Dengan fakta itu, lanjut Sigit, lembaga filantropi disarankan untuk tidak membuat program pemberdayaan yang sifatnya ‘’hit and run’’. Dalam pertandingan tinju, ‘’hit and run’’ adalah gaya bertanding dengan gerakan cepat untuk memukul dan lari menghindar. Legenda tinju almarhum Muhammad Ali salah satu petinju yang terkenal dengan gaya ‘’hit and run’’ itu.
BACA JUGA: Permen Muktamar
Menyusun program pemberdayaan masyarakat juga harus menyeluruh. Tidak cukup hanya konsep dan implementasinya saja. Harus sampai ‘’exit strategy’’ ketika masyarakatnya bisa menjalankan program secara swadaya, swakelola dan swadana.
Pengalaman Mas Sigit itu telah terbit dalam buku Desa Berdikari atas prakarsa Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia. Pengalaman 18 tahun di Lazismu ternyata sangat membantu saya dalam mengedit buku setebal 180 halaman itu.(habis)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi