SURABAYA –KEMPALAN : Suasana khidmat menyelimuti Masjid At-Taqwa Makodam V/Brawijaya. Usai menunaikan ibadah Shalat Jumat, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., secara resmi melepas keberangkatan delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang akan bertarung dalam ajang bergengsi Kompetisi Internasional Hafalan Al-Qur’an di Libya, Jumat (27/02/2026).
Momen ini bukan sekadar pengiriman delegasi militer, melainkan simbol lahirnya prajurit yang tidak hanya tangguh di medan laga, tetapi juga kuat dalam spiritualitas. Pangdam menegaskan bahwa keberangkatan ini adalah wujud nyata pembinaan mental spiritual prajurit yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Melanjutkan Tradisi Juara: Mengulang Kejayaan 2025
Partisipasi TNI dalam ajang internasional ini bukanlah yang pertama. Keberangkatan tahun 2026 ini membawa misi besar untuk mempertahankan, bahkan melampaui prestasi gemilang tahun sebelumnya.
Pada tahun 2025, TNI telah membuktikan taringnya di kancah religi internasional dengan mengirimkan 4 Qori’ terbaik. Hasilnya sangat membanggakan, delegasi Indonesia berhasil menempati Peringkat 2 dan 3 dunia untuk kategori 30 juz dan 11-30 juz.
Prestasi tahun lalu menjadi pelecut semangat bagi delegasi tahun ini untuk kembali mengharumkan nama merah putih dan bendera TNI di panggung dunia.
Dua “Penjaga Wahyu” dari Jawa Timur
Tahun ini, kepercayaan besar diletakkan di pundak dua prajurit terbaik dari jajaran Kodam V/Brawijaya:
- Serma Abdi Nasrullah (Bati Puanter Kodim 0819/Pasuruan): Turun di kategori Hafalan 30 Juz.
- Prada Moh. Marzuki Al Farizi (Yonif TP 887/KJM): Turun di kategori Hafalan 11 hingga 30 Juz.
Keduanya akan menjalani pembekalan terpusat di Pusbintal TNI Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, pada 1 hingga 3 Maret 2026. Fokus pembekalan meliputi pemantapan tajwid, penguatan mental bertanding (itqan), serta kesiapan administrasi sebelum terbang ke Kota Misrata, Libya, untuk berkompetisi pada 7 hingga 13 Maret 2026.
Diplomasi Spiritual di Kancah Global
Kompetisi di Libya mendatang akan diikuti oleh perwakilan militer dan sipil dari berbagai belahan dunia. Bagi TNI, ini adalah sarana diplomasi budaya dan spiritual. Melalui lantunan ayat suci dari bibir para prajurit, dunia akan melihat wajah TNI yang religius, disiplin, dan berintegritas.
“Kami tidak hanya mengirim tentara, kami mengirim duta bangsa yang membawa misi perdamaian dan keluhuran akhlak. Semoga keberkahan Al-Qur’an menyertai langkah mereka hingga meraih hasil terbaik di Libya,” pungkas Pangdam.
Pemberangkatan ini menegaskan komitmen Kodam V/Brawijaya dalam mendukung pengembangan potensi prajurit secara menyeluruh—seimbang antara kemampuan tempur dan kekuatan iman.(***).
Pewarta: Mochammad Fasichullisan
Editor. : Ambari Taufiq
Sumber. : Pendam V/ Brawijaya

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi