Puisi Minggu Ini: Karya M. Har Harijadi

waktu baca 1 menit
Kumpulan puisi karya Har Hariyadi (*)

SURABAYA-KEMPALAN: Berikut beberapa puisi karya M. Har Harijadi.

SEPANJANG JALAN JENDRAL SUDIRMAN

kuseret dukaku sepanjang jalan sudirman
siang hari yang terik dan menancap jarum-jarum matahari
pada punggung yang bersarang capekku
dan rambutku yang semakin coklat

kubawa gelisah ku setiap hari menumbuki debu kota
walau penat setiap saat menghampir
baju dan celana lusuh menua
serta sepatu yang kian pikun

kuturuti resahku lewat emperan cina
dengan irama-irama sedih gerakan kaki
wajah yang kupaksakan berseri
meski saku tiada sedikitpun berisi

kujalani hidupku menembusi hiruk pikuk kota
kendati nasib tiada sekali membuka mata
namun demikian satu tidak lebih dari pinta
semoga segalanya tiada sia-sia.
(Ngawi-Madiun, 1970)

ANAK-ANAK KECIL DI MESJID

Sudah berapa jauhkah waktu tertinggal
Tak bisa banyak aku kenangkan
Hari-hari hingga tahun ke tahun
Terasa telah beberapa kurun

Bayangan guru ngajiku sudah luntur
Barangkali jejak hidupku masih ngawur
Apa waktu senggangku kian nihil tepekur
Hanya menuruti sistem jalur-jalur

Sedang kini tuntutan tak pernah berkurang
Harapan-harapan masih akan panjang
Saat seperti ini semakin menerawang
Ternyata nostalgia tak hilang-hilang
(Malang, 1978)

LAILATUL QODAR

Aku masih tetap rahasia bagaikan sukma
Siapa yang menduga?
Gemilang langit yang senyap
Dingin yang hangat mengentalkan semangat

Masih tergubal pada alunan sunyi
Seluas rakhmatMu di malam yang tersaji
Bersenandung bumi meluruskan sepoi
Hanya padaMu diam yang abadi temaram
(Mei, 1987)

(*) Aming Aminoedhin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *