SURABAYA –KEMPALAN : Biasa tampil dingin di bawah tekanan ribuan suporter, dua pilar utama Jakarta Lavani, Dio Zulfikri dan Irpan, justru menunjukkan sisi berbeda. Di tengah tensi tinggi persiapan Final Four Proliga 2026 Seri Pertama di Jawa Pos Arena (2-5 April), keduanya kedapatan “berkeringat dingin”. Bukan karena gempuran smash lawan, melainkan harus mempertahankan argumentasi ilmiah di hadapan para pakar Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Dua penggawa Timnas Indonesia yang tengah menempuh studi S2 Kepelatihan Olahraga di FIKK Unesa ini menjalani sidang proposal tesis pada Selasa (31/3/2026). Di hadapan dewan penguji yang dipimpin Prof. Dr. Nurkholis, M.Pd., serta anggota penguji Dr. Muhammad S.Pd., M.Pd., I Dewa Made Aryananda Wijaya Kusuma S.Pd. M.Or, Dr. Taufiq Hidayat S.Pd. M.Kes., dan Dr. Soni Sulistiyarto M.Kes., mereka membedah analisis performa spesifik posisi setter dan libero.
Lebih Tegang dari Final Proliga

Meski terbiasa dengan atmosfer stadion yang meledak-ledak, Dio Zulfikri mengaku tekanan di ruang sidang jauh lebih mengintimidasi.
“Jujur, saya lebih grogi di sini daripada di lapangan. Kalau di lapangan, ribuan suporter teriak itu sudah biasa. Tapi di hadapan para pakar, rasanya sangat berbeda,” ungkap sang setter andalan nasional tersebut sambil menyeka keringat usai sidang.
Senada dengan Dio, Irpan sang libero lincah, mengakui bahwa mengoordinasi pertahanan di lapangan terasa lebih mudah dibandingkan menghadapi argumen kritis para dosen. Baginya, mempertahankan argumentasi ilmiah membutuhkan mentalitas yang berbeda.
Integrasi Teori dan Praktik
Ketua tim penguji, Prof. Dr. Nurkholis, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, langkah kedua atlet ini merupakan preseden positif bagi dunia olahraga Indonesia.
“Penelitian mereka tentang standarisasi keterampilan setter dan libero sangat krusial karena akan menghasilkan indikator performa atlet elite,” ujar Prof. Nurkholis. Ia menambahkan bahwa riset ini nantinya bisa menjadi dasar pengembangan perangkat lunak (software) serta penyusunan program latihan yang berbasis data ilmiah.
Fokus Kembali ke Perebutan Juara

Kehadiran bintang Lavani di kampus Unesa sempat menarik perhatian mahasiswa lainnya. Meski jadwal latihan bersama pelatih Nicolas Vives sangat padat, Dio dan Irpan membuktikan pendidikan tetap menjadi prioritas.
Kini, setelah tuntas menghadapi “ujian mental” di meja hijau, fokus keduanya kembali sepenuhnya ke lapangan. Berbekal perspektif baru dari dunia akademik, mereka siap membawa Jakarta Lavani mempertahankan dominasi di kancah Proliga 2026. (Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi