SIDOARJO-KEMPALAN: Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sidoarjo mengemban misi khusus dalam perhelatan International Veteran Cycle Association (IVCA) Rally 2026 yang dirangkai bersama Klaten International Cycling Festival (KLIC FEST) di kawasan warisan budaya Candi Prambanan dan Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah. Delegasi yang berkekuatan lebih dari 110 pesepeda tua (onthelis) ini tidak sekadar berpartisipasi dalam pertemuan akbar sejagat, melainkan bergerak aktif sebagai duta daerah untuk mempromosikan pariwisata Sidoarjo sekaligus melakukan studi tiru demi menyukseskan agenda masif bertaraf internasional, Bumi Jenggolo III, yang akan digelar akhir tahun ini.
Gelaran bergengsi global yang berlangsung pada 17–24 Mei 2026 tersebut mempertemukan ribuan pencinta sepeda klasik dari berbagai penjuru domestik dan internasional. Momentum strategis inilah yang dimanfaatkan oleh rombongan KOSTI Sidoarjo di bawah komando Djoko Supriadi. Selain menjabat sebagai pemimpin delegasi, Djoko merupakan Ketua Panitia Bumi Jenggolo III Sidoarjo. Kehadiran ratusan onthelis asal Kota Udang ini menjadi magnet tersendiri di tengah kemegahan latar candi Hindu-Buddha abad kesembilan tersebut.

Djoko Supriadi menegaskan bahwa partisipasi KOSTI Sidoarjo dalam IVCA 2026 mengusung esensi kebudayaan dan ekonomi yang mendalam, bukan sekadar pelesir rekreasi.
“Kami membawa misi mulia ke tanah Klaten. Kehadiran kami di sini merupakan langkah taktis untuk melakukan studi tiru mengenai manajemen pengelolaan event skala internasional, sekaligus menyosialisasikan agenda Bumi Jenggolo III langsung kepada komunitas global. Kami juga secara aktif mempromosikan potensi pariwisata Sidoarjo kepada para pencinta sepeda tua dari berbagai belahan dunia,” ujar Djoko di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Djoko menjabarkan indikator keberhasilan yang dibidik oleh KOSTI Sidoarjo melalui akselerasi promosi di festival ini. Berdasarkan proyeksi matang, pengalaman matang dari IVCA Rally akan diadopsi secara komprehensif agar pelaksanaan Bumi Jenggolo III dapat melahirkan dampak turunan yang signifikan.
“Target kami bukan hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga sukses ekonomi kreatif. Kami ingin memastikan bahwa ketika ribuan pesepeda hadir di Sidoarjo, sektor perhotelan, UMKM, kuliner, dan kerajinan lokal dapat bergerak simultan dan mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang nyata bagi masyarakat Sidoarjo,” tambahnya.

Perhelatan Bumi Jenggolo III sendiri merupakan perwujudan kerja sama kolaboratif yang solid (gawai bersama) antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sidoarjo, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sidoarjo, dan KOSTI Sidoarjo. Sinergi lintas sektor ini mempertegas komitmen daerah dalam mengembangkan sport tourism (wisata olahraga).
Sebagai puncak dari rangkaian promosi ini, KOSTI Sidoarjo mematok target ambisius namun realistis pada agenda lokal mereka. Bumi Jenggolo III ditargetkan mampu menyedot kehadiran 10.000 onthelis dari kawasan Asia Pasifik. Festival akbar pesepeda tua tersebut rencananya bakal dihelat selama dua hari penuh, yakni pada 31 Oktober hingga 1 November 2026, bertempat di area Parkir Timur GOR Sidoarjo. Melalui kampanye intensif di Klaten, undangan terbuka telah diamandat-sebarkan guna memastikan Sidoarjo siap menjadi episentrum budaya bersepeda tua di Asia Pasifik.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi