Untunglah para pemuda itu mencapai kesepakatan bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang bisa mempersatukan mereka. Para pemuda aktivis Jong Java, Jong Celebes, Jong Islamiten Bond, Jong Borneo, sama-sama punya kesadaran untuk menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
BACA JUGA: Pilot Demokrasi
Andai para pemuda Jong Java ketika itu bersikeras minta agar bahasa Jawa menjadi bahasa nasional, tentu pemuda dari etnis lain tidak bisa menolak, karena etnis Jawa memang mayoritas. Tetapi, para pemuda itu dengan sukarela dan dengan kesadaran penuh memutuskan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Sebuah keputusan yang terbukti jenius dan sangat modern serta visioner. (*)
Editor: DAD

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi