Jumat, 26 Juni 2026, pukul : 04:27 WIB
Surabaya
--°C

Kado Muktamar

Otong Sutisna

Hahahaha…satpam berangkat AKBP (Aku Kayak Bapak Polisi)

Deliler

3 lini bisnis gelap-gelap cerah, dan mungkin mantap untuk di coba. Boleh di hubung-hubungkan dengan 3 sifat buruk manusia. Atau dark triad, atau apa saja istilahnya. Terserah. Pertama ini mungkin bisnis paling menarik di era digital. Bisnis perang kehendak. Saya tidak tau berapa orang yang anda persilahkan untuk menjajah diri anda sendiri. Wkwk. Apalagi kalau alasan menjajahnya klasik. Logic, atau baru. Mohon maaf saya harus menggunakan istilah ini “pelacuran digital”. Kedua judi, ketiga narco boy. Siklusnya, ini2 saja. Poinnya ini, siapa yang mengatur 3 lini bisnis ini?. Haha …

Mudzakkir H.

*Tanggapan Tulisan Pak Pri Antara Tuhan dan Nabi Isa yang masuk komentar pilihan* Saya melihat pak Priyadi menafsirkan Al-Qur’an versi pemahamannya sebagai seorang nasrani yang menurut saya salah kaprah. 1. QS 3 49. Dikatakan pak Pri, Isa pencipta seperti Tuhan, nyatanya di ayat tersebut berisi bahwa Isa seorang utusan yang mempunyai mukjizat seperti rasul-rasul lain guna menjadi bekal dalam tugas kerasulannya. di ayat tersebut dinyatakan Isa mempunyai mukjizat membuat burung dari tanah dengan ‘izin Allah”. Bagi kami nabi Isa ini sama dengan nabi yang lain sama-sama dibekali mukjizat seperti Musa membelah lautan, yunus bisa hidup diperut ikan,dll. Kami mengimani rasul-rasul tersebut. 2.QS.43 ayat 61. Kata pak pri bahwa Isa mengetahui kapan hari Qiamat seperti Allah Juga mengetahui hari qiamat. padahal di ayat tersebut Allah menjelaskan tanda Qiamat qubro adalah turunnya nabi Isa ke bumi. Orang Islam faham akan hal ini .Lihat terjemahan lengkap. Allah berfirman: ” dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari qiamat, karena itu jangan ragu akan datangnya hari qiamat…” Bagi kami Isa adalah putra Maryam bukan tuhan (QS.5 72-73) Isa adalah utusan Allah (QS 4 171) dan kita masing-masing punya prinsip yang berbeda, disini kami menghormati agama lain yang berbeda dalam prinsip ini seperti yang diyakini pak Priyadi. Jadi hemat saya kepada pak priyadi,mari gunakan kitab suci kita masing-masing untuk memperkuat persatuan bangsa.salam damai (Guru di Sby)

BACA JUGA  Topeng Narsistik Makin Lihai Seiring Usia
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.