Senin, 20 April 2026, pukul : 17:26 WIB
Surabaya
--°C

Bambang Haryo Apresiasi Keberanian Nelayan, Beri Penghargaan atas Aksi Penyelamatan di Selat Bali

Banyuwangi – Tindakan sigap dan penuh keberanian yang ditunjukkan oleh para nelayan saat tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali mendapat perhatian khusus dari Anggota DPR RI, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono. Dalam kunjungan kerjanya ke Pelabuhan ASDP Ketapang pada Jumat (18/7/2025), Bambang memberikan penghargaan kepada 14 nelayan yang berjasa menyelamatkan korban kapal nahas tersebut.

Penghargaan diberikan dalam bentuk uang tunai dengan nominal antara Rp 1 juta hingga Rp 10 juta, disertai paket bantuan sembako. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata apresiasi negara terhadap aksi kemanusiaan yang dilakukan tanpa pamrih oleh masyarakat pesisir.

“Apa yang dilakukan para nelayan ini bukan hal biasa. Di tengah gelap, gelombang tinggi, dan ancaman keselamatan pribadi, mereka tetap memilih menolong. Ini adalah bentuk kemanusiaan yang sejati,” ujar Bambang saat penyerahan bantuan.

Menurut Bambang, peran nelayan dalam penyelamatan korban menjadi bukti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penanganan darurat di laut. Ia menyebut mereka layak mendapat status sebagai mitra resmi dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

“Saya akan ajukan ke Basarnas agar para nelayan ini bisa dilibatkan secara formal sebagai bagian dari tim penyelamat. Mereka punya insting dan keberanian yang luar biasa,” tambahnya.

Salah satu penerima penghargaan, Lukman Hakim, mengisahkan detik-detik saat dirinya menemukan korban pertama pada dini hari sekitar pukul 03.30 WITA. Ia yang tengah memancing di tengah laut, mendengar suara minta tolong dari kejauhan.

“Saya sempat bingung karena masih gelap. Tapi saya cari arah suara itu pakai senter, dan ketemu pria pakai pelampung, sudah lemas,” ujar Lukman.

Tanpa ragu, ia mengevakuasi lima orang korban ke perahunya. Karena kapasitas terbatas, ia bahkan rela melepaskan hasil tangkapan ikannya agar kapal tidak kelebihan muatan.

Sementara itu, nelayan lainnya, Saifullah, langsung melaut setelah mendengar kabar dari anaknya yang bekerja di pelabuhan. Bersama seorang rekan, ia menyelamatkan para korban yang ditemukan di atas sekoci penyelamat.

“Kami temukan mereka di sekoci. Saya bawa tujuh orang, enam selamat satu meninggal. Teman saya juga bawa delapan korban, tujuh selamat satu sudah tak bernyawa,” ucap Saifullah.

Aksi para nelayan ini, lanjut Bambang, seharusnya menjadi pelajaran penting bagi pemerintah dan masyarakat tentang pentingnya sinergi dalam kondisi darurat. Ia mendorong agar pelatihan penyelamatan dan keselamatan laut diberikan secara berkala kepada nelayan sebagai bagian dari kesiapsiagaan nasional.

“Mereka bukan sekadar pencari ikan. Dalam momen genting, mereka menjadi penyelamat jiwa. Negara harus hadir mendukung dan mempersiapkan mereka lebih baik lagi ke depan,” tegasnya.

Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya menorehkan duka mendalam, namun di baliknya tersimpan kisah keberanian nelayan yang tak mengenal lelah demi menolong sesama. Sebuah kisah nyata tentang kepahlawanan yang muncul dari masyarakat akar rumput.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.