Rizky-Lesti suami-isteri, maka pelaksanaan perdamaian, gampang. Digelar di Mapolres Jakarta Selatan, Jumat, 14 Oktober 2022.
Sesuai aturannya, di gelaran restirative justice dihadiri pelaku dan korban serta keluarga mereka. Juga semua unsur Polri. Ditambah wakil dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
Perkara hukumnya selesai.
BACA JUGA: Ijazah Palsu Jokowi dalam Teori Pental Equilibrium
Warganet menyoal: Mengapa Lesti mau damai? Jawaban pastinya pada Lesti. Bisa dijawab apa pun. Baik jujur maupun sekadar pencitraan.
Pertanyaan begini muncul, sebab pelaku-korban publik figur. Mata warga Indonesia tertuju ke situ, hari-hari ini. Ada yang kecewa atas sikap Lesti mencabut perkara. Ada yang mendukung.
Publik seolah menonton film di kasus itu. Penonton film biasanya melibatkan perasaan. Mendukung peran protagonis, memaki antagonis. Kadang berdebar, juga.
Penonton maunya antagonis dihukum. Karena jahat. Dalam kasus Lesti, kejadian KDRT dan Lesti lapor polisi, terjadi pada Rabu, 28 September 2022.
Enam belas hari kemudian, Jumat, 14 Oktober 2022, protagonis memaafkan antagonis. Persis, setelah antagonis sudah dua hari ditahan polisi. Lalu, protagonis-antagonis berpelukan. Penonton kecewa.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi