessworld, India Today, The Telegraph, dan The Pioneer. Ia juga pernah menjadi pemandu Talk Show di CNCB-India hingga 1400 episode. Di Economic and Politics Weekly Guha Thakurta hanya 18 bulan. Ia masuk Januari 2016, menggantikan C. Rammanohar Reddy yang sudah menjadi editor sejak 2004, dan mengundurkan diri 18 Juli 2017. Nun dulu, 2014, Guha Thakurta pernah menerbitkan buku yang membuat Mukesh Ambani uring-uringan. Judulnya “Gas Wars: Crony Capitalism and the Ambanis.” Tetapi buntutnya nggak seheboh gegara artikel di EPW itu. Susah melacak artikel di EPW itu. Tetapi, kata teman India saya, di artikel itu disebutkan bagaimana pemerintah begitu mudahnya mengubah aturan demi menguntungkan perusahaan tertentu dalam Adani Group hingga Rs500 Crore (US$60.463.000). Nggak terlalu besar sebenarnya, karena hanya sekitar Rp916,9 miliar. Tetapi konon diungkit juga di artikel itu masalah penghindaran pajak Adani Group. Dan karena Gautam Adani sahibnya Narendra Modi, karuan saja Adani beringas. Wong yang dihadapi ‘cuma’ orang India juga. Apakah Guha Thakurta bakal nganggur? Nggak. Selain jurnalis, ia juga produser film dokumenter — film tentang batu bara di India saja dua kali ia juga produser musik. Juga pengajar di beberapa universitas.

Chei Samen
Sore Teh Nimas. Semasa SD di Selangor, kami diminta Buk Guru menghapal sebuah pantun.. Pergi berburu di padang datar/ Dapat rusa berbelang kaki/ Andai berguru kepalang ajar/ Bagai bunga kembang tak jadi. Moga sehat Teh dan Bung Mirza. Tabik.
Rizky Dwinanto
Yang patut disyukuri adalah Paranjoy baik-baik saja meski hidupnya telah berubah. Indonesia pernah memiliki wartawan seperti dia, padahal yang ditulis adalah penguasa lokal sekelas kabupaten, tapi akhirnya wartawan tersebut dibunuh. Narendra Prabangsa dan Fuad Muhammad Syafruddin.

kritikItuSehat
bukan hoax silahkan cari berita pada thn 2020 bulan okt… Dr. syahganda nainggolan ditangkap krn menulis kritik kebijakan presiden jokowi ttg omnibus law… ditangkap bro…lbh parah dr kasus paranjoy ini kemana demokrasi di negeri ini?

KEY
jelas anda tukang hoax – syahganda ditangkap karena bikin hoax bukan karena mengkritik, persidangannya ada, silahkan diikuti – 10 mahasiswa bukan ditangkap, tetapi diminta klarifikasi di kantor polisi, sorenya sudah pulang semua fix tukang hoax, xixixixi

Chei Samen
Di Bandar Klang Kota Andalas/ Banyak jualan baju dan kain/ Andai cinta udah berbalas/ Jangan nak menggata mencari yang lain.

Udin Salemo

#everyday_berpantun Tulus pergi ke Pasar Muncang/ Untuk membeli banyak baut/ Tulisan wartawan membuat guncang/ Bahkan bisa membuat bangkrut/ Tusukan di leher membuat maut/ Itulah kematian ayam geprek / Tulisan wartawan membuat bangkrut/ Wartawannya bukan wartawan bodrex/ Jam gadang ado di Bukittinggi/ Tampek manggaleh urang baso/ Kawan galak mudah dicari/ Kawan manangih jarang basuo/ Tangah hari jam duo baleh/ Sumbayang subuah pukua limo/ Kasiah sampai cinto babaleh/ Haram hati uda untuak manduo/

Mirza Mirwan
Kalau saja Paranjoy Guha Thakurta sering ngintip daftar bilioner secara real-time versi Forbes, mungkin dalam hati mengumpat: बुरा लगाना (bura lagana), bila melihat Gautam Adani kian melorot peringkatnya. Merosotnya memang bukan gegara Guha Thakurta, melainkan gegara Hindenburg Research. Dalam Nehi Adani pekan lalu saya kutip Gautam Adani berada di peringkat ke-23 dengan net worth US$ 54,4 miliar. Hari ini melorot lagi ke peringkat ke-25 dan neth worth merosot telak tinggal US$ 47,7 miliar. Sementara bilioner senegaranya, Mukesh Ambani, yang pekan lalu berada di peringkat ke-11 dengan US$ 82,2 miliar, hari ini naik ke peringkat ke-8 dengan net worth US$ 86,0 miliar. Bura lagana! Rasain luh!

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Ayat Sandera

KEMPALAN: MESTINYA tidak sulit bagi TNI untuk membebaskan pilot Susi Air yang disandera di pedalaman Papua 10 hari lalu. Tapi TNI masih memberikan kelonggaran waktu untuk upaya non-militer. Bupati Nduga Namia Gwijangge masih melakukan upaya itu. Ia yakin masih bisa ”merayu” para penyandera. Ia yakin pilot Philip Max Marthens yang berkebangsaan Selandia Baru itu bisa dibebaskan tanpa serbuan militer.

Penyanderaan memang sudah berlangsung sejak 7 Februari lalu. Yakni sejak pilot tersebut mendaratkan pesawat di bandara kecil Paro, Kabupaten Nduga.

Lima penumpangnya, semua penduduk asli setempat, aman-aman saja. Mereka pulang ke rumah masing-masing. Tapi pilot Philip disandera. Dan pesawat Susi Air jenis Caravan dibakar.

Bandara di daerah kecil nan terpencil seperti Paro memang tidak bisa disebut bandara (airport). Dalam bahasa Inggris lebih tepat disebut airstrip. Hanya ada landasan pendek dan bangunan sederhana sebagai terminalnya.

Toleransi waktu itu diberikan, toh diyakini nyawa Philip tidak dalam kondisi terancam. Penyandera berkepentingan untuk menjaga keselamatan Philip. Bahkan memanfaatkannya. Termasuk, ujar penyandera, diminta melatih menerbangkan pesawat.

Itu seperti yang dikatakan juru bicara mereka di berbagai media, tanpa logika yang memadai.

Toleransi itu tentu ada batasnya. Terlalu lama penyanderaan berlangsung bisa merusak Indonesia di dunia internasional. Seolah Indonesia tidak mampu menjaga wilayah kedaulatan. Publikasi penyandera juga bisa kian luas. Misalnya saja mereka bisa mengunggah video ke YouTube dan bicara apa saja di situ. Seperti yang sudah dilakukan mereka. Di video itu Philip terlihat aman di tengah mereka yang bersenjata. Tidak ada ekspresi ketakutan.

Memang Philip dimanfaatkan untuk mengucapkan kata-kata yang mereka inginkan. Tapi Philip terlihat taktis. Misalnya, ia terlihat hanya ikut kata-kata yang didiktekan oleh salah satu penyandera.

Susi Air memang memilih pilot asing untuk menerbangkan Caravan di berbagai wilayah pedalaman. Mulai di Kalimantan, Sumatera sampai Papua.

Kalau Anda ke markas pusat Susi Air di dekat pantai Pangandaran, di situ sering terlihat orang bule. Muda-muda. Tinggi-ganteng. Itulah pilot Susi Air.

Fasilitas latihan pilot pun ada di Pangandaran. Ada kokpit simulator di sana. Juga ada landasan untuk mendarat dan terbangnya pesawat Caravan. Landasan itu hanya berupa lapangan rumput.

Para pilot itu umumnya warga Australia atau Selandia Baru. Mereka adalah pilot yang masih berkepentingan untuk menambah jam terbang. Mereka juga mau mengerjakan apa saja secara sendirian. Tidak hanya pekerjaan pilot. Juga pekerjaan pramugari dan pembersihan pesawat. Tanpa protes.

Pesawat Caravan memang kecil. Berisi 12 penumpang. Di dalam negeri sulit mendapatkan seorang pilot yang mau mengerjakan semua pekerjaan seorang diri seperti itu.

Bandara Paro sendiri berada di satu distrik di Kabupaten Nduga. Kini Nduga masuk provinsi Papua Pegunungan. Anda sudah tahu: sejak November lalu provinsi Papua dipecah: Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan. Dengan demikian kini ada 5 provinsi di Papua: Papua Barat sudah lebih dulu terpisah.

Ibu kota provinsi Papua Pegunungan ini adalah kota Wamena. Distrik Paro jauh sekali di bagian barat provinsi. Berbatasan dengan Papua Barat.

Pemerintah Presiden Jokowi merencanakan membangun jalan dari Paro ke Wamena. Lewat gunung-gunung tinggi yang sulit. Lantas pemerintah juga merencanakan membangun pelabuhan 🔛 dekat Paro. Yakni pelabuhan Mumugu. Itu pelabuhan sungai. Di tepian sungai Pomats.

Anda juga sudah tahu: Sungai Pomats bermuara di sungai Lorentz. Pomats dan Lorentz bertemu di pantai laut Arafuru: di tengah-tengah antara Timika dan Merauke.

Pelayaran dari muara ini, ke pelabuhan baru Mumugu, mungkin perlu waktu dua harmal. Jauh sekali. Pakai kapal kecil. Melewati sungai Pomats yang besar, panjang dan sunyi.

Tapi hanya jalan inilah kemungkinan terbaik saatnya ini. Untuk bisa mengirim barang ke pegunungan tengah Papua: ke Wamena dan sekitarnya.

Barang dari Jawa dikirim ke pelabuhan Sorong atau Timika. Lalu dipindah ke kapal kecil. Dibawa menyusuri pantai Papua lalu masuk ke sungai Pomats yang sunyi. Dua harmal kemudian sampailah barang itu ke pelabuhan Mumugu.

Lalu, kalau jalan darat menuju Wamena sudah jadi, barang itu dikirim pakai truk sampai ke Wamena.

Jalan yang masih harus dibangun adalah yang membelah Kabupaten Nduga ini saja. Dari bagian timur Nduga ke Wamena sudah ada jalan. Mobil tertentu sudah bisa lewat: 6 jam. Itu dialami sendiri oleh Sahabat Disway di Wamena. Ia menuju Distrik Mbua di kabupaten Nduga Timur.

Tapi dari Nduga bagian timur ke Nduga bagian barat masih harus jalan kaki: dua harmal. Berarti kalau kelak ada jalan mungkin bisa ditempuh dalam lima jam saja. Total, dari pelabuhan baru pinggir sungai ke Wamena bisa 12 jam.

Pasukan Marinir sudah hafal dengan pelayaran di sungai Pomats ini. Ada ekspedisi reguler TNI-AL di sungai ini. Dari muara ke hulu. Dari hulu ke muara.

Misalnya yang dilakukan Satgas Muara Perairan Yonif 3 Marinir Pasmar 2 tahun lalu. Ada pos TNI-AL di pedalaman sungai itu. Yakni Pos Quary Bawah, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga. Di sini pula dua anggota TNI-AL tewas tahun lalu: Letda Marinir Muhammad Ikbal dan Pratu Marinir Wilson Anderson Here.

Pos itu tidak terlalu jauh dari bandara Paro. TNI sangat menguasai wilayah ini. Hanya saja TNI masih memberi kesempatan kepada Bupati Dwijangge untuk menjalin kontak dengan penyandera.

Rupanya bupati mengenal mereka. Bupati juga tahu sifat-sifat mereka. Belum tentu pula motif penyanderaan itu untuk kepentingan politik merdeka. Memang yang disuarakan soal itu tapi ini bisa saja mirip parpol yang membawakan ayat-ayat agama untuk kepentingan partai.

Karena itu respons dunia internasional juga sangat minim. Selandia Baru sendiri menganggap ini urusan intern Indonesia. Sikap Selandia Baru jelas: mendukung Indonesia.

Maka kalau mereka langsung diserbu dan dimusnahkan, bisa jadi justru negatif di mata internasional. Tapi kalau dibiarkan berlarut juga merugikan.

TNI tahu kapan harus memainkan perannya. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 17 Februari 2023: Eliezer Kapok

Otong Sutisna

Tersalip di tikungan akhir untuk dapat pertalite.

bagus aryo sutikno

Di Hollywood akan tayang film berjudul RISE of SAMBO, from hero to zero and rise up again. Itu kisah setelah Sambo dipenjara 5 tahun, ternyata doi malah menata ulang kingdomnya. Kian moncer dengan perjudian slot tertata rapi hingga ke millenial gen Z. Coba klik Hollywood. Ini Hollywood bagian Sidotopo lurr bukan sing LA.

Multi Suk

jika melihat tidak adanya kemauan pemerintah membongkar korupsi, rasanya tidak akan ada JC selama pemerintahan dikuasai oleh partai sang juara korupsi (lihat persentase korupsi di Google). apalagi sejak awal berkuasa yang digebuk duluan adalah KPK era abraham samad, sesudahnya pun malah dibuat KPK seperti polisi bagian korupsi yang gebrakannya malah mundur terbukti koruptor harun masiku bisa gak ketemu-ketemu sampai sekarang padahal dengan canggihnya alat sekarang hewan yang gak punya sinyal HP saja bisa ketemu ini kok manusia bisa raib.

ALI FAUZI

Pak DIS menulis, penegak hukum (di Indonesia) sering mengalami kesulitan membongkar sebuah jaringan korupsi. Lebih sulit lagi: Menemukan dalangnya. Saya jauh lebih percaya pada adagium ini: “Kalau ada kemauan pasti ada seribu jalan, kalau tidak ada kemauan mencari seribu alasan”.

Mbah Mars

Di mana ada kemaluan di situ ada kemauan. Wakakaka…pisssss. Kabooorrrrrrr.

Jimmy Marta

@Cak Aryo. Jangan ngomong rubrik khusus… itu membuka luka yg belum brp lama… hiks. *perusuhway. @Bli LP. Kalo cuma 5, niscaya banyak yg kuciwa…haha. Tp bisa jg ya bli, misale : Dua komen cerdas sesuai topik. Satu komen lucu menarik. Satu komen Out of topic. Satu lg…?mmh terserah pak bos ajalah. @Mbah M. Juragan disway itu memang pintar. Jago main aman…

Er Gham

Walau ekonomi sulit, penjualan mobil mewah di Indonesia terus meningkat. ATPM tetap optimis. Target penjualan terus tercapai. Mungkin karena sebagiannya dibeli dari hasil ‘you know lah..’. Dari hasil keringat maksudnya. Keringat orang lain.

Agus Suryono

JANGAN LUPAKAN PERAN PAK MAHFUD MD.. Peran belio besar sekali. Paling tidak dua kali belio bisa mengarahkan kembali “arus yang hampir bengkok”, dua kali. 1). PERTAMA. Saat arah angin pengungkapan terjebak oleh rekayasa Sambo. Bahkan sampai pejabat Kompolnas, pak Beni Mamoto ikut tergelincir mengikuti skenario Sambo. Tapi belio berhasil mendorong pengungkapan kembali ke “rel” yang benar. Antara lain dengan, penyidik pun akhirnya LEBIH PERCAYA kesaksian Eliezer “tahap dua”.
2). KEDUA. Saat menjelang vonis. Beliau ungkapkan, atau VIRALKAN, adanya tekanan ke Hakim oleh seorang Brigadir Jenderal (Brigjen). Sehingga, sang Brigjen ketakutan, dan mundur teratur.. #bagaimana menurut Anda?

Macca Madinah

Mau gak mau, seperti biasa punya rujukan dari perfilman, jadi teringat film A Few Good Men, yang dibintangi Tom Cruise, Demi More, dan Jack Nicholson. Kisah dua prajurit yang diadili di pengadilan militer Amser karena dituduh membunuh sesama prajurit. Walau konteksnya perpeloncoan, pembunuhan tidak disengaja, ujung2nya menyeret perintah atasan, sampai level jenderal yang arogannya bukan main. Semua sudah tahu bagaimana akhir ceritanya, hanya saja yang “mungkin” relevan dengan ringanya hukuman Elizer (dan baca di headline Disway, ada kemungkinan ybs bisa “dimaafkan” dan tetap jadi polisi) adalah ucapan salah satu tokoh prajurit, Downey. Mengapa mereka tetap dianggap bersalah sehingga diberhentikan padahal “cuma” menuruti perintah atasan. Rekannya, Dawson, mengingatkan, yang jelas mereka terbukti gagal menjalankan tugas untuk membela yang lemah. Dari sini saya setuju, Elizer tidak sepatutnya tetap menjadi polisi, walaupun ada kesempatan itu. Dalam konteks profesi polisi “yang benar” dia telah gagal, terseret tidak dapat menegakkan hukum dengan cara yang benar karena tidak berani melanggar perintah atasannya.

Parikesit

…….. “Sewaktu berada di Chili, saya bertemu dengan Pak Tua, ia bukanlah orang Latin melainkan dari Jerman. Banyak hal mengenai kejiwaan yg diajarkan kepadaku.” Cak Aryo dengan wajah serius, memulai ceritanya. Leong Putu mulai dapat tersenyum-senyum kecil, kecil banget, sebelum akhirnya ia bertanya : “Jadi, sampean pernah di Amerika Selatan ya Cak?” “Kok kayak nggak faham plesetan cak Aryo aja, Bli. Chili itu ya… Lombok, NTB. Nah kalau jerman itu jejeré kauman. hahaha…” Jelas mbah Mars yg mengundang tawa bli LP , wajahnya mulai berseri. “Lalu, apa kata pak Tua itu, Cak. Menarik ini kayaknya? Tanya LP dengan penuh antusias mendengar cerita Aryo Mbediun…. (Bersambung , ba’da Jum’atan)

Johannes Kitono

Sukses Eliezer sebagai JC sulit diterapkan di kejahatan korupsi. Apalagi jumlah yang dikorup angkanya gede seperti E- KTP. Mendingan duduk manis di Hotel Suka Miskin sambil terima setoran dari kolega yang ikut korup tapi dilindungi namanya. Lain halnya kalau WBS ( Whistle Blowing System ) diterapkan,mungkin akan mencegah dan mengurangi korupsi.Dan bisa juga menciptakan lapangan kerja baru. Para pensiunan Polisi ,Jaksa dan hakim bisa dirikan kantor Ditektip Swasta. Tentu dapat profit sharing sekian % dari hasil Investigasinya.Hukuman bagi ASN yang terbukti korup harus seumur hidup tidak boleh jadi ASN lagi.Begitu juga halnya dengan politisi. Misalnya, anggota Dewan Partai XXX kena OTT dan divonis oleh Tipikor. Partai XXX *tidak boleh ganti * kursi napi korup itu dengan anggota lainnya. Biarlah kursi itu tetap kosong dan rakyat pemilih tahu bahwa ada anggota partai yang korup.Tolong CHD tiupkan WBS ini kepada Presiden Jokowi untuk mengurangi korupsi.

Udin Salemo

Turun lembah jalannya licin/ Pak Leong hiking sama Pak Heru/ Tak semua urusan ada uang pelicin/ Yang penting tahu sama tahu/ #aku_jawab

Otong Sutisna

Sebelum Jumatan, atasan langsung/bos kecil ngajak makan dulu sebelum sholat, biar tenang katanya. Habis Jumatan beliau bilang: kang jangan ke kantor dulu, kita tiduran sebentar….biar seger dan semangat lagi kerjanya, saya jawab; siap pa bos. !!! Mungkin karena kelelahan semalam, terbangun sudah jam 13.20, perjalanan dari mesjid ke kantor 10 menit, berarti kita telat 30 menit pak bos. Pak bos kecil bilang; gpp korupsi waktu sedikit mah, tar kita ganti….jadi pulang nya kita lebihin, jangan jam 16.30 tapi jam 18.00. Maaf pak bos, kalau kita pulang lebih dari 1 jam dari pulang kantor, sistem absensi mengira kita lembur loh ….Pak bos bilang; gpp bukan salah kita, sistem aja yg salah, nanti admin bagian absensinya kita kasih 234 yang di perebukan di disway.

Er Gham

Sangat disayangkan, tidak ada calon koruptor yang membaca CHDI. Jika pun ada satu atau dua yang kebetulan baca, mereka akan buat siasat. Kedepannya, korupsi akan mereka lakukan sendiri. Direncanakan sendiri, dieksekusi sendiri, dan segala data diamankan sendiri. Tidak lagi mengikutsertakan anak buah. Lebih capek sih kalo semua dipersiapkan sendiri. Yang penting, tidak ada peluang bagi anak buah jadi JC.

Agus Suryono

SEKARANG NAMANYA TETAP SUKAMISKIN. Padahal, penghuninya hampir 100% SUKAKAYA..

Budi Utomo

Wow sangat menarik Koh Liang Yang An. Korupsi dihubungkan dengan ketakutan akan kematian. Excellent. Tebakan saya psikolog ini mulai meragukan teori psikologi Sigmund Freud dan mengikuti teori psikologi modern yang lebih mengarah ke biologi modern. Bukan kayak Freud yang apa-apa dihubungkan dengan sex! Eits Bung Leong dilarang merusuh! Ini diskusi serius! Wakakaka

gus Suryono

YURISPRUDENSI: DAN “PENGURBANAN” ELIEZER. 1). Kalau “jabatan” JC, lantas hukumannya dipangkas dan tinggal “seperdelapan” dari “angka patokan”, yaitu 1,5 tahun dari “patokan”-nya 12 tahun. Maka di waktu yang akan datang, “hukuman 1/8 dari tarif” ini akan ada yang menanggap itu sebagai YURISPRUDENSI. 2. Dan sang “JC Baru”, bisa jadi akan menuntut perlakuan yang sama dengan Eliezer. 3). Tapi ingat, pengurbanan Eliezer juga sangat besar. Kalau dia tidak memutuskan jadi JC, dia sudah dijanji ada “fee” dari Sambo sebesar Rp 1 M – jika dia nurut skenarionya.. #Janji Sambo, kan RR dapat 500 jt, dan KM 500 jt, kalau pejah gesang nderek skenario Sambo..

Johannes Kitono

Blue Rescue. Pagi ini menyaksikan vdo anak anak Turkiye korban gempa yang sedih dan mengeluh. Ayahnya meninggal korban gempa membuat mereka selalu bertanya. Apakah dosa mereka sehingga harus menderita dan ada keinginan untuk menyusul ayahnya. Memang menyedihkan dan mengharukan melihat nasib mereka. Ada vdo lagi yang juga mengharukan. Dalam bus yang mengantar Blue Sky Team, regu penolong asal China. Official Turkiye dengan Phu Tung Hua terpatah patah berulang ulang mengucapkan xie xie kepada Regu Penolong yang berbaju Biru.Ketika ada rescue team mau belanja oleh oleh bawa pulang ke China. Boss dan staff toko mengucapkan xie xie dan tolak pembayarannya. Masyarakat Turkiye ramai ramai mendatangi dan memeluk anggota rescue team asal China. Sungguh mengharukan Rescue Team negara Komunis membantu Turkiye dengan populasi 80 juta dan 99 % beragama Muslim.Ternyata mala petaka gempa dengan korban jiwa 35 ribu telah menggugah rasa kemanusiaan umat manusia. Baik negara Komunis maupun negara yang beragama. Dengan terharu dan senyum terima kasih gadis cantik Turkiye mengalungkan bunga dileher Para Pahlawan Baju Biru asal China yang sudah menunaikan tugasnya.Semoga Semuanya Hidup Bahagia.

Udin Salemo

#everyday_berpantun Kubuat kasur dari kapuk randu/ Untuk tidur si anak nyonya/ Anaknya dua suka bertengkar/ Korupsi itu sudah jadi candu/ Ibarat mesin itulah olinya/ Roda diberi oli cepat berputar/ Masak daging kambing di dalam panci/ Panci dipinjam dari mbak Tutik/ Dhania dan CCTV menjadi kunci/ Menjadikan tersangka tidak berkutik/ Lalok si anak dalam buayan/ Tajago dek dipakaikan baju baru/ Cando iko bana parasaian/ Lamo manunggu tanggal satu/ Si Midin main layang-layang/ Takajuik inyo dek ado ruso/ Katiko rancak baimbau Sayang/ Kini lah gapuak baimbau Puso/

Agus Suryono

Kalau dibalik.. 31. S A N B O.. (Sambo)

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Eliezer Kapok

AKANKAH euforia hukuman sangat ringan bagi justice collaborator Richard Eliezer bisa menyuburkan lahirnya Eliezer yang lain? Ataukah ini hanya akan berhenti di Eliezer –lantaran tidak semua kasus punya unsur drama sebaik Eliezer?

Anda sudah tahu: kegembiraan Richard Eliezer kini sudah paripurna: jaksa tidak naik banding. Berarti hukuman sangat ringan, 1,5 tahun, bagi pembunuh Yosua itu sudah punya kekuatan hukum tetap. Tidak ada yang bisa mengganggu gugat.

Sebenarnya kita lebih membutuhkan JC di perkara lain: korupsi. Akankah JC dalam perkara korupsi bisa menikmati keringanan hukuman yang begitu dramatis seperti Eliezer?

Rasanya istilah JC itu muncul, pada awalnya, justru untuk perkara korupsi. Terutama korupsi berjamaah. Berkomplot. Penegak hukum sering mengalami kesulitan membongkar sebuah jaringan korupsi. Lebih sulit lagi: menemukan dalangnya.

Tanpa pengakuan Eliezer –dan copy CCTV yang diserahkan Dhania Chairunnisa– harusnya penegak hukum bisa membongkar sendiri: bahwa dalang penembakan terhadap Yosua itu Irjen Pol Ferdy Sambo. Tapi jaringan Jenderal Sambo memang sangat kuat. Kekuasaannya juga sangat besar. Uangnya juga seperti tinggal cetak sendiri. Peran kesaksian Eliezer adalah melawan kuatnya skenario penyembunyian peran Sambo itu.

Dalam perkara korupsi kita pernah mengenal Agus Condro. Mungkin Agus-lah JC pertama yang kita kenal. Dan diakui di persidangan. Berkat Agus maka korupsi di pemilihan deputy gubernur Bank Indonesia terbongkar. Lalu terbongkar juga soal 41 cek-perjalanan yang diterima oleh 41 anggota DPR. PPATK yang kemudian menelusurinya, memperkuat kesaksian Agus Condro itu.

Tapi pemanfaatan keterangan Agus tidak maksimal. Anda sudah tahu: korupsi tersebut tidak dibongkar tuntas.

Lalu kita juga mengenal JC berikutnya: Mindo Rosalina Manulang. Yang berkat perannyi maka tokoh politik dan selebriti seperti Angelina Sondakh terseret sangat dalam ke penjara. Pun sampai Ketum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Agus Condro adalah politisi PDI-Perjuangan. Agus-lah yang pertama mengungkap kasus korupsi ini. Jaksa menuntutnya 1 tahun 6 bulan. Hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 3 bulan.

Agus sendiri mengatakan menerima hukuman itu. “Kalau saya tidak dihukum malah saya tidak bisa tidur,” katanya seperti dikutip banyak media saat itu. Mengapa? “Ibu tua yang miskin di Banyumas itu saja dihukum. Padahal dia hanya mencuri buah karena lapar,” tambahnya.

Tapi Agus kecewa karena hukuman baginya hampir sama saja dengan hukuman ke terdakwa yang lain. “Apakah kelak ada orang yang mau menjadi JC di bidang korupsi?” katanya.

Harusnya JC di perkara korupsi lebih didorong, dibela dan diberi semangat. Waktu itu nyaris tidak ada yang protes atas besarnya tuntutan jaksa maupun putusan hakim. Hanya lembaga perlindungan saksi yang mempersoalkan: kenapa keringanannya tidak berarti.

Sedang Mindo Rosalina dijatuhi hukuman 2 tahun 6 bulan. Rosalina membongkar catatan begitu besar dan luas. Tanpa Mindo betapa sulit penegak hukum menyeret begitu banyak tersangka.

Sejak itu kita tidak mendengar lagi ada JC di bidang korupsi.

Oh… Ada. Satu lagi. Bowo Sidiq Pangarso. Anggota DPR. Komisi VI. Dari Golkar. Ia dijatuhi hukuman 5 tahun. Untuk korupsi terkait dengan Humpuss, sebesar Rp 2,5 miliar. Ia merasa sebagai JC seperti tidak ada artinya. Ia menerima suap dalam kaitan dengan upaya mendapatkan angkutan pupuk dari PT Pupuk Indonesia tahun 2015.

Ada lagi JC, tapi terkait narkoba. Namanya Thomas Claudius Ali Junaidi. Umur 38 tahun. Dari Maumere, Flores, NTT.

Jaksa menuntutnya hukuman 7 tahun penjara. Hakim memutuskan 5 tahun penjara. Ia protes keras. Ia membantu polisi mengungkapkan seluruh jaringan narkoba di sana. Polisi menjanjikan akan dibebaskan. Ternyata dihukum 5 tahun.

Akhirnya di proses pengadilan lebih tinggi, Thomas dibebaskan.

Dari situ terlihat belum ada jaminan bahwa JC akan mendapat perlakuan khusus. Tergantung situasi dan hakimnya. Juga jaksanya.

Perjuangan publik terlihat nyata dan bersemangat dalam kasus Eliezer. Tapi untuk membuat orang berani menjadi JC di bidang korupsi masih belum terlihat. Maka euforia mendukung JC Eliezer ini siapa tahu bisa merembet ke perjuangan mengatasi korupsi. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 16 Februari 2023: Dhania Eliezer

Ahmad Zuhri
Biar imbang juga, preseden buruk agar atasan juga tidak semena-mena memberikan perintah tanpa mikir dulu dampaknya seperti apa.. Sejatuh-jatuhnya seorang atasan, dia masih punya tabungan yg banyak, relasi dan koneksi jg masih ada.. lha kl bawahan yg jatuh, tabungan blm tentu ada, relasi dan koneksi apalagi.. Richard seperti ‘berjuang’ sendirian di persidangan kmrn, RR dan KM seperti tidak menguatkan kesaksian nya.. untunglah hakim jeli melihat rangkaian persidangan itu semua. Richard seperti simbol perlawanan ‘orang kecil’ melawan ‘orang besar’ yg selama ini ‘cenderung’ selalu ‘kalah’.. makanya banyak yg simpatik dan mendukung dia.

Otong Sutisna
Pagi yang cerah sudah di awali perdebatan ponis hakim terhadap Eliezer yang 1,5 tahun penjara. Istri saya protes terlalu ringan karena dia ikut menembak Joshua. Saya setuju dengan hakim, karena pernah jadi bawahan dengan pangkat terendah di organisasi gajah, untuk pekerja awal/baru bekerja apalagi pangkat terendah jangankan membantah perintah atasan dan apalagi bos big besar pula, jawabannya iya pak, siap bos. Selalu ada perasaan segan, takut, was – was apalagi di usia muda. Bos big besar punya uang, kekuasaan, lerasi, koneksi dengan hukum dan penegak hukum lainnya. Saya juga mengerti mengapa Rizki Rizal, tetap membela Sambo karena mungkin dia takut kalau sudah dipenjara bos besar masih punya segalanya, bisa ngapa – ngapain dia di sel, dan apakah akan berlaku juga bagi Eliezer. Yang masih jadi pertanyaan orang awam, ibu putri, beliau seorang dokter Gigi, istri pejabat tinggi ( polisi lagi), berpendidikan tinggi. Kenapa kalau beliau diperkosa, dibanting sampai 3x, tidak teriak atau minta tolong…. padahal posisi di rumah banyak orang, dan seharusnya beliau langsung lapor dan melakukan visum. Saya tanya ke istri….say kalau menjadi posisi ibu putri apa yang mau lakukan, kalau diperkosa. Istri: hmmm…. Joshua ganteng, masih muda dan kuat kayaknya, terus saya jarang di belai….kira – kira apa ya yang??? Loh….say ini gimana, di tanya , malah balik nanya….?? Istri: pokoknya kalau ayang sering belai, setia dan gak lirik – lirik rumput tetangga, pasti mamah teriak.

Mirza Mirwan
Apakah Ricky Rizal itu hebat, karena berani menolak perintah Sambo? Menurut saya, tidak. Ia berani menolak perintah itu karena sudah lama mengenal Sambo. RR sudah menjadi ajudan Sambo saat menjadi Kapolres Brebes, 2013-2015. Lalu kembali menjadi ajudan Sambo, sejak 2021, saat Sambo sudah menjabat Kadiv Propam. Bukan hanya itu. RR tahu di rumah itu masih ada ajudan lain dengan pangkat paling kerak, “lokji” (balok siji), satu setrip merah, Bhayangkara Dua. Kalau ia menolak, jelas perintah akan dialihkan ke “lokji”, Bharada Eliezer. Mengapa Eliezer tidak menolak? Posisinya sulit. Pangkatnya yang “lokji” 9 tingkat di bawah RR yang Brigadir Kepala — empat mata panah warna perak. Perintah Sambo, seperti ditirukan JPU, juga hakim, dengan nada membentak. Tentu saja sangat berpengaruh terhadap psikhis Eliezer yang dari satuan Brimob, di mana diajarkan untuk taat pada perintah atasan. Mana masih relatif bau kencur di kepolisian. Soal copy rekaman CCTV yang diserahkan isteri Baiquni, kalau saja bukan karena keberanian Eliezer untuk menceritakan kebenaran peristiwanya, apakah copy rekaman itu akan ditampilkan di persidangan? Barangkali tidak. Karena yang akan berlaku adalah skenario Sambo.

Hery Purwanto
Rasa keadilan menurut Doktor Roy, yang seorang akademisi dan mantan anak buah abah Dahlan beda dengan masyarakat umum. Teori hukum bagi masyarakat awam adalah siapa yang bersalah harus mendapat hukuman. Berat dan ringannya hukuman, dinilai seberapa besar andilnya dalam perbuatan melawan hukum. Dokter Roy, hanya menilai dari sisi teknis sesuai kapasitasnya sebagai ahli hukum. Sisi psikologis, saat Eliezer “Ichad” melaksanakan perintah Sambo bukan menjadi pertimbangan argumennya. Rasa keadilan pengajar hukum tidak sama dengan rasa keadilan masyarakat umum.

Jokosp Sp
Yang berikutnya yang lebih penting bagi Eliezer adalah kehati – hatian atau lebih waspada. Pasti ada yang lebih sakit hati lagi atas putusan 1,5 tahunnya. Dari kemunculan awal sebagai justice collaborator saja pasti pihak Sambo cs sudah sangat – sangat geram. Perlindungan bagi seorang saksi, apalagi justice collaborator sangat penting. Tentunya masih banyak yang bersembunyi, atau saat ini masih dalam posisi diam ( tiarap sementara ). Seperti apa sistemnya?????

Juve Zhang
Ibu Dhania itu sebenarnya gak tahu yg disodorkan itu copy nya, kalaulah suaminya memberi tahu pasti tak akan diserahkan, ini sepertinya tak sengaja saja. Kalau RE memang sengaja memberi tahu . Nilai tambah yg berbeda. Suaminya dipecat tentu pusing 7 keliling, ekonomi pasti merosot ARB . Kalau lah dia diberitahu oleh suaminya sangat yakin itu tak akan diberikan,karena nilai nya sama dengan kesejahteraan dan masa depan nya. Sekarang jelas gelap semua. Gak ada penghasilan.

Giyanto Cecep
saya tidak sempat mendengar ketika Hakim membaca putusan Elizer. sepulang dari mesjid baru istri saya bilang kalau Elizer diputus 1.5 tahun .. wuih .. padahal JPU menuntut Erizal 12 tahun penjara, dimana salah satu pertimbangannya adalah Elizer belum ditetapkan sebagai JC .. ada 2 pertimbangan yang cukup berpengaruh sehingga Elizer diputus ringan, jauh dari tuntutan JPU yaitu permintaan ma’af Elizer ke pihak keluarga dan diterima dengan baik oleh keluarga dan kedua Elizer ditetapkan sebagai JC yang artinya dia bukan “pelaku utama” penembakan .. pemberian ma’af dari keluarga dalam kasus pembunuhan dalam hukum islam sangat menentukan .. kalau tidak salah ini termuat dalam sebuah ayat dalam satu surat didalam kitab suci Al Qur’an .. perkiraan saya , hakim punya keyakinan bahwa ” tembakan Sambo ” yang terakhirlah yang menewaskan Joshua .. bukan tembakan Elizer .. ini mirip dengan tembakan seorang komandan ketika di medan perang, dimana salah satu atau lebih anak buahnya yang sudah sekarat, kemudian sang komandan menembak agar cepat mati dan tidak merepotkan team pasukan. jadi Sambo yang membuat rencana, mengatur skenario dan pelaku utama penembakan .. dan itu yg memberatkan Sambo sekaligus meringankan Elizer .. saya bukan orang hukum .. bukan pula praktisi hukum .. hanya seorang kepala keluarga biasa ..

Liáng – βιολί ζήτα
Konon pertimbangan hukum itu beraneka-ragam meski masih dalam koridor hukum. Akan lebih bijaksana dan lebih fair, jikalau Pak Rohman Budijanto (Roy) menjadi “amicus curiae” untuk memperjuangkan keadilan bagi Ricky Rizal, seperti yang dilakukan oleh Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, S.H., LL.M. dan kawan-kawan ketika memperjuangkan keadilan bagi Richard Eliezer. Vonis di tingkat Pengadilan Negeri sudah dijatuhkan. Pak Rohman Budijanto (Roy) sebagai “AHLI HUKUM” seperti yang dituliskan Abah DI masih bisa koq menjadi “amicus curiae” dalam hal memperjuangkan keadilan bagi Ricky Rizal di tingkat banding !!!!!!!

Jimmy Marta
Anda melihat gaya menulis yg sama atau berbeda dari dua orang yg tulisan nya anda gemari?. Pak DI dan mas Dur?. Sengaja sy komparasi, karena ada kesamaan nama tokoh dalam cerita. Putri. Yg satu korban beneran. Yg lain pura2 jd korban. Versi putri yg pura2, juragan disway sengaja menulis dari enggel yg berbeda. Vonis dilihat dari sisi lain. Bukan dari sudut orang kebanyakan. Dalam kasus siapa pembunuh putri, mas Dur pake penglihatan tersendiri. Mencium ada yg ditutupi, mas Dur melakukan investigasi. Jadilah mas Dur menulis diluar rilis aparat dan diluar media kebanyakan. Sama2 pakai kacamata diluar orang kebanyakan, pak DI dan mas Dur seperguru an?. Bukan. Itu guru dan murid?. Iya. Eh, bukan. eh, Entahlah… . Lalu kenapa cerita siapa pembunuh putri gk lanjut?. Ah..anda nanya mulu..!

Purnomo Inzaghi
Dalam sebuah hukum tidak ada yang benar mutlak, saya ingat kata Prof Mahfud MD dalam sebuah acara televisi. Jika ada dua atau tiga orang atau lebih berdebat dengan teori masing masing dan semuanya punya landasan teori yang kuat maka semuanya bisa dianggap benar. Kata Prof Mahfud, soal hukum hanya resultante nya saja yang memberi batasan. Soal Eliezer dihukum ringan atau berat sudah banyak ahli yang berargumen dan semua memiliki landasan teori masing-masing. Tapi yang jelas hakim sudah mengetok palu, mungkin beban di kepala pak Wahyu Iman Santoso sudah jauh berkurang, belakangan beliau jadi sorotan, dianggap wakil Tuhan yang akan mengadili Sambo cs. Beban kini ada di pengacara masing masing terpidana, terutama pengacara Sambo dkk, bagaimana mereka harus meringankan atau mengurangi hukuman yang berat agar sedikit lebih ringan atau ringan sekalian, banding, PK, grasi…banyak pilihan. Untuk Eliezer, tinggalah bersyukur hukumannya tida seberat tuntutan jaksa, lanjutkan hidup dan petik pelajaran berharga, sang maitua menunggumu. Alangkah bagusnya jika nanti sekeluar dari penjara, ichad ke Jambi, ziarah ke kuburan Joshua, silaturahmi ke keluarga besarnya…bagaimanapun dari tangannya lah salah satu sebag hilangnya nyawa Joshua. Untuk para ahli hukum silahkan terus berargumen, kisah sambo masih belum akan berakhir dalam waktu dekat ini.

Ahmad Zuhri
Itulah UU warisan Belanda yg selama ini kita pakai.. Jaman dulu 5.000 itu udah sangat besar sekali, lha wong tahun 90 an, uang saku ke sekolah masih Ro. 25 kok

Agus Suryono
“MEMBEBANKAN KEPADA TERDAKWA, BIAYA PERKARA SEBESAR Rp. 5.000 RUPIAH..” Begitu tambahan “hukuman” yang diputuskan Hakim kepada para terdakwa pembunuhan Brigadir Yosua. Saya belum tau.. 1). Belum tau biaya perkara itu akhirnya harus benar-benar ditagih atau tidak. 2). Belum tau, kalau sudah dibayar, apakah uangnya masuk kas negara, dan nantinya, dibukukan sebagai penerimaan negara di APBN. 3). Belum tau, penetapan angka Rp 5.000 itu dasarnya apa.. Yang saya sudah pernah tahu, konon, berdasar Pasal 222 KUHP, biaya perkara dibebankan kepada terdakwa, hanya apabila terdakwa mendapat vonis hukuman pidana. Jika dibebaskan dari tuntutan pidana, terdakwa bebas dari pembebanan biaya perkara. #seribu tanya..

Mbah Mars
Kemarin-kemarin Mbak Ulfa rajin update sidang Sambo cs. Sekarang kok mendlep. Apa “gilo” dengan Kang Kliwon ya ?

Agus Suryono
AWAS..!! Penantian 10 tahun setelah hukuman mati dijatuhkan, yaitu “akan dieksekusi atau tidak”, penentunya BUKANLAH HAKIM. Tetapi: SURAT KELAKUAN BAIK dari KALAPAS, tempat sang terdakwa ditahan. Karena itu perlu ada training khusus, cara pembuatan SURAT KETERANGAN KELAKUAN. Isinya bisa dua kemungkinan: 1). Kelakuannya BAIK. 2). Kelakuannya TIDAK BAIK. #Mudah-mudahan, ini tidak DIBISNISKAN. Meski godaannya BUESAR.

Raja Putera
Yang pasti Eliezer ini tipikal polisi penurut yg tunduk apa kata atasan. Dia menurut saja disuruh menembak temannya sendiri, karena yg menyuruh atasannya yg jenderal bintang dua. Lalu ketika ketemu jenderal yang bintangnya lebih banyak (kapolri dan ketua timsus), Eliezer juga menurut ketika diminta menceritakan peristiwa yg sebenarnya. Jadi selain sudah menghabisi seniornya Yosua (atas perintah jenderal bintang dua), Eliezer juga menghabisi Sambo (atas perintah jenderal yg bintangnya lebih banyak dari Sambo).

Yellow Bean
Jika tidak boleh melawan juragan adalah nasehat bijak, bagaimana dengan orang orang di seputar kasus Ferdy Sambo. Hidup dari uang negara alias uang orang banyak tapi nasibnya di tentukan juragan. Miris sekali.

Re Hanno
Untung saja Rohman Budijanto tidak menjadi hakim. Karena ia selalu pakai kaca mata kuda. Tidak bisa melihat yang di kiri dan kanan, samping atas dan samping bawah.

thamrindahlan
Hujan deras asongan merana/ Dagangan banyak dibawa kemana/ Keputusan Hakim nyaris sempurna/ Keadilan berazaskan harkat manusia/ WIsata ke Malaysia tak perlu visa/ Kakanda girang bersua Adinda/ Usai sudah drama duren tiga/ Marwah hukum tetap terjaga/ Gaya hidup seorang pengelana/ Mengarungi jalan gurun sahara/ Agenda Kamis anda kemana/ Komentar disway pantun bersuara/ Salam salaman

Handoko Luwanto
Vonis Eliezer yg lebih ringan itu sebagai umpan manis bagi calon2 justice collaborator lainnya. Jika ikuti tuntutan jaksa kemarin, bisa jadi tidak ada yg bakal mau menjadi JC lagi. E mau menjadi JC juga mungkin karena di-iming2i vonis ringan. Meski nilai vonisnya masih bisa diperdebatkan. Terlebih karna E menembak langsung ke kepala J dalam posisi J “menyerah”. Lain ceritanya jika memang terjadi kontak fisik/peluru.

andi syarmi
Walaupun hampir bosan dengan berita ttg Sambo, anehnya sy masih ikutan komen. Baca Disway tanpa komen itu ibarat Disway tanpa huruf ” Dis ” nya. Coba ganti huruf Dis itu dengan huruf ” Pry “, jadi mau langsung skip kan ? Btw, jika hukuman Eliezer dianggap unfair, bisa jadi iya. Ini kalau dibandingkan dengan Ujang yang membunuh isteri AKBP Mindo Tampubolon. Posisi Ujang mirip dengan Eliezer. Tetapi vonis yang diterima keduanya bak langit dengan sumur. Yang membedakan itu sy rasa adalah Eliezer mampu menarik simpati banyak orang. Sesuatu yang tidak berhasil dilakukan oleh Ujang. Hukum itu kadang bukan hanya yang tertera di Undang2 KUHAP saja. Ada hal – hal lain yang meyertainya, seperti simpati itu tadi. Ronaldo bebas dari hukuman karena kumpul kebo dengan kekasihnya di Arab Saudi adalah contoh lain yang menggambarkan fenomena tersebut. Jadi sy pikir inilah vonis yang harus diterima dengan segala pro dan kontranya. Tentu masih ada ruang untuk perubahan vonis lewat langkah – langkah hukum berikutnya.

Chei Samen
Kebaya Merah darahnya merah/ Alisnya lentik aksi menawan/ Masih lagi kau ingat si Kebaya Merah/ Khan sidia di sampingmu terbukti menawan. #pantun isteri Bli LP yang only one! Sore Bli LP. Sehat selalu.

Mirza Mirwan
Khalifah Umar lantas mengumpulkan Abu Dzar, si terpidana, dan pemuda yang mendakwa. “Abu Dzar, mengapa engkau mau menjadi penjamin terpidana yang tidak engkau kenal?” tanya Khalifah. “Begini, Amirul Mukminin Ketika saya melihat terpidana menoleh ke sekeliling dan tak ada yang bersedia menjadi penjamin, saya merasa iba kepadanya. Saya juga malu Inikah persaudaran muslim yang diajarkan Quran dan Rasulullah?” “Dan kau, Fulan, kenapa engkau nekad kembali ke sini, padahal kau punya kesempatan untuk lari. Toh sudah ada yang akan menggantikanmu!” tanya Khalifah kepada terpidana. “Wahai Amirul Mukminin,” kata terpidana. “Sebenarnya tidak mudah bagi saya untuk kembali ke sini. Ibu saya sudah tua dan sakit-sakitan. Ketiga anak saya yang masih kecil-kecil merangkul kedua kaki saya waktu saya pamitan. Tetapi saya sudah bersumpah demi Allah. Saya tak mau menjadi pengkhianat Islam. Seekor anjing kudisan masih lebih mulia ketimbang saya kalau saya membiarkan orang lain harus menanggung hukuman atas kesalahan yang saya lakukan. Itulah kenapa saya tadi terlambat datang. Sebelum saya digantung, izinkan saya berterima kasih dan memeluk Tuan Abu Dzar.” Di luar dugaan, pemuda yang menggugat terpidana serta-merta berkata: “Wahai Amirul Mukminin, melihat kejujuran terpidana, menyaksikan kemuliaan hati Tuan Abu Dzar, saya mohon bebaskanlah terpidana dari hukuman. Saya sudah memaafkan kesalahannya.” Semua yang hadir merasa lega. Begitu pun dengan Khalifah.

Yellow Bean
Dhania choirunnisa tentu tidak bermaksud membuka aib sang suami. Ia hanya ingin kooperatif dengan penyidik. Namun kemauan dan keberanian Eliezer di persidangan mungkin karena kepasrahan pada nasibnya.

Komentator Spesialis
Saya dulu pakai Telkomsel, apalagi status langganan Halo Prioritas sangat bangga dan puas. Karena sinyalnya memang beda sama yang lain. Tertapi sekian tahun belakangan ini, pakai Telkomsel atau 3 atau XL nggak beda sinyalnya. Sinyal Telkomsel makin memburuk entah kenapa. Mungkin karena dulu punya tower sendiri, sekarang pakai tower bersama. Bersama memburuk, wkwkwk…

Jokosp Sp
Jadi menteri BUMN, jadi ketua banser NU, jadi ketua PSSI, bakal calon wakil presiden (*kemungkinan besar dicalonkan dari NU ). Sibuk bingit. Jangan sampai gag diawasi PSSI nya nanti malah lebih parah kasus di dalamnya, juga BUMN nya nanti malah banyak muncul korupsinya.

Johannes Kitono
Mungkin hanya ada di Indonesia. Terdakwa yang menangis bahagia ketika dihukum 1,5 tahun penjara karena menembak mati rekannya. Menembak mati sesama polisi atas perintah atasannya jendral polisi. Yang berbintang dua dibahu dan di bawah tubuh. JPU sudah memutuskan tidak akan banding atas putusan hakim.Now lengkaplah kebahagian Eliezer dan siap dengan santai akan menjalani hukuman 1,5 tahun. Tentu sekaligus sambil transformasi menjadi seorang selebriti. Karena keinginannya tetap menjadi anggota polisi sesudah sidang kode etik pasti sulit dipenuhi. Hukuman Eliezer 1,5 tahun yang sudah inkhract mungkin bisa dijadikan novum bagi Dhania Baquini dan terhukum lainnya bahan naik banding untuk meringankan hukuman mereka. Eksekutor saja cuma dihukum 1,5 tahun kenapa RR yang menolak perintah harus dihukum 13 tahun, kira kira begitu kilahnya.Konon FS sudah serahkan Note Hitam ke lawyernya dan Presiden Jokowi juga sudah minta Kejagung dan PPATK mengusut Rp.100 T yang pernah singgah di rek bank Yosua ( alm ). Now,mari kita saksikan bagaimana Kapolri dan jajarannya mengatasi amukan gelombang Tsunami yang akan terjadi institusinya.

Er Gham
Pak Erick selamat bekerja. Tapi dengarkan nasihat Pa La Nyalla, agar jangan kembali libatkan pengurus lama. Mereka mafia sepakbolanya. Pa La Nyalla pernah jadi ketum PSSI, setidaknya dia tahu situasinya.

Udin Salemo

#everyday_berpantun Baru disini kulihat Kang Aat/ Orangnya kurus dan bersahaja/ Baru kali ini aku melihat/ Orang dihukum menangis bahagia/ Singkat umur tuan Mustapa/ Digerogoti sakit dan sudah tua/ Ichad menagis bukan nestapa/ Menangis tersebab ringan hukumannya/ Gulai jo randang sabana lamak/ Katiko dimakan malam raba’a/ Waang bantuaknyo sajo nan bagak/ Kironyo waang gadang sarawa/ Makan lawuak jo samba lado/ Lawuak banamo ikan tenggiri/ Baa indak ka sakik hati ko/ Satiok janji dibuek inyo ingkari/

Jhel_ng
Apakah vonis yang dijatuhkan terlalu ringan? Apakah adil? Kemarin banyak teman saya yang membuat status, baik WA maupun FB atau sosmed lainnya. Isinya bahwa mereka kaget. Di siang hari, sunyi, sepi, terdengar ibu mereka menangis di ruang keluarga. Apakah yang membuat sang ibu demikian bersedih? Si anak lari. “Ichad, ichad,” kata ibunya seraya menunjuk TV. Ternyata bukan menangis sedih, tapi menangis terharu atas vonis Ichad. Bagi si ibu, yang awam di pelosok desa, itulah keadilan. Ada beberapa kawan yang menceritakan serupa. Keadilan, terutama akan sangat dirasakan bagi yang diuntungkan, tentunya. Tapi bagi ibu-ibu di desa, vonis Ichad merupakan happy ending yang diharapkan. Ichad adalah tokoh protagonis dalam sinetron “Rumah Sambo” atau “Rumah Putri” yang diputar di rumah2 kelas menengah ke bawah, setidaknya 7 bulan ini. Tidak banyak sinetron yang happy ending, pun yang mulanya terlibat akan happy ending akhirnya jadi berlarut-larut hingga pemainnya sendiri bosan lalu hengkang, diganti peran dengan alur cerita seperti operasi plastik ganti wajah. Sinetron “Rumah Sambo” selesai. Setidaknya di sesi pertama, dengan alur yg sesuai: yang jahat dihukum karena kejahatannya, yang masih ada kebaikan dihukum dengan ringan. Ibu-ibu kini menanti sesi kedua, apakah hasilnya masih sama? Ataukah ada plot twist di situ?

Kalender Lengkap
Saat ini bukan hanya variabel barang bukti dan pengakuan saksi, korban, atau pelaku sendiri yang bisa meyakinkan hakim, tapi juga opini publik. Andai om kuat dari awal tampil dengan isyarat love nya atau mas icky ikut membuat cerita yang mengundang simpati, bisa jadi lain ceritanya. Selamat datang di dunia pencinta sinetron yang sedang berusaha mewujudkannya di dunia nyata.

mz arifinuz
Suami lirik-lirik tak boleh? Isteri lirik-lirik, boleh?

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Dhania Eliezar

KEMPALAN: ANDA terkejut lagi kemarin: Richard Eliezer dijatuhi hukuman sangat ringan. Hanya 1,5 tahun penjara. Padahal ia yang menembak kepala Yosua.

Mungkin hakim punya keyakinan, yang tidak diucapkan, belum tentu tembakan itu yang menewaskan Yosua. Bisa saja Yosua baru tewas oleh tembakan setelah itu: yang dilakukan Irjen polisi Ferdy Sambo.

Yang jelas hakim menilai Eliezer adalah justice collaborator. Berkat keterangan Eliezer-lah terungkap bahwa ia hanya disuruh atasannya: Sambo. Bahkan Sambo sendiri lantas juga menembakkan pistol ke kepala Yosua.

“Tapi itu berlebihan. Terutama bila dikaitkan dengan hukuman pada Bripda Ricky Rizal yang 13 tahun,” ujar sahabat Disway Rohman Budijanto (Roy) yang juga ahli hukum di Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang. “Padahal justru Rizal yang berani menolak perintah Sambo untuk menembak Yosua,” tambah doktor hukum dari Unair Surabaya itu.

Saya mengenal Roy sangat lama. Ia wartawan yang berprestasi. Sampai pernah jadi pemred di Jawa Pos. Lalu kini merangkap jadi staf khusus Menko Kesra.

“Kalau Rizal dihukum 13 tahun penjara, harusnya Eliezer dihukum 15 tahun. Itu sudah ringan. Harusnya kan seumur hidup,” katanya.

Roy mengakui jasa Eliezer sebagai JC sangat besar. Tapi itu bukan yang paling menentukan. Bukan pula satu-satunya. Roy mengunggulkan jasa istri seorang polisi yang sangat besar: Dhania Choirunnisa. Dia istri Baiquni Wibowo yang sudah dipecat dari keanggotaan polisi. Pangkat Baiquni sudah cukup tinggi: komisaris polisi. Setara dengan mayor di TNI. Jabatannya juga moncer: Kasub bagian pemeriksaan dan penegakan etika di Divisi Propam Polri.

Baiquni dipecat karena dianggap perusak barang bukti. Yakni merusak laptop yang berisi rekaman CCTV di pos penjagaan rumah Sambo: di Duren Tiga Jakarta. Itu pun sebenarnya juga atas perintah Sambo. Polisi yang sengaja merusak barang bukti adalah kesalahan yang berat.

Tentu ada juga jasa Baiquni: diam-diam ia telah meng-copy rekaman itu. Copy tersebut ia simpan di rumahnya.

Ketika penyidik datang untuk menyita barang bukti, mereka tidak tahu ada copy itu. Setelah menyita laptop yang rusak, mereka mau meninggalkan rumah Baiquni. Mereka seperti putus asa: hanya mendapat barang bukti yang sudah dirusak.

Ketika mereka akan pamit dari rumah Baiquni, Dhania datang. “Yang ini tidak dibawa sekalian?” ujar Dhania kepada penyidik. Sambil berkata begitu Dhania mengambil copy rekaman tersebut.

Penyidik pun mendapatkan barang bukti yang sangat berharga. Khususnya dalam mengaitkan pembunuhan itu dengan dalang Sambo.

Anda sudah tahu: sebelum itu ada upaya Sambo untuk cuci tangan. Sambo membuat skenario bahwa ia tidak di rumah saat ”tembak-menembak” terjadi. Tapi dengan copy rekaman itu, Sambo ternyata cuci tangan dengan darahnya sendiri.

“Menurut pendapat saya, lebih penting rekaman yang diberikan Dhania itu dibanding pengakuan Eliezer,” ujar Roy yang juga pernah lama memimpin The Jawa Pos Institute of Pro-otonomi.

Roy pernah bikin iri wartawan se-kantor. Roy-lah yang berhasil menaklukkan cinta wartawati kami yang tercantik saat itu. Kini, si wartawati menjadi notaris terkenal di Malang.

Adil mana: hukuman Rizal yang diturunkan atau hukuman Eliezer yang dinaikkan?

“Hukuman Eliezar dinaikkan. Jadi 15 tahun. Toh tuntutan jaksa 12 tahun,” ujar Roy.

Hakim punya pertimbangan lain: Eliezer masih muda. Belum pernah dihukum. Bersikap sopan di sidang. Dan yang penting: keluarga almarhum Yosua sudah memaafkannya.

Memang banyak sekali tokoh yang bersimpati pada Eliezer. Mereka sampai mengedarkan petisi. Mendukung Eliezer. Agar bisa dihukum ringan. Ditandatangani beramai-ramai. Alasan mereka: Eliezer adalah korban seorang pemimpin yang sempurna keburukannya.

Ichad –nama panggilan Richard Eliezer Pudihang Lumiu– awalnya sudah pasrah: ia pasti dihukum mati. Karena itu ia sudah minta agar maituanya pulang ke Manado. Jangan lagi berharap bersuamikan dirinya.

Ichad tidak berani mengaku bahwa penembakan itu akan perintah Sambo, atasannya. Ia di bawah tekanan. Sebagai polisi dengan pangkat terendah apalah artinya di depan seorang jenderal bintang dua Sambo.

Roy setuju hukuman pada Ichad diperingan. Tapi tidak sedramatis itu. “It’s unfair. Bisa jadi preseden buruk. Anak buah tutup mata, tutup akal, tutup nurani, saat menerima perintah atasan. Termasuk untuk melakukan kejahatan berat seperti pembunuhan berencana,” ujar Roy.

Ichad dua kali gagal tes masuk polisi. Ia melamar lagi: untuk pangkat lebih rendah, paling rendah. Berhasil. Ia seorang pendaki gunung, perenang tangguh dan guru pendaki tebing.

Kali ini tebingnya terlalu terjal. Tapi masih bisa didaki. Tak lama lagi ia sudah bisa meloncati dinding itu: semoga saja, Lily, maituanya, masih menanti di balik dinding itu. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 15 Februari 2023: Motif Sambo

Everyday Mandarin
Sejak zaman Dinasti Song di abad 13, anak kecil sampai orang tua di China mayoritas sudah hapal ucapa I Gede Pasek di atas. Dan hingga detik ini masih diajar ke anak2 TK-SD di China, Taiwan, Hong Kong, dan juga saya ajar sendiri ke anak saya: 三字經 (sanzijing). JIka dibuka halaman 1, ada 4 kalimat pertama yang dihapal mayoritas anak di sana (sengaja saya tulis dalam Traditional Chinese krn aslinya memang dr abad 13): 人之初 = Manusia saat lahir 性本善 = Sifat aslinya pasti baik 性相近 = Sifat semua anak2 aslinya sama (baik) 習相遠 = Setelah mereka belajar dan bertumbuh, sifat mereka makin berubah satu sama lain. Sanzijing ini artinya Kitab 3 Huruf. Ada ribuan huruf di dalamnya, tapi yang paling populer adalah 4 kalimat pertama yang barusan sy tulis tadi. Isi Sanzijing tentang filosofi Confucius, ajaran bakti dan hormat ke orang tua, dan sejarah China. Karena zaman dulu, banyak orang China yang buta huruf, mereka pun baca ini untuk mengenal huruf2 Mandarin. Bahasanya sederhana dan pendek (krn hanya 3 huruf), tapi penuh makna dan filosofi.

Everyday Mandarin
“Kaifeng you ge Baoqingtian…..” (Di kota Kaifeng ada Hakim Baoqingtian = Yang Mulia Hakim Bao) Lagu pembuka ini familiar di telinga pemirsa RCTI dekade 1990-an awal. Opening soundtrack serial Judge Bao (Justice Bao) alias Hakim Bao. Hakim Bao bukan fiktif. Dia hidup di zaman Dinasti Song. Kenapa di film, jidat Hakim Bao ada lambang bulan? Karena dulu kecil jidatnya terantuk dan cedera. Jadi ada bekas parut. Di film dipoles bagus, jadi bulan. Konon, setelah meninggal, orang China dulu percaya Hakim Bao melanjutkan tugasnya menjadi neraka, 閻羅王 (Yanluo Wang) untuk mengadili manusia di akhirat.

Budi Utomo
Betul. Keyakinan Judge Bao sebagai Raja Neraka jelas keyakinan Tao yang dapat dilacak pengaruh Buddha nya. Tiongkok kuno apalagi zaman Dinasti Song, tiga agama ini (Konghucu, Tao, Buddha) sudah campur aduk menjadi satu dan mewarnai budaya Tiongkok dan Tionghoa sebelum akhirnya dilibas habis oleh Mao Zedong dengan revolusi kebudayaan 1966-1976. Di satu sisi banyak Tionghoa di luar Tiongkok yang menyesali hancurnya budaya Tionghoa di Tiongkok. Tapi di sisi lain, revolusi ini membuat rakyat Tiongkok menjadi jauh lebih sekuler dan lebih menghargai sciences ketimbang religions. Dan pada akhirnya muncullah scientists sebagai salah satu dari empat pilar: peasant, labor, scientist, entrepreneur yang sering diungkap Abah Dahlan. Dan berkat koordinasi empat pilar inilah, Tiongkok menjadi super power ekonomi dan technology yang ditakuti USA!

Jimmy Marta
Bastoy Prison di Swedia adalah penjara termewah di dunia. Satu tahanan satu kamar. Ada dapur. Para tahanan boleh bekerja sesuai minat masing2. Sawah dan kebon untuk bercocok tanam. Merawat kuda, bengkel sepeda dan fasilitas lain di pulau bostoy. Para napi akan dibayar sampai 8 dolar dari yg dikerjakannya. Lain lg keistimewaan Halden Prison di Norwegia. Ini penjara yg mengalahkan model kos-kosan anda. Setiap kamar dilengkapi tv, shower dan furniture berkualitas. Bagi Norwegia, penjara adalah sistem pemberian kesempatan hidup kedua. Setelah dibina, napi diharapkan menjadi orang yg lebih baik.

Liáng – βιολί ζήτα
Tindak pidana pembunuhan bisa dibuktikan dengan pengakuan saksi-saksi dan juga barang bukti, tetapi motifnya seringkali menjadi misteri karena pelaku cenderung berbohong. Tidak tertutup juga kemungkinan terkuaknya misteri pembunuhan tersebut di kemudian hari dengan berbagai rangkaian peristiwa yang berkaitan. J. C. Gatlin (anggota Asosiasi Penulis Florida) seorang penulis kolom bulanan di New Tampa Style Magazine, juga penulis tiga novel misteri indie, menuliskan 10 motif misteri pembunuhan. SEPULUH MOTIF PEMBUNUHAN 1. To hide a secret (untuk menyembunyikan rahasia). 2. Greed (keserakahan). 3. Revenge (balas dendam). 4. Obsession, Frustration & Hate (obsesi, frustrasi & kebencian). 5. Love, Sex & Jealousy (cinta, seks & kecemburuan). 6. Crime of Passion (kejahatan gairah). 7. Psychosis & Mental Disorders (psikosis & gangguan mental). 8. To protect personal status (untuk melindungi status pribadi). 9. To protect a loved one (untuk melindungi orang yang dicintai). 10. Empathy or Sympathy (empati atau simpati). Uraian selengkapnya : www.whatisthatbookabout.com writing-a-murder-mystery-10-motives-for-murder-featuring-jc-gatlin

imau compo
Pagi ini saya menangis mendengar kata-kata Ibunya Bharada E. Sepertinya beliau memiliki spiritualitas yg tinggi. Beberapa kata-kata beliau,” apa pun yg diputuskan hakim mari kita terima, janganlah melakukan hal-hal yg negatif bila tidak puas….” Ooh! Malu saya, menulis ulangnya pun saya tidak mampu menyampaikan pesannya seluas isi yg disampaikan beliau. Saya juga menangis utk Sambo dan Putri. Ternyata kekuasaan yg makin besar yg didapatkan polri pada dekade terakhir bagaikan botol Coca Cola dalam film God Must be Crazy. Jadi bencana utk mereka. Mudah-mudahan hari-hari kedepan tidak ada tangis lagi setelah awal bulan kita dapat indeks transparansi 34 sbgmn 8 tahun yg lalu. MMD bilang, penurunannya bukan hanya tanggung jawab eksekutif. Mari, para perusuh sekalian, tanggung jawab yg didelegasikan MMD ini kita ambil dengan hati yg besar. Jangan remehkan setiap upaya yg dilakukan, sekecil apa pun.

Eyang Sabar56
Assalamualaikum, Bpk Thamrin Dahlan, Ada tanya yg sudah saya pendam selama ribuan hari. # Apa fungsi dan kegunaan tongkat komando yg selalu dibawa perwira saat bertugas. Terimakasih.

Mbah Mars
Hormat juga kepada Pak Mahfudz MD yang telah mengawal kasus heboh ini. Rasanya belum ada pejabat yang masih aktif namun bisa bersikap obyektif dalam kasus-kasus hukum kecuali Pak Mahfudz MD. Semoga beliau sehat dan panjang umur.

Mirza Mirwan
Majelis Hakim sangat berani. Vonis untuk Richard Eliezer jauuuh di bawah tuntutan JPU yang 12 tahun penjara. Hanya 1 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan. Itu artinya, bila JPU tidak mengajukan banding, Ichad hanya menjalani hukuman sekitar 1 tahun saja. Sepintas lalu terkesan tidak adil bagi Ricky Rizal yang 13 tahun penjara dan Kuat Makruf yang 15 tahun penjara dari tuntutan JPU 8 tahun. Tetapi fakta di persidangan memang menunjukkan bahwa Ichad layak mendapatkan keringan itu. Yang utama, Ichad mengaku bersalah, menyesali perbuatannya, meminta maaf kepada keluarga korban — dan memang dimaafkan, bahkan juga mengharapkan keringan hukuman. Tanpa kejujuran Ichad, kasus Duren Tiga mungkin akan berjalan sesuai skenario Sambo. Hormat saya untuk majelis hakim. Juga untuk tim kuasa hukum Ichad.

Leong Putu
Ruang Terbuka Hijau RTH / Lembaga Bantuan Hukum LBH / Pusssssing mikir T dan H / Mari mikir dalamnya B H / … 365_mantun TH

Parikesit
BH adalah Nopol untuk Jambi. Tertib berkendara merupakan isi peraturan yg memang harus difikirkan dan dijalankan. Konklusi : Pantun bli LP di atas, tidak kategori saru. Hehehe…

Pryadi Satriana
Pryway: PERLUKAH MENCARI MOTIF SAMBO? Ndhak perlu! Ndhak perlu dicari. Ndhak akan bisa ‘diketahui’ tapi bisa ‘dirasakan’. Masalahnya, hukum tidak bicara ‘rasa’ tapi ‘fakta pengadilan’. Fakta pengadilan tidak bisa mengungkap motif Sambo. Hakim pun buat terobosan hukum: “tanpa mengetahui motif, pembunuhan berencana yg terbukti sudah cukup untuk memberikan hukuman mati! Bagus! Baguslah Sambo ‘divonis’ hukuman mati. Eits, nanti dulu! Sambo BELUM dihukum mati dan bisa jadi TIDAK AKAN PERNAH DIHUKUM MATI, sistem hukum kita sangat memungkinkan untuk itu. Ada lagi ini: uang yg “dikuasai” – dibawah penguasaan – Sambo TERLALU BESAR UNTUK MEMBIARKANNYA DIHUKUM MATI. Anda sudah tahu: UANG BISA “MEMBUNGKUS” HUKUM, BAHKAN BISA “MEMBUNGKUS RAPAT-RAPAT”! Maka, jangan puas dulu atas vonis Sambo. Kembali ke ‘motif’: APA yg ‘mendorong’ Sambo ‘mengeksekusi’ Joshua? Ini masalahnya, pertanyaannya ‘salah’, seharusnya: SIAPA ‘membuat’ Sambo membunuh Joshua? Nah jawabannya jelas: Putri! JADI, MOTIF ITU ADA PADA PUTRI! Inilah yg masih harus “digali”! Sambo itu bagai “kebo tunggangan”, dan yg “menunggangi” adalah Putri! ‘Seharusnya’ Putri JUGA DIVONIS MATI. Jalan menuju ‘keadilan’ masih sangat panjang! Sambo pun, tampak “santai” dg vonis tersebut! Apakah kita sedang menyaksikan “DRAMA KOLOSAL”? Bisa jadi. Waktulah yg akan membuktikan! HUKUM HARUS MEMBERI KEADILAN ! Jika tidak, orang akan mengikuti langkah Marianne Bachmeier, yang mengeksekusi pembunuh anaknya, di ruang pengadilan: DOR 7X …! Salam.

Udin Salemo

everyday_berpantun Cik puan asik sedang merenda/ Kain renda sudah ada yang beli/ Apakah motifmu wahai adinda/ Abang digantung tidak bertali/ Kain renda sudah ada yang beli/ Mang Amat berjualan keliling/ Bila lama digantung tidak bertali/ Nanti abang lakukan short selling/ Bila Mang Amat jualan keliling/ Bila dahaga meminum jamu/ Bila abang lakukan short selling/ Jatuhlah harga pasaran dirimu/ Ayia taganang diateh batu/ Dibawahnyo tumbuah rumpuik duri/ Mantan alah ka penghulu/ Awak masih juo surang diri/

Handoko Luwanto
Di pengadilan penerapan pasal pembunuhan berencana sudah terbukti sah tanpa ada keraguan. Sementara motif pembunuhannya belum terungkap. Jika lain kali ditemukan motifnya, berharap hukumannya bisa direvisi. Kira-2 apa yg bisa menjadi motifnya jika pasal pelecehan terhadap PC sudah digugurkan ? Ada 3 kemungkinan. ….Pertama mungkin korban membahayakan Sambo secara fisik. Tapi itu apa mungkin jika pangkat korban jauh sekali di bawah Sambo ? ….Kedua mungkin ada sikap korban yg mengancam Sambo secara jabatan. Mengingat korban tahu banyak rahasia Sambo karna sering berada di dekatnya. Tapi itu juga apa mungkin bakal terungkap ? Kata pengamat, saat ini ada banyak petinggi/pejabat yg ketar-ketir. Berharap jangan sampai Sambo membocorkan smua kejahatan di lingkungan dinasnya. ….Ketiga mungkin Sambo kesambet pada saat kejadian.

Komentator Spesialis
Sambo ini pas pakai baju kesatuan nggak pernah terlihat pakai kaca mata. Giliran jadi terdakwa, langsung sambo pakai kaca mata. Diduga untuk memberikan kesan memelas agar hukuman lebih ringan.

Johannes Kitono
Hakim semakin ngawur Eliezer hanya dihukum 1,5 tahun gegara JC. Padahal sebagai polisi dia berhak menolak perintah FS untuk menembak Josua useperti yang dilakukan RR rekannya. Tidak perlu menunggu langit runtuh,keadilan masih sulit ditegakkan di Indonesia. Majelis Hakim hanya mengikuti “tekanan masyarakat ” sambil melupakan dirinya sebagai Wakil Tuhan. Eliezer pasti gila kalau sampai banding lagi atas keputusan bonusnya.

Pryadi Satriana
Pryway: MEREKA-REKA TRAGEDI SAMBO Saya mulai dg 2 kalimat: Putri ‘pinter ngomong’. Sambo ‘emosional’. Masalah berawal dari FAKTA PERSIDANGAN: Yosua mau membopong Putri yg tidur di kursi! Padahal ada Kuat Ma’ruf! Wajarkah sikap Yosua? Jelas TIDAK! Tampaknya Yosua ‘salah perhitungan’, pikirnya ‘kisah bopongan’ itu ndhak akan sampai ke Sambo. Putri LEBIH CERDAS. Ia TAHU. ‘Soal bopongan’ itu akan SEGERA sampai ke Sambo! Ia pun “mereka-reka” adanya “pelecehan seksual”. Ke Kuat Ma’ruf, yg ‘sangat penasaran’ dg “usaha membopong” itu. Untuk meyakinkan Ma’ruf, Putri ‘curhat ke yayangnya tentang pelecehan seksual oleh Yosua’ di hadapan Ma’ruf. Yg karena emosi kemudian “mengancam” Yosua. Yg kemudian “dilaporkan” ke tunangannya oleh Yosua. Tunangannya salah mengerti: dikira Yosua akan “dihabisi ” oleh ‘squad’, padahal oleh ‘Si Kuat’. Inilah awal tragedi bagi Yosua. Nantinya juga tragedi bagi Sambo. Juga bagi Putri. Juga bagi keluarganya. Cerita berikutnya: Anda sudah tahu. Menurut saya, ini kisah seorang perempuan yg ingin ‘tampil suci’, yg ‘menolak dibopong ajudannya’ di depan sopirnya. Perihal apakah ada ‘affair’ antara ‘pihak yg mau membopong & menolak dibopong’ itu bukanlah kewenangan saya. Saya bukan hakim yg mengadili perkara ini. Hanya sekadar komentator Disway, yg walaupun ‘serius berusaha sebelum komentar’ pun ‘tetep sering gak direwes’ oleh Bos Dahlan. Itulah saya, komentator biasa seperti Anda. Salam. Rahayu.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Motif Sambo

KEMPALAN: ADA materi baru kuliah hukum dari vonis hukuman mati Irjen Polisi Ferdy Sambo: untuk kasus pembunuhan berencana tidak perlu diketahui apa motifnya. Begitulah pendapat majelis hakim yang mengadili Sambo Senin lalu. Sambo terbukti membunuh sopir dinasnya: polisi berpangkat rendah Yosua. Di rumah dinasnya: perumahan Mabes Polri Duren Tiga Jakarta, 8 Juli tahun lalu.

Memang motif pembunuhan itu tidak terungkap di sidang pengadilan. Pun setelah semua saksi diperiksa. Barang bukti juga tidak berhasil memberi petunjuk apa motif pembunuhan itu.

Yang hakim bisa menyimpulkan adalah: pembunuhan itu terbukti. Direncanakan. Sambo terbukti sempat mengenakan sarung tangan ketika menembakkan pistol Glock-nya ke kepala Yosua. Maksudnya, agar tidak meninggalkan sidik jari di senjata itu.

Sebelum itu pun Yosua mungkin sudah mati. Atau belum mati. Teman sesama polisi yang juga bertugas di rumah Sambo, Bharada Eliezer, sudah menembak kepala Yoshua atas perintah Sambo.

Jadi, apa motif pembunuhan Yosua ini? Sempat terungkap soal hubungan pria-wanita antara Yosua dan istri Sambo. Tapi hakim berpendapat motif pelecehan seksual terhadap istri Sambo tidak terbukti. Apalagi posisi kekuasaan sang istri sangat kuat di atas Yosua. Tidak mungkin Yosua berani melakukan pelecehan seksual itu.

Keluarga Yosua, terutama tunangannya, tentu sangat lega dengan vonis ini. Bukan saja hukuman mati itu dianggap setimpal, tapi tidak adanya motif hubungan pria-wanita ini telah merehabilitasi nama baik Yosua.

Maka inilah perkara besar, dengan vonis mati, tanpa terungkap motifnya. Sungguh perkara ini membuat ”penasaran nasional”. Tapi hakim memang bisa memutuskan atas keyakinan mereka sebagai wakil Tuhan di pengadilan.

“Mens rea, motif, atau niat jahat yang melatarbelakangi sebuah perbuatan kejahatan seharusnya selalu ada. Tidak mungkin orang melakukan kejahatan tanpa ada latar belakang niat yang mendorongnya,” ujar I Gede Pasek, mantan ketua komisi III DPR yang kini jadi pengacara. “Tanpa motif maka tidak bisa memenuhi unsur kejahatan,” tambahnya. “Hanya orang gila atau lupa ingatan melakukan kejahatan tanpa motif,” katanya.

Setiap manusia, esensinya, dalam jiwanya, pasti ingin menjadi manusia baik. “Stimulan lingkungan yang bisa mengubahnya menjadi tidak baik sampai bisa melakukan kejahatan,” ujar Pasek.

Tapi mengapa vonis mati dijatuhkan tanpa motif perbuatan?

“Jangan-jangan itu sebuah pintu yang bisa dibuka sewaktu-waktu untuk upaya hukum lanjutan,” ujar Pasek. Maksudnya: bisa saja hakim menyediakan celah bagi hakim tingkat yang lebih tinggi untuk membebaskan Sambo kelak. Atau meringankannya. Yakni ketika amarah masyarakat sudah reda. “Vonis mati tanpa motif ini bisa saja dianggap bahwa hakim salah dalam menerapkan hukum,” katanya.

Bisa saja, kelak, hakim yang lebih tinggi beranggapan putusan hakim Senin lalu itu dijatuhkan karena terpaksa. Yakni akibat banyaknya tekanan dari segala arah. Sehingga hakim tidak kuasa menolak atau tidak berani menolak. Hakim lantas membuatkan ”jalan tikus” untuk pembelaan Sambo dit ahapan pengadilan berikutnya.

Pengacara Mohamad Sholeh yang mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik juga berpendapat motif harus diketahui. “Tapi Sambo kan tidak terbuka. Akhirnya hanya Sambo yang tahu,” katanya.

Yang jelas, setelah vonis ini, Sambo belum akan menjalani hukuman mati. Syarat untuk mengeksekusi terpidana mati sangat sulit. Sambo masih bisa naik banding ke pengadilan tinggi. Perlu waktu panjang. Pun kalau hukumannya tetap, ia masih bisa kasasi ke Mahkamah Agung. Setelah itu ia masih bisa mengajukan PK –Peninjauan Kembali. Kalau pun kandas semua, ia masih bisa minta pengampunan ke presiden.

Belum lagi ada ketentuan baru ini: bisa tidaknya hukuman mati dilaksanakan juga masih harus menunggu 10 tahun. Kalau selama 10 tahun di penjara ia berkelakuan baik maka hukuman mati tidak bisa dilaksanakan. Ia cukup minta surat keterangan berkelakuan baik dari kepala lembaga pemasyarakatan.

Apa pun, hakim sudah menelurkan teori baru dalam hukum pidana: hakim tidak perlu tahu apa motif sebuah kejahatan pembunuhan berencana.

Atau, Sambo memang telah bertekad menyediakan diri sebagai ”martir”. Biarlah ia sendiri, dan istri, sebagai ”tameng”. Agar tidak ada orang lain yang berjatuhan.

Publik memang masih penasaran: apa motif pembunuhan itu yang sebenarnya. Tapi yang lebih penting bagi publik adalah: apakah polisi sudah berubah setelah peristiwa itu.

Sambo pasti bukan orang gila: kecuali gila T dan H. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 14 Februari 2023: Nehi Adani

Mirza Mirwan
Sesama orang India, sesama bilioner, ternyata nasib Gautam Adani dan Mukesh Ambani beda ceritanya. Adani pernah merangsek ke peringkat ke-3 orang terkaya sejagat, sedang Ambani (seingat saya) paling tinggi menyodok ke peringkat ke-7. Senin 6/2 pekan lalu Gautam Adani masih nyangkut di peringkat ke-18 deretan bilioner dengan US$60,6 miliar, eh, Senin 13/2 kemarin melorot lagi ke peringkat ke-23. Nilai net worth juga tinggal US$54,4 miliar. Sementara Mukesh Ambani yang Senin pekan lalu berada di peringkat ke-12 dengan US$82,4 miliar, Senin kemarin naik ke peringkat ke-11 — tapi net worth turun menjadi US$82,2 miliar. Kalau melihat track record Firma Hukum WLRK — Wachtell, Lipton, Rosen & Katz — yang sudah memasuki usia ke-58, boleh jadi Adani bisa memulihkan nama baik Adani Group yang dicoreng-morengi Hindenburg Research. Hindenburg itu ibarat anak kelas satu SD, sedang WLRK ibarat seorang profesor. WLRK punya 277 pengacara andal, Hindenburg yang berdiri tahun 2017 itu hanya punya 9 pekerja, termasuk Nathan Anderson. Dengan hanya 9 pekerja itu, kredibilitas laporan Hindenburg tgl. 24 Januari 2023 yang memicu anjloknya saham Adani Group memang layak dipertanyakan. Apalagi, konon, laporan itu hasil riset selama 2 tahun. Tetapi….aasudahlah, Adani kembali jaya juga manteman tetap minum kopi sachetan, ‘kan?

Juve Zhang
Wilmar bukan hanya minyak Sania , Wilmar sudah masuk ke terigu, beras dll .dengan pasar bebas sekarang siapa saja bisa masuk. Terigu ya laku dijual disini. Sania Migor nya juga laku.beras pun ada Sania. Pemilik nya tentu bukan kaleng kaleng Robert Kuok, Raja Gula yg zaman purbakala waktu muda ada photo nya lagi “kongkow-kongkow” senyum senyum dengan penguasa zaman purbakala di Jakarta, Robert Kuok justru kekayaan terbesar nya konon di Wilmar atau disebut Raja Minyak Sawit, kebun sawit nya di sini pasti banyak juga di Malaysia. RK ini lah yg di minta PM Mahathir Mohamad buat negosiasi harga Kereta Ekspres dari pantai timur ke pantai barat Malaysia, maka berangkatlah RK ke Beijing ” kongkow-kongkow” sama petinggi disana dan Gool harga turun, wkwkwkwk. Rasanya aneh orang swasta “disuruh”. Nego mewakili pemerintah Malaysia. RK sendiri punya keponakan yg juga ngurus di Wilmar bersama pebisnis Indonesia . lengkapnya anda lihat Wikipedia saja .

Leong Putu
Dari sana ke sini / Dari sini ke Kediri / Di sana ada Adani / Di sini ada ASABRI / … 365_ mantun sana sini

Giyanto Cecep
sebagai orang tukang ngebor sumur minyak, saya pernah bekerja di Pulau Bunyu Bulungan Kaltara mengebor sumur untuk Perusahaan Pertamina Bunyu. Pulau yang panjangnya lebar cuma ” sak rokokan ” memiliki kandungan minyak dan juga Batubara. ketika saya iseng jalan-jalan dengan membawa tustel, sampailah disebuah kawasan tambang Batubara. Tapi saya tidak diperbolehkan masuk ke kawasan oleh Pak Satpam, karena memang tidak ada keperluan. Ketika saya iseng-2 tanya siapa pemilik perusahaan tambang batubara tersebut, dijawab ” orang India ” .. dilaut terlihat kapal tongkang pembawa batubara. eh ternyata ini toh orang India itu ..

Kliwon
Kalau gitu tolong adinda Ulfa bahas tentang pasal² cinta aja. Kenapa kalau sudah terjerat cinta, kosakata yang digunakan jadi beda. Bukan sore, tapi senja.. Bukan rindu, tapi kangen.. Bukan sepi, tapi hening.. Bukan pacar, tapi kekasih.. Dll.. Kenapa bisa begitu Adinda..?

Kliwon
Hebat banget pengacara yang disewa itu. Usianya 90 tahun. Lahir sebelum Indonesia merdeka. Dua tahun setelah sumpah pemuda. Dan ngga ada pikun²nya. Yang bikin penasaran adalah benda pusakanya. Masih kuat perkasa seperti pikirannya atau sudah lemah gemulai kayak jarit penari.

Agus Suryono
PERANG PENGUSAHA VS PENGACARA.. Pengusahanya tapi aktivis saham. Pengacara, tapi juga aktivis saham. Sekarang keduanya siap-siap melaksanakan “perang baratayudha”.. Sebaiknya biarkan saja keduanya berperang habis-habisan. Aktivis saham sachetan mending siap dan waspada. Barangkali bisa memanfaatkan panah, bom dan amunisi. Yang bisa diperjualbelikan. Dengan keuntungan lumayan.. #hanya saran..

Everyday Mandarin
Contoh singkat short selling saham Hindenburg kira2 kayak gini: Anak: Ma, pinjem HP S23 Ultra-nya ya, 1 minggu aja. Mau bawa ke reuni Agrinex. Ntar dibalikin lg koq minggu depan. Mama: Ok, ati2 ya, Nak. Jangan rusak ya. Baru beli kmrn soalnya. Lalu si anak langsung jual HP mamanya di Tokped. Krn masih baru, harganya masih tinggi. HP-nya pun laku terjual Rp 19 juta. Setelah terjual Rp 19 juta, dan si anak lgsg menyebar kelemahan S23 Ultra (andai memang ada kelemahannya). Ditambah, kebetulan si anak adalah influencer smartphone yang punya follower 9.743.004 orang, jadilah rusak reputasi S23 Ultra ini. Harga HP ini di pasaran pun sekejap rontok jadi Rp 15 juta dalam 4 hari gara2 ulah si anak. Setelah harga jatuh, si anak pun beli lagi S23 Ultra dgn harga Rp 15 juta. Dibalikinlah HP itu ke mamanya. Anak cuan Rp 4 juta. Ini namanya short selling. Persis yang dilakukan Hinderburg. Tentu investor atau trader yang berani short selling harus punya jam terbang tinggi. 菜鸟 (pemain baru) jangan coba2 short selling krn berisiko besar.

thamrindahlan
Sesudah Senin tentu Selasa/ Lusa Kamis anda kemana/ Pro kontra sudah biasa/ Mari kita bicara enam mata/ Candi Borobudur banyak stupa/ Singgah juga di Jogyakarta/ Sifat manusia memang pelupa/ Itulah nikmat tidak terduga/ Wajah topeng beragam rupa/ Pesan tigalima taruh di sofa/ Jangan tawar harga berapa/ Ketika beli dagangan dhuafa/

mz arifinuz
TOILET untuk faqir miskin. Jalan tol untuk orang kaya. Toilet, tentu bukan sekedar tempat buang kotoran, tapi juga harus dg septik teng yg sehat. Septik teng harus kedap air, tak boleh bocor, mencemari lingkungan. Di Jakarta, pencemaran air tanah, eschericia-coli, bakteri coli, tinja sampai 65-93% (21/3-19). Sewaktu nempati rumah di komplek perumahan, ada sumur nya. Saya pekerjakan tukang sumur untuk nutup antara kluwung dg semen, dari atas sampai bawah, untuk nutupi barangkali ada pencemaran dari samping sumur. Agar air yg keluar benar dari bawah, dari sumber air yg mengalir di bawah.

Chei Samen
Usah bermenung ujang ku sayang/ Pulang lah ujang upik menanti/ Istana bahagia udah terbayang/ Andai tak pulang den nekad lari.

Yellow Bean
Saya lebih melihat eksistensi saja Mereka yang terbiasa berkutat di dunia bisnis tentu otaknya tidak bisa diam, segala hal yang di lihatnya akan menjadi ladang bisnis karena selain sudah kerja otaknya juga karena sudah ada modal yang terkumpul dari bisnis yang lainnya.

Udin Salemo
Koh LT, bumi raya juga raja tanah di Ponti. Dulu, sepanjang jalan Ahmad Yani, jalan Adi Sucipto, 28 oktober dan jalan arah ke Sungai Pinyu saya lihat papan pengumuman: Tanah Ini Milik PT ….. Kalau menurut saya wajar mereka jadi raja tanah. Tahun 80-an, 90-an mereka raja kayu di Kalbar. Mungkin sewaktu banyak uang mereka beli lahan tanah dimana-mana. Waktu itu di Ponti harga tanah murah. Saya tahun 1998 sewaktu kost di jalan johar, -kost saya sepelemparan batu dari smp negeri 1- yang punya kost menyuruh saya untuk beli tanah di Parit Haji Husin 2. Tak jauh dari SMA Muhammadyah. Harganya masih murah kata beliau. Karena saya tak punya “penciuman” seperti para raja tanah tawaran yang punya kost saya tolak. Saat itu saya beranggapan daerah Parit Haji Husin itu sepi, tempat jin buang anak, hehehe… Sekarang daerah itu bukan main ramainya. Penyesalan memang datang belakangan.

Liam Then
Semoga segera dihentikan pemberian ijin hak olah tanah beratus ribu hektar kepada perusahaan asing. Batasi luas ijin konsensi. Pemerintah punya kuasa anggaran, mengatur arus ekonomi masa depan. Pemerintah ada tenaga ahli, bisa analisa mana lokasi lahan sawit ideal. Turun perintah BUMN bangunkan jalan, rakyat yang mau tanam sawit bisa masuk ke itu lahan, urus ijin konsesi/penggunaan lahan. Sawit tak susah untuk tumbuh di tanah Indonesia. Jangan banyakan diberikan ke perusahaan asing, orang sendiri jadi karyawan, memeras keringat. Duit besarnya hanya singgah sebentar di putaran uang ekonomi nasional. Kemudian di selang keluar. Saya kira itulah sebabnya ekonomi Indonesia susah tumbuh dua digit. Jika orang sendiri di berikan kemudahan, terutama yang kecil-kecil. Yakinlah mereka tak akan punya rekening di Singapura, punya perusahaan cangkang di Bahama, atau Bermuda. Uang didapat bakal di belikan ini itu, berputar terus-terusan ,pindah tangan antar orang sendiri di dalam putaran ekonomi negara. Sekarang jaman susah, staf ekonomi kepala daerah nyut-nyutan. Mesin pompa kecil ekonomi daerah, seperti toko mracangan, saingannya paus besar. Duit transferan pusat hanya singgah sebentar , tengah bulan sudah balik ke pusat. Di sedot mini market waralaba yang terang benderang itu. Toko mracangan ,agen mracangan daerah ,agen mracangan pusat, berdarah-darah. Nyut-nyutan jenis ini sangat menular.

Komentator Spesialis
Purwakarta menjadi pusat pabrik pabrik salah satu konglomerat terkaya di Indonesia. Milik keturunan India. Kebetulan saya ada hubungan bisnis. Termasuk hubungan bisnis dengan yang saya cerita geleng geleng orang India perusahaan automotive tadi. Intinya perusahaan yang di Purwakarta itu luar biasa. Salut saya. Jempol. Dari hulu sampai hampir hilir bahan tekstil dikuasai. BTW, masih ada yang ingat Texmaco ? Sebenarnya ide ide untuk kemajuan industri yang mereka pelopori luar biasa dan patut didukung. Sayangnya keburu kena krisis sis..sis…masuk daftar pasien BLBI.

Mirza Mirwan
Tuh, ‘kan, vonis untuk Ricky Rizal lebih rendah dari Kuat Makruf. “Hanya” 13 tahun. Sedang vonis untuk Ichad besok, mungkin di bawah 8 tahun. Pertimbangannya, Ichad sebagai JC. Keterangan sejak awal sidang konsisten, tidak mencla-mencle. Kenyataan bahwa ia menembak Joshua semata-mata karena tak berdaya berhubung kedudukannya dalam pangkat paling kerak dalam hirarki kepangkatan Polri. Jadi ia tak punya “mens rea” untuk menghabisi nyawa Joshua. Actus non facit reum nisi mens sit rea, hakim pasti mempertimbangkan itu.

Liáng – βιολί ζήτα
Pak Mirza Mirwan, Kita sangat menghargai kesediaan 100 orang lebih Guru Besar dari berbagai Universitas dan lintas keilmuan (sebagian besar memang dari Fakultas Hukum) yang menjadi “amicus curiae” Untuk memberikan dukungan kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Alasan utama para Guru Besar yang sebagian malah Emeritus ini menjadi “amicus curiae” adalah adanya rasa keadilan yang terkoyak, sehingga para akademisi tersebut merasa perlu untuk memperjuangkan keadilan bagi Richard Eliezer. Salah seorang diantara para Guru Besar tersebut Prof. Dr. Todung Mulya Lubis, S.H., LL.M. yang juga sebagai Duta Besar Indonesia untuk Norwegia dan Islandia berharap Majelis Hakim dapat mengambil pertimbangan hukum yang diajukan oleh “amicus curiae”, termasuk soal status Richard Eliezer sebagai “justice collaborator”. “amicus curiae” : an impartial adviser, often voluntary, to a court of law in a particular case.

Liam Then
Dengar burung gereja berkicau, freeport ID mau IPO, wah wah, Ir.Jokowi memang jenius kalo gitu. Siap-siap joran pancing dan umpan banyak-banyak ini bisa dapat tuna sirip biru, bukan gembung , tongkol lagi. Ekonomi India dan Afrika lahi hot-hotnya, mereka pasti banyak bangun rumah, rumah butuh kabel listrik, kabel listrik butuh tembaga, rumah butuh barang elektronik, barang elektronik butuh emas dan perak, orang india kawin butuh mas kawin. Wah wah wah, freeport Id kalo jadi IPO pasti warbiasa. Tepian kolam pancing pasti padat sesak.Hahaha

Juve Zhang
Tahun 1997 George Soros . Melakukan hal sama short selling terhadap duit Baht .Ringgit. Rupiah. Semua KO mencium kanvas. Konon Malaysia boncos sampai 30 milyar USD..Indonesia dan Thailand tak “dibuka” mungkin 11/12. Akhirnya habis cad.devisa Thailand dan Indonesia. Indonesia minta Cad.Devisa ke IMF. Malaysia tak mau minta IMF. Sisa cad.devisanya dipakai saja. Thailand dan Indonesia sepertinya di kuras habis oleh GS. Sekarang Adani pun gak main main 105 milyar USD di kuras habis oleh jatuhnya nilai saham. Jatuhnya Rupiah dari 2500 ke 15000 ternyata berlanjut sampai tulisan ini diketik.artinya analisa GS sangat brilian. Hitungan GS pake matematika dan informasi . GS menghitung angka 2500 / 1dolar itu tidak mencerminkan yg sebenarnya terlalu tinggi nilai itu makanya GS meramal Rupiah akan Jatuh di istilahkan di pasang Short untuk Rupiah dan ternyata akurat pu n Baht dan Ringgit dia pasang short dan Jitu.. otak saya tahun itu yakin gak nyampai alias dungu gak paham blas. Padahal waktu main ke Singapura .orang sana sudah kasih warning Rupiah mu kebanyakan di cetak hati hati banjir ke mana mana.dasar saya dungu gak paham.yg pintar langsung borong dolar dan jadi kaya mendadak.wkwkwwk GS memang bukan kaleng kaleng otaknya. GS ingin jumpa PM Mahathir tapi PM bilang tsk perlu jumpa muka. Marah PM ke GS.

Khofifah

KEMPALAN: DIA terus sibuk membangun Jatim. Padahal godaan politik nasional begitu besar. Gubernur Khofifah Indar Parawansa kini ibarat gadis cantik—dia memang cantik—yang diincar semua siapa saja. Terutama di hari-hari pencalonan presiden Indonesia mendekati deadline-nya.

Khofifah terus bersikap cool. Capres Prabowo Subianto, setahu saya, mengirim utusan. Silih berganti. Agar Khofifah mau jadi pasangannya: sebagai calon wakil presiden.

Anies Baswedan juga mengincar Khofifah. Nasdem, sebagai pengusung Anies sudah berusaha keras meminang Khofifah. Hanya Ganjar Pranowo yang belum serius mendekati Khofifah. Mungkin karena punya calon wakil presiden sendiri: Erick Thohir. Atau hanya karena belum waktunya meminang Khofifah.

Sejauh ini Khofifah masih diam. Jangankan menyanggupi. Memberikan kisi-kisinya pun tidak. Orang begitu sulit menebak ke mana arah Khofifah di percaturan politik nasional.

Dia terus memikirkan Jatim. Dia tidak ingin mendapat kesan meninggalkan tanggung jawab utama sebagai gubernur. Dia tidak terlihat membentuk jaringan relawan. Juga belum safari ke mana-mana. Dia terus safari di Jatim. Sabtu lalu saya bertemu di Takeran, Magetan. Sehari sebelumnya di Madiun.

Khofifah ingin mencatatkan prestasi maksimal di Jatim. Dia mewarisi jabatan gubernur-gubernur sebelumnya yang juga berprestasi. Kebesaran Jatim sebagai provinsi besar, kali ini ada di tangan gubernur wanita.

Meski baru sekali menyaksikan sendiri paparan Khofifah atas prestasi Jatim, saya sudah bisa mengambil kesimpulan: Khofifah sudah berhasil mentransformasikan diri dari seorang pemimpin organisasi masa wanita menjadi seorang teknokrat. Dia bisa bicara lugas mengenai angka-angka statistik yang rumit. Dia bisa menjelaskan apa yang terjadi di balik angka-angka itu: angka kemiskinan, angka tingkat pendidikan, angka pertumbuhan ekonomi, perimbangan wilayah desa-kota-pantai pun sampai ke soal tingkat kesehatan penduduk.

Khofifah tidak lagi bicara yang umum-umum seperti seorang pemimpin umat. Dia sudah selalu bicara program, bagaimana menerapkan program, target apa yang harus dicapai dan bagaimana cara mencapainya. Lalu juga bicara evaluasi, sistem, dan mitigasi risiko. Semua capaian itu tidak saya uraikan di sini karena sudah ada laporan khusus yang membedahnya di halaman-halaman di Harian Disway ini.

Ciri-ciri keteknokratan seorang pemimpin terlihat pada Khofifah. Maka, sebenarnya dia sudah layak untuk masuk ke kancah kepemimpinan nasional. Maka, kini Khofifah punya dua kekuatan besar: sebagai pemimpin umat dan sebagai administrator pembangunan.

Sebagai pemimpin umat, Khofifah adalah ketua umum Muslimat NU. Bukan satu atau dua periode. Tapi sudah melegenda. Sebagai administrator, Khofifah pernah menjadi menteri, tapi membawahkan seluruh bidang kehidupan rakyat sudah teruji ketika menjabat gubernur Jatim ini.

Sebagai kepala daerah, Khofifah juga bisa ’’ngemong’’ bawahan. Termasuk ngemong wakil gubernur Jatim yang sangat muda, ganteng, populer, dan pintar: Emil Dardak. Pasangan ini tergolong yang bisa menyimpan unsur-unsur perbedaan. Gubernur bisa membagi tugas sehingga sang wakil merasa mendapat bagian tanggung jawab. Sang wakil juga bisa membawakan diri secara baik sehingga tidak tampak ingin di depan.

Sebagai rakyat Jatim, saya merasa bersyukur bahwa provinsi ini selalu mendapat gubernur yang berprestasi. Termasuk gubernur Khofifah yang sekarang ini. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 12 Februari 2023: Ilmu Gempa

Amat K.
Enak banget mimpi buang air kecil. Uh. Terasa lega. Eh pas bangun sedikit basah di celana.

mz arifinuz
Memalukan? Kenapa harus malu bila mempercayai gempa itu bisa sebagai azab, hukuman dari Tuhan atas dosa umat manusia? Tak perlu malu, karena Tuhan bisa menghukum, menguji manusia dg apa saja. Tuhan maha Kuasa, berbuat apa saja yg dikehendaki Nya. Kita bisa tak tahu dosa2 yg dilakukan lain orang. Muslimuun tiap hari dianjurkan untuk minta ampun pd Tuhan. Shodaqoh bisa menolak bencana. Apa susah nya bagi Tuhan, menjadikan benturan2 lempeng benua dg keras atau lembut? Bila dikenai bencana, maka bersabar. Bila sukses, berhasil, maka bersyukur. Manusia tetap harus berusaha hindari bencana.

mz arifinuz
4 rukun iman Komunis Tiongkok: Buruh, tani, pengusaha, ilmu pengetahuan. Tuhan bukan rukun iman Komunis Tiongkok. Tuhan ghoib. Akal & nyawa itu ciptaan Siapa? Tgl lahir & tgl mati kita, Siapa yg nentukan? Apa kita tak perlu berterimakasih kpd Pencipta akal & nyawa kita? Apa akal & nyawa tercipta dg sendiri nya? Pencipta kita tentu maha Mengetahui. Pencipta mengutus utusan Nya, memberitahu apa yg kita belum mengetahui, ttg nama Pencipta kita, Siapa Pencipta kita, Siapa Pencipta akal & nyawa kita. Bukan sok mengetahui.

Kalender Lengkap
Sepertinya tulisan hari ini bernada sangat sekuler. Gempa memang pasti akan terjadi, karena sudah sunnatullah ada kerak bumi begerak berlawanan secara sangat perlahan tahun ke tahun, dan tiba di suatu masa tekanan akibat tumbukan lempeng tanah tersebut tiba di titik kritikalnya, lalu terlepas tiba-tiba dan muncullah gempa. Masalahnya, jika penduduk di suatu negeri itu beriman, lepasnya tekanan bisa jadi dimunculkan Allah secara perlahan berupa gempa kecil-kecil tapi sering, sampai tegangan tumbukan berkurang atau habis. Atau masyarakat wilayah gempa diberi Allah pengetahuan dan kesadaran plus rezeki untuk membangun rumah tahan gempa. Tapi kalau Allah ingin memberi peringatan, atau bahkan mengazab suatu kaum, maka lepasnya energi tumbukan bisa jadi ditiba-tibakan, dalam waktu tak terduga, dan dengan pelepasan energi yang maksimal. Plus warganya sebelumnya dibuat ngeyel sama insinyur dan pejabatnya suka korupsi besi bangunan. Jadi marilah kita banyak beristigfar, tapi tetap belajar ilmu gempa dan menerapkannya.

imau compo
Quote terbaik hari ini. Saya mendengar omongan seperti ini dari seorang Prof. Matematika, bukan dari ahli gempa. Mungkin intuisi beliau dengan ilmu yang tinggi yang memberikan pemikiran itu. Intuisi dapat lahir dari ilmu yang tinggi. Kita ambil hikmah kelirunya P’DI hari ini dengan banyaknya perusuh yang tobat. Leong Putu terenyuh timbul empati….urat lucunya hilang. Ha…ha…ha. Peace Leong Putu. Saya pesan ayam betutu saja dari kantinnya.

Jhel_ng
Ulama-ulama harus bersepakat, mungkin dalam kerangka fiqih peradaban: dalam setiap bencana, fatwa yang perlu disepakati adalah keselamatan bersama adalah nomor satu. Mau alim, ulama, kelas masyarakat apapun, hingga pendosa dari level RT sampai internasional, ketika ada bencana wajib menjaga keselamatan dirinya dan orang orang di sekitarnya. Juga komunitasnya. Juga umatnya. Negara melalui instrumennya memastikan itu. Wajib. Jika ada ulama yang di masa penanganan mengeluarkan pernyataan tidak berdasarkan sains dan azas keselamatan, dia bisa dianggap mengingkari fatwa. Prihatin, di tengah penanangan gempa yang serius, ulama Turki menyampaikan ini ada perbuatan “musuh” mereka. Di sisi lain, ulama Mesir menyampaikan itu adzab bagi sesama muslim karena gagal membela kasus di Swedia. Artinya yang ulama mesir menganggap ulama Turki yang tadi juga sebagai pihak yang berdosa yang boleh diadzab. Pernyataan-pernyataan itu kontraproduksi. Malah salah-salahan terus dan tidak ada solusi. Coba misalkan kedua ulama itu ada di Indonesia. Perseteruan bisa menjadi solusi. Dipertemukannya mereka dalam satu ring. Kemudian bisa adu tenaga dalam. Direkam, dikontenkan, dan disiarkan di sosmed. Dapat ads, bisa disumbangkan. Dan tidak ada yang terluka diantara keduanya. Kalaupun ada lukanya di dalam, namanya juga tenaga dalam… Selamat hari minggu pembaca sekalian.

Budi Utomo
Kalau mengacu pada pemikiran jitu Islah Bahrawi yang aktif dalam deradikalisasi: Qutb isu sama seperti Lenin. Lebih jelasnya bisa dilihat di Twitter Islah Bahrawi. Walau saya selalu ingat kata bijak Abah Dahlan bahwa pembaca Disway ini sudah independen dan opini dari siapapun tak bisa mengubah pemikiran seorang pembaca Disway. Baik yang ekstrem kiri (Lenin) maupun ekstrem kanan (Qutb). Yang satu memanfaatkan sosialisme. Yang lain memanfaatkan islam. Berdasarkan opini Abah Dahlan, saya setuju bahwa manusia itu hanya mau mempercayai apa yang dia mau percayai. Jadi kalau ekstrem kiri hanya percaya narasi ekstrem kiri dan ekstrem kanan hanya percaya narasi ekstrem kanan. Wah, Papa pintar! Ada apa Shinchan, jangan ganggu Papa, Papa lagi serius sama Bung KS nih! Tapi Papa juga bodoh! Lho kok bodoh? Ya iyalah kalau pintar ngapain nanggapin KS khan kita ga bisa ubah cara dia berpikir! Lagi-lagi Shinchan kabur sambil ngakak dan membuat saya tertegun merenungkan kata-kata bijak Abah Dahlan.

Denny Herbert
Kemarin sebagian para perusuh 1.0 agrinex melakukan pertemuan kopdar lagi setelah 40 hari bertemu di agrinex. Senang rasanya bisa bersilahturamih lagi dengan teman-teman baru ini.. ada yg dari Palembang dan Semarang pun datang… ada yang membawa keluarga jadi kami semakin kenal dengan keluarganya juga… Pertemuan ini jauh lebih cair dibandingkan dengan Pertemuan Perdana di swissbell hotel tempat kami berkumpul pertama kali.. sekarang sudah seperti saudara sendiri.. Kata Babeh Dahlan Thamrin/DT 40 Hari adalah symbol perubahan.. berubah yg dulu asing menjadi persahabatan.. Banyak hal yg dibicarakan bukan hanya temu kangen biasa.. semoga bisa terus berlanjut dengan kegiatan2 yg lebih bermanfaat lagi.. Kita berharap nanti ada aksi2 nyata lanjutan lagi.. Kita tunggu bahasan tambahan dari Babeh DT dan perusuh lainnya..

Kliwon
Saya kemarin juga kopdar. Numpang ikut kondangan di acara manten keponakannya pak Dahlan. Kok ya kebetulan keliatan ada pak Dahlan juga. Tapi ga berani nyapa apalagi ngajak foto. Saya ngga mau pak Dahlan tahu. Kalau saya ternyata makannya banyak dan nggragas pula.

reskon indo
@agus suryono, mohon maaf bapak, yang menjadi masalah bukan rumah tunggal (1 Lt) vs rumah susun. Namun permasalahannya ada pada konstruksi rumah/hunian itu dirancang tahan gempa atau tdk. Yang jadi masalah disini adalah konstruksi hunian dg desain struktur tahan gempa lebih mahal dari konstruksi biasa.

Kartosuwiryo
Kalau menimpa umat kompetitor disebut azab. Tapi kalau menimpa umat sendiri disebut ujian. Begitukah maksudnya mas Ahmad ?

Budi Utomo
Nah itu dia Bung KS. Bangunan tahan gempa itu mahal harganya. Karena harus bisa menahan getaran gempa. Beda dengan getaran LINDU yang dibahas seorang pembaca Disway kapan hari. Getaran hebat sekitar selang…(sensor, sensor!!!), kok jadi diktator (ditakdirkan berpikiran kotor) macam Bung Leong. Wakakaka. Wis wis ruji rubeh. Rusuh siji rusuh kabeh.

Komentator Spesialis
Alkisah, suatu hari saya iseng iseng pergi ke suatu perumahan baru. Developer Jepang. Bukan hanya serba elektronik. Anti virus dan bakteria. Kabarnya diklaim anti gempa. Lokasi cuman 5 menit dari pintu tol. Dekat stadiun kereta cepat china yang anggarannya membengkak itu. Rumahnya ada 20 cakar ayam lebih di bor sepanjang 10 meter kedalam tanah. Lantai dicor full. Dinding pre cast. Sementara 2 lantai dulu. Kalau kurang ditinggin silahkan. Wah, mantab ini ! Kepada agen salesnya saya tanya. Berapa harganya mas ? Disodorilah price list. Langsung balik kucing lihat harganya. Wkwkwk…

reskon indo
@juve zang, sebenarnya kuncinya bukan di besi tulangan ulir dan besi tulangan polos (tdk ulir). Tapi lebih kepada perhitungan kuat tarik besi tulangan beton. Suwun…

Budi Utomo
A Peng: Sayang, kita bangun rumah satu tingkat aja ya. A Mei: Mengapa Pa? A Peng: Kata Bung Juve mengurangi resiko mati kalau gempa. A Mei: Bilang saja uang ga cukup bangun rumah tingkat dua, pakai alasan resiko mati karena gempa. A Peng: Mama tahu aja. Wakakaka

Juve Zhang
Melihat reruntuhan gedung bertingkat di Gempa Turkiye . Dari video nampak besi tulangan yg digunakan masih yg polos, untuk bangunan bertingkat harus dan wajib menggunakan besi ULIR. Mengapa? Besi polos daya kekuatan menahan patah lebih kecil dari besi ULIR. Para Insinyur Turkiye harusnya tahu itu. Bahan pembuatan besi polos dan besi Ulir tentu beda, ada campuran campuran yg menguatkan mengapa besi ULIR lebih kuat. Kadar carbon lebih tinggi dll. Kalau anda lihat di Indonesia hampir pasti semua bangunan tingkat tinggi pake besi ULiR. Dan uliran nya itu menambah daya lekat antara beton dan besi ulir. Sehingga besi ulir tak perlu dibengkokan di ujungnya. Melihat di YT dari cara runtuhnya bangunan jelas bangunan itu tidak didisain dengan prinsip tahan gempa. Dan kalau lihat di Afghanistan lebih aneh lagi bangunan dua lantai gedung sekolah tak menggunakan besi tulangan satu biji pun. Aneh bin Ajaib. Konon 4 lantai pun begitu sistemnya tak ada satu potong besi pun . Artinya tanpa gempa akan aman aman saja.ada gempa akan runtuh serentak. Tak ada goyangan kolom sebagai peringatan. Model runtuh seketika sekian detik. Kalau anda mampir ke afghanistan via YT bisa dilihat tak ada toko besi jualan besi tulangan.

imau compo
P’DI hari ini banyak keliru. Alumni Tempo tapi pensiunnya sdh lama, kredo enak dan perlunya tidak utuh lagi. Coba! Apa perlunya kalimat “Malam itu Kang Fadhil tidur dengan istrinya.” Kalau Kang Fadhil tidur sama istri tetangganya, itu baru ada nilai beritanya. Itu pun tidak boleh berhenti sampai di situ, atau dipanas-panasi yg bikin masyarakat tereksitasi. Journalisme sangat strategis, dalam politik disebut kekuatan ketiga setelah legislatif dan eksekutif.

Handoko Luwanto
Eropa pernah alami masa kegelapan. Saat warganya lebih mabok agama daripada science. Hingga diamini bahwa bumi dikelilingi matahari. Sampai akhirnya iptek diterima menjadi salah 1 jalan iman mereka. Maka muncullah revolusi industri menuju abad modern. Di belahan dunia lain, China juga pernah alami masa kelaparan yang menyayat. Saat warganya lebih mabuk ideologi daripada science. Hingga saling membunuh demi mendapat pengakuan partainya. Sampai akhirnya ilmuwan dimasukkan menjadi salah 1 pilar ideologi mereka. Maka bangkitlah China menyongsong predikat negara super power dunia. Jadi….konklusinya adalah jangan mabok apapun, kecuali mabok iptek.

Jimmy Marta
Server Besirli dg mobil butut nya bergegas mengantarkan bantuan untuk korban bencana Turki. Warga Azerbaijan ini mengumpulkan berbagai barang dari paman, nenek dan para tetangga. Kasur2 ditumpuk diatas atap mobil. Box2 lain ditempatkan di belakang, hingga bagasi mobil sedan keluaran 1981 itu pun gk bisa dututup. Besirli sebenarnya dalam kondisi ekonomi yg buruk. Tp mendengar musibah yg menimpa Turki ia tergerak. “Kami harus membantu negara saudara kami”. “Kami melakukan apa yg perlu dilakukan”, ujarnya. “Dubes Turki untuk Azerbaijan begitu tersentuh. Cahit Bagci menelpon Beserli menyampaikan terima kasih atas nama bangsa dan negara. Beserli jd simbol solidaritas seluruh Azerbaijan. “Kakak ku yg berhati besar”, cuit Cahit Bagci.

Udin Salemo

#everyday_berpantun Enak tape dari beras pulut/ Makan sarapan selesai sudah/ Berkata dibelakang berbuih mulut/ Bila berhadapan terkelu lidah/ Jalan-jalan ke Kota Paris/ Banyak rumah berbaris-baris-/ Abang tak mau mati di ujung keris/ Untuk mendapatkan adik yang manis/ Burung pipit masuak ka biliak/ Di dalam biliak mamakan dadak/ Satiok ingek galah manih adiak/ Karupuak dikunyah raso martabak/

Budi Utomo
Quote Einstein itu sudah out of date. Katanya itu khan “authority based truth”. Zaman now ini dikenal sebagai zaman anti authority. Apalagi truth yang berbasis authority. Entah itu agamawan terkenal atau ilmuwan terkenal. Yang saya temukan di medsos berbahasa Inggris adalah quote sbb. Religion without science is BLIND. Science without religion is FINE. Nah lu. Gimana nih, Koh Liang? Fenomena di negara-negara “sekuler” kok gitu ya?

Liáng – βιολί ζήτα
Mengenai judul CHDI hari ini “Ilmu Gempa” – setidak-tidak terkait dengan 3 disiplin ilmu lainnya. Ilmu Gempa Bumi atau Seismologi adalah Cabang dari Ilmu Geofisika. Dengan kata lain, ketika kita belajar Ilmu Gempa Bumi mesti belajar juga Ilmu Geologi dan Ilmu Fisika, dengan Matematika sebagai Queen of Science nya ; semua jenis perhitungan dan pengukuran dengan berbagai rumusnya akan diselesaikan secara matematis. Entah mengapa seringkali ada sebagian anggota masyarakat mempertentangkan antara keyakinan agama dengan ilmu pengetahuan. Padahal agama dan ilmu pengetahuan mestinya saling melengkapi, seperti apa yang pernah dikatakan oleh Albert Einstein “Science without religion is lame. Religion without science is blind”. Di dalam kehidupan sehari-hari, faktanya kita tidak terlepas dari keterkaitan dengan aplikasi berbagai disiplin ilmu pengetahuan.

Komentator Spesialis
Rosulullah melarang kita bercanda dalam masalah agama. Jadi kalau rukun iman ada 6, ya sudah cukup 6. Nggak usah ditambah.

Leong Putu
Ada semut di dalam lubang / Ada cacing di dalam tanah / Iptek harus terus berkembang / Agar kita tidak sekedar pasrah / … 365_mantun pasrah

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Ilmu Gempa

KEMPALAN: PARA korban gempa di Cianjur pun salat gaib untuk korban gempa Turkiye. Setelah salat Jumat kemarin. Jumlah korban tewas di Turkiye itu sudah mencapai 24.000 orang.

Sahabat Disway di Cianjur, Fadillah Munajat, baru tiga minggu meninggalkan tenda. Akibat gempa Cianjur September lalu: 635 tewas. Rumahnya sendiri, di kampung Cibeleng Hilir, RT 03/01, Desa Cikancana, sedang diperbaiki. Belum selesai. Tapi ia sudah merasa aman.

Hari itu tenda yang selama 3 bulan ia tempati dibongkar. Kamar atas di rumahnya sudah ia tata. Malam itu, malam pertama pulang dari tenda, ia akan bisa tidur nyenyak. Ia pun tidur bersama istrinya.

Ternyata pukul 03.00 dini hari Kang Fadil terbangun. Begitu juga istri dan anak mereka. Malam pertama itu ternyata disambut gempa. Gempa tunggal. Besarnya 4,5 skala richter.

Kang Fadil lari turun. Keluar rumah. Disertai istri dan anak. Ia tidak lagi mimpi buruk. Gempa beneran. Tiga minggu lalu itu.

Tetangga pun meninggalkan rumah mereka. Tenda sudah telanjur dibongkar. Meski tidak ada gempa susulan, mereka tidak ada yang kembali masuk rumah. Sampai pagi.

Mengapa berani tidur di lantai atas?

“Kami sudah berhitung. Justru kalau di kamar bawah kami takut tertimpa beton,” katanya.

Untuk perbaikan rumahnya itu Kang Fadil dapat bantuan dari Presiden Jokowi. Ia masuk rombongan dapat bantuan rusak sedang: Rp 30 juta. Sekarang sudah dua kali cair. Kurang sekali lagi.

Kontrol dari kementerian PUPR kelihatannya ketat. Tahapan itu dicairkan setelah di lapangan ada kemajuan.

Kang Fadil tidak merobohkan rumahnya yang retak berat. Tim ahli yang datang ke rumahnya mengizinkan untuk hanya dilakukan perkotaan. Fadil diberi brifing apa yang harus diperbaiki dan diperkuat. Setelah dapat tukang, brifing dilakukan lagi ke yang mengerjakan itu. Terutama soal ukuran besi tulang dan jarak besi pengikat itu. Lalu seminggu sekali penyelia PUPR datang mengawasi pekerjaan.

“Dua minggu lagi semua perbaikan selesai. Mungkin habis Rp 50 juta,” ujarnya.

Syukurlah program rehabilitasi korban gempa Cianjur berjalan dengan disiplin ilmu bangunan.

Memang masih ada sebagian agamawan kita yang berpendapat gempa itu bagian dari azab. Yakni bentuk hukuman dari Tuhan atas dosa umat manusia. Tapi golongan seperti ini kian kecil. Juga kian tersudut. Kian memalukan.

Mungkin mereka terpengaruh tafsir yang mendalam tentang banjir di zaman Nabi Nuh itu sebagai bentuk hukuman.

Meski belum seperti di Tiongkok, ilmu pengetahuan kian mendapat tempat di kalangan agamawan. Penemuan-penemuan penyebab gempa akan terus memperbaiki tafsir-tafsir lama.

Di sistem komunisme Tiongkok ilmu pengetahuan sudah menjadi salah satu rukun iman mereka yang empat.

Komunisme Tiongkok terus menambah unsur dalam rukun iman mereka. Komunisme yang asli hanya mengenal eka sila: perjuangan buruh. Melawan majikan.

Ketika masuk Tiongkok tauhid komunisme itu dimusyrikkan. Ditambah satu: perjuangan kaum tani. Menjadi dwi sila. Lalu di zaman Jiang Zemin ditambah satu lagi: pengusaha. Maka sejak itu komunisme Tiongkok menjadi komunisme tiga kaki: buruh, tani, pengusaha.

Pencipta ideologi komunis tidak bisa marah ketika buruh yang harusnya melawan pengusaha justru disatukan dalam tiga rukun iman. Pendiri komunis toh sudah meninggal dunia.

Rukun iman komunisme Tiongkok itu belakangan menjadi empat. Yakni di zaman Presiden Hu Jintao: buruh, tani, pengusaha dan ilmuwan. Apa pun yang tidak sesuai dengan ilmu pengetahuan harus dilawan. Harus dianggap musyrik komunis.

Gus Dur pernah punya ide menambah rukun iman yang enam menjadi tujuh: ditambah keadilan sosial, atau membela Si miskin. Selama ini ayat-ayat yang membela Si miskin sudah sangat banyak, tapi rupanya harus ditingkatkan menjadi bagian dari rukun iman: agar dalam membela Si miskin sederajat dengan kepercayaan pada Tuhan.

Saya pernah mewawancarai Gus Dur saat itu. Ketika masih jadi wartawan muda majalah TEMPO. Heboh. Gus Dur cuek. Tapi kemiskinan tetap berat 40 tahun kemudian.

Agama menawarkan surga di akhirat nanti.

Ilmu pengetahuan menawarkan surga di dunia sekarang ini. Agar Turkiye dan Cianjur tidak jadi neraka gempa. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 11 Februari 2023

Jhel_ng
Indonesia memang berada di pertemuan lempeng bumi. Lempeng Australia yang menghujam di bawah lempeng Eurasia. Pertemuan lempeng itu ada di laut, sampai kedalaman tertentu. Selebihnya ada di bawah pulau2 namun dalam sekali. Pertemuan lempeng yang menyebabkan gempa di Tuban (laut jawa) sudah di kedalaman lebih dari 100 km. Gempa kuat 7 SR, tidak akan terasa besar di darat. Pun yang di laut selatan, meskipun besar, efeknya di darat tidak besar. Energinya sudah terbagi kemana-mana. Kalau terlalu besar dan terlalu dangkal, terjadi Tsunami. Itupun masih ada waktu untuk mitigasi. Dominasi gempa darat di Indonesia terjadi karena sistem sesar atau patahan. Tidak terlalu dahsyat. Berbeda dengan yang terjadi di Turki. Atau Nepal. Atau negara-negara arab. Pertemuan lempeng terjadi di darat. Kekuatannya besar. Daya redamnya kecil. Energi dari pusat gempa mudah dipindah pada medium padat. Bencana gempa ada dalam pelajaran agama. Selama masih dianggap gempa itu adzab, peringatan, ujian, atau bahkan akal-akalan pihak “musuh”, selama itu pula manusia akan gagal memitigasi bencana gempa. Gempa bumi adalah nature. Kawaspadaan kita adalah anugrah dari Tuhan. Selamat berakhir pekan dalam kedukaan..

mz arifinuz
Nature/alam, semua alam semesta adalah ciptaan Tuhan, dikendalikan oleh Tuhan. Manusia wajib belajar apa pun. Gempa bila tak ada bangunan tinggi, berat, tentu tak tewaskan manusia. Manusia mencelakakan diri nya sendiri?

Ardi Suhamto
Sebagai orang berkatepe condet, mau koreksi: Condet itu di Jakarta Timur, bukan Selatan Bah

Kang Sabarikhlas
Innalillahi wa innailaihi rojiun kolom kosong diatas mestinya blok warna hitam sebagai ungkapan rasa belasungkawa untuk korban gempa di Turki dan Suriah. Maaf saya ndak bisa buat blok hitam sebab hp saya ndak smart.. eh anu saya kok yang goblik, duh. *edisi niru halaman koran yang diblok hitam

mz arifinuz
LINDU. Dulu sewaktu SR, Sekolah Rakyat, teman2 di kampung nyebut orgasme dg kata2: lindu/ gempa. Maka nyebut lonte/pelacur dg samaran: lindu. Guncangan yg penuh nikmat. Guncangan yg bisa bawa dosa, penyakit, neraka; bisa pula bawa pahala, sehat, sorga dunia akhirat.

Liam Then
Saya sering terkagum-kagum tak ada habisnya. Ketika baca artikel singkat tentang ahli-ahli peneliti. Otak dan ketekunan mereka luar biasa. Apalagi baca artikel tentang peluncuran satelit ,atau wahana ke luar angkasa. Atau astronot ke stasiun ruang angkasa. Betapa presisi perhitungannya, ahli matematika , ahli-ahli fisika. Bisa hitung secara presisi, gaya tarik gravitasi bumi, meminjam. Gravitasi bumi untuk melontar wahana. Penyesuaian wahana. Saya tersadar betapa hebatnya mereka, ketika sadar bahwa stasiun antariksa itu mengorbit bumi dengan kecepatan 28.000 km/jam. Weleh, trus itu nyantol nya gimana, bisa presisi. Nyesel tak sekolah. Hahaha

Liam Then
Saya pernah merasakan ikut horang kaya seperti itu, tapi masih taraf level nasional. Aneh saja rasanya, tiba-tiba di telpon, kau besok ke Makassar, temani si Anu. Kau besok ke Bali, dibandara ke temu si Anu. Kau besok ke Medan ambil anu. Yang saya paling mangkel, waktu terima perintah ke Bali, saya sudah senang duluan, akhirnya kesampaian juga keinginan ke Bali, mana gratis lagi. Ternyata hanya sebatas sampai di bandara-nya Bali, ambil koper yang tertinggal. Coba gondok ngga? Sekarang saya bingung kalo ditanya orang pernah ke Bali ngga. Gimana coba jawabnya…? “Pernah, tapi hanya sampai bandara” Jawaban seperti ini masalah, karena pasti bikin repot untuk jawab pertanyaan susulan. Jika di jawab “pernah” saja. Tar lebih repot lagi jika di tanya , kemana saja waktu di Bali. Horang kaya memang sering aneh-aneh.

Jimmy Marta
Beruntung sekali rasanya seorang Beni yg tukang cukur. Saat sang bos berobat ke Singapura, beni disuruh datang kesana. Ia diberi tiket pp hanya untuk mencukur rambut sang bos yg tdk seberapa. Rupanya beni seorang tukang cukur multi talent. Disamping bisa nyukur, bisa juga ngurusi kepentingan lain sang bos. Ia sering bolak balik ke s’pura disuruh melakukan sesuatu. Dan sering juga diajak nemani sang bos mampir ke kasino marina bay. Muri mungkin boleh nyatat ini. Biaya cukur LE ini, pasti akan tercatat sbg ongkos cukur rambut termahal sedunia.

Handoko Luwanto
Secara garis besar reaksi netizen terhadap bencana bisa dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama, reaksi netizen berlandaskan kemanusiaan. Di kelompok ini tidak ada sekat-2 agama, suku, ras, status sosial dll. Kebencian & perang bisa disisihkan dulu, demi rasa empati untuk membantu korban. Meski korbannya ada di pihak lawan. Di kelompok inilah tempat bagi cerita seperti “Good Samaritan”. Kelompok kedua, reaksi netizen berdasarkan kecurigaan. Curiga jangan-2 di lokasi bencana sudah terlalu banyak dosanya. Curiga jangan-2 ada agenda terselubung dibawa regu penolong yg berbeda imannya. Curiga jangan-2 ada konspirasi untuk melakukan genosida. Curiga jangan-2 itu psywar dari makhluk asing luar angkasa. Turut berdukacita bagi korban gempa bumi Turki-Syria.

Liam Then
BBC melaporkan pandangan reporternya, banyaknya korban bangunan roboh, karena kebijakan amnesti denda pada pembangun gedung yang tak sesuai peraturan. Amnesti seperti itu kerap di keluarkan oleh pemerintah. Mengutip ahli geologis lokal yang di wawancarai reporter itu , katanya , memberikan amnesti semacam ini , di negeri yang penuh patahan gempa , setara dengan kejahatan. Pindah baca laporan Tom Bateman, masih dari BBC. Kok rasanya dejavu, ternyata gaya tulisan, bahkan irama kalimatnya mirip tulisan Pak Bos. Ada “nafas karakter” didalam tulisan Mr.Tom. Tulisan berita semacam inilah yang “pegangannya” kuat, ada ciri khas, membaca pembaca ke sepotong peristiwa yang di reka ulangkan penulis. Inilah yang saya kira hilang dari reportase-reportase online kita sekarang. Reporternya bahkan sekadar untuk meniru, tak punya kreatifitas, tak punya karakter kuat. –pengamat jurnalistik amatir junior – terakreditasi D+.

Udin Salemo

#everyday_berpantun Berenang-renang ikan di karang/ Ekornya bergerak bergoyang-goyang/ Badanku ini terasa meriang/ Merindukan pelukan adik seorang/ Ipul terposok masuk selokan/ Banyak orang yang menertawakan/ Jangan pernah engkau ragukan/ Janji setia yang abang ikrarkan/ Musajik rayo di Kota Padang/ Tanah Data punyo Pandai Sikek/ Kok angan alah mulai panjang/ Baa caronyo adiak ka dapek/

Amat K.
Elang jawa mengepak sayap/ Anak berlari dikejar angsa/ Janji setia mudah terucap/ Abang setia apa buktinya?

Budi Utomo
Mari mulai sekarang kita membiasakan diri menulis Turkiye sebagai pengganti Turki/Turkey. Karena Turkiye adalah endonim sedangkan Turki/Turkey adalah eksonim atau nama yang diberikan orang asing/luar. Sama seperti Iran (endonim) dan Persia (eksonim). Atau Tiongkok (endonim) dan Cina (eksonim). Mengapa diubah menjadi Turkiye? Karena Turkey juga dipakai sebagai nama unggas yang biasanya disembelih lalu dipanggang dan dimakan pada perayaan Thanksgiving di USA. Dan seseorang disebut Turkey, menurut konotasi English, berarti orang bodoh. Erdogan nampaknya sangat terganggu atau tersinggung dengan nama Turkey (Indonesia: Turki) tersebut. Tak apalah kita tambah dua huruf YE di belakang TURKI. Apalah arti sebuah nama? Ada yang bilang tak berarti. Tapi bung Johan pernah memberi humor mengenai seorang anak suku “native” Amerika yang protes tidak diberi nama “Mighty Eagle” atau “White Cloud” sesuai fenomena yang nampak ketika seorang lelaki mengetahui istrinya hamil. Sang anak diberi nama “Leak Condom”. Wakakaka

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Gempa Maras

KEMPALAN: SALAT gaib dilakukan di begitu banyak masjid di Indonesia Jumat kemarin. Pun di masjid desa di pelosok Gondang, Pacet. Usai salat Jumat.

“Alhamdulillah 63 mahasiswa kita di Maras selamat,” ujar Hammam Ishthifaulloh, ketua persatuan pelajar mahasiswa di Kahramanmaraş, bagian selatan Turki.

Kota Maras –begitu nama aslinya– adalah kota paling parah di bencana gempa bumi tektonik 2023 ini. Mengagetkan: jumlah korban terus bertambah secara drastis. Hari pertama tercatat hanya 2.000 lebih yang meninggal. Sampai kemarin sudah lebih 21.000 orang tewas.

Hammam, asli Semarang, kuliah di Kahramanmaraş Sütçü İmam Üniversitesi. Ia ambil jurusan ekonomi. Ketika gempa terjadi, Hammam lagi di asrama. Sebuah bangunan empat lantai di pusat kota Marash. “Saya lagi main HP. Tiba-tiba terjadi gempa,” ujarnya saat saya telepon tadi malam.

Main HP pada jam 04.16 pagi? “Malam itu saya kurang bisa tidur. Bangun-bangun terus,” ujar Hamam.

Begitu terguncang, Hammam langsung lari keluar. Ia segera menghubungi semua mahasiswa Indonesia yang ada di Maras. Saat itu juga Hammam tahu, semuanya selamat. Ia juga langsung berkoordinasi dengan Kedubes RI di Ankara. Semua mahasiswa diungsikan ke Wisma Indonesia di ibu kota Turki itu. Keesokan harinya. Naik dua mobil besar. Sejauh 5 jam ke arah utara.

Hammam lulusan SMA Islam Terpadu IHSANUL FIKRI di Magelang. Ayahnya seorang guru. Ia pilih kuliah di Maras dengan logikanya sendiri: masih sedikit mahasiswa Indonesia di kota ini.

Kenapa korban gempa ini begitu besar? Bukankah skala gempa ini 7,8 SR? (Gempa Lombok 2018: 7 SR).

“Banyak sekali gedung 4 lantai atau lebih tinggi lagi,” ujar Hammam. “Juga karena ada gempa susulan yang juga keras sekali,” tambahnya. “Bersyukur kota ini jauh dari laut. Tidak terjadi tsunami,” tambahnya.

Kota Maras boleh dikata sangat terpencil –dilihat dari Istanbul. Nama kota Maras ditambah dengan ”Kahraman” di depannya untuk menghormati peranan kota itu di sejarah perjuangan Turki.

Maras adalah kota Pahlawan. Kahraman. Inilah kota yang mati-matian mempertahankan kedaulatan Turki di masa lalu.

Kota Maras memang berada di dalam jalur perlintasan berbagai peradaban dunia.

Kota-kota di sekitar Maras adalah kota-kota berperadaban tua. Di zaman apa pun peranannya sangat penting. Terutama sebelum hadirnya lalu-lintas laut dan udara. Inilah kawasan penghubung antara Eropa (Roma) dan Istanbul ke Jerusalem dan Asia Tengah.

Aleppo yang tidak jauh di selatan Maras adalah kota paling metropolitan di zaman itu. Aleppo adalah kota penting di Syria. Ketika Aleppo hancur di perang Syria belakangan ini, pengungsi membanjir ke utara. Ke Turki. Termasuk ke kota Maras. Begitu banyak pengungsi Syria di Maras. Mereka lari dari kekejaman perang. Kini mereka menjadi korban kekejaman gempa.

Maras dan 9 provinsi di sekitarnya paling parah menderita gempa. Gempa itu sampai ke Syria bagian utara. Dari Maras hanya 2 jam ke perbatasan Syria dengan mobil.

Meski Maras tergolong kota kecil di Turki (berpenduduk sekitar 500.000 orang) ada universitas yang unik: pusat kajian tafsir-tafsir Quran Indonesia.

Muhammad Aqilsyah juga memilih kuliah di Maras. Aqil memilih jurusan sejarah Turki. Maras adalah pusat sejarah Turki. Aqil asli Condet, Jakarta Selatan. Ia alumni madrasah di Bogor yang didirikan oleh tokoh Muhammadiyah, Bahtiar Nashir. Aqil menghafal Quran di pondok itu. Ia sudah hafal 23 juz ketika harus berangkat ke Maras. Ayahnya sudah meninggal. Ibunya punya kios kain di Depok

“Saya lagi mainan HP ketika gempa terjadi,” ujar Aqil. “Saya belum tidur sepanjang malam itu,” tambahnya.

Aqil main HP dini hari itu juga untuk, katanya, mengapresiasi dirinya sendiri. Sudah seminggu terakhir otaknya terkuras. Bahkan sejak sebelum itu. Minggu lalu adalah minggu ujian. Ujian baru saja selesai.

Ketika gempa terjadi, Aqil tidak langsung lari. Ia tinggal di lantai 2 asrama empat lantai. Asramanya tidak rusak. Padahal di pusat gempa. Hanya lemari yang bergeser. Dan lemari buku terempas.

Setelah terjadi gempa susulan, Aqil turun dan menuju halaman. Lalu menelepon ibunya di Depok. Ada 6 mahasiswa Indonesia lainnya di asrama yang sama. Mereka lantas mengungsi ke kampus. Semua mahasiswa Indonesia kumpul di kampus. Untuk diungsikan ke Wisma Indonesia di Ankara.

Kota Maras tidak hanya pusat peradaban. Ternyata Maras juga pusat gempa. Kota itu persis di segitiga patahan bumi. Tanah Arab di selatan bergerak ke utara: membentur daratan Turki. Lalu daratan Turki itu bergeser ke barat. Begitulah ahli gempa menjelaskan ke berbagai media dunia.

Turki telah membantu dunia akibat perang di Ukraina. Kini dunia membantu Turki. Dunia harusnya begitu. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 10 Februari 2023: Salam Baru

Jhel_ng

Benar bahwa ada beda antara yang NU dan bukan dari sisi pelafalan kalimat sebelum salam. Pun benar bahwa lama-lama, “wallahul muwaffiq” akan menjadi standar baku yang umum digunakan. Termasuk saya, yang bukan NU, bukan santri, mau tidak mau menggunakannya. Karena dulu kerja di pondok bintang sembilan, lanjut kerja di kementrian ikhlas beramal. Atau menggunakan keduanya diawali “wa billahi…” lanjut “wallahul…” lanjut lagi “wassalamu’alaikum…”. Panjang memang. Tapi mengucapkan tiga kalimat sekaligus ada kesan menghormati semua golongan, baik NU dan Non-NU. Tidak masalah sepanjang itu toh semua kalimat hasanah. Toh semua adalah doa. Doa yang diucapkan menjadi doa bagi yang mengucapkan dan yang mendengarkan. Itu baik. Itu adem. Yang jadi masalah adalah apabila ragu untuk mengucapkan, lebih baik tidak diucapkan. Daripada kalimat yang keluar tidak jelas, artinya tidak jelas, malah bermakna lain. Lebih baik dalam bahasa Indonesia, dengan mencari kalimat yang artinya baik dan menjadi doa. Saya senang bila tulisan Abah DI pagi ini menjadi khutbah Jumat, inilah yang dinamakan khutbah kilat. Yang jelas sudah ada doa dalam khutbah ini.

Ahmad Zuhri

Orang baru belajar janganlah dibuly dulu, biarkan saja.. jarno ae sak isone, nanti baru dibetulkan pelan2.. Yg saya suka kmrn itu pidatonya Gus Yahya, keren sekali menurutku.. “O Universe, welcome to the second century of Nahdhotul Ulama”..

Er Gham

Saat orang bicara dan menutup dengan suatu kalimat penutup macam macam, apakah benar diucapkan dengan tulus? Apakah hanya sekedar basa basi dengan harapan mendapat pujian? Atau hanya memberikan kesan, bahwa pembicaranya adalah orang yang baik? Bagaimana dengan pejabat suatu daerah misalnya, yang sering memberikan sambutan dengan kalimat penutup yang indah, tapi ternyata korup? Negeri ini sudah terlalu banyak pencitraan.

Amat K.

Baru saja dapat kabar dari Arab Saudi meski kejadiannya beberapa jam yang lalu, tepatnya, dini hari waktu Arab Saudi. Jadi begini, dalam duel yang berlangsung di kandang Al Wehda, King Abdul Aziz Stadium, Al Nassr berhasil menang besar atas tuan rumah 4 – 0. Semua gol diborong oleh Bang Dodo. Iya, abangku Cristiano Ronaldo quattrick. Beruntung sekali kiper Al Wahda ini, Abdulquddus Atiah, gawangnya dijebol empat biji gol dari Cristiano Ronaldo. Bagaimana tidak beruntung, tidak semua kiper bisa mendapatkan itu. Itu malam yang indah di kota suci Makkah. Bang dodo dapat pulang dengan senyum semringah. Setelah pertandingan, lanjut lagi bikin gol-gol lain di rumah. Salam. Salam olahraga!

Budi Utomo

Bung Jokosp. Minions sering bilang muagh muagh itu yang artinya kiss kiss. Wakakaka. Bahasa minions adalah bahasa pidgin alias bahasa hancur-hancuran. Seperti English pidgin yang dipakai di Papua New Guinea. Contoh: Nem bilong mi (Name belong me) = My name is. Gras bilong hed (Grass belong head) = rumput milik kepala = hair = rambut. Haus sik = house sick = rumah sakit. Haus dok sik = house dog sick = rumah anjing sakit = rumah sakit hewan. Wakakaka

Budi Utomo

Tu La Li Lo Ti Amo. Salam Minions yang artinya We Love You. Kami Cinta Kalian. By the way, bahasa minions adalah bahasa campuran Inggris, Perancis, Indonesia, dll. Tu La Li Lo Ti Amo kalau dianalisis satu per satu adalah Tu = To (English) yang artinya Untuk. La Li Lo >> tafsiran saya adalah gua & elo. Ti Amo = The Amor = The Love. Wakakaka

Agus Suryono

SALAM LENGKAP NASIONAL..
1). Assalamu’alaikum warahmatulahi wabarakatu.. (ISLAM. Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya terlimpah kepada kalian).
2). Salam sejahtera bagi kita semua. (KRISTEN KATHOLIK).
3). Shalom. (KRISTEN PROTESTAN. Damai).
4). Om Swastyastu. (HINDU. Semoga dalam keadaan selamat atas karunia Hyang Widhi).
5). Namo Budhaya. (BUDHA. Terpujilah Sang Budha).
6). Salam Kebajikan. Atau: Wei Dong Tian. (KONG HU CU. Hanya kebajikanlah yang bisa menggerakkan Tian).
7). Rahayu. Atau Rahajeng. (JAWA. Selamat. Sejahtera. Beruntung. Terhindar dari malapetaka, atau kesengsaraan).
8). Sampurasun. Sampurnaning ingsun. (SUNDA. Semoga sempurna diri Anda. Jawabannya: Rampes: Rampa salira – “Semoga sempurna juga diri Anda. Rampa: raga. Salira: anda).
9). Horas. (BATAK).
10). Mejuah-juah. (KARO).
11). Tabik Pun. (LAMPUNG).
12). Talamaki Sapada Salama. (BUGIS).
13). Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka Saruga, Basangat Ka’Jubata. (DAYAK. Adil ke sesama, bercermin ke surga, bernafas kepada Tuhan).
14). Tabea. (MINAHASA).

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt

Saya sering mendengar beberapa orang. Di beberapa kampung atau daerah. Kayaknya sudah lumrah. Sudah biasa. Apa yg saya dengar? “Salam pembuka dan salam penutup ora penting, sing penting yoiku salam tempel.”

Mbah Mars

Kalimat khas sebelum salam penutup. NU: Wallahul muwafiq ilaa aqwamit throriq. Gaya pakai pecinya miring ke belakang. Klepas-klepus udud. Muhammadiyah; Nashrun minallah wa fathun qariib. Pakai pecinya tidak miring-miring. Ngemut permen. Islam umum: Wa billahit taufiq wal hidayah. Pecinya bisa miring bisa tidak. Ada yang udud ada yang tidak. Kalau yang pakai pecinya miring kanan-kiri: orang yang kalah main ceki. wkwkwkwk.

Nurhasan UIN Jakarta

Di kalangan aktivis organisasi kemahasiswaan terdapat 3 penutup salam yang berbeda, HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Billahit Taufiq wal Hidayah, PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Wallahul Muwaffiq Ila Aqwamith Thariq, dan IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Fastabiqul Khairat

Parikesit

Tersebutlah kitab “Mulhatul i’rob” Kitab Nahwu Shorof, biasanya dipelajari di kelas setelah I’mrithy dan sebelum kelas Alfiyah Ibnu Malik. Di situ ada salam penutup yang khas. Berbentuk nadzam, berima seperti pantun, artinya pun sangat mendalam. Ada gurauan, kalau pakài salam itu, berarti ilmu gramatikanya tidak buruk. Ini dia salam penutupnya, Abah boleh mencobanya : Wa in Tajid “Aiban Fa Suddal Khōlala. Fa Jalla Man Là fihi ‘Aibun wa ‘alã. Selamat Mencoba. Hehehe..

Liáng – βιολί ζήτα

Komentar di bawah ada yang membahas ucapan Shalom, berikut ini penjelasannya secara singkat. Ucapan salam umat Kristen adalah “Shalom alechem” (Bahasa Ibrani שלום עליכם shālôm ʻalêḵem) yang berarti “damai kiranya menyertaimu”. Dan dijawab dengan “Aleichem shalom”. Tetapi umat lebih umum mengucapkannya secara singkat “Shalom” yang berarti “salam sejahtera”. Dan dijawab dengan ucapan “Shalom” juga. Di Jayapura ada ke-khas-an tersendiri (kebetulan saya pernah 3 hari di sana), masyarakat Jayapura umumnya mengucapkan salam “Haleluya” (Bahasa Ibrani: הַלְלוּיָהּ) yang berarti “Pujilah Tuhan”. Dan dijawab dengan ucapan “Haleluya” juga.

bagus aryo sutikno

Piring wajan ngge wadah indomi Hai suami tampan monggo mriki aku wes ora nganggo klambi

bagus aryo sutikno

Njipuk banyu ning bengawan Hai bojoku sing ayu monggo enggal2 mapan

Kang Sabarikhlas

Berhubung malem jumat minggu depan dirumah saya ‘ketekekan’ acara grup Yasinan, sebagai tuan rumah sayapun belajar salam pak erick eh anu.. salam yang baru “Wallahul muwafiq illa aqwamit tharieq”,.. ber-kali² saya ucapkan kok ndak enak, apa karna saya niru tulisan Abah mungkin kebanyakan spasi… duh, nanti kalau mengucapkannya ndak fasih saya di’cap’ islam abangan lagi. anu,.. doa malamnya malem jumat itu apa ya?.. biar istri saya hepi klepek-klepek nangis romantis. duh, maafkan saya wong goblik. Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leong Putu

Joko Sembung budal mulih…. Lah dalaaaaaah bersambung malih….

Agus Suryono

RISALAH RAPAT: SALAM PEMBUKA PERLU DI DAFTARKAN SEBAGAI HAK PATEN.. “Bos, ternyata ‘Salam Pembukaan’ kita ditulis oleh pak Dahlan Iskan di Disway.” “Terus kenapa..?” “Takutnya nanti salam itu langsung jadi ‘milik’masyarakat.” “Kalau begitu, koordinasikan dengan semua pihak terkait, untuk didaftarkan sebagai hak paten organisasi kita.” “Siap pak..”

Amat K.

Perahu kayu tidak berdayung/ Sungainya surut setinggi dada/ Inilah rindu tiada berujung/ Orang disayang telah tiada. Rindu-serindu-rindunya

Udin Salemo

#everyday_berpantun Mawar berwarna merah pekat/ Bunganya sedang merekah Salam sehat di hari jumat/ Semoga berlimpah akan barokah/ Harum baunya sibunga mawar/ Baunya sampai rumah Bang Badu/ Adik ini seperti obat penawar/ Meredakan abang yang punya rindu/ *mantun_mengkudu Matang sudah buah mengkudu/ Jatuhnya di tengah sawah/ Malam jumat malam yang ditunggu/ Pagi-pagi lutut abang terasa goyah/ Walaupun jatuh di tengah sawah/ Tak membuat ikan binasa/ Walaupun lutut terasa goyah/ Perasaan bahagia luar biasa/

thamrindahlan

Burung pipit terbang beruntun/ Bercicit ria seolah ber shalawat/ Tidak sulit Jum’at berpantun/ Tetap gembira selalu sehat/

Jimmy Marta

“Assalamualaikum”. Anda mendapat 10 pahala. “Assalamualaikum warahmatulloh”. 20 pahala yg anda peroleh. “Assalamualaikum warohmarullohi wabaraakatuh” Anda akan menerima 30 pahala. (HR: Bukhari dan Muslim).

Jimmy Marta

Bg@yea. Kalau yg kt ucapkan sesuai tempatnya, pun sumpah serapah terasa indah.

yea aina

Sapaan dan salam, menggambarkan pikiran juga suasana hati pengucapnya. Mungkin sama halnya dengan sebuah tulisan (komentar): ekspresi pikiran dan suasana hati penulisnya. Pemikiran Kiai Ahmad Abdul Hamid, menyusun kalimat salam “tambahan” khas NU, cukup luar biasa. Bagi yang telah terbiasa, bisa dipastikan NU tulen. Bagi yang masih “grothal grathul”, tapi agak maksa mengucapkannya: NU tiban. Mendadak NU. Selanjutnya apa motif pengucapnya: anda sudah tahu.

Johannes Kitono

Salam baru khas NU, apakah perlu ? Bukankah para petinggi NU harus bangga dan jiwa besar. Apabila Salam NU nya di adopsi atau dipakai orang diluar NU, tentu untuk hal hal yang positip. Toh, partai partai politik yang bernuansa Muslim dan pemerintah umumnya tidak berani gegabah. Selalu memasukkan tokoh tokoh NU di jajaran pengurus atau malahan jadi Menteri Kabinet. Angka statistik berbicara, biarpun tidak pakai kartu anggota, ada 95 juta orang anggota NU ( 2021 ).Kalau semua anggota NU kompak, diatas kertas bisa mengalahkan partai penguasa. Dulu pernah diskusi dengan seorang teman di CP Thailand. Kenapa Thailand tidak patenkan Sop Tom Yam Kung ( Sop asam pedas udang ) yang terkenal enaknya. Dan selalu merupakan menu wajib di setiap Resto Thai Food. Jawabnya dengan enteng: ” Biarkanlah Sop Tom Yam Kung menjadi Sop Internasional. Dan pencinta kuliner pasti ingin menikmati Tom Yam kung dinegeri asalnya.Hitung hitung Tom Yam Kung sudah ikut mempromosikan bisnis Pariwisata Thailand “. Sebaiknya hal yang sama berlaku dengan Salam Baru NU. Kalau setiap kali perlu ada Salam Baru tentu repot juga. Apalagi kalau Salam Baru itu di patenkan dengan UU No.19 Tahun 2002 . Tentang Hak Cipta. Tentu tambah pusing juga para Kiyainya.

Komentator Spesialis

Sebenarnya seperti ini di tempat lain juga ada. Misal : Ikatan Pelajar Muhammadiyah salam penutup “Qul walqolami wamaa yasthuruun” sebelum salam. Atau Pemuda Muhammadiyah yang pakai “Fastabiqul Khoirot”. Tetapi saya setelah paham nggak mau ikut ikutan latah. Mending ikutan Rosulullah Muhammad SAW. Mau itu ustadz, kyiai, gus, buya atau lainnya. Memang kita lebih tahu soal agama daripada Nabi. Yang paling tahu soal agama dari Allah melalui wahyu. Cukup : Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarohkatuh.

Mirza Mirwan

Salah saya juga, kenapa sepulang Jumatan, sebelum makan siang saya harus menengok portal berita Turkiye dan Suriah lebih dulu. Akibatnya, begitu menyuap nasi, rasanya sulit melewati tenggorokan. Pertambahan korban tewas akibat gempa Turkiye begitu cepatnya. Sebelum subuh saya tengok baru 17.000-an (di Turkiye) dan 2.800-an (di Suriah). Tadi pagi usai baca CHD saya tengok lagi meningkat menjadi 17.600-an dan 3.100-an. Dan sekarang sudah 18.700-an dan 3.500-an. Artinya 22.200-an korban tewas. Saya merasa trenyuh, terutama, bukan untuk mereka yang tewas, melainkan untuk mereka yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan. Saya tak dapat membayangkan bagaimana derita sakit yang mereka rasakan, terutama yang mengalami patah tulang . Seperti terdengan di telinga saya keluhan Selim Seyed, bocah 12 tahun, yang berhasil diselamatkan setelah terkubur reruntuhan selama 30 jam tempo hari. “Tuhaaan…, bila inilah kehendakMu, sepatutnya Engkau pun menangis bersama kami.” Ya Allah, berilah ketabahan iman dan kesabaran saudara-saudara kami di Turkiye dan Suriah, dalam menghadapi ujian yang Engkau berikan. Aamiiin.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.