Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 03:48 WIB
Surabaya
--°C

Jarang Mematikan tapi Membunuh

Gas air mata biasanya ditembakan dari tabung untuk membubarkan kerumunan atau sekelompok besar orang yang dianggap sebagai ancaman. Lalu bagaimana efek yang dirasakan oleh tubuh jika terkena gas air mata?

Yang dirasakan oleh tubuh ketika terpapar gas air mata akan timbul sekitar 30 detik setelah tubuh terekspos. Mata akan berair karena sensasi terbakar, kesulitan bernapas, sakit di bagian dada, iritasi pada kulit, dan kebutaan sementara.

Gas air mata memang jarang mematikan,dilansir dari detik.com salah satu ahli anestesi dari Duke University, Sven-Eric Jordt penah memap[arkann proses mengenai hal ini.

Jordt telah mempelajari gas air mata selama lebih dari satu decade, tetapi menurutnya istilah gas air mata dirasa kurang tepat. Dia berpendapat, istilah gas rasa sakit lebih tepat digunakan.

BACA JUGA  Persi Jatim Ajak Tenaga Kesehatan Berkreasi dalam Lomba Bola Voli Mix dan Vokal Group

BACA JUGA: Tolak Tambang Emas Berarti Menolak Penindasan dan Perusakan Lingkungan serta Kemiskinan

Gas air mata dikatakan menyebabkan sensasi rasa sakit seperti terbakar di area mata, kulit,paru-paru atau dimana saja yang disentuhnya. Berbagai sensai ini terjadi sebelum seseorang mengeluarkan air mata, tersedak dan lender hidung keluar.

Mesti jarang mematikan, jordt mengatakan kematian bisa terjadi dalam kasus dimana gas air mata digunakan dengan cara yang kurang tepat, seperti ditembakan langsung ke kerumunan menyebabkan cedera kepala, tubuh atau jika digunakan di dalam ruangan terbatas di mana seseorang tidak dapat mengeluarkan diri.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.