Jakarta – Momen Hari Raya Idulfitri kerap dimaknai sebagai waktu untuk merajut kembali tali persaudaraan, tak terkecuali di kalangan elite politik. Menanggapi kunjungan sejumlah menteri kabinet Prabowo Subianto ke kediaman Presiden Joko Widodo saat Lebaran 2025, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, mengajak publik untuk melihatnya dari sisi kebudayaan, bukan politik.
Menurut Bambang, tradisi bersilaturahmi kepada tokoh yang lebih senior merupakan bagian dari nilai-nilai luhur masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah Timur yang sangat menjunjung tinggi tata krama dan penghormatan.
“Dalam budaya Timur, silaturahmi di Hari Raya adalah hal yang wajar. Apalagi jika dilakukan kepada tokoh bangsa yang masih dihormati, seperti Pak Jokowi,” ujar Bambang Haryo usai menghadiri Sidang Paripurna DPR RI, Kamis (17/4/2025).
Isu ini mencuat ke publik setelah sejumlah pihak mengaitkan pertemuan tersebut dengan spekulasi politik, bahkan menyebutnya sebagai potensi munculnya “matahari kembar” dalam pemerintahan. Menanggapi hal itu, Bambang menilai narasi semacam itu terlalu berlebihan dan tidak berdasar.
“Kadang-kadang kita terlalu cepat menilai sesuatu dari kacamata politik. Padahal ini hanya momen kebersamaan, tidak ada kepentingan tersembunyi. Mari kita jaga suasana kebatinan Idulfitri dengan positif,” tegas politisi yang duduk di Komisi VII DPR tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya memisahkan hubungan pribadi antartokoh bangsa dari spekulasi politik yang justru bisa merusak semangat persatuan. “Pertemuan semacam ini seharusnya disambut baik. Ini justru memperlihatkan bahwa para pemimpin kita masih menjunjung nilai-nilai silaturahmi yang menjadi kekuatan bangsa,” pungkasnya.
Dengan sikap terbuka dan dewasa, Bambang mengajak seluruh pihak untuk melihat peristiwa Lebaran ini sebagai simbol keharmonisan, bukan sebagai celah perpecahan.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi