Kamis, 9 Juli 2026, pukul : 22:28 WIB
Surabaya
--°C

Tolak Tambang Emas Berarti Menolak Penindasan dan Perusakan Lingkungan serta Kemiskinan

TRENGGALEK-KEMPALAN: Beberapa tahun terakhir konflik agraria semakin menghiasa lini masa dan menambah deretan permasalahan di Negeri ini. Beberapa dari ribuan konflik agraria ini satu persatu mulai naik kepermukaan, masyarakat pun semakin sadar akan pentingnya menjaga tanah kelahirannya dari penjajah-penjajah baru yang mulai mengeruk, merampas tanah sesuka hatinya.

Sayangnya pemberitaan mengenai konflik-konflik agraria belum cukup mengudara di media masa, seolah permasalahan ini tidak cukup penting untuk di tanggapi, namun sebagian masyarakat yang mulai sadar, mulai menggaungkan penolakan-penolakan baik turun ke jalan atau menggaungkannya di media online maupun cetak.

Salah satu konflik agraria yang saat ini sedang hangat diperbincangkan ialah konflik agraria tambang emas di Trenggalek. Lalu mengapa harus menolak tambang emas?

Tambang emas Trenggalek akan benar-benar mengancam kelangsungan hidup warga Trenggalek yang memang mayoritas penduduknya mempunya mata pencaharian sebagai petani. Beberapa masalah yang akan muncul ketika tambang emas memang benar-benar hadir ditengah masyarakat Trenggalek antara lain adalah kerusakan alam, sumber air mati kekeringan dibidang pertanian, dan persoalan hak milik tanah.

Kemudian dampak jangka panjang yang ditimbulkan adalah kerusakan tanah, polusi udara, kerusakan jalan, serta kerusakan ekonomi sekitar tambang emas yang justru putaran ekonomi malah dikuasai oleh pihak penambang yang mungkin bukan warga asli Trenggalek itu sendiri.

BACA JUGA  Mengapa Penderita NPD Tidak Betah di Hubungan yang Nyaman

Tanah yang sudah terkena dampak tambang emas ini akan rusak dan susah untuk dikembalikan seperti semula. Penambangan emas ini akan mengakibatkan para petani dan warga Trenggalek kehilangan tanahnya yang subur nan indah itu karena telah dirusak oleh penambangan emas.

Tambang Emas yang nantinya direncanakan berlokasi di 9 Kecamatan di Kabupaten Trenggalek ini menuai penolakan, uniknya penolakan ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Trenggalek, pemerintah kabupaten Trenggalek pun kompak bersuara bersama masyarakat melakukan penolakan terhadap pembangunan tambang emas.

Penolakan itu disampaikan diberbagai macam acara yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat Trenggalek tentang pentingnya menjaga tanah kelahiran, salah satu acara yang diadakan itu adalah kegiatan Pendidikan Politik, Hukum, dan HAM, untuk Keadilan Lingkungan Kabupaten Trenggalek. Kegiatan itu diinisiasi oleh Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) Trenggalek.

Foto :Alfaizi

Dilansir dari kabartrenggalek.com bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan pentingnya pendidikan untuk keadilan lingkungan. Menurut Arifin, pendidikan keadilan lingkungan penting untuk menguatkan kesadaran masyarakat dalam perjuangan tolak tambang emas PT Sumber Mineral Nusantara (SMN), Sabtu (03/09/2022)

BACA JUGA  Karma Instan yang Dialami Penderita NPD Sepanjang Hidup

Arifin menyatakan bahwa dia dengan tegas menolak tambang emas PT SMN bersama masyarakat Trenggalek. Ia ingin memakmurkan ekonomi rakyat melalui orang yang kreatif dan ekosistem terjaga tanpa tambang emas seperti dilansir dari kabartrenggalek.com.

Saat ini penolakan pemerintah dan masyarakat Trenggalek, semakin gencar dilakukan banyak jalan yang ditempuh untuk menyadarkan masyarakat yang masih mendukung adanya tambang emas, berbagai acara dan pendidikan lingkungan serta penyebaran sosialisasi dan juga pemberitaan tentang bahaya adanya tambang emas di Trenggalek juga semakin masif.

Perjuangan atas penolakan adanya tambang emas harus selalu digaungkan, sehingga ruang untuk menghadirkan dan merusak lingkungan Kabupaten Trenggalek ini yang disebabkan oleh tambang emas semakin sempit, dan tentunya merupakan pencegahan terhadap kerusakan alam yang lebih besar dampak negatifnya bagi masyarakat Trenggalek.

Perjuangan ini merupakan usaha untuk mempertahankan keindahan alam dan tentunya berbagai macam ekosistem yang berada di Trenggalek tak hanya itu penolakan tambang emas ini sebagai upaya untuk menghindari masyarakat Trenggalek dari penindasan, kemiskinan, dan berbagai dampak yang nantinya akan merugikan masyarakat Trenggalek itu sendiri. (M. Alfaizi)

Editor: DAD

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.