Berani berinovasi
EA memulai kariernya sebagai karyawan percobaan di PTPN XXVI tahun 1985. Ia masuk melalui tes. Berdasar hasil tes psikologi didapati, ia sosok yang produktif, bisa bekerja keras, disiplin tinggi, banyak inisiatif, berdaya inovasi kuat. Ia menyukai obyektivitas, efisiensi dan produktivitas. Integritasnya kuat. Tidak terlalu suka thethek bengek prosedur, yang penting hasilnya bagus.
Ia ditempatkan di Kebun Pasaweran,Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Tugasnya menangani persemaian karet yang sesuai dengan skripsi sarjananya.
Setelah dua bulan, dia dipindah ke bidang penanganan bedeng kopi. Naluri inovasinya mulai bersemi. Tapi saat dia melakukan inovasi, harus berbenturan dengan kultur feodalisme di perkebunan yang terbentuk sejak zaman Belanda. Yang lebih menekankan sikap manut, narima pandum. “Saya malah disalahkan. Dimaki-maki. Meskipun hasil percobaan saya bagus,” kata EA.
Selanjutnya dia dipindah ke bagian pembibitan coklat di Afdeling Wangkal Secang. Lagi-lagi dia melalukan inovasi. Ia mau membuktikan bahwa kegiatan di lapangan tidak cukup tergantung dengan teori tetapi banyak ditentukan oleh feeling, intuisi, kreativitas, keberanian uji coba, dan bertanggung jawab baik benar maupun salah.
Komisaris PTPN XXVI, Ong Cheng Li menyatakan kekagumannya atas model pembibitan yang dilakukan EA. Tentu saja sikap Ong ini mengejutkan banyak pihak karena biasanya Ong yang mantan Direktur Utama PTPN XXVI ini dikenal galak.
Mantan Administratur Afdeling Wangkal Secang Sigit Prakoso mengakui hasil pembibitan EA itu mau melejitkan produksi. Jika biasanya per hektar 3 kuintal, naik menjadi 1,2 ton.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi