Kamis, 23 April 2026, pukul : 20:24 WIB
Surabaya
--°C

Ironi Megaproyek Proliga 2026: Mahalnya Tahta di Tengah Badai Fisik dan Finansial

YOGYAKARTA-KEMPALAN: Sorot lampu GOR Amongrogo, Yogyakarta, bersiap saksi bisu penentuan raja dan ratu voli tanah air pada Grand Final Proliga 2026, 24-26 April mendatang. Namun, di balik kemegahan format Best of Three yang diterapkan, tersimpan keluh kesah mendalam dari para aktor di balik layar. Format ini bukan sekadar adu taktik, melainkan ujian ketahanan finansial dan batas fisik yang dinilai mulai tidak rasional.

Empat raksasa putra—Jakarta LaVani, Bhayangkara Presisi, Jakarta Garuda, dan Surabaya Samator—serta empat srikandi tangguh—Pertamina Enduro, Popsivo Polwan, Electric PLN, dan Gresik Phonska—harus memeras keringat lebih dalam. Setelah empat bulan berpindah kota dengan jarak tempuh ratusan kilometer, mereka kini dihadapkan pada jadwal final yang menguras energi dan kantong.

Beban Finansial: Investasi Miliaran, Hadiah “Recehan”

Industri voli Indonesia sedang berada di titik nadir efisiensi. Untuk satu musim, sebuah klub rata-rata menggelontorkan dana puluhan miliar rupiah. Bayangkan, gaji satu pemain asing putra bisa mencapai angka 350.000 USD (sekitar Rp5,6 Miliar). Jika satu tim diperkuat tiga pemain asing, biaya kontrak saja sudah menembus angka belasan miliar, belum termasuk gaji pemain lokal dan biaya operasional, akomodasi, dan bonus.

Ironisnya, apresiasi finansial yang diterima tidak sebanding. Juara putaran reguler hingga final four hanya diganjar Rp 60 juta. Bahkan, sang juara sejati nantinya hanya membawa pulang Rp400 juta. Angka ini bak setetes air di tengah padang pasir jika dibandingkan biaya operasional yang mencapai puluhan miliar.

Suara dari Bench: Evaluasi atau Eksploitasi?

Manajer Surabaya Samator, Hadi Sampurno, tidak menutupi kegelisahannya. Menurutnya, rotasi tempat yang berjauhan dan jadwal tanding yang kini mencapai empat hari seminggu adalah beban ganda.”Ini melelahkan. Lokasi yang jauh menambah biaya transport dan akomodasi secara signifikan. Harus ada evaluasi agar kompetisi ini tetap menarik namun tetap prospektif bagi kemajuan atlet, bukan justru membebani,” tegas Hadi.

Senada dengan itu, mantan pelatih Timnas Indonesia, Ibasjah Djanu Tjahyono, menyoroti risiko medis. Ia menekankan bahwa tanpa recovery minimal satu hari di antara pertandingan intensitas tinggi, risiko cedera atlet akan melonjak tajam.

“Pemain akan mengalami kejenuhan otot dan pikiran. Di Eropa cuaca dingin membantu pemulihan, di Indonesia panas. Jika sistem ini dipaksakan tahun depan, klub-klub baru maupun lama akan berpikir dua kali karena biaya kontrak pemain asing akan membengkak hanya untuk mengejar jadwal yang padat ini,” ujar Ibasjah tajam.

Antara Jam Terbang dan Kejenuhan

Meski demikian, sisi positif sempat dilirik oleh Manajer Operasional klub Indomaret Sidoarjo, Sutono. Ia melihat format ini memberi kesempatan kedua bagi tim yang terpeleset di leg pertama, sekaligus menambah jam terbang pemain muda. Namun, ia sepakat bahwa “ongkos” yang dibayar terlalu mahal.”Minusnya jelas: penonton bisa jenuh, pemain capek fisik, dan klub capek finansial,” ungkapnya.

Menanti Keajaiban di Amongrogo

Proliga 2026 berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia menyuguhkan drama lebih panjang bagi pemegang hak siar dan sponsor. Di sisi lain, ia sedang “membunuh” perlahan napas finansial klub-klub kontestan. Jika tidak ada sinkronisasi antara nilai komersial hadiah dengan biaya operasional, dikhawatirkan Proliga hanya akan menjadi panggung megah yang ditinggalkan para pendukung setianya karena penurunan kualitas permainan akibat kelelahan kronis.

Kini, bola panas ada di tangan regulator. Apakah Grand Final Yogyakarta akan menjadi puncak prestasi, atau justru menjadi titik jenuh yang memicu eksodus besar-besaran pemilik modal di musim depan?(Ambari Taufiq M Fasichullisan).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.