Rabu, 22 April 2026, pukul : 03:12 WIB
Surabaya
--°C

‎Promedia Gelar Dialog Mediapreneur, Dorong Media Digital Berazas Gotong Royong‎

KEMPALAN::Indonesia kini tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah media terbanyak di dunia. Data terbaru menunjukkan ada sekitar 60 ribu media, mayoritas berbasis online. Namun, hanya kurang dari 1.500 yang terverifikasi Dewan Pers. Kondisi ini memperlihatkan betapa banyak media yang belum dikelola sesuai standar profesional, baik dari sisi kompetensi jurnalis maupun penerapan kode etik.

‎Fenomena tersebut berdampak nyata. Tren pengaduan masyarakat ke Dewan Pers terhadap pemberitaan kian meningkat dari tahun ke tahun. Situasi ini menandakan ekosistem media di Indonesia menghadapi tantangan serius, sekaligus membuka ruang diskusi tentang peluang dan arah baru, khususnya dalam konteks mediapreneurship atau kewirausahaan media digital.

‎Promedia Teknologi Indonesia hadir menjawab isu itu melalui program Event Journalism 360, rangkaian dialog mediapreneur yang digelar berantai di Medan, Palembang, Tangerang Selatan, Semarang, hingga Surabaya. Pada Kamis (25/09/2025), diskusi digelar di Hotel Santika Gubeng, Surabaya, menghadirkan sejumlah narasumber kunci: Dr. Guntur Syahputra Saragih (Komite Publisher Right), Agus Sulistriyono (CEO Promedia Teknologi Indonesia), dan Ilona Juwita (CEO Props).

‎Dalam forum tersebut, para narasumber menegaskan bahwa mediapreneurship dapat menjadi jalan keluar memperbaiki ekosistem media. Konsep ini diyakini mampu membangun media digital yang sehat dan berkelanjutan dengan mengedepankan azas gotong royong.

‎“Mediapreneurship bukan sekadar menjadi kreator konten tetapi membangun bisnis media digital yang berkelanjutan. Dibutuhkan kompetensi jurnalistik sekaligus jiwa wirausaha,” jelas Agus Sulistriyono.

‎Menurut Agus, strategi ini memungkinkan individu maupun kelompok kecil memadukan kreativitas konten dengan model bisnis. Fokusnya tidak lagi mengejar klik melainkan menciptakan nilai, membangun personal branding serta menumbuhkan audiens yang loyal.

Tantangan dan Peluang Besar

‎Data awal 2025 menunjukkan Indonesia memiliki 212 juta pengguna internet atau 74,6% populasi. Dari jumlah itu, 143 juta adalah pengguna media sosial. Angka tersebut memperlihatkan pasar yang sangat besar bagi para mediapreneur, terutama generasi muda yang akrab dengan jalur kewirausahaan digital.

‎Promedia melalui model gotong royong mentarget dapat membantu media tradisional maupun homeless media bertransformasi ke ranah digital. “Kolaborasi dan digitalisasi adalah kunci agar media kecil bertahan sekaligus bersaing,” tegas Agus.

‎Meski begitu, jalan menuju mediapreneurship tidak mudah. Perubahan algoritma media sosial, pergeseran tren konten, hingga rendahnya literasi digital menjadi tantangan yang nyata.

‎Namun peluang monetisasi yang luas, mulai dari iklan, afiliasi, konten berbayar, hingga jasa kreatif menunjukkan ekosistem digital semakin matang.

‎”Kini iklan di media digital kian mendominasi, itu peluang yang harus ditangkap,” kata Ilona Juwita, yang telah berjejaring dengan Google di Indonesia selama empat tahun terakhir.

‎Diskursus ini menjadi penting di tengah maraknya media tanpa standar profesional. Dr. Guntur menegaskan bahwa mediapreneurship pada akhirnya bukan sekadar bisnis, melainkan upaya membangun ekosistem media yang kredibel, berintegritas dan berkelanjutan.

‎“Media yang mampu bertahan dan berkelanjutan adalah yang berkualitas. Mediaperneurship adalah cara menghidupkan kembali kepercayaan publik terhadap media,” ujarnya menutup diskusi.

Rokimdakas
‎Penulis Surabaya
‎Kamis, 25 September 2025

Caption Foto:
‎Ki-ka: Agus Sulistriyono, CEO Promedia Teknologi Indonesia berpose bersama
‎Dr. Guntur Syahputra Saragih dari Komite Publisher Right.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.