LONDON-KEMPALAN: Sejak berpindah dari Highbury Stadium ke Emirates Stadium tahun 2006, belum pernah ada perayaan prestisius yang dilakukan Arsenal kandangnya tersebut. Terutama dalam ajang Liga Primer Inggris ataupun ajang Eropa.
Sebaliknya, di Emirates Stadium, Jumat dini hari WIB (17/3), Arsenal mencatatkan sejarah buruk. Di kandangnya sendiri, Arsenal tersingkir dari Babak 16 Besar Liga Europa. Arsenal dipecundangi tamunya Sporting CP.
Ironisnya, Martin Odegaard dkk dikalahkan lewat babak adu penalti 3-5 setelah berimbang 1-1. Adu penalti diambil setelah pada first leg di Lisbon kedua klub tersebut hanya bermain imbang 2-2.
BACA JUGA: Pemain Arsenal Bawa Jam Dinding Jumbo, Ini Maknanya
Kegagalan Gabriel Martinelli mengeksekusi tendangan penalti keempat Arsenal yang sudah jadi penentu kegagalan The Gunners (julukan Arsenal) itu. Bagi Arsenal, ini kegagalan adu penalti pertamanya di Emirates Stadium.
’’Kami ingin mencatatkan sesuatu yang spesial dalam turnamen ini, itulah kenapa kami saat ini merasa sangat kecewa. Semua sudah berakhir sekarang, kami tidak bisa memikirkannya terlalu dalam, kami harus segera move on,’’ tutur Odegaard dalam laman resmi klub.
Odegaard menghibur rekan-rekannya. Menurutnya, masih ada kesempatan untuk berpesta di Emirates untuk kali pertama. Tepatnya setelah sukses memenangi Liga Primer Inggris di musim ini.
’’Hanya itu (move on) yang dapat kami lakukan. Ada sebelas final di hadapan kami dan oleh karena itu, di sanalah fokus utama kami. Semua sudah kami awali dari ruang ganti supaya bisa pulih dan mengubah fokus. Inilah yang harus kami lakukan,’’ sambung mantan pemain Real Madrid itu.
Bukan hanya jadi adu penalti pertama yang terjadi di Emirates, adu penalti itu pun juga jadi adu penalti pertama yang dijalani anak asuhan Mikel Arteta tersebut dalam ajang Eropa., Di 2009, Arsenal terakhir menjalani babak adu penalti menghadapi AS Roma. (Yunita Mega Pratiwi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi