Rabu, 13 Mei 2026, pukul : 17:44 WIB
Surabaya
--°C

Yourway Myway

KEMPALAN: MINGGU depan, genap lima tahun saya menulis di Disway. Setiap hari. Tanpa absen satu hari pun. Pun ketika saya di pedalaman Amerika. Atau Tiongkok. Atau India. Atau Pakistan. Atau pun ketika sedang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19.

Anda pun sudah hafal gaya tulisan saya. Mungkin sudah ada yang mulai bosan. Atau terganggu. Atau ketagihan. Mulailah muncul komentar-komentar yang isinya seperti masakan Thailand: pedas, kecut, renyah, gurih, hambar, jadi satu.

Dan yang paling menghibur ini: banyak komentar yang lucunya membuat saya tertawa sendiri. Pun ketika di sebelah penumpang di dalam pesawat.

Tentu saya punya banyak masalah rumit di kehidupan ini. Yang memakan energi. Mengerutkan wajah. Memutihkan rambut. Tapi begitu sering kelucuan di komentar itu yang melonggarkan saraf-saraf tegang saya. Mungkin karena itu wajah saya gagal berkerut. Dan rambut saya gagal memutih semua.

Tentu banyak juga tulisan yang isinya lebih bagus dari isi tulisan saya sendiri. Yang gaya bahasanya juga punya ciri khas tersendiri. Sampai-sampai saya sering terpikir: selamat akan saya coba Disway terbit tanpa tulisan saya. Atau hanya berisi judul saja, tanpa isi. Pasti tidak ada yang terasa hilang. Toh banyak pembaca yang memulai membaca Disway justru dari komentarnya dulu. Ini penghinaan yang jujur sebenarnya. Tapi kalau faktanya begitu maka saya tidak bisa mengenakan pasal penghinaan. Penghinaan yang benar adalah kebenaran. Maka pasal yang harus dikenakan bukanlah pasal penghinaan tapi pasal introspeksi.

Dari pertemuan “Perusuh” Disway di Agrinex, Banten Selatan, tutup tahun lalu saya pun sadar: level pembaca Disway ternyata begitu tingginya. Tanpa pertemuan itu sebenarnya sudah bisa diketahui: dari membaca kualitas komentar di Disway. Pertemuan Agrinex hanyalah konfirmasi belaka.

Berarti pembaca Disway sudah pada tingkat tidak layak didikte. Terutama oleh opini saya. Berarti Anda, dengan latar belakang seperti itu, adalah orang-orang yang berpikir sangat independen.

Berarti sudah waktunya saya merenungkan suara-suara di komentar Disway. Terutama suara ini: berikanlah wadah ekspresi bagi pembaca. Diwadahi hanya di kolom komentar tidak lagi memadai.

Saya serius sekali memperhatikan suara itu.

Maka mulai terbitan 9 Februari depan, akan ada rubrik baru di Disway: ekspresi pembaca. Ekspresi Anda. Nama rubriknya belum diputuskan. Mungkin itu tadi: Ekspresi Publik. Atau Yourway. Atau Myway. Atau Pryway. Atau apa pun yang Anda usulkan.

Silakan Anda menulis: mengekspresikan pikiran di Disway. Tentu ada aturan mainnya. Lagi dipikirkan. Yang jelas, panjang tulisan tetap dibatasi. Tanpa pembatasan, rubrik itu akan penuh tulisan ngelantur. Kita juga sudah harus terbiasa mengurangi ”banyak bicara” apalagi bicara yang tidak penting.

Yang juga lagi dipikirkan adalah, apakah perlu moderator. Tanpa moderator bisa seperti salah satu ciri medsos: hanya membangun kekacauan. Medsos ibarat sepak bola yang tanpa wasit. Betapa kacaunya.

Tapi saya juga tidak ingin moderator itu seorang diktator yang represif.

(Bisa saja menurut Leong Putu, di suatu mimpi saya, ”diktator” itu berasal dari kata ”diktat”. Diktat adalah satu jenis buku yang diajarkan di sekolah. Berarti ”diktator” adalah pembuat diktat: para guru).

Saya pun menghubungi Sahabat Disway Joko Intarto (JTO). Ia bukan sahabat Disway biasa. Ia yang memaksa saya membuat Disway dan menulis setiap hari. Enam tahun lalu. Ia yang kini sukses jadi pengusaha Jagaters, juga ikut mengusulkan dilahirkannya rubrik seperti yang kita bahas ini.

Ia usul: pakai moderator. Agar sampah jangan masuk mesin intelektual di otak pembaca. Kalau bahan bakunya sampah, produk berpikirnya nanti juga sampah. Ralat: bahan baku pabrik PLTSm adalah sampah, produknya listrik. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 28 Januari 2023: Uya Utama

neng bonita
Wah tdk sangka pak dahlan menonton yt uya kuya. Memang benar pak, uya kuya yg dulu dijuluki artis “alay” dan raja settingan sdh berubah banyak. Saya termasuk yg tdk sengaja mengikuti kira2 setahun terakhir ini. Transformasinya dimulai ketika dia berperkara dgn medina zein. Lalu ribut2 dengan pengacaranya. Dan sepertinya pamor dia sebagai artis, membuat banyak org akhirnya datang utk mengadu ataupun sekedar bercerita. Sekaliber alvin lim pun pernah membawa kliennya utk bercerita kembali di channel uya tv, pdhl klien tersebut sdh pernah diangkat di channel beliau. Uya jg mau menerima dari pihak lawan bintang tamunya. Jd bener2 seperti wartawan yg cover both side.

Denny Herbert
Jadi ingat tulisan Abah beberapa tahun lalu tentang legislatif di Singapura yg selalu membuka meja pengaduan misalnya tiap hari rabu malam di dapilnya.. Pada masa Ahok berkuasa juga setiap pagi menerima aduan dari warga yg sudah antri dari subuh dan diupload ke youtube dan langsung diesekusi bila masalahnya bisa diatasi segera. Kalau 50% saja legislatif dan eksekutif pusat dan daerah mau melakukan buka meja pengaduan secara berkala dan diupload di medsos maka bangsa ini akan lebih maju lagi. Ada transparansi.. seperti motto baru polri PRESISI, salah satu SInya TransparanSI tapi belum terlalu transparan… Ini juga akan hemat biaya kampanye bagi bakal calon dan pejabat bila dilakukan dengan tulus, baik, benar dan bijak

Leong putu
Media sekarang lebih tertarik untuk memuat berita seekor ular dua meter ada di plafon rumah warga. Atau lebih semangat memberitakan kebaya merah hingga berseri-seri, lanjut kebaya hijau. Dan kemarin mulai memberitakan video SPG sampai membuat menelan ludah. ….wkwkwkwk…..

Mbah Mars
Peran wartawan koran untuk nahi munkar melawan oknum aparat ibarat lampu tinggal kelip-kelip saja. Maka tak akan lagi kisah wartawan Abdur dalam “Siapa membunuh Putri”. Jangankan muncul Abdur Abdur baru di koran. Lha wong di CHD saja Abdur sudah tidak boleh berkisah. Entahlah apa sesungguhnya yang terjadi.

Juve Zhang
Ibu itu beli 2004 masih murah, sampai 500 ha, mungkin itu aslinya tanah desa setempat, surat surat nya mungkin tak ada , sebagai orang yg pernah juga membeli tanah sampai 20 hektar di Riau , dan berbagi dua sama kawan sekantor, konon tanah yg dibeli itu sekarang jadi lahan sawit juga. Sampai sekarang belum pernah lihat kondisi lahan nya , belum minat “perang” sama pemilik lahan sawit .wkwkwk. soalnya perang perlu “amunisi” dan beaya “amunisi” akan lebih besar dari beaya beli tanah dulu. Lebih senang “mancing ” dulu di kolam bursa, kadang dapat tongkol, kadang kembung sekali kali umpan di makan ikan hiu habis. Satu hal terus mancing sampai hapal mana yg banyak tongkol dan banyak hiu nya.begitu lah para suhu mancing mania mengajari di YT. Bagi perusuh disway yg sangat jeli dan pandai baca situasi lihat lah para suhu mancing mania mengajari di YT ,ilmu mancingnya sangat mumpuni, kalau anda minat jadi ahli “mancing” belajarlah sama mereka. Tongkol,kembung akan dapat anda bawa pulang ke rumah. Gak perlu IQ 140 plus minus, ketekunan, kejelian, kemauan bawa tongkol , kembung itu modal utama. Wkwkwk

Jimmy Marta
Mancing dikolam gt rame sekali.. Heran ya..! ditelan hiu semua masih terus mancing..!

Kliwon
Untuk kesekian kalinya, jadi teringat pesan ayahku almarhum dulu. Beliau tidak mau ada anak²nya yang jadi polisi. Padahal aku yakin, dengan seragam polisi, ketamvanan & pesonaku bakal melebihi Inspektur Ladusing. Buat semuanya yang saat ini sedang berjuang mendapatkan keadilan, anda semua sangat hebat. Tidak banyak yang bernyali melawan kedzaliman aparat. Apalagi kalau anda bukan siapa². Begitu menguras energi, pikiran, ketenangan & kebahagiaan. Tapi pada akhirnya, keadilan akan menemukan obatnya. Kedzaliman akan menemui penyakitnya. Dan seperti biasa, semesta akan membereskannya.

Amat K.
Karena dicolek Bang @US, mestilah saya menjawab. Tarian Zapin musiknya gambus/ Muda mudi main di taman/ Ketupat kandangan lauknya gabus/ Berbeda rasa jikalau toman. Menurut saya, ketupat kandangan pasangannya ya ikan gabus (haruan). Belakangan, karena ikan gabus ini mulai sulit didapat, ada warung yang menggunakan ikan toman sebagai lauk. Namun, meski gabus dan toman masih berkerabat dekat, karakter rasa dagingnya ada bedanya, Bang. Daging gabus lebih lembut dan manis. Juga jangan ketinggalan, ikan gabus + telur asin. Tambahkan lagi perasan jeruk + sambal. Makan ketupat kandangan jadi lebih nikmat. Kapan-kapan datanglah kemari, Kandangan  Hulu Sungai Selatan. Kabari saya ya Bang. Makan ketupat kandangan ya di Kandangan. Yang di sini lebih otentik. Kira-kira sama seperti masakan Padang, lebih nikmat yang ada di daerah asalnya.

Udin Salemo

#everyday_berpantun Meriam bambu bunyi meletup/ Berbunyi di hari sabtu/ Mulut tempayan boleh ditutup/ Mulut manusia diri menentu/ Ke Tanah Abang naik kopaja/ Tempat duduknya bukanlah kursi/ Kalau uang sudah jadi raja/ Otak dan hati tak berfungsi/ Baik berburu di malam hari/ Bersuluh bulan dan bintang/ Adik kucumbu didalam mimpi/ Tubuhmu sudah ditangan orang/ Apakah Ketupat Kandangan masih pakai ikan haruan, amang AK? Rindu tak bertepi akan makanan itu.

One Promosindo
Bagansiapiapi adalah salah satu kota tua bekas pelabuhan yang dibuat Belanda untuk menyaingi pelabuhan Melaka, dikenal sebagai penghasil ikan terbesar dulu sampe bank BRI 002 ada disini uda hampir 153 tahun berdiri banknya… datanglah sekitar tgl16 bulan chinese akan ada perayaan bakar tongkang… tidak jauh dari kota ini ada pulau tercinta halaman saya.. Pulau Halang… datanglah berkunjung….

Lukman bin Saleh
Reformasi polisi. Polisi itu cukup sampai tingkat kabupaten atau provinsi. Biar organisasinya tidak terlalu besar. Terpecah2 di masing2 daerah. Kemudian dibuat polisi pusat yg terpisah dari polisi daerah. Yg khusus mengurus kasus2 besar tingkat nasional. Dan menindak polisi2 daerah yg melanggar hukum. Macam KPK skrg yg menindak koruptor. Maka insyaaalloh polisi kita akan bisa berubah. Mudah dikontrol dan tidak songong…

Otong Sutisna
Saya juga punya pohon duren sudah ampir 7 tahun ga berbuah, padahal tak kasih pupuk baik kimia atau kandang, malah sempat di suntik segala, sering keluar bunga atau pentil, langsung rontok semuanya, ga ada yang sisa. Ada teman ngasih saran, untuk di lilit pohonnya pakai kutang/bh, saya lakukan sampai tetangga kalau lewat nanya itu pohon durian atau pepaya….ko ada anunya. Alhamdulillah sampai sekarang juga belum berbuah.

Amat K.
Kalau Uya Kuya bisa tembus ke Senayan, akan lebih berwarna: rambut yang di sana. Ada hitam, putih, biru.

Johannes Kitono
Sudah benar dan tepatvkalau Uya Kuya ganti strategi dengan podcastnya. Dulu hanya meliput selebriti dan ikut numpang panggung. Now meliput rakyat jelata yang umumnya pro bono. Tentu itu modal yang bagus untuk menjadi wakil rakyat yang berintegritas.Hitung hitung saat bela rakyat adalah magang atau latihan untuk menjadi anggota Dewan Yang Terhormat. Soal rambutnya mau di cat warna Merah Putih atau warna dominan partai pengusungnya.Merah, Biru, Kuning atau Hijau silahkan saja. Bravo dan selamat berjuang Uya Kuya dan Lae Kamarudin Simanjuntak.

Leong putu
Saya sudah janji, tidak akan menjelek-jelekan Polisi. Namun harus diakui, suka atau tidak suka, ada banyak oknum Polisi yang membuat citra Polisi kurang baik. Tanpa menutup mata, bahwa lebih banyak Polisi berhati mulia. Tapi ada pepatah : nila setitik merusak susu sebelanga. Di jaman serba viral, itu sangat berbahaya. Jangan sampai Polisi yang punya semboyan : “Mengayomi dan melindungi masyarakat” malah menjadi musuh masyarakat. Ironis. Harus berubah. Dan berubahnya jangan hanya semboyan saja. Dari apa menjadi presisi. Jauh panggang dari api. Di kantor pengurusan SIM saja masih terjadi praktek suap-menyuap. “Laporkan kalau ada yang menemukan”: begitu kata petinggi Polisi. Itu membuat saya ketawa terbahak-bahak. Lah…kalau pencurian di puncak gunung, tentu saya akan lapor. Kalau di rumah pak Polisi sendiri, masak iya harus lapor ? Aaaah…jangan gitu pak. Bapak pura-punya nyamar saja, dan berlagak bingung. Pasti bisa nangkap. Aaah gitu kok diajari… Salam.

Johannes Kitono
Virgin Air. Terbang dari Denpasar Bali ke Adedaile selama 5 jam cukup melelahkan. Virgin Air tentu tidak virgin lagi kalau harus disesaki oleh ratusan penumpang yang antri saat check in. Harus diakui dalam hal ini service Garuda jauh lebih baik,walaupun saham GIAA sudah merosot hanya tinggal Rp.106 di bursa ( 26/1/2023 ). Penumpang yang sudah bayar airport tax seolah olah tidak dianggap manusia oleh Mgt Angkasa Pura. Instansi pengelola bandara di seluruh Indonesia. Sudah tahu bahwa penerbangan malam hari selalu ramai kok hanya tugaskan 1 a 2 petugas untuk atur ratusan penumpang. Semuanya harus antri depan check in counter sekitar 2 a 3 jam. Anehnya, disekitar check in counter juga tidak ada outlet jual makanan buat penumpang. Benar benar payah dan minus 2 kali. Penumpang harus antri bergerak desakan dan tidak ada jiwa entreprenership mgt Angkasa Pura. Apa susahnya kalau buka outlet: Kopi Kenangan, Kopi Bali atau Kopi dari Surga disana. Untung saja proses awal penerbangan ke Adedaile yang tidak enak ini bisa dihibur oleh buku: Diplomasi Ringan dan Lucu. Kisah Nyata karangan M.Wahid Supriyadi, Duta Besar RI di Rusia merangkap Republik Belarusia. Diplomat – Jurnalis yang Piawai Menulis dan bukunya enak dibaca.

Mirza Mirwan
Saya bukanlah siapa-siapa. Hanya seorang warga negara yang menginginkan institusi Polri punya wibawa di mata rakyat. Caranya, ya setiap anggota Polri harus benar-benar bersikap “to protect and to serve” — melindungi dan melayani — dalam bekerja. Menjadi abdi rakyat, bukan merampok rakyat. Sayang sekali, gegara ulah oknum — saya tetap menyebutnya oknum — polisi yang kurang ajar, marwah Polri jadi runyam. Ibarat nila setitik merusak susu sebelanga. Kasihan anggota Polri lain yang bahkan terkadang bekerja melebihi tuntutan pekerjaannya ikut terkena imbasnya. Kasus penyerobotan ratusan kebun sawit di wilayah hukum Polres Rokan Hilir Riau itu jelas mencoreng wajah Polri. Pengusutan kasus itu tak mungkin dilakukan Polres setempat, karena 7 atau 9 oknum yang disebut dalam podcast Uya Kuya kemarin mungkin berasal dari Polres. Jadi harus Polda Riau yang menanganinya. Pengusutannya harus tuntas. Tegas tanpa pandang bulu. Polri tak ingin melihat ada corat-coret “ACAB” atau “1312”, tentu saja. Itu akan terasa sangat menyakitkan bagi polisi-polisi yang jujur, yang mengikuti teladan Jenderal Hoegeng. Saya khawatir kalau-kalau lantaran corat-coret ACAB atau 1312 itu lantas kejujuran mereka menghilang. “Percuma bekerja dengan kejujuran kalau tetap dianggap ‘bastard’,” pikir mereka. Tetapi semoga saja tidak demikian.

Lagarenze 1301
Rasa keadilan dalam diri saya meronta-ronta, tapi tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali menuliskan di kolom komentar CHD ini. Bagaimana bisa kasus KSP Indosurya yang disebut kasus penipuan terbesar di negeri ini dengan angka fantastis Rp 106 triliun, tersangkanya malah divonis bebas oleh hakim PN Jakarta Barat dan diperintahkan segera keluar dari tahanan? Kasus ini masuk ranah pidana ataukah cuma perdata seperti putusan hakim, biarlah Mahfud MD dan para ahli hukum yang membahasnya. Kasasi atau tidak, kita tunggu jaksa mengajukannya. Tapi, ada 23 ribu nasabah yang jadi korban. Menunggu keadilan. Lalu, ini kasus lain, bagaimana bisa pembeli apartemen Meikarta malah digugat secara hukum, padahal mereka memperjuangkan hak atas apartemen yang bertahun-tahun tak juga dibangun? Sementara pembayaran cicilan ke bank harus terus dibayar?  Putusan homologasi PN Niaga Jakarta Pusat tahun 2020 yang memperpanjang batas penyerahan unit hingga 2027 juga sangat membuat kening berpikir keras, posisi konsumen kok selemah itu? Perusahaan se-raksasa Meikarta kok sekuat itu? Masih terbayang slogan “The Future is Here Today” yang pada 2017 begitu gencar digembar-gemborkan melalui iklan jor-joran di berbagai platform media. Apakah kasus Meikarta yang katanya proyek bernilai Rp 278 triliun bisa juga disebut kasus penipuan terbesar di negeri ini? (Ahh, sedikit plong rasanya sudah menuliskan uneg-uneg ini….)

Johannes Kitono
Mafia Tanah. Italia terkenal dengan Mafia, LSM yang spesialisasi dibidang : Trading obat, wanita dan senjata.Kehidupan organisasi mafia bisa disaksikan di film God Father. Seperti mengikuti model Italia, now dan sudah lama di Indonesia juga ada : Mafia Pengadilan yang diatur oleh Markus ( Makelar Kasus ) dan selalu dilawan keras oleh Alvin Liem cs. Sayang now Alvin Liem seolah tidak berdaya dan harus nginap di Lapas juga. Selain itu ada Mafia tanah seperti yang di Podcast Uya Kuya. Bukan hanya terjadi di daerah justru di daerah Pamulang, yang kalau naik taxi Blue Bird dari sana ke Mahkamah Agung pasti cepat tiba. Oleh Mafia, tanah SHM di Pamulang seluas 3.150 m2 di sulap jadi 3.500 m2 persis diatas tanah 3.150 m2. Saat di PTUN dan para Hakim sidang di lokasi, pemilik tanah 3.150 m2 menang dan BPN serta pemilik tanah 3.500 m2 kalah. Then, mereka naik banding dan mafia pun langsung bermanuver dan menang terus di PT maupun Kasasi. Manusia atau Mafia boleh berkuasa tetapi Tuhan tidak pernah tidur dan tetap membela siapa yang benar. Biarpun sudah menang ternyata pemilik tanah 3.150 m2 tiba tiba dipanggil Tuhan mungkin diminta tanggung jawab atas perbuatannya. Semoga ybs sempat kasih mimpi atau wangsit kepada para ahli warisnya. Mengembalikan tanah 3.150 m2 yang memang bukan miliknya. Untuk meringankan dosa yang telah dibuatnya supaya Tuhan bersedia meringankan hukumannya.

azid lim
Sejak proklamasi Indonesia oleh Soekarna Hatta secara de facto kota Bagansiapiapi maupun Tanah Putih dan sekitarnya secara pengamanan wilayah masih dijaga oleh Polisi Tionghoa dengan bantuan sisa tentata Jepang .Baru sekitar tahun 1950 an para pejuang Republik Indonesia baru berhasil menguasai secara de jure dan de facto kota Bagansiapiapi dan sekitarnya .Selama perjalanan pemerintahan RI dari tahun 1950 an sampai sekarang , kota ini persis berjalan autopilot sendiri dengan kondisi diciptakan sedemikian rupa seperti raja2 kecil pemerintahan dan polisi polisi India sangat dominan di kota ini. Para Tionghoa seperti saya selalu mendapat diskriminasi dari para polisi kota ini maka tidak heran kasus perampasan kebun sawit ini terjadi seperti yang diberitakan .Segi pengamanan di kota Bagansiapiapi adalah barang langka dan mahal.

Lukman bin Saleh
Katanya lembaga kepolisian terbaik di dunia adalah polisi Jepang. Saya googling dg keyword kepala polisi Jepang. Tidak ada satupun fotonya dg pakaian ala militer. Dengan bintang bertaburan. Kemudian saya ganti dg keyword kepala polisi Indonesia. Masyaallooh… tidak ada satupun foto yg nongol tanpa deretan bintang2. Di pundak, di topi, di kerah baju, sampai di background. Adakah polisi negara2 maju di dunia seperti polisi Indonesia? Punya jendral2 berbintang, yang seperti sedang main tentara2an… #ReformasiPolisiKita

Leong putu
Baiknya, Polisi statusnya saat jam kerja saja. Di luar jam kerja, biarlah mereka jadi masyarakat sipil. Segala kepangkatan dan senjata tersimpan di kantor saja. #asalusul_usulasal.

Agus Suryono
PODCAST DI INDONESIA.. PODCAST, berasal dari kata POD (playable on demand), dan BROADCAST. Pengembang yang pertama kebetulan adalah seorang jurnalis. Saat ini di Indonesia, perkembangan podcast pesat sekali. Satu dan lain adalah karena fasilitas internet dan pengguna internet du kita yang makin lumayan. Kontennya mulai dari A sampai Z. Banyak podcaster yang sekarang jadi kaya raya, meskipun masih muda. Banyak juga tokoh senior yang memilih pensiun, dan beralih profesi menjadi podcaster. Kalau pemerintah tidak waspada, perkembangan podcast bisa merugikan bangsa dan negara. Pemerintah harus mulai memikirkan podcast tertentu, dipersyaratkan perijinan dan pengaturan. Termasuk sanksi hukumnya. #pun ngoten mawon..

Eyang Sabar56
Kang @Otong, sy jadi teringat peyan punya pengalaman. Thn 2009, sy pernah melakukan hal yg sama, bedanya ketika mantan pacar (isteri yg sekarang) tahu sy yg mberesin bh seisi rmh, semua baju sy juga diumpetin. Nyaris seminggu ndk pernah ganti baju. Dan Alhamdulillah durian yg ditaruh kutang/bh sampai sy jual ndk pernah berbuah.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Uya Utama

KEMPALAN: UYA KUYA terlihat kian naik kelas. Podcast-nya kian serius. Terakhir yang saya lihat: mewadahi keluarga yang mengaku disiksa polisi, dibakar rumahnya, dan dirampas kebun sawitnya.

Yang seperti ini, dulu, adalah pekerjaan wartawan dari surat kabar mainstream. Di era koran yang kian sulit, tidak terlihat lagi koran perjuangan yang  menegakkan keadilan dan membela orang lemah seperti itu.

Peran itu kini diambil alih oleh Uya Kuya. Lihatlah podcast-nya tentang nasib petani sawit dari Rokan Hilir, Riau. Petaninya sendiri sudah meninggal dunia. Yang hadir di podcast Uya Kuya adalah istri dan dua putri petani itu. Mereka didampingi pengacara terkenal Kamaruddin Simanjuntak. Anda sudah tahu pengacara ini: yang top berkat keberaniannya membela terbunuh Brigadir Josua dalam kasus Inspektur Jenderal Polisi Sambo itu.

Uya Kuya tidak sekadar pewawancara di podcast itu. Uya Kuya sudah memberanikan dirinya sebagai pejuang keadilan. Ia berjanji akan terus mengawal kasus ini. Apa pun risikonya. Tekad seperti itulah yang dulu mendarah-daging di kalangan wartawan koran.

Mungkin masih ada wartawan koran yang seperti itu. Tapi pengaruh tulisan di korannya sudah tidak menggetarkan seperti dulu lagi. Sebuah tulisan di koran sudah tidak bisa lagi menghebohkan. Lalu berkembang menjadi isu penekan bagi pengambil kebijakan.

Sebenarnya keluarga petani tersebut sudah melakukan apa yang dianjurkan pengacara Alvin Lim yang kini di tahanan polisi: buatlah video, upload-lah ke YouTube, viralkan. “Itulah senjata bagi pencari keadilan bagi orang yang tidak punya uang dan tidak punya jabatan”.

Keluarga itu pun sudah membuat TikTok. Tapi setelah TikTok menyebar justru tekanan aparat polisi yang meningkat.
Menurut penuturan di podcast itu segala cara sudah dilakukan keluarga petani ini: mengadu, mendatangi polisi, membuat TikTok. Tapi tetap tidak berhasil. Justru keluarga ini disiksa, ditahan, rumah dibakar, rumah satunya lagi diduduki dan sang petaninya sendiri akhirnya meninggal dunia.

Terakhir mereka ke Jakarta. Ke Istana Negara. Ingin bertemu Presiden Jokowi yang ia cintai. Ia mencoba memanjat pagar Istana. Ditangkap. “Tiga kali kami datang ke Istana, gagal semua,” ujar keluarga itu. Kini mereka tinggal di sebuah gang sempit di dekat Kalibata. Bukan untuk pindah ke Jakarta tapi untuk berjuang di Jakarta.

Akhirnya mereka bertemu pengacara Kamaruddin Simanjuntak. Kamaruddin pun mempelajari kasusnya. Mewawancarai banyak orang. Termasuk mewawancarai seorang perwira menengah anggota TNI-AD. Tentara inilah yang menyelamatkan keluarga ini dari tekanan tidak habis-habisnya. Termasuk tekanan lewat preman-preman yang digerakkan di Rokan Hilir. Tentara itu yang meminta mereka ke Jakarta. Termasuk yang memberi sangu.

Memperjuangkan keadilan begitu berliku dan berdarah di pedalaman Riau. Tapi tiga wanita ini layak mendapat award sebagai wanita yang paling gigih berjuang untuk mendapatkan keadilan.

Dan Uya Kuya tidak sekadar menampung dan menyuarakan curhat mereka. Uya Kuya meneguhkan sikap akan ikut memperjuangkannya. Ia tahu risikonya. Ia sudah menerima sebagian risiko itu.

Uya Kuya sudah bukan Uya Kuya yang lama. Ia bukan lagi sosok yang tampil di acara TV dengan pura-pura tampil sebagai ahli hipnotis. Atau seorang pemain sinetron. Atau seorang penyanyi hiphop.

Uya Kuya seperti kembali menjadi sosok mahasiswa pejuang  Universitas Indonesia, almamaternya di bidang ilmu politik. Putra Bandung bernama asli Surya Utama ini seperti lahir kembali di dunia baru: dunia perjuangan.

Kini Surya Utama berumur 47 tahun. Ia terlihat akan banting stir sepenuhnya dari dunia hiburan. Jangan-jangan ia akan jadi calon anggota DPR.

“Insya Allah saya akan nyalon DPR,” ujar Surya Utama kepada Disway pekan lalu. “Saya akan berangkat dari partai PAN,” tambahnya.

“Dari Dapil mana?”

“Dapil Jakarta II,” jawabnya. Yakni Jakarta Pusat-Selatan.

Saya pun mencari kontak ke wartawan di Rokan Hilir. Saya ingin tahu apakah semua yang diceritakan di Uya Kuya itu benar.

Rokan Hilir adalah kabupaten paling utara di Riau. Berbatasan dengan Kabupaten Rantau Prapat di Sumatera Utara.

Saya baru sekali ke Rokan Hilir. Itu pun sebatas ke ibu kotanya: Bagansiapiapi. Yang suku Tionghoanya sangat dominan. Yang peninggalan kuno asal Tiongkoknya sangat banyak. Anda tentu masih ingat: Bagansiapiapi adalah penghasil ikan terbesar di Indonesia.

Itu di buku ilmu bumi zaman saya masih di sekolah dasar. Kini segala sektor kehidupan di sana sudah terkait dengan sawit. Kota Bagansiapiapi sendiri tidak begitu  berkembang. Sudah muncul kota-kota baru di Rokan Hilir yang lebih besar dari Bagan. Itu lantaran kian ramainya jalan raya lintas timur Sumatera. Jalan utama ini tidak melewati Bagan. Jadilah Bagan kota di jalan buntu. Di pinggir laut.

Karena itu pernah ada pemikiran ibu kota Rokan Hilir harus dipindah ke kecamatan yang lebih berkembang. Yakni yang terletak di pinggir jalan utama Lintas Timur Sumatera. Ada dua kota baru yang mendadak besar di jalur itu: Tanah Putih dan Ujung Tanjung. Pembahasan perpindahan ibu kota ini berlarut-larut. Padahal kantor Polres, Pengadilan Negeri dan Pengadilan Agama sudah telanjur dibangun di Tanah Putih.

Kantor bupati RoHil masih tetap di Bagan Siapi-api. Jarak kedua kota ini sekitar 50 km, tapi perlu dua jam untuk mencapainya. Instansi pemerintah pun saling berjauhan.

Wartawan umumnya tinggal di Bagansiapiapi. Tanah Putih begitu jauhnya. Maka ketika keluarga sawit tersebut beraksi berkali-kali di Polres setempat tidak ada wartawan yang meliput.

“Kami yang di Bagan tidak tahu. Kami belum pernah meliput peristiwa itu,” ujar seorang wartawan senior di Bagansiapiapi.

Saya pun bertanya: apakah sudah menonton podcast Uya Kuya soal nasib seorang petani sawit di daerahnya itu. “Belum,” jawabnya.

Maka saya pun mengirimkan copy podcast itu. Dua jam kemudian saya tilpon wartawan tersebut. “Saya baru menonton separo. Saya tidak pernah tahu soal itu,” katanya.

Kantor Polres RoHil memang sangat jauh pun dari Bagan. Dan kampung petani itu lebih jauh di pedalaman lagi. Masih dua jam lagi dari Polres. Yakni di Simpang Manggala.

Petani sawit itu pendatang dari Tanah Batak. Tahun 2004 ia sudah mulai membeli tanah kebun yang masih sangat murah. Sampai terkumpul 500 hektare. Mulailah sawit ditanam. Berbuah. Panen.

Keluarga ini terlihat sudah pernah menikmati masa-masa panen yang baik. Busana tiga wanita itu terlihat masih dari sisa-sisa yang dibeli ketika punya banyak uang.

Kini tiga wanita itu seperti tidak kunjung berhenti menangis. Tanah sawit itu, katanya, diambil polisi. Mula-mula 10 hektare. Lalu 10 hektare lagi. Sampai habis.

“Saya tidak menyebutnya oknum karena UU tidak pernah mengenal kata oknum,” ujar Kamaruddin.

Pengacara itu bertekad akan mengawal perkara ini sampai tuntas. Dengan biaya sendiri. Persis seperti ketika membela keluarga Josua di kasus Inspektur Jendral Polisi Sambo.

Tentu perkara ini tidak seberapa rumit. Mestinya. Tidak serumit Joshua. Tidak harus pakai panjat pagar Istana segala. Kalau toh polisi terlibat, paling tinggi adalah Kapolres. Apalagi kapolresnya sudah berganti-ganti.Uya Kuya bisa. Sambil latihan jadi wakil rakyat. Siapa tahu terpilih. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan
Edisi 27 Januari 2023: Barang Enak

AnalisAsalAsalan

Ketika anak SMA berdebat dengan anak TK, semua orang akan menyalahkan siapa? Anak SMA. Komposisi suara sesuai kontribusi harus diusulkan oleh yang berkontribusi kecil. Kalau yang berkontribusi besar usul, akan dicap sombong; mau menang sendiri; sok hebat; tidak demokratis; dsb. Nah, bagaimana mengajari anak TK legowo? Itu yang syulit, eh, penuh tantangan, ding. Mengapa? Kalau keinginannya tidak dituruti, lalu nangis guling-guling, repot jadinya. Hahahahaha.

Otong Sutisna

PSSI kalau di Jawa barat, Persatuan Salaki Sieun Istri.

Harun Purnomo

Untuk hal yang masih asing,baru,Abah sering mengawali dengan ‘Anda sudah tahu’.Sampai -sampai banyak yang gemes .Tahu apa ,wong baca juga baru sekarang ini.Tahu dari Abah. Untuk hal seperti PSSI perlu diperjelas dengan menyebutkan singkatannya.Bahkan dianggap tidak tahu. Apakah Abah khawatir Perusuh Disway menganggap PSSI adalah Persatuan Suami Sayang Istri.Ya sudah pastilah!Eits ,jangan cepat membuat kesimpulan ya.Karena bisa juga ada PSSS.Persatuan Suami Sayang Selingkuhan.Oh,Tuhan ,Aku berlindung kepadamu dari persekutuan jahat yang terkutuk semacam ini. Jangan juga ada Persatuan Suami Sayang Semuanya.Bukan suami sayang anakndan istri .Tetapi satu,dua tiga sayang semuanya : Sayang istri dan selingkuhan.

Ibnu Shonnan

Wou…ternyata selama ini kita disuguhi pertandingan yang di kelola oleh orang-orang gila! Pantesan, akhir-akhir ini saya dan teman-teman teresa ketularan….

Mirza Mirwan

Pagi di warung Yu Jenab. Seperti biasa, Ngapdul dan Arjun sedang ngopi. Kedua tukang ojol itu masing-masing sudah dapat dua tarikan. “Tahu nggak, Jun, berapa peringkat FIFA timnas Indonesia sekarang?” tanya Ngabdul. Kedua tukang ojol itu memang sedang berbincang topik CHD hari ini. “Kalau nggak salah sudah 152, Mas?” jawab Arjunsing — kalau di India mestinya Arjun Singh — yang Jawa tulen. “Sudah 152 atau masih 152?” “Ya sudah to, Mas, wong tadinya sampai 170-an kok!” “Tapi timnas kita pernah nangkring di peringkat 76 FIFA, lho, Jun!” “Ah, masak iya, Mas? Kapan itu? Pelatihnya siapa? Ketum PSSI-nya siapa?” “Benar, Jun. Waktu tahun 1998. Pelatihnya Rusdi Bahalwan. Ketum PSSI-nya Pak Azwar Anas.” “Kok nama pelatihnya kayak orang Indonesia saja, Mas?” “Memang orang Indonesia, Jun.” (Beberapa -hari yang lalu diberitakan Pak Azwar Anas, 92, mantan Dirut Semen Padang, Gubernur Sumatra Barat, Menko Kesra, dan Ketum PSSI 1991-1999, dirawat di RSPAD. Semoga segera sehat kembali. Aamiiin.)

Asep Sumpena

Maaf Pak DI, analogi enak dicampur enak tidak tepat. Soto itu enak tapi tembakau tidak enak. Yang mungkin boleh dianggap ‘enak’ adalah asap tembakau. Jika soto dicampur asap percayalah akan menjadi enak, yakni smoked soto. Demikian juga kopi enak dicampur dawet enak, percayalah akan menjadi campuran yang enak pula, yakni dawet kopi.

Fa Za

Sistem yang baik, disertai tata kelola yang baik, akan memberikan hasil yang baik. Sistem yang baik, tapi tata kelola buruk, akan memberikan hasil yang buruk. Sistem yang buruk, tata kelola baik (sesuai dengan sistem yang buruk itu), akan memberi hasil yang buruk. PSSI termasuk yang mana?

Denny Herbert

Ide yang sangat cermelang Abah untuk mereformasi pemilihan di kongres PSSI. BENAR, ibarat menabrak tembok yg sangat kokoh, hal ini selain punya niat dan usaha yg kuat, perlu juga reformasi besar2an di tubuh FIFA pusat itu sendiri.. kalau nonton di NETFLIX mengenai bobroknya FIFA dengan scandal korupsi yg besar2an maka terlihat tembok ini akan susah dijebol. Ternyata bisnis dipersepakbolaan luar biasa perputaran duitnya yah.. sampai T-an hal yg tidak terlihat oleh awam, pantasan jadi REBUTAN.

Amat K.

Benar Mbah Kliwon. Saya baru tahu itu kepanjangan PSSI. Awalnya, sebelum diberi tahu Abah, saya pikir PSSI itu “Persatuan Suami Sayang Istri”. Terima kasih, Abah, sudah memberikan pentjerahan.

Kliwon

Terima kasih atas pencerahannya pak Dahlan. Kami akhirnya jadi tahu kepanjangan PSSI. Membuat kami makin semangat melanjutkan hidup.

Lagarenze 1301

Kopi enak (bagi penikmat kopi). Durian enak (bagi penggemar durian). Nah, apakah enak kopi dicampur durian? Enak, kata seorang kiai di Bukit Mas, Kota Bandar Lampung, jelang Muktamar NU Desember tahun lalu. Waktu itu sore. Sang kiai minum kopi pekat. Ia mengambil isi durian, mencocolnya ke cairan kopi, lalu menelannya. Habis itu nyeruput kopi lagi. Dan seterusnya. “Sampeyan minum kopi?” dia bertanya. Saya jawab tidak. Makan durian? Tidak. Merokok? Saya menggeleng. “Mati saja,” katanya seraya tertawa.

Mahmud Al Mustasyar

Dua barang enak yg dicampur jadi uenaaak itu masuk akal; tapi ada dua barang yg nggak enak kalau dicampur jadi enak. Apa itu ? Tong dicampur dengan seng. Wk wk wk ….

Fauzan Samsuri

Kalau 2 dimensi bundar, kalau 3 dimensi bulat…wk wk wk

AnalisAsalAsalan

Koreksi Abah: Bola dan bumi bukan bundar, tetapi bulat.

Mbah Mars

Bagaimana dengan “telanjang bulat ?” Aneh juga ya.

dar_smd

Setelah sekian lama jadi pembaca disway akirnya saya tau kepanjangan PSSI, mungkin biar jabatan ketua, wakil ketua dan exco tidak jadi rebutan sebaiknya mereka di gaji UMR aja pak, tanpa fasilitas dan bonus apapun, jadi hanya orang yang bener bener gila bola yang mau mengurus PSSI

Purnomo Inzaghi

“Maafkan, anda belum tahu : PSSI adalah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia” Ini satir, sindir atau memang joke? saya urungkan untuk tertawa setelah membacanya. Saya memilih minta maaf, baru tahu kalo sistem pemilihan di PSSI seperti itu, pantas saja tidak ada output prestasi yang di hasilkan. Yang ada ya hanya kenyataan timnas selalu sulit jadi juara. Mudah mudahan kali ini pemilu PSSI menghasilkan campuran yang enak, bukan hanya mendapatkan yang enak tapi tidak enak saat di campur. Kita sudah bosan bermimpi sepakbola Indonesia berprestasi, bosan melihat persoalan di PSSI hanya itu itu saja. Kembalikan sepakbola ke orang yang mengerti bola, mau berjuang memajukan sepakbola sehingga PSSI benar benar dikenal sebagai ” PERSATUAN SEPAKBOLA SELURUH INDONESIA.

Kliwon

Setuju Eyang… Pengurus PSSI itu cukup 5 orang aja kayak Pandawa. Dan staf ahlinya 100 orang kayak Kurawa. Biar mirip Mahabarata.

daeng romli

yang pada mencalonkan ketua / wakil ketua di PSSI itu dr latar belakang yg berbeda2. ada yg dr pengusaha, ada yg dr birokrat, ada yg dr pejabat + pengusaha, malah ada yg hampir saja dicekel KPK tp lolos….(embuh piye carane lolos). Misi mereka katanya ingin mengangkat prestasi sepak bola Indonesia…PREKKK….. Mereka iku wong2 sing kemaruk Bah. Ono sing kemaruk dunyo mergo dana PSSI iku gede. Ono sing kemaruk Massa utk persiapan Pemilu (iki panganane wong parpol) wes ngono ae Bah, utk detailnya tak tunggu komene Pak Mirza ae….. Salam…

Mbah Mars

“Ibarat sepakbola, kamu itu bolanya, aku pemainnya. Aku bakalan ngejar-ngejar kamu sampai dapat” —Aat— “Kamu itu ibarat Neymar, Sayang. Sering diving dalam pikiranku” —Kang Kliwon— Entahlah Mas, setiap kali lihat gol, aku selalu ingat kamu yang berhasil menjebol hatiku. —Ny. Otong S— Ronaldo pilih nomor 7. Messi pilih nomor 30. Namun aku memilihmu mejadi nomor 1. —Kang Amat— Kamu tuh seperti pertandingan El Clasico. Bikin tegang! —Leong Putu— Sayang, cintaku padamu seperti Arsenal. Tetap kokoh di puncak klasemen. —Aryo Mbediun—

Fauzan Samsuri

“apa sistemnya tidak bisa diubah, tergantung orangnya”, “apa orangnya tidak bisa berubah tergantung sistemnya”, seakan-akan tidak ada ujung mangkannya sampai membuat “gila” , tapi kalau ada kemauan untuk maju bersama pasti ada jalan merubahnya, sayang biasanya ini kalah dengan kepentingan

Eyang Sabar56

PSSI itu milik siapa? Agar tdk ada kesan PSSI hanya diwakili (dimiliki?) segelintir orang gila (bolakaki). Alangkah baiknya, kedepan pemilihan Ketum, rakyat harus dilibatkan. Lewat e-voting atau apapun caranya. Soal calon Ketum dan pengurus ikutannya pun tekhnis dan mekanismenya serahkan ke DPR sbg, Anda sdh tau. Dgn maksud kami2 rakyat pencinta bolakaki tdk cuma selalu jadi komoditas dan korban beliau2 gila bola. Siapa tau,,,,,,,,,,,,,,?

Lukman Nugroho

Problem pemilik suara dan permasalahannya kan sama dengan pemilu. Dimana, suara guru besar sama dengan yang bukan guru besar. Dimana pembayar pajak jumlah besar, sama nilainya dengan yang tidak membayar pajak. Semoga bangsa ini kian rasional dalam banyak hal. Sehingga, pemilihan ketum PSSI ini tidak perlu memakai cara-cara yang irasional. Anda sudah tahu, cara apa itu.

Sutikno tata

Saya tidak piara burung karena gk ngerti burung, Tapi saya tetap menikah walaupun gak ngerti jalan pikiran wanita, apakah saya juga gila?

Kliwon

Kali Jagir akeh nyambik’e.. Kali Rungkut akeh yuyune.. Itulah nama² hewan di kali.

Mirza Mirwan

Di beranda depan Bung Kliwon dan Nyonya duduk terpisah. Bung Kliwon duduk di kursi rotan panjang menghadap ke halaman. Sementara Nyonya duduk di kursi lain membelakangi tembok rumah tetangga. Kayaknya ada pertengkaran kecil di antara keduanya. Kentara dari rona muka yang pada bruwet. Tiba-tiba masuklah dua orang pengamen. Yang satu menyandang alat musik dari kotak kayu dengan empat karet melintang melewati lobang di tengah kotak. Satunya lagi membawa kecrekan dari beberapa tutup botol soft drink yang disusun renggang pada paku di sebilah kayu. Si pembawa kecrekan mulai menyanyikan lagu melayu “Harapan Hampa”-nya M. Mashabi. Meski diiringi musik seadanya, suara pengamen itu enak juga. Tetapi, barangkali, karena melihat si pemilik rumah seperti sedang duhkita, maka di bait terakhir si pengamen memlesetkan liriknya. Janganlah cintaku/ kau umpamakan bagai bola/ Jauh kau incar, kau kejar-kejar/ setelah dekat kau tendang/ Kiat si pengamen ternyata cukup jitu. Mendengar plesetan bait terakhir itu Bung Kliwon dan Nyonya serempat tertawa. Nyonya Kliwon minta si pengamen menunggu sebentar, lalu masuk ke dalam. Sebentar kemudian keluar lagi sambil membawa selembar pecahan 20.000. “Terima kasih, Bu, semoga rejeki ibu dan bapak semakin bertamah, agar selalu banyak sedekah.” “Amiiin,” sahut Nyonya Kliwon. “Memangnya ibu kasih berapa?” tanya Bung Kliwon setelah Nyonya duduk kembali. “Dua ribu.” “Kok bilang terima kasihnya……??”

yea aina

Kegilaan: melakukan hal sama berulang-ulang dan mengharapkan hasil berbeda. Yang ngomong itu bukan Abah Dis, apalagi saya. Itu quote/perkataan Mbah Albert Einstein, fisikawan kelahiran Jerman dan berkarir di AS.

Leong putu

Iya…rumputnya tumbuhnya ke atas. Yang bagus, rumputnya tumbuh kesamping atau ke bawah….wkwkwk

Jimmy Marta

Mumpung perusuh dikasih tempat. Lanjut ke soal main nya para pemain Indonesia. Tentu jadi pertanyaan banyak orang, kenapa vietnam yg baru merdeka “kemaren” dah begitu majunya prestasi mereka. Padahal saat mereka baru lahir, kita2 sudah pandai berlari… Gk usah bahas vietnam. Urus sja rumah tangga masing2. Hehe.. Kita lihat teknik pemain timnas. Saat mendrible bola coba ukur brp jarak bola dg kakinya. Saat menerima bola, coba perhatikan si bola bgmn mantulnya. Coba juga amati cara pemain kita melindungi bola, spt mudah direbut lawan. Di negara maju, pelatihan tim nasional gk ada yg jangka panjang. Mereka dibentuk nya di klub. Teknik, visi main bola dan kekuatan stamina di olah diklub masing2. Timnas diambil dari hasil kompetisi antar klub. Klub dan kompetisi. Sepertinya ini kuntjinya…

bagus aryo sutikno

Bli Leong, apa bedanya SOTO dan SITI…? #Kalau SOTO itu bihunya putih Bli. Lha kalo SITI, hanya suaminya yg tahu.

Otong Sutisna

Maaf bah, artikel hari ini kayak bukan tulisannya wartawan, tapi seperti orang lagi ngedumel, kesel, marah, kecewa lebih mirip tulisan pak Pry lagi kritik Abah ….. Salaym sehat buat sahabat disway

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Barang Enak

KEMPALAN: DUA barang enak yang dicampur menjadi satu harusnya menjadi sangat enak. Tidak begitu kalau yang dicampur itu soto enak dengan tembakau enak. Atau kopi enak dengan dawet enak.

Pengurus PSSI itu mirip-mirip  seperti sampuran barang-barang enak seperti itu. Soal rasa akhirnya tergantung yang dicampur dan yang mencampur.

Memang praktik selama ini sangat ideal dan demokratis: Ketua Umum dipilih oleh kongres. Setelah itu wakil ketua umum pun dipilih oleh kongres. Lalu anggota Exco, 12 orang, juga dipilih oleh kongres.

Itu mirip presiden dan wakil Presiden dipilih sendiri-sendiri di Pemilu. Tidak dalam satu paket. Apakah setelah terpilih nanti keduanya nanti bisa bekerja sama itu soal lain. Bahkan ibarat di pemerintahan, para menterinya pun dipilih lewat Pemilu.

Maka hasil kongres PSSI, bulan depan, adalah ibarat 14 barang enak dicampur jadi satu. Itulah pengurus PSSI hasil kongres. Maafkan, Anda belum tahu: PSSI adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia.

Calon ketua umum harus mendaftar dulu dan mendapat pengesahan dari satu komite. Calon wakil ketua umum juga begitu. Pun para calon anggota Exco, yang nanti akan jadi pengurus PSSI.

Dari daftar nama yang sudah mendaftar terlihat memang banyak pilihan. Bagus semua. Bisa dibilang enak semua. Soal apakah setelah terpilih nanti, lalu dicampur nanti, bisa menghasilkan pengurus yang enak itu soal lain. Dari proses seperti itulah semua orang berharap bisa memajukan sepak bola Indonesia.

Ditinjau dari segi ilmu manajemen, proses seperti itu sulit menghasilkan terbentuknya satu dream team di kepengurusan PSSI. Maka wajar kalau hasilnya juga seperti yang Anda sudah tahu.

Proses tidak pernah mengkhianati hasil. Proses pembentukan pengurus seperti itu juga tidak akan mengkhianati hasil: hasil yang buruk.

Aturan seperti itu tercantum dalam AD/ART PSSI. Yang disahkan oleh lembaga sepak bola dunia: FIFA. Tentu Kongres punya wewenang mengubahnya. Kalau mau. Kalau bisa.

Presiden SBY pernah gemes melihat PSSI. Lalu mencoba turun tangan. Gagal. Terbentur mekanisme organisasi seperti itu. Pemerintah, sesuai dengan aturan  FIFA, tidak boleh intervensi ke dalam organisasi sepak bola.

Presiden Jokowi juga gemes. Tapi berhasil intervensi. Ketua umum PSSI tergusur. Dengan segala konsekuensi. Tapi tidak sampai berhasil melakukan reformasi di tubuh PSSI.

Ketua umum PSSI yang sekarang tidak perlu digusur. Beliau sudah mengundurkan diri. Bisa dengan mudah dipilih ketua umum yang baru. Juga wakil ketua umum. Dan anggota Exco.

Pemerintah juga sudah terlihat punya calon: Eric Thohir, menteri BUMN. Ia juga orang gila sepak bola. Ia pernah sampai  menjadi pemilik klub sepak bola dunia, Inter Milan.

Apakah Eric pasti terpilih?

Tidak hanya bola yang bundar. Bumi manusia juga bundar. Dan kongres PSSI dilaksanakan di bumi manusia itu: tergantung pemilik suara dalam kongres.

Sayangnya pemilik suara itu sangat bervariasi dalam hal keinginan untuk memajukan sepak bola. Pemilik suara itu adalah para ketua asosiasi sepak bola provinsi. Masing-masing punya satu suara. Total 34 suara.

Klub-klub Liga juga punya satu suara. Badan-badan dalam PSSI masing-masing juga punya satu suara: misalnya badan yang mewadahi wasit. Total sekitar 80 suara.

Komposisi hak suara seperti itu juga menjadi problem di cabang olahraga lainnya. Betapa banyak provinsi yang tidak memperhatikan pembinaan sepak bola. Anda pun tidak pernah mendengar: di provinsi mana ada kegiatan sepak bola apa. Mereka tetap punya hak suara yang sama dengan provinsi yang gila sepak bola.

Sedang pemilik klub, manusia yang paling gila sepak bola, juga hanya punya satu suara. Gila dan tidak gila punya hak suara yang sama. Banyak yang akhirnya menyesal gila.

Benar. Terlalu banyak suara yang dipegang oleh mereka yang kurang peduli pada sepak bola. Mereka inilah sumber pendulangan suara dalam kongres. Dengan cara apa pun.

Harusnya prinsip meritokrasi juga berlaku di sepak bola. Siapa yang punya kontribusi terbesar mempunyai hak suara yang lebih besar.

Hak suara provinsi tidak perlu dihapus. Tapi tidak boleh dominan. Terutama provinsi yang tidak serius mengurus sepak bola.

Jelas sekali: yang paling serius memikirkan sepak bola adalah pemilik klub. Bukan hanya serius tapi sudah gila yang tidak pura-pura. Harta, waktu, dan tenaga dicurahkan habis-habisan. Tapi nasibnya ditentukan oleh mereka yang tidak serius. Tragis sekali.

Maka, kalau prinsip meritokrasi kita pegang, baiknya anggota dengan prestasi tertinggi punya suara terbanyak. Misalkan, klub anggota Liga 1 masing-masing punya 10 hak suara. Anggota klub Liga 2 punya hak 5 suara. Klub-klub Liga 3 punya hak 2 suara. Provinsi tetap: masing-masing punya 1 suara.

Tentu komposisi itu bisa didiskusikan. Dipilih yang paling rasional.

Tapi, rasanya, model demokrasi dalam PSSI tidak akan bisa memenangkan pikiran yang paling rasional sekalipun.

Maka setidaknya ada dua hal yang tidak rasional di PSSI: sulitnya terbentuk dream team dalam kepengurusan dan sulitnya merasionalkan hak suara.
Bertriliun uang dibelanjakan hanya untuk mendapat status gila. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan* Edisi 26 Januari 2023: Brandon Assamariyyun

Fa Za
Baca google translate cukup sekali, baca “Abah translate” harus tiga kali…heheheee

Mirza Mirwan
Dalam relasi sosial memang seharusnya kita tidak boleh membuat “garis demarkasi” antara ‘kita” dengan “mereka” hanya karena beda agama, beda suku, beda ras dan perbedaan lainnya. Apalagi hanya sekadar perbedaan pilihan cagub atau capres.

Fa Za
Cerita ttg orang Samaritan menggambarkan ada orang terluka parah di pinggir jalan, seorang pastur lewat tanpa menolong, seorang rohaniwan lewat tanpa menolong, namun seorang Samaritan (orang biasa) justru memberi pertolongan.  Kisah ini memberi makna bahwa berbuat baik terhadap sesama tidak harus selalu dikaitkan dgn agama. Menolong orang lain tdk perlu dicarikan dalil-dalilnya dari ajaran agama, tapi cukup dengan akal yang sehat (common sense) sebagai sesama manusia.

Denny Herbert
Adalah hal yg umum di usaha keluarga di Amerika (keturunan Asia) mempekerjakan keluarga sendiri sebagai karyawannya.. Kebanyakan pemilik motel dimiliki oleh keturunan India jadi jangan kaget kalau dari kasir sampai yg bersih2 isinya keluarga dari India. Kalau keturunan korea biasanya di liquor. Bisnis medi/pedicure oleh keturunan Vietnam Potong rumput dari keturunan Mexico.. ini typical artinya sebagian besar begitu tapi tidak mesti juga.. Nah menurut perusuh ini: KEBERANIANnya si Brandon Tsai adalah dari rasa KEPEMILIKANnya juga terhadap Ballroom Lay-lay ini. Jangan sampai ‘piring nasi’ keluarga dirusak, lebih baik dilawan… apalagi yg dilawan mungkin terlihat lebih lemah.. naiklah hormon aldenarlin untuk melaWAN dan bisa jadi jadi pahlaWAN. Dan bisa membongkar kasus ini lebih cepat… BRAVO BRANDON TSAI

Gianto Kwee
Respon Fight-or-Flight, Kalkulasinya dengan bilangan “Binary” dan waktu yang dibutuhkan hitungannya adalah Detik, Salam Bung Liang,

Liáng – βιολί ζήτα
Respons alami setiap orang terhadap bahaya pada umumnya akan melibatkan Amigdala yang berperan dalam memproses ketakutan. Selanjutnya Amigdala akan mengaktifkan sistem saraf dan mengirimkan sinyal rangsangan ke area Hipocampus dan Korteks Prefrontal. Semua proses tersebut terjadi hanya dalam hitungan detik dan memicu Respon Fight-or-Flight. Respon Fight-or-Flight inilah yang berperan untuk melindungi atau menyelamatkan seseorang jika ada ancaman atau bahaya yang nyata. Orang tersebut mungkin akan bersiap untuk melawan bahaya yang membuat dirinya takut (Fight) atau melarikan diri dari ancaman tersebut (Flight). Respon Fight-or-Flight ini juga akan merangsang jantung, paru-paru dan kelenjar adrenal, untuk bekerja lebih cepat berkaitan dengan dorongan untuk mengambil tindakan Fight or Flight tersebut.

Mirza Mirwan
“Sudah lihat video pembacaan nota pembelaan penasehat hukum Bharada E, Pak?” tanya Mas Lurah, tetangga saya, ketika melintasi serambi masjid usai Subuh tadi. “Belum, Om,” sahut saya — saya memang selalu memanggilnya “Om” untuk membahasakan anak saya. “Kenapa, sih?” tanya saya balik. “Ah…nggak, hanya mikir, kenapa dulu Pak Mirza kok nggak jadi lawyer saja!” “Lho, njuntrungnya kok ke situ. Apa hubungannya?” “Kemarin itu di komentar Disway, Pak Mirza kan menyebut kalimat bahasa apa itu, waktu para komentator ribut soal tuntutan 12 tahun penjara untuk Bharada E. Lha, di pembelaan penasehat hukum Bharada E, kalimat yang Pak Mirza sebut itu juga disebutkan.” Mas Lurah masih ngomong banyak ketika melintasi halaman masjid, tetapi saya malah mencari-cari kalimat apa yang katanya pernah saya sebutkan di komentar itu. “Maksud Om tadi apakah adagium ‘Actus non facit reum nisi mens sit rea?'” tanya saya setelah keluar dari gerbang masjid. “Nah, itu, Pak. Itu sebenarnya bahasa apa sih, Pak?” “Bahasa Latin, Om. Tetapi adagium itu semua orang yang pernah belajar ilmu hukum pasti tahu.” “Berarti Pak Mirza dulu juga pernah kuliah di Fakultas Hukum?” “Nggak pernah. Hanya kebetulan saya suka membaca buku-buku hukum yang dibawa pulang Tifa. Dan saya juga punya Kamus Latin-Inggris.” “Memang enak, ya, kalau suka membaca dan punya banyak bahan bacaan. Nggak gampang bingung kayak saya. Membaca Perda saja suka pusing.”

Kang Sabarikhlas
”KEBERANIAN itu berarti kemampuan memanajemen kesulitan dalam ketakutan ketika terjadi ada rasa sulit dan takut dalam pikiran yang takut sulit” Saya baca kalimat diatas ini sampai 7x kok jadi pusing ya,. anu..Abah salah tulis apa saya nulisnya ngawur… oh, jadi kalau saya mau hutang berarti itu Keberanian atasi takut kesulitan? duh,…saya dah goblik + bingung…

Mbah Mars
Kira2 karakter di Perusssssuh (S5) di Disway itu berkorelasi nggak ya dengan kehidupan di dunia nyata ?

Agus Suryono
@pak JM Berarti perusuh pun ada banyak faksi.. Perusuh Halus Perusuh Biasa Perusuh Kasar Perusuh Sejati Perusuh Luxury Perusuh Eksekutif Perusuh Ekonomi

Otong Sutisna
Kalau sebut merk apakah masuk promosi, saya takut di complain team disway, yang jelas sekarang sudah ada 5 pabrik baju, 2 pabrik sepatu, 4 pabrik rokok, 3 pabrik kain, dan 2 pabrik makanan….semua itu menyerap tenaga kerja, 1 pabrik aja menyerap tenaga kerja 500 sampai 5000 orang, kalau hotel mungkin baru hotel bintang dan ada sekitar 6 hotel , belum penginapan….kalau pabrik anak itu ampir merata tiap rumah di Majalengka, kalau ga percaya silahkan datang @ufa….ada guide ganteng gratis ….

bagus aryo sutikno
Percayalah. Saat anda membaca artikel boss Dahlan, lanjut membaca komentar pilihan, maka saat akan komen ingatan tentang isi artikel dah terdelusi 70%.
bagus aryo sutikno
Percayalah. Saat anda membaca artikel boss Dahlan, lanjut membaca komentar pilihan, maka saat akan komen ingatan tentang isi artikel dah terdelusi 70%.

doni wj
Wah-wah.. segala centang perenang tentang keberanian dan ketakutan ala Brandon Tsay itu, kalau bahasa Judges Indonesian Idol yang mengomentari Novia, sudah 4 kali overtune. Ini berseberangan dengan gaya tulisan Abah Dis. Yang membagi sebuah pengertian menjadi beberapa kalimat pendek. Agar orang paham setahap demi setahap logikanya. Dan tidak “kehabisan nafas” membacanya. Karena ketika “kehabisan nafas”, orang sudah tidak ingat atau fokus lagi. Dengan apa yang dia baca sebelumnya

bagus aryo sutikno
Berani dengan sedikit takut itu kopi hitam pekat dengan sedikit gula. Lha kalau berani tanpa takut itu ngOpi hitam pekat sedikit gula plus gudang garam merah diseruput di depan boss Dahlan lanjut ngudut. Wes tho, jajalen yen ra percoyo.

AnalisAsalAsalan
Keberanian harus ada sedikit rasa takut supaya tidak sembrono. Seperti pesilat, karateka, petinjud, dll harus ada sedikit rasa takut supaya waspada. Kalau keberanian tanpa ada rasa takut disebut apa? Nekat. Itu kenapa disebut Bonek (Bondo nekat), bukan Bowan (Bondo wani). Hahahahaha.

Liáng – βιολί ζήτα
“Courage is not the absence of fear, but the ability to have adversity to fear when fearful events happen as such this.” Ini adalah versi lain dari kutipan James Neil Hollingworth (1933–1996) – yang memakai pen name : Ambrose Hollingworth Redmoon. Kutipan lawas dari James Neil Hollingworth ini dipakai untuk menanggapi wabah Ebola di Liberia (2014-2015) “Courage is not the absence of fear : responding to the Ebola outbreak in Liberia” (keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut). Kutipan James Neil Hollingworth selengkapnya adalah : “Courage is not the absence of fear, but rather the judgment that something else is more important than fear. The timid presume it is lack of fear that allows the brave to act when the timid do not. But to take action when one is not afraid is easy. To refrain when afraid is also easy. To take action regardless of fear is brave.”

Agus Suryono
LIHAT VIDEO PENANGKAPAN.. Liat video penngkapannya memang ngeri. Tran masih berusaha merebut kembali senjatanya. Tapi waktu Brandon menodongkan senjata ke dadanya, dekat sekali, Tran langsung menyingkir. Rekaman tidak ada suara. Tapi sepertinya Tran pergi sambil misuh-misuh. #Sadhono Hadi

Jimmy Marta
Catatan siang : -Biaya haji naik hampir 100%. ONH yg selama ini berlaku, disebut ada subsidi 59%, yg diambilkan dari dana manfaat tabungan haji. -Dengan judul “pembelaan yg sia-sia” FS menyebut “Semua kebahagiaan saya sbg manusia hilang. Berganti menjadi suram, sepi dan gelap”. -Jokowi menyentil kemenkes, soal pemberantasan stunting dg pembagian biskuit. “Jangan lagi. Berikan ikan dan telur”, ujarnya. -Sang pangeran, hari2 ini menyatakan berminat masuk politik. Sang abang dan si bapak agak kaget. Tp Prabowo dah membentang karpet biru.

Atho’illah
Semoga apa yang dilakukan Mbah Huu Can Tran ini tidak memotivasi para perusuh Disway yang tidak mendapatkan tiket di camp selanjutnya. Kalau sampai ada yang termotivasi nanti acaranya jadi rusuh beneran. Wkwkwk

Pedro Patran
Mbah Mars betul, dengan kata² sedikit beda, simbah saya dulu pernah ngendika, bahwa ‘Pager Mangkok ternyata Lebih Kokoh dari pada Pager Tembok’ Hehehe…

Jimmy Marta
Anda tahu, kenapa daging kambing selalu digantung?. Jangan mengira itu hanya untuk menarik pembeli, bahwa penjual punya daging segar. Menurut ahli, setiap daging (hewan) ototnya akan mengencang dan keras setelah mati. Kalau langsung di olah tidak enak saat disantap. Dengan menggantung, pada daging terjadi relaksasi. Lembut. Dan sedap setelah diolah. *ahli perdagingan

mz arifinuz
Tuhan maha Hebat, bisa bikin nafsu sex, bisa bikin orgasme. Gimana cara bikin nya?

Leong putu
Tembok wall pintu door / Apa what bagaimana how / Nembaknya gak bunyi door / Ywng ditembak bunyinya ooohw /

Mbah Mars
Saya penasaran dengan kata assamiriyyun yang kata Pak DI ada dalam Al-Qur`an. Setelah saya cari-cari di Maktabah Syamilah, ketemunya kata “Samiriy” pada Surat Thoha ayat 95. “Qaala fama khatbuka ya Samiriy ?” (Musa berkata, “Apakah yang mendorongmu berbuat demikian wahai Samiriy ?). Kata Samiriy di sini menunjuk pada sosok individu (orang) yang kebetulan melakukan perbuatan negatif. Nama orang itu adalah Musa bin Zafar dari suku Samirah, pengikut Nabi Musa yang belakangan menjadi sesat karena menyembah sapi.

Mirza Mirwan
Selalu, setiap kali terjadi penembakan massal di AS, gubernur negara bagian TKP hingga presiden selalu mengecam, mengutuk, –condemn, decry — atau yang semacam itu. Hanya itu. Tetapi Gavin Newsom, Gubernur California, tidak hanya sekadar mengutuk atau mengecam. Ketika Selasa kemarin mengunjungi Half Moon Bay, di mana sehari sebelumnya terjadi penembakan di dua tempat yang menewaskan 7 orang dan seorang cedera — saya menuliskan kejadiannya Minggu (22/1), yang benar Senin (23/1) — Gavin Newsom terkesan sangat emosional ketika berkata, seperti bertanya: “Apa yang salah dengan kita, hingga kita membiarkan senjata (untuk keperluan) perang dan magasin berkapasitas besar (sampai bisa) keluar di jalanan dan trotoar? Mengapa kita biarkan budaya ini, pola ini, terus berlanjut?” Newsom seperti mengritik para anggota Kongres yang tak pernah berinisiatif untuk melakukan amandemen terhadap amandemen ke-2 Konstitusi AS yang memberi kebebasan kepemilikan senjata api. Padahal amandemen ke-2 itu sudah berumur 231 tahun. Dan nyawa yang direnggut akibat kebebasan kepemilikan senjata api itu sudah tak terhitung jumlahnya. Dan Newsom kemudian menutup kata-katanya dengan kalimat: “Only in America do we see this kind of carnage” — Hanya di Amerika kita melihat pembantaian semacam ini. Ada nuansa marah sekaligus putus asa dalam kalimat terakhir sang gubernur. Maklum, dalam seminggu terjadi tiga kali penembakan massal di wilayahnya. Dan politisi di Kongres mengidap amnesia.

Co Ba
Saya lama tak komen. Tapi saya selalu baca tulisan Abah kok, walo kadang bacanya dirapel. Buat tulisan kali ini, saya ga bisa nahan hasrat buat komen: oh jadi begitu definisi-visual “ganteng” bagi Abah (sambil scroll lagi ke atas buat lihat foto yg dishare Abah), hmm beda sih ama definisi-visual ganteng menurut saya. Kalo lihat foto di atas sih, menurut saya, ngga ganteng, estede aja. Udah, cuma pengen komen itu aja. Log out lagi ah.

Ardi Suhamto
Kisah orang Samaria itu sedikit berbeda (maaf koreksi Bah, sepertinya penjelasan nya salah) Seorang dari Yerusalem ke Yerikho (kemungkinan besar org Yahudi) terluka parah. Orang pertama yg lewat Imam (pastur kalau jaman skrg, orang Yahudi jg), tapi ga menolong (kemungkinan besar karna mereka terikat dgn hukum2 Taurat / takut kalau yg terluka itu sdh meninggal, dalam artian takut jadi najis) Orang kedua yang lewat itu Lewi (Rohaniwan pengertian jaman skrg, orang Yahudi juga), juga ga mau bantu (sama alasan nya dgn yg no 1) Orang ketiga (Samaria), yang justru mau bantu. Padahal orang Yahudi dan orang Samaria ga mau bergaul satu-sama-lain karna alasan historis. Justru sometimes orang-orang asinglah yang mau membantu, orang2 sendiri ga mau bantu

Handoko Luwanto
Rajin bukan berarti ga pernah malas, tapi mampu mengelola kesulitan saat datang rasa malas. Semangat bukan berarti ga pernah patah hati, tapi mampu mengelola kesulitan saat patah hati. Pengingat bukan berarti ga pernah lupa, tapi mampu mengelola kesulitan saat suka lupa. Bersabar bukan berarti ga pernah marah, tapi mampu mengelola kesulitan saat marah. Mencintai bukan berarti ga pernah membenci, tapi mampu mengelola kesulitan saat timbul rasa benci. Pemenang bukan berarti ga pernah kalah, tapi mampu mengelola kesulitan saat kalah. Sukses bukan berarti ga pernah gagal, tapi mampu mengelola kesulitan saat gagal. …. Sudah ketemu pola penulisannya, kan? Mudah ditulis tapi susah sekali dijalankan.

Eko Darwiyanto
Di Injil Barnabas, yang bertanya di kisah orang Samaria itu Nabi Isa as, bukan pengacara.

ACEP YULIUS HAMDANI
Pahlawan biasanya muncul tanpa perencanaan, hanya naluri alam bawah sadar, yang direncanakan pahlawan kesiangan , seperti………

Gianto Kwee
Brandon punya 3 pilihan yang sulit ! Ikuti pesan ayahnya, Jangan korbankan nyawa, Ikuti pesan Jenny di Forest Gump, “Run, Forest Run !” Atau Bertindak seperti Tom Cruise di Mission Impossible, bergerak cepat, rebut senjatanya Waktu yang tersedia Hanya sepersekian detik dan dia putuskan pilihan ketiga dan Berhasil ! Brandon yang Cerdas, Lugas dan Beruntung !

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Hibah Salah

KEMPALAN: UANG Rp 14,1 miliar itu harus dikembalikan. Itu perintah pengadilan. Sulitnya, yang harus mengembalikan itu bukan badan hukum: forum pondok pesantren. Sebagai organisasi. Bukan juga perorangan pengurusnya.

Saya membayangkan betapa sulit melaksanakan putusan pengadilan Serang pekan lalu itu. Simaklah jalan cerita ini: Ketua Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Provinsi Banten mengajukan proposal ke gubernur (saat itu) Wahidin Halim. Nilainya Rp 27 miliar.

Itu akan dibagikan kepada pondok pesantren se-provinsi Banten yang menjadi anggota forum.

Ternyata yang disetujui hanya Rp 6,6 miliar. Akan diambilkan dari APBD tahun 2018.

Ketua FSPP KH A. Matin Djawahir kaget. Kok cuma segitu. Ia pun menemui gubernur. Minta ditambah. Maka Kiai Matin diminta mengajukan permohonan lagi. Gubernur pun memanggil kepala Biro Kesra. Agar permintaan itu dipenuhi. Sang kepala Biro, dalam kesaksian di persidangan, mengatakan anggarannya tidak ada di APBD 2018. Tapi, masih  katanya di pengadilan, sang gubernur menekannya.

Bahkan, katanya, ada ucapan: mengapa ia nurut kepada gubernur lama (Atut), tapi tidak nurut ke gubernur yang sekarang.

Ketua Forum pun mengajukan proposal baru: Rp 71,7 miliar. Disetujuilah Rp 66,2 miliar. Uang pun dibagi ke pondok pesantren. Ratusan  jumlahnya. Banyak pondok yang mendapat dana hibah hanya Rp 30 juta. Total ada 543 pondok pesantren yang mendapat hibah bermasalah ini.

Biasa: sebagian dana itu untuk tambahan operasional FSPP.

Menurut majelis hakim tipikor, negara dirugikan Rp 14 miliar. Kok bukan Rp 66,2 miliar seperti perhitungan jaksa?

Menurut hakim, Rp 14 miliar itu berasal dari Rp 2,8 miliar yang diambil FSPP ditambah Rp 11 miliar yang diberikan ke pondok yang tidak punya izin dari pemerintah. “Tidak seharusnya FSPP dapat bagian hibah sampai Rp 3,8 miliar. Seharusnya hanya Rp 1 miliar. Maka yang Rp 2,8 miliar tidak sah dan harus dikembalikan,” ujar hakim dalam vonisnya. Dana hibah yang diterima pondok pesantren yang punya izin dianggap bukan kerugian negara.

Tahun berikutnya ketua FSPP mengajukan lagi permohonan dana hibah. Kiai Matin tidak menyangka kalau kelak akan jadi perkara.

Usulan ini pun disetujui. Dilaksanakan dari APBD 2020. Menurut hakim untuk pembagian tahun 2020 ini negara dirugikan Rp 5 miliar. Itu karena ada 172 pondok yang tidak punya izin ikut mendapat hibah.

Terdakwa yang dijatuhi hukuman dalam kasus ini adalah empat orang dari Pemprov. Yakni kepala Biro Kesra dan anak buahnya. Lalu satu orang kiai yang menjadi salah satu koordinator pembagian. Kiai ini dinilai terbukti memotong bagian 11 pesantren senilai Rp 104 juta.

Karena semua itu diputuskan sebagai korupsi, maka kerugian negara harus dikembalikan. FSPP harus mengembalikan uang Rp 14,1 miliar.

Sulitnya, FSPP bukanlah organisasi formal. Namanya saja forum. Mungkin juga tidak punya anggaran dasar. FSPP juga bukan badan hukum. Dalam peraturan perundangan yang berlaku tidak dikenal badan hukum yang disebut forum. Berarti sebuah forum tidak bisa dihukum.

Mungkinkah FSPP menagih kembali uang yang sudah diserahkan ke ratusan pondok yang tidak berizin itu? Juga tidak mungkin. Forum tidak punya kekuatan hukum menagih. Yang ditagih mungkin juga menyerah: ambil saja pondok ini sebagai pembayaran.

Ketua Forum ini, Kiai Matin Djawahir, relatif masih muda. Beliau juga sangat disegani. “Waktu menjadi mahasiswa di sini, ia sering membawa pisau ke dalam ruang kuliah,” ujar seorang dosen di Universitas Islam Negeri di Serang. “Beliau juga dikenal sebagai salah satu jawara di Banten,” tambahnya.

Pesantrennya besar: Darul Falah. Di Pandeglang. Itu adalah pondok warisan dari ayahandanya, seorang ulama terkemuka di Banten.

Bagaimana kalau kerugian negara itu ditagihkan kepada ketua FSPP?

Lebih sulit lagi. Beliau meninggal dunia. Di tahun 2020. Yakni tidak lama setelah hibah dari Pemprov itu dibagikan ke pondok pesantren. Usianya baru 52 tahun. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 24 Januari 2023: Imlek Cemburu

hilman g
Apa bedanya Ang Pao dengan Hong Bao? Mungkin karena yang masuk ke Indonesia itu orang cina pasukan Gengis khan dari Mongolia jadi namanya Ang Pao, orang cina yang pergi ke amerika itu pasukan Chiang Kai Shek dari pulau Taiwan makanya jadi Hong Bao

Mbah Mars
Semua bangsa suka laku kedermawanan. Demikian juga semua agama mengajarkan sikap-sikap filantropis. Murah hati. Loma. Angpao atau Hong Bao adalah pemberian uang yang dimasukkan ke dalam amplop merah. Si pemberi biasanya adalah si senior. Si penerima adalah si yunior. Amplop warna merah bagi kaum Tionghoa melambangkan keberuntungan dan terhindar dari keburukan roh jahat. Mirip konsep sadaqah dalam Islam: “Ash-Shadaqtu daf’ul bala””. Shadaqah bisa menolak bala’. Orang yg banyak shadaqah juga yakin akan diguyur berbagai keberuntungan hidup.

Sastra Boenjamin
Mohon izin untuk menjawab, Ang Pao itu dialek hokkian, sedangkan Hong Bao (dibaca : Hong Pao) adalah bahasa mandarin

Amat Kasela
Cemburu dan sayang. Biji benalu asal kelayang/ kelayang anak hinggap di jambu/ Cemburu itu tandanya sayang/ Tapi cemburu jangan terlalu Kalahlah inang oleh benalu/ Biji benalu asal kelayang/ Kalau cemburu sudah terlalu/ Salah sedikit nyawa melayang.

Kliwon
♬♪ Ingin Kubunuh Pacarmuuu ♬♪ ♬♪ Saat Dia mencium bibir merahmu ♬♪ Disini Dewa 19 hanya menyanyikannya, dan disana cowok lansia mewujudkannya..

Agus Suryono
SIAPA TAHU.. Yang tebakannya pas dan benar, cocok diberi tangkat tituler: BRIPTU.. Kalau salah dikit: BRIPDA..

Mbah Mars
Kompol Koplak: “Sudah 9 peluru kau muntahkan. Semua meleset” Barada Jabrik: “Siiaaaap komandan” Kompol Koplak: “Tinggal satu peluru. Sana buat nembak kepala lo saja” Barada Jabrik: “Siaaap” Barada Jabrik melesat ke balik pepohonan yang rimbun. Dalam sekejap terdengar DOOR! Kompol Koplak: “Waduh berabe. Gila anak itu. Benar-benar nembak kepalanya” Kompol Koplak dan polisi-polisi lain berlarian ke arah semak belukar tempat Barada Jabrik menembak kepalanya. “Maaf, komandan. Tembakan saya meleset lagi”‘ kata Barada Jabrik sambil nyengir. Kompol Koplak merasa lega sekali.

Everyday Mandarin
Mumpung masih suasana Imlek hingga 15 hari sejak 22 Jan lalu. Dinasti Qing (China) tekor dan gempor setelah kekalahan di 2 Perang Candu. Hong Kong lepas ke Inggris dari genggaman China. Untung Inggris masih punya hati, bukan rebut paksa, tapi sewa sampai 1997. Sejak itu orang asing banyak yg buka perusahaan di selatan China, terutama di Guangdong dan Hong Kong. Karena kekalahan ini, tahun 1861, kaisar Tongzhi (Dinasti Qing) mereformasi negara lewat Gerakan Memperkuat Negara (自強運動). Qing bermaksud mempelajari kemajuan negara Barat. Banyak konsultan asing direkrut Qing. Selain pengusaha asing yang membuka usaha di China tadi. Pekerja2nya ya orang2 Guangdong. Saat Tahun Baru Imlek, pekerja2 Guangdong ini mengucapkan “kunghi fatchoi” (ini bahasa Canton, dalam Mandarin: gongxi facai) ke bos2 asing mereka. Harapannya supaya bosnya kaya dan pekerjanya bisa dapat THR lebih lagi di tahun depan. Ucapan “kunghi fatchoi” ini dengan cepat menyebar ke Hong Kong. Dan hingga kini, orang Hong Kong masih mempertahankan ucapa “kunghi fatchoi”. Sementara 2 China lainnya: PRC/RRC dan ROC/Taiwan lebih biasa mengucapkan “xinnian kuaile” sbg ucapan Sincia ini.

Gianto Kwee
Ratna Assan main bareng Steve Mc Queen di film Papillon, Saya nonton di usia saya 21 tahun, terima kasih bung Mirza

Mirza Mirwan
Ingat Los Angeles ingat Bu Devi Dja, pesohor Hollywood asal Indonesia. Pembaca CHD under-sixty mungkin banyak yang tidak kenal nama Devi (Dewi) Dja, yang nama lahirnya Misri, lalu berganti Soetidjah. Nun sebelum Indonesia merdeka dulu Devi Dja ini sudah terkenal sebagai bintang dalam Grup Dardanella pimpinan Willy Klimanof, yang kemudian menjadi suaminya. Devi Dja juga pernah menjadi bintang film di sini, salah satunya dalam “Dokter Syamsi”. Kisah Devi Dja pernah ditulis Ramadhan K.H, judulnya lupa — kebetulan isteri Ramadhan K.H, Pruistine, dulu adalah diplomat di KJRI Los Angeles. Tanggal 19 Januari kemarin itu genap 34 tahun Devi Dja meninggal. Saya termasuk beruntung karena tahun 1985, tiga tahun sebelum Devi Dja berpulang, saya pernah berkunjung ke rumahnya di Mission Hills, -/+25 km di utara Los Angeles. Usia beliau sudah seusia Pak DI sekarang. Tetapi Bu Devi Dja sudah kelihatan sepuh. Meski sudah menjadi WN AS sejak 1950-an, kecintaan Bu Devi Dja terhadap tanah kelahiran tidak pernah luntur. Di Hollywood Devi Dja juga pernah membintangi beberapa judul film, tetapi satu pun tidak ada yang saya ingat. Devi Dja kenal dekat dengan bintang-bintang besar kala itu: Bob Hope, Greta Garbo, Dorothy Lamour, dan …. saya lupa. Lucunya, meski puluhan tahun menjadi WN AS, pelafalan bahasa Inggris Bu Devi Dja bisa disebut Javanglish — bahasa Inggris logat Jawa. Ratna Assan, putrinya dari suami ke-3 yang asal Gresik, juga pernah membintangi film Hollywood. Stop

yea aina
Pak @JM, warnanya bisa apa saja, karena format e…… Yang bisa dapat juga siapapun perusuh Disway, tentunya kecuali yang identitas beserta kontaknya tidak jelas seperti saya: bisa tidak dapat kwkwkw.

Jimmy Marta
Monterey park, Alhambra dekat Arcadia gk jauh dari LA, yah sy pernah kesana. Itu kota satelit spt Alam Sutera di Jkt. Penduduk nya 60rb, 63% turunan asia, bagian terbesarnya dari cina. Waktu disana sy cuma bingung, gk bisa bedakan mana yg asal cina, taiwan, vietnam dan jepang. Sewaktu mampir di salah satu tokonya, saya sapa dg, Koh…!. Hebat nya sang kakek langsung tahu sy dari Indonesia… #Abah ngarang #Kt hanya pernah ke A mriki

doni wj
Saya jadi curiga.. jangan-jangan sulit login ke Disway ini gegara ada sabotase admin yang sudah menikah dan nggak kebagian Hong bao.. wkwkwkwk.. Ceritanya beberapa hari yang lalu seorang mantan kolega di UN menghubungi saya. Ada teman kuliahnya bernama Josh asal San Diego mau berkunjung ke Jogja. Kirain mau puter-puter Jogja saja. Ternyata berminat ke Borobudur. Jadilah motoran 1,5 jam ke sana. Pulangnya, Josh ngajak makan. Padahal saya ada undangan ke rumah teman yang merayakan Imlek. Imlek = makan-makan, wkwkwk.. Daripada jajan di jalan, saya ajak dia ke acara itu. Meski tidak pakai acara roundtable, makan-makan dengan berbagai lauk tetap disediakan melimpah. Bahkan waktu pamit pulang, Josh yang jomblo masih dapat Hong bao pula. Saya langsung komen, “gimana tho Josh, udah ga jadi nraktir, lha kok malah dapet uang saku..??” Wkwkwk. Jadi kalau kirim-kirim Hang bao ke perusuh, Bli Leong dan Mbah Mirza yang mengumumkan mau dikrawu sambel sama dipukul munthu istrinya itu pasti nggak bakal dapet. Lha yang terkenal jomblo macam Aat ini yang punya kans..

Yellow Bean
Terimakasih angpao Imlek nya Abah dan team Disway. Saya sudah cek rekening. Alhamdulillah lumayan untuk beli beras. Semoga yang lain juga mendapatkan seperti yang saya terima.

Mirza Mirwan
Dan ternyata Minggu, 22 Januari, terjadi lagi penembakan di California. Kali ini di Half Moon Bay, +/- 35 km di selatan San Fransisco. Korbannya 7 orang meninggal, seorang terluka. Tetapi pelakunya sudah tertangkap dan….eh, dari namanya jelas Tionghoa, Chunli Zhao, 67. Artinya, dalam seminggu, di California saja terjadi tiga kali penembakan dengan korban tewas 25 orang.

Liáng – βιολί ζήτα
Mbak Yellow Bean, Kalau menurut Mbak Maia Estianty sih… begini : Lagu ini hanyalah sepenggal kisah cintaku Cintai seseorang yang tak punya selera Dia meninggalkan aku untuk yang lebih jelek Juga tidak lebih baik Gadis itu si joli Gadis itu si doi Gadis itu si mona Gadis itu si lola Joli itu tak lebih pintar dariku Si doi bodynya kayak bodyguardku Sementara mona tingkahnya belagu Dan lola kampungan mereka itu temanku mereka itu sahabatku mereka itu temanku mereka itu sahabatku mereka pengkhianat cinta… Pengkhianat cinta… KAU PENGKHIANAT CINTA… KAU PENGKHIANAT CINTA… wkwkwkwkwkwkwk…….

Liáng – βιολί ζήτα
Keyakinan tentang perselingkuhan pasangan dapat membentuk kandungan fenomena psikopatologis, seperti delusi. Kecemburuan delusi adalah masalah yang sering terjadi pada demensia. Delusi dan halusinasi seringkali terjadi secara berdampingan. Orang yang mengidap Sindrom Othello pada umumnya tidak mampu mengendalikan perasaannya karena cemburu buta. Sindrom Othello termasuk gangguan kejiwaan delusi, karena pengidapnya tidak mampu membedakan yang mana “kenyataan” dan yang mana “imajinasi”. Pengidap Sindrom Othello hanya meyakini dan bersikap sesuai apa yang ia percayai, meskipun tidak ada bukti apapun yang memperkuat kecurigaannya. Itu sebabnya orang dengan Sindrom Othello akan meyakini kalau pasangannya selingkuh sehingga ia akan terus cemburu dan berusaha membuktikannya. Caranya bisa beragam, mulai dari menginterogasi, menguji, menguntit, bahkan hingga melakukan pembunuhan !!

Liáng – βιολί ζήτα
Abah DI terimakasih “hong bao” nya. Othello Syndrome. Kata “Othello” merujuk pada drama karya Shakespeare yang mengisahkan seorang suami bernama Othello yang membunuh istrinya karena kecurigaan yang tidak terbukti kebenarannya. Othello syndrome is a psychotic disorder characterized by delusion of infidelity or jealousy; it often occurs in the context of medical, psychiatric or neurological disorders. (Sindrom Othello adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan delusi perselingkuhan atau kecemburuan; itu sering terjadi dalam konteks gangguan medis, kejiwaan atau neurologis.) Istilah Othello Syndrome pertama kali disebutkan oleh John Todd dan K. Dewhurst di dalam paper berjudul “The Othello Syndrome: a study in the psychopathology of sexual jealousy” (1995).

Yellow Bean
Untuk siapa pun di grup ini yang kenal atau pun tidak dengan saya pribadi atau terkait almarhum suami, saya mohon maaf kalo ada ketidak sengaja candaan saya. Saya menjadi follower Pak Dahlan Iskan sejak beliau dalam kabinet Bapak SBY. Bukan sedang memata matai siapapun. Saya biasa ikut kegiatan sosial jadi mohon maklum kalau saya terasa sok akrab atau sok pintar karena yang pasti saya sedang belajar berinteraksi dengan orang luar setelah 21 tahun hanya fokus dalam rumah seperti katak. Maturnuwun dan mohon maklum.

Fiona Handoko
terima kasih bpk denny. pembunuhan karna cemburu. jadi ingat si jendral polisi di astina. bedanya si jenderal “nabok nyilih tangan”

Denny Herbert
Kebetulan perusuh ini pernah tinggal dan sekolah di kota Torrance.. kota Torrance terkenal dengan tingkat keamanan yg tinggi di daerah LA County secara berkala, dari tahun ke tahun dan berada di pesisir pantai (berhadapan dengan Lautan Pacific). Perusuh ini pernah mencoba tidak mengunci mobil setiap kali parkir di pinggir jalan umum selama 2 tahun dan tidak pernah ada yg usil.. Menurut perasaan kami: ada kemungkinan si pembunuh ini, sudah tahu ini akhir hidupnya, dan dia memilih kota Torrance sebagai tempat terakhir hidupnya… Sekedar info: Torrance ini adalah tempat ‘pembuangan’ warga Jepang Amerika yg pada saat Pearl Harbor dibom mereka dicuragi sebagai mata2… jadilah sebuah kota yg banyak ditempati oleh warga keturunan Jepang dan jadi kota teraman di LA

Otong Sutisna
Kayaknya bukan cemburu deh, tapi jengkel….kenapa yang ketinggalannya hp, ga dompetnya aja …

Leong putu
“Kok tumben sudah pulang Pa ?”. .”anu…Ma…aku ijin”. .”Sakit ?”. .”enggak Ma…”. .”trus kenapa ? Biasanya kamu kan mesti lembur, Kena macet, sehingga tiap hari sampai rumah jam 7 malam “. .”anu…Ma.., Hp ku ketinggalan di rumah”. .”hmmmm… Hp apa Hp ?”. .”hmmm…”. .”pantesan tadi aku telpon kok tidak diangkat”. .’hmmmm…”. .’ kamu simpan di mana ?”. .”di bawah bantal Ma…”. .”kok aku gak dengar ?”. .”aku silent Ma…”. .”heeleeeeh…sejak kapan Hp kamu mode getar ?”. .”hmmm….”. .”gak sekalian kamu kasih pasword saja !”. .”hmm”. .”teruskan aja Pa..! ! “. .”hmm”.

Fiona Handoko
selamat siang bpk thamrin. kang aat pergi bersama cewek/ pulang pulang bawa bapao/ selamat tahun baru imlek/ alhamdulilah abah janji bagi hongbao/

Mirza Mirwan
Iseng-iseng saya baca ulang CHD hari ini. Dan ada yang perlu diluruskan. Di Alhambra, tepatnya di Lai Lai Ballroom, sebenarnya Huu Can Tran bukan dikeroyok rame-rame. Hanya satu orang yang bergumul dengan Huu Can Tran untuk merebut senjata semi otomatis yang dibawa lelaki 72 tahun itu. Si “brave man” itu adalah Brandon Tsay, 26, pekerja Lai Lai Ballroom, yang punya firasat buruk melihat seorang pengunjung membawa senjata semi otomatis memasuki lantai dansa. Begitu senjatanya berhasil direbut, Huu lantas lari keluar menuju mobilnya. Setidaknya, begitulah menurut penuturan Sherif Robert Luna kepada wartawan.

Jimmy Marta
Pulau buru ada di seberang/ Pantainya indah tempat jualan ikan/ Kalau cemburu selalu datang/ Segera lah pindah tinggal berjauhan

Leong putu
Ku ambil senapan pergi berburu / Ku tembak babi yang kena sapi / Kalau hati sudah dibakar cemburu / Tak bisa heppy isinya sakit hati / …. 365_mantun cemburu

Liáng – βιολί ζήτα
Pak Denny Herbert, Perlu dibedakan antara “Suicidal Ideation” dan “Murder-Suicide”. Suicidal Ideation (kecenderungan berpikir untuk merusak atau mematikan diri sendiri yang dilakukan secara sengaja). Murder-Suicide (pembunuhan-bunuh diri adalah tindakan di mana seseorang membunuh satu orang atau lebih, baik sebelum atau saat bunuh diri).

Liáng – βιολί ζήτα
…lanjutan. …bunuh diri zaman sekarang melibatkan banyak korban… itu berarti bukan “bunuh diri (suicidal ideation)” tetapi “pembunuhan-bunuh diri (murder-suicide)”.

Handoko Luwanto
Judul-2 CHD koq sering susah dicerna ya. Bikin mudah lupa isi postingan yg lalu-2. Sperti hari ini, Imlek Cemburu. Jika memang dipaksakan hanya 2 kata, apa tidak lebih baik Cemburu Imlek ? Dipendekkan dari “Cemburu saat Imlek”.

Nimas
المرءة تكتم الحب اربعين سنة ولا تكتم الغيرة ساعة واحدة Perempuan mampu memendam cinta 40 th lamanya, namun ia tak kuasa menahan cemburu walau sesaat. # mewakili kata hati istri perusuh Disway….

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Imlek Cemburu

INI tidak akan terjadi di Indonesia: hura-hura di malam tahun baru Imlek. Tapi ini di Amerika: begitu banyak orang berpesta di ballroom, nyanyi-nyanyi, dansa-dansi, dan…. DOR! DOR! DOR! Tidak ada yang meleset: 10 orang tewas di lantai dansa, 10 lainnya dilarikan ke rumah sakit. Yang tewas itu 5 perempuan, 5 laki-laki.

Anda sudah tahu kejadiannya di mana: Monterey Park. Anda sudah pernah ke sana: itulah kota yang hampir 2/3 penduduknya Tionghoa, Vietnam, dan Jepang. Saya pernah makan mie di dekat ballroom itu. Diajak drg Irawan, sahabat Disway yang tinggal di Arcadia, kota tetangga.

Berbeda dengan China Town yang padat, inilah China Town modern di Amerika. Sekitar 30 tahun lalu orang Tionghoa yang punya uang pindah dari China Town ke sini. China Town di pusat kota Los Angeles. Monterey Park sedikit di luarnya. Jaraknya hanya sekitar 20 Km. Dalam peta kota metropolitan Los Angeles ini mirip Alam Sutera-nya Jakarta.

Orang menyebutkan Monterey Park sebagai Beverly Hill-nya China Town. Memang, inilah China Town pertama di luar pusat kota besar di Amerika.

Begitu terjadi penembakan tepat sasaran itu, kesan pertama yang muncul: ini pasti ada hubungannya dengan kebencian pada orang Asia.

BACA JUGA: Santos Lolos

Khususnya terhadap Tionghoa. Terutama sejak Presiden Donald Trump berkoar bahwa orang Amerika menderita akibat Covid dari Tiongkok. Sejak itu begitu banyak orang Asia tewas ditembak atau jadi sasaran kebencian lainnya.

Isu anti-Asia seperti itu tidak muncul di lantai dansa. Mereka melihat sendiri bahwa yang melakukan penembakan berwajah Asia. Wajah beneran. Buka wajah bertopeng motif Asia.

Keesokan harinya Wajah Asia itu ditemukan tewas di dalam sebuah mobil di satu tempat: Torrance. Lokasi ini di sebelah barat pusat kota Los Angeles. Berarti dari ballroom itu, si wajah Asia melarikan mobil ke arah barat, melewati Los Angeles, masih terus ke barat, berhenti di lokasi itu. Bermalam di situ. Di dalam mobil.

Atau keliling-keliling dulu. Yang jelas ia punya kesempatan memikirkan apa yang baru ia lakukan selama lebih 10 jam.

Mobil can warna putih itu memang sedang dicari polisi. Informasi akan kecurigaan pada mobil itu sudah menyebar ke polisi di mana pun.

BACA JUGA: Tetap Ardern

Begitu ditemukan di Torrance, polisi memberi peringatan: agar pengemudi keluar mobil dengan tangan diangkat. Mobil sudah terkepung SWAT. Pukul 11.00 waktu setempat. Ini sekitar 13 jam setelah penembakan di ballroom.

Pun setelah peringatan diulangi. Tidak ada yang keluar dari mobil. Polisi mendekat dengan cara yang aman. Harus hati-hati. Belakangan banyak kejadian polisi ditembak justru ketika akan menangkap tersangka.

Si wajah Asia melihat dirinya terkepung. Lalu terdengar suara tembakan dari mobil itu. Ketika polisi membuka paksa pintu mobil pengemudinya sudah terkulai mati. Kelihatannya ia bunuh diri. Baru saja. Ada lubang di mobil akibat peluru dari si wajah Asia itu sendiri.

Namanya: Huu Can Tran. Umur: 72 tahun. Biasanya nama seperti itu orang Vietnam. Ketika masih disebut: berwajah Asia, banyak yang mengira ia orang Jepang. Apalagi kalau dilihat foto yang disiarkan polisi. Wajah berkaca mata dan bertopi kethu itu mirip wajah Jepang.

Ternyata dari ballroom tadi si wajah Asia tidak langsung ke Torrance. Ia mampir dulu ke pesta dansa lainnya di Alhambra. Jarak Monterey Park ke Alhambra hanya sekitar 12 km. Alhambra juga didominasi penduduk Tionghoa. Juga lagi ada pesta malam tahun baru Imlek di situ. Ada dansa. Ia mau masuk ruang dansa. Tapi langsung dikeroyok orang-orang di situ. Lari. Menuju mobil putih. Kabur.

BACA JUGA: Nunut Besar

Informasi soal mobil van putih pun bertambah kuat dari laporan di Alhambra tersebut.

Beberapa kota kecil di seputar Monterey Park memang mirip: juga didominasi warga Tionghoa. Yakni mereka yang ingin pindah dari China Town di pusat kota tapi tidak bisa pindah ke Monterey Park: sudah terlalu mahal. Persaingan bisnisnya juga sudah sangat ketat.

Yang penting masih di sekitar Monterey Park.

Polisi ”kabupaten” Los Angeles (wilayah di luar batas kota Los Angeles) segera menyiarkan foto si wajah Asia. Maka spekulasi ras apa yang melakukan penembakan tidak jadi isu rasialis.

Beberapa wali kota di sekitar Monterey Park memang berada di ”kabupaten” Los Angeles. Tapi ”kabupaten” Los Angeles tidak punya bupati. Yang ada sheriff ”kabupaten” Los Angeles.

Para wali kota itu langsung di bawah koordinasi gubernur California. Para wali kota di situ umumnya juga keturunan Tionghoa.

Pemilik ballroom itu sendiri juga pengusaha Tionghoa. Itulah lantai dansa terbesar di ”Beverly Hill”- nya Monterey Park.

sumber foto: disway.id

Siang hari banyak orang tua berdansa di situ. Oma dan Opa. Malam hari giliran yang lebih muda. Orang-orang tua itu punya pelatih khusus. Bule keturunan Spanyol. Ia melatih orang-orang tua yang mengisi hari akhirnya dengan dansa. “Yang saya latih umumnya berumur 70 sampai 90 tahun,” ujar pelatih di situ seperti ditulis The Los Angeles Times. “Generasi mudanya berumur 60-an tahun,” tambahnya.

Tentu tidak perlu ada penembakan di arena pengisi hari tua seperti itu. Si wajah Asia perlu sasaran yang lebih bersifat hura-hura.

Tahun 1980-an, kota Monterey Park juga disebut sebagai ”Little Taipei”. Itu ketika mayoritas penduduknya berasal atau keturunan Taiwan. Budaya Taiwan dominan di situ. Lalu belakangan tercampur dengan pendatang berdarah Vietnam.

BACA JUGA: Turun Gunung

Belakangan lagi membanjir yang dari Tiongkok daratan. Istilah

”Little Taiwan” pun tidak disebut-sebut lagi.

Acara malam tahun baru Imlek itu sendiri rencananya dua malam. Saking banyaknya peminat. Juga lantaran acara seperti itu sudah mentradisi: setiap tahun meriah. Setiap tahun mengesankan.

Baru kali ini pesta malam kedua dibatalkan. Terlalu sedih apa yang
terjadi di malam pertama.

Imlek begitu berbeda di Amerika. Di Asia malam Imlek adalah malam spiritual: malam sungkem kepada orang tua. Atau yang dituakan. Lalu makan bersama sekeluarga. Juga bagi-bagi hong bao.

Keesokan harinya masih acara spiritual: makan mie panjang umur dan mendatangi rumah famili yang dituakan. Sambil mengajak anak-anak untuk dididik: dijelaskan siapa mereka dan mengapa harus datang ke rumah mereka. Anak-anak juga senang diajak unjung-unjung seperti itu: dapat banyak hong bao.

BACA JUGA: Ngaji Wagiman

Para “Perusuh” Disway pun hari ini bisa dapat hong bao: secara elektronik.

Di pesta dansa itu tidak ada hong bao. Setelah diketahui pelakunya orang berdarah Vietnam maka motifnya menjadi tidak terlalu sensitif. Pasti bukan kebencian ras. Kemungkinan besar akibat kebencian lain: istri barunya suka dansa di situ. Atau dansa di Alhambra yang gagal ia masuki tadi.

Penembak sendiri sering sekali ke Star Ballroom. Berdansa. Sejak masih bersama istri pertama. Mereka sudah cerai di tahun 2005, tapi masih sering bertemu di situ.

Pun dengan istri yang sekarang. Sering ke ballroom tersebut. Cemburu rupanya tidak mengenal umur –tapi siapa tahu umur istrinya memang pantas untuk dicemburui. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan* Edisi 23 Januari 2023: Santos Lolos

imau compo
Kita tunggu, apakah pelapor dan koran yg memberitakan penipuan Santos ditangkap dan dipenjara?

Ummi Hilal
Percayalah kalau Pakdhe Kertomas seorang pembohong. Kalau tidak percaya,berarti dia jujur .Jujur bahwa Dia seorang pembohong. Kalau percaya berarti dia seorang pembohong.Pembohong kalau dia seorang pembohong.Berarti dia seorang yang jujur dong .Jujur kalau dia seorang pembohong.Yang dikatakan seorang pembohong kalau dia bohong berarti dia benar benar jujur kalau dia seorang pembohong. Ah …mbu-h ,,mbulet

Pakdhe joyo Kertomas
Semoga saja Lek GS bisa jadi presiden US. Biar lengkaplah sekalian. Tuntaskanlah. Wong US juga sumber kebohongan. Banyak hal yg dibesar2kan US ternyata yo mung kentut. Bahkan abah juga pernah bikin buku kentut ekonomi. Dan buku itu juga menceritakan kebohongan US. Walaupun org amrik yg jujur dan baik juga banyak. Yang lugu juga banyak. Seperti di negri wakanda. Yang berani bohong yg bakal sukses di puncak. Yang jujur jujur saja nggak bakalan maju banget. Alias yo biasa waelah. Dan sejak kecilpun kita juga senang mendengar cerita kesuksesan sang pembohong. Siapa lagi kalo bukan Si Kancil. Walau ada yg membelanya. Dia bukan pembohong dia hanya seorang yang cerdik..cerdik memanfaatkan momen. Dan kalo seperti ini maka yang bisa melakukan dg mulus hanya politikus dan politikus ekonomi dan motipator. Anda percaya? Kalo percaya berarti anda telah saya bohongi. Anda tdk percaya? Berarti anda tdk cerdas…..

doni wj
Karena dia dipilih. Dia bukan melamar pekerjaan lalu bisa meyakinkan pewawancara lho Bah.. Dia lolos jadi anggota DPR karena bisa meyakinkan entah berapa puluh atau ratus ribu orang untuk memilihnya. Kalau di negara wakanda pakai bujukan 50 atau 100 ribu an plus sembako sebungkus. Atau kalau tren sekarang langsung beli suara di TPS. Dia lebih hebat lagi. Yang milih tidak dapat apa-apa. Hanya merasa suaranya akan terwakili. Pun di tengah masa kampanye yang banal. Media Amerika sangat kejam ketika menelisik latar belakang pribadi seorang kandidat. Benar-benar letterlijk sampai mengaduk-aduk tempat sampah pun dilakukan. Lalu presenter membicarakan fakta-fakta temuannya di acara televisi. Kebobrokan diomongkan tanpa pakewuh. Sudah mirip kumpulan orang julid sedang berghibah tentang si Anu. Urusan pakaian dianggap tidak pantas untuk datang ke acara tertentu dibahas seru. Manakala si presenter terlihat rapi sempurna jas atau dressnya. Padahal di bawah meja cuma pakai kolor. Hipokrit. Yang terpilih diharapkan adalah sosok yang sempurna. Manakala dirinya sendiri tidak sempurna. Sistem demokrasi liberal di Amerika sering dipuja-puja. Sudah berusia 234 tahun. Kerap dijadikan acuan dan contoh. Tentang bagaimana seharusnya demokrasi dilakukan. Kalau panutannya saja seperti itu. Apa ya mau diterus-teruskan? Quo vadis demokrasi? Saya masih percaya demokrasi. Namun haruslah yang lebih sesuai dengan bangsa kita sendiri. Karena dalam demokrasi. Yang terpilih adalah gambaran masyarakatnya.

Handoko Luwanto
Sy coba sempurnakan skenario pemenangan Santos ini ya. Ibunya korban tragedi 911. Ayahnya korban perang teluk. Kakeknya korban perang Vietnam. Buyutnya korban Holocaust. Ayahnya buyut korban kapal Titanic. Di tengah warga Hispanik, ngakunya blasteran turunan suku Astek dan Maya. Saat perayaan Imlek komunitas Tionghoa, ngakunya masih kerabat jauh Wong Fei Hung. Di depan umat Kristen, sampai berlutut demi pengalungan stola bertuliskan Yohanes.

Eka Handoko
” PUN ” di DPR Amerika … Mengapa pakai “PUN”, Pak Dahlan ? Berarti ada kesamaan dengan Negara mana ? Ini bikin pembaca penasaran … … Karena Pak Dahlan & para wartawan lainnya PANDAI Menyindir, he … he …. he ….

Fa Za
Juru kunci gunung merapi adalah orang yg ditugaskan kraton utk mengawasi aktifitas merapi, jika ada tanda² akan meletus agar memberi tahu warga. Namun seringkali dikaitkan dgn kepercayaan kejawen yg mistis. Di masa sekarang tugas itu menjadi kewenangan PVMBG.

Juve Zhang
Pelukis top Basuki Abdullah melukis Nyi Loro Kidul pertama memakai model wanita cantik , gak lama meninggal dunia, melukis yg kedua sama modelnya yg cantiiiiiik meninggal dunia, yg ketiga pun sama meninggal dunia, akhirnya beliau sadar melewati garis merah Nyi Loro Kidul, selanjutnya tak berani melukis dengan model nyata,tapi pake imajinasi saja.dunia spiritual memang aneh.

Jimmy Marta
Ana tak barani taruhan bg Udin. Torang pe maitua baku larang. Nanti gk bole baku naek, dang..

Mbah Mars
@Bung KS: Iya memang. Masjid-masjid Muhammadiyah adzan secukupnya. Tidak ada puji-pujian yg disiarkan lewat TOA. Salut. Toleran tanpa merasa paling toleran.

Jimmy Marta
Sedikit baper, kadang tulisan abah terasa satire. Seakan abah berkata, “ayo perusuh bukalah topeng mu. Jujurlah dg akun mu…!” Tp jg abah jgn risau. Apalah arti sebuah nama. Perusuh itu sebenarnya semua jujur. Jujur menulis keresahan atas apa yg dilihat. Jujur yg sangat diperlukan dalam kehidupan. Keresahan yg perlu dirasakan agar kita peka terhadap kehidupan sekitar kita. Bagi komika, kemampuan menangkap kondisi sekeliling dari yg terdekat adalah modal penting. Boleh diolah kemudian disampaikan dg melihat siapa audiennya. Gak semua keresahan cocok disampaikan untuk semua lapisan. Dg mahasiswa bicaralah tentang kos2 an. Dg yg terdidik tampillah dg humor intelek. Dg perusuh bgmn? Perusuh itu, menurut sy orangnya serbaneka. Pasti semua dewasa. Itu bs lihat komen2nya. Cukup sekian dulu. Kain kacu pemeras santan. Yg lain boleh lanjutkan.

Komentator Spesialis
Saya jadi ingat kelakuan anak buah saya. Suatu hari dia nggak masuk tanpa pemberitahuan. Saya tegur kenapa nggak masuk. Dia jawab pergi melayat bibinya yang meninggal. Tak begitu lama, kejadian yang sama. Kali ini pamannya. Kejadian yang sama berikutnya. Ganti bilang kakeknya meninggal. Sehingga kalau dihitung hitung yang meninggal, bibinya 5 kali, pamannya 4 kali, kakek nenek lengkap 2 pasang. Kalau terlambat datang, alasan berikutnya melayat tetangga meninggal. Karena diduga berbohong, anak buah saya yang lain berbisik. Pak, kenapa dia diijinkan ? Saya jawab singkat bahwa kita harus beri kesempatan kepada orang yang berbela sungkawa. Tak lama kemudian, anak buah saya tadi berhenti mengundurkan diri. Ya sudah, nggak apa. Ikut berbela sungkawa.

EVMF
fenomena post-truth Istilah post-truth pertama kali dilontarkan oleh Steve Tesich di dalam artikelnya yang berjudul The Goverment of Lies yang dimuat majalah The Nation (1992). Oxford Dictionaries. post-truth : relating to circumstances in which people respond more to feelings and beliefs than to facts. (berkaitan dengan keadaan dimana orang lebih menanggapi perasaan dan keyakinan daripada fakta). Sepertinya George Santos sangat ahli memainkan fenomena post-truth ini, dimana audience lebih mengedepankan emosional dan keyakinan pribadi ketimbang fakta. Post-truth kini bukan hanya berkaitan dengan politik saja, tapi telah memasuki sektor kehidupan yang lainnya, misalnya saja kondisi kehidupan sosial. Di Indonesia sendiri ada begitu banyak contoh yang bisa kita temukan mengenai fenomena post-truth ini. Akan tetapi sangat sedikit orang yang menyadari bahwa mereka sedang berada dalam pusaran post-truth.

Jimmy Marta
Rasanya begadang semalam gk sia-sia. Laga sungguh seru dan seru. Setan merah spt pasukan gk kenal takut. Diberondong pelurupun tak mundur2. Seorang Rashford spt hantu menakutkan. Larinya kencang kadang bak siluman. Merepotkan penjaga benteng pertahanan lawan. Namun anggota Arteta adalah pasukan terlatih. Kuat, semangat dan hebat. Walau bbrp senjata andalannya sedang perbaikan, tetapi cadangan peluru nya masih ampuh. Akhir perang, Arsenal 3- 2 MU. Bravo the gunners…

Leong putu
“Ma…kenalan ku ada yang diuber istrinya bawa uleg sambel gara-gara ketahuan berbohong, lucu ya Ma…”. “Ada yang lebih lucu kalau Papa mau”. .”apa Ma..?”. .”seorang suami yang “anu”nya diurapi sambel, gara-gara tadi malam ngigau ketawa-ketiwi sambil bilang : jangan pit…jangan pit… Mau…??????”. .”ndak ma..ampun..ma…ini yang terakhir ma…”.

Kartosuwiryo
@Amat Kasela bang Pipit itu apa yg nama lgkpnya Pitriyadi Satriana itu ?

Otong Sutisna
Mungkin bung KS dan AAA punya kesamaan, yaitu sama jenis kelamin….coba kalau beda, mungkin KUA bisa menyatukan nya.wkwkwk

Mirza Mirwan
Amerika Serikat (AS) adalah negara superlatif. Segala hal “yang paling” dalam arti apa pun bisa terjadi di sana. Dari “yang paling canggih” hingga “yang paling absurd” bisa terjadi di AS. Kasus George Santos itu, misalnya, barangkali termasuk dalam kategori “yang paling menggelikan”. Saya mau berbagi berita, entah media di sini ada yang memberitakannya atau tidak. Terserah anda, berita ini termasuk dalam kategori yang paling apa. Dua minggu yang lalu, Jumat 6 Januari 2023, terjadi lagi penembakan di AS. Oh, tidak, kali ini tak ada korban meninggal. Kejadiannya di SD Richneck, Newport News, Virginia. Seorang bocah umur 6 tahun, murid kelas satu, menembak gurunya menjelang pukul 14.00. Nama bocah itu dirahasiakan. Bu Guru Abigail Zwerner (25) yang kena dua tembakan masih sempat menyelamatkan murid lain agar tidak menjadi sasaran. Miss Abby, panggilan Bu Guru yang cantik deng 5i, lantas dilarikan ke rumah sakit. Orang tua murid dan publik lantas menggalang dana untuk Miss Abby. Sehari berikutnya sudah terkumpul US$65,120. Sayang sekali, sampai sekarang saya belum menemukan kelanjutan kasus itu. Yang saya ingat, jaksa setempat bilang bahwa orang tua si bocah bakal kena beberapa tuntutan. Bocah 6 tahun bisa menembak, membawa senjata api ke sekolah, dan menembak gurunya, saya hanya bisa istighfar saat membaca beritanya.

Mbah Mars
Istri: “Kenapa papah tega membohongiku ?” Mbah Koplak: “Ini yang terakhir Ma. Aku janji nggak akan bohong lagi” Istri:”Mbell pah” Mbah Koplak: “Kalau aku bohong lagi, aku berjanji tak akan bohong lagi” Sang istri mengambil ulegan cabe. Mbah Koplak lari terbirit-birit.

Amat Kasela
Cewek : “Pasti bohongnya juga banyak. Pernah bohongin siapa aja?” Cowok : “Ya belum banyak juga sih. Biasa bohongin rakyat dan. sekarang ditambah bohongin kamu”.

Amat Kasela
Dugaan awal saya, Bung KS & AAA adalah orang yang sama. Kalau sudah begini, masa iya orang sama memainkan karakter yang berdebat, kek dalang aja.

Jimmy Marta
Burung merpati berbulu putih/ Terbang rendah di atas atap/ Nona cantik putih/ Siang markir malam ngelayap Cewek apaan..!

Mas Kam
Seharusnya kisah Santos ini menjadi inspirasi calon politisi Indonesia ???? Mendekati pemilu 2024, modal bohong juga bisa mendapatkan suara pemilih. Layak dipertimbangkan jadi solusi untuk yg modal pas Pasan untuk jadi anggota parlemen hahahahah

Kliwon
CERITA LAMA YANG MENJADI NYATA Di sebuah taman kota, seorang cewek ngobrol dengan cowok yang baru dikenalnya. Cewek : “Mas kerja dimana?” Cowok : “Saya usaha kecil-kecilan hanya punya beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan di Bali” Cewek : (Duhhh.., rendah hati banget…) “Mas tinggal dimana?” Cowok : “Pondok indah bukit golf” Cewek : (Wow kereen….. Rumah orang-orang the haves) “Pasti gede rumahnya yah?” Cowok : “Engga juga ….. …. biasa aja koq cuman 3000 meter persegi….” Cewek : “Buseet….. Pasti mobilnya banyak..??” Cowok : “Sedikiitt kok.. cuma berada Ferari, Jaguar, Marcedes Benz, BMW, Mazda…” Cewek : (Wah cowok idaman gue nih..!!) “Mas udah punya istri..?” Cowok : ” Hmmm….. sampai saat ini belum tuh….hehehe…” Cewek : (Enak juga nih kalo gue mampu sah bini nya.) “Mas merokok.?” Cowok : “Enggak.. Rokok itu engga bagus buat kesehatan…” Cewek : (Wah sehat nih.!) “Mas suka minum minuman keras.?” Cowok : ” Engga doonk…” Cewek : (Gile cool abiss !!) Mas suka main judi…?” Cowok : “Nggak ….. …. Ngapain judi..? Ngabisin duit ajah…” Cewek : (Ooohhhh….soo sweettt..) “Mas suka dugem enggak?” Cowok : “Ngga suka, sukanya datengin pengajian.” Cewek : (IIhhh….. sholeh banget ni cowok) “Mas udah naik haji..?” Cowok : “Ya….. Baru 2 kali dan umroh 4 kali.” Cewek : (Ya Tuhan, imamku banget ini) “Hobinya apa sih mas..?” Cowok : “BOHONG….” Dan kelak di kemudian hari diketahui, cowok itu bernama Santos.

Handoko Luwanto
Santos bisa lolos menunjukkan betapa rakyat AS hidup dalam tekanan. Masyarakat demikian butuh figur hero yg menjanjikan. Apalagi jika figur itu dilahirkan dari keluarga korban kemanusiaan. Yang sanggup bertahan hidup melewati penderitaan. Sambil ditempa dengan pendidikan berkualitas tinggi. Dan dimatangkan di perusahaan paling bergengsi. Lalu akhirnya…. terungkap smua kebohongannya. Setelah itu masyarakat yg sama juga tetap masih butuh figur. Yaitu figur zero alias figur zonk. Figur untuk jadi bahan olok-2 dan tertawaan setiap hari. Untuk mengimbangi tekanan hidup akibat resesi.

Komentator Spesialis
Topik mengenai kebohongan hari ini membetot minat yang luar biasa. Mungkin tidak terlepas dari pengalaman pribadi kenyang membohongi atau dibohongi, wkwkwk…

Leong putu
Burung merpati berbulu putih / Terbang rendah di atas atap./ Nona cantik berkebaya putih / Bersambung…/ …. 365_mantun Bersambung……

Pryadi Satriana
Ini negara demokrasi, bukan negara Islam! Dalam negara demokrasi, berlaku prinsip demokrasi: ‘majority rules, minority rights’. Lha ‘majority’ ini SUARA MAYORITAS, pemenang pemilu, yg kemudian ‘membentuk pemerintahan’, yg kemudian disebut ‘pemerintah’. Pemerintah, melalui Menag, mengatur pemakaian ‘pengeras suara’ – termasuk TOA – di tempat2 ibadah, SEMUA tempat ibadah. Tapi, dasar ‘ndendheng’, banyak yang mengabaikan ‘aturan’ tsb. (Ndhak) Lucunya, pas diingatkan malah ‘ngèyèl’, bilang yg minoritas ‘tahu diri’ lah… bilang ‘tepa slira’ lah … . ‘Tahu diri’ bukan utk minoritas. Setiap orang PERLU tahu diri. Orang yg ‘tahu diri’ mestinya ‘tahu aturan’, termasuk ‘aturan penggunaan pengeras suara di rumah ibadah’. Orang yg bisa ‘tepa slira’ malah lebih ‘pangertèn’ lagi, tanpa ‘diatur’ pun sudah menerapkan etika universal: ‘ndhak mau mengganggu DAN merugikan siapa pun’. Tentang TOA itu saya ndhak ‘sentimen’, saya mengingatkan bahwa ‘ada aturan yang dilanggar tentang penggunaan pengeras suara di tempat ibadah’, dan itu ‘jelas salah’. Kalau ‘ada yang salah’ saya biarkan, saya jg ‘ikut salah’, bukankah demikian, Bro & Sis? Sehat selalu semuanya, juga ‘waras’. Salam. Rahayu.

AnalisAsalAsalan
Coba dilihat dulu berkas resmi pencalonan S ini. Siapa tahu semua benar. Jadi, dia berbohong saat kampanye saja. Kalau seperti itu, dia bisa berkilah, “Lho, saya kan sedang stand up comedy, biar yang dengerin terhibur. Salahkah menghibur orang?” Hahahahaha.

Leong putu
Kita sudah terbiasa dibohongi, pun di dalam hal yang sangat ilmiah : matahari terbit dari timur. Padalah matahari tidak ke mana-mana. Yang ke dua : Bumi itu bulat. Padahal aslinya bumi tidak bulat-bulat amat. Juga kata : telanjang bulat. Padalah saat telanjang itu tidak terlihat bulat. Hanya terluhat…… Hmmmmm….tidur lagi aaaahhhh

Mirza Mirwan
“No person shall be a Representative who shall not attained to the aged of twenty five years, and been seven years a citizen of the United States, and who shall not, when elected, be inhabitant of that states which he shall be chosen.” (US Constitution, Artikel I, secrion 2, clause 2). Kutipan dari Konstitusi AS tersebut adalah persyaratan menjadi anggota DPR AS. 1. Harus sudah berumur 25 tahun (atau lebih). 2. Sudah menjadi warga negara AS tujuh tahun. 3. Tinggal (ber-KTP) di negara bagian tempat ia akan dipilih — meski tidak harus di dapilnya. Kalau ber-KTP New York tetapi maju sebagai caleg di Michigan atau Ohio, misalnya, meskipun memenangi pemilihan dianggap batal. Jadi syarat menjadi caleg di AS sebenarnya hanya 3 macam itu. Tidak ada syarat pendidikan minimal kayak di Indonesia.

bagus aryo sutikno
Kalau mau jujur, dlm level extreme, rumah tangga itu dibangun atas dasar kebohongan. “Wahai cantik’ku, kaulah permata hatiku” PREET. “Kaulah wanita tercantik di dunia” MMBEEELL. Coba dech sekarang jujur ke istri, pasti perang dunia akan segera dimulai. “Masakanmu kok ambyar tho Yank..!! Sambelmu kok sengak tho Dik”. Wess coba dech. Jujur tuch ada takarannya broo. Tapi apus2, itu unlimited.

Jhel_ng
Satu level di atas berbohong adalah menjadi sensasional. Orang berbohong untuk cari aman. Sensasional, dia sebenarnya tetap aman, tapi memerlukan perhatian. Perilaku ini muncul secara otomatis pada banyak orang yang kekurangan perhatian. Apalagi yang jomlo. Akang Aat perlu mewaspadai perilaku ini jangan sampai muncul pada dirinya… He he. Di desa yang terisolir, perilaku sensasional paling umum terdapat pada mereka yang mengaku melihat gondoruwo, kuntilanak, banaspati, keranda berjalan, pocong, dan seterusnya. Ada beberapa yang masuk berbohong, misal untuk menghindar dari sesuatu perbuatan yang dia kerjakan tapi seolah2 bukan dia yang melakukan. Ada yang karena sensasional, sekedar ingin jadi perhatian. Jadi cerita baru sebenarnya hanya cerita yang berulang-ulang. Di tengah modernitas, perilaku sensasional diwujudkan dengan pengakuan gelar pendidikan, kursus ini itu, memperoleh honoris causa dari kampus yang sebenarnya tak layak memberikan gelar itu, guru besar kehormatan yang bahkan publik tidak pernah tahu apa parameter ilmiah apa yang dipakai, dan lain-lain. Melepas keinginan untuk tidak menjadi sensasional itu berat. Seberat kita melepas kemelekatan duniawi, kata kawan yang menekuni budhisme. Selamat awal pekan yang terasa (masih) akhir pekan.

dolan ngetan
Lawan utama dari Kejujuran bukanlah Kebohongan namun kepura-puraan, baik itu berpura-pura jujur, ataupun berpura-pura bohong.

bagus aryo sutikno
Siapa yg tidak kenal SETNOV..? Saat dia ngutil e-KTP doi pede aja kemana-mana hingga takluk oleh tiang PLN. Apakah doi waktu berbohong..? Entahlah. Namun saat blio di LP dan mengenakan baju koko plus bersongkok putih, orang bersimpati dan menyangkanya dia dah baik. JUJUR itu kadang tidak paralel dengan BAIK.

Perusuh KW
Saya kok gagal paham ya, sama para pemilih di New York. Ulangi: New York, loh! Berapa nilai matematika dasar (tambah-tambahan dan kurang-kurangan) para pemilihnya. Jika doi berusia 34 tahun. Itu artinya lahir tahun 1988. Berarti Ibunya hamil dia antara 1987-1988. Sedangkan genosida Yahudi oleh Hitler terjadi antara 1933-1945. Jika kita hitung saja Ayah doi tewas di ujung akhir genosida, maka 2022-1945 = 78. Semestinya paling tidak dia berusia 78 tahun. Entah jika doi operasi anti-penuaan dan mengubah tanggal lahir di KTP.

Otong Sutisna
Memang KS dan PS kayak tom and Jerry…. harus terus dilestarikan

Kalender Lengkap
Kenapa Santos bisa lolos? Pertama, masyarakat termasuk di Amrik suka cerita bombastis ala ala sinetron, Kedua, kuli keyboard suka apa yang masyarakat senang, ntar tinggal diralat atau memanfaatkan hak jawab. Ketiga, hidup ini penuh cobaan salah satunya harus ada orang seperti Santos di setiap masa untuk menguji masyarakat yang menjunjung tinggi kejujuran. Yang lokalan dulu juga ada, bahkan mampu memperdaya RI 1 yang pertama.

Komentator Spesialis
Topik mengenai kebohongan hari ini membetot minat yang luar biasa. Mungkin tidak terlepas dari pengalaman pribadi kenyang membohongi atau dibohongi, wkwkwk…

Pryadi Satriana
Ini negara demokrasi, bukan negara Islam! Dalam negara demokrasi, berlaku prinsip demokrasi: ‘majority rules, minority rights’. Lha ‘majority’ ini SUARA MAYORITAS, pemenang pemilu, yg kemudian ‘membentuk pemerintahan’, yg kemudian disebut ‘pemerintah’. Pemerintah, melalui Menag, mengatur pemakaian ‘pengeras suara’ – termasuk TOA – di tempat2 ibadah, SEMUA tempat ibadah. Tapi, dasar ‘ndendheng’, banyak yang mengabaikan ‘aturan’ tsb. (Ndhak) Lucunya, pas diingatkan malah ‘ngèyèl’, bilang yg minoritas ‘tahu diri’ lah… bilang ‘tepa slira’ lah … . ‘Tahu diri’ bukan utk minoritas. Setiap orang PERLU tahu diri. Orang yg ‘tahu diri’ mestinya ‘tahu aturan’, termasuk ‘aturan penggunaan pengeras suara di rumah ibadah’. Orang yg bisa ‘tepa slira’ malah lebih ‘pangertèn’ lagi, tanpa ‘diatur’ pun sudah menerapkan etika universal: ‘ndhak mau mengganggu DAN merugikan siapa pun’. Tentang TOA itu saya ndhak ‘sentimen’, saya mengingatkan bahwa ‘ada aturan yang dilanggar tentang penggunaan pengeras suara di tempat ibadah’, dan itu ‘jelas salah’. Kalau ‘ada yang salah’ saya biarkan, saya jg ‘ikut salah’, bukankah demikian, Bro & Sis? Sehat selalu semuanya, juga ‘waras’. Salam. Rahayu.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tetap Ardern

MENGAPA menyerah? Apakah karena dia seorang wanita? Itulah pertanyaan nakal di seputar pengunduran diri Jacinda Ardern sebagai perdana menteri Selandia Baru kemarin.

Jacinda sangat populer, bahkan di seluruh dunia. Sampai terbentuk Jacinda-mania. Dia juga dinilai sangat berhasil, termasuk dalam menangani Covid-19. Selandia Baru tergolong negara yang paling awal melakukan lockdown.

“Saya tidak menyesal menyatakan mundur,” kata Ardern kemarin, seperti dikutip media di sana. Hari ini dia akan menghadiri pertemuan Partai Buruh: membahas siapa penggantinyi. Anda pun sudah tahu: penggantinyi laki-laki. Chris Hipkins. Dua tahun lebih tua. Ia menteri pendidikan di kabinet Ardern.

Maka pupuslah harapan Jacinda-mania untuk tetap punya idola di pojok Selatan dunia. Alasan Jacinda memang bisa membuat siapa pun iba. Lalu memakluminya. Dia merasa sudah sangat lelah. Tidak ada cadangan energi lagi di tangkinya.

Apalagi anak tunggalnyi, segera masuk sekolah. Umur 5 tahun. Mungkin sudah saatnyi masuk TK nol kecil (A). Itulah anak yang dilahirkan saat Ardern menjabat perdana menteri.

Setelah mundur, Ardern juga bisa segera mengatakan kepada Clark Gayford: “saatnya kita menikah.”
Tekad untuk kawin itu sudah pernah disepakati di tahun 2018. Yakni saat anak mereka berumur 1 tahun.

Tahun perkawinan pun sudah ditetapkan: Agustus 2022. Yakni ketika anak mereka berumur 4  tahun. Tapi jauh sebelum tanggal perkawinan itu datanglah Covid. Ditunda. Mungkin baru  tahun ini.

Selama ini status Clark dalam protokol kenegaraan disebut domestic partner. Bukan husband. Yakni pasangan kumpul kebo seorang pemimpin negara. Saya telat tahu soal istilah domestic partner itu. Saya baru tahu ketika ikut rapat kabinet menjelang KTT APEC di Bali.

Waktu itu dibahas apa predikat pasangan seorang pemimpin negara yang tidak berstatus istri. Ternyata, secara protokoler kenegaraan, status orang itu: domestic partner.

Berarti Ardern akan kawin setelah bukan sebagai pimpinan negara. Dia menyerahkan jabatan kepada Chris tanggal 7 Februari. Tepat di saat kita merayakan Cap Go Meh. Tujuh bulan kemudian, Oktober 2023, adalah hari akan dilaksanakan Pemilu.

Mengapa Ardern mundur sekarang justru dengan alasan itu: untuk memberi kesempatan kepada penggantinyi bersiap diri menghadapi Pemilu.

Pemilu di Selandia Baru harus berlangsung tiap tiga tahun. Tidak boleh ada penundaan dengan alasan apa pun. Bisa saja Ardern menyelesaikan dua periode jabatannyi, tapi itu berarti tidak akan ada waktu bagi calon dari partainyi untuk mengisi tangki.

Mengapa Ardern merasa kelelahan dan tidak punya cukup energi lagi di tangkinya? Katanyi: menjadi pemimpin negara itu memang hebat, tapi tantangan yang harus dihadapi juga sangat besar. Sorotan dari publik juga tidak pernah berhenti. Belum lagi kalau ada kejadian yang di luar perkiraan. Misalnya Covid.

Selama lockdown Covid itu Ardern tetap mengendalikan negara dari rumah. Juga tetap merawat bayi. Sekaligus harus tetap menyemangati bangsanyi.

Maka dia membuka Instagram live. Terlihat dia sedang menjawab pertanyaan dari rakyat sambil menidurkan bayi. Adegan itu sangat mengguncang dunia. Terutama para wanita. Itulah tantangan seorang pemimpin wanita. Yang harus lebih hebat dari pemimpin pria.

Yang juga tidak terduga adalah penembakan membabi buta di masjid besar itu. Yang menewaskan lebih dari 45 orang yang lagi salat Jumat. Ardern bisa mengendalikan keadaan kritis saat itu. Dia pun terlihat sering tampil mengenakan kerudung muslimah.

Ardern sendiri awalnya beragama Mormon. Yakni aliran dalam Kristen yang melarang makan babi dan memperbolehkan poligami. Tapi belakangan Ardern keluar dari Mormon. Dia pilih tidak beragama. “Saya tidak bisa lagi ikut dalam agama yang terorganisasi,” katanyi.

Status kumpul kebo sendiri memang tidak masalah di dunia politik di sana. Ardern sudah berpasangan dengan Clark sejak lama: tahun 2013. Jauh sebelum Ardern jadi anggota DPR dan kemudian menjadi perdana menteri.

Clark adalah seorang penyiar radio dan televisi. Juga seorang pengasuh acara memancing di televisi. Nama programnya: Fish of the Day.

Clark sering ikut Ardern bertugas ke luar negeri. Ia lebih banyak mengasuh anak ketika Ardern melakukan acara kenegaraan.

Anak itu diberi nama panjang: Neve Te Aroha Ardern Gayford. Neve diambil dari bahasa Irlandia. Artinya: cemerlang. Te Aroha dari bahasa suku Maori. Artinya: cinta. Ardern nama ibunyi. Gayford nama bapaknyi.

Ardern dari keluarga politikus. Sejak umur 17 pun dia sudah masuk partai: Partai Buruh. Tapi yang paling menonjol dari kepemimpinannyi adalah kesederhanaan dan cara berpikirnyi yang disukai rakyat di mana saja.

Banyak yang mengira Ardern akan jadi pemimpin negara yang amat lama. Sekaligus berharap bisa jadi inspirasi banyak wanita untuk jadi seperti dirinyi. Ternyata Ardern tetap Ardern. Dia punya pikiran sendiri. Punya sikap sendiri. Punya pilihan sendiri. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*
Edisi 21 Januari 2023: Nunut Besar

Er Gham
Setelah membidik dan menahan napas, agar ujung laras tidak bergoyang, kunci terakhirnya memang saat menarik picu. Harus sehalus mungkin, sangat perlahan, sampaj kita tidak tahu kapan detik letusannya. Kita tidak tahu di detik berapa letusan terjadi saat pucu ditarik. Walau sudah menahan napas dan membidik tepat, namun jika picu ditarik dengan keras, ujung laras akan bergesar. Betul kata Pak Farid, sampai kita terkaget mendengar suara letusan saat picu ditarik. Tapi suara itu bisa menghilangkan semua stress dan pikiran di kepala. Napas, bidik, dan tekan picu dengan sangat halus itu membuat kita seperti ‘hidup hanya pada saat ini’. Walau cuma diberi kuota 10 peluru, sekitar 30 menit, tapi lumayan menyegarkan, karena seperti berhenti berpikir. Fokus hanya kokang, bidik, tahan napas, dan tarik picu sangat halus. Door.

yanto st
Menembak itu yg paling susah menembak cewek yg pertama setiap ketemu jantung rasanya dak Dig Duk tapi kalau gak di tembak jadi pikiran lewat depan rumahnya saja udah dak dik duk . Jadi menembak cewek proses menekan pelatuk butuh waktu berbulan bulan bahkan bisa bertahun-tahun. Kkkkkkk

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Mari kita lihat negara tercinta kita dalam olahraga menembak. Bagaimana sepak terjangnya dalam kancah dunia sebagai negara dengan penduduk nomor 4 terbanyak di dunia dan sebagai negara dengan luas daratan terbesar nomor ke 14. Kita lihat dari pesta olimpiade 2016 di Rio de janeiro. Persatuan menembak dunia atau ISSF, memberi kuota sebanyak 390 atlet untuk tampil di olimpiade. Dari negara ASEAN, yg tampil adalah Malaysia 1 atlet, Myanmar 1 atlet, Singapura 2 atlet, Vietnam 1 atlet, Thailand 5 atlet. Negara kita tidak ada yg bisa tampil. Mengapa? Karena untuk bisa tampil di olimpiade, harus lewat babak kualifikasi. Salah satunya lewat 2015 asian shooting championship yg diadakan di India. Inilah negara negara asean yg ikut dalam kejuaraan menembak asia 2015, malaysia 28 atlet, philipina 9 atlet, singapura 8 atlet, Thailand 34 atlet, Vietnam 12 atlet. Lagi lagi negara kita tercinta tidak ikut serta dalam kejuaraan ini yg juga sebagai babak kualifikasi olimpiade rio 2016. Saya juga berpikir kasihan juga para atlet menembak yg telah berlatih dengan keras. Kalau tidak dikirim ke ajang kejuaraan tingkat dunia. Atau mungkin para atlet tembak sepert Pak Disway, nembak 10 kali meleset semua, sehingga tidak pantas untuk dikirim he he he….

Er Gham
Abah kapan menulis kasus terjadinya konflik antara pekerja lokal dengan pekerja WNA di pabrik smelter nikel. Kasus itu sesuatu yang jarang terjadi di negeri ini. Abah kan punya network yang luas, sehingga ada informasi akurat.

adi ya adi
Jangan “besar” di hadapan orang lain, tapi “besarkanlah” di hadapan istri : semboyan beli leong (jgn lupa minyak cap kadal) … He…he

Dian Gambar
Kecamatan kami punya seorang camat baru. Seorang wanita. Wajahnya bertebaran di seantero kecamatan kami. Dalam spanduk-spanduk berisi aneka himbauan untuk masyarakat. Tentu beliau tidak sendiri. Foto pak walikota juga ditampilkan pada spanduk itu. Beliau juga membuat event-event pengumpulan massa. Semacam pentas seni atau bazar jajanan. Tidak lupa meja pelayanan masyarakat disediakan di sana. Info-info kegiatan kecamatan ini disebarluaskan via grup WA warga di tingkat RT/RW. Bagus juga inovasinya.

AnalisAsalAsalan
Siapa orang pertama yang harus menerapkan pesan Pangdam? Abah. Ketika membuka disway.id, saya selalu melihat foto Abah di sebelah tulisan “CATATAN DAHLAN ISKAN”. Apakah Abah merasa banyak yang belum kenal? Apakah Abah ingin nyaleg/nyapres? Apakah Abah narsis? … … Hahahahaha.

Kliwon
Ciri² wanita pemersatu bangsa : 1. Jika dia tebar pesona, semua pria berlomba memikatnya.. 2. Jika dia lagi ada maunya, banyak kadal kehilangan duitnya. 3. Jika dia melepas lajangnya, banyak jomblo patah hatinya.. 4. Jika dia menjanda, para buaya berebut menebar jaringnya..

Jo Neka
Nih pakbapak nackal.Tua2 keladi makin tuwe makin menjadi.Yang di tulis Senapan yang di bahas pistol.Dasar perusuh.@pk Jimmy.mbh Mars cak Aryo om Leong pak Umarzain..

Yuli Triyono
Bagi Pak DI menulis cerita lebih mudah daripada menembak. Bagi anggota TNI menembak lebih mudah daripada menulis cerita. Bagi saya menulis komen Disway lebih mudah daripada menulis cerita atau menembak.

Jimmy Marta
Tips menembak jitu : 1. Pastikan anda punya pistol 2. Pastikan sasaran nya ada 3. Pastikan pistol anda sudah dikeluarkan dari sarung 4. Pastikan sasaran sudah bisa diserang. -pistolsarungserang

Ummi Hilal
Membaca cerita Baginda Horotoyoh dari Pak Mir Mir jadi ingat Raja Thongthongshot dari Kerajaan Belgeduwelbeh oleh Almarhum Enthus Susmono. Nama-nama tokohnya unik, nyentrik.Ceritanya juga bikin pinisirin.Melengkapi daripada yang mana cerita Mbah Jabrik dari Mbah Mars.Menjadi penawar duka pelipur lara para penunggu Cerita Siapa Membunuh Putri.Bukan Cerita Siapa Selingkuh dengan Putri.

Amat Kasela
Saya pikir klo nembak sambil telentang itu malah sasarannya yang melesat menuju senapan

Otong Sutisna
Kalau seumuran Abah, gaya nya yang salah, harusnya sambil telentang…. insya Allah pasti kena….

Mbah Mars
Baru di saat pagi menjelang siang dan setelah merenung panjang saya menemukan moral value tulisan Abah DI. Bahwa semakin tua itu tembakan seseorang semakin banyak yang meleset. Jadi wajar saja kalau Abah nembak meleset semua. Kan sudah sepuh.

Otong Sutisna
Saya baru tahu bahwa tembakan meleset karena faktor usia bukan karena faktor latihan, biasanya karena seringnya latihan tembakan semakin jitu… sangat disayangkan para jomblo, punya senjata tapi ga bisa dipakai latihan…. wkwkwk

Ummi Hilal
Masih mending meleset.Kadang dikokang pun belum tentu tegak.Apalagi sampai subuh seperti iklan Disway tempo hari.

Yusuf Ridho
Maaf, nama saya “Ridho”, bukan “Ridha”. Tidak perlu dikoreksi. Tidak perlu dikeren-kerenkan. Apalagi menjadi “Rida” sebagaimana KBBI. Tabik.

Bedy Da Cunha
Selamat siang Abah Dahlan & jama’ah Disway sedunia.apa kabar semuanya.semoga kita semua diberikan kesehatan yg baik.bicara soal tembak menembak saya ingat kemampuan saya 40 tahun yg lalu.dulu peluru saya bisa mengenai dagu seseorang.sekarang hanya bisa meletus diatas perutnya.

Fiona Handoko
terima kasih bung mirza. adalagi jenderal polisi memerintahkan bharada polisi menembak brigadir polisi di rumah sang jenderal. apa daya, jenderal cuci tangan, bharada dituntut 12 th. si bharada jadi JC pun tampaknya tdk berfaedah.

Mirza Mirwan
Maunya Pangdam Farid, website Kodam V Brawijaya agar lebih banyak menampilkan Babinsa, Danramil, dan ….aparat TNI di lapangan. Jangan gambar pangdam saja yang ditonjolkan. Karakter Pangdam Farid ini mirip mantan Menhankam/Pangab Jenderal M. Jusuf zaman orde baru, yang dalam sebuah kunjungan pernah mengakui adanya ketidakadilan dalam sistem kenaikan pangkat istimewa di lingkungan ABRI. “Prajurit dan kopral yang menyabung nyawa di medan perang. Tetapi jenderal di belakang meja yang mendapatkan bintang,” kata Jenderal M. Jusuf dalam kunjungan ke sebuah markas Brigif entah di mana, saya lupa. Yang jelas bukan di Jawa. Itu disiarkan dalam Siaran Berita TVRI pukul 19.00. yang saya ingat ucapan itu disambut tepuk tangan berkepanjangan dari para prajurit. “Seorang Prada yang tewas dapat kenaikan pangkat anumerta menjadi Pratu, yang Pratu naik jadi Praka, yang Praka jadi Kopda. Tetapi tidak ada kenaikan pangkat istimewa bagi prajurit lain yang selamat. Di sisi lain, yang tidak terlibat langsung di medan parang malah mendapatkan kenaikan pangkat istimewa.” Ucapan Jenderal M. Jusuf mungkin tidak persis seperti kutipan di atas, tetapi substansinya seperti itu.

Udin Salemo
Pekerja kuli bangunan adalah satu diantara orang yang membesarkan jabatan. Coba bayangkan, bekerja membangun bangunan ikonik puluhan lantai dengan taruhan nyawa. Kepeleset sedikit diketinggian malaikat pencabut nyawa siap-siap dibawah menantinya. Begitu bangunan selesai para pekerja dengan legowo meninggalkannya. Hanya ada sebersit rasa bangga yang dibawa. Tak ada rasa sesal. Jabatan sebagai pekerja akan selalu melekat bila terus bekerja di dunia konstruksi. Petani juga orang yang membesarkan jabatan. Tak ada petani yang koar-koar sudah memberi makan banyak orang hanya karena harga gabah jatuh. Politisi adalah contoh orang yang besar namanya karena jabatan. Misal sebelum jadi gubernur/bupati/walikota yang kenal ndese hanya kalangan terbatas. Begitu jadi pejabat seperti disebut diatas semua penduduk mengenalinya. Itu pendapat inyong, hehe… #everyday_berpantun Opung pergi ke pulau Bangka/ Tujuannya untuk darma wisata/ Orang seperti Farid Makruf tentu langka/ Semoga Beliau tidak mudah tergoda 3 ta/ 3 ta = harta, tahta, wanita Kang Aat juga langka, karena dia pejuang tangguh untuk menaklukkan hati wanita, hahaha…

reskon indo
Lapor Bah, tlg disampaikan ke pangdan v Brawijaya ucapan terimakasih kami warga desa. Entah kenapa kehadiran Babinsa tentara di desa2 lebih terasa daripada babinsa polisi (Babinkamtibmas). Meskipun ketemunya lebih sering diwarung kopi. Tapi warung kopi di desa fungsinya semacam kantor berita lokal walau kadang yang dibahas sampai ke perang ukraina. Kami warga desa berharap, babinsa dan babinkamtibmas bisa selalu mendampingi warga desa sehari2. Terimakasih komandan!!

Johannes Kitono
Dulu di kota Sanggau ada komandan Koramil bernama Letnan Hanafi ( alm ) asal Madura .Hanafi pernah lolos dari bacokan Mandau di Kecamatan Senakin ketika Peristiwa Mangkok Merah. Mutasi menjadi Komandan Koramil yang di cintai masyarakat Sanggau. Saat itu preman preman resmi tidak resmi semuanya tiarap segan sama aura Hanafi. Setiap hari Sabtu Hanafi bersama beberapa warga berburu dipinggiran Sungai Kapuas. Tentu dengan senjata inventaris Koramil. Suatu senja dengan motor sungai diajak Letnan Hanafi ikut berburu. Dikasih pegang senjata.serbu merk Jungle. Ketika motor ditambat dipinggir hutan lebat. Kelihatan monyet monyet berloncatan dari dahan kedahan. Banyak sekali dan mungkin ada 10 atau 20 ekor. Ada anak monyet bergantungan didada induknya yang meloncat berakrobatik. Dasar penuh dengan nafsu membunuh tidak sempat memperhatikan apalagi menghargai keindahan gerakan itu. Then, melihat seekor monyet yang sedang duduk didahan ketinggian 20 m sambil memakan buah.Langsung arahkan laras jungle dari balik pohon. Dor, sasaran kena jatuh kebawah tapi masih sempat memegang dan bergelantungan lahan di bawahnya. Langsung dibidik mau ditembak lagi. Bunyi klik, ternyata peluru Jungle macet tetapi bersamaan itu tubuh monyetpun jatuh ketanah. Saat itu tentu merasa bangga karena pertama kali berhasil menembak seekor monyet. Now merasa bersalah,kenapa harus membunuh monyet yang tidak berdosa. Itu adalah kisah pertama kali dan terakhir kalinya interaksi dengan anak cucu Dewa Sun Go Kong.

thamrindahlan
Orang Madura Asli terkenal ialah M. NUR. Gubernur Provinsi Jawa Timur Abadi.. Kalau di tanya siapa Gubernur Jatim sekarang ?jawaban orang Madura pasti M. Nur. Lho bukan Ibu Khofifah?. Beliau penggantinya. M.Nur Fenomenal. Kemudian MA lainnya Jendral Hartono. Saat ini berkibar Mahfud MD. beserta Mayjen Farid Makruf berada posisi membesarkan jabatan. Salut kiprah Jendral MA pada gilirannya ditunggu pada jabatan KASAD. Selanjutnya berlabuh di Posisi Panglima TNI. Bukan lagi jargon Anda Layak Dapat Bintang namun lebih dari Itu Anda Layak Dapat Matahari dan Bulan bahkan doa seisi alam termasuk wartawan yang mendapat latihan perang perangan( menembak). Apakah tidak terlalu berlebihan? Jawaban terletak pada track record pengabdian. Seorang Anggota TNI wajib lulus bekerja di 3 posisi. Lapangan (komado teritorial) sebagai Staf dan di Bidang Pendidikan. Jendral Farid Makruf lsangat engkap malah bukan membesarkan diri sendiri tetapi justru anak buah ikut di besarkan. Tepat sekali judul disway Nunut Besar bermakna jika jabatan dibesarkan maka sempurnalah pelaksanaan tugas seorang tentara. Nilai tambah (add value) Jendral Farid : Bahasa Inggris, Public Speaking dan Menguasai jaringan. Bangga juga sebagai MA ( Minang Asli) Indonesia Memiliki asset SDM berkualitas dan profesional. Salamsalaman

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Nunut Besar

KEMPALAN: INILAH salah satu contoh penerapan prinsip ”jangan besar dari jabatan, besarkanlah jabatan”. Contohnya sangat sederhana. Tapi langsung menusuk ke sanubari saya.

Pagi itu saya kumpul wartawan: ramai-ramai diberi kesempatan  merasakan menembak dengan senapan laras panjang: SS1-V4. Lokasi: di lapangan tembak Batalyon Infanteri 500 Raiders/Sikatan, Surabaya. Dekat Markas Kodam V/Brawijaya.

Posisi menembaknya sambil tiarap di lantai lapangan. Di atas rumput yang dilapisi matras. Seperti militer yang lagi merayap sambil menembak. Tiap kloter berjajar 10 wartawan. Sambil tiarap diajari cara menembak: 10 wartawan 10 pelatih.

Sasaran tembaknya di depan sana: 75 meter. Ada titik hitam di tengah lingkaran besar. Kami harus membidik titik hitam itu. Dari lubang intai di senjata itu bisa dilihat si titik hitam. Posisi titik harus di ujung gambar tiang tengah dari tiga tiang yang terlihat di ujung senapan.

Setelah titik hitam berada di posisi tembak, barulah pelatuk ditarik. Harus dengan sangat pelan. Kalau ditarik cepat bisa mengubah posisi titik tembak.

Dor!

Meleset.

Jangankan titik hitam, mengenai lingkaran besar pun tidak.

Menurut evaluasi pelatih, saya masih terlalu cepat menarik pelatuk. Kesusu. Itu menandakan emosi saya belum tenang. Maka diulangi lagi: dor!

Meleset lagi.

Tiga kali tembakan pertama meleset semua.

Masih ada tujuh peluru lagi. Kali ini harus ada yang kena. Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor! Dor!

Hasilnya sama: meleset semua. Menulis cerita ternyata lebih mudah daripada menembak. Menemukan lead yang baik lebih cepat dari menemukan sasaran titik hitam.

Betul. Menembak beneran tidak seperti dalam adegan film. Yang sambil meloncat pun bisa kena sasaran.

Bahkan sambil salto. Ternyata ada ajaran khusus untuk bisa menembak dengan baik. Nama ajaran itu: Nabi Tepi. Itu singkatan dari Napas, Bidik, Tekan, Picu. Napas harus tenang, bidikan harus tepat, tekanan picu harus halus.

Saya tadi bukan menekan picu, tapi menarik picu. Salah. Bukan ditarik, tapi ditekan. “Saking halusnya tekanan picu sampai seolah senjata meledak sendiri,” ujar Pangdam V/Brawijaya yang baru, Mayjen TNI Farid Makruf MA.

Saya memang belum pernah merasakan menembak. Pun pakai pistol. Kalau memegang senapan panjang sering. Di Amerika. John Mohn, punya senjata panjang di lemarinya. Juga punya pistol yang disimpan di laci sebelah tempat tidurnya.

Setiap kali ke rumah John di Kansas, saya ditawari untuk berlatih menembak. Di halaman belakang. Ayah angkat anak saya itu mengajari saya cara memegang senjata, membidik, dan mengisi peluru. Tapi saya tidak pernah mau mencoba meletuskannya.

Telinga saya pernah seperti mau pecah. Di Tambling, Lampung. Hari itu saya berdiri di jeep pemburu di Tambling. Di sebelah saya berdiri Tomy Winata. Ia lagi memegang senjata laras panjang. Di saat saya lagi melengos melihat harimau di hutan itu tiba-tiba dor! TW menembak babi hutan. Suara dor itu seperti meledak di telinga saya.

Saya pura-pura tidak tesiksa. Tapi pedalaman telinga saya sakit sekali. Tidak menyangka suara ledakan senjata sedahsyat itu.

Nabi Tepi. Farid yang memberi tahu ajaran itu. Ia memang menunggui para wartawan itu menembak.

Inilah untuk kali pertama Farid bertemu wartawan PWI Jatim, IJTI, dan AMSI.

Cara bertemu wartawan di lapangan tembak seperti itu adalah bagian dari gaya kepemimpinannya. Agar wartawan bisa menulis kegiatan. Bukan hanya menulis pidato. Farid memang pernah jadi kepala penerangan, waktu di Kopassus. Ia tahu apa yang diinginkan wartawan. Ia tahu wartawan harus punya bahan untuk ditulis.

Itu belum contoh yang saya maksud dengan ”besarkan jabatan”. Contoh ”besarkan jabatan dan bukan besar dari jabatan” adalah ini: instruksinya kepada kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya. Itu disampaikan dalam forum cangkruan pertamanya dengan wartawan di lapangan tembak itu.

“Isi website Kodam Brawijaya jangan melulu wajah Pangdamnya. Seminggu pertama ok. Biar kenal dulu.

Setelah itu harus lebih banyak menampilkan wajah Babinsa. Atau Danramil. Dandim,” ujarnya.

Babinsa adalah bintara pembina desa. Di satu desa ditempatkan satu bintara. Jabatan Babinsa memang sempat tidak populer. Di zaman Orde Baru, Babinsa jadi alat untuk memenangkan Golkar.

Setelah reformasi, urgensi Babinsa  dipersoalkan. Dianggap bisa mengganggu demokrasi. Pun Koramil dan Kodim. Banyak yang minta agar dilikuidasi.

Suara seperti itu tidak terdengar lagi 10 tahun terakhir. Bahkan nama TNI kian harum: sebagai lembaga yang bisa dipercaya dalam membela masyarakat.

“Saya yakin banyak Babinsa atau Danramil yang berprestasi. Prestasi itu harus ditampilkan di publikasi Kodam,” ujar Farid. “Apalagi sekarang ini lagi digalakkan program baru: Babinsa masuk dapur,” katanya.

Babinsa masuk dapur adalah simbolis: agar Babinsa memonitor kondisi bahan makanan rakyat miskin.

Yang sampai banyak terjadi kasus kekurangan gizi pada anak.

Tentu kebijakan lebih menonjolkan pejuang di lapangan seperti itu seperti berlawanan dengan kecenderungan belakangan ini: pamer wajah kepala daerah di segala sudut. Lewat spanduk, poster, baliho, backdrop, bahkan sampai pun ke kop surat.

Mereka seperti tidak bisa besar kalau tidak dari jabatan. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*. Edisi 20 Januari 2023: Turun Gunung

Leong putu
Ku beli lima kilo tomat / Persiapan dikala punya hajat / Kalau perusuh jadi tobat / Hmmm…siapa yang jadi penjahat ?/ … #rindurusuh

bagus aryo sutikno
Terima kasih Prof Puruhito, dah kerso turun gunung sehingga banyak jantung terselamatkan. Terima kasih pula saya ucapkan kepada komunitas bakul sayur gunung lawu Magetan. Tiap hari mereka turun gunung dari Plaosan menuju pasar besar Madiun. Ketidak hadiran mereka bisa menyebabkan warga Madiun jantungan. Hora jantungan gimana, tanpa kehadiran mereka sehari saja, kangkung seikat 2k dah jadi 3k. Mbok’e Brian muni2 gara2 kupesani cha kangkung. Tapi komunitas bakul sayur gunung Lawu itu imunitasnya tinggi. Saat covid dan Madiun lock down, mereka bebas keluar masuk kota. Resiko covid tak semengerikan kenaikan kobis, kangkung dan sawi. Sehat selalu Prof Puruhito dan komunitas bakul sayur gunung Lawu serta gunung2 yang lain.

AnalisAsalAsalan
Right for Woman, Left for Man / toilet

Ummi Hilal
Right results breed right revenue . Right revenue breed right hospitality. Next …

Rihlatul Ulfa
Menjawab pertanyaan anda. dokter spesialis yg biasa menangani saya, berada untuk pemeriksaan pasien rawat jalan tidak lebih dari 3 -4 jam. jadi pasien hari itu harus datang sepagi mungkin, (dan sudah dibuat jadwal sebulan yg lalu). jadi jika datang terlambat dan dokter sudah selesai pemeriksaan itu adalah resiko pasien. pernah saat dokter belum ada satu jam memeriksa pasien rawat jalan, ternyata ada operasi mendadak dan dokter harus pergi meninggalkan psien2 itu. jadi fleksibel saja. bahkan dokter yg menangani saya, bekerja juga di 2 rumah sakit, totalnya ia bekerja di 3 rumah sakit. kalau pemeriksaan psien rawat jalan saja harus 7 jam. saya rasa tidak mungkin seorang dokter mau bekerja di 3 rumah sakit yg berbeda.

Rihlatul Ulfa
Pengalaman saya di poli penyakit dalam saat kontrol. semua penyakit ada bagian spesialisai dokternya. walaupun penyakit dalam semua, ada bagian2nya. dan dokter yg memeriksa akan berbeda2. contoh soal, saat tanggal 12 januari kemarin, saya harus kontrol ke poli penyakit dalam di rsup fatmawati, karena saya berada pada gangguan hormon, maka saya akan diperiksa dengan dokter spesilisasi sp.PD-KEMD. padahal pasien sudah ratusan, dan saya barada diurut nomor antrian awal ke 27. lalu karena dokter saya pada hari itu datang lebih awal. saya menjadi pasien kedua yg diperiksa oleh beliau. artinya puluhan orang lainnya berada di spesifikasi dokter spesialis lain. 1 poli itu pasti adad beberapa dokter. jadi saya rasa, tidak masuk akal saat anda harus sampai menunggu 7 jam.

Jimmy Marta
Untuk satu dokter, 80 pasien memang terlalu banyak. Bgmn dokternya bisa mikir dan menganalisa keluhan dan penyakit pasien. Diagnosa dikhawatirkan lemah bin dangkal… RS swasta di tempat saya, yg melayani bpjs juga, satu klinik spesialis hanya menerima 20 antrian. Ndaftar nya sehari sebelumnya. Tapi jgn terlalu khawatir. Di Puskesmas yg agak dekat, nmr antrian 69 bukan berarti sejumlah itu pasiennya. Setelah nomor 6 bisa langsung ke 9. Yah, nmr antrian manual yg gk diganti-ganti…

Fiona Handoko
tadi antar ibu ke rs, kontrol ke dokter jantung pakai bpjs. walah, dapat no antrian 80. dokternya hanya 1. berarti kalau 1 pasien 5 menit. ibu harus antri hampir 7 jam. dipikir lagi, kalau dokter praktek di poli 7 jam, lalu kapan bisa visit pasien opname? kapan bisa menangani operasi? kapan bisa nyelani kasus urgent di ugd?

Saifudin Rohmaqèŕqqqààt
Dulu istri ada gangguan nafas. Kalau tidur bantal harus tinggi. Biar nafas lancar. Kata dokter, mungkin ada sumbatan. Akhirnya diputuskan untuk ikut olahraga pernafasan. Alhamdulillah, sembuh. Tapi ada efek positifnya. Badannya jadi kencang. Sehingga aliran darah lancar. Apa akibatnya? Akibatnya urusan hubungan suami istri tambah kenceng juga. Ampun deh, saya jadi kewalahan. Pengalaman yg bahagia he he he….

Jhel_ng
Dokter lulusan luar negeri, dengan peralatan yang lengkap melayani pasien di dalam negeri dengan peralatan seadanya. Sejawatnya berkata, “Tu kan, teori dan praktik berbeda. Apa yang dipelajari berbeda dengan yang nyata dikerjakan.” Seorang doktor fisika pulang dari studi di luar negeri, dengan peralatan karakterisasi yang lengkap. Di sini peralatan sangat terbatas. Komentar orang2, “Tu kan, teori dan praktiknya berbeda. Makanya apa yang dipelajari belum tentu berguna di kehidupan nyata.” “Ah cuma teori”. Itu komentar umum. Tapi sebenarnya komentar seperti itu sungguh menyimpang. Teorinya tetap sama, alat dan kelengkapannya yang berbeda. Yang berbeda sama-sama di ranah “praktik”, teorinya tetap sama. Kalau terkesan tidak sama, semata2 ada teori lain yang melengkapi, yang belum dipelajari. Bahkan bisa jadi teori baru jika baru dirumuskan. Tapi itu tidak menyingkirkan teori lama. Semua perlu dicatat baik2.

ALI FAUZI
Para pendekar pers, seperti Pak DIS, juga sudah saatnya turun gunung. Dalam 10 tahun terakhir ini Dewan Pers sudah mengeluarkan belasan ribu sertifikat bagi wartawan yang lulus UKW (Ujian Kompetensi Wartawan). Tapi dalam 10 tahun terakhir ini pula arah pemberitaan pers makin jauh dari fungsi pers itu sendiri (untuk: kontrol sosial, pendidikan dan hiburan).

Mbah Mars
Dokter Jabrik: “Sakit apa ?” Mbah Koplak: “Saya suka sakit kepala dok. Pusing. Dunia serasa berputar” dr Jabrik: “Ya sudah. Silahkan pulang” Mbah Koplak: “Kok tidak diobati ?” dr Jabrik : “Katanya suka sakit kepala ?”

Jimmy Marta
Mbah koplak emang gk sakit. Dunia itu bener berputar…haha.
Kliwon
Alhamdulillaah.. Terima kasih pencerahannya Mbah. Saya tanpa sengaja & tanpa sadar juga suka bernafas sendiri. Berkat pencerahan dari mbah dokter, berarti memang sebaiknya saya melanjutkan tetap bernafas.

yoming AFuadi
Baru nemu kali ini, wartawan diancam “awas kalau kalian macam-macam, saya sikat kalian”. Memangnya selama ini giginya wartawan kurang bersih apa ya? Koq sampai ada yang menawarkan untuk menyikat mereka ….he ….3

Johannes Kitono
Istilah Turun Gunung mungkin di populerkan oleh Kho Ping Ho ,pengarang Cersil top di Indonesia. Kalau ada masalah besar dan rumit yang tidak bisa diselesaikan maka biasanya Suhu atau Tjiang Bun Djin harus turun gunung memberikan solusinya. Maklum waktu itu belum ada internet dan WA. Persoalan yang sama terjadi di bidang Kesehatan. Prof Dr Puruhito ( 80 th ) ternyata belum bisa dengan santai menikmati masa pensiunnya. Masih harus turun gunung membantu operasi di Rumah Sakit untuk kasus kasus pembelajaran. Ini tentu akibat sistem pendidikan Specialis yang keliru, sudah lama terjadi dan dampaknya terasa saat ini. Sistem kaderisasi tidak berjalan karena dulu adanya ego sektoral. Menkes tidak perlu menengok kebelakang mencari kambing hitamnya.Langsung saja kasih solusi apa yang semestinya diperbaiki. Mau hospital based atau Univ based silahkan saja, yang penting bisa cepat hasilkan dokter spesialis yang kompeten yang belum bisa diganti dengan dr Robotic. Soal dana untuk beli alat mutakhir pasti bisa diatasi oleh RS Swasta atau Pemda. Bukankah alat modern umumnya hanya untuk penyakit orang kaya seperti : PJK, Stroke dsbnya. Penyakit rakyat seperti TBC, Diare, Malaria dan kurap tentu tidak memerlukan peralatan yang canggih. Bravo utk Prof Dr Puruhito dan Prof Dr Ario Djatmiko yang bersedia Turun Gunung membantu membereskan masalah Kesehatan Indonesia yang sudah Stadium Tiga.

Pryadi Satriana
Satu per satu orang2 terdekat meninggalkan kita, sehingga yg terakhir ada adalah Tuhan/Gusti/Allah/God/Tian/Hyang, dsb. Terserah sebutan Anda. Cara “menghubungi”Nya pun beda2. Ada yg “bengak-bengok pake TOA”, dan kadang “merasa punya ‘hak’ mbrebek’i tetangga”. Ada yg dengan ‘laku eling kan waspada’. Ada yg berdoa di gereja. Ada yg berdoa ke kelenteng. Jadi …, kalau Pak Dis diminta ‘meletakkan simbol Dewa’ di kelenteng, kalau Anda ‘menghargai Pak Dis’, mestinya Anda ya ‘menghormati’ baik Pak Dis maupun ‘pihak kelenteng’ yg telah ‘memberi kehormatan khusus’ kepada Pak Dis. Lha kalau Anda ‘nggunem’ yg dilakukan Pak Dis itu ‘syirik’-lah … ‘musyrik’-lah … itu berarti Anda ‘ndhak kenal’ Pak Dis, siapa pun Anda atau sedekat apa pun hubungan darah atau kekerabatan Anda dg Pak Dis. Dan lagi, Anda tentu sudah tahu bahwa hak penghakiman hanya ada pada Allah. Lha opo Pak Dis mbok anggep ora ngerti iku? Jadi, percuma Anda ‘sok menasihati’ Pak Dis tentang yg telah dilakukan Pak Dis di kelenteng itu, lha wong pada hakikatnya Anda telah ‘menghakimi’ Pak Dis! Wis ta, ra usah ‘buang2 waktu’ untuk ‘menasihati’ Pak Dis. Gak2 lek direken karo Pak Dis. Saran saya, nasihatilah diri sendiri – selama masih merasa jadi ‘manusia’ yg berdosa – sebelum menasihati orang lain.

Pryadi Satriana
Satu per satu orang2 terdekat meninggalkan kita, sehingga yg terakhir ada adalah Tuhan/Gusti/Allah/God/Tian/Hyang, dsb. Terserah sebutan Anda. Cara “menghubungi”Nya pun beda2. Ada yg “bengak-bengok pake TOA”, dan kadang “merasa punya ‘hak’ mbrebek’i tetangga”. Ada yg dengan ‘laku eling kan waspada’. Ada yg berdoa di gereja. Ada yg berdoa ke kelenteng. Jadi …, kalau Pak Dis diminta ‘meletakkan simbol Dewa’ di kelenteng, kalau Anda ‘menghargai Pak Dis’, mestinya Anda ya ‘menghormati’ baik Pak Dis maupun ‘pihak kelenteng’ yg telah ‘memberi kehormatan khusus’ kepada Pak Dis. Lha kalau Anda ‘nggunem’ yg dilakukan Pak Dis itu ‘syirik’-lah … ‘musyrik’-lah … itu berarti Anda ‘ndhak kenal’ Pak Dis, siapa pun Anda atau sedekat apa pun hubungan darah atau kekerabatan Anda dg Pak Dis. Dan lagi, Anda tentu sudah tahu bahwa hak penghakiman hanya ada pada Allah. Lha opo Pak Dis mbok anggep ora ngerti iku? Jadi, percuma Anda ‘sok menasihati’ Pak Dis tentang yg telah dilakukan Pak Dis di kelenteng itu, lha wong pada hakikatnya Anda telah ‘menghakimi’ Pak Dis! Wis ta, ra usah ‘buang2 waktu’ untuk ‘menasihati’ Pak Dis. Gak2 lek direken karo Pak Dis. Saran saya, nasihatilah diri sendiri – selama masih merasa jadi ‘manusia’ yg berdosa – sebelum menasihati orang lain.

Johannes Kitono
Breaking News, Setu, tukang Becak bobol tabungan nasabah BCA Rp.345 juta ( CNN, 19/1 ). Bukan main, bank swasta terkenal canggih Finteknya masih bisa kenal bobol oleh seorang tukang Becak.Sangat memalukan dan bisa jadi BCA kena Karma. Misalnya, kalau ada nasabah kena tipu via trf BCA,,itu dianggap kesalahan sendiri nasabah. BCA hanya Disclaimer akan membantu sebagai Mediator dan tidak menjamin uang bisa kembali. Hal ini dialami saya sendiri yang th lalu pernah kena tipu Rp.245 juta via trf dari rek BCA ke rek BCA dan BNI. Sudah bikin LP untuk permintaan blokir Rek penerima di BCA. Hasilnya sia sia dan dengan nada tidak simpatik staf wanita menelepon dan menyampaikan bahwa uang tidak bisa kembali. Tidak ada empati, seolah olah nasabah dianggap sekongkol dgn pembobol. Logikanya, kalau BCA mau serius mengikuti aliran dana pasti ketahuan siapa penerima uang yang masuk di rek BCA juga. Penipuan Pinjol dan pembobolan rek nasabah akan berkurang kalau Perbanas dan OJK cukup serius mau menumpasnya. Ikuti saja aliran dananya.Uang Rp.245 juta yang ditipu banyak dan bisa dipakai pesta 3 hari 3 malam di Camp Agrinex dan pasti ada sisanya.

Udin Salemo
Saya malu kalau malas-malas. Lihat Prof Puruhito yang mendekati umur 80 tahun masih super produktif. Bayangkan setiap dua hari operasi jantung. Belum lagi tugas pembelajaran di kampus kepada mahasiswa beliau. Luar biasa. Sugoooiii… #everyday_berpantun Proyekku ada di Pulau Bangka/ Yang kerja disana sangat selektif/ Prof Puruhito orang yang langka/ Di usia tua masih produktif/ Paijo anak si tukang las/ Pergi bekerja ke pulau Dobi/ Prof Puruhito orang yang ikhlas/ Mengabdi dan mengajar jadi hobi/

Handoko Luwanto
Kalo pendidikan itu utk urusan karakter dan kursus itu utk keterampilan, maka pejabat yg positif korupsi itu berijasah kursus smua ya ? Karakternya pada gembosss…

Wawan Wibowo
Covid sudah selesai,para pedagang sudah lebih duluan beradaptasi dong,buktinya kemarin hari dilapaknya jualan masker,sekarang sudah jualan lato-lato.

Jimmy Marta
Selingan dulu sob..!. Anda tahu Kim Jong Un?. Mestinya semua sudah tahu. Kalau anda lupa, akan sy ingatkan siapa beliau. Kim Jong Un itu seorang lelaki. Istrinya perempuan. Bapak dan kakeknya juga lelaki. Mereka semua lahir di Korea Utara. Kakeknya pendiri, ayahnya pemimpin dan si Un dp warisan memimpin Korut. Saat peringatan 10 th wafatnya bpknya ( Kim Jong Il), sang anak memerintahkan semua rakyat korut memperingati dg khidmat. Selama 11 hari gk boleh ada yg rekreasi, minum alkohol dan tertawa. Hari ini, Kim Jong Un disebut kemana-mana bawa toilet. Tinja nya harus diamankan dari pihak2 yg tidak berhak. Jangan sampai ada intelijen asing yg mengetahui rahasia tinjanya. Rahasia kesehatan dan kebiasaan buruknya minum alkohol. Kesehatan paruh baya yg gk pernah mau berolahraga…

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Turun Gunung

KEMPALAN: COVID selesai, profesor senior harus turun gunung lagi. “Hari ini saya operasi bedah jantung ke-3 sejak diminta turun gunung lagi 11 Januari lalu,” ujar Prof Dr Puruhito, kemarin. November depan usia Prof Ito genap 80 tahun.

Berarti tiap dua hari Prof Ito turun gunung. “Jadwal saya ke depan tiap dua atau tiga hari operasi,” katanya.

Operasi yang ditugaskan kepada Prof Ito adalah yang punya nilai pembelajaran. Kalau operasinya biasa-biasa saja tidak perlu beliau.

Ada pelajaran tambahan dari operasi kemarin: benang yang diperlukan tidak ada. Yakni benang ukuran 4.0. Yang ada ukuran lebih kecil, 5.0. Lalu apa yang harus dilakukan: harus lebih hati-hati. Bagaimana cara hati-hati: calon dokter bedah jantung dapat penjelasan dari Prof Ito.

Di operasi kedua pasca Covid, ada pelajaran dadakan juga: setelah jantung dibuka, ditemukan juga  tumor di dalamnya. Meski itu tidak ada dalam rencana operasi, tumor itu harus dibuang: bagaimana membuang tumornya.

Kalau sebatas tidak ada benang ukuran tertentu masih bisa dicarikan jalan keluar. Tidak perlu menunda operasi. Tapi kalau menjelang operasi tidak tersedia obat, ya harus ditunda.

Maka bertambahlah persoalan reformasi kesehatan: jumlah dokter spesialis, ketersediaan obat dan peralatan.

Untuk obat dan pendukung yang diperlukan operasi jantung, misalnya, 90 persen masih impor. Itemnya begitu banyak. Pelayanan kepada pasien tidak hanya soal ketersediaan dokter spesialis tapi juga obatnya.

Lalu soal alat. Salah satu penyebab mengapa spesialis berkumpul di kota besar adalah kelengkapan alat. Dokter itu tidak hanya perlu gaji besar. Tapi juga kepuasan dalam mempraktikkan ilmunya.

Saya jadi ingat dokter Boyke, ahli ginjal. Ketika diminta pindah ke kota kecil, yang ia tanyakan tidak hanya gaji. Tapi juga apakah kota tersebut mau membelikan alat yang ia inginkan. Yang di kota sebesar Surabaya pun, saat itu, belum punya.

Begitu Gubernur (waktu itu) Awang Farouk membelikan alatnya, Boyke langsung pindah ke Samarinda.

Orang Surabaya seperti istri saya pun harus operasi ke Samarinda. Untung bisa sekalian pulang kampung.

Jadi Menkes Budi Sadikin harus menyediakan begitu banyak alat untuk begitu banyak spesialis di  begitu banyak kota kecil. Dan Menkes sudah menyanggupinya.

Rupanya kalangan dokter sudah semakin kompak: mendukung reformasi kesehatan. Orang seperti Prof Dr Ario Jatmiko (72 tahun) ahli  kanker senior itu, menulis dukungan yang sangat rinci.

Termasuk soal memperbanyak spesialis lewat hospital based. Bahkan lebih hebat lagi: spesialis bedah jangan sampai mengusir bedah umum. Misalnya untuk operasi payudara. Bisa dilakukan dokter bedah umum yang cukup  dilatih secara khusus.

Maka, kata Prof Miko, harus dibedakan antara pendidikan dan kursus. Pendidikan itu untuk urusan karakter. Termasuk pendidikan spesialis. Kursus untuk meningkatkan keterampilan.

Prof Dr Siti Fadilah pun memberikan dukungan yang rinci. Mantan menteri kesehatan yang kritis itu punya mantera: kekurangan dokter spesialis adalah nyata, kekhawatiran terjadi kelebihan dokter tidak harus dikhawatirkan.

Bahkan Siti Fadilah langsung saja: setujui RUU Kesehatan. Kekurangan dokter spesialis itu akan teratasi.

Bagaimana dengan dokter lulusan luar negeri? Orang seperti Prof Puruhito dan Ario Jatmiko tidak punya problem apa-apa. Keduanya pulang dari luar negeri sebelum aturan adaptasi dan ujian ada. Dan lagi keduanya adalah perintis di bidang masing-masing.

Covid sudah selesai. Selamat turun gunung ramai-ramai. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan* Edisi 19 Januari 2023: Tri Dharma

Arala Ziko
ketika membaca salah satu kalimat yg menerangkan anak2 pak Ong gk mau jadi ketua, sy sedikit tersentak, kok beda sekali dengan agama lapak sebelah yg seteru sama bapaknya gara gara gereja. mungkin mereka lupa, Tempat ibadah hanyalah wadah, namun tempat ibadah sesungguhnya ada di dalam hati, pikiran dan perilaku manusia.

Komentator Spesialis
Kalau alasannya kurang kompeten, sudah benar. Karena pada akhirnya semua harus dikelola secara profesional dengan kompetensi. Walaupun itu atas nama agama. Muhammadiyah misalnya, tidak mengenal pengelolaan atas aset ummat secara turun temurun. Hanya mereka yang kompeten dan jujur yang layak menerima beban amanat. Makanya tidak mengenal istilah “gus”. Memang apa jaminan keturunan ? Wong anak Nabi saja bisa kafir kok. Contoh anak Nabi Nuh AS.

Jhel_ng
Ada banyak konflik yang terjadi. Kadang yang bisa menyelesaikan hanyalah sang waktu. Atau justru sang waktu lah yang memulai babak baru. Dalam setiap konflik kita berpikir kenapa bisa terjadi. Bagaimana itu terjadi. Jika sudah terlalu rumit, putuskan saja. Itu memang teori lama. Atau sekedar memutuskan untuk menggertak. Gertak sambal? Orang justru suka sambal. Selamat memeringati Hari Raya Imlek bagi yang akan merayakannya.

Jimmy Marta
Ketua organisasi itu perlu orang paling kaya di kelompok itu. Terutama untuk organisasi non keagamaan. Kalau yg kaya itu tidak bersedia, pilihan jatuh ke urutan berikut. Yg paling berkuasa, alias yg jabatannya paling tinggi. Ini berguna agar gk ada anggota yg berani macam2. Sebab yg dua itulah yg gk bisa dilawan. Kalau yg ketiga itu pasti gk boleh dipilih sbg ketua. Kecuali ketua untuk sesama alumninya saja…

Everyday Mandarin
Saya dari kecil sembahyang kelenteng. Izin serta komentar. Zaman Orba, kalau isi formulir, ditanya orang, “Apa agamamu?” Seperti kalkulator yang sudah diprogram, jawabnya, “Buddha (佛教” fojiao)”. Itu zaman Orba. Untuk “agama” Tri Dharma, tak bisa tidak dikaitkan dengan Taiwan. Karena bisa dibilang Taiwan pusatnya Tri Dharma. China malah tidak krn byk yg ateis akibat jadi salah satu syarat Partai Komunis. Walau ga semua ya. Di Taiwan, mayoritas rakyatnya juga sembahyang di kelenteng. Dewanya sama sprt kelenteng² yang sering kita kunjungi di berbagai kota di Indonesia. Yang di Indonesia setelah zaman Gus Dur disebut agama Konghucu (儒教: rujiao). Walau kelenteng ybs ga ada patung Kongzi (孔子: Kongzi, nama Confucius dalam Mandarin), di Indonesia tetap disebut agama Konghucu. Krn orang² Taiwan, jika kelentengnya ga ada patung Kongzi, itu disebut agama Tao (道教: daojiao). Dan memang itulah yang mayoritas kita dengar dari orang Taiwan yang sembahyang di kelenteng. Agamanya apa? Tao. Bukan Konghucu. Apakah terjadi salah kaprah di Indonesia sini? Entah. Mgkn ada petinggi² Konghucu yang bisa menjelaskan detailnya. Asumsi saya pribadi: Bisa jadi di zaman Gus Dur, petinggi agama Konghucu yang duluan mendaftarkan ke pemerintah spy diakui sebagai agama. Sementara petinggi agama Tao tidak. Akhirnya pemerintah pun hanya mengakui Konghucu sbg agama resmi. Dan semua orang yang sembahyang di kelenteng Tao, akan menyebut dirinya beragama Konghucu juga. Maafkan jika asumsi ini sepihak.

Giyanto Cecep
sila ke-3 Pancasila itu jelas tegas ” Persatuan Indonesia ” .. tapi di Indonesia hampir semua organisasi tidak ada yang bersatu .. pun organisasi bercorak ” agama ” .. yang sepertinya tidak ada keuntungan duniawi .. karena semua mengusung hal-hal ” ukhrawi ” .. apa mungkin alam akherat itu juga lebih dari satu ? ..

yoming AFuadi
Sepertinya ada keinginan terpendam Abah yang tidak/ belum kesampaian, makanya ada orang yang punya 4 istri ditulis bukan untuk poligami tapi untuk mistis. Mengingat Abah orang yg religius, maka sah saja kalau tidak perlu punya 4 istri, cukup 1 saja. Tabik.

Johannes Kitono
Ongko Prawiro ( alm ) beristeri 4 dengan 39 orang anak. Pasti manusia super dan tidak dicap poligami. Alasan beristeri kedua, ketiga dan keempat demi keselamatan mereka. Alasan yang sangat manusiawi walaupun tidak tercantum di UU Perkawinan 1974 yang katanya di endorse oleh Ibu Tien Soeharto. Ada konglo ( alm ) yang juga beristeri lebih dari satu dengan alasan bisnis. Menurut suhu atau konsultan hongsui, dengan melihat shio dan ngohengnya. Bisnis konglo ini akan semakin berkembang paralel dengan jumlah isterinya.Nah berbahagialah konglo tsb menikmati kekayaannya tanpa ada kendala baik dari isteri perdana maupun isteri selanjutnya.Ketika terjadi krisis 1998, total hutang grup konglo ini US$,13,7 mily. Jadi pasien BPPN tapi bisnis konglo masih eksis sampai hari ini. Tentu saja bisnis yang menggurita bukan hanya mengandalkan jumlah isteri s. Konon Raja Henry VIII ( 1509 – 1547 ) juga punya 6 isteri karena ingin punya anak laki laki sebagai pewarisnya. Henry VIII tentu bukan suami yang baik dan romantis. Bukan hanya kawin cerai beberapa kali dan malahan memenggal kepala isterinya. Kok tega juga sang raja , sudah menikmati madu kenapa isteri masih harus dikirim ke alam baka.Bisa jadi istilah Raja Tega bermula dari kelakuan Raja Henri VIII. Bagaimana dengan rekor kawin raja raja di China atau Indonesia. Pasti sangat menarik kalau bisa ditampilkan CHD. Raja adil raja disembah, raja lalim raja disanggah. Raja Singa,amit amit jangan sampai kena.

Mirza Mirwan
Itu baru tuntutan, Bung Jimmy. Belum tentu vonis hakim untuk Ichad seperti tuntutan JPU, bahkan boleh jadi lebih rendah ketimbang vonis untuk PC yang hanya dituntut 8 th. penjara. Kalau melihat pengakuan Ichad dipersidangan, dan hakim ingat aksioma hukum “Actus non facit reum nisi mens sit rea”, harusnya vonis Ichad lebih rendah ketimbang PC, Kuat, fan RR. Ichad terpaksa menembak karena boleh jadi ia justru akan ditembak bila tidak melaksanakan perintah. Pangkat Ichad paling rendah di rumah Sambo yang berpangkat 20 tingkat di atasnya

MZ.ARIFIN UMAR ZAIN.
Mesti nya Yosua ditanyai dulu oleh Sambo kebenaran tuduhan pd nya, jangan sepihak yg didengar. Mesti nya lapor pd instansi yg berwenang, bukan menghakimi sendiri.

Rihlatul Ulfa
Pak JM. walau PC adalah sumber dari segala masalah ‘tapi ia tidak ikut menembak pun Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf. itu tetap tidak kuat sebagai bukti materil. JPU melihat dari sisi siapa yg menembak Yosua ‘karena itu benar2 rill’ maka FS diberi hukuman seumur hidup.

yea aina
PC jadi pemicu terjadinya peristiwa pembunuhan, jika motifnya: perselingkuhan, hingga FS esmosi. Sepertinya fakta dan alat bukti perlu ditelusuri ulang, hingga motif sebenarnya terungkap.

EVMF
Kita mengenal istilah psikologi “minimalisasi”. Lantas apakah yang dimaksud dengan “minimalisasi” di dalam psikologi ?? Minimalisasi adalah distorsi kognitif yang terdiri dari kecenderungan untuk menyajikan peristiwa kepada diri sendiri atau orang lain sebagai hal yang tidak signifikan atau tidak penting. Minimalisasi sering melibatkan ketidakjelasan atau nonspesifik, sehingga pendengar tidak memiliki gambaran lengkap tentang semua detail dan dapat diarahkan untuk menarik kesimpulan yang tidak akurat atau tidak lengkap. Minimization in Psychology. Cognitive distortion consisting of a tendency to present events to oneself or others as insignificant or unimportant. Minimization often involves being unclear or nonspecific, so the listener does not have a complete picture of all the details and may be led to draw inaccurate or incomplete conclusions.

Jimmy Marta
Jadi pengurus atau takmir masjid itu ibadah. Syaratnya Ikhlas. Niatnya harus fisabiliilah. Pekerjaannya hanya mengelola. Imbalannya pahala yg akan diberikan olehNYA. Beda dg marbot mesjid. Atau ada juga yg menyebut gharim. Bekerja nya full waktu. Masalah kebersihan menjadi tugas utama. Mereka berhak dp imbalan. Dalam islam gharim/ gharimin itu berarti orang yg berhutang. Hingganya mereka berhak menerima zakat. Kerja ikhlas dan niat ibadah mesti gk hanya berlaku untuk takmir dan marbot saja. Ini juga untuk semua jenis pejerjaan. Bahkan setiap langkah sebaiknya diniatkan ibadah. Kalau yg kelenteng, gereja dan kuil sy gk tahu bgmn sistemnya. Apakah ada semacam pengurus dan marbot juga. Mungkin sama mungkin beda. Sy gk bisa komen banyak. Kata orang2 gk kompeten. Namun jk urusan dunia, banyak yg sama. Terutama menyangkut masalah materi. Ndak agama apa, kepercayaan apa, kekuasaan dan duit tetap jd rebutan. #komen opo tausyiah #perusuh kok ceramah

yohanes hansi
Digergaji dikit biar bisa masuk Disway.. hehe..

AnalisAsalAsalan
Kelenteng berdiri sendiri? Mengapa tidak? Saat ini zaman demokrasi. Sekian banyak masjid juga tidak ada papan organisasi. Masjid milik masyarakat (yayasan).

Yellow Bean
Masih etnis Tionghoa yang tekun berbisnis. Melambungnya harga migor kemaren yang banyak di kuasai pebisnis Tionghoa tentu tidak lepas dari pandainya mereka berbisnis. Grup Wilmar yang menguasai bisnis ini, kapan kami orang kecil bisa menikmati minyak premium seperti ketika toko anda menerapkan program diskon harga minyak di hari JSM. Minyak dengan logo WILMAR paling sering kami beli dengan harga JSM harga di bawah harga pasaran,. Semoga Tuhan membantu urusan anda untuk berbagi.

Handoko Luwanto
Sejak kecil saya doyan sekali nonton film/video silat klasik mandarin. Sehingga kata Tao suka direlasikan dengan Bu Tong Pay. Kata Buddha sering dikonotasikan sebagai Shao Lin Pay. Khonghucu sempat saya kira seorang pendekar sakti. Untung sekarang sudah tidak lagi ya.

Udin Salemo
Oh, rupanya ada konflik juga di antara pemimpin agama minoritas pemeluknya. Saya kirain hanya di kalangan pemimpin agama pemeluknya mayoritas yang suka bergaduh. Ternyata untuk merebut pimpinan sesuatu perlu bumbu persaingan yang kadang tidak sehat dan tidak diajarkan agama. Menjadi pemimpin itu memang ada semacam “berkah dan kharisma” yang didapat. Makanya banyak orang berlomba untuk jadi pemimpin. #everyday_berpantun Banyak gambut di daerah Tampin/ Disengat tawon terasa sakit/ Banyak orang berebut jadi pemimpin/ Untuk dapatkan kehormatan dan benefit/ Obat tjap kadal punya bli Leong/ Belinya harus cara sembunyi/ Kalau jadi pemimpin bisa “mengeong”/ Hasilnya bisa menggemukkan pundi-pundi/

Ummi Hilal
Akhir tahun Masehi ada camp perusuh Disway. Akhir tahun Imlek bisalah camp Sahabat Disway.Tidak usahlah ada undian.Pilihan saja seperti komen pilihan. Yang model undian saja ada golden tiket .Tapi karena menyalahi aturan ya akhirnya pemegang golden tiket tidak jadi/mau/bisa datang. Tapi kalaupun camp Sahabat Perusuh /Disway diadakan di Malang,bukan jaminan Pak Pry akan datang. Abah DI dan Pak Pry seperti dua kutub magnet yang sama(sama-sama tua),uups,punten.. tapi tidak bisa menempel/menyatu.Malah saling bertolak belakang. Jangan-jangan kalau camp Perusuh/ Sahabat Disway diadakan di Malang,eh malah Pak Pry pergi ke Agrinex…

Leong putu
Wkwkwkwk….. Hahaha… Xixixixi…. Ayolah bapack-bapack…logika dikit. Apa masuk akal kalau P Pry neneknya baru meninggal kamis ini….xixixi… Ini cuma komen sindiran untuk wartawan setengah-setengah…. … Sehat selalu pak Pry… Candaanya saya suka..saya suka.. Saya suka….

Pryadi Satriana
TERIMA KASIH IBU PENJUAL BUNGA Terima kasih Ibu atas bunga2 yg Ibu taburkan di jalan yg akan dilalui jenazah nenekku yg dimakamkan di Pemakaman Samaan hari Kamis ini Dari mobil jenazah duduk di samping sang sopir kulihat Ibu mengambil bunga2 dari bunga2 yg Ibu jual dan Ibu taburkan di jalan itu aku melihat wajah Ibu wajah yg tulus tangan yg terulur menabur bunga2 itu Wahai Ibu walau kita belum saling mengenal hatiku telah terpaut pada Ibu yg telah menghormati jenazah nenekku dg tulus dan air mataku pun menetes Terima kasih Ibu atas penghornatan Ibu kepada nenekku yang kini beristirahat dg tenang di Pemakaman Samaan, Malang Sekali terima kasih ya Ibu Pada saatnya nanti Aku akan datang ‘sowan’ ke Ibu menghaturkan terima kasih atas nama anak, cucu, dan buyut almarhumah Adriana Dariah Rompis Salam takzim dari klg besar kami untuk keluarga besar Ibu Semoga Allah Yang Mahakuasa merahmati kita semuanya … Aamiin. Salam sejahtera untuk kita semua Keluarga Pak Dis Keluarga Pembaca Disway Keluarga Besar saya juga Semoga Gusti Allah Memberkahi kita semua. Aamiin. Salam. Rahayu.

Mbah Mars
Para Perusuh Disway yang nggleling-nggleling berani nggak poligami seperti OP ? Anda semua sudah diberi triknya agar bisa menundukkan hati istri yang mau dimadu. Suami kepada istri ke 1: “Istriku, demi nyawamu, aku harus menikah lagi” Dengan terpaksa istri ke 1 menjawab: “Kalau memang itu syaratnya, apa boleh buat” Suami kepada istri ke 1 dan 2: “Jika aku tidak punya istri tiga, maka kalian berdua akan mati” Istri ke 1 dan ke 2 akhirnya setuju. Meski dengan terpaksa. Suami kepada istri ke 1, 2 dan 3:”Kalian semua akan meninggal jika saya tidak menikah lagi. Saya harus menikah lagi demi menyelamatkan nyawa kalian” Istri ke 1, 2 dan 3 pasrah. Mempersilahkan suami nikah lagi. Jadi istrinya 4. Waktu pun berjalan. Empat istri ini beranak pinak. Istri ke 1, 2 dan 3 bertanya-tanya dalam hati, “Mengapa setelah punya 4 istri sang suami tidak nambah istri lagi untuk menyelamatkan nyawa 4 istrinya ? Bahkan sepeninggal suami mereka bertanya-tanya, mengapa kami kok ternyata belum mati ? Yang tahu alasannya hanyalah almarhum OP.

Mirza Mirwan
Beristeri satu itu mengikuti sunah Nabi, kata seorang ustaz di televisi beberapa tahun yang lalu. Kalau memang mengikuti/menyontoh Nabi seharusnya setia kepada isteri pertama. Karena semasa isteri pertama Rasulullah, Khadijah al-Kubra binti Khuwailid, masih hidup, beliau tidak pernah menduakannya dengan beristeri lagi.

Mbah Mars
“Gagal total Brik”, kata Mbah Koplak tentang upayanya mewacanakan poligami kepada istrinya. “Ceritanya pripun ?”, tanya Jabrik. “Istri saya ajak ke RM Wong Solo. Di sana saya pesenkan jus poligami. Empat buah dijus bersama. Istri saya tidak mau meminumnya. Jangankan saya poligami, minum jus poligami saja tidak sudi” Jabrik:”Wkwkwk. Lha Simbah sudah pernah nembung belum ?” Mbah Koplak:”Sudah Brik. Dia menjawab gini, “Mas, itu dengar nggak ada iklan peti di TV. Kata pengiklannya “Angler tumpakane”. Apa Mas mau saya pesenkan ?” Jabrik:”Huahahahaha”

yea aina
“Disway.ID akan jadi media untuk semua”, mungkin itulah yang dicanangkan Pak bos pendirinya. Topik yang ditayangkan beragam, pembaca diperkenankan menuliskan komentarnya. Bebas. Kesukaan pembaca Disway.ID bermacam-macam: ada yang suka mengkritisi Abah, mengkritisi pemerintah, pun mengkritisi diri sendiri. Adapula yang suka “menghibur” pembaca lainnya dengan cerita dan anekdot lucunya.

Amat Kasela
Cek Cek 1 2 3 Panasin mesin tuk perlombaan 212 & 234 Mulai masuk waktu rawan. Om Leong & Cak Mul pasti sambil monitor

Handoko Luwanto
Mengintip Chat GPT, sepupu jauhnya Google : “Kelenteng Gudo adalah sebuah kelenteng yang terletak di Kabupaten Gudo, Jawa Timur, Indonesia. Kelenteng ini juga dikenal dengan nama lain seperti: Pura Gudo Pura Gedong Gudo Pura Tri Dharma Gudo Pura Gedong Tiga Pura Kerta Gosa Gudo Nama-nama tersebut digunakan untuk merujuk pada Kelenteng Gudo yang merupakan salah satu tempat ibadah yang terkenal di Jawa Timur, Indonesia. Beberapa sumber menyebutkan bahwa klenteng Gudo didirikan pada abad ke-17 oleh seorang perantau dari Tiongkok bernama Nyai Gudo. Menurut cerita yang beredar, Nyai Gudo datang ke Indonesia dengan mengikuti para pedagang Tiongkok yang melakukan perdagangan di wilayah tersebut. Ia membawa agama Buddha dan membuat tempat ibadah yang dikenal sebagai klenteng Gudo. Klenteng ini diyakini sebagai tempat ibadah Buddha yang pertama di wilayah tersebut ….”

Fa Za
Manusia Indonesia adalah manusia yang beragama, relijius, sehingga apapun selalu dikaitkan dan dikembalikan ke ajaran agama. Untuk berbuat baik terhadap sesama manusia pun perlu dicarikan sumbernya dari ajaran agama. Bahkan, celakanya, berbuat korupsi (grarifikasi) juga dicarikan dalil pembenar dari ajaran agama, agar dapat disamakan dengan rezeki.

ahmad faqih
Saat agama & kepercayaan sudah dimasuki kepentingan nafsu duniawi. Maka kesucian marwah dan jiwa ihlasnya akan terdegradasi. Serta bibit perpecahan mulai bersemi

thamrindahlan
Selamat Pagi Abah. Membaca Tulisan Tri Dharma kerisauaan saya tak terobati. Tadinya harapan saya Abah mengklarifikasi video yang tersebar viral terkait keberadaan Abah di salah satu klenteng. Terus terang saya sedih membaca sebagian komentar netizen tentang video tersebut. Sahabat Perusuh tentu sudah membacanya. Banyak teman dari beberapa komunitss WhatsApp menanyakan langsung. Saya menjawab Tegas itu bukan prosesi keagamaan tetapi peristiwa budaya. Alangkah leganya perusuh apabila Abah menyampaikan klarifikasi terkait rekaman video itu agar syak wasangka miring tentang sosok tokoh Dahlan Iskan clear. Bunga cempaka harum baunya / Hiasan taman indah mempesona/ Nama baik adalah segalanya/ Membela diri dari segala fitnah/

Forsandy Kurniawan David
memang dalam komunitas itu, seorang ketua harus-lah kategori naga, naga kecil gpp seng penting nogo atau bisa diterjemahkan sebagai orang kaya. karena semakin kaya berarti dia paling sholeh (baca: dekat dengan dewa)- meski pendapat ini bisa diperdebatkan mohon maaf tapi seterawangan saya begitu adanya. jadi saya nda heran kalo ada terpilih kok tidak kaya, bagaimana mungkin di pimpin oleh orang yang tidak dekat dengan para dewa. kenapa jaman pak Ongko bisa tentrem ya karena pak ongko orang kayaaaaa. a lima. jadi usul saya ada dewa baru mungkin dewa yang menghitung kebaikan kebaikan umat, siapa palng banyak bantu orang dialah sang naga. tapi apa dewa seperti itu ada?

Leong putu
Hahaha…. Ndak lah Mas… saya ini setia, sayang istri. Gak mungkin punya keinginan itu..wkwk. Itu bakal menyakiti istri, saya ndak mau. Lha wong semut dan nyamuk saja gak ta ijinkan menyakiti istriku. Kalau malam kedinginan juga tak boleh terjadi padanya. Oleh sebab itu saya selalu beri dia kehangatan… Wkwk…

Kalender Lengkap
Abah selalunya meng-highlight kalimat sekian istri. Sepertinya ada hasrat tak sampai.

Hendri Ma’ruf
Sebagai professional bidang pengembangan manajemen (management development) dan meminati bidang budaya dan budaya organisasi, cerita soal Tri Dharma ini meneguhkan pengetahuan saya tentang perilaku manusia khususnya terkait pengorganisasian pemeluk agama. Pada kahirnya akan sama saja ujungnya: kepatuhan yang sesungguhnya terhadap ajaran agamanya diuji ketika berhadapan dengan egoisme keduniaan.

Jimmy Marta
Cantik emang si Marshanda/ Penuh pesona wajah rupawan/ anakmempesona/ Hati2 dalam memilih janda/ Sudah kayapun tetap nagih setoran

Amat Kasela
Eh ada Aat. Sehat kan At? Pergi ke sungai menaik rakit/ Hendak menangkap ikan jelawat/ Orang jomlo tak boleh sakit/ Kalau sakit tak ada yang rawat.

Atho’illah
Malam jumat melakukan kenduri | Untuk meminang sang permasuri | Alam sekitar dijaga lestari | Agar kehidupan indah berseri | Duduk di taman si anak raja | Memetik setangkai bunga kamboja | Jauhi mantan dekati janda | Janda cantik seperti marshanda

Amat Kasela
Burung terbang lewat jendela/ Jendela berpalang kayu pulantan/ Abang duda adinda janda/ Kalaulah jodoh bisa balikan. #Pantun_berandai #Bukan_saya

Jimmy Marta
Angin selatan di pagi hari/ Bertiup sampai ke wonogiri/ Sang mantan memang gk dicari/ Tp kalau ketemu itu rezeki

Amat Kasela
Bertiup kencang angin selatan/ Tiang kapal tegak berdiri/ Dilarang keras mengingat mantan/ Jauhi mantan sayangi istri #Perusuh_Sayang_Istri

bagus aryo sutikno
Memetik bunga sedap malam Disamping bunga permana Saat ketemu mantan di jalan Pikiran melayang kemana-mana

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tri Dharma

MENJELANG Imlek ini seorang pimpinan kelenteng menurunkan papan nama. Lalu menggergajinya. Ia marah, tapi tidak tahu harus marah ke siapa: organisasi kelenteng yang ia ikuti tidak kunjung rukun.

“Saya tidak mau lagi ikut organisasi. Toh tidak banyak gunanya,” ujar pimpinan kelenteng tersebut. “Kelenteng saya akan berdiri sendiri. Tidak ikut organisasi apa pun,” tambahnya.

Begitulah situasi organisasi kelenteng di bawah Perhimpunan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Indonesia. Terutama sejak ketua umumnya yang legendaris itu meninggal dunia: Ongko Prawiro.

Ongko adalah bos besar pabrik kertas PT Jaya Kertas. Ia meninggal setahun yang lalu. Pekan lalu pengurus kelenteng dari berbagai daerah ke Surabaya. Resminya mereka memperingati setahun meninggalnya Ongko. Agenda lainnya untuk baku dapa: mencoba bersatu kembali. Mereka berkumpul di depan altar untuk mengenang kepemimpinan Ongko yang damai.

Peringatan itu dilakukan di rumah duka komersial Grand Heaven. Di salah satu ruang di lantai 7. Grand Heaven adalah rumah kematian yang baru Surabaya. Menjadi pesaing rumah duka lama: Adi Jasa.

Grand Heaven seperti hotel bintang lima. Bahkan banyak yang mengira itu memang hotel. Betul saja, itu memang hotel: bagi orang yang telah meninggal dunia. Mobil pengangkut mayatnya pun menarik: bertulisan journey to heaven.

Format peringatan satu tahun Pak Ongko itu persis seperti mesong: seolah jenazah Pak Ong masih ada di situ.

Masing-masing pengurus maju ke altar. Ada foto besar pak Ongko di atas altar itu. Mereka pun secara secara bergilir membakar yosua. Menggerak-gerakkannya seperti sembahyang. Lalu menancapkan yosua menyala itu ke pot yang diisi abu. Mereka lantas menghormat  ke foto pak Ong yang ada di atas altar.

Saya lihat tiga orang datang dari sejauh Palembang. Di Palembang kelenteng anggota Tri Dharma memang paling banyak: 70 kelenteng. Ada juga dari Riau. Di sana anggotanya juga banyak.

Kelenteng Tri Dharma adalah kelenteng untuk umat Tao, Buddha dan Konghucu. Awalnya ini soal politik.

Sejak peristiwa tahun 1965, Konghucu tidak boleh hidup. Kelentengnya ditutup. Tapi kenyataannya kelenteng Konghucu terlalu banyak. Maka secara politis dicarikan jalan keluar: dijadikan kelenteng Tri Dharma. Nama Konghucu ”disembunyikan” di balik Buddha.

Lama-lama Tri Dharma seperti agama tersendiri. Bahkan sempat ada yang ingin membuat kitab suci Tri Dharma. Ongko Prawiro jadi ketua umumnya. Anda sudah kenal Ongko: ia orang kaya yang punya anak 39 orang. Dari 4 istri. Bukan karena mau poligami, tapi untuk mistis. Ia percaya: istri tuanya akan meninggal kalau ia tidak kawin lagi. Pun istri keduanya dan ketiganya.

Ayah Ongko termasuk orang terkaya di Surabaya. Ia tuan tanah. Hampir separo Kembang Jepun milik ayah Ongko. Raja tanah. Setara dengan Baswedan, kakek Anies Baswedan.

Ongko punya hotel terbaik di Surabaya pada zamannya: Hotel Olympic Keputran. Ia juga punya hotel Niagara di Lawang, Malang, yang unik itu.

Anak-anak Ongko tidak ada yang mau jadi ketua umum Perhimpunan Tempat Ibadat Tri Dharma (PTITD) se-Indonesia. Sekaligus Ketua Umum Majelis Rohaniwan Tri Dharma Se-Indonesia (Martrisia).

Sejak Ongko meninggal sudah ditunjuk pejabat ketua umum: Ko Sik Kian. Rupanya ada yang tidak sepakat. Sekelompok pengurus mengangkat David dari Magelang sebagai ketua umum.

Ko Sik Kian memang aktif di Tri Dharma tapi bukan kelompok  orang kaya. David kaya raya. Punya bisnis karoseri terkenal di Magelang.

Kedua kubu tidak bisa bersatu.

Memang segera ada Muktamar Tri Dharma. Sebentar lagi. Setelah Cap Go Meh. Mungkin tanggal 14 Februari. Bisa saja Muktamar itu jadi jalan penyatuan. Atau justru resmi menjadi dua.

“Kalau saya sudah bulat akan independen saja,” ujar Tony, pimpinan Kelenteng Gudo, luar kota Jombang.

Setelah reformasi tahun 1998, zaman berubah. Pun soal keagamaan. Konghucu sudah diakui sebagai agama resmi. Oleh Presiden Gus Dur. Konghucu tidak perlu lagi bersembunyi di balik Tri Dharma.

Budha juga sudah punya organisasi sendiri. Bahkan tidak satu. Konghucu juga sudah punya organisasi sendiri: Matakin. Hanya Tao yang belum terdengar punya organisasi mandiri.

Meski memisahkan diri dari Tri  Dharma, kelenteng Gudo tidak akan jadi Tao, Konghucu atau Buddha.

“Kelenteng Gudo akan jadi kelenteng untuk semua,” ujar Tony.

Ia menceritakan, kalau di satu kelenteng hanya ada patung Buddha, yang datang tidak banyak. Pun kalau hanya ada patung Konghucu.

“Kelenteng kami harus pasang banyak dewa. Agar permintaan apa saja bisa disampaikan ke dewa yang terkait,” katanya.

“Permintaan orang itu kan macam-macam. Ada yang minta kaya, minta sehat, minta panjang umur, minta anak, minta jodoh, dan banyak lagi. Masing-masing ada dewanya,” katanya.

Kelenteng Gudo punya lebih dari 20 dewa. Sekarang lagi membangun lagi satu ruangan sembahyang.

Dewa-dewanya sudah didatangkan. Tinggal dipasang. Terlalu banyak yang datang ke Gudo. Yang ada sekarang tidak cukup lagi. Masih akan ditambah dengan dewa yang lain lagi.

Tony juga lagi mempersiapkan untuk ikut festival budaya di Malioboro, Yogyakarta. Ia akan arak sebagian dewa kelenteng Gudo di festival itu.

Tapi kenapa sampai papan nama kelenteng itu digergaji? Tidak eman-eman?

“Saya gergaji sedikit saja kok. Untuk divideo saja. Kayunya baik. Kayu kuno. Sayang kalau dirusak,” ujar Tony yang juga dalang wayang Potehi.

Imlek datang lagi akhir minggu ini. Tri Dharma titip nasib baik untuk bisa bersatu kembali. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan*. Edisi 18 Januari 2023: Ngaji Wagiman
Hendri Ma’ruf
MasyaAllah. SubhanAllah. Di tengah artikel mata saya menjadi basah. Saya teruskan membaca. Menjelang akhir artikel ada rasa sedikit asin di rongga mulut saya. Mengetik komentar ini hidung saya sedikit basah. Rasa haru memeluk jiwa saya.

thamrindahlan
Salam Takziem Haji Wagiman Pak Haji jadi contoh teladan Bagi peranrau agar bekerja keras Jujur dan selalu ingin belajar Saya jadi ingat pesan Datuk di Minangkabau ketika anak kemenakan ingin merantau ke Ibukota Jakarta.. Jika buyung pergi kelapau/ Hiu beli belanak beli/ Ikan panjang belu dahulu/ Kalau buyung pergi merantau / Ibu cari dunsanak cari/ Induk semang cari dahulu/ Induk semang : majikan

AnalisAsalAsalan
Saya punya usul untuk pondok ini, Abah. Asumsi saya mondok 6 tahun target hafal 30 juz. 1. Sejak awal (SMP) dipisahkan apakah selain hafal Al-Qur’an ingin jadi ustadz (kuliah agama) atau kuliah umum. 2. Jika ingin kuliah umum, maka: a. Tidak perlu hafalan kitab seperti ‘imrithy, alfiyah, tashrif, dll, cukup paham saja. Berat sekali kalau juga harus hafalan banyak kitab. b. Kurikulum sekolah ikut Diknas (seperti SMPN dan SMAN), tidak perlu banyak pelajaran agama, toh sudah dapat di pondok. Mengapa? Karena persaingan masuk PTN ketat banget. Kecuali targetnya yang penting kuliah umum, di swasta juga tidak apa-apa. Ini lebih ringan. c. Untuk SMA, contoh saja metode MA Unggulan Amanatul Ummah Pacet yang diasuh KH. Asep Saifuddin Chalim, yang pernah diundang Abah podcast. Namun, perlu diingat, yang masuk juga lewat tes, jadi sudah siswa pilihan. Kalau bukan siswa pilihan, maka tugas sekolah memilihkan PTN yang sesuai. Jangan target PTN favorit kalau bahan bakunya kurang bagus. Semoga bermanfaat. Amin.

Muin TV
Apa salahnya dengan nama Wagiman? Biarkan beliau dengan nama itu. Biasanya, orang tua zaman dulu memberi nama anaknya sesuai dengan hari lahirnya. Kenapa orang tuanya kasih nama Wagiman? Mungkin beliau lahir di hari Sabtu. Kebanyakan orang yang lahir di hari Sabtu, namanya berawalan Wa. Waridah, Warno, Warjo, Waridin dll.

alasroban
IMHO: Kurang nyambung kalo lahir hari sabtu. Berdasarkan cocokologi science:) Wagiman di prekirakan lahir pada hari pasaran WAGE. Maka di kasih nana Wagiman. Koq ada tambahan akhiran MAN? MAN itu artinya manungso / manusia. Wagiman = MANusia yg lahir pada hari pasaran WAGE. 🙂 Note: Hari pasaran jawa: Manis / Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon.

bagus aryo sutikno
Lahirnya Sabtu namanya SETU. Pak Setu ehh ehh Pak Setu Pak Setu lahir’e dino kemis Rondho ping pitu ehh ehh rondho ping pitu Rondho ping pitu kok jik ngaku gadis

bagus aryo sutikno
Saya respect dng kisah p Wagiman dan double respect dng pewawancaranya. Birds same flock flying together. Tapi ada hal yg perlu digaris bawahi. Kata2 bijak memotivasi dari seorang sarjana yg miskin bagaikan kentut. Namun kentut seorang lulusan SD yg kaya raya itu sungguh2 memotivasi. Wes dudu sarjana dan tidak kaya ndilalah kok ngentutan. Wes paripurno uripmu lurr.

Rizky Dwinanto
“Islamisasi jelas terjadi di desa-desa, selama orde baru”. Lebih tepatnya di akhir periode Orde Baru. Islamisasi ini meresahkan kelompok liberal, sebagian kecil non muslim dan lebih spesifik lagi membuat gundah ateis. Mereka menganggap semua hal tentang islamisasi berkorelasi dengan radikalisme dan wahabi. Saya menganggap bahwa proses islamisasi adalah proses menuju keseimbangan baru. Nilai-nilai moral di dunia yang makin rusak oleh perkembangan jaman harus diimbangi perbaikan akhlak, lewat agama. Semacam pertarungan keburukan vs kebaikan. Radikalisme blablabla dari dulu juga ada, masih under kontrol. Tapi sekarang jadi bahan jualan politisi.

yohanes hansi
Pohon kecil ditanam di bawah pohon besar akan mati. Orang kecil dibimbing orang besar akan jadi.

Jimmy Marta
Ada lagi istilah, dapat uang betina. Kemanapun uang diputar, ia akan beranak pinak. Belikan angkot, dari satu menjadi seribu. Belikan sepetak sawah, jadi berhektar2. Ini beneran atau istilah saja, anda tentu sudah tahu. Yg bertangan dingin itu nyata adanya. Diantara perusuh disini mungkin saja ada. Atau minimal anda pernah ketemu. Kalau belum pernah bersua, mungkin mainnya perlu diperjauh (mungkin bisa nanya abah atau pak wagiman). Tapi anda jangan terlalu percaya. Belive or Not aja. Takutnya kalau percaya, anda akan nyuruh coba usaha lain. Coba modali dg satu istri….xixi…

Rihlatul Ulfa
Saya tahu sebuah keluarga yg anaknya ditembak begitu saja akan sangat murka. tapi tolong logika lah. perselingkuhan Yosua dengan Putri sangat masuk di logika saya. akankan sebenarnya Putri mengatakan kepada Sambo bahwa ia berselingkuh? dan Sambo gelap mata dan akhirnya menembak Yosua. siapa yg tidak sakit hatinya, seorang ajudan mencobai emas dunia milik Sambo itu. dan perselingkuhan di Magelang diketahui oleh Kuat Ma’ruf yg juga ‘dr rekaman cctv’ terlihat Kuat Ma’ruf memasuki lift bersama putri kelantai 3. dan saat ditanya oleh JPU tentang hal itu putri mengatakan ‘saya lupa, saya juga tidak tahu kenapa saya kesitu’ nafsu Putri mungkin terlalu tinggi, tidak baik mempunyai suami yg suoer sibuk seperti Sambo hihihi

Kliwon
Setuju sama kang Amat. Saya juga mau belajar komentar yang serius & berisi. Biar kelihatan pintar & intelek kayak bapack² yang lain. Apalagi Disway konon mau bikin rubrik artikel komentator layaknya Kompasiana. Tapi apa daya, bertahun² bacaan saya cuma buku primbon & tafsir mimpi. Dipake buat komentar rada serius dikit aja, otak udah ngebul kayak knalpot bus kota yang belum mesin Euro.

Johannes Kitono
Membaca CHD Ngaji Wagiman seperti baca kisah 1001 Malam di Timur Tengah. Hebat, anak desa yang tekad mau merubah nasib dengan hijrah ke Ibukota Jakarta. Pernah jadi ART di rumah Wakabulog yang kena kasus Bulogate sebesar Rp.35 mily yang melibatkan tukang pijit Presiden Gusdur. Dari ART pindah kerja ke kantor Arsitek,tentu pengalaman dan wawasan semakin bertambah. Jadi insinyur tukang dan praktek sebagai kontraktor. Untuk melengkapi persyaratan pendidikan menjadi Bupati, ikut paket ABC. Sama paketnya seperti yang dimiliki Ketum partai asal Kalbar. Yang depan namanya kemudian ditambah lagi DR entah dari Univ mana. Sesudah mapan dan kaya bangun mesjid dan pesantren di kampung halamannya. Hebat, tidak semua orang kaya bisa menjadi Filantropis seperti bohir Wagiman. Batal niat menjadi Bupati dan ganti nama menjadi Ibrahim Wagiman sudah tepat keputusannya. Jangan ikuti jejak ex Gubernur yang tidak menghormati Ducapil. Demi kepentingan politik dan untuk mendulang suara dan bikin sensasi. Setelah berbincang dengan Pendeta di gereja tahu tahu didepan namanya di tambah nama Yohanes lagi. Kasihan manteman yang kebetulan bernama Yohanes. Kok ada capres dan yang kurang atau over pede memakai nama yang sama. Hanya demi mendulang suara terpaksa harus murtad juga. Semoga pesantren maupun Mesjid yang dibangun P Wagiman bukan hanya bisa menampung 1000 santri dan umat.Tetapi juga bisa bertahan sampai 1000 tahun lagi.

Muh Nursalim
Suatu hari nginap di hotel syari’ah Solo, untuk sebuah tugas. Di kamar ada majalah hadila edisi khusus. lebih tebal dan lebar. Ternyata edisi khusus itu mengulas tentang lembaga penghafal alqur’an. Salah satunya adalah Yanbaul Qur’an Anak-Anak yang berada di Krandon Kudus. Dikisahkan dua kakak adik dari solo usia SD nyantri di tempat itu. Babaknya kuekueh mondokkan anaknya yang masih usia 7 tahun. Ibunya keberatan. Lalu si bapak meyakinkan istrinya, “Kasih sayang Allah itu lebih hebat daripada kasih sayangmu kepada anakmu”. Maka dua anak itupun mondok d Kudus. Lulus SD hafal 30 juz. Nerusin ke pondok di Solo. Dua anak itu sekarang menjadi dokter, alumni FK UGM. Kalau liat anak-anak di yambu memang terasa kasihan. Perjuangan berpisah dengan orang tua sejak dini itu terbayar dengan hasil yang didapatkan.

omami clan
Tentang meng”Islamkan (mungkin meng”Arabkan) nama Jawa jadi ingat sebuah anekdot tentang seorang gubernur Jawa Tengah pada masa orba yang pada sebuah rapat bersama anggota dewan, mengusulkan agar sekiranya dapat men”Jawakan beberapa istilah sampai nama. Yang sang gubernur lupa adalah bahwa namanya sendiri yaitu Ismail. Sampai ada salah seorang anggota dewan nyeletuk “berarti kalau nama saya Ismail maka kalau di Jawakan jadi Semangil ya pak gub”. Tanpa tawa dan kata lagi sang gubernur kemudian segera menutup rapat tersebut. Yang terjadi selanjutnya anda sudah tahu.

Udin Salemo
Sebagai orang yang berasal dari Minang saya tergerak menanggapi komentar pak Thamrin Dahlan dibawah. Waktu kecil saya selalu kagum akan orang yang baru pulang dari rantau. Melihat penampilannya berpakaian yang necis; bahan pakaian yang terkesan mahal; sisiran rambut yang klimis; ada aksesories jam tangan, cincin emas melingkar di jari dan rantai emas menggayuti dada. Mudah membagikan uang ke anak kecil. Melihat itu semua timbul keinginan untuk mengikuti jejak sang perantau jika sudah dewasa. Dari kecil ada satu pantun yang selalu diulang ulang oleh niniak mamak (pemimpin dalam kaum/suku) yang menambah motivasi untuk jadi perantau. Beginilah bunyinya: Karatau madang di hulu/ Babuah babungo balun/ Ka rantau bujang dahulu/ Di rumah paguno balun/ #everyday_berpantun

Cipto Kurniawan Tjhin
Wagiman : Wawasan luas Gigih berIman

Mbah Mars
Saya agak tahu bahwa nama-nama Jawa itu merupakan hasil adaptasi dari nama-nama Arab. Misal, Amat itu adaptasi dari Ahmad. Paijan dari kata Fauzan (Orang yang beruntung). Paimo dari kata Fahmun (Paham). Paijo dari kata Faizun. Sokaryo dari Zakaria dsb. Saya mikir, jangan-jangan Wagiman juga berasal dari Bahasa Arab. Maka saya cari kata-kata yang mirip dengan nama Wagiman dalam Bahasa Arab. Ketemunya “Waghoman” yang berarti kesulitan. Sedangkan “wahaman” bermakna “khayalan”. Sementara “wajaman” berarti “kekang”. Tiga kata tersebut berkonotasi negatif. Tidak cocok blas dengan karakter Pak Dhe Wagiman Pati. Lha Pak Dhe Wagiman Pathi itu selalu bisa mengatasi kesulitan, tidak suka berkhayal dan hidupnya bebas tak terkekang je. Tapi ya begitulah kadang nama itu tidak klop dengan realitasnya. Namanya Muhammad Saleh orangnya malah jadi gentho. Namanya Rugiman eee malah selalu bathi terus dan pinter berdagang. Di situlah cocoknya fatwa Mbah Shakespeare, “Apalah arti sebuah nama”. Gitu saja buat tombo kangen karena jarang komen. Gak tahu apa di bawah sana sudah ada yg komen serupa.

Atho’illah
Saya jadi penasaran, nama Wagiman itu artinya? Apakah nama Wagiman memiliki arti buruk sehingga dianggap tidak islami? Atau dianggap tidak islami karena namanya menggunakan nama Jawa murni? Nama Ibrahim Wagiman menjadi terkesan wagu karena menggunakan unsur Jawa murni dan Arab murni. Saran saya, untuk nama tambahannya, coba menggunakan kosa kata Arab yang terjawakan. Misalnya: Akmad, Mukamad, Kasan, Kusen, Duloh, Durakman, atau Dakelan. Dakelan Wagiman kayaknya cocok tuh. Hahaha

Fiona Handoko
selamat sore bpk thamrin. tuntutlah ilmu sampai ke negeri china/ demikian pepatah bicara/ wartawan ambillah gelar pascasarjana/ agar pensiun bisa jadi widyaiswara/

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.