Kamis, 23 April 2026, pukul : 01:10 WIB
Surabaya
--°C

Terpilih Menerima Anugerah Revolusi Mental, Inilah Sosok Edy Antoro

Setelah menjalani masa percobaan lima bulan, dia diangkat menjadi karyawan dengan pangkat sinder. Pengangkatan secepat itu karena kinerjanya yang bagus. Ia dipindah ke Afdeling Kampung Malang, Perkebunan Kalisat Jampit di kawasan Gunung Ijen, satu-satunya tempat budidaya kopi arabica.

Mendobrak feodalisme perkebunan

Lagi-lagi EA berani melakukan inovasi. Tanaman kopi dibuahkan dalam umur 3 tahun. Kalau ketahuan manajemen PTPN bisa disalahkan. Karena mengikuti protap sejak zaman Belanda, kopi baru boleh dibuahkan pada umur 4 tahun. Hasil inovasinya luar biasa. Produksinya meroket dari 1 ton kering lepas kulit menjadi 2 ton.

Inovasi EA itu mementahkan “tesis” Belanda bahwa kopi baru boleh dibuahkan umur 4 tahun. Inovasi ini akhirnya dijadikan standard operasional perkebunan.

Bukan hanya pembaruan budidaya saya yang dibawa EA. Yang lebih fenomenal adalah kebernian dia mendobrak tatanan sosial perkebunan yang cenderung feodalisme ekstrem. Saat itu kalau mau tahu sisa tatanan sosial warisan Belanda lihatlah perkebunan. Mau lihat kemikinan struktural yang siklistis, lihatlah perkebunan. Di perkebunan pula hubungan antar strata sosial bernuansa hubungan tuan-hamba .

EA mencoba mengubah struktur feodalisme menjadi struktur sosial yang egalitarian. Hubungan antara stakeholders itu bersifat mitra. Ia lebih mengedepankan struktur fungsional. Tidak membuat jarak dengan karyawan yang berada di tataran paling bawah sekalipun.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.