SOLO-KEMPALAN: Hanya ada satu mesin di stand Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) di arena Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah di kompleks De Colomadu, Solo. Tidak bisa didemokan pula. Meski demikian, peralatan pascapanen itu tetap menarik perhatian pengunjung. Bahkan ada yang membelinya.
Itulah alat pengupas kulit bawang merah. Alat itu terdiri atas tiga bagian: Alat pengupas mekanik, motor penggerak bertenaga listrik dan kompresor untuk ‘nyebul’ kulit bawang yang telah dikupas. ‘’Kami tidak menyangka, listrik di setiap stand dibatasi 500 Watt. Sementara mesin kami memerlukan energi 700 Watt,’’ kata mahasiswsi penjaga stand.
Sejak dipamerkan tanggal 18 November 2022 yang lalu, alat ini sudah menarik perhatian sejumlah pengunjung. Terutama para penggembira Muktamar yang berlatang belakang pengusaha bawang goreng dari Lampung. ‘’Dua orang di antaranya sudah memesan alat kami, walau tidak bisa kami demokan,’’ jelasnya.
Mesin pengupas kulit bawang memang tergolong ‘barang langka’. Berbeda dengan alat perajang bawang yang begitu banyak: Mulai perajang manual alias bertenaga nasi pecel sampai bertenaga listrik. Namun mesin pengupasnya belum ada. Para peneliti Umsida menangkapnya sebagai peluang. Lahirlah produk mesin bercat biru dan hitam itu.
Cara kerja mesin itu rupanya sederhana. Bawang merah yang hendak dikupas cukup dicemplungkan ke dalam kotak melalui lubang yang ada pada bagian atas. Di dalam lubang itu terdapat pisau pengupas yang sudah didesain khusus.
Pisau kupas akan bekerja kalau motor listrik dihidupkan. Pada saat yang sama, kompresor akan menyemburkan udara ke kotak mesin pengupas. Dengan tekanan tertentu, hanya kulit kupasan yang beterbangan keluar melalui saluran yang ada pada sisi samping. Sementara bawang yang sudah terkupas jatuh ke saluran lain.
Berapa kapasitas produksinya? Menurut mahasiswi itu, mesin yang dipamerkan mampu mengupas bawang merah hingga 60 Kg per jam. Dengan kemampuan tersebut, mesin itu akan sangat menolong pengusaha UKM bawang goreng dalam meningkatkan produksi dan efisiensinya.
Mesin kupas kulit bawang memang terkesan sederhana. Namun manfaatnya nyata. Itulah salah satu sumbangan lembaga pendidikan Muhammadiyah untuk dunia usaha. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi