Hampir selama 7 tahun jagat politik kita diwarnai dengan banyaknya para benalu politik, mereka berkembang bak cendawan di musim hujan. Kerja mereka menebar fitnah, mengadu domba dan menuduh orang lain yang tidak disukai sebagai penebar politik intoleran, politik identitas dan tuduhan – tuduhan yang tak berdasar.
Mereka lupa bahwa berpolitik itu harus beridentitas, harus jelas, apa yang diperjuangkan dan keberpihakannya. Politik yang mereka kembangkan adalah politik yang tidak jelas, kecuali hanya politik yang berkepentingan uang dan memperkaya diri. Politik tanpa identitas tak ubahnya seperti manusia yang tak punya nama dan tak punya kelamin. Politik tanpa identitas hanya jadi benalu bagi rakyat dan negara, karena yang diperjuangkan adalah kekuasaan untuk memperkaya diri dan kelompok. Rakyat tidak dapat apa apa.
BACA JUGA: Mengapa KPK Bernafsu Mentersangkakan Anies?
Nasdem nampaknya melihat gelagat menjamurnya para benalu politik di pemerintahan Jokowi. Dengan semangat restorasi dan memperbaiki keberadaban politik, Nasdem dengan gagah berani menegaskan bahwa Nasdem adalah partai yang mencintai Indonesia, mencintai politik yang beretika, partai menyemai nasionalisme. Melanjutkan yang baik dan merubah yang tidak baik. Continuity and Change.
Semangat Nasdem memperbaiki kondisi bangsa bergayung sambut dengan semangat Anies Baswedan. Menghadirkan perdamaian, keadilan dan kesejahteraan. Sehingga jadilah Anies menjadi panglima perang, calon presiden untuk berkolaborasi bersama Nasdem.
Pencalonan Anies sebagai presiden, nampaknya tak membuat tenang para benalu politik serta mereka yang mengembangkan politik tak jelas, politik hanya cari kekuasaan untuk memperkaya diri dan kelompok, serta para penganut politik tak berjenis kelamin.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi