KEMPALAN: Minggu 14 Desember lalu saya dijapri sahabat saya Arif Rofiq.
Setelah menyampaikan salam, beliau bilang begini : “Pak Amang, donga dinonga nggih, sehat selalu. Mohon kulo dikirimi alamat rumah, saya (mau) kirim buku terbaru saya. Matur nuwun.
Pada teks japri tersebut, di atasnya disertakan foto tumpukan buku terbarunya itu.
Saat itu juga saya kirimkan alamat rumah. Dua hari kemudian, sore hari kiriman paket buku tiba. Kebetulan saya sendiri yang menerima.
Setelah saya unboxing terlihat buku tebal dengan ukuran agak jumbo, persisnya 15,5 x 23 cm. Judulnya : “Pertunjukan Opera Anak”. Lantas diberi sub-judul : “6 (enam) naskah Opera Anak Produksi Raff Dance Company Indonesia”.
Enam opera yang dimaksud di sub-judul ini adalah : Kancil Mencuri Timun; Bawang Merah, Bawang Putih; Sawunggaling Punya Cita Cita; Si Kuning Miss Universe dan Jenggolo; Keong Emas dan Nenek Sihir; Petualangan Timun Emas.
Dari enam opera itu, dua di antaranya pernah saya tonton, yaitu : Si Kuning Miss Universe dan Jenggolo, dan Petualangan Timun Emas.
Buku yang diberi pengantar oleh Henri Nurcahyo ini berhalaman 368.
Saya terkesan dengan alinea ke-2 pada teks kover belakang :
Naskah ini dibuat tidak berdasarkan kaidah sastra, tetapi sesuai dengan latar belakang penulis sebagai seniman seni pertunjukan. Maka, naskah adalah scenografi pertunjukan dengan mempertimbangkan pola dramatik dan beberapa penggalan karya tari yang diciptakan oleh penulis dan juga para pelatih sanggar Raff Dance Company Indonesia. Dipersiapkan untuk ditampilkan dalam pertunjukan opera anak.
Saya lantas bermonolog pelan : pengakuan jujur, sekaligus bentuk kerendah-hatian.
O iya, hampir kelupaan, ketika pertama kali menatap kover depan buku ini setelah unboxing, saya agak kaget. Nama penulis tertera : Dr. Drs. Arif Rofiq M.Si.
Lho, doktor. Alhamdulillah. Sudah lolos S3. Saya pikir masih bergelar sarjana Strata Dua. Congrats, Mas !
Saya kenal sosok ini sejak tahun 1995 saat sama-sama tergabung dalam kepanitiaan Parade Seni WR. Soepratman. Lantas dilanjut lagi sebagai panitia pada Festival Seni Surabaya 1996.
Pada 1995 dan 1996, kami pernah serombongan ke Perth, Australia Barat, dalam konteks misi kesenian.
Saat menjadi Pj. Direktur Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta, Surabaya, menjadi kustomer tetap buku-buku karya saya.(AM).

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi