EKSKLUSIF: Pasca Tragedi, Muhaimin Iskandar Pimpin Groundbreaking Ponpes Al Khoziny di Lahan Baru 3,7 Meter Persegi Senilai Rp 125 Miliar APBN

waktu baca 2 menit
  1. Suasana groundbreaking ponpes Al ghoziny Buduran Sidoarjo
    Para kyai dan pengasuh ponpes di Jatim saat menghadiri groundbreaking ponpes Al ghoziny di Buduran Sidoarjo
      Muhaimin Iskandar bersama Bupati Sidoarjo Subandi dan pengasuh pondok pesantren Al ghoziny menekankan tombol tanda di mulainya groundbreaking ponpes Al ghoziny

SIDOARJO –KEMPALAN – Momentum bersejarah terjadi di Buduran, Sidoarjo, di mana pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama atau groundbreaking pada Kamis (11/12/2025). Acara ini dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, menandai babak baru bagi pesantren pasca tragedi ambruknya gedung lama di kompleks pondok pesantren Al ghoziny pada September 2025.
Uniknya, pembangunan gedung baru ini tidak dilakukan di lokasi bangunan yang ambruk, melainkan di lahan yang berbeda tidak jauh dari kompleks area pesantren lama tepatnya berlokasi di Jalan Siwalanpanji II.
Detail Proyek dan Anggaran Fantastis
Proyek ambisius ini menempati lahan seluas 4.100 meter persegi dan direncanakan akan menjadi kompleks terpadu yang lebih modern dan aman. Rencananya, kompleks baru ini akan terdiri dari:
Asrama dan ruang pendidikan setinggi 5 lantai.
Sebuah masjid megah setinggi 4 lantai.
Total anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan ini mencapai sekitar Rp 125,3 miliar, yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025-2026. Pembangunan ditargetkan rampung pada Juni 2026 dan pelaksanaannya diawasi langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Prioritas Keamanan dan Evaluasi Nasional
Dalam sambutannya, Muhaimin Iskandar, yang akrab disapa Cak Imin, menekankan bahwa groundbreaking ini bukan sekadar seremoni pembangunan fisik. Ia menyebutnya sebagai momentum penting untuk mengevaluasi standar keamanan dan kualitas bangunan pesantren di seluruh Indonesia, menyusul instruksi langsung dari Presiden Prabowo.
“Pemerintah hadir untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan santri. Tragedi Al Khoziny menjadi pelajaran berharga agar kesalahan masa lalu tidak terulang di kemudian hari,” ujar Cak Imin, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Penataan Pembangunan Pesantren Nasional.
Pihak pesantren, diwakili oleh pengasuh KH R. Abdul Salam Mujib, menyambut baik langkah cepat pemerintah ini. Beliau berharap gedung baru dapat menunjang proses pembelajaran santri yang lebih aman dan nyaman, sekaligus melanjutkan kiprah Ponpes Al Khoziny yang telah berdiri sejak 1917.
Proses hukum terkait ambruknya bangunan lama yang menewaskan 67 santri pada 29 September 2025, dipastikan tetap berjalan paralel dengan pembangunan ini.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *