Macca Madinah
Secara logika diet keto masuk di akal saya. Cuma selalu diwanti2 oleh para “founder” nya kalau diet ini membutuhkan perubahan gaya hidup. Dan, ini yg sulit. Karena mainannya lemak, jadi kalau sekali-sekala kecampur dengan karbo sederhana, bisa buat reaksi tubuh mereka yg sdh keto-body seperti alergi yg parah. Saya lihat dr tadi belom ada pelaku diet keto yg kasih komen ya. Bahan pangan keto yg ideal memang lemak, seperti kulit ayam, gajih, jeroan, hmmm. Yg dianjurkan adalah lemak hewani, akan lebih baik kalau yg dibesarkan dg alami. Lemak nabati bisa juga tapi sangat terbatas, dan bukan lemak “hydrogenated”, suatu proses di pabrik yg membuat lebih tahan lama dan stabil. Konon margarin masuk ke jenis lemak ini. Jadi seperti minyak alpukat, minyak kelapa, dan lemak2 tumbuhan alami, bisa buat diet keto. Malah seperti vegetable oil atau banyak minyak impor, tidak disarankan karena masalah hydrogenated tadi. Kalau melihat berbagai sumber diet keto, banyak mahzab juga. Ada yg betul2 ketat dg lemak hewan. Ada yg menganjurkan makan sayur hijau sebagai sumber keseimbangan karbo baik (pada sayuran ada karbo juga dengan kadar rendah), ada yg boleh makan tepung2an seperti almon, kelapa. Balik lagi, yg susah adalah konsistensinya. Pada saat keto, badan terasa sangat ringan, tidak mudah lapar, lebih fokus. Tp pada saat godaan menerpa, nahhhhh, lain cerita hehehe.
Macca Madinah
Mumpung mempersoal dokter, mau komen dikit. Mungkin, selain dokter spesialis, kita juga membutuhkan dokter2 umum yg berdedikasi dan bangga dengan “keumuman” nya. Kalau diperhatikan, sekarang ini, misal kita ke rumah sakit, kebanyakan kita langsung diarahkan ke dokter spesialis. Kalau mau ke dokter umum, diarahkan ke UGD. Menurit saya, dokter umum sebetulnya pintu untuk mengarahkan pasien, akhirnya butuh dokter spesialis yg mana. Dia yg bisa merangkum gejala awal tanpa terkotak2 dengan spesialisasi. Karena jarang dokter umum di rs, akhirnya kalau ke rs ya kita pilih dokter internis, yg dirasa paling “umum” di antara yg lain. Biasanya disuruh cek darah, urin, radiologi, dll, lalu dr sana sang dokter internis membaca hasilnya. Lalu kasih resep, atau merujuk ke dokter spesialis lain. Mestinya peran ini bisa dilakukan oleh seorang dokter umum. IMHO.
*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi