Yuli Triyono
Kemarin Pak DI ‘ngapik-apik’ TM setinggi langit. Komunikasinya yang sangat lancar. Berhasil menangani gejolak tambang emas. Bekerja tiidak berorientasi duit. Anti backing kejahatan. Dst … dst … Sekarang kenyataannya begini. Dia terlibat masalah narkoba. Kesimpulannya, jangan cepat percaya 100 % omongannya Pak DI.
Rihlatul Ulfa
Memang tidak ada regulasi utuh satu pintu untuk narkoba yg disita? kan pasti dong mereka bisa kongkalikong, bermain mata, menyembunyikan narkoba-narkoba itu untuk keuntungan pribadi. kok bisa-bisanya selama ini regulasi penyitaan dan pembakaran selonggar itu? sekalian saja sitaan narkoba setiap bulan dari seluruh provinsi dimusnahkan di lapangan istana. diperlihatkan satu2 dalamnya, apakah benar narkoba, meminimalisir kalau dimasukan tawas lagi. kita tidak bisa mengharapkan orang yang jujur, saat anda bisa membuat barang sitaan didepan anda itu, bisa membuat anda kaya raya sekatika. regulasi harus jelas.
Rizky Dwinanto
Barang bukti narkoba ditukar tawas. Nanti kalau ada koleganya yang punya niatan sama, akhirnya mencuri dan menjual tawas ke bandar lainnya. Sungguh kasian bandarnya kena tipu 🙁
Rizky Dwinanto
Barang buktinya 41kg, tapi ditukar tawas 5kg. Itu hanya satu versi cerita, bisa jadi kejadiannya semua sudah ditukar oleh orang yang berbeda-beda.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi