Pemprov Jatim dan IHE Delf The Netherlands Lakukan LoI Kerjasama Bidang Sumber Daya Air

waktu baca 2 menit

SIDOARJO-KEMPALAN: Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Institute of Hydraulic Engineering (IHE) Delf The Netherlands melakukan penandatanganan Letter of Intent (LoI) atau Pernyataan Kehendak Kerjasama dalam bidang sumber daya air di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Sidoarjo, Senin (27/5) siang. 

Penandatanganan dilakukan oleh Penjabat (Pj.) Sekdaprov Jawa Timur Bobby Soemiarsono mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono dan Rektor Institute of Hydraulic Engineering (IHE) Delf Belanda, Prof. Eddy Moors. Kedua pihak melakukan kesepakatan awal untuk kerjasama lebih lanjut utamanya penanganan permasalahan air di Jawa Timur.

Bobby mengapresiasi kerjasama antara IHE dan Pemprov Jatim dalam menangani permasalahan air yang cukup kompleks, sehingga memerlukan inisiatif dari berbagai pihak dan pemangku kepentingan sebagai solusi riil pengentasan masalah. 

“Letter of Intent dimulai pada bulan Maret 2020 ketika Menteri Infrastruktur dan Pengelolaan Belanda Miss Cora van Niuewenhuizen,  mengadakan seminar tentang Pengelolaan Air di Kali Welang Pasuruan,” ujarnya. 

“Kunjungan inilah yang menandai kerjasama yang sepenuhnya di prakarsai oleh provinsi dan diakui berdasarkan MoU Water antara Indonesia dan Belanda,” tambah Bobby.

Disisi lain, pada pertemuan 10th Local and Regional Government (LRG) World Water Forum (WWF) atau Forum Air Sedunia ke-10 di Bali Nusa Dua Convention Center pada Rabu (22/5), telah dicanangkan upaya-upaya strategis pengelolaan air yang dilakukan pemerintah daerah dengan dukungan berbagai stakeholder. 

“Penandatanganan ini merupakan bagian dari dukungan Pemprov Jatim dalam menyemarakkan WWF yang diselengarakan di Bali,” tandasnya. 

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut pembicaraan di Forum WWF, dan Rektor IHE Delf- Belanda datang ke Malang dan Surabaya untuk menandatangani Letter of Intent hari ini. 

Untuk mendukung hal tersebut, pemda tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kerjasama dengan pemerintah daerah negara lain juga bisa diterapkan untuk sharing best practices. 

Oleh karena itu, Bobby menyebutkan, Pemprov Jatim mengambil langkah maju melalui kolaborasi dengan bekerja sama dengan IHE Delft, salah satu pusat keunggulan pengelolaan air dunia. 

“Meskipun membutuhkan waktu maksimal satu tahun agar Letter of Intent ini dapat dilanjutkan ke Memorandum of Understanding (MoU), saya optimis kita bisa melaluinya dengan beberapa tahapan lanjutan ke depan,” tegasnya. 

Jika MoU tercapai, Bobby meyakini permasalahan air di Jawa Timur dapat teratasi, serta mampu memberikan mutual benefit bagi kedua belah pihak dan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat Provinsi Jawa Timur. 

Di akhir, Bobby  menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BAPPEDA Sidoarjo atas terselenggaranya penandatanganan Letter of Intent ini. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *