Senin, 11 Mei 2026, pukul : 12:20 WIB
Surabaya
--°C

Soempah Pemoeda

Kecurigaan rasial yang mendalam antara Melayu dengan China melahirkan banyak kerusuhan komunal yang membawa banyak korban nyawa. Pemimpin Singapura Lee Kuan Yew bersikeras menggabungkan Singapura ke dalam Federasi Malaysia karena posisi geografis Singapura yang rentan karena tidak mempunyai cukup sumber daya alam untuk menopang hidup.

Tetapi, kecurigaan rasial antara Melayu dan China begitu lebar sehingga terlihat mustahil untuk dipersatukan. Keputusan untuk berpisah pun menjadi keputusan terbaik. Malaysia memutuskan berjalan sendiri sebagai negara merdeka tanpa Singapura. Malaysia memperkuat identitas nasionalnya sebagai bangsa Melayu berbahasa Melayu dan beragama Islam.

BACA JUGA: Rishi Sunak

Lee Kuan Yew yang sangat terpukul oleh keputusan pemisahan itu harus segera menemukan jati diri bangsanya untuk bisa bertahan hidup dan berkembang. Malaysia tidak mempunyai problem etnis yang kompleks karena bangsa Melayu menjadi mayoritas. Karena itu pula Malaysia dengan mudah menetapkan Bahasa Melayu sebagai bahasa nasional. Bahasa Melayu menjadi simbol pemersatu sekaligus simbol identitas puak Melayu bumiputra dan beragama Islam.

Lee Kuan Yew menghadapi persoalan serius untuk menetapakn identitas bangsanya yang baru lahir. Etnis China memang dominan, tapi masih ada etnis Melayu yang juga kuat dan etnis India dan Tamil yang juga berpengaruh. Selain itu masih ada diaspora Inggrus dan kelas elite China yang berpendidikan Inggris dan berbudaya serta berbicara dalam bahasa Inggris.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.