Pasutri Pengedar Sabu Ditangkap Polresta Sidoarjo

waktu baca 2 menit
Suami istri pengedar sabu saat berada di Polresta Sidoarjo.

SIDOARJO-KEMPALAN: Pasangan suami istri (Pasutri) AV (perempuan) dan S (laki-laki) terancam hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara penjara paling singkat 6 tahun, dan paling lama 20 tahun, serta denda pidana maksimum Rp 10 miliar dalam kasus tindak pidana peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Suami istri itu ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Sidoarjo pada Rabu (17/4/2024), sekira pukul 15.45 WIB di TKP depan Indomaret Bangsri, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.

Hal tersebut disampaikan Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing didampingi Kasatresnarkoba Kompol Rudy Prabowo, Kabag Ops Kompol Riki Donaire, dan Kasihumas Iptu Tri Novi Handono dalam konferensi pers di Mako Polresta Sidoarjo, Rabu (8/5/2024).

Menurut Tobing, Polisi telah menangkap dan penggeledahan terhadap seorang perempuan bernama AV dan laki-laki bernama S karena telah diduga menjadi penyalahguna narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman (sabu) dengan penemuan barang bukti awal sabu seberat 1,18 gram.

“Tersangka melakukan kegiatan kurir dan penjualan sabu dimulai sejak September 2023. Sudah sebanyak 8 kali setiap penerimaan atau pengambilan dengan sistim ranjau dengan berat 2 ons dengan imbalan uang per-onsnya sebesar Rp 2.500.000 dari A (DPO),” kata Tobing.

Selanjutnya, dilakukan penggeledahan lanjutan di kamar kos di Dusun Patoman RT 007 RW 002, Desa Keboharan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo atau kos di Desa Karangpuri, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo dengan penemuan barang bukti sabu seberat 17,75 gram lengkap dengan timbangan beserta 10 pax klip kosong. Dan dilakukan penggeledahan lanjutan dengan ditemukan sabu seberat 48,73 gram dan 69.91 gram dengan total keseluruhan sabu seberat 137,57 gram. (Muhammad Tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *