SIDOARJO-KEMPALAN: Menjawab tantangan kebuntuan regenerasi atlet regional dan nasional, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo resmi menjalin kolaborasi strategis dengan SMA Olahraga (SMANOR) Jawa Timur. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) ini menandai babak baru pengelolaan atlet yang tidak lagi sekadar mengandalkan bakat alam, melainkan berbasis presisi sains.

Kerja sama yang diteken di Sidoarjo ini mencakup tiga pilar fundamental: peningkatan kualitas pelatih berbasis sport science, optimalisasi sarana-prasarana standar internasional, serta integrasi jalur prestasi terpadu bagi atlet Sidoarjo.(15/04).
Kepala Sekolah SMANOR Jatim, Moh. Sahrul, menegaskan bahwa sinergi ini adalah langkah konkret untuk memastikan atlet tidak hanya hebat di lapangan, tapi juga memiliki dukungan sistemik yang kuat. “Kami membuka pintu integrasi seluas-luasnya. SMANOR memiliki sistem pembinaan yang teruji, dan dengan dukungan Sidoarjo, kita sedang membangun laboratorium juara,” tegasnya.
Solusi Jalur Mandiri & Penuntasan ‘Kebuntuan’ Prestasi

Kepala Disporapar Sidoarjo, Yudhi Iriyanto, menyoroti implementasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) melalui skema unik: Jalur Mandiri. Program ini menjadi jawaban bagi orang tua yang ingin memfokuskan potensi terpendam anaknya menjadi atlet profesional tanpa terkendala kuota reguler.
“Selama ini ada mata rantai yang putus dalam pencetakan atlet. Jalur Mandiri adalah solusinya. Siswa jalur ini mendapatkan fasilitas latihan yang sama—mulai dari lintasan atletik hingga mess (khusus reguler)—namun tetap fleksibel. Kami memecah kebuntuan sistem pembinaan agar potensi anak-anak Sidoarjo tidak menguap begitu saja,” ujar Yudhi.

Kedua belah pihak kini dapat saling memanfaatkan fasilitas premium secara komunal, meliputi:
- Lintasan Atletik & Sepatu Roda
- Kolam Renang & Panjat Tebing
- Lapangan Voli Pantai & GOR Serbaguna
- Matras Cabor Beladiri hingga asrama atlet.
Perspektif Pakar: Standarisasi Nasional
Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko, M.Kes., menilai langkah Sidoarjo dan SMANOR sebagai pilot project yang harus dicontoh daerah lain.
“Kolaborasi ini adalah manifestasi nyata dari sport science. Tanpa data dan metodologi yang tepat, kita hanya membuang waktu. Sidoarjo berani mengambil langkah berani dengan mengawinkan infrastruktur dan akademisi olahraga,” ungkap Prof. Dwi Cahyo.
Daftar 15 Cabang Olahraga Unggulan SMANOR Jatim:
| No | Cabang Olahraga (Cabor) | No | Cabang Olahraga (Cabor) |
|---|---|---|---|
| 1 | Atletik | 9 | Tenis Meja |
| 2 | Anggar | 10 | Selam |
| 3 | Gulat | 11 | Renang |
| 4 | Judo | 12 | Sepatu Roda |
| 5 | Karate | 13 | Panjat Tebing |
| 6 | Pencak Silat | 14 | Sepak Takraw |
| 7 | Taekwondo | 15 | Voli Pantai |
| 8 | Tenis Lapangan |
Dengan integrasi jalur prestasi ini, atlet asal Sidoarjo kini mendapatkan jaminan kemudahan administratif saat harus membela daerah di ajang regional maupun internasional, memastikan karier atletik dan pendidikan mereka berjalan beriringan secara elegan.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi