Dhania Eliezar

waktu baca 12 menit
Foto: Fransiskus Adryanto Pratama/JPNN.com

KEMPALAN: ANDA terkejut lagi kemarin: Richard Eliezer dijatuhi hukuman sangat ringan. Hanya 1,5 tahun penjara. Padahal ia yang menembak kepala Yosua.

Mungkin hakim punya keyakinan, yang tidak diucapkan, belum tentu tembakan itu yang menewaskan Yosua. Bisa saja Yosua baru tewas oleh tembakan setelah itu: yang dilakukan Irjen polisi Ferdy Sambo.

Yang jelas hakim menilai Eliezer adalah justice collaborator. Berkat keterangan Eliezer-lah terungkap bahwa ia hanya disuruh atasannya: Sambo. Bahkan Sambo sendiri lantas juga menembakkan pistol ke kepala Yosua.

“Tapi itu berlebihan. Terutama bila dikaitkan dengan hukuman pada Bripda Ricky Rizal yang 13 tahun,” ujar sahabat Disway Rohman Budijanto (Roy) yang juga ahli hukum di Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang. “Padahal justru Rizal yang berani menolak perintah Sambo untuk menembak Yosua,” tambah doktor hukum dari Unair Surabaya itu.

Saya mengenal Roy sangat lama. Ia wartawan yang berprestasi. Sampai pernah jadi pemred di Jawa Pos. Lalu kini merangkap jadi staf khusus Menko Kesra.

“Kalau Rizal dihukum 13 tahun penjara, harusnya Eliezer dihukum 15 tahun. Itu sudah ringan. Harusnya kan seumur hidup,” katanya.

Roy mengakui jasa Eliezer sebagai JC sangat besar. Tapi itu bukan yang paling menentukan. Bukan pula satu-satunya. Roy mengunggulkan jasa istri seorang polisi yang sangat besar: Dhania Choirunnisa. Dia istri Baiquni Wibowo yang sudah dipecat dari keanggotaan polisi. Pangkat Baiquni sudah cukup tinggi: komisaris polisi. Setara dengan mayor di TNI. Jabatannya juga moncer: Kasub bagian pemeriksaan dan penegakan etika di Divisi Propam Polri.

Baiquni dipecat karena dianggap perusak barang bukti. Yakni merusak laptop yang berisi rekaman CCTV di pos penjagaan rumah Sambo: di Duren Tiga Jakarta. Itu pun sebenarnya juga atas perintah Sambo. Polisi yang sengaja merusak barang bukti adalah kesalahan yang berat.

Tentu ada juga jasa Baiquni: diam-diam ia telah meng-copy rekaman itu. Copy tersebut ia simpan di rumahnya.

Ketika penyidik datang untuk menyita barang bukti, mereka tidak tahu ada copy itu. Setelah menyita laptop yang rusak, mereka mau meninggalkan rumah Baiquni. Mereka seperti putus asa: hanya mendapat barang bukti yang sudah dirusak.

Ketika mereka akan pamit dari rumah Baiquni, Dhania datang. “Yang ini tidak dibawa sekalian?” ujar Dhania kepada penyidik. Sambil berkata begitu Dhania mengambil copy rekaman tersebut.

Penyidik pun mendapatkan barang bukti yang sangat berharga. Khususnya dalam mengaitkan pembunuhan itu dengan dalang Sambo.

Anda sudah tahu: sebelum itu ada upaya Sambo untuk cuci tangan. Sambo membuat skenario bahwa ia tidak di rumah saat ”tembak-menembak” terjadi. Tapi dengan copy rekaman itu, Sambo ternyata cuci tangan dengan darahnya sendiri.

“Menurut pendapat saya, lebih penting rekaman yang diberikan Dhania itu dibanding pengakuan Eliezer,” ujar Roy yang juga pernah lama memimpin The Jawa Pos Institute of Pro-otonomi.

Roy pernah bikin iri wartawan se-kantor. Roy-lah yang berhasil menaklukkan cinta wartawati kami yang tercantik saat itu. Kini, si wartawati menjadi notaris terkenal di Malang.

Adil mana: hukuman Rizal yang diturunkan atau hukuman Eliezer yang dinaikkan?

“Hukuman Eliezar dinaikkan. Jadi 15 tahun. Toh tuntutan jaksa 12 tahun,” ujar Roy.

Hakim punya pertimbangan lain: Eliezer masih muda. Belum pernah dihukum. Bersikap sopan di sidang. Dan yang penting: keluarga almarhum Yosua sudah memaafkannya.

Memang banyak sekali tokoh yang bersimpati pada Eliezer. Mereka sampai mengedarkan petisi. Mendukung Eliezer. Agar bisa dihukum ringan. Ditandatangani beramai-ramai. Alasan mereka: Eliezer adalah korban seorang pemimpin yang sempurna keburukannya.

Ichad –nama panggilan Richard Eliezer Pudihang Lumiu– awalnya sudah pasrah: ia pasti dihukum mati. Karena itu ia sudah minta agar maituanya pulang ke Manado. Jangan lagi berharap bersuamikan dirinya.

Ichad tidak berani mengaku bahwa penembakan itu akan perintah Sambo, atasannya. Ia di bawah tekanan. Sebagai polisi dengan pangkat terendah apalah artinya di depan seorang jenderal bintang dua Sambo.

Roy setuju hukuman pada Ichad diperingan. Tapi tidak sedramatis itu. “It’s unfair. Bisa jadi preseden buruk. Anak buah tutup mata, tutup akal, tutup nurani, saat menerima perintah atasan. Termasuk untuk melakukan kejahatan berat seperti pembunuhan berencana,” ujar Roy.

Ichad dua kali gagal tes masuk polisi. Ia melamar lagi: untuk pangkat lebih rendah, paling rendah. Berhasil. Ia seorang pendaki gunung, perenang tangguh dan guru pendaki tebing.

Kali ini tebingnya terlalu terjal. Tapi masih bisa didaki. Tak lama lagi ia sudah bisa meloncati dinding itu: semoga saja, Lily, maituanya, masih menanti di balik dinding itu. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 15 Februari 2023: Motif Sambo

Everyday Mandarin
Sejak zaman Dinasti Song di abad 13, anak kecil sampai orang tua di China mayoritas sudah hapal ucapa I Gede Pasek di atas. Dan hingga detik ini masih diajar ke anak2 TK-SD di China, Taiwan, Hong Kong, dan juga saya ajar sendiri ke anak saya: 三字經 (sanzijing). JIka dibuka halaman 1, ada 4 kalimat pertama yang dihapal mayoritas anak di sana (sengaja saya tulis dalam Traditional Chinese krn aslinya memang dr abad 13): 人之初 = Manusia saat lahir 性本善 = Sifat aslinya pasti baik 性相近 = Sifat semua anak2 aslinya sama (baik) 習相遠 = Setelah mereka belajar dan bertumbuh, sifat mereka makin berubah satu sama lain. Sanzijing ini artinya Kitab 3 Huruf. Ada ribuan huruf di dalamnya, tapi yang paling populer adalah 4 kalimat pertama yang barusan sy tulis tadi. Isi Sanzijing tentang filosofi Confucius, ajaran bakti dan hormat ke orang tua, dan sejarah China. Karena zaman dulu, banyak orang China yang buta huruf, mereka pun baca ini untuk mengenal huruf2 Mandarin. Bahasanya sederhana dan pendek (krn hanya 3 huruf), tapi penuh makna dan filosofi.

Everyday Mandarin
“Kaifeng you ge Baoqingtian…..” (Di kota Kaifeng ada Hakim Baoqingtian = Yang Mulia Hakim Bao) Lagu pembuka ini familiar di telinga pemirsa RCTI dekade 1990-an awal. Opening soundtrack serial Judge Bao (Justice Bao) alias Hakim Bao. Hakim Bao bukan fiktif. Dia hidup di zaman Dinasti Song. Kenapa di film, jidat Hakim Bao ada lambang bulan? Karena dulu kecil jidatnya terantuk dan cedera. Jadi ada bekas parut. Di film dipoles bagus, jadi bulan. Konon, setelah meninggal, orang China dulu percaya Hakim Bao melanjutkan tugasnya menjadi neraka, 閻羅王 (Yanluo Wang) untuk mengadili manusia di akhirat.

Budi Utomo
Betul. Keyakinan Judge Bao sebagai Raja Neraka jelas keyakinan Tao yang dapat dilacak pengaruh Buddha nya. Tiongkok kuno apalagi zaman Dinasti Song, tiga agama ini (Konghucu, Tao, Buddha) sudah campur aduk menjadi satu dan mewarnai budaya Tiongkok dan Tionghoa sebelum akhirnya dilibas habis oleh Mao Zedong dengan revolusi kebudayaan 1966-1976. Di satu sisi banyak Tionghoa di luar Tiongkok yang menyesali hancurnya budaya Tionghoa di Tiongkok. Tapi di sisi lain, revolusi ini membuat rakyat Tiongkok menjadi jauh lebih sekuler dan lebih menghargai sciences ketimbang religions. Dan pada akhirnya muncullah scientists sebagai salah satu dari empat pilar: peasant, labor, scientist, entrepreneur yang sering diungkap Abah Dahlan. Dan berkat koordinasi empat pilar inilah, Tiongkok menjadi super power ekonomi dan technology yang ditakuti USA!

Jimmy Marta
Bastoy Prison di Swedia adalah penjara termewah di dunia. Satu tahanan satu kamar. Ada dapur. Para tahanan boleh bekerja sesuai minat masing2. Sawah dan kebon untuk bercocok tanam. Merawat kuda, bengkel sepeda dan fasilitas lain di pulau bostoy. Para napi akan dibayar sampai 8 dolar dari yg dikerjakannya. Lain lg keistimewaan Halden Prison di Norwegia. Ini penjara yg mengalahkan model kos-kosan anda. Setiap kamar dilengkapi tv, shower dan furniture berkualitas. Bagi Norwegia, penjara adalah sistem pemberian kesempatan hidup kedua. Setelah dibina, napi diharapkan menjadi orang yg lebih baik.

Liáng – βιολί ζήτα
Tindak pidana pembunuhan bisa dibuktikan dengan pengakuan saksi-saksi dan juga barang bukti, tetapi motifnya seringkali menjadi misteri karena pelaku cenderung berbohong. Tidak tertutup juga kemungkinan terkuaknya misteri pembunuhan tersebut di kemudian hari dengan berbagai rangkaian peristiwa yang berkaitan. J. C. Gatlin (anggota Asosiasi Penulis Florida) seorang penulis kolom bulanan di New Tampa Style Magazine, juga penulis tiga novel misteri indie, menuliskan 10 motif misteri pembunuhan. SEPULUH MOTIF PEMBUNUHAN 1. To hide a secret (untuk menyembunyikan rahasia). 2. Greed (keserakahan). 3. Revenge (balas dendam). 4. Obsession, Frustration & Hate (obsesi, frustrasi & kebencian). 5. Love, Sex & Jealousy (cinta, seks & kecemburuan). 6. Crime of Passion (kejahatan gairah). 7. Psychosis & Mental Disorders (psikosis & gangguan mental). 8. To protect personal status (untuk melindungi status pribadi). 9. To protect a loved one (untuk melindungi orang yang dicintai). 10. Empathy or Sympathy (empati atau simpati). Uraian selengkapnya : www.whatisthatbookabout.com writing-a-murder-mystery-10-motives-for-murder-featuring-jc-gatlin

imau compo
Pagi ini saya menangis mendengar kata-kata Ibunya Bharada E. Sepertinya beliau memiliki spiritualitas yg tinggi. Beberapa kata-kata beliau,” apa pun yg diputuskan hakim mari kita terima, janganlah melakukan hal-hal yg negatif bila tidak puas….” Ooh! Malu saya, menulis ulangnya pun saya tidak mampu menyampaikan pesannya seluas isi yg disampaikan beliau. Saya juga menangis utk Sambo dan Putri. Ternyata kekuasaan yg makin besar yg didapatkan polri pada dekade terakhir bagaikan botol Coca Cola dalam film God Must be Crazy. Jadi bencana utk mereka. Mudah-mudahan hari-hari kedepan tidak ada tangis lagi setelah awal bulan kita dapat indeks transparansi 34 sbgmn 8 tahun yg lalu. MMD bilang, penurunannya bukan hanya tanggung jawab eksekutif. Mari, para perusuh sekalian, tanggung jawab yg didelegasikan MMD ini kita ambil dengan hati yg besar. Jangan remehkan setiap upaya yg dilakukan, sekecil apa pun.

Eyang Sabar56
Assalamualaikum, Bpk Thamrin Dahlan, Ada tanya yg sudah saya pendam selama ribuan hari. # Apa fungsi dan kegunaan tongkat komando yg selalu dibawa perwira saat bertugas. Terimakasih.

Mbah Mars
Hormat juga kepada Pak Mahfudz MD yang telah mengawal kasus heboh ini. Rasanya belum ada pejabat yang masih aktif namun bisa bersikap obyektif dalam kasus-kasus hukum kecuali Pak Mahfudz MD. Semoga beliau sehat dan panjang umur.

Mirza Mirwan
Majelis Hakim sangat berani. Vonis untuk Richard Eliezer jauuuh di bawah tuntutan JPU yang 12 tahun penjara. Hanya 1 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan. Itu artinya, bila JPU tidak mengajukan banding, Ichad hanya menjalani hukuman sekitar 1 tahun saja. Sepintas lalu terkesan tidak adil bagi Ricky Rizal yang 13 tahun penjara dan Kuat Makruf yang 15 tahun penjara dari tuntutan JPU 8 tahun. Tetapi fakta di persidangan memang menunjukkan bahwa Ichad layak mendapatkan keringan itu. Yang utama, Ichad mengaku bersalah, menyesali perbuatannya, meminta maaf kepada keluarga korban — dan memang dimaafkan, bahkan juga mengharapkan keringan hukuman. Tanpa kejujuran Ichad, kasus Duren Tiga mungkin akan berjalan sesuai skenario Sambo. Hormat saya untuk majelis hakim. Juga untuk tim kuasa hukum Ichad.

Leong Putu
Ruang Terbuka Hijau RTH / Lembaga Bantuan Hukum LBH / Pusssssing mikir T dan H / Mari mikir dalamnya B H / … 365_mantun TH

Parikesit
BH adalah Nopol untuk Jambi. Tertib berkendara merupakan isi peraturan yg memang harus difikirkan dan dijalankan. Konklusi : Pantun bli LP di atas, tidak kategori saru. Hehehe…

Pryadi Satriana
Pryway: PERLUKAH MENCARI MOTIF SAMBO? Ndhak perlu! Ndhak perlu dicari. Ndhak akan bisa ‘diketahui’ tapi bisa ‘dirasakan’. Masalahnya, hukum tidak bicara ‘rasa’ tapi ‘fakta pengadilan’. Fakta pengadilan tidak bisa mengungkap motif Sambo. Hakim pun buat terobosan hukum: “tanpa mengetahui motif, pembunuhan berencana yg terbukti sudah cukup untuk memberikan hukuman mati! Bagus! Baguslah Sambo ‘divonis’ hukuman mati. Eits, nanti dulu! Sambo BELUM dihukum mati dan bisa jadi TIDAK AKAN PERNAH DIHUKUM MATI, sistem hukum kita sangat memungkinkan untuk itu. Ada lagi ini: uang yg “dikuasai” – dibawah penguasaan – Sambo TERLALU BESAR UNTUK MEMBIARKANNYA DIHUKUM MATI. Anda sudah tahu: UANG BISA “MEMBUNGKUS” HUKUM, BAHKAN BISA “MEMBUNGKUS RAPAT-RAPAT”! Maka, jangan puas dulu atas vonis Sambo. Kembali ke ‘motif’: APA yg ‘mendorong’ Sambo ‘mengeksekusi’ Joshua? Ini masalahnya, pertanyaannya ‘salah’, seharusnya: SIAPA ‘membuat’ Sambo membunuh Joshua? Nah jawabannya jelas: Putri! JADI, MOTIF ITU ADA PADA PUTRI! Inilah yg masih harus “digali”! Sambo itu bagai “kebo tunggangan”, dan yg “menunggangi” adalah Putri! ‘Seharusnya’ Putri JUGA DIVONIS MATI. Jalan menuju ‘keadilan’ masih sangat panjang! Sambo pun, tampak “santai” dg vonis tersebut! Apakah kita sedang menyaksikan “DRAMA KOLOSAL”? Bisa jadi. Waktulah yg akan membuktikan! HUKUM HARUS MEMBERI KEADILAN ! Jika tidak, orang akan mengikuti langkah Marianne Bachmeier, yang mengeksekusi pembunuh anaknya, di ruang pengadilan: DOR 7X …! Salam.

Udin Salemo

everyday_berpantun Cik puan asik sedang merenda/ Kain renda sudah ada yang beli/ Apakah motifmu wahai adinda/ Abang digantung tidak bertali/ Kain renda sudah ada yang beli/ Mang Amat berjualan keliling/ Bila lama digantung tidak bertali/ Nanti abang lakukan short selling/ Bila Mang Amat jualan keliling/ Bila dahaga meminum jamu/ Bila abang lakukan short selling/ Jatuhlah harga pasaran dirimu/ Ayia taganang diateh batu/ Dibawahnyo tumbuah rumpuik duri/ Mantan alah ka penghulu/ Awak masih juo surang diri/

Handoko Luwanto
Di pengadilan penerapan pasal pembunuhan berencana sudah terbukti sah tanpa ada keraguan. Sementara motif pembunuhannya belum terungkap. Jika lain kali ditemukan motifnya, berharap hukumannya bisa direvisi. Kira-2 apa yg bisa menjadi motifnya jika pasal pelecehan terhadap PC sudah digugurkan ? Ada 3 kemungkinan. ….Pertama mungkin korban membahayakan Sambo secara fisik. Tapi itu apa mungkin jika pangkat korban jauh sekali di bawah Sambo ? ….Kedua mungkin ada sikap korban yg mengancam Sambo secara jabatan. Mengingat korban tahu banyak rahasia Sambo karna sering berada di dekatnya. Tapi itu juga apa mungkin bakal terungkap ? Kata pengamat, saat ini ada banyak petinggi/pejabat yg ketar-ketir. Berharap jangan sampai Sambo membocorkan smua kejahatan di lingkungan dinasnya. ….Ketiga mungkin Sambo kesambet pada saat kejadian.

Komentator Spesialis
Sambo ini pas pakai baju kesatuan nggak pernah terlihat pakai kaca mata. Giliran jadi terdakwa, langsung sambo pakai kaca mata. Diduga untuk memberikan kesan memelas agar hukuman lebih ringan.

Johannes Kitono
Hakim semakin ngawur Eliezer hanya dihukum 1,5 tahun gegara JC. Padahal sebagai polisi dia berhak menolak perintah FS untuk menembak Josua useperti yang dilakukan RR rekannya. Tidak perlu menunggu langit runtuh,keadilan masih sulit ditegakkan di Indonesia. Majelis Hakim hanya mengikuti “tekanan masyarakat ” sambil melupakan dirinya sebagai Wakil Tuhan. Eliezer pasti gila kalau sampai banding lagi atas keputusan bonusnya.

Pryadi Satriana
Pryway: MEREKA-REKA TRAGEDI SAMBO Saya mulai dg 2 kalimat: Putri ‘pinter ngomong’. Sambo ‘emosional’. Masalah berawal dari FAKTA PERSIDANGAN: Yosua mau membopong Putri yg tidur di kursi! Padahal ada Kuat Ma’ruf! Wajarkah sikap Yosua? Jelas TIDAK! Tampaknya Yosua ‘salah perhitungan’, pikirnya ‘kisah bopongan’ itu ndhak akan sampai ke Sambo. Putri LEBIH CERDAS. Ia TAHU. ‘Soal bopongan’ itu akan SEGERA sampai ke Sambo! Ia pun “mereka-reka” adanya “pelecehan seksual”. Ke Kuat Ma’ruf, yg ‘sangat penasaran’ dg “usaha membopong” itu. Untuk meyakinkan Ma’ruf, Putri ‘curhat ke yayangnya tentang pelecehan seksual oleh Yosua’ di hadapan Ma’ruf. Yg karena emosi kemudian “mengancam” Yosua. Yg kemudian “dilaporkan” ke tunangannya oleh Yosua. Tunangannya salah mengerti: dikira Yosua akan “dihabisi ” oleh ‘squad’, padahal oleh ‘Si Kuat’. Inilah awal tragedi bagi Yosua. Nantinya juga tragedi bagi Sambo. Juga bagi Putri. Juga bagi keluarganya. Cerita berikutnya: Anda sudah tahu. Menurut saya, ini kisah seorang perempuan yg ingin ‘tampil suci’, yg ‘menolak dibopong ajudannya’ di depan sopirnya. Perihal apakah ada ‘affair’ antara ‘pihak yg mau membopong & menolak dibopong’ itu bukanlah kewenangan saya. Saya bukan hakim yg mengadili perkara ini. Hanya sekadar komentator Disway, yg walaupun ‘serius berusaha sebelum komentar’ pun ‘tetep sering gak direwes’ oleh Bos Dahlan. Itulah saya, komentator biasa seperti Anda. Salam. Rahayu.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *