Rifda mendengar nama Widi kali pertama belum lama. Yakni ketika akan dilaksanakan Sail Widi. Itu kegiatan tahunan untuk mempromosikan kawasan laut nan indah.
Anda sudah tahu: pernah ada Sail Wakatobi, Belitung, Sail Morotai dan terakhir Sail Widi itu.
Yang saya ingat hanya Sail Morotai dan Wakatobi. Saya ke dua tempat itu untuk mempersiapkan bidang yang jadi tanggung jawab saya waktu itu.
Rifda pun ingin ikut menghadiri Sail Widi. Menko Luhut Panjaitan yang meresmikannya. Maka Rifda terbang dari Jakarta ke Ternate. Sekalian menengok ayahnyi yang sudah 92 tahun.
BACA JUGA: Protein Yuda
Dari Ternate Rifda terbang ke Pulau Bacan. Di sinilah terdapat lapangan terbang kecil terdekat dengan gugusan Pulau Widi.
Bacan, Anda sudah tahu: Makkah-nya batu akik. Akik Bacan, Anda sudah dengar: pernah jadi hadiah berharga ketika Presiden Barack Obama ke Indonesia.
Saya juga masih ingat: Bacan pusat penangkapan ikan. Waktu itu saya pusing: kok Bacan tidak punya cool storage yang memadai. Laut sekitar Bacan adalah hypermarket-nya ikan laut Indonesia: gudang tuna, marlin, napoleon, dan nama ikan-ikan lainnya yang Anda sudah hafal.
Sampai di Bacan Rifda kaget. Kegiatan Sail Widi ternyata tidak di Widi. Kegiatan itu dipusatkan di Bacan. Di pelabuhan Babang. Di Bacan Timur.
Babang memang menghadap ke Widi. Tapi bukan Widi. Masih jauh. Apa oleh buat. Keburu basah. Selesai acara pembukaan itu Rifda nekat: carter perahu long boat ke Widi. Perjalanan laut masih sekitar 2 jam. Ongkos sewa long boat-nya saja Rp 4 juta. Dia ajak tiga temannyi ke Widi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi