JAKARTA-KEMPALAN: Alffy Rev menggagas karya Wonderland Indonesia 2: The Sacred Nusantara sebagai bentuk persembahan hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 agar dapat membangkitkan kembali rasa cinta tanah air.
Mahakarya tersebut diupload pada 17 Agustus 2022 oleh Alffy Rev bersama dengan Dewatlantis Studios, Shanna Shannon, dan juga Novia Bachdim.
Dilansir dari PikiranRakyat, tema dari Wonderland Indonesia 2: The Sacred Nusantara mengangkat sejarah pada era Nusantara yang menggambarkan keberagaman.
Kini Wonderland Indonesia 2: The Sacred Nusantara trending di Twitter. Selain itu, trending di Youtube dan telah diputar lebih dari dua juta kali serta mendapat sebesar 332 ribu like, 42 ribu komentar.
Yang membuat menarik dari video tersebut adalah karena menampilkan beberapa kebudayaan di Indonesia, menggambarkan keberagaman di era Nusantara, dan lagu yang ditampilkan merupakan lagu asli dari beberapa daerah Indonesia.
‘The Sacred Nusantara’ menurut Tribunnews, yaitu dari kata ‘sacred’ sendiri memiliki arti yang suci atau suci. Sedangkan, Nusantara sendiri memiliki arti bumi Indonesia yang subur dan juga penuh dengan sejarah.
Apabila digabungkan ‘The Sacred Nusantara’ memiliki arti sebagai ‘Lembah Suci Nusantara’. Pada intinya, The Sacred Nusantara berisi mengenai cerita sejarah pada era Nusantara.
Video tersebut memiliki durasi 16 menit 56 detik yang diawali dengan latar hutan rimbun. Setelah itu, terdapat narasi mengenai kisah seorang gadis yang hidup di tanah indah yang damai dan telah menghabiskan waktunya di hutan belantara ajaib dan berbahaya.
Penonton di rumah pun diajak untuk mengikuti perjalanan dari video di tanah Nusantara yang sakral dan juga penuh rahasia.
Dari video tersebut juga dibuat dengan rasa mistis, yaitu disetting dengan backsound ‘Lingsir Wengi’ yang dibawakan oleh Novia Bachmid.
Lagu daerah yang terdapat pada video tersebut, yaitu mulai dari Suku Dayak “Cik Cik Periuk”, Sumatera Utara “Sinanggar Tulo”, dan dari Maluku “Ayo mama”.
Selanjutnya lagu dari Sulawesi Selatan, yaitu “Angin Mammiri”, dari Sasak Lombok Timur berjudul “Lalo Ngaro” yang berlatar belakang di puncak gunung. (Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi