Sabtu, 18 April 2026, pukul : 10:29 WIB
Surabaya
--°C

Manifesto Forum Tanah Air, Apa Itu?

Catatan Demokrasi Oleh: Tata Kesantra (Aktivis Forum Tanah Air, New York)

KEMPALAN: Ada yang bertanya kepada saya tentang rencana Manifesto Politik (MP) FTA.

“Siapa sih FTA sehingga calon-calon pemimpin mau melirik tuntutan dalam MP FTA?

Saya jawab FTA bukan siapa-siapa. Tuntutan dalam MP FTA bukan menjadi tuntutan FTA tapi menjadi tuntutan rakyat/pemilik suara. Aktifis FTA bertugas untuk mensosialisasikan Manifesto Politik tersebut kepada masyarakat segingga ada kesadaran dari pemilih akan hak politiknya sehingga menjadi “intelligent voter” atau setidaknya “well informed voter”.

Saya beri contoh bahwa FTA pernah berdiskusi dengan beberapa jaringan pendukung Anies. Saya katakan sebenarnya kalau mau dukung Anies bukan hanya dengan euphoria seperti yang ditunjukkan saat ini. Tapi tunjukkan dukungan dengan memberi Anies “kartu truf” untuk negosiasi dengan oligarki politik dan oligarki ekonomi.

Kartu truf itu adalah kontrak sosial/janji politik antara pemilih dan Anis, bahwa kami akan dukung Anies bila tuntutan kami mau diperjuangkan Anies saat menjadi presiden.

Bayangkan bila semua euphoria dukungan tersebut dibarengi dengan kontrak sosial “tertulis”. Anies bisa bicara dengan oligarki bahwa saya akan maju capres dengan dukungan di atas 60% pemilih tapi ini tuntutan yang diminta oleh pemilih tersebut. Artinya Anis punya harga dan kekuatan utk bicara dgn dukungan itu. Sebagai voter. Kita tinggal melihat apakah Anies berani berbicara on behalf of us (mewakili pemilih) atau oligarki tidak mau dukung Anies karena tuntutan pemilih akan mengganggu “comfort zone” (zona kenyamanan) mereka. Di sinilah pemilih menunjukkan jati dirinya sebagai “inteligent voter“, memilih yang terbaik untuk kepentingan pemilih yang memiliki kedaulatan.

Kedengarannya mustahil?Perjuangan kita harus dimulai dengan cara mengedukasi pemilih/rakyat, hasilnya mungkin tdk instant tapi we will be there (in shaa Allah tercapai), berharap perubahan dari elite justru itulah yg mustahil.

Posisi Anies sangat rentan, Anies tidak punya partai dan tidak punya duit. Tapi bila Anies punya “kartu truf” berupa dukungan mayoritas voter oligarki politik dan oligarki ekonomi bisa apa?

Kendala terberat memang PT 20% yg sudah di JR ke MK oleh FTA Diaspora dan FTA Indonesia kalau tidak ada batasan PT 20% artinya Anies bisa maju hanya dengan dukungan salah satu partai di DPR peluang Anies tentu sangat besar.

So far hanya ada 2 partai yang tidak terbeli oleh Penguasa (oligarki politik dan oligarki ekonomi)vyaitu PKS dan Demokrat tapi suara mereka tidak cukup 20% sebagai syarat pengajuan capres.

Ini kendala besarnya. Partai lain di bawah bayang-bayang penguasa. Tidak heran muncul berbagai analisa tentang status Anies yang bisa di tinggal Nasdem setelah Surya Paloh di panggil oleh Jokowi.

Manggut-manggutnya para relawan dalam diskusi tersebut semoga menjadi pertanda baik bahwa prinsip kedaulatan ditangan rakyat dlm Demokrasi sedang on the move (dalam progres) utk jadi kenyataan di tanah air.

Salam FTA dari New York. (*)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.