Kamis, 21 Mei 2026, pukul : 07:23 WIB
Surabaya
--°C

Sapi Dewi Persik dan Sapi Jokowi

KEMPALAN: Bersamaan dengan pelaksanaan Idul Adha tahun ini ada dua berita heboh yang berhubungan dengan sapi. Yang pertama heboh soal sapi kurban milik pedangdut Dewi Persik yang membuatnya ribut dengan ketua RT setempat. Yang kedua, sapi kurban dari Presiden RI yang disambut dengan karpet merah di Jawa Timur.

Jokowi mengirimkan seekor sapi kurban seberat 1,15 ton ke Masjid Nasional Al Akbar Surabaya jelang Hari Raya Idul Adha. Sapi itu tiba dengan disambut karpet merah. Sapi kemudian digiring ke tempat khusus penyimpanan hewan kurban yang berada di halaman samping masjid.

Sapi milik Jokowi sendiri berjenis limosin. Beratnya mencapai 1.150 kilogram atau 1.15 ton. Sapi ini dibeli dari peternak bernama Bahrowi Yahya, dari Lumajang. Sapi berwarna cokelat ini memiliki tinggi gumba 159 sentimeter, panjang badan 190 sentimeter, dan lingkar dada 250 sentimeter.

Ternyata tidak sembarangan untuk bisa lolos menjadi sapi yang dipilih untuk dibeli oleh Jokowi. Ada audisi yang harus diikuti dari tingkat kabupaten sampai tingkat provinsi di masing-masing daerah. Setelah lolos seleksi dan menang audisi barulah si sapi terpilih secara nasional untuk dibeli Jokowi.

Kalau di dunia hiburan ada Indonesia Idol maka di dunia persapian ada Indonesian Sapi Idol. Kontesnya berlangsung ketat dan ada kandidat yang jumlahnya cukup banyak. Ada juri dari dinas peternakan dan kesehatan hewan yang melakukan seleksi dengan ketat. Mulai dari kebersihan, kesehatan, dan perawatan sapi diperiksa secara teliti. Sapi-sapi yang disumbangkan ke 38 provinsi itu diberi nama-nama tersendiri. Selain Gesbi, ada juga Bawor, Mosn, Black Boss, dan ada juga yang diberi nama Sutrisno.

Yang membuat heboh adalah prosesi penyambutan sapi dengan karpet merah. Netizen berkomentar riuh rendah. Ada yang menganggap prosesi itu berlebihan, dan bahkan ada yang mempertanyakan apakah uang yang dipakai membeli sapi itu uang pribadi Jokowi atau bukan. Namanya juga netizen, selalu saja ada komentar kritis terhadap berbagai hal.

Di tempat lain, sapi Dewi Persik memunculkan heboh di media sosial yang kemudian berbuntut menjadi isu politik. Cerita menjadi viral karena Dewi Persik membuat unggahan di akun media sosialnya bercerita soal sumbangan sapi untuk kurban yang ditolak oleh ketua RT Lebak Bulus, tempat tinggal Dewi Persik. Dengan logat Madura yang kental dan sesekali memakai ungkapan Madura, Dewi Persik dengan kesal mengatakan bahwa Pak RT tidak bersedia menerima bantuan kurban sapi, karena warganya tidak butuh bantuan.

Dewi Persik malah menambahi bahwa Pak RT meminta uang Rp 100 juta darinya. Dewi Persik berang oleh permintaan itu dan menolak dengan tegas. Ia bahkan sempat mengeluarkan ancaman bahwa jika sampai terjadi apa-apa dengan dirinya maupun rumahnya maka Pak RT yang harus bertanggung jawab.

Kedua pihak kemudian dipanggil untuk mediasi dan klarifikasi. Yang terjadi bukan rekonsiliasi. Video yang beredar memperlihatkan Dewi Persik berteriak-teriak histeris dan walk out dari ruang mediasi di masjid setempat. Dewi merasa kecewa karena dalam mediasi itu ia mengaku dibentak oleh Pak RT.

Pak RT memberi klarifikasi dan kronologi kejadian. Menurut versi Pak RT, Dewi Persik akan berkurban di masjid setempat, tetapi kemudian akan menarik kembali sapinya. Dewi Persik mengaku bahwa dirinya hanya menitipkan sapi kurban di masjid setempat.

Nantinya, sapi itu akan diambil lagi dan disembelih di tempat lain. Setelah disembelih dan dipotong-potong, daging sapi itu akan dibagikan lagi kepada warga setempat. Dewi Persik minta Pak RT untuk mengirim kembali sapi itu ke sebuah tempat dan memberinya ongkos. Pak RT menolak karena tidak punya keahlian untuk memindahkan sapi yang berbobot berat.

Mengenai angka Rp 100 juta Pak RT mengatakan, konteksnya bukan ia minta 100 juta. Ia mengatakan tidak bersedia dimintai tolong untuk mengirim kembali sapi itu kendati dikasih 100 juta.

Dari cerita yang makin heboh ini muncul isu politik yang berkaitan dengan Anies dan Ganjar. Dalam unggahan terpisah Dewi Persik mengatakan bahwa sapi itu akan dikelola oleh ‘’Sahabat Ganjar’’ dan disembelih di tempat lain untuk dibagikan kepada warga di sekitar rumah Dewi Persik.

Dalam keterangannya kepada media Pak RT menyebut bahwa ia kenal dengan Anies Baswedan, malah tersirat bahwa ia kenal dekat. Dewi Persik mengatakan bahwa dia tidak mengerti urusan politik. Tapi, dengan menyebut ‘’Sahabat Ganjar’’ yang akan mengelola sapi kurbannya bisa terungkap bahwa ada bau politik di balik masalah ini.

Konstruksinya bisa digambarkan sebagai berikut: Sahabat Ganjar meminta Dewi Persik menarik sapinya dari masjid setempat yang dianggap pro-Anies. Karena itu sapi kemudian ditarik dan akan disembelih di tempat lain. Setelah itu daging sapi akan dibagi kepada warga di tempat tinggal Dewi Persik. Upaya Dewi Persik untuk meminta daftar warga ditolak karena dianggap ada unsur politik.

Pak RT bernama Malkan juga membantah ada isu politik. Siapapun yang berniat membantu akan diterima. ‘’Jin Iprit’’ yang mau kasih sapi akan diterima. Begitu ungkapan khas Betawi dari Malkan. Mediasi yang dilakukan di Masjid Babul Khoirot Lebak Bulus Selatan tidak membawa hasil. Dewi Persik walk out dan berteriak-teriak histeris.

Ini insiden kecil yang tampaknya akan sering terjadi lagi dalam bentuk dan skala yang berbeda. Perbedaan pilihan politik menjelang pilpres akan menimbulkan friksi di lingkungan masyarakat. Insiden semacam ini akan digoreng menjadi isu serius karena dibumbui dengan isu lama ‘’ayat dan mayat’’.

Tampaknya, lima tahun belum cukup untuk benar-benar membersihkan polarisasi lama akibat pilgub DKI 2017. Masih banyak yang belum bisa move on, dan berusaha mencari-cari kesempatan untuk melakukan political vendetta, balas dendam politik. ()

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.