Fasilitas desa pun sering dipakai untuk kepentingan pernikahan. Kadang mobil atau motor dan fasilitas lain dipakai untuk kepentingan berbagai urusan. Praktik semacam ini dianggap sebagai hal yang lumrah. Inilah yang oleh budayawan Umar Kayam disebut sebagai cikal bakal korupsi yang bersifat kultural. Beberapa aspek budaya tradisional secara tidak sadar mengandung unsur korupsi.
Tradisi itu berlangsung di level yang lebih tinggi, pak camat, pak bupati, pak gubernur, dan juga pak presiden. Karena itu wajar saja kalau beberapa menteri menjadi panitia acara pernikahan Kaesang. Beberapa menteri juga menjadi pagar hidup yang bertugas menerima tamu.
Ibarat sang pangeran ragil, Kaesang ialah anak kesayangan sang raja. Karena itu wajar kalau pernikahannya dirayakan besar-besaran. Dalam usia yang muda Kaesang sudah menjadi pengusaha dengan berbagai macam jenis bisnis, mulai dari kuliner sampai sepakbola. Anak mbarep Jokowi, Gibran Rakabuming, sudah diplot untuk berkiprah di dunia politik, dan kelihatannya akan dipersiapkan untuk mengikuti jejak sang ayah.
Kaesang lebih asyik berkiprah di dunia bisnis. Dengan koneksi dan nama besar sang bapak, tidak sulit bagi Kaesang untuk mengembangkan berbagai jenis usaha. Ketika Kaesang terjun di bisnis sepak bola ia dengan cepat bisa mendapatkan banyak sponsor. Hanya butuh waktu satu tahun bagi Persis Solo untuk masuk orbit kompetisi sepak bola Liga 1 Indonesia. Bisnis Kaesang akan terus tumbuh dan Kaesang akan menjadi seorang konglomerat dalam usia muda.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi