Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 12:55 WIB
Surabaya
--°C

Pilpres 2024, Kandidatnya dari Parpol, Tokoh Masyarakat atau Kepala Daerah?

JAKARTA-KEMPALAN: Duet Anies Baswedan dan Ridwan Kamil berpotensi menjadi lawan seimbang berbahaya bagi Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo. Terutama di daerah basis massa masing-masing inkumben di Jawa Barat dan DKI Jakarta. Jabar merupakan lumbung suara terbesar di tingkat nasional. Dikutip dari jabarprov.go.id. jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Jabar sebanyak 32,6 juta jiwa pada Pemilu lalu.

SMRC merilis hasil survei mengenai elektabilitas tokoh nasional di Jawa Barat. Dalam simulasi empat nama calon presiden, dukungan untuk Prabowo Subianto 21,9 persen, Anies Baswedan 19,3 persen, dan Ganjar Pranowo 17,8 persen. Dan, Ridwan Kamil menjadi yang terkuat dengan elektabilitas 22,2 persen.

Karena itu, tidak heran partai menyoroti mereka untuk diusung jadi kandidat pada 2024 mendatang. Ketua DPP Partai Nasdem Saan Mustofa menyatakan beberapa nama kepala daerah yakni, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo hingga Ridwan Kamil masih menjadi pertimbangan partainya untuk diusung maju di Pilpres 2024. Meski begitu, terkait nantinya siapa yang benar-benar dipilih masih akan diputuskan pada tahun 2023 mendatang.

BACA JUGA  Dekade Baru Ashuma: Revolusi Sport Science dan Pemulihan Atlet Nasional Berpusat di Sidoarjo

BACA JUGA: Fenomena Baru Anies Baswedan: “Jadi Presiden ya Pak, Udah Cape Liat Indonesia yang Sekarang.”

“Jadi tiga nama ini memang ada dalam pertimbangan di Partai Nasdem, Pak Ganjar, Pak Anies, Pak Ridwan Kamil,” kata Saan.

Walaupun kandidasi mereka terkuat, ancaman masih muncul dari pencalonan mereka. Partai atau gabungan partai mana dengan electoral threshold mencapai 20 persen yang berkenan mengusung?
Bahkan, pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi, Hendri Satrio menduga ada skenario partai politik (parpol) tak mengusung Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang. Hal tersebut dilakukan agar Gubernur Jakarta, Anies Baswedan tak bisa maju di Pilpres 2024. Dengan Ganjar tidak maju, maka tidak ada insentif untuk mengusung Anies maju sebagai pesaing di kontestasi pilpres 2024.

BACA JUGA  Pelantikan Ners UNAIR Dorong Integritas Profesi dan Penguatan Ekosistem Alumni Digital

Bisa jadi Pilpres 2024 diramaikan oleh ketua umum parpol. Sementara wakil capres akan diisi oleh tokoh masyarakat dan sejumlah para menteri. “Sehingga nanti di dalam perhelatan Pilpres 2024 sangat mungkin yang hadir adalah para ketua umum parpol sebagai capres, yang jadi wakil presidennya adalah tokoh masyarakat, bisa dari ormas, bisa dari menteri-menteri itu, bisa saja Gus Yahya, atau Erick Thohir, Sandiaga Uno,” ujarnya. (*)

Editor: Freddy Mutiara

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.