SURABAYA –KEMPALAN: Mengusung semangat kepedulian tanpa batas, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H dengan serangkaian kegiatan fenomenal yang berlangsung sejak 12 Februari hingga 14 Maret 2026. Meski padat dengan agenda akademik, kampus “Rumah Para Juara” ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat adalah prioritas utama yang tak boleh terpinggirkan.
Sepanjang bulan mulia ini, UNESA menyulap atmosfer kampus 1 Ketintang hingga kampus 5 Magetan menjadi pusat syiar dan sosial. Setiap harinya, ribuan paket takjil gratis dan menu buka puasa disediakan bagi masyarakat umum. Menariknya, hidangan yang disajikan bukan sekadar pelepas lapar, melainkan menu bergizi tinggi yang memenuhi standar 4 Sehat 5 Sempurna, menjamin kesehatan para jamaah dan warga sekitar.
Giat masif ini melibatkan seluruh elemen kampus. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari berbagai program studi dikerahkan untuk turun langsung melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Sinergi antara mahasiswa, dosen, dan staf menunjukkan soliditas UNESA dalam menebar manfaat dunia dan akhirat.
Rangkuman Mendalam Kegiatan Keagamaan & Inklusivitas

UNESA menegaskan jati dirinya sebagai kampus inklusif melalui program keagamaan yang menyentuh seluruh lapisan:
- Gema Tadarus Al-Qur’an: Rutin dilaksanakan di masjid-masjid kampus untuk menghidupkan suasana spiritual.
- Ngaji Inklusif: Terobosan luar biasa berupa pembelajaran Al-Qur’an bagi penyintas disabilitas menggunakan Bahasa Isyarat serta penyediaan Al-Qur’an Braille. Hal ini memastikan bahwa hidayah Ramadhan dapat diakses oleh siapa saja tanpa hambatan fisik.
- Puncak Kemuliaan: Pada 12 Maret 2026, Lobi Rektorat Kampus 2 Lidah Wetan menjadi saksi bisu kebahagiaan 1000 anak yatim yang hadir untuk berbuka puasa bersama. Tak hanya sekadar makan, mereka dimuliakan dengan santunan dan perhatian khusus sebagai bentuk nyata kepedulian sosial kampus.
Komentar Eksklusif Pihak Kampus

Mewakili jajaran pimpinan, perwakilan Humas UNESA menyampaikan refleksi mendalam atas kegiatan ini:
“Bagi kami, Ramadhan bukan soal menahan lapar, tapi soal seberapa besar kita bisa meluangkan ruang di hati untuk sesama. UNESA rela mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, hingga materi yang kami miliki karena kami percaya bahwa pendidikan sejati adalah saat kita bisa bermanfaat bagi kemanusiaan. Melihat senyum rekan disabilitas saat mengaji dan kebahagiaan anak yatim di lobi rektorat adalah pencapaian tertinggi kami melampaui gelar akademik manapun.”
Melalui aksi nyata dari Ketintang hingga Magetan, UNESA sukses merajut harmoni antara prestasi akademik dan kesalehan sosial di tahun 1447 Hijriah ini.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi