Sejarawan Gugh Kennedy merekam perjalanan sejarah itu dalam buku ‘’The Great Arab Conquers’’, Para Penakluk Arab yang Hebat, yang sudah menjadi buku klasik. Penaklukan Eropa oleh pasukan Islam dimulai dengan penyerbuan Andalusia oleh Tariq bin Ziyad pada 711 Masehi.
Pasukan Islam merangsek sampai melewati perbatasan Spanyol dan sudah berada di negara bagian Septimania di barat Prancis sekarang. Tariq bin Ziyad sudah siap menyerang Prancis, tapi ada perintah penghentian operasi militer dari ibukota Damaskus dan pasukan harus ditarik mundur.
Pada 720 Masehi di era Khalifah Umar bin Abdul Aziz, operasi penaklukan Eropa dihidupkan kembali. Pasukan Islam berhasil menguasai Septimania. Pasukan Islam sudah maju sampai ke wilayah Toulouse di selatan Prancis tapi dipukul mundur oleh pasukan Prancis sehingga menewaskan pimpinan pasukan Islam.
BACA JUGA: Revolusi Prancis
Komando pimpinan kemudian diambil alih oleh Abdul Rahman bin Abdullah Al-Ghafiqi yang ditunjuk menjadi gubernur Andalusia. Rakyat menyambut antusias penunjukan Al-Ghafiqi. Ia populer di kalangan rakyatnya dan memiliki wibawa besar sehingga bisa menyatukan suku-suku di wilayahnya.
Pada 732 M Al-Ghafiqi membawa pasukan berangkat ke utara, menembus dua kerajaan Aragon dan Navarre, dan menyeberangi Pamplona lalu memasuki Prancis dan berbaris di kota Arles. Pasukan Al-Ghafiqi berhasil menaklukkan wilayah-wilayah itu nyaris tanpa kesulitan.
Al-Ghafiqi kemudian berbaris ke barat untuk menyerang Kerajaan Aquitaine. Kerajaan Aquitaine pun jatuh ke tangan kaum Muslimin. Al-Ghafiqi terus bergerak untuk merebut Lyon, salah satu kota Prancis yang paling penting. Untuk menyelesaikan penaklukan Prancis dengan memasuki Paris, Al-Ghafiqi sudah mempersiapkan pasukan dan keperluan logistiknya. Al-Ghafiqi menjadi satu-satunya pemimpin Muslim yang berhasil memperluas penaklukkan sampai ke tengah Eropa.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi