Hujan dan Petir yang Menangkan Jerman

waktu baca 2 menit
Selebrasi bomber Jerman Jamal Musiala setelah menjebol gawang Denmark (30/6). (Foto: Arise TV)

DORTMUND-KEMPALAN: Laga 16 Besar Euro 2024 yang mempertemukan tuan rumah Jerman menghadapi Denmark di Westfalenstadion, Dortmund, Minggu dini hari (30/6), sempat dihentikan karena hujan badai dan petir di markas Borussia Dortmund  itu.

Wasit asal Inggris Michael Oliver menghentikan laga sekitar menit ke-35. Penggawa Die Mannschaft (julukan timnas Jerman) dan Denmark diminta masuk ke dalam ruang ganti menunggu hujan reda.

Ternyata keputusan Oliver tersebut berdampak bagus bagi Ilkay Gundogan dkk. Dikutip dari laman Kicker, der trainer Jerman Julian Nagelsmann mengaku merasa terbantu saat di ruang ganti.

BACA JUGA: Nyaris Kalah, Jerman Akhirnya Lolos Sebagai Juara Grup

’’Aku meminta mereka melupakan semua yang terjadi sebelumnya (sebelum laga distop menit ke-35). Semuanya tidak berarti apa-apa,’’ sebut Nagelsmann tentang motivasinya kepada anak asuhnya.

Dalam 35 menit pertama, Jerman sudah mendominasi permainan dengan 61,8 persen di dalam penguasaan bola. Selain itu, Jerman juga melakukan enam kali tembakan. Empat di antaranya tepat sasaran.

Sayangnya, Jerman belum menghasilkan gol. ’’(Setelah rehat) kami menunjukkan bahwa dalam beberapa adegan kami harus bermain lebih cepat di belakang permainan lawan,’’ sambung Nagelsmann.

Hujan lebat disertai petir yang tertangkap kamera di atas langit Westfalenstadion, Dortmund, Minggu dini hari WIB (30/6). (Foto: Daily Mirror)

Hanya, mantan pelatih Bayern Munchen dan RB Leipzig tersebut menolak anggapan jika dia memanfaatkan rehat hujan petir tersebut untuk memenangi laga. ’’Gangguan itu tak pernah membantu sebenarnya,’’ selorohnya.

Setali tiga uang dengan Nagelsmann, penjaga gawang dan kapten timnas Jerman Manuel Neuer pun menganggap rehat tersebut tidak 100 persen jadi kunci kemenangan Jerman. ’’Hanya bisa memanfaatkannya dalam batas tertentu,’’ klaim Manu (sapaan akrabnya).

Terlepas dari efek rehat hujan badai dan petir di Dortmund tersebut, laga yang terhenti karena cuaca buruk bukan kali ini saja terjadi di dalam sejarah Euro. Insiden serupa juga pernah terjadi dalam Euro 2012.

BACA JUGA: Jerman Membuka Euro 2024 dengan Rekor Ini

Tepatnya saat Ukraina sebagai tuan rumah menjamu Prancis di Donetsk. Bahkan, ketika itu laga bisa terhenti sampai 57 menit. Sedangkan, laga kemarin terhenti selama sekitar 25 menit. Bedanya, saat itu rehat karena cuaca buruk tidak mendukung tuan rumah.

Beda dengan Jerman yang mampu mengalahkan Denmark 2-0 berkat gol-gol Kai Havertz (menit 53) dari titik penalti dan Jamal Musiala (menit ke-68), Ukraina ketika itu malah takluk 0-2 di tangan Prancis. (YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *