Minggu, 10 Mei 2026, pukul : 10:02 WIB
Surabaya
--°C

Kutbah Idul Fitri, Ketua Golkar Jatim M. Sarmuji Ajak Pandai Bersyukur

Ketua Golkar Jatim M.Sarmuji (kiri).

SURABAYA-KEMPALAN: Ratusan jamaah mengikuti salat Idul Fitri di Masjid Mujahidin yang menyatu dengan Kantor Partai Golkar Jawa Timur, Jalan A. Yani 311 Surabaya, Senin (31/3). Salat Id dimulai tepat pukul 06.00 Wib.


Bertindah sebagai Imam adalah KH. M Ali Sodiqin,S.Ag, Msi, pengasuh Pondok Pensantren Baiturohman Sidoarjo. Sedangkan kutbah Idul Fitri disampaikan Muhammad Sarmuji, Msi, Ketua DPD Golkar Jawa Timur dan Sekjen DPP Partai Golkar.

Sarmuji mengajak pentingnya untuk pandai bersyukur. Karena tujuan ramadhan itu agar kita menjadi orang orang yang muttaqin dan wujud dari ramadhan itu adalah bersyukur.

“Bersyukur itu mudah diucapkan. Tapi banyak hal kecil kita lupa akan nikmat Allah. Ketika kita menjadi pejabat kemana mana pakai mobil mewah, dikawal ajudan, harta banyak. Namun untuk hal sederhana saja lupa. Boleh kita punya uang miliaran, triliunan, tapi andaikan mata kita tidak bisa melihat satu menit saja, seluruh nikmat itu tidak ada artinya,” ujarnya.

“Kita boleh menjadi menteri atau presiden, tapi andaikan pagi ini kita tidak bisa melakukan salat Idul Fitri, tidak bisa bangun maka tidak ada gunanya sama sekali,” lanjutnya.

Menurut Sarmuji, boleh kita bangga atas keberhasilan anaknya, tapi kalau pagi ini tidak bisa bergerak apa apa, maka itu juga tidak ada artinya apa apa.

Lantas bagaimana kalau semua harta dan jabatan itu juga tidak kita miliki dan yang tersisa di badan ini hanya nafas? Itu pun sebenarnya kita juga harus bersyukur.

Mengapa? Sebab, kata Sarmuji, ketika kita pergi ke pekuburan (makam), sesungguhnya jika Allah mengijinkan mereka yang ada di kubur ingin kembali ke dunia, untuk sebuah alasan akan rajin bersedekah, akan bertaubat dan melakukan amal shaleh, mereka akan melakukan lebih baik lagi.

Oleh sabab itu, kata dia, mari kita selalu bersyukur atas nikmat yang sudah diberikan Allah.
Masyarakat Indonesia hendaknya juga bersyukur dengan keadaan bangsa dan negara. Wajib kita syukuri dibanding dengan negara di Timur Tengah sana dimana untuk beribadah seperti salat Id saja sulit setengah mati. Mereka harus berjuang melawan keadaan dan penuh ketegangan.

“Di Syuriah, Palestina maupun sebagian Yaman untuk ibadah tidak setenang di negera kita yang sangat gembira. Wajah-wajah yang cerah, bahkan baju baru dipakai saat salat Id,” jelas Sarmuji.

Dia juga mengungkap, di tengah umat Islam Indonesia merayakan Idul Fitri, sementara umat yang lain juga merayakan hari raya nyepi. Agama lain di Indonesia juga berkembang sangat baik. Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia yang penuh keberagaman dan toleransi, tidak ada masalah apa apa.

“Andaikan di malam
Hari Raya Idul Fitri bersamaan dengan Hari Raya Nyepi juga tidak ada masalah. Ini saking terbiasanya kita melakukan hidup dalam perbedaan,” tegas Sarmuji.

“Hari ini kita melaksanakan salad Id yang diselenggarakan oleh pengurus Partai Golkar Jawa Timur, sebagaimana di masjid- masjid yang lainnya. Alhamdulillah
Masjid Mujahidin ini semakin hari kian semarak dengan kegiatan keislaman,” ucapnya.

Di awal ramadhan, masjid ini juga banyak di kunjungi masyarakat. Panitia menyiapkan takjil, dan menu makan, lalu salat wajib magrib dan isyak, diteruskan tarawih dan tadarus bersama.

Selain itu, tiap hari Kamis juga diadakan ngaji tahsin yang diasuh  qori’ dan qori’ah berkualitas karena telah berhasil berbagai kejuaraan nasional. Ngaji tahsin diikuti kader partai dan masyarakat umum secara online maupun offline. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.