Sekdaprov Adhy Karyono: Literasi Bukan Hanya Calistung, tapi Juga Ilmu Pengetahuan

waktu baca 3 menit
Sekdaprov Adhy Karyono saat membuka Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2023.

BATU-KEMPALAN: Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono mengatakan, di era kemajuan teknologi ini literasi tidak lagi hanya berpusat pada baca, tulis, hitung (calistung) saja, tapi juga literasi digital. 

Hal tersebut dikatakan saat membuka Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2023. Di mana, acara tersebut diadakan di Pasar Induk Among Tani, Kota Batu, Rabu (22/11). 

Adhy menjelaskan, memajukan literasi merupakan bagian dari gerakan Merdeka Belajar. Terlebih karena Indonesia berada di tengah transisi peradaban dunia membangun pondasi untuk masyarakat damai.

“Meningkatkan literasi bukan hanya tentang membaca, menulis, berhitung tetapi juga terkait dengan menguasai ilmu pengetahuan baik secara saintifik, matematik, maupun digital,” katanya. 

Adhy mengatakan, hal ini penting mengingat teredukasinya masyarakat merupakan salah satu indikator kualitas hidup. Di Jatim sendiri, Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) pada 2022 mencapai 72,75%. Angka ini tumbuh 0,85% dari 2021.

Capaian ini sedikit banyak dipengaruhi peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Jawa Timur. Yang pada 2022 mencapai 15,69 setelah sebelumnya hanya sebesar 14,78. 

Tak hanya itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Jatim juga naik pada 2022 di angka 68,54. Padahal pada 2021 hanya tercatat 64,20.

PR lainnya yang harus menjadi fokus, sebut Adhy, adalah rendahnya angka melek huruf yang mencapai 93% yang dialami kelompok usia 50 tahun ke atas. 

“Untuk itu, kita harus melakukan literasi supaya mereka bisa membaca dan bisa menjamin bahwa akses untuk mereka maupun anak-anak terbuka luas,” katanya. 

“Jadi di Hari Aksara Internasional ini saya ingin menekankan bahwa kita harus memperjuangkan pemberantasan buta huruf dan meningkatkan indeks kualitas masyarakat,” katanya. 

Acara Hari Aksara Internasional juga dilengkapi dengan sarasehan, FGD, hingga rakor antar pemangku kepentingan bidang pendidikan yang bertujuan untuk menguatkan dan mempererat silaturahmi.

“Kita ingin ada strategi pendukung untuk penguatan kurikulum merdeka. Harapannya seluruh elemen masyarakat dan para pendidik menjadikan acara ini sebagai bentuk penguatan kurikulum dan literasi aksara makin meningkat,” pungkasnya

Dalam kesempatan tersebut, Adhy juga menyerahkan total 41 penghargaan berupa piagam. Dengan rincian 17 penghargaan kategori Kepala Daerah untuk Pengembangan Literasi dalam Penuntasan Buta Aksara, Percepatan Penuntasan Buta Aksara, Peningkatan Percepatan Harapan Lama Sekolah, Inovasi Literasi, Pembangunan Ekosistem Literasi, Inovasi Digitalisasi Literasi Pada Satuan Pendidikan SMP, dan Museum Mini Digitalisasi Literasi Cagar Budaya. 

Adapula kategori Internasional-Nasional, kategori O2SN Tk. Nasional Jenjang SD Tahun 2023, kategori O2SN Tk. Nasional Jenjang SMP Tahun 2023, kategori Juara Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Jenjang SSS Tingkat Nasional Tahun 2023 untuk Penampilan Terbaik Pantomim, kategori Pemenang Prestasi Siswa SMK Juara 1 Medali Emas Lomba Tk. Nasional Tahun 2023, serta kategori Stand Terbaik. 

Sementara itu, penghargaan kategori Juara Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Jenjang SMP Tingkat Nasional Tahun 2023 diserahkan bagi Penyaji Terbaik Musik Tradisional, Pemain Terbaik Musik Tradisi, Bidang Ansambel Musik Satu Gitar dan Satu Alat Musik Lainnya, Penyaji Terbaik Tari Kreasi, dan Tata Rias Terbaik Pantomim. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *