KEMPALAN: PENANGGULANGAN kericuhan di Stadion Kanjuruhan oleh polisi dengan melontarkan gas air mata dinilai jadi faktor yang memicu kepanikan. Namun beberapa pendapat mengemukakan banyak sekali faktor yang saling terkait, memicu fatalitas massal
Penggunaan gas air mata oleh apparat pengamanan, kini disorot banyak pihak dan dituding sebagai salah satu faktor penting yang ikut memicu panik massal penonton. Gas air mata memang kerap digunakan oleh petugas keamanan sebagai alat pengontrol massa.
Gas air mata diklasifikasikan sebagai senata kimia secara internasional dan dilarang penggunaannya di saat perang.
Atas alasan ini, para penentang penggunaan gas air mata telah mempertanyakan penggunaannya oleh apparat dalam mengatasi protes di jalanan dan berkata akibatnya berbahaya. Sementara kepolisian pada umumnya menganggap gas air mata lebih aman ketimbang kekerasan dan senjata api.
Apa itu Gas Air Mata?
Walaupun dinamakan gas, tetapi gas air mata sesungguhnya berbentuk cairan. Cairan dalam suhu ruangan ini dicampur dengan bahan-bahan lain sehingga berbentuk aerosol.
BACA JUGA: Gas Air Mata untuk apa? Perang dan Pengendalian Massa Atau Tidak untuk Keduanya?
Gas air mata bekerja dengan cara mengiritasi selaput lender di mata, hidung, mulut, dan paru-paru. -Pada dasarnya bagian-bagian tubuh yang bertanggung jawab untuk penyerapan dan eksresi.
Terdapat banyak jenis gas air mata. Paling umum adalah gas CS, atau nama panjangnya: o-chlorobenzylidene malononitrile. Nama CS diambil dari inisial penemunya Corson dan Staughton.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi