Pecat Potter, The Blues Bukan untuk Orang Inggris

waktu baca 2 menit
Graham Potter yang dipecat dari jabatannya sebagai tactician Chelsea. (Foto: Sky Sports)

LONDON-KEMPALAN: Dalam sejarah Liga Primer Inggris, hanya tiga Englishmen (orang dari Inggris) yang pernah menduduki kursi panas tactician Chelsea. Tiga Englishmen itu antara lain Glenn Hoddle (1993—1996), Frank Lampard (2019—2021), dan kini Graham Potter.

Apesnya, di antara ketiga Englishmen tersebut tidak ada yang selamat dari peristiwa kelam di London Cobham (kamp latihan Chelsea). Yaitu diberhentikan statusnya sebagai pelatih Chelsea. Termasuk Potter.

Senin dini hari (3/4), Chelsea menendang Potter dari jabatannya setelah rangkaian hasil di Liga Primer Inggris yang negatif. Terakhir, Chelsea dipermalukan Aston Villa dengan dua gol tanpa balas di Stamford Bridge, London (2/4).

BACA JUGA: Akhirnya, Spurs Kalahkan Chelsea di Tottenham Hotspur Stadium

Kekalahan yang sudah melemparkan The Blues (julukan Chelsea) ke luar posisi 10 Besar di klasemen sementara Premier League. Chelsea terjerembab ke posisi 11. Era Potter berjalan kurang dari tujuh bulan.

’’Kami mengumumkan bahwa Graham sudah meninggalkan klub ini. Kami ucapkan terima kasih atas kontribusinya untuk kami dan kami berharap Graham sukses dengan kariernya selanjutnya,’’ tulis Chelsea dalam pernyataan resmi pemecatan Potter tersebut.  

Potter memang mengulangi musim Hoddle di Chelsea. Pada 1994—1995, Hoddle juga sempat menenggelamkan Chelsea ke luar posisi 10 Besar klasemen Liga Primer Inggris. Bahkan, dalam laga ke-28 musim itu, Chelsea sudah jeblok ke posisi13.

Era kepelatihan Hoddle itu pun jadi musim terburuk sepanjang sejarah Chelsea di Premier League. Bedanya, Hoddle meninggalkan Chelsea di tengah jalan bukan lantaran dipecat. Dia ditebus Federasi Sepak Bola Inggris (FA) untuk menangani timnas Inggris pada Piala Dunia 1998.

Selain Hoddle dan Potter, Lampard juga pernah menuliskan sejarah buruk tactician dari Inggris di Chelsea. Sekalipun Chelsea tidak pernah terlempar dari zona Eropa pada era Frankie (sapaan akrab Lampard), tapi eranya dua musim lalu juga berakhir pemecatan di tengah jalan. (Yunita Mega Pratiwi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *