JAKARTA-KEMPALAN: Joko Widodo, Presiden RI, menginginkan Republik Indonesia melakukan ekspor beras agar dapat membantu untuk atasi krisis pangan global.
Jokowi menuturkan bahwa sejak 2019, Indonesia telah menjaga swasembada beras sehingga kebutuhan beras nasional telah terpenuhi sebanyak 90 persen dengan produksi beras Indonesia.
“Ini yang harus kita pertahankan dan kita tingkatkan sehingga tidak hanya swasembada beras saja tetapi nanti bisa ekspor beras. Ikut mengatasi kelangkaan pangan di beberapa negara, karena sudah mengerikan sekali,” ujar Jokowi, Kamis (18/8/2022).
Indonesia ingin melakukan ekspor beras karena dampak dari adanya Covid-19 dan perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina sehingga menyebabkan kondisi global menjadi sangat berat. Kondisi itulah yang membuat krisis pangan terjadi di beberapa negara.
Dilansir dari Kompas, sekitar 345 juta orang di 82 negara diperkirakan mengalami krisis kelaparan dan pangan akut serta sebanyak 553 juta jiwa terancam mengalami kemiskinan ekstrem.
Sebagai informasi, Internasional Rise Research Institute memberikan penghargaan kepada Indonesia mengenai sistem ketahanan pangan dan juga swasembada beras.
Karena keadaan pangan saat ini sudah parah, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia harus melakukan ekspor beras ke negara yang telah mengalami krisis pangan.
“Biasanya kalau ada krisis (hanya) 4-5 negara, ini sudah 60 negara yang diprediksi akan ambruk ekonominya dan 345 juta orang di 82 negara akan menderita kekurangan pangan akut dan kelaparan,” pungkasnya.
Berdasarkan catatan yang dimiliki Jokowi, beras yang mampu diproduksi Indonesia pada tahun 2019 hingga 2021 adalah sebesar 31,3 juta ton. Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada para petani atas hal tersebut.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, utamanya kepada pelaku riil pekerja di sawah, para petani Indonesia atas kerja kerasnya,” kata Jokowi di dalam konten Youtube Sekretaris Presiden, Minggu (14/8/2022).
Dikutip dari Tirto.id, Jokowi memberikan klaim bahwa di beberapa negara harga beras lebih mahal jika dibandingkan Indonesia dengan rata-rata Rp10.000.
Harga beras tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan Jepang, yaitu per liternya mencapai Rp66.000, Korea Selatan sebesar Rp54.000, Amerika Serikat sebesar Rp53.000, dan China sebesar Rp26.000 per liter.
“Kita ini harus bersyukur bahwa utamanya harga pangan utamanya lagi harga beras masih bisa kita kendalikan dengan baik harga beras di angka rata-rata masih 10an ribu,” jelas Jokowi, Kamis (18/8/2022). (Arlita Azzahra Addin)
Editor: Reza Maulana Hikam

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi