Selasa, 28 April 2026, pukul : 17:21 WIB
Surabaya
--°C

“Reshuffle” Palsu Empret-empret Ala Prabowo

Pada akhirnya dengan membaca cara kerja dan pola pengendalian sumber daya manusia sang Presiden, maka reshuffle yang paling jitu adalah mengganti dan meminggirkan Prabowo sendiri.

Oleh: M Rizal Fadillah

KEMPALAN: Bahwa ketika isu reshuffle santer menggelinding di berbagai media, masyarakat berharap melalui pergantian itu dapat menggambarkan (menjadi) wajah pertobatan Prabowo Subianto atas kesalahan atau kelemahannya selama ini.

Ada upaya perbaikan signifikan dalam pengelolaan pemerintahan melalui adanya penggantian pejabat di lingkungannya. Kemudian Prabowo siap bergerak maju meski berjuta kontroversi menyertainya.

Tetapi ternyata semua itu zonk, pupus. Prabowo itu super hati-hati untuk tidak menyebut penakut dengan reshuffle empret-empret. Reshuffle main-main, tak bermutu dan jauh dari harapan masyarakat.

Budek, tuli, terikat, nir-perasaan, serta hanya memikirkan diri dan kelompoknya semata. Tidak tampak tindakan nyata untuk berbuat demi kepentingan rakyat.

M. Qodari “Jokower” sang penggagas Jokowi tiga periode telah gagal menjalankan tugas sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Alih-alih dipecat, ia justru diberi jabatan baru yaitu Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.

Dudung Abdurachman “jagal” operasi pembantaian Km 50 menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang berfungsi penting seperti pengelolaan isu strategis, manajemen komunikasi politik, pengendalian program prioritas, dan lainnya.

Abdul Kadir Karding itu pecatan Menteri 2025 diangkat sebaga Kepala Badan Karantina, seperti tidak ada orang lagi saja. Hasan Nasbi juga bolak-balik setelah belok mengundurkan diri dari Kepala PCO karena “tidak sejalan” bisa masuk lagi sebagai penasehat khusus Presiden bidang komunikasi.

Jumhur Hidayat menjadi Menteri Lingkungan Hidup di luar “keahlian”, yaitu ketenagakerjaan. Wamenko Pangan Hanif Faisol Nurofiq adalah Menteri berkinerja buruk dan tokoh polemik tambang nikel Raja Ampat.

Reshuffle asal-asalan alias palsu Prabowo seperti basa-basi semata. Padahal, rakyat menunggu reshuffle Zulhas, Bahlil, Erick, Sugiono, Pratikno, Listyo dan banyak figur lain yang semestinya sudah layak untuk dibuang ke pinggir.

Ternyara Menteri “geng Solo” masih dan semakin dominan berada di Kabinet Prabowo. Jangankan dapat bekerja efektif, untuk memilih orang saja Prabowo tidak becus.

Pada akhirnya dengan membaca cara kerja dan pola pengendalian sumber daya manusia sang Presiden, maka reshuffle yang paling jitu adalah mengganti dan meminggirkan Prabowo sendiri.

Paket hemat dan lengkap desakan rakyat untuk perbaikan bangsa dan negara ke depan adalah: “Tangkap dan Adili Jokowi, Makzulkan Prabowo Gibran”.

*) Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.