Jerman Membuka Euro 2024 dengan Rekor Ini

waktu baca 2 menit
Selebrasi bomber Jerman Kai Havertz setelah menjebol gawang Skotlandia. (Foto: UEFA)

MUNCHEN-KEMPALAN: Tuan rumah Jerman memulai perjalanannya dalam Euro 2024 dengan mulus. Menghadapi Skotlandia di Fussball Arena Munchen, Munchen, Sabtu dini hari WIB (15/6), Jerman menang telak 5-1.

Kelima gol skuad berjuluk Die Mannschaft tersebut masing-masing diciptakan lewat gol Florian Wirtz (menit ke-10), Jamal Musiala (19’), Kai Havertz dari titik putih pada menit ke-45+1, lalu Niclas Fullkrug menambah keunggulan pada menit ke-68.

Sempat dikejutkan dengan gol bunuh diri bek tengah Jerman Antonio Rudiger menit ke-87, pemain pengganti Emre Can menyudahi pesta malam itu pada menit ketiga di injury time.

BACA JUGA: Kontestan Euro 2024 Sudah Tentukan Skuadnya, Ini Daftarnya (Grup A dan Grup B)

Kemenangan dalam laga pembuka Euro 2024 tersebut memberi harapan publik Jerman. Apalag kemenangan tersebut tercatat dalam rekor sepanjang masa timnas Jerman. Skor 5-1 jadi kemenangan terbesar Jerman dalam sejarah partisipasinya di ajang antarnegara Eropa tersebut.

Sebelumnya, Jerman mentok hanya mampu memenangi laga-laga di Euro dengan skor 3-0. Itu terjadi tiga kali. Mulai dari final Euro 1972 melawan Uni Soviet, lalu fase grup di Euro 1996 menghadapi Rusia, dan 16 Besar melawan Slovakia di Euro 2016 lalu.

Selain itu, kemenangan 5-1 itu juga jadi jumlah gol terbanyak laga-laga Jerman di Euro. Menyamai perempat final Euro 2012 menghadapi Yunani yang juga terjadi enam gol. Di laga itu, Jerman menang 4-2.

Sepanjang sejarah Euro, baru kali ini juga ada negara yang mampu memulainya dengan kemenangan 5-1. Baru Jerman yang bisa melakukannya. ’’Sangat bagus untuk langkah di awal turnamen. Tetapi, kami tidak berhenti sampai di sini saja. Kami harus meneruskan tren ini,’’ harap der trainer Jerman Julian Nagelsmann, dikutip dari laman Kicker.

Apalagi, Nagelsmann melihat perlawanan Jerman malam itu nyaris kesulitan. Terutama pada babak pertama. Mantan pelatih RB Leipzig dan Bayern Munchen itu menganggap di 20 menit pertama timnya kesulitan meredam Tartan Army (julukan Skotlandia).

’’Kekuatan yang besar, banyak agresivitas dalam counter-pressing-nya. Skotlandia dapat bermain mengesankan pada babak pertama. Tapi, di akhir, kami pemenangnya,’’ imbuh Nagelsmann. (YMP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *